Anda di halaman 1dari 2

Patogenesis Sirosis hepatis Pada sirosis hepatis terjadi kerusakan parenkim hati yang kronik dan ireversibel dan

fibrosis yang berkaitan dengan regenerasi nodular. Hal ini terjadi sebagai akibat dari nekrosis hepatosit, kolapsnya jaringan pendukung reticulin dengan adanya deposit jaringan ikat, distorsi vaskular, dan regenerasi nodular dari parenkim hati yang tersisa. Pada sirosis terdapat beberapa pola patologis berdasarkan etiologi dan morfologi yang dihasilkan seperti (1) alcoholic; (2) cryptogenic and posthepatic;(3) biliary; (4)cardiac; (5) metabolic, inherited, and drug-related. Sirosis alkoholik terjadi karena intake alkohol yang terus-menerus yang menyebabkan kerusakan hepatosit dan pembentukan fibroblast pada lokasi kerusakan dan deposit kolagen. Septa jaringan ikat berbentuk seperti jaring juga terbentuk pada zona periportal dan pericentral yang akhirnya akan menghubungkan portal triad dan vena central. Jaringan parenkim yang tersisa akan mengalami regenerasi untuk menggantikan sel yang rusak, akan tetapi regenerasi yang terjadi tidak dapat mengimbangi kerusakan sehingga terjadi pengecilan hepar, dan akibat regenerasi yang ada dapat terjadi bentuk hepar yang nodular, dan dapat terjadi pengerasan jika end-stage sirosis terjadi. Sirosis posthepatik terjadi karena adanya penyakit hati yang kronis seperti hepatitis, sedangkan istilah sirosis kryptogenik digunakan jika etiologi sirosis tidak diketahui. Sirosis biliary terjadi karena adanya kerusakan ataupun terjadi obstruksi yang lama pada sistem biliary intrahepatik maupun extrahepatik. Sirosis biliary terbagi atas 2, yaitu primer dan sekunder, pada sirosis biliary primer terjadi inflamasi yang kronis dan kerusakan saluran empedu intrahepatik. Sedangkan sirosis biliary sekunder terjadi karena adanya obstruksi yang lama pada saluran extrahepatik yang lebih besar. Sirosis kardiak dapat terjadi karena adanya gagal jantung yang mengakibatkan peningkatan tekanan pada vena cava inferior dan vena hepatik yang menyebabkan kongesti hati. Dan jika kondisi ini berlangsung lama akan terjadi pembengkakan dan nekrosis hepatosit akibat kongesti dan iskemik dari perfusi yang buruk sebagai akibat penurunan kardiak output.