Anda di halaman 1dari 8

Daur Hidup Produk

Perencanaan produk tidak lepas dari kegiatan pemasaran. Setiap produk, biasanya memiliki usia yang terbatas, artinya pada saat tertentu sebuah produk sudah kurang diminati lagi di pasar, digantikan dengan produk lain yang lebih baik.

Keputusan produk merupakan asas bagi strategi organisasi dan memmiliki dampak yang luas pada seluruh fungsi operasi. Kehidupan produk terbagi atas empat fase, yaitu perkenalan, pertumbuhan, kematangan, dan penurunan. Fase tersebut sering kalsi dinamakan siklus hidup produk. siklus hidup produk mungkin berumur beberapa hari, minggu, bulan, tahun atau bahwan dasa warsa. Tugas manajer operasi yaitu mendesain sebuah system yang membantu

mengenalkan produk baru dengan sukses. Setelah itu manajer operasi harus siap mengembangkan strategi untuk produk baru dan produk yang sudah ada. Pengujian berkala produk sangat perlu untuk dilakukan, karena strategi berubah sejalan dengan perubahan produk melintasi siklus hidupnya. Strategi produk yang berhasil mengharuskan penetapan strategi terbaik untuk setiap produk berdasarkan posisinya pada siklus hidup.

Tahapan daur hidup produk digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1. Daur hidup produk

Keterangan: 1. Tahap perkenalan (introduction) Peluncuran produk pada tahap ini bertujuan untuk menarik konsumen dengan cara menjaga kualitas disertai dengan pemasaran yang intensif. Produk masih disesuaikan dengan pasar, pada kondisi ini dimungkinkan pengeluaran-pengeluaran untuk (1) penelitian, (2) pengembangan produk, (3) modifikasi dan perbaikan proses, dan (4) pengembangan pemasok. Manajer operasi masih mencari-cari teknik manufaktur yang terbaik. Pada tahap ini, keuntungan yang diperoleh masih negatif, semakin lama menuju ke arah positif. Semakin tinggi persentase penjualan dari produk yang diperkenalkan selama lima tahun terakhir, maka semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut menjadi pemimpin

2. Tahap pertumbuhan (growth) Pada tahap ini desain produk telah mulai stabil, dan diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif. Dimungkinkan perlunya penambahan kapasitas atau peningkatan kapasitas yang sudah adauntuk menampung peningkatan permintaan produk. Tahap pertumbuhan ditandai dengan menaikkan jumlah penjualan dengan laba yang semakin bertambah.

3. Kedewasaan (maturity) Tahap kedewasaan ditandai dengan penambahan jumlah permintaan sejalan dengan

bertambahnya keuntungan. Pada tahap ini sudah mulai ada pesaing. Produsen harus lebih efisien dalam hal biaya, sehingga biaya per unit rendah. produk. Usaha yang dilakukan adalah diferensiasi

4. Kemunduran (decline) Pada tahap ini tidak ada lagi tambahan permintaan, bahkan cenderung berkurang dan beralih ke produk lain yang mempunyai fungsi lebih baik, baik dalam hal penampilan, atau harga yang lebih menarik. Keuntungan yang diperoleh sudah semakin berkurang. Jika produk pada tahap

ini tidak mempunyai keunikan bagi reputasi perusahaan atau lini produknya, atau dapat dijual dengan harga tinggi, maka produksii harus dihentikan.
2

Manajer operasi yang efektif memilih produk yang terlihat paling menjanjikan. Hal ini sesuai dengan prinsip Pareto, yakni fokus pada permasalahan yang sedikit tetapi penting, dan bukan pada permasalahan yang banyak tetapi merupakan permasalahan kecil. Analisis produk berdasarkan nilai (product-by-value-analysis) mengurutkan produk secara menurun berdasarkan kontribusi nilai uang terhadap perusahaan dan juga kontribusi nilai uang secara tahunan. Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang mungkin untuk setiap produk.

Jika produk dikatakan tidak lagi dapat dikembangkan, maka dapat dikatakan produk tersebut telah mati. Manajer operasi harus pandai memilih jenis produk, mendefinisikan produk, dan mendesain produk secara terus-menerus, sehingga selalu dapat menemukan dan mengembangkan produk baru.

Salah satu teknik untuk menghasilkan produk baru adalah brainstorming. Pada teknik ini, kelompok orang yang berbeda saling berbagi ide pada suatu topic khusus. Tujuannya adalah untuk membangkitkan diskusi terbuka yang menghasilkan ide kreatif mengenai produk yang mungkin dan perbaikan produk. Berikut ini adalah manfaat yang dapat diperoleh jika manajemen melakukan brainstorming: 1. Memahami pelanggan Pelanggan merupakan permasalahan mendasar dalam pengembangan produk baru. Banyak produk yang muncul di pasaran yang idenya berasal dari pelanggan, dan bukan dari produsen. Bbeerapa produk cenderung dikembangkan oleh individu, organisasi atau perusahaan yang peka terhadap trend pasar dan mempunyai peluang untuk memenuhi kebutuhan di luar pasar biasa.

2. Perubahan ekonomi Perubahan ekonomi menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran jangka penjang, tetapi siklus ekonomis dan harga berubah pada jangka pendek. Pada kondisi ekonomi yang mebaik, banyak pelanggan memenuhi kebutuhan untuk investasi jangka panjang, sedangkan pada kondisi ekonomi memburuk, banyak pelanggan mengurangi tingkat konsumsinya, sehingga berimbas pada jumlah permintaan terhadap produk tertentu akan menurun.
3

3. Perubahan sosiologis dan demografis Perubahan ini muncul karena beberapa hal, diantaranya adalah trend memiliki keluarga kecil, sehingga mengubah preferensi pada ukuran rumah, apartemen, dan mobil.

4. Perubahan teknologi Perubahan teknologi membuat segalanya menjadi mungkin untuk dilakukan, misalnya melakukan transaksi dengan pihak asing melalui e-commerce, penggunaan mesin-mesin digital untuk berproduksi.

5. Perubahan politik Kondisi suatu Negara dapat perpengaruh pada munculnya peraturan baru. Peraturan ini biasanya dapat menghasilkan perjanjian perdagangan yang baru, tariff baru, dan juga persyaratan kontrak dengan pemerintah.

6. Perubahan lain Perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, strandar professional, pemasok, dan distributor.

Faktor-faktor tersebut di atas harus disadari sepenuhnya oleh manajer operasi, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi perubahan dalam peluang produk, produk yang sudah ada, volume produk, dan bauran produk.

Pengembangan Produk Makanan: Sample


1. Produk yang dihasilkan berada pada tahap mana dalam product life cycle? Produk yang dihasilkan oleh perusahaan kami yaitu Babon Fish alias Bakpia Abon Fish yang dibuat dengan bahan campuran tepung, gula, garam, dan bumbu pelengkap yang diisi dengan abon ikan buatan sendiri. Secara umum, bakpia telah dikenal oleh masyarakat sebagai makanan camilan atau sebagai oleh-oleh dengan isi kacang hijau, keju,coklat dan sebagainya.Maka dari itu, sebagai mahasiswa perikanan muncul ide untuk mengembangkan produk perikanan yang bertujuan untuk menyajikan produk makanan yang mudah diterima
4

masyarakat. Selain itu, bakpia ini menyajikan makanan yang mengandung protein, mineral, karbohidrat, vitamin dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Produk ini berada pada tahap introduction atau perkenalan. Tujuan pada tahap ini adalah agar masyarakat dapat menerima produk baru ini dan produk ini diharapkan dapat laku di pasaran.

2. Bagaimana cara mengatasi produk yang dihasilkan perusahaan agar tidak mengalami penurunan?Jelaskan! Cara mengatasi produk yang dihasilkan agar tidak mengalami penurunan yaitu perusahaan beusaha mengikuti kemauan pasar seperti ketika konsumen menginginkan ukuran bakpia yang lebih besar, maka perusahaan akan berusaha mengikuti, memperbaiki kemasan agar lebih menarik. Menganekaragmkan (diversifikasi) isi bakpia dengan ikan (rumput laut, cumi, udang, ikan, dan hasil laut lain yang termasuk ikan ) , meningkatkan kualitas produk dengan meningkatkan citarasa, tekstur, aroma, yang disukai oleh konsumen. Selin itu, melakukan promise melalui media cetak maupun mesia elektronik agar produk yang dihasilkan lebih dikenal oleh masyarakat.

3. Jelaskan bagaimana cara Saudara bisa melalui tahap perkenalan, pertumbuhan dan kedewasaan sehingga produk Saudara tetap eksis di pasaran? Cara melalui tahap perkenalan, pertumbuhan, dan kedewasaan sehingga produk tetap eksis di pasaran yaitu umumnya strategi yang digunakan pada tahap perkenalan adalah dengan mengkombinasikan harga dan kegiatan promosi. Strategi yang digunakan pada perusahaan kami adalah rapid penetration strategy, strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang gencar. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas, konsumen belum mengetahui keberadaan produk, konsumen sangat peka terhadap harga. Pada tahap pertumbuhan tahap yang digunakan yaitu rapid growth, ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh konsumen,. Bentuk strategi yang dapat dilakukan pada tahap ini antara lain, penyempurnaan produk yaitu dengan membuat tekstur bakpia lebih lembut sehingga lebih disukai, pengembangan segmen pasar baru yaitu dengan membuka cabang pemasaran di luar tempat
5

produksi (pusat produksi Babon Fish). Pada tahap kedewasaan, dengan strategi pemasaran kreatif yang digunakan untuk memperpanjang daur hidup suatu produk (innovative maturity). Pada tahap kedewasaan, strategi yang kami lakukan adalah dengan terus memperbaiki mutu produk, memeperbaiki ciri produk ( bentuk, ukuran dan berat) dan perbaikan model (kemasan dan warna produk). Pada tahap penurunan, strategi yang kami lakukan adalah mengikuti kemauan pasar seperti memperbaiki kemasan, ukuran bakpia yang lebih diperbesar, menganekaragamkan isi bakpia dengan ikan (rumput laut, cumi, udang dan hasil laut lainnya), melakukan promosi melalui media cetak maupun media elektronik agar produk lebih dikenal masyarakat.

4. Kenapa perusahan Saudara harus meluncurkan produk baru? Produk baru yang akan kami luncurkan termasuk dalam kategori repositioning atau penempatan kembali, yaitu produk yang sudah ada ditujukan pada pasar yang baru atau segmen baru. Hal ini dilakukan karena kompetisi yang amat kuat dalam sebagian besar saat ini. Kebutuhan dan selera konsumen terus berubah karena dipengaruhi oleh adanya teknologi baru dalam memproduksi produk baru. Oleh sebab itu, perusahaan kami akan meluncurkan produk berupa bakpia abon dengan segmen pasar baru. Segmen pasar yang menjadi tujuan perusahaan kami adalah wilayah sekolah dan lingkungan sekitar kampus. Usaha yang akan dilakukan yaitu bekerja sama dengan kantin-kantin, warung, dengan sistem konsinyasi. Tujuannya agar produk kami semakin dikenal oleh masyarakat luas dari berbagai kalangan.

5. Saudara diskusikan cara pengembangan produk baru melalui delapan tahapan! Untuk mengembangkan produk baru diperlukan proses yang terdiri atas 8 tahapan yaitu : a. Penciptaan ide Ide produk baru kami berasal dari hasil identifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan melalui survey pelanggan, uji coba proyektif, diskusi kelompok, saran dan surat keluhan dari pelanggan. Telah kita ketahui bahwa bakpia yang ada di pasaran hanya tersedia rasa kacang hijau, coklat dan keju, maka dari itu, kami menawarkan produk baru yang lebih inovatif kepada konsumen. Bakpia yang akan kami buat memiliki ciri khas yang berbeda dari bakpia yang telah ada sebelumnya.
6

b. Penyaringan ide Tahap penyaringan ide perlu dilakukan secara cermat untuk menghindari kesalahan yang berupa pembuangan ide yang sesungguhnya baik atau menerima ide yang seharusnya dibuang. Maksud dari penyaringan adalah untuk menempatkan dan membatalkan ide yang jelek sesegera mungkin. Penyaringan ide yang dilakukan pada produk kami adalah dengan memfokuskan pada tujuan awal perusahaan meluncurkan produk baru. Tujuan awal perusahaan kami adalah memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan untuk memberikan pilihan rasa terbaru pada bakpia yaitu berupa bakpia isi abon ikan. c. Pengembangan dan pengujian konsep Tahap ini memiliki tiga hal utama dalam pengembangan suatu produk yaitu ide produk, konsep produk, dan citra produk. Ide produk kami adalah menawarkan produk baru berupa bakpia isi abon ikan.Konsep produk kami adalah bakpia yang berupa camilan sehat yang baik untuk dikonsumsi. Bakpia ini akan dikemas dengan menarik dan ukuran yang disesuaikan dengan keinginan konsumen. Citra produk kami adalah Babon Fish kaya protein karena dibuat dengan menggunakan bahan baku yang mengandung protein dari hasil laut. d. Pengembangan strategi pemasaran Rencana strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian, Menetapkan posisi produk, pangsa pasar dan tujuan keuntungan yang dikejar dalam proses pemasaran. Produk kami merupakan produk baru yang ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, dengan bertujuan untuk membantu memperbaiki asupan gizi bagi konsumen karena babon fish mengandung komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Harga yang direncanakan untuk menjual produk kami dengan menyesuaikan pada berat dan ukuran bakpia yang dibeli. Harga produk yang kami tetapkan dapat dijangkau walaupun sedikit lebih mahal dari bakpia yang ada di pasaran. Konsumen tidak akan merasa dirugikan, karena bakpia yang ditawarkan mengandung komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh terutama protein. Rencana penjualan jangka panjang kami adalah memperluas segmen pasar yaitu dengan membuka cabang di tiap kota.

e. Analisis usaha atau bisnis Analisis bisnis meliputi empat langkah, yaitu:
7

Identifikasi ciri-ciri produk Produk kami berbentuk bulat dengan warna cokelat kekuningan, rasa yang gurih dan tekstur yang lembut dilidah. Memperkirakan permintaan pasar dan kemampuan produk untuk menghasilkan laba Menyusun suatu produk untuk mengembangkan produk Setiap tiga bulan dilakukan peningkatan produksi sebesar 10%. Ketika umur produk sudah mencapai satu tahun akan dilakukan pengembangan produk tersebut. Pengembangan produk tersebut dilakukan dengan menganekaragamkan isi bakpia dari hasil perairan lainnya dan selalu meningkatkan citarasa, tekstura, dan aroma. Menetapkan tanggungjawab untuk penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan pelaksanaan produksi. f. Pengembangan produk Ada tiga kegiatan pada tahap ini, yaitu pengembangan model-model prototype, pemberian merek dan pembungkusan. Pemberian merek produk harus semenarik mungkin. Produk kami ini diberi merek Babon Fish. Pemberian merek ini bertujuan untuk meningkatkan keingintahuan konsumen tentang produk kami. Produk kami dibungkus dengan kemasan kedap udara untuk menjada tekstur bakpian tetap dalam keadaan baik sampai ke tangan konsumen. g. Pengujian pasar Pada tahap ini kami berusaha mengukur reaksi calon konsumen terhadap produk bakpia yang kami pasarkan. Tujuan kami mengukur ini untuk mengetahui potensi masalah, produk dan pemasaran, serta situasi pasar sehingga perusahaan kami mampu mengevaluasi kemungkinan suksesnya produk bakpia di pasar yang lebih luas. h. Komersialisasi Setelah produk diuji dengan sukses maka kami siap untuk mengkomersialisasikan produk tersebut, artinya produk bisa diproduksi dan didistribusikan dalam skala penuh ke pasar sasaran. Empat tahapan yang kami lakukan agar produk dapat sukses di pasaran dalam pengembangan produk, maka kami menentukan target pasar yang cukup luas agar dapat menutupi biaya riset dan pengembangan, biaya produksi dan biaya pemsaran. Produk yang kami hasilkan harus mempunyai kualitas produk yang baik dan pemilihan waktu pemasaran yang tepat. Selain itu, kami berusaha untuk membuka akses kedalam pasar terlebih dahulu.