BAB I RINGKASAN EVALUASI DIRI

A. Pendahuluan Perkembangan pesat dalam bidang pelayanan kesehatan nasional, ternyata belum diikuti dengan meningkatnya kualitas pelayanan keperawatan profesional. Dimana pada dasarnya

pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan itu sendiri. Apalagi mengingat proporsi tenaga keperawatan cukup besar di negara ini, yaitu sebesar 40% dari seluruh komposisi tenaga kesehatan secara umum, maka peran tenaga keperawatan

menjadi sangat strategis, sekaligus menentukan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Ini berarti apabila kualitas tenaga keperawatan tidak ditingkatkan, maka akan berdampak kurang baik pada kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu, disamping pembangunan berwawasan kesehatan, maka

profesionalisme merupakan salah satu pilar pembangunan kesehatan di Indonesia. Dengan demikian, tuntutan peningkatan profesionalisme sumber daya manusia keperawatan dalam upaya pelayanan

kesehatan tidak dapat dihindari lagi. Upaya meningkatka profesionalisme pelayanan kesehatan di bidang keperawatan kini terbuka dengan adanya pendidikan tinggi keperawatan, serta program pendidikan berkelanjutan. Berdasarkan

Page 1 of 47

data Kopertis wilayah IX Sulawesi, jumlah perguruan tinggi swasta maupun negeri yang menyelenggarakan program pendidikan Diploma dan Sarjana Keperawatan sebanyak 89 institusi. Terkhusus di Kawasan Indonesia Timur saat ini baru terdapat 4 (empat) institusi perguruan tinggi negeri yaitu: PSIK FK UNHAS, PSIK Universitas Islam Negeri Makassar, PSIK Sam Ratulangi Manado, dan PSIK Universitas Negeri Gorontalo. PSIK FK UNHAS telah berdiri sejak tahun 1999 dengan dimulainya program S1 Keperawatan khusus bagi mahasiswa lulusan Diploma Keperawatan berjumlah sekitar 40 orang, yang berasal dari berbagai instansi pendidikan tinggi maupun pelayanan keperawatan diKawasan Indonesia Timur. Setahun kemudian, program ini

dikembangkan dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa regular yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Umum dan belum memiliki pengalaman bekerja sebagai perawat sebelumnya. Terkait dengan jumlah lulusan yang terserap pasar, sejak menamatkan angkatan pertama Ners pada tahun 2002 sampai dengan awal tahun 2009, PSIK FK UNHAS telah meluluskan alumni Ners sebanyak 654 orang. Jika dihitung secara kasar, artinya tiap tahun PSIK FK UNHAS meluluskan hampir 100 orang alumni. Jika pertambahan ini konstan, maka dapat dipastikan pada tahun 2015, diperkirakan jumlah alumni menjadi lebih dari dua kali lipat yaitu sekitar 1400 orang alumni. Sementara itu, tetap perlu diingat bahwa jumlah

Page 2 of 47

alumni keluaran PSIK FK UNHAS ini membutuhkan pendidikan berkelanjutan, khususnya program S2 keperawatan dalam rangka meningkatkan jenjang pendidikan dan karirnya. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah Magister Keperawatan yang berada di Sulawesi Selatan baru berjumlah 11 orang; 4 orang alumni S2 Keperawatan dari Australia dan 7 orang adalah lulusan Magister Keperawatan dari

Universitas Indonesia. Ada kecenderungan yang muncul saat ini, karena belum adanya Program Magister Keperawatan di Kawasan Indonesia Timur, maka banyak alumni S1 Keperawatan melanjutkan pendidikan S2 Non Keperawatan pada Program Pasca Sarjana demi memenuhi tuntutan kulaifikasi pendidikan S2 pada institusi bekerja. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 234/ U/ 2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi, untuk penyelenggaraan program Diploma dan Sarjana Keperawatan/Ners dibutuhkan minimal 6 dosen tetap yang memiliki kualifikasi pendidikan Magister Keperawatan. Sayangnya kualifikasi tersebut pada PSIK UNHAS belum terpenuhi secara merata, dimana saat ini dosen keperawatan masih didominasi oleh mereka yang memiliki kualifikasi S1 Keperawatan. Hasil pendataan terakhir pada PSIK FK UNHAS saat ini masih terdapat 22 orang dosen tetap dengan kualifikasi pendidikan S1 keperawatan (17 orang diantaranya sedang melanjutkan

pendidikan S2 Keperawatan baik di universitas dalam negeri maupun

Page 3 of 47

luar negeri); 4 orang dengan kualifikasi pendidkan S2 Keperawatan; dan 1 orang dengan kualfikasi pendidikan S3. Keterbatasan jumlah perawat yang berkualifikasi Magister Keperawatan berdampak pada kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit dan masyarakat. Dalam tatanan pelayanan kesehatan, perawat tidak hanya berperan sebagai perawat klinik tetapi perawat juga dituntut untuk dapat menjalankan fungsi manajerial dalam keperawatan, terutama mereka yang berperan sebagai Kepala Bidang Keperawatan, Kepala Seksi Keperawatan, Supervisor, Ketua Komite Etik Keperawatan dan Clinical Care Manager (CCM). Dalam

menjalankan peran tersebut, dibutuhkan kualifikasi minimal S2, khususnya Manajemen Keperawatan. Jika setiap Rumah Sakit (RS) membutuhkan minimal 5 Magister Keperawatan, sementara jumlah RS di Sulawesi Selatan sekitar 119, maka estimasi total S2 Keperawatan yang dibutuhkan sekurang-kurangnya saat ini adalah 595 orang. Perkembangan dan tuntutan-tuntutan tersebut di atas, mendesak dunia pendidikan untuk terus mengembangkan sistem pendidikan tinggi, khususnya di bidang keperawatan. Pengembangan sistem pendidikan tinggi di bidang keperawatan, ditujukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang mampu mengikuti perkembangan dan memenuhi tuntutan masyarakat di bidang kesehatan. Pengembangan sistem pendidikan tinggi juga dimaksudkan untuk melakukan riset-riset dalam bidang keperawatan,

Page 4 of 47

Berdasar pada temuan-temuan di atas. Adapun program studi Magister Keperawatan yang direncanakan Program Magister Manajemen Keperawatan yaitu yang penyelenggaraannya akan dibina oleh Universitas Indonesia sebagai Perguruan Tinggi Pembina. Analisis SWOT  STRENGTH a) Magister Manajemen Keperawatan akan menjadi salah satu konsentrasi pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UNHAS yang telah terakreditasi B oleh BAN-PT. dan lower management . global dan tantangan manajemen pelayanan kesehatan di tingkat top. Oleh karena itu program pendidikan pada jenjang Magister dalam bidang Keperawatan perlu lebih ditingkatkan serta lebih terarah dengan melaksanakan pengembangan program studi yang bukan hanya bersifat secara umum. b) Kandidat Doktor pada akhir tahun 2009 diestimasikan berjumlah sebanyak 5 orang dan pada akhir tahun 2012 menjadi 8 orang. Page 5 of 47 . B. tetapi lebih mengarah pada jenjang kepakaran yang lebih professional dan spesifik. middle.untuk menjawab berbagai masalah kesehatan yang terus berkembang dan semakin dinamis. maka keberadaan Program Studi Magister Keperawatan pada PSIK FK UNHAS sangat dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran yang siap menghadapi tantangan lokal.

Terbukti dalam 10 tahun terakhir hanya 7 orang yang bergelar Magister Keperawatan dari UI. d) Mempunyai perpustakaan Program Pasca Sarjana (PPs) dan perpustakaan FK UNHAS e) Mengelola sistem informasi dengan teknologi komputer dan jaringan internet di FK UNHAS dan PPs UNHAS f) UNHAS memiliki RS Pendidikan serta tersedianya jejaring RS di kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. yang dapat dijadikan pusat pendidikan. Jepang  WEAKNESS Saat ini Universitas Indonesia adalah satu-satunya PTN di Indonesia yang membuka Program Magister Keperawatan. praktik keperawatan dan penelitian. dimana setiap tahunnya hanya dapat menampung kurang lebih 170 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Page 6 of 47 .c) Mempunyai sarana belajar mengajar yang kondusif dan memadai yang dapat menampung maximum 120 mahasiswa dan. khususnya Keperawatan telah menjalin MoU dengan University of Hyogo. sehingga kesempatan untuk berkompetisi melanjutkan pendidikan Magister Keperawatan sangat terbatas. g) PPs UNHAS aktif melakukan kerjasama dengan universitas di luar negeri. Dengan penyebaran infrastruktur pendidikan yang tidak merata diWilayah Indonesia Timur.

c) SK menteri pendidikan nasional No. 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen mempertegas bahwa dosen harus memiliki strata pendidikan lebih tinggi dari mahasiswa. jumlah perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan program Page 7 of 47 . e) Jumlah perguruan tinggi swasta yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana Keperawatan sebanyak 85 institusi.234/U/2000 tentang pedoman pendirian perguruan tinggi untuk penyelenggaraan program diploma dan Sarjana keperawatan/Ners dibutuhkan minimal 6 dosen tetap. d) Setiap Rumah sakit membutuhkan minimal 5 Magister Keperawatan.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. jumlah RS di Sulawesi sekitar 119. OPPORTUNITY a) Undang-undang No. pasal 46 ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. b) Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) yang menegaskan bahwa dosen harus memiliki kualifikasi dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. total S2 Keperawatan yang dibutuhkan saat ini sebanyak 595 orang.

seiring bertambahnya jumlah lulusan S1 Keperawatan.sarjana keperawatan/Ners sebanyak 4 institusi. dan pada tahun 2015 akan bertambah dua kali lipat menjadi 1400 orang. g) Terdapat 534 orang dosen keperawatan pada seluruh Program Studi penyelenggara Diploma/Sarjana Keperawatan yang masih memiliki kualifikasi pendidikan S1 Keperawatan h) Jumlah alumni Ners PSIK FK UNHAS pada tahun 2009 diperkirakan sebanyak 700 orang.  THREATS a) Masalah kesehatan yang terus berkembang dan semakin rumit sehingga kualitas pelayanan keperawatan pun perlu ditingkatkan yang berarti dibutuhkan tenaga membutuhkan tenaga perawat yang profesional dan berkualitas. Page 8 of 47 . sehingga kebutuhan akan magister keperawatan semakin meningkat. f) Rencana Kurikulum Program Magister Manajemen Keperawatan menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang sejalan dengan kurikulum pendidikan Magister Keperawatan di Universitas Indonesia.

sehingga menyebabkan banyak alumni S1 Keperawatan yang memilih melanjutkan pendidikan pada bidang yang tidak linear. namun tidak diikuti dengan peningkatan kualifikasi dosen yang sesuai. c) Semakin banyak dibuka S2 Non Keperawatan.b) Institusi pendidikan keperawatan yang semakin berkembang pesat. Page 9 of 47 .

BAB II RENCANA STRATEGIS PENGEMBANGAN A. Depdiknas tahun 2009 – 2014 yang bertujuan untuk mengembangkan Pendidikan Program Magister di daerah. Kerjasama Perguruan Tinggi Pembina akan memberikan kekuatan kepada Perguruan Tinggi Mitra melalui Kelas Aliansi Program Magister sehingga kebutuhan kualifikasi dosen dapat dicapai pada akhir tahun 2014. Program ini merupakan kegiatan akselerasi yang memberikan kesempatan kepada dosen diberbagai daerah untuk peningkatan kualifikasi akademik dosen perguruan tinggi. Page 10 of 47 . Latar Belakang Program Aliansi Program Pascasarjana Antar Perguruan Tinggi Indonesia merupakan salah satu program kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Program aliansi ini memberikan peluang kepada Perguruan Tinggi Mitra dalam rangka mempersiapkan diri dalam rangka mengembangkan pendidikan pasca sarjana yang pada akhirnya memberikan kemandirian kepada perguruan tinggi mitra dalam melanjutkan program magister keperawatan.

karena UNHAS memiliki potensi baik dari segi jumlah dan kualifikasi dosen yang cukup memadai. tuntutan peningkatan kualitas dan kualifikasi pendidikan dosen dalam rangka akreditasi PSIK. serta didukung oleh kebijakan Good Governance yang baik.FK yang menjadi tuntutan sesuai dengan aturan Dikti. fasilitas pendidikan / akademik atmosfer yang kondusif .FK. sehingga kami yakin pengembangan program aliansi ini akan berhasil bagi Universitas Hasanuddin. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Page 11 of 47 . serta peningkatan pelayanan pendidikan baik di klinik maupun di RS. Tujuan Program “Aliansi Program Pascasarjana Antar Perguruan Tinggi Indonesia” merupakan salah satu Program Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Beberapa alasan PSIK–FK UNHAS mengajukan program Aliansi antara lain : kebutuhan peningkatan kualitas dan kualifikasi dosen PSIK.Universitas Hasanudin (UNHAS) merupakan salah satu Universitas di kawasan Timur Indonesia yang memiliki peluang dalam melaksanakan program Aliansi. kebutuhan peningkatan kualifikasi pendidikan alumni yang telah tersebar diberbagai tatanan pelayanan di Kawasan Indonesia Timur. Program Aliansi yang diajukan oleh Universitas Hasanuddin ke Perguruan tinggi pembina adalah Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UNHAS. B.

C.Tahun 2009 – 2014 yang bertujuan untuk mengembangkan pendidikan Program Magister di daerah. Page 12 of 47 . 2. Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesional dalam mengelola pelayanan keperawatan. Memperkuat kerjasama antara perguruan tinggi penyelenggara program pascasarjana yang telah mapan (Perguruan Tinggi Mitra) melalui pembentukan aliansi dalam penyelenggaraan pendidikan program magister guna mendukung program akselerasi peningkatan kualifikasi akademik dosen perguruan tinggi. yaitu : 1. Meningkatkan kualifikasi akademik dosen perguruan tinggi untuk mencapai jenjang S2. Meningkatkan kapasitas Perguruan Tinggi Mitra sehingga pada akhir program magister secara mandiri. Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi keluaran didasarkan atas kurikulum yang telah dikembangkan oleh Magister Manajemen Keperawatan berdasarkan kurikulum FIK UI. 3. Tujuan khusus program ini adalah : 1.

a. penyusunan ketenagaan. Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat dengan fenomena keperawatan. b. Memilih dan menapis perubahan yang ada untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Memberi masukan pada berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah tentang berbagai aspek yang terkait dengan keperawatan. c. 2. Page 13 of 47 . pengorganisasian. produktif. b Melakukan perencanaan. Menunjukkan perilaku kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola pelayanan keperawatan dengan: a Menerapkan teori kepemimpinan dan manajemen yang sesuai dengan kondisi setempat dalam mengelola pelayanan/asuhan keperawatan. d. pengarahan dan pengawasan dalam mengelola pelayanan keperawatan. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif. terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi ke masa depan a.

kritis dan mandiri D. d Menggunakan strategi perubahan yang dipergunakan untuk mengelola pelayanan keperawatan. Menerapkan prinsip dan teknik penalaran yang tepat dalam berfikir secara logis. Melaksanakan kegiatan manajemen keperawatan dalam rangka pengembangan ilmu kepemimpinan dan marketing a. Mengindentifikasi masalah dengan menganalisis dan mensintesis informasi yang relevan dari berbagai sumber dan memperhatikan perspektif lintas budaya yang mendasari semua aspek sistem kesehatan. Justifikasi Pembentukan Program Aliansi Pembentukan Program Aliansi didasarkan oleh kebijakan pemerintah yang berdasarkan pada undang-undang. antara lain : Page 14 of 47 . b.c Bertindak sebagai pemimpin formal dan tidak formal untuk meningkatkan motivasi kerja dan kinerja staf keperawatan dalam mengelola pelayanan asuhan keperawatan. Merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam bidang keperawatan c. d. Menggunakan hasil-hasil penelitian dan IPTEK kesehatan dalam pelayanan keperawatan sesuai dengan standar praktek keperawatan memalui program jaminan mutu yang berkesinambungan. 3.

Dengan demikian masih ada 62. Jumlah dosen yang berkualifikasi S1/D4 bidang kesehatan sebanyak 9. Ketidak seimbangan kemampuan institusi menyelenggarakan program pasca sarjana antar wilayah menjadi salah satu alasan untuk mendukung program akselarasi.800 orang ( 6. ( Pedoman Penyelenggaraan Program Percepatan Peningkatan Kualifikasi Dosen ). sedangkan jumlah dosen S1/D4 di Sulawesi Selatan sebanyak 4000 orang. artinya masih ada 47. dengan asumsi bahwa 15. sedangkan dosen pada program pasca sarjan harus berpendidikan S3.000 dosen yang berpendidikan S1. Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ( pasal 46 ayat 2 ) dosen pada program diploma dan S1 minimal S2. 000 orang yang belum menempuh program S2. Disisi lain jumlah dan sebaran program pascasarjana relatif tidak merata di Indonesia. Page 15 of 47 .3 % ).Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( UU Sisdiknas ). dengan harapan bahwa pemerataan program pendidikan menjadi sesuatu yang cukup urgen dalam menghasilkan output mahasiswa yang berkualitas.000 dosen tetap di Indonesia baru 60 % yang berpendidikan S2/S3.000 diantaranya saat ini sedang menempuh program S2. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2009 bahwa pada tahun 2008 menunjukkan bahwa dari sekitar 155.

Analisa Pasar Berdasarkan data dari Dikti bahwa jumlah institusi yang menyelenggarakan program Sarjana Keperawatan ( S1/ Ners ) di wilayah Timur Indonesia. Ketersediaan Sumber Daya Manusia Page 16 of 47 . Berdasarkan jumlah institusi pendidikan. dan PSIK Universitas Negeri Gorontalo. selain itu magister keperawatan juga dibutuhkan pada tatanan pelayanan seperti Rumah Sakit pemerintah dan Swasta.E. PSIK Sam Ratulangi Manado. Semakin meningkatnya alumni Sarjana Keperawatan menjadi aset yang akan mendukung program aliansi ke masa yang akan datang. PSIK Universitas Islam Negeri Makassar. F. sekitar 85 institusi ditambah dengan perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan program Sarjana Keperawatan/Ners terdiri atas 4 institusi yaitu: PSIK FK UNHAS. tersebut maka pelaksanaan program aliansi menjadi salah satu peluang yang cukup menjanjikan. Keberlanjutan ( sustainability ) program aliansi akan tetap menjadi komoditas pasar bertambahnya yang sangat menarik oleh karena semakin pendidikan ( perguruan Tinggi ) yang institusi mengharapkan Dosen yang berkualifikasi S2 Keperawatan. Kebutuhan ini menjadi jawaban bagi berbagai perguruan tinggi yang membutuhkan Dosen dengan kualifikasi S2 Keperawatan.

Jumlah staf pengajar yang berasal dari universitas Hasanuddin berjumlah 18 orang dengan kualifikasi tingkat pendidikan 6 orang guru besar. Jumlah staf pengajar yang berasal dari Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia adalah 8 orang dengan tingkat pendidikan 2 orang guru besar dan 6 orang doktor. Ketersediaan Sarana dan Prasarana 1. Laboratorium Page 17 of 47 . Tenaga Administrasi dan penunjang akademik terdiri atas 5 orang yang terdiri dari Tenaga Administrasi 3 orang dan teknisi 2 orang. Staf pengajar tersebut berkualifikasi Guru Besar dan Doktoral.Staf pengajar yang mengampu program studi magister keperawatan terdiri dari staf pengajar internal maupun tenaga pengajar eksternal yang berasal dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Indonesia. 6 orang doctor dan 6 orang kandidat doktor. Strategi pembelajaran yang dilakukan selain dengan kuliah (tatap muka ) oleh staf pengajar internal juga akan menggunakan strategi pembelajaran dengan E-learning melalui teleconfrence dengan program magister Keperawatan Universitas Indonesia dengan staf pengajar eksternal. G.

dapat diakses melalui website http:www.a.id.000 koleksi dalam bentuk buku. Sistem informasi & fasilitas internet Untuk mendapatkan informasi tentang Program Pascasarjana Unhas. c. Perpustakaan ini memiliki sekitar 600. jurnal dalam bentuk tesis dan skripsi yang dilengkapi media audiovisual dalam bentuk microfilm dan juga dalam bentuk CD-ROM. Laboratorium komputer b. Perpustakaan Gedung perpustakaan pusat universitas (University Central Library) terletak di tengah-tengah kampus dengan menempati ruang pada lantai 4. Pusat bahasa Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berbahasa asing. Pascasarjana Unhas menyediakan fasilitas internet yang gratis bagi mahasiswa PPs. PPs Unhas memiliki gedung perpustakaan Page 18 of 47 . UNHAS memiliki lembaga bahasa yang dilengkapi dengan fasilitas laboratorium bahasa dan juga alatalat audio visual lainnya.net. untuk membantu mahasiswa dalam mengakses informasi. terutama bagi dosen-dosen yang dipersiapkan untuk belajar ke luar negeri.pascaunhas. Selain itu. 2.id email:info@pascaunhas.net.

juga dilengkapi dengan akses internet LAN dan Wireless sebanyak 50 buah komputer PC. Wardiman Djojonegoro. Dr. 186 judul disertasi. Gedung Perkuliahan Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin menempati dua gedung induk yang penggunaannya diresmikan pada tanggal 11 September 1996 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yakni Prof. c. Gedung ini berlantai 3 dimana lantai 1 dan lantai 3 digunakan untuk perkuliahan. Setiap ruangan kuliah dilengkapi dengan LCD projector. maupun untuk kepentingan pengangkatan karyawan pada suatu instansi. Fasilitas Bangunan a. misalnya kesulitan untuk belajar maka jasa konseling disediakan oleh universitas. Memasuki tahun 2005 PPs UNHAS mendapat tambahan 1 gedung baru berlantai tiga. 3. dan 107 judul majalah. Lembaga ini juga mengadakan psikotest baik untuk calon mahasiswa baru. sedangkan lantai 2 digunakan untuk perkantoran.tersendiri dengan koleksi 2157 judul buku. Bimbingan dan Konseling Bagi mahasiswa yang memiliki persoalan. 6357 judul tesis. b. Asrama Mahasiswa Page 19 of 47 .

e. Asrama ini terletak di sebelah utara kampus dan memiliki daya tampung sekitar 1500 orang. Selain asrama. pihak universitas juga mengusahakan penginapan ( guest house) dalam kampus yang dapat dibayar secara harian maupun bulanan. Tetapi untuk mencapai kampus Unhas tidak begitu sulit.Universitas Hasanuddin menyediakan asrama untuk mahasiswa (putra dan putri). Transportasi dan Telekomunikasi Kampus Unhas berada 10 km di luar pusat kota ke arah bandara udara Hasanuddin. Begitupula untuk hubungan telekomunikasi dapat dilakukan melalui warung telekomunikasi (wartel) baik untuk kepentingan lokal maupun untuk sambungan jarak jauh (regional dan internasional). karena transportasi angkutan kota masuk dalam kampus (khusus untuk angkot kampus) lancar dan lewat di depan gedung pascasarjana. d. Bank dan Kantor Pos Page 20 of 47 . Kantin Bagi mahasiswa yang memperoleh kuliah sampai petang hari tidak perlu kembali ke rumah untuk makan siang karena di beberapa tempat dalam kampus disediakan kantin sebanyak 2 buah yaitu kantin pascasarjana Unhas. f.

antara lain lapangan sepak bola. lapangan tenis. Keempat bank tersebut adalah BNI 1946. BTN.Ada 5 buah bank yang beroperasi untuk melayani kebutuhan pembayaran gaji. atau paket dapat dilakukan melalui kantor pos pembantu yang ada dalam kampus UNHAS. Auditorium Page 21 of 47 . tenis meja. h. BRI. Wahidin Sudorohusodo yang memiliki fasilitas lengkap. beasiswa. Rumah Sakit Universitas Hasanuddin selain menyediakan fasilitas balai pengobatan. dan Bank Niaga. Untuk kepentingan pengiriman surat. lapangan volley. i. dan lain-lain. juga dalam kampus terdapat rumah sakit pendidikan Dr. Fasilitas Olahraga Kampus Universitas Hasanuddin dilengkapi dengan sejumlah fasilitas olahraga. giro. menembak. panjat tebing. wesel. kolam renang. g. hokey. selam. Rumah sakit pendidikan ini terbuka untuk umum dan juga untuk mahasiswa Universitas Hasanuddin. Bank Mandiri. deposito. pembayaran SPP maupun untuk pengiriman/transfer uang.

hubungan eksternal/aliansi baik Page 22 of 47 . Quality Control & Quality Assurance Kompleksitas masalah kesehatan berdampak pada tuntutan akan peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Gedung ini dilengkapi dengan sound system dan alat pendingin AC. manajemen program yang baik. Hal ini berarti kebutuhan terhadap Magister Keperawatan akan terus meningkat setiap tahunnya. sehingga Program Studi Manajemen Keperawatan sangat dibutuhkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan keperawatan adalah tersedianya manajer keperawatan yang handal.Untuk keperluan kesenian atau acara lainnya yang bersifat terbuka (kuliah umum atau wisuda) Universitas Hasanuddin memiliki fasilitas gedung auditorium yang berkapasitas 2500 tempat duduk. Indikator keberlanjutan program di antaranya adalah : jumlah mahasiswa sesuai dengan target yang telah ditentukan. Berbagai strategi pengembangan akan dilakukan demi keberlanjutan Program Magister Manajemen Keperawatan Universitas Hasanuddin. ketersediaan sumber daya pengajar bisa ditingkatkan. H. manajemen keuangan yang baik.

Indikator Kinerja Utama Indikator Baseline Mid Term (2012) Long Term Page 23 of 47 .BAB III INDIKATOR KINERJA A.

Peningkatan jumlah dosen S2 Keperawatan Unhas Peningkatan jumlah dosen S2 Keperawatan di di (2009) 4 orang 36 orang (2014) 52 orang 11 orang 39 orang 77 orang Sulawesi Selatan Sebaran input Dosen mahasiswa Ijin penyelenggaraan program Magister Keperawatan Akreditasi Program Studi studi Unhas Indonesia Timur Indonesia dan Sulsel Penyeleggaraan program aliansi Timur Diperolehnya ijin penyelenggaraan PS Magister Keperawatan Unhas Diperolehnya akreditasi Magister Keperawatan dari BAN PS B.75 2. Indikator Kinerja Tambahan Indikator IPK S1 calon mahasiswa Page 24 of 47 Baseline (2009) 2.75 Mid Term (2012) 2.75 Long Term (2014) .

pelaksanan program ini dibantu oleh satu orang sekertaris dan satu orang tenaga administrasi. Demi kelancaran. Page 25 of 47 .00 PTM 2 tahun > 3. Organisasi Pelaksanaan Kegiatan Dekan Fakultas Kedokteran UNHAS (PTM) dan Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UI (PTP) bertindak sebagai pembina yang akan memberikan masukan dan arahan dalam pelaksanaan program aliansi ini. Ketua program Studi Ilmu Keperawatan Fak.25 BAB IV MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN DI PERGURUAN TINGGI A.Dosen Lama studi IPK lulusan Umumnya dosen PTM dan PTP dari PTP 2 tahun > 3. Kedokteran Unhas bertindak sebagai ketua pelaksana program.

Mekanisme Koordinasi Penyelenggaraan Aliansi Program Pascasarjana Magister Keperawatan akan dikoordinasikan antar PTP dan PTM melalui rapat koordinasi tiap semester baik untuk perencanaan kegiatan semester yang akan dating maupun evaluasi kegiatan pada semester yang telah berlalu . Penyelenggaraan kegiatan akademik: kolokium. pemenuhan kompetensi lulusan . Prosedur Operasional Baku dan Sistem Penjaminan Mutu tersebut menyangkut Sistem rekruitmen. Pelayanan administrasi akademik. Kurikulum. Page 26 of 47 . PTM akan melaporkan kegiatan-kegiatannya baik yang sudah dilaksanakan maupun yang telah direncanakan. seleksi. seminar. C. Monitoring dan Evaluasi Internal Monitoring dan Evaluasi dilakukan dalam bentuk: (1) Evaluasi Internal dan (2) Evaluasi Eksternal. Ketersediaan sarana dan prasarana. dan registrasi mahasiswa . ujian akhir. Prospek keberlanjutan. Secara internal Perguruan Tinggi Pembina dan Perguruan Tinggi Mitra menyusun Prosedur Operasional Baku dan Sistem Penjaminan Mutu sebagai acuan dalam penyelenggaraan aliansi serta sistem monitoring dan evaluasinya. Sistem evaluasi kemajuan belajar dan pembimbingan. proses pembelajaran.B. Penyelesaian studi dan kelulusan.

Elemen-elemen penyelenggaraan akademik tersebut akan dibuat dalam bentuk Standar Operasional Prosedur. Dalam hal ini. PTM akan menyusun dan mengajukan kepada PTP tentang rincian anggaran belanja untuk kegiatan operasional akademik baik yang menyangkut sarana dan prasarana maupun aktivitas akademik di PTM. Akan dibentuk juga Tim Monitoring dan Evaluasi bersama PTM dan PTP. D. tim inilah yang akan melakukan fungsi monitoring dan evaluasi. Page 27 of 47 . Mekanisme Pengelolaan Keuangan dan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Dana selama pelaksanaan program ini dipegang dan dikelola oleh PTP melalui kerjasama dengan PTM. Hasil monitoring dan evaluasi dituangkan dalam Laporan Tengah Tahunan dan Laporan Tahunan Penyelenggaraan Program Aliansi dan bersama-sama dengan Dokumen Portofolio Aliansi disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. yang akan disusun bersama PTM dan PTP.

Perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi mempunyai peran dan fungsi strategi dalam mewujudkan amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). berkualitas.BAB V USULAN PROGRAM PENGEMBANGAN Peningkatan Kualifikasi Dosen di Indonesia Timur Pendidikan tinggi sebagai pendidikan tersier memiliki peran penting dan strategi dalam menghasilkan lulusan dan Iptek. dan mampu menghadapi tantangan dan persaingan Page 28 of 47 . jujur. yakni menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia. demokratis.

Selain itu. bahwa dosen harus memiliki strata pendidikan lebih tinggi dari mahasiswa. 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen juga mempertegas hal tersebut. A. PSIK FK-UNHAS juga telah terakreditasi B dari BAN-PT pada tahun 2005 yang berarti bahwa PSIK telah diakui kualitasnya sebagai penyelenggara pendidikan keperawatan. Universitas Hasanuddin merupakan salah satu universitas negeri terbesar dan terkemuka di Kawasan Timur Indonesia sehingga Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (PSIK-FK UNHAS) berpotensi untuk menyelenggarakan Program Studi Magister Keperawatan sebagai upaya untuk meningkatkan kualifikasi dosen keperawatan di Kawasan Timur Indonesia. khususnya pasal 46 ayat (2) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Rasional Berdasarkan data Kopertis wilayah IX Sulawesi. Terkait dengan hal ini. UU Sisdiknas mengamanatkan dosen sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi memiliki peran sentral dan dengan demikian harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajarnya. Dengan demikian. jumlah perguruan tinggi swasta yang menyelenggarakan program pendidikan Page 29 of 47 . dosen pada Program Diploma atau Sarjana wajib memiliki kualifikasi akademik minimal Magister. Undang-Undang No.antarbangsa. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

PSIK Universitas Islam Negeri Makassar. Jika diestimasi tiap institusi meluluskan 100 orang alumni. Sementara. Sampai dengan awal tahun 2009 institusi yang telah menamatkan Sarjana Keperawatan/ Ners sebanyak 7 institusi. khususnya program S2 keperawatan dalam rangka meningkatkan jenjang pendidikan dan karirnya. yang berarti saat ini masih terdapat 534 orang dosen tetap dengan kualifikasi pendidikan S1 keperawatan. dan PSIK Universitas Negeri Gorontalo. Saat ini. PSIK Sam Ratulangi Manado. Sementara setiap alumni membutuhkan pendidikan berkelanjutan.Diploma dan Sarjana Keperawatan sebanyak 85 institusi. maka jumlah alumni sebanyak 700 orang pertahun dan diperkirakan pada tahun 2014 jumlah alumni menjadi 3500 orang alumni. sedangkan perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan program Sarjana Keperawatan/Ners terdiri atas 4 institusi yaitu: PSIK Unhas Makassar. 4 orang alumni S2 Keperawatan dari Australia ( 3 orang diantaranya merupakan dosen tetap PSIK-FK UNHAS) dan 7 orang alumni Magister Keperawatan Page 30 of 47 . kebutuhan dosen berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. untuk penyelenggaraan program Diploma dan Sarjana Keperawatan/Ners dibutuhkan minimal 6 dosen tetap dan mereka harus memiliki kualifikasi Magister Keperawatan. jumlah Magister Keperawatan yang berada di Sulawesi Selatan sebanyak 11 orang saja. 234/ U/ 2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.

mendesak dunia pendidikan untuk terus mengembangkan sistem pendidikan tinggi. Perkembangan dan berbagai tuntutan tersebut di atas. Pengembangan sistem pendidikan tinggi di bidang keperawatan. untuk menjawab berbagai masalah kesehatan yang terus berkembang dan semakin rumit.dari Universitas Indonesia ( 1 orang merupakan dosen tetap PSIK-FK UNHAS ). Pengembangan sistem pendidikan tinggi juga dimaksudkan untuk melakukan riset-riset dalam bidang keperawatan. ditujukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang mampu mengikuti perkembangan dan memenuhi tuntutan masyarakat di bidang kesehatan. Oleh karena itu program pendidikan pada jenjang Magister dalam bidang Keperawatan perlu lebih ditingkatkan serta lebih terarah dengan melaksanakan pengembangan program studi yang bukan hanya bersifat Program Studi Ilmu Keperawatan secara umum. Fenomena kurangnya magister keperawatan yang berada di Sulawesi Selatan terjadi karena penyelanggaraan pendidikan magister keperawatan yang ada di Indonesia tidak merata dan hanya berfokus di Kawasan Barat Indonesia yaitu Universitas Indonesia. khususnya di bidang keperawatan. tetapi lebih mengarah pada program studi yang lebih spesifik dan khusus. Universitas Airlangga dan Universitas Padjajaran. Page 31 of 47 .

Menyelenggarakan Program Studi Magister Manajemen Keperawatan di Universitas Hasanuddin b. Mekanisme dan Rancangan Aktivitas 1. Menyelenggarakan Program Studi Magister Keperawatan kekhususan lainnya di Universitas Hasanuddin c. Tujuan Umum Setelah pelaksanaan Indonesia Aliansi dan Program Universitas Pascasarjana Hasanuddin antar terjadi Universitas peningkatan kualifikasi dosen di Indonesia Timur 2. Tujuan Khusus a.B. Meningkatkan kualitas kualifikasi dosen keperawatan di kawasan Timur Indonesia C. Tujuan 1. Meningkatkan kualitas kualifikasi dosen keperawatan khususnya pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin d. Mekanisme : a. Mendapatkan izin penyelenggaraan Program Studi Magister Manajemen Keperawatan di Universitas Hasanuddin Page 32 of 47 . Mempersiapkan penyelenggaraan Program Studi Magister Manajemen Keperawatan di Unversitas Hasanuddin b.

c. b. Staf pengajar tersebut berkualifikasi Guru Besar dan Doktoral. Rancangan Aktivitas a. c. Strategi pembelajaran yang di lakukan selain dengan kuliah (tatap muka) oleh staf pengajar Universitas Hasanuddin juga akan menggunakan strategi pembelajaran dengan E-learning melalui teleconference dengan Program Magister Keperawatan Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi pembina. Tenaga Pengajar Staf pengajar yang mengampu Program Studi Magister Manajemen Keperawatan berasal dari staf pengajar Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin. Evaluasi Studi Page 33 of 47 . Menyelenggarakan secara mandiri Program Studi Magister Manajemen Keperawatan di Universitas Hasanuddin 2. Program kegiatan antara Metode pembelajaran Magister Keperawatan Aliansi merupakan Program bagian dari penyelenggaraan Universitas Pascasarjana Tinggi Indonesia sebagai Perguruan Pembina dan Universtas Hasanuddin sebagai Perguruan Tinggi Mitra yang menggunakan rancangan kurikulum sesuai dengan kurikulum Universitas Indonesia.

75 – 3.Evaluasi studi hasil semester dilakukan dengan mengacu pada program pengajaran yang direncanakan dan dijalankan oleh Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi Pembina.00 3. apabila pada akhir pendidikan mendapat IPK antara : 3. kemampuan meneliti dan menulis tesis. gelar. 1) Kelulusan.49 2) Peserta yang Cum Laude (dengan pujian) sangat memuaskan memuaskan Penggunaan Gelar dinyatakan lulus mendapat ijazah Pascasarjana serta berhak menggunakan gelar Magister Page 34 of 47 .74 2. d. Untuk penyelesaian tugas akhir mahasiswa dilakukan pada kemampuan penyelesaian proyek lapangan. ijazah Kelulusan Peserta yang dinyatakan lulus dapat diberikan predikat kelulusan. Setiap kandidat magister mendapat pembimbing 2 orang dan didukung oleh tim penilai sebanyak 3 orang dengan syarat 1 orang penguji eksternal yang sesuai dengan persyaratan yang ada.75 – 4.50 – 3.

1. Jika terdapat persyaratan akademik dan administratif tersebut yang belum diselesaikan.Keperawatan (M. pengembalian buku yang dipinjam dari perpustakaan. maka tanda kelulusan belum dapat diberikan. penyerahan tesis yang telah diperbaiki dan disyahkan serta disetujui (apabila diperlukan perbaikan).Kep) sesuai dengan peraturan yang berlaku (SK Dikti No. 577/DIKTI/KEP/1993) yang diberikan oleh Universitas Indonesia sebagai pergurun tinggi Pembina 3) Ijazah Ijazah tanda lulus akan diberikan oleh Universitas Indonesia sebagai Perguruan jika Tinggi semua Pembina persyaratan kepada dan yang bersangkutan ketentuan akademik / administatif yang berlaku dan telah dipenuhi seperti pelunasan SPP. Mendapatkan izin penyelenggaraan Program Studi Magister Manajemen Keperawatan di Universitas Hasanuddin pada tahun Page 35 of 47 . Jika terdapat syarat yang belum disesuaikan pemberian ijazah akan ditangguhkan. Jadwal Implementasi Mempersiapkan penyelenggaraan Program Studi Magister Manajemen Keperawatan di Universitas Hasanuddin dimulai pada awal Program Aliansi dijalankan yaitu pada Agustus 2009 2. D. dan lain-lain.

Menyelenggarakan secara mandiri Program Studi Magister Manajemen Keperawatan di Universitas Hasanuddin setelah mendapatkan izin penyelenggaraan dari DIKTI. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia. Luaran Lulusan Program Magister Manajemen Keperawatan diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut : 1. 3. Page 36 of 47 . d. E. a. terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi ke masa depan b. c. produktif. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif. Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesional dalam mengelola pelayanan keperawatan. Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat dengan fenomena keperawatan. Memilih dan menapis perubahan yang ada untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.kedua penyelenggaraan program aliansi antar perguruan tinggi berjalan.

Memberi masukan pada berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah tentang berbagai aspek yang terkait dengan keperawatan. d Menggunakan strategi perubahan yang dipergunakan untuk mengelola pelayanan keperawatan. Melaksanakan kegiatan manajemen keperawatan dalam rangka pengembangan ilmu kepemimpinan dan marketing a. pengarahan dan pengawasan dalam mengelola pelayanan keperawatan. 3. penyusunan ketenagaan. pengorganisasian. Page 37 of 47 . Menunjukkan perilaku kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola pelayanan keperawatan dengan: a Menerapkan teori kepemimpinan dan manajemen yang sesuai dengan kondisi setempat dalam mengelola pelayanan/asuhan keperawatan.e. c Bertindak sebagai pemimpin formal dan tidak formal untuk meningkatkan motivasi kerja dan kinerja staf keperawatan dalam mengelola pelayanan asuhan keperawatan. Mengindentifikasi masalah dengan menganalisis dan mensintesis informasi yang relevan dari berbagai sumber dan memperhatikan perspektif lintas budaya yang mendasari semua aspek sistem kesehatan. b Melakukan perencanaan. 2.

Hal ini berarti kebutuhan terhadap magister keperawatan akan terus meningkat setiap tahunnya. menjadi pusat penelitian dan pengembangan manajemen keperawatan serta merencanakan untuk menyelenggarkan Program Studi Magister Keperawatan Kekhususan lainnya. Menggunakan hasil-hasil penelitian dan IPTEK kesehatan dalam pelayanan keperawatan sesuai dengan standar praktek keperawatan memalui program jaminan mutu yang berkesinambungan.b. Page 38 of 47 . sehingga Program Studi Manajemen Keperawatan sangat dibutuhkan. Merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam bidang keperawatan c. Rancangan keberlanjutan Kompleksitas masalah kesehatan berdampak pada tuntutan akan peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan keperawatan adalah tersedianya manajer keperawatan yang handal. d. Menerapkan prinsip dan teknik penalaran yang tepat dalam berfikir secara logis. kritis dan mandiri F. Untuk jangka panjang Program Studi Magister Keperawatan merencanakan program studi ini menjadi lembaga yang menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan kompetitif global.

BAB VI Page 39 of 47 .

000 50.000.000 1.000.000.000.000.000 Rp 5.000.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah 20.800.000 400.000 89.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 35.500.000 16.000 1.000.000 16.500.000 500.000 20.KOMPONEN PEMBIAYAAN Perincian dana yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional dalam program aliansi adalah sebagai berikut: A.Peralatan Pembelajaran No 1 2 Jenis Barang/ Spesifikasi LCD Layar LCD Kuantitas 2 2 2 3 4 5 6 7 Kursi kuliah Meja dosen untuk di ruang kuliah Microphone Flipchart Whiteboard Jumlah 2 4 5 3 Satuan Buah Buah Paket Paket Buah Paket Buah Harga Satuan Rp 10.200.000.000.000 1.000 Perpustakaan No Jenis Buku/ Pengarang Kuantitas Satuan Harga Satuan Jumlah Page 40 of 47 .000 1.000.000 Rp 10.000.000 Laboratorium No Laboratorium kuantitas Satuan Harga Satuan Jumlah harga 1 2 3 4 5 6 Renovasi ruangan Kursi White Board Meja Lemari Model Keperawatan di Rumah sakit 1 20 2 20 3 2 Jumlah Buah Buah Buah hari hari Ruangan Rp Rp Rp Rp Rp Rp 35.000 Rp Rp Rp 200.700.000 10.000 800.000 10.000.500.000 20.000 500.000.000 10.000 50.000 Rp 5.000 63. Biaya pengembangan 1.000.000 300.

000 3. 100.200.155.000 1 Buah Rp 250.000.000 Rp 1.- Akomodasi 3 org x 2x 3 hari x Rp.000 1 Buah Rp 250.000 200.155.000 Rp 250.015.000 1 Buah Rp 1.000.000 Page 41 of 47 . 31. Talizidhu Ndraha Organisasi dan Manajemen Sumber 11 Daya manusia/ Prof.Rp.000.765. Msi 12 13 Manejemen dan Leadership Manejemen Keperawatan/Nursalam Jumlah 1 1 Buah Buah Rp 300.000 1 Buah Rp 1.000.= Rp.000 Rp 150.015.000 = Rp.000.Dr.000 2.200.= Rp.350.3.000.= Rp 6. 2nd Edition / 2 Reed. Dr Winardi Pengembangan sumber daya manusia/ 6 Dr.000 2 Buah Rp.000 Rp 200. 1 Young. Honor Tim Pengembangan program • 6 bulan x 3 orang x Rp.90.18.000 Rp 250.Nursing Management / McMillan.000 Rp 250. Biaya Perjalanan Tim Pengembang • • • Transport 3 org x 2 x Rp.000 Lumsum 3 org x 2 x 3 hari x Rp.400. 5.000 Rp Rp Rp 300.000 1 Buah Rp 250. Abdul Rahmat Fathoni.000 3. Ogilvie & Scott Nursing Care Planning.000 1 Buah Rp 150.500. Dr.300. Bayly & Sellon Management strategi kepemimpinan 3 pendidikan Kepemimpinan dalam manejem 4 Prof.000.000..Soekidjo Notoatmodjo Pengantar teori pengembangan 7 Sumber Daya Manusia/ Prof .000 Rp 1.000.000 = Rp 7.

= Rp18.000 = Rp 3.4. 4.600. Biaya Pertemuan Tim pengembang • • Komsumsi 50 org x 2 hari x Rp 30.000.Akomodasi 2 org x 2 kali x 3 hari Rp 400.000.000 5. 12.000.6.800. Biaya Bahan Habis Pakai Page 42 of 47 .000.800.000.000.000.000 6.000.000 Lumsum 2 Org x 2 kali x 3 hari x Rp 400.000. Biaya Komunikasi • 6 bulan x Rp.-= Rp 4.2.000 Transport Nara Sumber 2 Org x Rp.-= Rp.• • = Rp.000.3.000 Rp.

5.000 66.000 34.470.000.000 500.000 55.000 732.000 234.400 12.000 1.000 18. Biaya Promosi 1.000 36.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jenis Barang/ Spesifikasi Balpoint Snowman V-1 Binder Clips No.000.= Rp.200 Buku Album Folio Isi 100 Lbr Buku Album Folio Isi 50 Lbr Cd-r blank GT-PRO File Box Flesh Disc 2 Gg Isi Amplop Undangan Isolasi Bening 1 Cm Isolasi Bening 2 Cm Isolasi Bening 5 Cm Isolasi Bolak – Balik Isolasi Jilid 5 Cm Karton Jilid Warna – Warni Karton sertifikat folio LINEN Kertas bergaris D/F SIDU Kertas bergaris folio SIDU Kertas Foto Copy Folio 70 Grm Kertas Foto Copy Kwarto 70 Grm Kertas hvs A3 70 gsm BOLA DUNIA Kertas warna Map Plastik Segel Jepit Master fotocopy S-4370 RIZO Mouse Paper Clips Paper clips warna KENKO Pencil 2 B Plastik ohp Toner 12A printer hp tipe 1020 Tinta fotocopy S-4370 RIZO kuantitas 30 5 10 10 2 10 1 1000 5 5 5 5 5 5 300 20 30 30 30 10 5 5 2 6 20 15 5 5 10 5 Satuan Lusin Dos Buah Buah Box Buah Buah Lembar Roll Roll Roll Roll Roll Bungkus Lbr Rim Rim Rim Rim Rim Rim Lusin Roll Buah Dos Dos Lusin Pak Dos Tube Harga Satuan Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 14.3500 • Baliho 10 lbr x Rp 500.000 17.500 117.000 75.000.500 270.000 130.000 660.750.100 4.116.200 36.000 Jumlah harga Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 432.000.000 171.200 12.600 Jumlah B. Biaya Perancanaan & perbanyakan bahan promosi (Leaflet) • Leaflet 2500 lbr x Rp.100 900.320.000 1.000 63.100 140.600 26.000 365.000 = Rp.000 24.100 900 9.000 1.200 43.000 330.000 180.700 7.000 11.000 5.296.000 140.000 18.300 6.000 270.480.500 37.000 1.500 21.000 1.000 171.100 900 73.000 60.000 46.000 210.- Page 43 of 47 .600 11.000 1.200 73.825.200 42.116.000 480. 8.200 37.500 33.000 216.000 117.

49.15. 13. 3.000.3.30.000 − Transport 2 org x 3 kali x Rp.- Page 44 of 47 .600.000.000.000 C. Biaya Diseminasi Program (Seminar) • Konsumsi & snack 300 org x 3 kali x Rp.000.000. = Rp.000.000 Rp.Rp.64. Honor staf Administrasi • Administrasi 6 bulan x 1 org x Rp 2.000.750. 400.000 2.- 2.= Rp 27.000.000.000 = Rp 18.Rp.000 • Narasumber − Akomodasi + Konsumsi 2 org x 3 kali x Rp.000.= Rp 1.000.000. Biaya Pelaksanaan 1. − Lumsum 2 org x 2 hari x Rp.000. 12.000. Honor Pengajar • 20 SKS x 16 kali x Rp 200.000 = Rp.600.

3. 6.000 = Rp.000.000 = Rp 30.000.000.000 • Biaya perjalanan pengelola − Transport 3 org x 3 kali x Rp 3.000.000 =Rp 12.000.000.000. Biaya perjalanan Pengajar • Transport 5 org x 2 kali x Rp. Biaya Operasional Pendidikan • ATK x Rp 20.000 Page 45 of 47 . 32. =Rp 30. Biaya Pengelolaan Program • Honor staf pengelola − KPS 6 bln x Rp 5.000.000. 96.000.000.000 Rp 60.000 • Komunikasi 6 bln x Rp 2.000 = Rp 60.000 Rp.3.000 D.000 4.000. • Lumsum 5 org x 3 hari x Rp 400.000.000 − Lumsum 3 org x 3 kali x 3 hari x Rp 400.000.− Administrasi 6 bln x Rp 2. • Akomodasi 5 org x 3 hari x Rp 4.000 Rp.000.000.000 =Rp 27.000.000 =Rp 18.000.000 = Rp 20.000.− Sekretaris 6 bln x Rp 3.000.000.000.000.000 = Rp 12.000.000=Rp10.000.800.

000 330.000 11.000 66.000 18.000 1.470.000 18.000 365.200 Buku Album Folio Isi 100 Lbr Buku Album Folio Isi 50 Lbr Cd-r blank GT-PRO File Box Flesh Disc 2 Gg Isi Amplop Undangan Isolasi Bening 1 Cm Isolasi Bening 2 Cm Isolasi Bening 5 Cm Isolasi Bolak – Balik Isolasi Jilid 5 Cm Karton Jilid Warna – Warni Karton sertifikat folio LINEN Kertas bergaris D/F SIDU Kertas bergaris folio SIDU Kertas Foto Copy Folio 70 Grm Kertas Foto Copy Kwarto 70 Grm Kertas hvs A3 70 gsm BOLA DUNIA Kertas warna Map Plastik Segel Jepit Master fotocopy S-4370 RIZO Mouse Paper Clips Paper clips warna KENKO Pencil 2 B Plastik ohp Toner 12A printer hp tipe 1020 Tinta fotocopy S-4370 RIZO Jumlah 30 5 10 10 2 10 1 1000 5 5 5 5 5 5 300 20 30 30 30 10 5 5 2 6 20 15 5 5 10 5 Lusin Dos Buah Buah Box Buah Buah Lembar Roll Roll Roll Roll Roll Bungkus Lbr Rim Rim Rim Rim Rim Rim Lusin Roll Buah Dos Dos Lusin Pak Dos Tube Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 14.000 75.000 234.825.500 21.000 140.000 1.200 43.000 732.000 60.000 216.116.000 34.600.100 4.400 12.000 480.200 36.200 73.600 Page 46 of 47 .800.300 6.100 900 73.100 140.000 270.100 900.− Akomodasi 3 org x 3 kali x 3 hari x Rp 400.116.000 117.600 26.000 171.000 171.000 210.000 1.000 24.100 900 9.200 42.500 117.000.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 432.500 37.700 7.000 1.000 500.000 36.296. 48.000 17.000 55.500 33.000 63.600 11.200 12.000=Rp10.000 660.200 37.000 1.320.000 180.000 130.000 46.480.500 270.000 • Biaya operasional pengelolaan − ATK No Jenis Barang/ Spesifikasi kuantitas Satuan Harga Satuan Jumlah harga 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Balpoint Snowman V-1 Binder Clips No.000 1.000 Rp.000 5.

000.276.200 Page 47 of 47 .000 =Rp 12. 658.000.000 TOTAL KOMPONEN PEMBIAYAAN Rp.• Komunikasi 6 bulan x Rp 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful