Anda di halaman 1dari 15

BAB I STRUKTUR UMUM DAN ELEMEN ELEMEN POKOK PROGRAM

I. Dasar Teori

A. Struktur Umum Program Program C/C++ harus diawali dengan pengarah praprosesor. Pengarah ini berfungsi untuk membaca pustaka-pustaka tertentu yang telah terdefinisikan dalam program dengan cara mendefinisikan file-judul (header file) di awal program. File- judul berisi deklarasi fungsi-fungsi yang terkandung dalam suatu pustaka tertentu, sedang deklarasi tubuh fungsi biasanya dikandung oleh file-sumbernya (source file). File-judul diakhiri dengan ekstensi .h dan .hpp, sedang file-sumber diakhiri dengan

ekstensi .c dan .cpp. Akhiran ekstensi .h dan .c dipakai untuk pustaka yang ditulis dalam bahasa C, sedang akhiran ekstensi .hpp dan .cpp untuk pustaka yang ditulis dalam bahasa C++. Bentuk umum pendeklarasian pengarah praprosesor adalah

# <nama_file>

include

atau

# “nama_file”

include

Jika bentuk pertama (# include <nama_file>) dipakai maka pencarian file pustaka akan dilaksanakan pada direktori khusus (direktori include). Sedang jika bentuk kedua (# include “ nama_file “) dipakai maka pencarian file pustaka pertama kali akan dilaksanakan pada direktori aktif tempat program sumber dan seandainya tidak ditemukan maka pencarian akan dilanjutkan pada direktori lain yang sesuai dengan perintah pada sistem operasi (PATH). Contoh 1.1:

#include <stdio.h> #include <iostream.h> #include “awal.hpp”

Program C/C++ pada dasarnya tersusun atas sejumlah blok-blok fungsi . Sebuah program C/C++ minimal mengandung sebuah fungsi yakni fungsi utama atau fungsi main(). Setiap fungsi terdiri atas satu atau beberapa pernyataan. Pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam fungsi main() secara keseluruhan disebut sebagai tubuh program. Setiap pernyataan dalam suatu fungsi main() diakhiri dengan tanda titik-koma (;).Pernyataan dalam tubuh fungsi main() dapat berupa deklarasi suatu variabel, konstanta, operai aritmetika, operasi i/o dan berbagai macam operasi lainnya. Selain pernyataan atau perintah, dalam tubuh fungsi juga dapat diisi komentar untuk dokumentasi program. Komentar tidak ikut diproses pada saat eksekusi program. Komentar diawali dengan tanda dua garis miring (\\) ( atau diawali dengan tanda /* dan diakhiri dengan tanda*/ ). Tubuh fungsi diawali dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal buka dan tutup ( { } ). Bentuk umum fungsi utama atau fungsi main() adalah :

1

void main ()

{

pernyataan ;

// komentar

}

.

.

.

tubuh program

Bentuk struktur umum program dalam bahasa pemprogaman C++ adalah sebagai berikut :

# pengarah_praprosesor

.

.

void main ()

{

tubuh program

}

Contoh 1.2:

# include <iostream.h> void main()

{

// praprosesor untuk pustaka i/o stream

int a, b,c ; // deklarasi variabel a=2; b=3; c=2*3; // pernyataan dan operasi cout << c ;

}

B. PENGENAL Pengenal (Identifier) merupakan nama, simbol atau kata-kata yang

dipakai untuk mendefinisikan variabel, konstanta, fungsi atau objek yang lain dalam suatu program. Aturan dalam mendefinisikan pengenal:

atau karakter garis

9), karakter

Pengenal harus diawali dengan huruf (A

Z,

a

z)

bawah (_). Karakter berikutnya dapat berupa huruf, angka (0

garis bawah atau tanda dollar ($)

Panjang pengenal maksimal 32 karakter

Pengenal tidak boleh sama dengan kata kunci (keyword). Kata kunci adalah kata-kata yang sudah terdefinisikan secara baku dalam program. Daftar kata kunci dapat dilihat pada tabel 1.1 ber

Tabel 1. 1 Daftar kata kunci

asm

else

Operator

temple

auto

enum

Private

this

break

extern

Protected

typedef

case

float

Public

union

2

Tabel 1. 1 Daftar kata kunci (lanjutan)

char

for

Register

unsigned

class

friend

Return

virtual

const

goto

Short

void

continue

If

Signed

volatile

default

inline

Sizeof

while

delete

Int

Static

do

long

Struct

double

new

Switch

C. TIPE DATA Tipe data menunjukkan jenis data yang dipakai di dalam mendefinisikan suatu variabel atau konstanta. Tipe data dasar adalah tipe data yang dapat diturunkan menjadi berbagai tipe data turunan lainnya. Terdapat tujuh tipe data dasar pada c++, yakni char, int, short, long, float, double dan long double. Dari tipe data dasar ini dapat diturunkan berbagai jenis tipe data turunan yang lain. Tipe data char dapat juga dipakai untuk mendefinisikan suatu karakter. Tipe data char, int, short dan long dipakai untuk mendefinisikan bilangan bulat. Tipe data float, double dan long double dipakai untuk mendefinisikan bilangan pecahan. Tipe data terkait dengan pengalokasian ruang memori yang akan digunakan program. Alokasi memori untuk berbagai tipe data dasar dapat dilihat pada tabel 1.2.

Tabel 1. 2. Alokasi memori untuk berbagai tipe data dasar

Tipe Data

Alokasi

 

Jangkau

 

Jumlah

Memori(byte)

Nilai

Digit Presisi

Char

1

-128 s/d +127

 

-

Int

2

-32768 s/d +32767

 

-

Long

4

-2.147.438.648 s/d

 

-

+2.147.438.647

Float

4

3.4

x

10 -38

s/d

3.4

x

6 7

10

+38

double

8

1.7

x

10 -308

s/d

1.7

x

15-16

10

+308

long

10

1.1

x 10 -4932 s/d

1.1

x

19

double

10

+4932

 

Penambahan kata kunci unsigned di depan tipe data int, long dan char berarti menggeser range atau kisaran tipe data ini ke kisaran positif yang dimulai dari nol. Sebagai contoh tipe data int memiliki nilai berkisar 32768 s/d 32767, maka seteleh diberi tambahan unsigned didepannya (unsigned int) kisarannya menjadi 0 s/d 65535.

D. VARIABEL DAN KONSTANTA Variabel adalah tempat untuk menampung suatu nilai data yang berubah-ubah dalam program selama eksekusi program berlangsung. Sebelum dipakai variabel harus dideklarasikan terlebih dahulu.

Pendeklarasian variabel berarti memesan ruang memori dan menentukan jenis data yang dapat disimpan didalamnya. Bentuk umum pendeklarasian

suatu variabel

tipe daftar_variabel ;

3

adalah:

Pada pendeklarasian di atas, tipe berupa salah satu jenis tipe data tertentu yang dipilih sesuai dengan alokasi memori dan jangkau nilai data yang akan digunakan. Sedang daftar_variabel merupakan nama pengenal yang diberikan untuk variabel bersangkutan. Contoh 1.3:

int jumlah; float harga_unit, harga_total; char nilai;

Suatu variabel perlu diberi nilai terlebih dahulu sebelum dipakai. Pemberian nilai suatu variabel harus sesuai dengan jangkau nilai dari tipe data yang dipakai. Nilai suatu variabel dengan tipe data char harus diapit dengan tanda petik tunggal di atas („). Contoh 1.4:

Jumlah = 10; harga_unit = 12.5; nilai = „C‟;

Jika suatu variabel diisi dengan nilai di luar jangkauanya, maka nilai yang akan tersimpan akan diubah sesuai dengan jangkauannya. Misalnya, bila suatu variabel bertipe int diberi nilai 75000, maka yang tersimpan pada variabel itu menjadi 9464 sebab nilai positip terbesar pada tipe int adalah

32767.

Pendeklarasian variabel juga dapat langsung diikuti inisialisasi (pengisian nilai awal) suatu variabel. Bentuk umumnya adalah :

tipe daftar_variabel =nilai ;

Contoh 1.5:

int jumlah = 100; float harga_unit =30.2 , harga_total =0.78; char nilai =‟A‟;

Pengisian tipe data karakter (char) dilaksanakan dengan meletakkan karakter dalam tanda petik tunggal („ ‟ ), seperti contoh diatas. Karakter yang didahului oleh tanda garis miring (\) mempunyai arti tersendiri. Karakter- karakter yang didahului oleh tanda garis miring (\) sering disebut sebagai karakter-karakter khusus. Tabel 1.3 menunjukkan karakter-karakter khusus dalam C++.

Tabel 1.3 Karakter-karakter khusus dalam C++

Karakter

Keterangan

\ 0

Karakter ber-ASCII nol (Karakter null)

\a

Karakter bel

\b

Karakter backspace

\f

Karakter formfeed (ganti halaman)

\n

Karakter newline (pindah baris)

\r

Karakter carriage return (ke awal baris) tanpa linefeed

\t

Karakter tab horisontal

\v

Karakter tab vertikal

\\

Karakter \

\

Karakter „

4

Tabel 1.3 Karakter-karakter khusus dalam C++ (lanjutan)

Karakter

Keterangan

\

Karakter “

\?

Karakter ?

\ooo

Karakter yang nilai oktalnya 000 (3 digit oktal)

\xhh

Karakter yang nilai heksadesimalnya desimal)

hh (dua digit heksa

Konstanta adalah suatu tempat menampung data yang memiliki nilai tetap selama eksekusi program. Konstanta dideklarasikan dan diberi nilai diawal program. Selama eksekusi program nilai yang dikandung pada suatu konstanta bersifat tetap dan tidak dapat dirubah. Bentuk umum deklarasi suatu konstanta adalah :

const tipe nama_konstanta; nama konstanta = nilai ;

Atau

const tipe nama konstanta= nilai;

Contoh 1.6:

const float pi ; pi = 3.14 ; const int maxint ; maxint= 100 ; const char nilai ; nilai =‟B‟ ;

Contoh 1.7 :

const

float

pi

= 3.14 ;

const

int maxint = 100 ;

const

char nilai =‟B‟ ;

E. STRING String merupakan deretan karakter yang diawali dan akhiri dengan tanda petik ganda (“), misalnya “ C++”. String disimpan dimemori secara berurutan. Setiap karakter menempati memori sebesar 1 byte. Setelah karakter yang terakhir terdapat karakter NULL (karakter dengan nilai ASCII sama dengan nol dan disimbolkan dengan „\0‟). Bila suatu string hanya berisi karakter NULL, maka string itu disebut string kosong. Dengan demikian, string pada dasarnya adalah larik karakter yang diakhiri oleh karakter NULL. Bentuk pemakaian memori oleh string “C++” di atas adalah :

C

+

+

/0

oleh string “C++” di atas adalah : C + + /0 akhir string a w a
oleh string “C++” di atas adalah : C + + /0 akhir string a w a

akhir string

“C++” di atas adalah : C + + /0 akhir string a w a l s

awal string

karakter NULL

Gambar 1.1 Format string “ C++”

5

String dapat disimpan di varibel string dengan panjang tertentu. Untuk memasukkan string yang terdiri dari satu buah kata (tidak ada pemisahan oleh spasi kosongnya) dari keyboard dapat dilaksanakan dengan fungsi cin diikuti operator >>. Sedang untuk memasukkan string yang terdiri dari beberapa kata dapat dilakukan dengan fungsi cin.get() dan fungsi cin.getline(). Fungsi cin.get() dipakai jika dilakukan pembacaan string yang mengabaikan spasi putih (spasi, tab atau newline (\n)). Sedang fungsi cin.getline() dipakai untuk merekam string per baris, karena ia memperhitungkan spasi putih termasuk tanda newline.

Contoh 1.8:

char teks[15] ; //string dengan panjang maksimal 14 karakter cout << “Masukkan sebuah kata” << endl; cin >> teks ; // memasukkan string dari keyboard cout << “ Kata yang anda masukkan adalah ” << teks <<endl;

Contoh 1.9:

char pesan[60] ; //string dengan panjang maksimal 59 karakter cout << “Masukkan pesan anda” << endl; cin.getline ( pesan, sizeof (pesan)); // memasukkan string dari keyboard cout << “ Pesan yang anda masukkan adalah ” << pesan <<endl;

Variabel string dapat diinisialisasi (diberi nilai awal) pada permulaan program. Oleh karena variabel string pada dasarnya adalah jenis larik khusus, yakni larik karakter, maka inisialisasinya hampir menyerupai inisialisasi larik karakter.

Contoh 1.10:

char nama [ ] = {„S‟, ‟u‟, ‟b‟, ‟a‟, ‟n‟, ‟d‟, ‟r‟, ‟i‟, ‟o‟, ‟\0‟}; char bahasa [ ] ={„b‟ , „a‟, „h‟, „a‟, „s‟, „a‟, „\0‟, „C‟, „+‟, „+‟, „\0‟} ;

Penyalinan variabel string harus dilakukan dengan menggunakan format penyalinan larik atau dengan menggunakan fungsi strcopy(string,string) yang ada pada pustaka string.h.

F.

Contoh 1.11:

# include <iostream.h>

# include <string.h> void main()

{

char nama[ ] = ” Marjiyo”; char data[20] ; strcpy(data, nama); cout << “Isi data :” <<data <<endl;

}

///.///.////////////////////fgtrr OPERATOR Operator merupakan simbol atau karakter yang dipakai dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi, seperti menjumlahkan dua nilai, mengisi nilai ke suatu variabel atau membandingkan kesamaan dua buah nilai. Terdapat beberapa tipe operator dalam program C/C++ yakni operator binary, operator unary ,

6

operator ternary, operator penugasan, operator manipulasi bit , operator penaikan dan penurunan, operator majemuk, operator relasi dan operator logika.

Jenis-Jenis Operator dalam program C/C++ :

o

Operator penugasan Operator penugasan adalah operator yang berfungsi untuk memberikan sembarang nilai ke suatu variabel. Operator ini berupa tanda sama dengan (=). Operator ini dapat dikenakan sebagai ungkapan atau berdiri sendiri sebagai pernyataan.

Contoh 1.12:

 

a

=1 ; // ungkapan

b

=

2 +a ; // pernyataan

2 +(d=2) // penugasan dalam ungkapan a=b=c=d= 34 ; // penugasan berganda

c

=

 

o

Operator biner Operator biner adalah adalah operator yang dikenakan terhadap dua buah nilai (operand). Jenis-jenis operator biner dapat dilihat pada tabel 1.4.

Tabel 1.4. operator biner

 

Operator

 

Keterangan

Contoh

 
 

*

Perkalian

2

* 3

 

/

Pembagian

 

8

/ 2

 

%

Sisa pembagian ( modulus )

9 % 2

 

+

Penjumlahan

 

7

+ 3

 

-

Pengurangan

   

11 - 2

Contoh 1.13:

 
 

float a , b, c, d, e, f;

 

a

= 2.1 ; b = 4.6

c

= a* b;

d = a / b ;

e = a + b;

f =

a b

cout << “ a = ” <<a <<endl; cout <<” b = ” <<b <<endl; cout << “ Hasil perkalian “ << a <<” dengan ” << b << “adalah” << c << endl; cout << “ Hasil pembagian “<< a <<” oleh ” << b << “adalah” << d<< endl; cout << “ Hasil penjumlahan “<< a <<” dengan ” << b << “adalah” << e << endl; cout << “ Hasil pengurangan “<< a <<” oleh ” << b << “adalah” << f<< endl;

 

o

Operator unary Operator unary adalah operator yang hanya dikenakan terhaap satu operand. Jenis-jenis operator unary dapat dilihat pada tabel 1.5.

Tabel 1.5 operator unary

Operator

Keterangan

Contoh

 

- Tanda minus

-2

 

+ Tanda plus

+3

7

Contoh 1.14:

int a , b, c, d, e, f;

a = 10 ; b = 21;

c =

d = +b ;

cout <<” Minus dari ” << a <<” adalah” << c ;

-a ;

o

Operator ternary Operator ternary adalah operator yang melibatkan tiga operand. Contoh 1.15 :

 

float a , b, c, d, e, f;

 

a

= 2.1 ; b = 4.6 ;

c

= (a>b) ? a : b ; // a lebih kecil dari b maka c diisi b

 

o

Operator manipulasi bit Operator manipulasi bit berfungsi untuk memanipulasi data dalam bit, C++ menyediakan enam buah operator manipulasi bit seperti yang terlihat pada tabel 1. 6 berikut .

Tabel 1.6 Operator manipulasi bit (bitwise)

 

Operator

Keterangan

 

Contoh

 

<<

Geser bit ke kiri (left shift)

25

<< 2

>>

Geser bit ke kanan (right shift)

25

>> 2

&

Bitwise AND (dan)

25

& 2

|

Bitwise Or (atau)

25

| 2

 

^

Bitwise XOR

25

^ 2

~

Bitwise NOT (komplemen)

~ 25

Contoh 1.16 :

 

unsigned char x =93 ; y =40 ; cout << “ Nilai x semula = ” << x << endl; x <<1 ; cout << “ Nilai x setelah digeser ke kiri 1 kali =” <<x << endl; cout << “ Nilai y semula = ” << y << endl; y>>2 ; cout << “Nilai y setelah digeser ke kanan 2 kali = “ << y <<endl ;

 

o

Operator penaikan dan penurunan Operator penaikan atau penurunan adalah operator yang digunakan untuk menaikkan (increment) atau menurunkan (decrement) suatu nilai variabel sebesar satu. Tabel 1.7 menunjukkan variasi operator penaikan dan penurunan.

Tabel 1. 7 operator penaikan dan penurunan

Operator

Keterangan

Contoh

++

Menaikkan satu nilai variabel

a++

--

Mengurani satu nilai variabel

a--

Contoh 1.17:

int a , b ;

a = 2; b=10 ;

cout << “Nilai mula-mula ” << a << “ dan ” << b<< endl;

a++; b++ ;

8

cout << “Nilai setelah dinaikkan ” << a << “ dan ” << b<< endl; a-- ; b--; cout << “Nilai setelah diturunkan” << a << “ dan ” << b<< endl;

o

Operator majemuk Operator majemuk adalah operator yang digunakan untuk memendekkan operasi-operasi penugasan. Tabel 1. menunjukkan jenis-jenis operator majemuk dan contoh-contohnya.

Tabel 1.8 operator majemuk

 

Operator

 

Contoh

Keterangan

 
 

+=

x

+ = 2;

Kependekan x = x + 2 ;

 

-=

x

- = 2;

Kependekan x = x 2 ;

 

*=

x

* = 2;

Kependekan x = x * 2 ;

 

/=

x

/ = 2;

Kependekan x = x / 2 ;

%=

x

% = 2;

Kependekan x = x % 2 ;

<<=

x

<< = 2;

Kependekan x = x << 2 ;

>>=

x

>> = 2;

Kependekan x = x >> 2 ;

 

&=

x

& = 2;

Kependekan x = x & 2 ;

 

|=

x

| = 2;

Kependekan x = x | 2 ;

 

^=

x

^ = 2;

Kependekan x = x ^ 2 ;

Contoh 1.18:

 

int a , b ;

 

a

= 2; b=10 ;

 

cout << “Nilai mula-mula ” << a << “ dan ” << b<< endl;

 

a

+= 2;

b+= 3 ;

 

cout << “Nilai setelah dinaikkan ” << a << “ dan ” << b<< endl;

 

a

- = 4 ;

b - = 6;

 

cout << “Nilai setelah diturunkan” << a << “ dan ” << b<< endl;

 

o

Operator operator relasi Operator relasi biasanya digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Jika benar maka hasilnya akan bernilai 1 dan jika salah hasilnya akan bernilai nol. Jenis-jenis operator relasi dapat dilihat pada tabel 1.9.

Tabel 1. 9 Operator relasi

Operator

Keterangan

==

Sama dengan (bukan ) penugasan

!=

Tidak sama dengan

>

Lebih besar dari

<

Kurang dari

>=

Lebih dari atau sama dengan

<=

Kurang dari atau sama dengan

Contoh 1.19:

int nilai ; nilai = 3>4 // hasil ungkapan salah cout << “nilai ” <<nilai << endl; nilai = 3>2 // hasil ungkapan benar cout << “nilai ” <<nilai << endl;

9

o

Operator logika Operator logika biasanya dipakai untuk menghubungkan dua buah ungkapan kondisi. Tabel 1.10 menunjukkan jenis-jenis operator logika dalam C++. Sedang hasil dari operasi logika dapat dilihat pada tabel 1.11.

Tabel 1. 10 Operator logika

Operator

Keterangan

&&

Operator logika dan

||

Operator logika atau

!

Operator logika bukan

Tabel 1. 11 Hasil operator logika atau (||) serta dan (&&)

Ungkapan1

Ungkapan2

Hasil atau ( || )

Hasil dan (&&)

Salah

Salah

Salah

Salah

Salah

Benar

Benar

Salah

Benar

Salah

Benar

Salah

Benar

Benar

Benar

Benar

Contoh 1.20 :

int x = 200; cout << “((x > =1) && (x<=50) )------->” << ((x > =1) && (x<=50) ) << endl; cout << “((x > =1) || (x<=50) )------->” << ((x > =1)|| (x<=50) ) << endl;

Prioritas Operator Prioritas pengerjaan atau eksekusi operator berlainan antara satu operator dengan operator lainnnya. Operator yang memiliki prioritas tinggi akan di dahulukan pengeksekusiannya daripada operator dengan prioritas rendah. Tabel 1.12 ini ditunjukkan prioritas operator dalam C++, dengan urutan prioritas tinggi menuju prioritas rendah ke bawah . Beberapa diantaranya tidak dibahas pada bab ini, melainkan akan dibahas pada bab lain. Operator-operator yang berada pada kotak yang samna mempunyai prioritas yang sama.

Tabel 1. 12 Prioritas operator C++

     

Urutan

Simbol

Nama

Prioritas

pengerjaan

::

Resolusi lingkup

Tertinggi

Kiri ke kanan

++

Post-increment

 

Kiri ke kanan

--

Post-decrement

()

Pemanggilan fungsi

[]

Elemen larik Penunjuk ke anggota kelas atau struktur

->

.

Anggota struktur, union atau kelas

10

Tabel 1. 12 Prioritas operator C++ (lanjutan)

++

Pre-increment

   

Kanan ke kiri

--

Pre-decrement

!

Logika bukan (Not)

~

Bitwise komplemen

-

Unary minus

+

Unary plus

&

Alamat (addres)

 

*

Indirection Pengalokasian memori Dealokasi memori Ukuran tipe data Type casting Type casting

new

delete

sizeof

(tipe)

tipe ()

.*

Dereferensi C++

   

Kiri ke kanan

->*

Dereferensi C++

()

Kurung

untuk

ungkapan

*

Perkalian

 

Kiri ke kanan

/

Pembagian

%

Sisa

pembagian

(modulus)

+

Penjumlahan

   

Kiri ke kanan

-

Pengurangan

<<

Geser kiri

 

Kiri ke kanan

>>

Geser kanan

 

<

Kurang dari

   

Kiri ke kanan

>

Lebih dari Kurang dari atau sama dengan Lebih dari atau sama dengan

<=

>=

==

Sama dengan Tidak sama dengan

   

Kiri ke kanan

!=

&

Bitwise dan (AND)

   

Kiri ke kanan

^

Bitwise

exclusive

or

 

Kiri ke kanan

(XOR)

|

Bitwise atau (OR)

   

Kiri ke kanan

&&

Logika dan (AND)

   

Kiri ke kanan

||

Logika atau (OR)

   

Kiri ke kanan

?:

Operator kondisi

   

Kiri ke kanan

=

Penugasan Operator majemuk

   

Kanan ke kiri

*=, / =, %=, +=,- =

<<=, >>=, &=, ^= |=

 

,

Operator koma

 

terendah

Kiri ke kanan

II. Studi Kasus

Studi kasus 1 Berikut ini contoh program untuk menampilkan data pribadi mahasiswa ke layar .

11

//***************************************************

//KETERANGAN

//***************************************************

#include<iostream.h>

#include<conio.h>

: Membuat Data Pribadi mahasiswa

void main()

{

clrscr;

cout<<"

DATA PRIBADI\n\n\n";

cout<<" Nama

: Iwan Setia Handoko"<<endl;

cout<<" No.MHS

cout<<" Fak/Jur/Prod cout<<" Tempat/Tgl.Lahir cout<<" Jenis Kelamin cout<<" Alamat Rumah

: 00/136659/PA/08145"<<endl; : MIPA/FISIKA/GEOFISIKA"<<endl; : Kebumen/18 April 1982"<<endl; : laki-laki"<<endl; : RT II/RW 01 Pekuncen-Sempor, Kab.Kebumen

55198"<<endl;

cout<<" Alamat Kost

55863"<<endl;

: RT IV/RW 31 Jomlangan-Bangutapan, Kab.Bantul

cout<<" Hobby

: renang dan mancing"<<endl;

cout<<" Status

: belum Kawin"<<endl;

}

cout<<" Makanan Favorit

cout<<" Minuman Favorit cout<<" Musik favorit

cout<<" Tinggi/berat badan : 1,68 M/56 Kg"<<endl;

cout<<" Bentuk Wajah

cout<<" Bentuk/warna rambut : ikal/hitam"<<endl;

cout<<" Warna Kulit cout<<" Warna Mata cout<<" No.Sepatu/Sandal cout<<" Ciri Khusus getch();

: sate kambing dan pecel"<<endl;

: soda gembira dan legen"<<endl; : slow rock dan POP"<<endl;

: bulat"<<endl;

: sawo matang"<<endl; : coklat"<<endl; : 44/10,5"<<endl; : Bekas jahitan operasi di tangan kanan"<<endl;

Studi kasus 2 Berikut ini contoh program untuk menghitung luas dan keliling lingkaran dengan harga jari-jari diketahui dari masukan lewat key board.

//***************************************************** // Program menghitung keliling dan luas lingkaran //***************************************************** #include <iostream.h> #include <conio.h> void main()

{

 

const pi=3.14;

float r,L,K;

cout<<"Program untuk menghitung luas dan keliling lingkaran"<<endl; cout<<"Masukkan harga jari-jari lingkaran"<<endl; cin>>r; L=pi*r*r;

K=2*pi*r;

cout<<"Luas lingkaran tersebut adalah "<<L<<endl; cout<<"Keliling lingkaran tersebut adalah "<<K<<endl; getch();

}

12

Studi kasus 3 Berikut ini contoh program untuk menghitung jumlah pembelian barang setelah didiskon.

//**************************************** // Program Harga barang setelah didiskon //**************************************** #include <iostream.h> #include <conio.h> #include <string.h> void main()

{

long harga_awal,diskon,harga_akhir; char nama[30]; cout<<"Program pendiskonan harga anda"<<endl; cout<<"Masukkan nama anda "<<endl; cin.getline(nama,sizeof(nama)); cout<<"Berapa Total belanja anda "<<endl; cin >>harga_awal; diskon = 0.2*harga_awal;//belanja didiskon 20% harga_akhir = harga_awal-diskon; cout<<"Nama :"<<nama<<endl; cout<<"Harga belanja sebelum didiskon :"<<harga_awal<<endl; cout<<"Harga belanja setelah didiskon :"<<harga_akhir<<endl; getch();

}

Studi kasus 4 Berikut ini contoh program untuk mengkonversi jam dari bentuk pecahan menjadi bentuk jam dan menit dan akhirnya total menit.

//********************************************** // Program konversi jam ke bentuk jam dan menit //********************************************** #include <iostream.h> #include <conio.h>

void main()

{

int jam; float jam_input,menit,tot_menit; cout<<" Program konversi Jam"<<endl; cout<<"Masukkan harga jam "<<endl; cin>>jam_input; jam = (int) jam_input; //konversi

menit=(jam_input-(int)jam_input)*60;

tot_menit = jam*60+menit; cout<<jam_input<<"="<<jam<<":"<<menit<<endl; cout<<"total menitnya adalah :"<<tot_menit<<endl;

}

Studi kasus 5 Berikut ini contoh program untuk menghitung energi kinetik benda bermassa m yang bergerak dengan kecepatan v.

13

//******************************************* // Program menghitung energi kinetik benda //******************************************* #include <iostream.h> #include <conio.h>

void main()

{

float massa,kec,Ek; cout<<"Program penghitung energi kinetik benda"<<endl; cout<<"Masukkan besar massa benda :"<<endl; cin>>massa; cout<<"Masukkan kecepatan gerak benda :"<<endl; cin>>kec; Ek = 0.5*massa*kec*kec; cout<<"Energi kinetik benda itu adalah :"<<Ek<<endl;

}

III. Latihan

Latihan 1 Buatlah program yang dapat meminta informasi tentang data pribadi seseorang dan tampilkan hasilnya dilayar. Orang yang diminta informasi akan mengisi data pribadinya lewat keyboard.

Latihan 2 Buatlah progam untuk menghitung gaya Coulomb, potensial listrik dan kuat medan listrik. Gaya Coulomb dihitung dengan memasukkan nilai dua muatan dan jarak antar muatan. Potensial listrik dihitung dengan memasukkan nilai muatan dan jarak titik yang dihitung dari posisi muatan. Sedang medan listrik dihitung dengan memasukkan nilai besar suatu muatan dan jarak titik yang di tinjau nilai medannya dari muatan tersebut.

Latihan 3

Buatlah progam untuk menghitung isi dan luas permukaan dari :

a. Bola

b. Balok

c. Tabung

d. Kerucut

e. Trapesium

Latihan 4 Buatlah progam untuk menampilkan jumlah hari, jam, menit dan detik dari masukan berupa lamanya waktu dalam detik. Sebagai contoh, masukan 100.000 detik akan menghasilkan 1 hari, 3 jam 46 menit dan 40 detik.

Latihan 5

Buatlah progam untuk menghitung nilai persamaan matematika berikut ini jika diketahui nilai x dan y- nya

a.

b.

f

f

 

x x, y

3 x 3xy

3

8 x   5y 3 x

2

2

14

Latihan 6 Buatlah program untuk menghitung berat badan ideal seseorang jika diketahui tinggi badannya. Berat badan seseorang dihitung dengan cara mengurangi tinggi badan dengan 100 kemudian mengurangi lagi dengan 10%. Atau dalam bentuk berikut : Berat badan ideal = Tinggi badan 100x0.1

Latihan 7 Buatlah program untuk menghitung percepatan dan gaya sentripetal dari benda bermassa m yang bergerak melingkar dengan kecepatan sudut dan jari-jari lingkaran r

15