Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN TEKNIK PEMERIKSAAN APPENDIKOGRAFI

DISUSUN OLEH : UJANG APIT ANDREAN

JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI POLTEKKES KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II

2011

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa shalawat serta salam saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi suri tauladan bagi umatnya. Laporan ini dibuat dengan tujuan sebagai salah satu tugas dalam melaksanakan kegiatan praktek kerja lapangan dengan judul Laporan Praktek Kerja Lapangan Teknik Pemeriksaan Appendikografi. Makalah ini telah saya selesaikan tentunya tidak lepas dari peran pihak-pihak yang telah membantu saya dalam hal pembuatan makalah maupun dalam hal dukungan dan semangat. Terima kasih saya ucapkan kepada para instruktur radiologi dan semua staff RS Awal Bros Tangerang yang telah memberikan tugas berupa laporan ini,

juga kepada keluarga dan teman-teman yang telah membantu memberikan semangat dalam proses pembuatan makalah ini. Wassalam.

Jakarta, Juni 2011

Penulis

ii

DAFTAR ISI
Judul .............................................................................................................i Kata Pengantar .............................................................................................ii Daftar Isi ......................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang .................................................................................1 Rumusan Masalah ............................................................................1

BAB II PEMBAHASAN Appendikografi .................................................................................2 Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis) ..2 Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis) ..3 Tanda dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu ..3 Pemeriksaan diagnosa Penyakit Radang Usus Buntu ..4 Teknik Pemeriksaan ..5

BAB III PENUTUP Kesimpulan .......................................................................................8

iii

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Latar belakang dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pemeriksaan Appendikografi dan bagaimana teknik pemeriksaan tersebut dilakukan secara umum seperti yang dilakukan di RS Awal Bros Tangerang. 1.1 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan Appendikografi ? 2. Bagaimana teknik pemeriksaannya ?

BAB II PEMBAHASAN
Appendikografi Appendikografi adalah teknik pemeriksaan radiologi untuk memvisualisasikan appediks dengan menggunakan kontras media positif barium sulfat yang dapat dilakukan secara oral maupun secara anal. Sebelum dibahas lebih jauh mengenai radang usus buntu yang dalam bahasa medisnya disebut Appendicitis, maka lebih dulu harus difahami apa yang dimaksud dengan usus buntu. Usus buntu, sesuai dengan namanya bahwa ini merupakan benarbenar saluran usus yang ujungnya buntu. Usus ini besarnya kira-kira sejari kelingking, terhubung pada usus besar yang letaknya berada di perut bagian kanan bawah. Usus buntu dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis. Organ ini ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid. Seperti organ-organ tubuh yang lain, appendiks atau usus buntu ini dapat mengalami kerusakan ataupun ganguan serangan penyakit. Hal ini yang sering kali kita kenal dengan nama Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis). Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis) Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur. 2

Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu. Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin, Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut. Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu. Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis) Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi. Pembusukan usus buntu ini menghasilkan cairan bernanah, apabila tidak segera ditangani maka akibatnya usus buntu akan pecah (perforasi/robek) dan nanah tersebut yang berisi bakteri menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas, yaitu infeksi dinding rongga perut (Peritonitis). Tanda dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu Gejala usus buntu bervariasi tergantung dari stadiumnya.

Pemeriksaan diagnosa Penyakit Radang Usus Buntu Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh tim kesehatan untuk

menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu (Appendicitis) oleh pasiennya. Diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiology. Persiapan Pasien - 48 jam sebelum pemeriksaan dianjurkan makan makanan lunak tidak berserat, misalnya: bubur kecap. - 12 jam atau 24 jam sebelum pem pasien diberikan 2/3 Dulcolac untuk diminum . - Pagi hari pasien deberi dulkolac supositoria melalui anus atau dilavement. - Jam sebelum pemeriksaan pasien harus puasa hingga emeriksaan berlangsung. - Pasien dianjurkan menghindari banyak bicara dan merokok. Persiapan Alat Pesawat sinar-x yg dilengkapi fluoroskopi & dilengkapi alat bantu kompresi yg berfungsi untuk memperluas permukaan organ yg ada didaerah ileosaekal / memodifikasi posisi pasien supine menjadi prone. Kaset dan film.

Persiapan Bahan Bahan kontras barium sulfat dengan perbandingan 1 : 4 sampai 1 : 8

Teknik Pemeriksaan

1. PA / AP Projection Posisi Pasien : Pasien pada posisi pone atau supine, dengan bantal di kepala. Posisi Objek : MSP berada di tengah-tengah meja pemeriksaan, pastikan tidak ada rotasi.

CR : tegak lurus terhadap kaset CP : setingi crista illiaca SID minimal 100 cm Struktur yang tampak : Colon bagian transversum harus diutamaka terisi barium.pada posisi PA dan terisi udara pada posisi AP dengan teknik double contrast. Seluruh luas usus harus nampak termasuk flexure olic kiri.

2. RPO (Right Posterior Oblique) Posisi Pasien : 35 sampai 45 derajat menuju right dan left porterior oblique (RPO atau LPO), dengan bantal. Posisi Objek : Letakan bantal di atas kepala Flexikan siku dan letakan di depan tubuh pasien Luruskan MSP dengan meja pemeriksaan dengan abdominal margins kiri dan kanan sama jauhnya dari garis tengah meja pemeriksaan

CR : tegak lurus terhadap IR Sudutkan CR dengan titik pusat setinggi crista illiaca dan sekitar 2,5 cm lateral menuju garis midsaggital plane (MSP). SID : minimal 100 cm Struktur yang tampak : LPO colic flexura hepatic kanan dan ascending & recto sigmoid portions harus tampak terbuka tanpa superimposition yang significant. RPO- colicflexure kiri dan descending portions harus terlihat terbuka tanpa superimposition yang significant.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan Pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh tim kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu (Appendicitis) oleh pasiennya. Salah satunya adalah dengan pemeriksaan radiologi yang disebut Appendikografi. Appendikografi adalah teknik pemeriksaan radiologi untuk memvisualisasikan appediks dengan menggunakan kontras media positif barium sulfat yang dapat dilakukan secara oral maupun secara anal.