P. 1
12 Bahaya Erupsi Gunungapi 2013 (1)

12 Bahaya Erupsi Gunungapi 2013 (1)

|Views: 7|Likes:
Dipublikasikan oleh NABELLA NURUL FITRI
erupsi
erupsi

More info:

Categories:Types, Research
Published by: NABELLA NURUL FITRI on May 22, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/14/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

12

GUNUNGAPI

MEMAHAMI DEWA VULKAN BEKERJA

ERUPSI GUNUNGAPI

ERUPSI G. IBU

ERUPSI G.SOPUTAN (15 DESEMBER 2006)

ERUPSI G. DUKONO

ERUPSI G. BROMO

ERUPSI G. MERAPI

ERUPSI G. KARANGETANG

ERUPSI G. BATUTARA

ERUPSI G. COLO

SEBARAN

.

.

Sumatera Jawa Sunda Kecil Busur Banda .

HAWAI. AMERIKA UTARA .

SAMUDERA PASIFIK .

INDONESIA 17 % GUNUNGAPI DUNIA 2 KALI LETUSAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH KEPULAUAN GUNUNGAPI TERBESAR / TERPANJANG DI DUNIA .

400 TAHUN TERAKIR JUMLAH LETUSAN 78 BUAH LUAS DAERAH TERANCAM 16.670 KM2 JUMLAH JIWA TERANCAM > 5 JUTA ORANG SEBARAN SUMATRA 30 JAWA 35 BALI & NUSATENGGARA 30 MALUKU 16 SULAWESI 18 JENIS TIPE A (MELETUS 400 TAHUN TERAKHIR) 78 TIPE B (SOLFATAR & FUMAROL) 29 TIPE C (LAPANGAN SOLFATAR & FUMAROL) 21 .

.

TIPE ERUPSI .

ERUPSI GUNUNGAPI : KEGIATAN PENEROBOSAN MAGMA KE PERMUKAAN BUMI. SEHINGGA DISERTAI DENGAN LEDAKAN.  ERUPSI CAMPURAN : ERUPSI YANG MELIBATKAN KEDUANYA. .  ERUPSI EKSPLOSIF : TERJADI JIKA ERUPSI DENGAN TEKANAN YANG KUAT.  ERUPSI EFUSIF : TERJADI JIKA ERUPSI DENGAN TEKANAN GAS YANG LEMAH. MENGHASILAKAN LELERAN ATAU ALIRAN LAVA.

TIPE (BENTUK) GUNUNGAPI .

TIPE ERUPSI .

HAWAIIAN-HAWAI .

STROMBOLIAN .ANAK KRAKATAU .

MERAPI .VULCANIAN DOME .

VULCANIAN .SURTSEYAN .

VULCANIAN .PAPANDAYAN GAMALAMA .

ST HELLENS .PELEEAN .

PINATUBO .

PLINIAN - TAMBORA

PUSAT ERUPSI

POSISI PUSAT ERUPSI

ERUPSI PUSAT

ERUPSI REKAHAN

ERUPSI SAMPING

AKTIVITAS ERUPSI .

.

.

.

KECENDERUNGAN ERUPSI .

ABU GAS RACUN LAHAR .ANCAMAN LAVA PIJAR AWAN PIJAR BOM PASIR.

RAGAM ANCAMAN .

ALIRAN PIROKLASTIKA .AWAN PIJAR .

MERAPI 1962 .SUHU > 120 OC KECEPATAN > 75 KM /JAM SESUAI ARAH LONGSURAN KUBAH MENGIKUTI ALUR AWAN PIJAR .

SEBARAN AWAN PANAS MERAPI 1969 .

AWAN PANAS MERAPI 1994 .

VISUVIUS ITALI (PALING TERKENAL79M) .

JATUHAN BATU .

BOMB .

JATUHAN PIROKLASTIKA .

.

GALUNGGUNG 1981 .

ABU KELUT 1991 .

ABU PAPANDAYAN 2002 .

PINATUBO .

MUD FLOW 40 – 60 % PADAT LAHAR PAPANDAYAN 2001 .

FLUDIZED FLOW 20-40% PADATAN GRAIN FLOW > 80% PADATAN LAHAR MERAPI 1997 .

DEBRIS FLOW 60-80% PADATAN LAHAR GALUNGGUNG 1982 .

LAHAR PINATUBO .PHIL .

LAHAR PINATUBO .PHIL .

LAHAR PINATUBO .PHIL .

005 PPM) MOFET .KARBON MONOKSIDA 200.000 PPM (5000 PPM) SIANIDA 20 PPM (10 PPM) ARSEN 10 PPM (0.

149 ORANG MENINGGAL GAS SINILA 1979 .

DANAU NYOS KAMERUN .

DANAU NYOS KAMERUN .

MANFAAT .

LAHAN SUBUR .

PARIWISATA .

Au-Cu (ANCIENT VOLCANO) SULFUR (RECENT VOLCANO) .

MAGMATIC ARC (MITCHEL – CALLILE) .

.

TAMBANG PASIR .

GEOTERMAL .

SEBARAN GEOTERMAL INDONESIA .

.BOTTOM UP PLEASE….

WATER TANK .

MANAJEMEN BENCANA .

PERENCANAAN PETA GEOLOGI PETA DAERAH BAHAYA .

PENJINAKAN SISTEM SABO DAM .

SABO AKIBAT .

KESIAPSIAGAAN SISTEM INFORMASI .

OFFICE DIRECT OF AVIATION SAFETY .ALUR INFORMASI PENINGKATAN KEGIATAN GUNUNGAPI POS PENGAMATAN GUNUNGAPI KASUBID BUPATI (BPBD/SATLAK) AIRPORT TERDEKAT DAN INSTANSI TERKAIT KABID KA PVMBG GUBERNUR (BPBD/SATKORLAK) MASYARAKAT DI SEKITAR GUNUNGAPI KA BADAN GEOLOGI KETERANGAN : TINGKAT I (NORMAL) TINGKAT II/III (WASPADA DAN SIAGA) TINGKAT IV (AWAS) BNPB S-H. AIRPORT MET.

SISTEM PERINGATAN DINI .

TINGKAT AKTIVITAS GUNUNGAPI dan PERILAKU MASYARAKAT SEKITAR AWAS Indikasi terjadi letusan SIAGA WASPADA AKTIF NORMAL Tidak ada indikasi Peningkatan aktivitas gunungapi Prediksi peningkatan aktivitas gunungapi hingga letusan Evakuasi pengungsi Pada KRB II&III Peningkatan kewaspadaan di KRB II Tidak ada aktivitas di KRB III Aktivitas dibatasi di KRB II. III KAWASAN RAWAN BENCANA (KRB) .

WASPADA (TINGKAT II) Berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan/atau instrumental mulai teramati atau terekam gejala peningkatan kegiatan gunungapi. NORMAL (TINGKAT I) TINGKAT KEGIATAN GUNUNGAPI Berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan/atau instrumental dapat teramati fluktuasi tetapi tidak memperlihatkan peningkatan kegiatan berdasarkan karakteristik masing-masing gunungapi. Pada beberapa gunungapi dapat terjadi erupsi tetapi hanya menimbulkan ancaman bahaya di sekitar pusat erupsi berdasarkan karakteristik masing-masing gunungapi. 2.1. SIAGA (TINGKAT III) Berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan/atau instrumental teramati peningkatan kegiatan yang semakin nyata atau dapat berupa erupsi yang mengancam daerah sekitar pusat erupsi tetapi tidak mengancam pemukiman di sekitar gunungapi berdasarkan karakteristik masing-masing gunungapi. AWAS (TINGKAT IV) Berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan/atau instrumental teramati peningkatan kegiatan yang semakin nyata atau dapat berupa erupsi yang mengancam pemukiman di sekitar gunungapi berdasarkan karakteristik masing-masing gunungapi. 4. ISOE-MEI 2004 . 3. Ancaman bahaya berupa gas-gas beracun dapat terjadi di pusat erupsi berdasarkan karakteristik masing-masing gunungapi.

BARU 57 48 97 98 PENGAMATAN KONDISI PUNCAK .

PERTUMBUHAN KUBAH .

1.000 000 m3 (20 days) 650 000 m3 (11 days) 500 000 m3 (7 days) View from southwest-west .

Magnetik -20 5 0 -10 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 nTesal -5 -10 -15 -20 Hari MAGNETISME .

H3AS.KIMIA GAS CO. HCN. NO2. H2S. H2S. Cl . CO2.

3 2 1 REFLEKTOR 4 DEFORMASI .

.

DEPRESI AKIBAT AWAN PANAS .

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MERAPI GALUNGGUNG .

BUNKER TURGO-MERAPI SAKURAJIMA .

SISTEM TANGGAP DARURAT .

Gunungapi . Birt of Fire – Krauss & Lewis.DVMBG Bandung. US Geological Society.com SUMBER FOTO / GAMBAR / TABEL: DREAM UPN Yogyakarta. Sabo Center Yogyakarta.BPPTKG Yogyakarta.Porter et al. SKH Bernas. Disaser Management Program KAPPALA Indonesia.A Sudrajat. Environmental Geology. Koleksi Pribadi. Volcanoes – Philip Stelee . Gunungapi . Environmental Geology-Montgomery.TERIMAKASIH EKO TEGUH PARIPURNO paripurno@gmail.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->