Anda di halaman 1dari 4

TUGAS RESUME

MESIN LISTRIK 1
Regulasi Tegangan pada Transformator Fasa Tunggal

Oleh Kelompok 6 :
Abdul Hamdi Mustapa 17630/2010 Alan Surya Pratama Rahmat 1106717/2O11 06122/2008 Dosen pembimbing: Hansi Effendi, S.T., M.Kom.

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FT UNP 2013

Mesin Listrik 1

Regulasi Tegangan Transformator Fasa Tunggal

REGULASI TEGANGAN PADA TRANSFORMATOR FASA TUNGGAL

Regulasi (pengaturan) tegangan suatu transformator adalah perubahan tegangan sekunder antara beban nol dan beban penuh pada suatu faktor kerja tertentu, dengan tegangan primer konstan. Transformator dikatakan baik apabila harga regulasi tegangannya semakin kecil pada suatu beban tertentu. Pada transformator daya tinggi, besar regulasi bisa mencapai 1%. Sedangkan pada transformator daya kecil memiliki nilai regulasi yang bisa lebih besar dari 40%.
Pengaturan V2 tanpa beban V2 beban penuh V2 beban penuh

Dengan mengingat model rangkaian yang telah ada (dalam hal ini harga sekunder ditransformasikan ke harga primer):

I1 IO V1 IC RC

R1

X1

I2

a2X2

a2R2

IM XM

a2ZL

aV2

Pengaturan

a V2 tanpa beban a V2 beban penuh a V2 beban penuh

Dari rangkaian di atas ternyata: V2 tanpa beban = V1

aV2 beban penuh = harga tegangan nominal (dalam hal ini tegangan nominal primer) Sehingga :
Pengaturan V1 a V2 (no minal) a V2 (no minal)

Teknik Elektro | Universitas Negeri Padang

Mesin Listrik 1 Contoh Soal :

Regulasi Tegangan Transformator Fasa Tunggal

Pengukuran hubung singkat transformator fasa tunggal 15 kVA yang mempunyai perbandingan tegangan 2400/240 V, f=50 Hz, menghasilkan data pengukuran sebagai berikut : arus hubung singkat Ihs = 6,25 A tegangan yang dipasang Vhs = 131 Volt daya masukan Phs = 21 watt

Hitung prosentase pengaturan untuk beban dengan Cos = 0,8 terbelakang. Penyelesaian : Faktor kerja pada keadaan hubung singkat : p.f =

P Vhs . Ihs
214 131 . 6,25

= 0,261 tertinggal = 74,52o

Zek

Vhs Ihs
1310o 16,25 74,52o

= 20,9674,52o ohm = 20,90 x Cos 74,52o = 5,49 ohm = 20,90 x Sin 74,52o = 19,97 ohm

Rek Xek

Sehingga : V1 = 2400 (0,8 + j0,6) + 6,25 (5,49 + j19,97) = 1920 + j1440 + 34,3 + j124,8 = 1954,3 + j1564,8 = 2502,2 Volt

Jadi % pengaturan tegangan =

2502,2 2400 x 100 % 4,26 % 2400

Teknik Elektro | Universitas Negeri Padang

Mesin Listrik 1

Regulasi Tegangan Transformator Fasa Tunggal

Regulasi Tap Tegangan Transformator Dalam suatu sistem interkoneksi besar tegangan di satu titik bisa berbeda dengan titik lainnya dipengaruhi oleh kondisi sistem. Untuk mendapatkan nilai tegangan yang konstan maka diperlukan suatu regulasi tegangan. Regulasi tap pada transformator ialah rasio tegangan yang diperlukan untuk mengendalikan fluktuasi tegangan sistem agar didapatkan nilai tegangan yang konstan di sisi konsumen. Regulasi Tap ini dilakukan oleh Tap Changer pada Transformator. Terdapat dua jenis regulasi tap tegangan transformator : 1. CFVV (Constant Flux Voltage Regulation) : Nilai volt/turn dan nilai Fluks inti besi

konstan untuk setiap nilai regulasi tap tegangan. Sistem regulasi tegangan inilah yang biasa digunakan untuk transformator tenaga. 2. VFVV (Variable Flux Voltage Regulation) : Nilai volt/turn dan nilai Fluks inti besi

ikut berubah untuk setiap nilai regulasi tap tegangan. Sistem regulasi tegangan ini biasa digunakan untuk transformator dengan regulasi tap yang memiliki arus yang besar, seperti pada transformator furnace(transformator untuk peleburan baja) dan transformator yang menggunakan booster. Sedangkan untuk tap changer-nya terdapat dua jenis, antara lain : 1. OLTC (On Load Tap Changer) : Regulasi Tap dilakukan pada saat kondisi transformator terhubung dengan jaringan / energized / berbeban. 2. OCTC (Off Circuit Tap Changer) : Atau disebut juga DETC (De-Energize Tap changer). Penyebutan Off Load Tap Changer untuk tap changer jenis ini adalah penyebutan yang kurang tepat. Regulasi Tap dilakukan pada saat transformator tidak terhubung dengan jaringan / de-energized. Berdasarkan standar IEC60076 penyebutan untuk regulasi tegangan transformator ini ialah dengan menyebutkan jumlah step dan persentase perubahan tegangan dari tegangan nominal pada setiap stepregulasi. Referensi: Zuhal. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. 1995. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. http://caturwisudanto.blogspot.com/2012/11/praktikum-dasar-tenaga-listrik-3.html http://www.scribd.com/doc/92589065/Regulasi-tegangan http://ojandonk.com/2011/04/15/transformer-voltage-regulation/

Teknik Elektro | Universitas Negeri Padang