AUDIT SISTEM KEPASTIAN KUALITAS / MUTU

Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah

Oleh : Frita Margareth Sahala Tinggi S Yulisah Septri H (104020433) (104020450) (104020484)

JURUSAN AKUNTASI UNIVERSITAS PASUNDAN 2012

Apa konsep untuk audit sistem kepastian kualitas? Apa yang dimaksud dengan audit kepastian kualitas? Apa peranan audit sistem kepastian kualitas? Apa tujuan dan manfaat audit sistem kepastian kualitas? Bagaimana langkah-langkah audit sistem kepastian kualitas? Apa persyaratan sistem kepastian kualitas berdasarkan ISO? . dan harapan pelanggan. Rumusan Masalah Melihat latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka dapat dirumuskan beberapa masalah yang timbul sebagai berikut: 1. 4. secara periodik dilakukan audit terhadap sistem kepastian kualitas yang diterapkan perusahaan. Sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menghasilkan produk sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan untuk memenuhi persyaratan pelanggan. perusahaan membangun suatu sistem kepastian kualitas untuk memastikan bahwa proses-proses yang berjalan di dalam perusahaan dapat menjamin dihasilkan dan diserahkannya produk yang sesuai dengan spesifikasi pelanggan. B. 3. harapan. dan kebutuhan pelanggan. 6. Sistem ini harus mampu beradaptasi dan berubah untuk mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan keingingan. Perusahaan meningkatkan nilai pelanggan sebagai usaha untuk meningkatkan kepuasannya. 2. Latar Belakang Masalah Persaingan antar perusahaan dalam merebut pasar mendorong perusahaan untuk memberikan yang lebih kepada pelanggannya relatif dibandingkan dengan apa yang diberikan pesaing. kebutuhan. Untuk memenuhi keinginan. kebutuhan. Sistem kepastian kualitas merupakan sesuatu yang dinamis.BAB I PENDAHULUAN A. Usaha dan operasional perusahaan fokus kepada keinginan. dan harapan pelanggan. 5.

. 3. Menambah pengetahuan mengenai audit sistem kepastian kualitas. Tujuan Penulisan Makalah Berdasarkan rumusan masalah yang telah disampaikan diatas maka dapat dikatakan tujuan dari penulisan makalah adalah sebagai berikut: 1. 2.C. Sabagai referensi tambahan dalam pengumpulan bahan penulisan makalah. Memberi informasi mengenai audit sistem kepastian kualitas.

Anggota tim audit biasanya profesional yang memiliki pengetahuan yang luas tentang standar auditing . Sebuah perusahaan juga dapat memilih untuk melakukan audit internal dari perusahaan kualitas kontrol sistem secara berkala. audit kualitas adalah audit eksternal . 2. Harus berpartisipasi aktif dalam menjalankan program TQM melalui pengawasan ketat terhadap program mutu yang dijalankan perusahaan dan menjalankan aktivitas mutu ketika melaksanakan pekerjaannya agar semakin memahami maksud dan tujuan manajemen mutu tersebut. . b. Secara umum. Sebuah perusahaan juga dapat melakukan audit mutu untuk menentukan apakah itu sesuai dengan standar kualitas tertentu.BAB II PEMBAHASAN 1. Auditor memiliki peranan besar dalam pelaksanaan TQM. Sederhananya. prosedur. mulai dari perencanaan produksi sampai bagian keuangan. Harus memahami manajemen kualitas ketika melaksanakan fungsinya mengawasi kegiatan atau aktivitas fungsi-fungsi perusahaan. Konsep ini disebut sebagai Manajemen Kualitas Total (Total Quality Management) atau TQM. yaitu: a. ISO 9000 adalah sertifikasi bahwa suatu perusahaan mengikuti prosedur usaha formal. tujuan dari pemeriksaan mutu adalah untuk menentukan apakah perusahaan sesuai dengan program kualitas atau apakah perlu untuk melakukan perubahan praktik usaha. yang berarti dilakukan oleh auditor independen atau tim auditor yang memiliki keahlian di daerah tersebut. Biasanya. Konsep Audit Sistem Kepastian Kualitas Konsep kualitas/mutu harus diadopsi oleh segenap komponen perusahaan. Audit Kepastian Kualitas Sebuah audit kualitas adalah review di mana sebuah auditor menganalisis dan memverifikasi berbagai catatan dan proses yang berkaitan dengan itu kualitas program suatu perusahaan. seperti yang ditetapkan oleh Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) 9000.

pelanggan.” 3. auditor harus memiliki pengalaman dengan memeriksa.dan prinsip-prinsip. Menurut The International Standard For Terminology in Quality Management. Peranan Audit Sistem Kepastian Kualitas Audit sistem kepastian kualitas memiliki peranan penting dalam memberikan kepastian kualitas kepada pelanggan dan proses yang berlangsung di dalam perusahaan. Selain itu. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap hasil audit sistem kepastian kualitas dengan berbagai kepentingan dan tujuannya yaitu perusahaan. dan pelaporan tentang apakah setiap aspek dari sistem mutu kurang atau memuaskan. ISO 8402 “Audit mutu merupakan suatu pengujian yang sistematis dan independent untuk menentukan apakah aktivitas mutu dan hasil sesuai dengan pengaturan yang direncanakan dan apakah pengaturan yang direncanakan tersebut diimplemantasikan secara efektif dan cocok untuk mencapai tujuan. dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti objektif dan menilainya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah dipenuhi. dan lembaga sertifikasi. pemerintah. Audit kepastian kualitas adalah proses sistematis. mengevaluasi. 4. Hasil audit kepastian mutu adalah laporan yang berisi temuan-temuan berupa deviasi atau penyimpangan dari standar yang telah ditentukan dan tindakan korektif yang direkomendasikan kepada manajemen dan fungsi perusahaan yang terkait. Audit ini dirancang untuk menilai aktivitas. asosiasi. Upaya pemeriksaan dilakukan dalam dua cara. mandiri. yaitu secara random yang bersifat jangka pendek dan terus-menerus yang bersifat jangka panjang. praktik. Tujuan dan Manfaat Audit Sistem Kepastian Kualitas Tujuan Audit Kepastian Kualitas Dari pengertian audit mutu yang diuraiakan di atas. bahwa tujuan audit mutu adalah untuk mendapatkan data dan informasi faktual dan signifikan sebagai dasar . atau kebijakan perusahaan untuk menentukan apakah perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dalam operasinya.

dinilai kecukupan dan kesesuaiannya terhadap standar ISO 9001:2000. 4. perbaikan dan/atau perubahan. . 2. Menilai pemasok dan memverifikasi sistem mutu pemasok.2006): 1. Menentukan efektivitas sistem mutu.2000) : 1. Untuk mengevaluasi terhadap pemasok Untuk menemukan adanya potensi resiko kegiatan organisasi Sedangkan tujuan audit mutu secara khusus adalah untuk memberikan umpan balik tentang kinerja organisasi yang diuraikan sebagai berikut (Iskandar Indranata. g. c. Temuan hasil audit selanjutnya dianalisis.pengambilan keputusan. Memudahkan registrasi / pendaftaran atas sistem mutu. Memberikan peluang untuk perbaikan sistem mutu. pengendalian manajemen. b. 5. Untuk memenuhi persyaratan regulasi ataupun persyaratan kontrak dengan (misalnya) pelanggan 4. Hasil temuan auditor tersebut akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Memenuhi persyaratan peraturan. Menentukan ketidak sesuaian. pengendalian manajemen. 3. Secara rinci tujuan umum dari audit mutu yaitu (Willy Susilo. f. d. perbaikan dan / atau perubahan. 2. e. Menilai dan memverifikasi sistem mutu perusahaan sendiri. Untuk memperoleh prioritas permasalahan yang tengah dihadapi organisasi Untuk merencanakan pengembangan usaha Untuk memenuhi persyaratan suatu sistem manajemen yang digunakan sebagai acuan 3. Mengarahkan pencapaian sasaran Memberikan sense of urgency Menemukan peluang perbaikan Memastikan apakah sistem diterapkan secara efektif Mendeteksi penyimpangan-penyimpangan terthadap kebijakan mutu sedini mungkin Tujuan audit sistem kepastian kualitas menurut ISO 10010 yaitu: a.

dilakukan dengan mengolah data menjadi informasi terkait dengan sistem mutu. c. Langkah-langkah Audit Sistem Kepastian Kualitas (Mutu) Langkah-langkah yang dilakukan pada saat pelaksanaan audit kepastian mutu meliputi berikut ini: a. Memungkinkan dilakukannya tindakan koreksi yang tepat waktu. efektivitas kegiatan mutu. d. d. b. Mengadopsi model PDSA (Plan Do Study Act) yang dipopulerkan oleh Deming. Analisis Audit Kepastian Mutu. Perencanaan Audit. d. e. kertas kerja dan prosedur sampling audit. Menyempurnakan proses pengambilan keputusan manajemen. f. Mempelajari Hasil Audit. jadwal. 5. pertemuan dengan manajemen. Tindakan Perbaikan. b. g. yang disampaikan agar dapat memuaskan kebutuhan pencapaian mutu yang ditetapkan manajemen. dilakukan dengan peninjauan lapangan. dilakukan dengan menentukan sumber daya. dan fungsi manajemen terkait. Pelaporan Hasil Audit Kepastian Mutu. dan standar acuan kegiatan audit. Membantu mengembangkan sistem manajemen kualitas terpadu yang efektif. dan kesesuaian dengan standar. Perencanaan Audit Kepastian Mutu. Meningkatkan produktivitas. Mencegah timbulnya masalah yang dapat mengganggu. yaitu dengan memahami tujuan. b. . Meningkatkan kepuasan pelanggan dan pasar. urutan kegiatan. Penentuan Kebutuhan akan Kepastian Mutu. Mengurangi biaya-biaya tambahan yang tidak perlu. e. dan menyiapkan kertas kerja audit. Pelaksanaan.Manfaat dari audit sistem kepastian mutu yaitu: a. Membantu pengalokasian sumber daya secara optimal. audit sistem kepastian kualitas dapat mengikuti langkah-langkah berikut: a. Implementasi Audit Kepastian Mutu. h. c. c. maksud.

Contoh Kasus Audit Kepastian Mutu PT. pengukuran. perencanaan. Meliputi umum. produksi dan penyediaan jasa. kebijakan kualitas. Meliputi ketersediaan sumber daya. pemantauan dan pengukuran. d. Persyaratan Sistem Kepastian Kualitas Berdasarkan ISO 90001:2001 Lima klausul dari ISO 9001:2001 memberikan rujukan (referensi) tentang sistem kepastian kualitas. pembelian. dan pengendalian dokumen. tanggung jawab. Klausul 4 tentang Sistem Manajemen Kualitas. Biggy pada tahun 2000 yang berlokasi di kota Depok. e. c. Perusahaan ini belum memiliki cabang. b. Infrastruktur. desain dan pengembangan. proses yang berhubungan dengan pelanggan. dan pemantauan alat. wewenang. serta pengendalian. serta tujuan manajemen. Biggy Bag’s merupakan perusahaan yang didirikan oleh Ms. yang meliputi: a. Klausul 8 tentang Pengukuran. Perusahaan tersebut memproduksi tas wanita dengan berbagai macam variasinya. Analisis. Klausul 5 tentang Tanggung Jawab Manajemen.6. dan komunikasi. Akhir-akhir ini perusahaan mendapat orderan dari . SDM. untuk mendistribusikan produknya perusahaan ini hanya memiliki satu toko yang menjadi satu dengan tempat produksi dan juga menitipkan produknya pada toko-toko buku dan supermarket di daerah depok. fokus pada pelanggan. dan Peningkatan. dan peningkatan. Klausul 6 tentang Manajemen Sumber Daya. Meliputi komitmen manajemen. dan lingkungan kerja. persyaratan dokumen. Meliputi perencanaan realisasi produk. Beberapa kriteria kualitas yang termuat dalam klausul ini yaitu persyaratan umum. Klausul 7 tentang Realisasi Produk.

000 Rp Rp Rp 3. BIGGY BAG’S LAPORAN BIAYA KUALITAS Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31/12/2003 % thdp Penjualan Biaya-Biaya Biaya Pencegahan: .PT.Penerimaan proses Jumlah Kegagalan internal: . Untuk menjaga mutu dari produknya maka PT.000 2.5% 35.5% .000 Rp 13.Pelatihan mutu .5% 13.000 Rp 100.Sisa . Berikut Laporan Biaya Kualitas dan Laporan Performa Standar Biaya Kualitas tahun 2003: PT.500.000.000.500.000.000 9.Inspeksi bahan .0% 7.000.000. namun karena pertimbangan lokasi yang jauh.5% 5.000 2. maka perusahaan masih memikirkan kemungkinan untuk menjalin kerjasama dengan PT.500.000 Rp Rp Rp 4.000 Rp 5.000.000 5.Pengerjaan kembali Jumlah Kegagalan eksternal: Keluhan pelanggan Garansi Reparasi Jumlah Jumlah Biaya Kualitas Penjualan: Biaya Kualitas Rp Rp 4. Tassar Tas. Tassar Tas yang terletak di kota Makasar.000 Rp 9. Biggy Bag’s akan mengadakan audit mutu.000 Rp Rp 2. Biggy Bag’s tidak dikomputerisasi dan pada akhir tahun selalu ada perbedaan antara nilai persediaan fisik dengan buku persediaan. Persediaan PT.000.500.500.000 3.Perekayasaan mutu Jumlah Biaya penilaian: .000 Rp 7.000.000 Rp 35.500.Penerimaan produk .500.000 3.000.000 6.

000 Rp 8.000 Rp 4.000 500.500.550.000 500.000 500.000.000 Rp 5.000 500.500.000 Rp 35.000 Rp Rp Rp 500.000 Rp Rp Rp 500.000 L 1.000.000 L L R L Rp Rp Rp 2.000 L 300.000.000 300.800.000 Rp 4.000 9.000 Rp 2.000 L L Rp 4.000 37.000 Rp 7.000 Rp 2.050.000.000 Rp 5.000 L Rp 2.000 Rp 10.000 Biaya Anggaran Varian Rp Rp Rp 4.000 Rp 6.000.000 Rp 6.000 Rp 3.000 1.000 Rp Rp Rp Rp 300.000 5.500.500.000 - L R Rp 3.000.35% Rp Rp Rp Rp Rp 250.50% 500.000 Rp 3.250.300.000.000 L 1.000 Rp 2.000 Rp 37.000 35.000 Rp 2.500.850.350.000.000 Rp 3.000 3.500.85% .000 Rp 13.000.800.000. BIGGY BAG’S LAPORAN PERFORMA STANDAR BIAYA KUALITAS Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31/12/2003 Biaya Aktual Biaya pencegahan: Biaya tetap: Pelatihan mutu Perekayasaan mutu Jumlah Biaya penilaian: Biaya tetap: Inspeksi bahan Penerimaan produk Penerimaan proses Jumlah Kegagalan internal: Biaya variabel: Sisa Pengerjaan kembali Jumlah Kegagalan eksternal: Biaya tetap: keluhan pelanggan Biaya Variabel: Garansi Reparasi Jumlah Jumlah biaya kualitas Persentase terhadap penjualan aktual * Penjualan sesungguhnya Rp100.000 Rp 3.000.500.000 Rp 13.500.500.PT.000 5.000.000.500.000.500.

Biaya Pencegahan: Total Biaya pencegahan pada Laporan Performa Standar Biaya Kualitas menunjukkan bahwa Biaya Pencegahan yang dianggarkan sudah melebihi Biaya Pencegahan yang sesungguhnya ini berarti Biaya Pencegahan yang meningkat diharapkan dapat mengurangi biaya kegagalan dan mengurangi jumlah unit yang tidak baik. Biaya Kegagalan Internal: Total Kegagalan Internal pada Laporan Performa Standar Biaya Kualitas menunjukkan bahwa Biaya Kegagalan Internal yang dianggarkan sama Biaya Kegagalan Internal yang sesungguhnya ini berarti biaya . Biaya Penerimaan Proses yang dianggarkan masih terlalu kecil daripada Biaya Penerimaan Proses yang sesungguhnya. c. Biaya sisa yang dianggarkan melebihi biaya sisa yang sesungguhnya harus dikeluarkan. Sedangkan pada semua biaya-biaya kegagalan eksternal yang dianggarkan melebihi biaya kegagalan eksternal yang sesungguhnya terjadi. Biaya Inspeksi Bahan dan Biaya Penerimaan Produk yang dianggarkan melebihi Biaya Inspeksi Bahan dan Biaya Penerimaan Produk yang sesungguhnya terjadi. Biaya pengerjaan kembali yang dianggarkan oleh perusahaan masih terlalu kecil dari Biaya pengerjaan kembali sesungguhnya. Biggy Bag’s:        Biaya pelatihan mutu / kualitas yang dianggarkan oleh perusahaan sudah sesuai dengan biaya pelatihan mutu / kualitas yang sesungguhnya terjadi.Hasil analisis kondisi mutu PT. Biaya perekayasaan mutu/kualitas yang dianggarkan oleh perusahaan melebihi biaya yang sesungguhnya terjadi. Dari analisis biaya kualitas diatas dapat disimpulkan: a. Biaya penilaian: Total Biaya penilaian pada Laporan Performa Standar Biaya Kualitas menunjukkan bahwa Biaya Penilaian yang dianggarkan sudah melebihi Biaya Penilaian yang sesungguhnya ini berarti Biaya Penilaian yang meningkat diharapkan dapat mengoptimalkan pengawasan terhadap produk yang akan dibuat. b.

kegagalan internal yang impas diharapkan dapat menunjukkan bahwa tidak adanya kegagalan yang dideteksi oleh aktivitas penilaian. akibat. rekomendasi) : No 1 Kondisi Belum memiliki cabang untuk memperluas pangsa pasar Akibat Produk kurang dikenal oleh daerah . pemrosesan data dan pelaporan data menjadi lambat dan kurang akurat . Laporan Audit mutu (kondisi. Biggy Bag’s tidak terkomputerisasi atau belum menggunakan aplikasi database untuk persediaannya Pencatatan persediaan. d. Biaya Kegagalan Eksternal: Total Kegagalan Eksternal pada Laporan Performa Standar Biaya Kualitas menunjukkan bahwa Biaya Kegagalan Eksternal yang dianggarkan melebihi Biaya Kegagalan Eksternal yang sesungguhnya ini berarti biaya kegagalan internal yang impas diharapkan dapat menunjukkan bahwa tidak adanya kegagalan yang dideteksi oleh aktivitas penilaian.daerah diluar Depok Rekomendasi Sebaiknya membuka cabang baru di daerah strategis dan menjalin kerjasama dengan perusahaan lain untuk mendistribusi produknya Adanya penyediaan aplikasi database untuk mencatat persediaan perusahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan 2 Persediaan PT.

. dilakukan dengan mengolah data menjadi informasi terkait dengan sistem mutu. kertas kerja dan prosedur sampling audit. Langkah-langkah yang dilakukan pada saat pelaksanaan audit kepastian mutu meliputi berikut ini: a) Penentuan Kebutuhan akan Kepastian Mutu. dilakukan dengan menentukan sumber daya. mandiri. urutan kegiatan.BAB III PENUTUP A. jadwal. dan standar acuan kegiatan audit. Pelaporan Hasil Audit Kepastian Mutu. praktik. dilakukan dengan mengolah data menjadi informasi terkait dengan sistem mutu. efektivitas kegiatan mutu. dan menyiapkan kertas kerja audit. e) Pelaporan Hasil Audit Kepastian Mutu. efektivitas kegiatan mutu. Analisis Audit Kepastian Mutu. yang disampaikan agar dapat memuaskan kebutuhan pencapaian mutu yang ditetapkan manajemen. dan kesesuaian dengan standar. b) Perencanaan Audit Kepastian Mutu. d) Analisis Audit Kepastian Mutu. dan fungsi manajemen terkait. dilakukan dengan peninjauan lapangan. Audit ini dirancang untuk menilai aktivitas. dan kesesuaian dengan standar. c) Implementasi Audit Kepastian Mutu. Kesimpulan Audit kepastian kualitas adalah proses sistematis. pertemuan dengan manajemen. atau kebijakan perusahaan untuk menentukan apakah perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dalam operasinya. yang disampaikan agar dapat memuaskan kebutuhan pencapaian mutu yang ditetapkan manajemen. maksud. yaitu dengan memahami tujuan. dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti objektif dan menilainya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah dipenuhi.

. Audit kepastian mutu bertujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengendalian mutu dalam suatu perusahaan yang merupakan lintas fungsi dalam perusahaan dan harus dipahami oleh segenap komponen perusahaan.Hasil audit kepastian mutu adalah laporan yang berisi temuan-temuan berupa deviasi atau penyimpangan dari standar yang telah ditentukan dan tindakan korektif yang direkomendasikan kepada manajemen dan fungsi perusahaan yang terkait.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful