Anda di halaman 1dari 4

Health Belief Model (Rosenstock, Stretcher, Becker, 1988) Konsep dasar HBM yaitu bahwa health behaviour ditentukan

oleh kepercayaan dan persepsi seseorang terhadap suatu penyakit dan strategi yang dapat dilakukan untuk mencegahnya (Hochbaum, 1958). Persepsi yang mempengaruhi, yaitu: 1. Perceived seriousness: kepercayaan individu terhadap keparahan suatu penyakit 2. Perceived susceptibility: kepercayaan individu terhadap resiko yang diakibatkan suatu penyakit 3. Perceived benefits: opini individu terhadap kegunaan kebiasaan baru dalam menurunkan resiko suatu penyakit 4. Perceived barriers: evaluasi individu terhadap halangan dalam mengadopsi suatu kebiasaan baru. Self-efficacy, merupakan kepercayaan individu terhadap kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu (Bandura, 1977). Masyarakat biasanya tidak akan mencoba melakukan sesuatu kecuali percaya bahwa mereka dapat melakukannya. Jika seseorang percaya bahwa suatu kebiasaan itu berguna (perceived benefit), tapi tidak percaya bahwa dia (he or she) dapat melakukannya (perceived barrier), maka hal tersebut tidak akan dilakukan.

Theory of Reasoned Action (Icek Ajzen dan Martin Fishbein, 1967) Sikap dianggap sebagai anteseden pertama dari intensi perilaku. Sikap adalah kepercayaan positif atau negatif untuk menampilkan suatu perilaku tertentu. Kepercayaankepercayaan atau beliefs ini disebut dengan behavioral beliefs. Seorang individu akan berniat untuk menampilkan suatu perilaku tertentu ketika ia menilainya secara positif. Sikap ditentukan oleh kepercayaan-kepercayaan individu mengenai konsekuensi dari menampilkan suatu perilaku (behavioral beliefs), ditimbang berdasarkan hasil evaluasi terhadap konsekuensinya (outcome evaluation). Sikap-sikap tersebut dipercaya memiliki pengaruh langsung terhadap intensi berperilaku dan dihubungkan dengan norma subjektif dan perceived behavioral control.

Menurut Roger Dawson (1992), faktor-faktor yang membentuk kepercayaan seseorang terhadap dokter gigi adalah komunikasi, penampilan dan pelayanan, kemampuan dan keterampilan, serta biaya. 1. Menurut saya koas kedokteran gigi mampu menyampaikan keterangan mengenai penyakit yang dialami dengan baik. 2. Menurut saya koas kedokteran gigi mampu menyampaikan keterangan mengenai perawatan yang akan dilakukan dengan baik. 3. Menurut saya koas kedokteran gigi berpenampilan rapi saat melakukan pelayanan. 4. Menurut saya koas kedokteran gigi bersikap sopan dan ramah saat melakukan pelayanan. 5. Menurut saya koas kedokteran gigi teliti dalam melakukan pemeriksaan. 6. Menurut saya koas kedokteran gigi teliti dalam melakukan perawatan. 7. Saya bersedia dirawat oleh koas kedokteran gigi.

Hasil dari penilaian tingkat kepercayaan (bi) franchise didapat skor rata-rata kepercayaan terhadap atribut-atribut franchise Alfamart. Skor kepercayaan menggambarkan seberapa besar franchise percaya bahwa suatu atribut melekat pada suatu merek. Dari Tabel 15 bisa diketahui bahwa atribut reputasi merek (brand) adalah yang paling bagus kinerjanya menurut persepsi franchise berdasarkan kenyataan yang dirasakan oleh franchise setelah bergabung dengan Alfamart. Karena atribut ini mendapat perolehan skor yang terbesar diantara antribut lain yaitu sebesar 5,28. Walaupun pada penilaian tingkat kepentingan/evaluasi, atribut ini memiliki perolehan skor terendah kedua (ei= 5,25) setelah atribut pemasok (supplier). Hal ini mengintrepretasikan bahwa atribut reputasi merek yang pada awalnya dirasakan sangat tidak penting ternyata terbukti dan diyakini oleh franchise paling baik kinerjanya karena reputasinya yang sangat terpercaya. Dapat dikatakan juga dalam membentuk sikap terhadap franchise Alfamart, franchise mempunyai keyakinan (belief) bahwa reputasi merek (brand) adalah yang paling baik dibandingkan atribut lain yang melekat pada franchise Alfamart. Sedangkan atribut PBP (Pay Back Period) adalah atribut yang paling rendah atau tidak mendapat respon yang baik dari franchise karena pada kenyataannya lamanya pengembalian modal tidak cepat. Padahal atribut ini sebelumnya mendapat skor tertinggi kedua (ei = 5,65) setelah atribut sistem managemen pada penilaian tingkat kepentingan/evaluasi. Hal ini membuktikan bahwa atribut ini sangat tidak sesuai dengan harapan franchise.