Anda di halaman 1dari 160

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI

RESMI PRAKTIKUM ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI Disusun Oleh : Kelompok 57 Arif Rakhmanto (08 522

Disusun Oleh :

Kelompok 57

Arif Rakhmanto

(08 522 200)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur praktikan panjatkan kehadirat Allah atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga praktikan dapat menyelesaikan Laporan Resmi Praktikum Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi ini dengan lancar.

Praktikan telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan laporan praktikum ini dengan sebaik mungkin, tetapi praktikan menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu praktikan mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak untuk perbaikan laporan ini. Terimakasih praktikan ucapkan kepada :

1. M. Ragil Suryoputro, S.T. selaku kalab. Ananlisis Perancangan Kerja dan Ergonomi.

2. Assisten pembimbing Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi atas segala bimbingan dan dukungan selama proses praktikum.

3. Rekan rekan praktikan Laboratorium APK dan E sebagai teman dalam

menempuh praktikum. Harapan kami semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi secara khusus dan Jurusan Teknik Industri secara umum.

Yogyakarta, 10 Mei 2011

Praktikan

ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul

i

Kata Pengantar

ii

Daftar Isi

iii

Cover Antropometri Abstrak BAB I Pendahuluan

1

BAB II Landasan Teori

3

BAB III Metode Penelitian

6

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

8

BAB V Kesimpulan dan Saran

18

Daftar Pustaka Lampiran Cover Micromotion Study Abstrak BAB I Pendahuluan

19

BAB II Landasan Teori

21

BAB III Metode Penelitian

25

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

28

BAB V Kesimpulan dan Saran

34

Daftar Pustaka Lampiran Cover Biomekanika BAB I Pendahuluan

35

BAB II Landasan Teori

37

BAB III Metode Penelitian

41

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

44

BAB V Kesimpulan dan Saran Daftar Pustaka Lampiran Cover Lingkungan Kerja Fisik

49

iii

BAB I Pendahuluan

50

BAB II Landasan Teori

52

BAB III Metode Penelitian

56

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

59

BAB V Kesimpulan dan Saran

70

Daftar Pustaka Lampiran Cover Fisiologi BAB I Pendahuluan

71

BAB II Landasan Teori

73

BAB III Metode Penelitian

76

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

79

BAB V Kesimpulan dan Saran

93

Daftar Pustaka Lampiran Cover Work Sampling BAB I Pendahuluan

94

BAB II Landasan Teori

96

BAB III Metode Penelitian

99

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

102

BAB V Kesimpulan dan Saran Daftar Pustaka Lampiran Kartu asistensi

110

iv

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI (ANTROPOMETRI)

ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI (ANTROPOMETRI) Disusun Oleh : Kelompok 57 Arif Rakhmanto (08 522 200)

Disusun Oleh :

Kelompok 57 Arif Rakhmanto

(08 522 200)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

2011

ABSTRAK

PT. Eagle Eyes merupakan perusahaan multinasional asal Jepang yang memproduksi mouse. Perusahaan tersebut memiliki cabang di Indonesia. Namun customer di Indonesia mengeluh karena mouse tidak nyaman untuk digunakan. Hal tersebut disebabkan oleh standar pembuatan mouse yang menggunakan dimensi orang luar negri. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka PT. Eagle Eyes bekerjasama dengan PT. Ergonomic Design Centre untuk melakukan penelitian dalam membuat mouse yang ergonomis bagi orang Indonesia. Dalam penelitian tersebut PT. Ergonomic Design Centre menggunakan ilmu antropometri untuk mendapatkan mouse yang ergonomis. Antropometri merupakan studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Dimensi tubuh manusia di Indonesia berbeda dengan dimensi tubuh orang barat karena faktor suku bangsa/ etnis yang berbeda. Disamping itu dimensi tubuh manusia juga dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Untuk melakukan penelitian maka digunakan beberapa data-data dimensi tubuh manusia. Data-data tersebut kemudian diolah menggunakan metode kecukupan data, keseragaman data dan persentil. Setelah dilakukan pengolahan data maka dapat diperoleh bahwa data-data yang diolah telah mencukupi dan berada dalam batas kontrol. Dan Precentil yang digunakan adalah 50 atau rata-rata agar produk mouse dapat merata digunakan oleh semua orang.

Kata kunci : Antropometri, ergonomi, manusia, dimensi tubuh

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Antropometri merupakan bagian dari ilmu ergonomi yang berhubungan dengan dimensi tubuh manusia yang meliputi bentuk, ukuran dan kekuatan dan penerapannya untuk kebutuhan perancangan fasilitas aktivitas manusia. Data antropometri sangat diperlukan untuk perancangan peralatan dan lingkungan kerja. Kenyamanan menggunakan alat bergantung pada kesesuaian ukuran alat dengan ukuran manusia. PT. Eagle Eyes merupakan perusahaan multinasional asal Jepang yang memproduksi mouse. Perusahaan tersebut memiliki cabang di Indonesia. Namun customer di Indonesia mengeluh karena mouse tidak nyaman untuk digunakan. Hal tersebut disebabkan oleh standar pembuatan mouse yang menggunakan dimensi orang luar negri. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka PT. Eagle Eyes bekerjasama dengan PT. Ergonomic Design Centre untuk melakukan penelitian dalam membuat mouse yang ergonomis bagi orang Indonesia. Dalam penelitian tersebut PT. Ergonomic Design Centre menggunakan ilmu antropometri untuk mendapatkan mouse yang ergonomis. Dimensi tubuh manusia di Indonesia berbeda dengan dimensi tubuh orang barat karena faktor suku bangsa/ etnis yang berbeda. Disamping itu dimensi tubuh manusia juga dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Untuk melakukan penelitian maka digunakan beberapa data-data dimensi tubuh manusia.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apakah data yang diteliti telah cukup dan seragam sesuai dengan perhitungan

kecukupan data, keseragaman data dan presentil?

2. Bagaimanakah analisis terhadap kecukupan data, keseragaman data dan presentil kasus diatas?

2

1.3 Batasan Masalah Untuk mempercepat proses penelitian, mengurangi biaya penelitian dan

memdapatkan penelitian yang akurat maka penelitian ini memiliki sekup bahasan dengan batasan sebagai berikut :

1. Perhitungan mengunakan 30 sampel data antropometri, 15 putri dan 15 putra dari bank data Antropometri Laboratorium APK dan E.

2. Dimensi yang digunakan Untuk mendesain sebuah mouse minimal 6 dimensi.

1.4 Objek Pengamatan Obyek pengamatan dalam penelitian ini adalah 15 orang putra dan 15 putri yang kemudian akan diambil data dimensi tubuh mereka. Dimensi yang digunakan untuk mendesain mouse adalah data antropometri tangan, antara lain panjang tangan (Pt), panjang telapak tangan (Ptt), panjang jari telunjuk (Pjl), lebar jari telunjuk (Ljl), tebal jari telunjuk (Tjl), panjang jari tengah (Pjt).

1.5 Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Mampu mengetahui interaksi antara manusia, mesin, peralatan, bahan, maupun lingkungan kerjanya.

2. Mampu memahami adanya sejumlah data antropometri dan menggunakannya untuk perancangan / pengaturan sistem kerja.

3. Membekali mahasiswa dengan konsep berpikir (prosedural) penganalisaan dan perancangan.

3

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Antropometri Istilah anthropometry berasal dari kata “anthropos (man)” yang berarti manusia dan “metron (measure)” yang berarti ukuran (Bridger, 1995). Secara

definitif antropometri dapat dinyatakan sebagai suatu studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Antropometri secara luas digunakan untuk pertimbangan ergonomis dalam suatu perancangan (desain) produk maupun sistem kerja yang akan memerlukan interaksi manusia. Aspek-aspek ergonomi dalam suatu proses rancang bangun fasilitas marupakan faktor yang penting dalam menunjang peningkatan pelayanan jasa produksi. Setiap desain produk, baik produk yang sederhana maupun produk yang sangat komplek, harus berpedoman kepada antropometri pemakainya. Menurut Sanders & Mc Cormick (1987); Pheasant (1988), dan Pulat (1992), antropometri adalah pengukuran dimensi tubuh atau karakteristik fisik tubuh lainnya yang relevan dengan desain tentang sesuatu yang dipakai orang. Ada 3 filosofi dasar untuk suatu desain yang digunakan oleh ahli-ahli ergonomi sebagai data antropometri yang diaplikasikan, yaitu:

a. Perancangan produk bagi individu dengan ukuran yang ekstrim. Contoh: penetapan ukuran minimal dari lebar dan tinggi dari pintu darurat.

b. Perancangan produk yang bisa dioperasikan di antara rentang ukuran tertentu.

Contoh: perancangan kursi mobil yang letaknya bisa digeser maju atau mundur, dan sudut sandarannyapun bisa dirubah-rubah.

c. Perancangan produk dengan ukuran rata-rata. Contoh: desain fasilitas umum seperti toilet umum, kursi tunggu, dan lain- lain. Untuk mendapatkan suatu perancangan yang optimum dari suatu ruang dan fasilitas akomodasi, maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah faktor-faktor seperti panjang dari suatu dimensi tubuh baik dalam posisi statis maupun dinamis. Hal lain yang perlu diamati adalah seperti Berat dan pusat massa (centre of

gravity) dari suatu segmen/bagian tubuh, bentuk tubuh, jarak untuk pergerakan melingkar (angular motion) dari tangan dan kaki, dan lain-lain.

4

Selain itu, harus didapatkan pula data-data yang sesuai dengan tubuh manusia.

Pengukuran tersebut adalah relatif mudah untuk didapat jika diaplikasikan pada data perseorangan. Akan tetapi semakin banyak jumlah manusia yang diukur dimensi tubuhnya maka akan semakin kelihatan betapa besar variasinya antara satu tubuh dengan tubuh lainnya baik secara keseluruhan tubuh maupun persegmen-nya. Data antropometri yang diperoleh akan diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal :

1. Perancangan areal kerja (work station, interior mobil, dll).

2. Perancangan peralatan kerja (perkakas, mesin, dll).

3. Perancangan produk-produk konsumtif (pakaian, kursi, meja, dll).

4. Perancangan lingkungan kerja fisik. Antropometri adalah pengetahuan yang menyangkut pengukuran tubuh

manusia khususnya dimensi tubuh. Antropometri dibagi atas dua bagian, yaitu:

1) Antropometri statis, dimana pengukuran dilakukan pada tubuh manusia yang berada dalam posisi diam. Dimensi yang diukur pada Anthropometri statis diambil secara linier (lurus) dan dilakukan pada permukaan tubuh. Agar hasil pengukuran representatif, maka pengukuran harus dilakukan dengan metode tertentu terhadap berbagai individu, dan tubuh harus dalam keadaan diam. 2) Antropometri dinamis, dimana dimensi tubuh diukur dalam berbagai posisi tubuh yang sedang bergerak, sehingga lebih kompleks dan lebih sulit diukur. Terdapat tiga kelas pengukuran dinamis, yaitu:

a) Pengukuran tingkat ketrampilan sebagai pendekatan untuk mengerti keadaan mekanis dari suatu aktivitas. Contoh: dalam mempelajari performa atlet.

b) Pengukuran jangkauan ruangan yang dibutuhkan saat kerja. Contoh:

Jangkauan dari gerakan tangan dan kaki efektif saat bekerja yang dilakukan dengan berdiri atau duduk.

c) Pengukuran variabilitas kerja.

Contoh: Analisis kinematika dan kemampuan jari-jari tangan dari seorang juru ketik atau operator komputer. Terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi dimensi tubuh manusia, diantaranya:

5

a) Umur Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai kira-kira berumur 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Kemudian manusia akan berkurang ukuran tubuhnya saat manusia berumur 60 tahun.

b) Jenis Kelamin Pada umumnya pria memiliki dimensi tubuh yang lebih besar kecuali dada dan pinggul.

c) Suku Bangsa (Etnis) Variasi dimensi akan terjadi, karena pengaruh etnis.

d) Pekerjaan Aktivitas kerja sehari-hari juga menyebabkan perbedaan ukuran tubuh manusia. Selain faktor-faktor di atas, masih ada beberapa kondisi tertentu (khusus) yang

dapat mempengaruhi variabilitas ukuran dimensi tubuh manusia yang juga perlu mendapat perhatian, seperti:

a) Cacat tubuh, Data antropometri akan diperlukan untuk perancangan produk bagi orang- orang cacat.

b) Tebal/tipisnya pakaian yang harus dikenakan, Faktor iklim yang berbeda akan memberikan variasi yang berbeda pula dalam bentuk rancangan dan spesifikasi pakaian. Artinya, dimensi orang pun akan berbeda dalam satu tempat dengan tempat yang lain.

c) Kehamilan (pregnancy), Kondisi semacam ini jelas akan mempengaruhi bentuk dan ukuran dimensi tubuh (untuk perempuan) dan tentu saja memerlukan perhatian khusus terhadap produk-produk yang dirancang bagi segmentasi seperti itu.

6

BAB III METODE PENGAMATAN

3.1 Flowchart

Menentukan kebutuhan

perancangan dan kebutuhannya

(establish requirement)

Mendefinisikan dan

mendeskripsikan populasi

pemakai

Pemilihan sampel yang akan

diambil datanya

Penentuan kebutuhan data

Penentuan sumber data &

pemilihan persentil yang akan

dipakai

Penyiapan alat ukur yang akan

dipakai

Pengambilan data

Pengolahan data

Analisis hasil rancangan

Gambar 3.1 Flowchart

7

Tahapan perancangan sistem kerja work space design dengan memperhatikan faktor antropometri secara umum adalah sebagai berikut (Roevuck, 1995):

1. Menentukan kebutuhan perancangan dan kebutuhannya (establish requirement)

2. Mendefinisikan dan mendeskripsikan populasi pemakai

3. Pemilihan sampel yang akan diambil datanya

4. Penentuan kebutuhan data (dimensi tubuh yang akan diambil)

5. Penentuan sumber data (dimensi tubuh yang akan diambil) dan pemilihan persentil yang akan dipakai

6. Penyiapan alat ukur yang akan dipakai

7. Pengambilan data

8. Pengolahan data

- Uji kenormalan data

- Uji keseragaman data

- Uji kecukupan data

- Perhitungan persentil data

9. Visualisasi rancangan dengan memperhatikan

- Posisi tubuh secara normal

- Kelonggaran (pakaian dan ruang)

- Variasi gerak

10. Analisis hasil rancangan

8

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Data Operator

Tabel 4.1 Data Operator

No

Nama

Pt

Ptt

Pjl

Ljl

Tjl

Pjt

1

Herdi Juni Ansyah

18

10

5,8

2

1,3

7,3

2

Ikhsan Hikhmawan

19,5

10

7,3

2,2

1,8

8,8

3

Yohan Arya Prasetya

19,5

10,7

7,3

2,5

2,4

8,4

4

Dosi Sumardi

17,6

9,6

6,6

2,6

1,3

7,7

5

Ardi Wahyu Utama

18,2

10,5

7,1

2,8

2,4

8

6

Lesly Zakaria

20,5

11,7

8

2,4

1

9,1

7

Gilang Jesi Ananda

19,5

11,3

7,3

1,7

1,5

8,5

8

Fantomy Eka Agastara

19,1

11

7,1

1,18

1,55

7,6

9

Shofa Reza Chusnufam

20

11,7

9

1,9

1,6

8,7

10

Hendi Dwi Pramadhan

18,4

10,2

7,7

2,3

1,4

8,2

11

Rio Ade Rakhmanto

17,6

10,1

7,4

1,8

1,7

7,9

12

Valdy Galih Saputra

18,7

11,7

7,4

2,4

2,2

8,2

13

Abdul Hafit Satrianto

19,4

11,3

7,5

1,98

1,67

8,1

14

Aditya Murti Aji P

18,4

11

6,8

2,1

1,7

7,8

15

Dwi Eka Purnomo Sari

19,6

11,3

8

2

1,7

8,6

16

Annisa Amelia Hanifa

16,6

10

6,4

2

1,3

7,2

17

Frylie Frescia Falen

16,9

10

6,3

2,8

1,5

7

18

Yulia P Adinegara

17,3

10,2

6,1

2

1,4

7,8

19

Paramitha F

18,5

11

7,3

2,7

2,2

7,8

20

Aldiani Puspasari

17

7

8,5

1,4

1,4

9,5

21

Beatriz

15,7

8,3

8,3

2,4

1,6

9

22

Ferra Ani Farida

17,2

10,3

7,7

3

2,2

8

23

Ika Rachmawati

18,7

10,6

8

3

2,1

9,2

24

Luthfina Aryani

16

9

7

1,8

1

7,2

25

Indri Astuti

17

10

6,7

2

2

8,1

26

Roro Ismi M P

18,4

9,7

7

1,7

1,4

7,8

27

Anestya P

17

10

7

2,1

0,9

8

28

Kristina Damayanti

17

9,5

7

1,7

2

8

29

Yaumil Amalia

16

8,5

6,5

1,4

1,2

6,5

30

Maya Margareta

19

11

7

2,2

1,5

7,8

9

4.2 Pengolahan Data 4.2.1 Pengolahan Data Manual

a. Uji Kecukupan Data

Panjang Tangan (Pt)

 

[

]

[

 

]

 

7,71

 
 

[

]

[

 

 

]

16,75

 
 

[

]

[

 

]

 

Panjang Telapak Tangan (Ptt)

Panjang Jari Telunjuk (Pjl)

15,10

10

Lebar Jari Telunjuk (Ljl)

 

[

]

[

 

 

]

73,14

 
 

[

]

[

 

 

]

96,46

 
 

[

]

Tebal Jari Telunjuk (Tjl)

Panjang Jari Tengah (Pjt)

[

]

10,90

11

b. Uji Keseragaman Data

Panjang Tangan (Pt)

[ √

[ √

]

1.63

]

BKA = ̅ + K

BKB = ̅ K

= 18.08 + 3 x (1.63) = 22.97

= 18.08 - 3 x (1.63) = 13.19

Panjang Telapak Tangan (Ptt)

[ √

[√

]

1.14

]

BKA =

̅ + K

BKB = ̅ K

= 16.96 + 3 x (1.14) = 20.38

= 16.96 - 3 x (1.14) = 13.54

Panjang Jari Telunjuk (Pjl)

[ √

[√

]

0,51

]

BKA = ̅ + K

BKB= ̅ K

= 13.28 + 3 x (0,51) = 14,81

= 13.28 - 3 x (0,51) = 11,75

12

Lebar Jari Telunjuk (Ljl)

[ √

[ √

]

0,22

]

BKA= ̅ + K

BKB= ̅ K

= 9.45 + 3 x (0,22) = 10,11

= 9.45 - 3 x (0,22) = 8,79

Tebal Jari Telunjuk (Tjl)

[ √

 

]

 

[√

]

0,17

BKA= ̅ + K

BKA= ̅ K

= 17.02 + 3 x (0,17) = 17,53

= 17.02 - 3 x (0,17) = 16,51

Panjang Jari Tengah (Pjt)

[ √

 

]

 

[√

]

0,46

BKA= ̅ + K

= 11.78 + 3 x (0,46) = 13,16

13

c.

Percentil

Panjang Tangan (Pt) P 5 = ̅ -1,645 = 18.08 - 1,645 x (1,63) = 15.40

P 50= ̅ = 18.08

P 95= ̅ +1,645

= 18.08 + 1,645 x (1,63) = 20.75

Panjang Telapak Tangan (Ptt)

P 5 = ̅ -1,645

= 10,24 - 1,645 x (1.14) = 8,37

P 50= ̅ = 10,24

P 95= ̅ +1,645

= 10,24 + 1,645 x (1.14) = 12,11

Panjang Jari Telunjuk (Pjl)

P 5 = ̅ -1,645

= 7,24 - 1,645 x (0,51) = 6,40

P 50= ̅ = 7,24

P 95= ̅ +1,645

= 7,24 + 1,645 x (0,51) = 8,08

Lebar Jari Telunjuk (Ljl)

P 5 = ̅ -1,645

= 2,14 - 1,645 x (0,22) = 1,78

P 50= ̅ = 2,14

P 95= ̅ +1,645

= 2,14 + 1,645 x (0,22) = 2,49

Tebal Jari Telunjuk (Tjl)

P 5 = ̅ -1,645

= 1,63 - 1,645x (0,17) = 1,36

P 50= ̅ = 1.63

P 95= ̅ +1,645

= 1,63 + 1,645 x (0,17) = 1,90

Panjang Jari Tengah (Pjt)

P 5 = ̅ -1,645

= 8,06 + 1,645 x (0,46) = 7,31

P 50= ̅ = 8,06

14

4.2.2 Pengolahan Data SPSS

a. Uji Normalitas Data (Terlampir)

b. Percentil (Terlampir)

Langkah langkah SPSS :

1. Input data nilai dimensi pada data view.

2. Masuk ke variable view, kemudian kolom name di ganti nama dimensi.

3. Pengolahan data :

a) Klik analyze, pilih descriptive statistics, kemudian explore.

b) Masukkan semua variabel sebagai dependent variables.

c) Checklist both pada toolbox display.

d) Pilih statistic: checklist descriptive, percentiles, kemudian continue.

e) Pilih plots: checklist none pada boxplots, stem and leaf pada descriptive.

f) Checklist normality plots with test, kemudian continue.

g) Pilih options: checklist exclude cases listwise, kemudian continue.

h) Klik continue. Hasil pengolahan data ditampilkan pada output.

4.2.3 Analisis Data

a. Analisis Data Manual

1. Analisis Kecukupan Data

a. Panjang Tangan (Pt) N‟ < N yaitu 7,71 < 30 maka data dinyatakan cukup.

b. Panjang Telapak Tangan (Ptt) N‟ < N yaitu 16,75 < 30 maka data dinyatakan cukup

c. Panjang Jari Telunjuk (Pjl) N‟ < N yaitu 15,10 < 30 maka data dinyatakan cukup

d. Lebar Jari Telunjuk (Ljl) N‟ < N yaitu 7,14 < 30 maka data dinyatakan cukup

e. Tebal Jari Telunjuk (Tjl) N‟ < N yaitu 9,46 < 30 maka data dinyatakan cukup

f. Panjang Jari Tengah (Pjt) N‟ < N yaitu 10,90 < 30 maka data dinyatakan cukup

15

2. Analisis Keseragaman Data

a. Panjang Tangan (Pt) Semua data ada pada batas control maka data dinyatakan seragam

b. Panjang Telapak Tangan (Ptt) Semua data ada pada batas control maka data dinyatakan seragam

c. Panjang Jari Telunjuk (Pjl) Semua data ada pada batas control maka data dinyatakan seragam

d. Lebar Jari Telunjuk (Ljl) Semua data ada pada batas control maka data dinyatakan seragam

e. Tebal Jari Telunjuk (Tjl) Semua data ada pada batas control maka data dinyatakan seragam

f. Panjang Jari Tengah (Pjt) Semua data ada pada batas control maka data dinyatakan seragam

3. Analisis Percentil Data

a. Panjang Tangan (Pt) Menggunakan dimensi ruang dengan P 50 yaitu 18.08 cm untuk membuat badan mouse.

b. Panjang Telapak Tangan (Ptt) Menggunakan dimensi ruang dengan P 50 yaitu 10,24 cm agar punggung mouse nyaman saat dipegang.

c. Panjang Jari Telunjuk (Pjl) Tinggi Siku Berdiri menggunakan P 50 yaitu 7,24 cm untuk menentukan jarak left click agar pas.

d. Lebar Jari Telunjuk (Ljl) Menggunakan P 50 yaitu 2,14 cm agar jari telunjuk dan jari tengah tidak berdempetan.

e. Tebal Jari Telunjuk (Tjl) Menggunakan P 50 yaitu 1,63 cm agar ketinggian mouse dapat diperhitungkan.

f. Panjang Jari Tengah (Pjt) Menggunakan dimensi ruang dengan P 50 yaitu 8,06 cm untuk memperhitungkan jarak right click sehingga nyaman digunakan.

16

b. Analisis Data SPSS

1. Analisis Normalitas Data H o : Data Normal H 1 : Data tidak Normal Jika α < 0.05, maka H o ditolak,

Jika α > 0.05, maka H o diterima atau data berdistribusi normal. Maka :

a. Panjang Tangan (Pt) Nilai Signifikansi 0,2 sehingga H o diterima atau data (Pt) berdistribusi normal normal.

b. Panjang Telapak Tangan (Ptt) Nilai Signifikansi 0,2 sehingga H o diterima atau data (Ptt) berdistribusi normal normal.

c. Panjang Jari Telunjuk (Pjl) Nilai Signifikansi 0,148 sehingga H o diterima atau data (Pjl) berdistribusi normal normal.

d. Lebar Jari Telunjuk (Ljl) Nilai Signifikansi 0,2 sehingga H o diterima atau data (Ljl) berdistribusi normal normal.

e. Tebal Jari Telunjuk (Tjl) Nilai Signifikansi 0,19 sehingga H o diterima atau data (Tjl) berdistribusi normal normal.

f. Panjang Jari Tengah (Pjt) Nilai Signifikansi 0,002 sehingga H o diterima atau data (Pjt) berdistribusi normal normal.

17

4.2.4 Analisis Produk

17 4.2.4 Analisis Produk Gambar 4.1 Disain mouse dibuat menggunakan software Auto CAD berdasarkan ukuran dimensi

Gambar 4.1

Disain mouse dibuat menggunakan software Auto CAD berdasarkan ukuran dimensi tubuh yang diperoleh dari perhitungan sebelumnya. Dimensi tubuh yang digunakan antara lain panjang tangan (Pt), panjang telapak tangan (Ptt), panjang jari telunjuk (Pjl) dan panjang jari tengah (Pjt).

18

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Berdasarkan perhitungan kecukupan data, keseragaman data, perhitungan persentil dan analisis ketiga perhitungan, maka dapat diketahui bahwa :

1. Data-data yang digunakan telah memenuhi kriteria kecukupan data. Sedangkan menurut analisis perhitungan keseragaman data, maka data-data yang digunakan berada pada batas kontrol.

2. Menurut analisis perhitungan kecukupan data, keseragaman data dan persentil maka dapat diketahui bahwa data telah cukup dan berada pada batas kontrol.

3. Berdasarkan perhitungan persentil tiap dimensi dengan P 50 maka dapat diketahui nilai dari tiap dimensi, yakni Panjang tangan (Pt) 18.08 cm, Panjang telapak tangan (Ptt) 10,24 cm, Panjang jari telunjuk (Pjl) 7,24 cm, Lebar jari telunjuk (Ljl) 2,14 cm, Tebal jari telunjuk (Tjl) 1.63 cm, Panjang jari tengah (Pjt) 8,06 cm.

5.2 Saran Produk yang telah didesain diharapkan bisa menjadi produk nyata agar dapat langsung diuji coba oleh pemakai sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelebihan dari desain mouse tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Modul Antopometri Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi Anggawisata, Sutalaksana. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung, 1979. Wignjosoebroto, Sritomo. Ergonomi, Study Gerak dan Waktu. Edisi pertama. Jakarta:Penerbit PT. Guna Widya, 1995. Pulat. Fundamental of Industrial Ergonomics. 1992.

LAMPIRAN

LAMPIRAN Lampiran Output SPSS. Output Normalitas Data SPSS Output Percentil SPSS   Case Processing Summary  

Lampiran Output SPSS. Output Normalitas Data SPSS Output Percentil SPSS

 

Case Processing Summary

   
   

Cases

 
 

Valid

 

Missing

Total

 
 

N

Percent

 

N

Percent

N

 

Percent

Pt

30

100.0%

 

0

.0%

30

 

100.0%

Ptt

30

100.0%

 

0

.0%

30

 

100.0%

Pjl

30

100.0%

 

0

.0%

30

 

100.0%

Ljl

30

100.0%

 

0

.0%

30

 

100.0%

Tjl

30

100.0%

 

0

.0%

30

 

100.0%

Pjt

30

100.0%

 

0

.0%

30

 

100.0%

 

Descriptives

 
     

Statistic

Std. Error

Pt

Mean

17.7333

.22961

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

17.2637

 

Upper Bound

18.2029

 
       
 

5% Trimmed Mean

17.7407

 

Median

18.0000

 

Variance

1.582

 

Std. Deviation

1.25762

 

Minimum

15.00

 

Maximum

20.00

 

Range

5.00

 

Interquartile Range

2.00

 

Skewness

-.125

.427

Kurtosis

-.538

.833

Ptt

Mean

9.9667

.18866

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

9.5808

 

Upper Bound

10.3525

 

5% Trimmed Mean

10.0556

 

Median

10.0000

 

Variance

1.068

 

Std. Deviation

1.03335

 

Minimum

7.00

 

Maximum

11.00

 

Range

4.00

 

Interquartile Range

1.25

 

Skewness

-1.135

.427

Kurtosis

1.212

.833

Pjl

Mean

7.24

.131

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

6.97

 

Upper Bound

7.50

 

5% Trimmed Mean

7.22

 

Median

7.20

 

Variance

.511

 

Std. Deviation

.715

 

Minimum

6

 

Maximum

9

 

Range

3

 
 

Interquartile Range

1

 

Skewness

.349

.427

Kurtosis

.295

.833

Ljl

Mean

1.7333

.10649

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

1.5155

 

Upper Bound

1.9511

 

5% Trimmed Mean

1.7037

 

Median

2.0000

 

Variance

.340

 

Std. Deviation

.58329

 

Minimum

1.00

 

Maximum

3.00

 

Range

2.00

 

Interquartile Range

1.00

 

Skewness

.086

.427

Kurtosis

-.357

.833

Tjl

Mean

1.63

.074

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

1.47

 

Upper Bound

1.78

 

5% Trimmed Mean

1.62

 

Median

1.55

 

Variance

.166

 

Std. Deviation

.408

 

Minimum

1

 

Maximum

2

 

Range

2

 

Interquartile Range

1

 

Skewness

.324

.427

Kurtosis

-.578

.833

Pjt

Mean

8.06

.124

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

7.81

 

Upper Bound

8.31

 

5% Trimmed Mean

8.06

 

Median

8.00

 
 

Variance

 

.458

   

Std. Deviation

 

.677

 

Minimum

 

6

 

Maximum

 

10

 

Range

 

3

 

Interquartile Range

   

1

 

Skewness

   

.053

 

.427

Kurtosis

 

.155

 

.833

 

Percentiles

 
 

Percentiles

 
 

5

10

25

50

 

75

90

95

Weighted Average(Definition 1)

Pt

15.5500

16.0000

17.0000

18.0000

19.0000

 

19.0000

20.0000

Ptt

7.5500

8.1000

 

9.7500

10.0000

11.0000

 

11.0000

11.0000

Pjl

5.96

6.31

 

6.78

 

7.20

7.70

 

8.27

8.72

Ljl

1.0000

1.0000

 

1.0000

2.0000

2.0000

 

2.0000

3.0000

Tjl

.96

1.02

 

1.38

 

1.55

2.00

 

2.20

2.40

Pjt

6.78

7.20

 

7.78

 

8.00

8.52

 

9.09

9.33

Tukey's Hinges

 

Pt

 

17.0000

18.0000

19.0000

   

Ptt

 

10.0000

10.0000

11.0000

   
 

Pjl

 

6.80

7.20

7.70

   

Ljl

   

1.0000

2.0000

2.0000

   

Tjl

   

1.40

 

1.55

2.00

   

Pjt

   

7.80

 

8.00

8.50

   
 

Tests of Normality

       
 

Kolmogorov-Smirnov a

 

Shapiro-Wilk

   
 

Statistic

Df

Sig.

Statistic

df

 

Sig.

Pt

.153

 

30

.069

.941

 

30

 

.099

Ptt

.280

 

30

.000

 

.826

 

30

 

.000

Pjl

.110

 

30

.200 *

 

.983

 

30

 

.889

Ljl

.343

 

30

.000

 

.745

 

30

 

.000

Tjl

.129

 

30

.200 *

 

.954

 

30

 

.219

Pjt

.118

 

30

.200 *

 

.979

 

30

 

.794

a. Lilliefors Significance Correction

       
         
 

Percentiles

 
 

Percentiles

 
 

5

10

25

50

75

90

95

Weighted Average(Definition 1)

Pt

15.5500

16.0000

17.0000

18.0000

19.0000

19.0000

20.0000

Ptt

7.5500

8.1000

 

9.7500

10.0000

11.0000

11.0000

11.0000

Pjl

5.96

6.31

 

6.78

 

7.20

7.70

8.27

8.72

Ljl

1.0000

1.0000

 

1.0000

2.0000

2.0000

2.0000

3.0000

Tjl

.96

1.02

 

1.38

 

1.55

2.00

2.20

2.40

Pjt

6.78

7.20

 

7.78

 

8.00

8.52

9.09

9.33

Tukey's Hinges

Pt

   

17.0000

18.0000

19.0000

   

Ptt

   

10.0000

10.0000

11.0000

   

Pjl

     

6.80

 

7.20

7.70

   

Ljl

     

1.0000

2.0000

2.0000

   

Tjl

     

1.40

1.55

2.00

   

*. This is a lower bound of the true significance.

 
         

Pt

Pt Stem-and-Leaf Plot

Frequency

Stem & Leaf

1,00

15 .

0

4,00

16 . 0000

8,00

17 . 00000000

8,00

18 . 00000000

7,00

19 . 0000000

2,00

20 .

00

Stem width:

1,00

Each leaf:

1 case(s)

8,00 18 . 00000000 7,00 19 . 0000000 2,00 20 . 00 Stem width: 1,00 Each
8,00 18 . 00000000 7,00 19 . 0000000 2,00 20 . 00 Stem width: 1,00 Each

Pjt

Pjt Stem-and-Leaf Plot

Frequency

Stem & Leaf

1,00 Extremes

(=<6,5)

4,00

7 .

0223

8,00

7 . 67888889

9,00

8 . 000011224

4,00

8 .

5678

3,00

9 .

012

1,00

9 .

5

Stem width:

1

Each leaf:

1 case(s)

4,00 8 . 5678 3,00 9 . 012 1,00 9 . 5 Stem width: 1 Each
4,00 8 . 5678 3,00 9 . 012 1,00 9 . 5 Stem width: 1 Each

Tjl

Tjl Stem-and-Leaf Plot

Frequency

Stem & Leaf

1,00

0 .

9

10,00

1 .

0023334444

11,00

1 .

55556667778

8,00

2 . 00122244

Stem width:

1

Each leaf:

1 case(s)

1 . 0023334444 11,00 1 . 55556667778 8,00 2 . 00122244 Stem width: 1 Each leaf:
1 . 0023334444 11,00 1 . 55556667778 8,00 2 . 00122244 Stem width: 1 Each leaf:

Ljl

Ljl Stem-and-Leaf Plot

Frequency

Stem & Leaf

10,00

1 . 0000000000

1

,00

.

18,00

2 . 000000000000000000

,00

2 .

2,00

3 .

00

Stem width:

1,00

Each leaf:

1 case(s)

18,00 2 . 000000000000000000 ,00 2 . 2,00 3 . 00 Stem width: 1,00 Each leaf:
18,00 2 . 000000000000000000 ,00 2 . 2,00 3 . 00 Stem width: 1,00 Each leaf:

Pjl

Pjl Stem-and-Leaf Plot

Frequency

Stem & Leaf

1,00

5 .

8

3,00

6 .

134

4,00

6 .

5678

13,00

7 . 0000011333344

3,00

7 .

577

4,00

8 .

0003

1,00

8 .

5

1,00

9 .

0

Stem width:

1

Each leaf:

1 case(s)

577 4,00 8 . 0003 1,00 8 . 5 1,00 9 . 0 Stem width: 1
577 4,00 8 . 0003 1,00 8 . 5 1,00 9 . 0 Stem width: 1

Ptt

Ptt Stem-and-Leaf Plot

Frequency

Stem & Leaf

3,00 Extremes

(=<8,0)

4,00

,00

13,00

,00

9 .

0000

9 . 10 . 0000000000000 10 .

10,00

11 .

0000000000

Stem width:

1,00

Each leaf:

1 case(s)

,00 9 . 0000 9 . 10 . 0000000000000 10 . 10,00 11 . 0000000000 Stem
,00 9 . 0000 9 . 10 . 0000000000000 10 . 10,00 11 . 0000000000 Stem

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI (MICROMOTION STUDY)

PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI ( MICROMOTION STUDY ) Disusun Oleh : Kelompok 57 Arif Rakhmanto (08

Disusun Oleh :

Kelompok 57 Arif Rakhmanto

(08 522 200)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

2011

ABSTRAK

Micrmotion Study adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Adapun metode yang biasa digunakan dalam Micromotion Study yaitu work factor system, basic motion dan micromotion time measurement (MTM). PT Best Light adalah sebuah PT yang bergerak dalam bidang pembuatan Berbagai jenis Steker . Berbagai jenis produk steker yang dibuat hamper 90 % mendekati optimal. Terdapat 1 Jenis steker yaitu steker T yang belum optimal dalam hal dalam penentuan waktu bakunya sehingga kurang effisienya waktu hal tersebut juga dipengaruhi layout yang digunakan . Oleh karena itu PT Best Light Ingin mendisain dua layout tempat kerja untuk pekerjanya. Ada layout awalan dan layout usulan. Ternyata dari dua layout tersebut outputnya tidak sama. Seorang mahasiswa Teknik Industri diminta oleh perusahaan tersebut untuk mencari tahu layout mana yang lebih produktif. Dan kemudian dia melakukan penelitian dengan mengamati elemen gerakan pekerja denga menggunakan webcamp. Selain itu dia juga mengukur jarak masing-masing part dari pusat tubuh. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa layout usulan merupakan layout yang lebih produktif, dengan waktu siklus 29 detik dan waktu bakunya 11.47 detik.

Kata kunci : Methods Time Measurement, Waktu Siklus, Waktu Baku, Micromotion Study

19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Analisa operasi kerja adalah prosedur untuk menganalisa operasi kerja baik yang menyangkut suatu elemen-elemen kerja yang bersifat produktif atau tidak dengan tujuan memperbaiki metode kerja. Kegiatan ini merupakan cara untuk menaikan jumlah produk per satuan waktu dan untuk mengurangi unit cost. MTM (Methods Time Measurement) adalah suatu sistem penetapan waktu baku yang dikembangkan berdasarkan studi gambar gerakan-gerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang direkam dalam film. MTM mempunyai keunggulan pre-determained artinya metoda ini dapat mendeteksi waktu penyelesaian suatu pekerjaan dalam suatu metoda yang diusulkan sebagai alternatif, sebelum metoda kerja tersebut diterapkan atau dijalankan. Dengan metoda MTM ini dapat diketahui gerakan-gerakan yang dilakukan oleh operator dalam melakukan pekerjaan, baik yang dikerjakan dengan tangan kiri maupun tangan kanan dan meminimasi waktu yang dibutuhkan bagi seorang pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data menggunakan alat bantu handycam untuk merekam pekerjaan perakitan steker. Pengamatan yang dilakukan kali ini adalah untuk mengoptimalkan kinerja di PT Best Light, PT Best Light adalah sebuah PT yang bergerak dalam bidang pembuatan Berbagai jenis Steker. Steker yang dibuat hampir 90 % mendekati optimal, tetapi masih ada satu jenis steker yaitu steker T yang masih kurang optimak waktu bakunnya. Oleh karena itu PT best light ingin meningkatkan produktivitas perusahaannya dengan mengoptimalkan waktu baku di stasiun perakitan steker T. Ada layout awalan dan layout usulan. Ternyata dari dua layout tersebut outputnya tidak sama. Peneliti diminta oleh perusahaan tersebut untuk mencari tahu layout mana yang lebih produktif. Peneliti melakukan penelitian dengan mengamati elemen gerakan pekerja denga menggunakan webcam. Selain itu peneliti juga mengukur jarak masing- masing part dari pusat tubuh.

20

1.2 Rumusan Masalah Dari Latar Belakang Masalah yang telah didefinisikan maka dapat diambil rumusan maslah dalam penelitan ini, yaitu :

1. Seperti apa tabel gerakan tangan kanan dan tangan kiri berdasarkan tabel TMU. Untuk layout awalan dan usulan?

2. Berapa waktu baku masing-masing layout tersebut?

3. Bagaimana perbandingan Layout awalan dan layout usulan, layout mana yang paling efekt if ? Berikan pula alasannya?

1.3 Batasan Masalah Dalam penelitian ini kami membatasi masalah yang akan diteliti, batasan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Metode yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah Micromotion

Study.

2. Obyek yang diamati adalah seorang operator di departemen perakitan steker

T.

1.4 Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari penelitian ini secara garis besar adalah sebagai berikut :

a. Tujuan Umum Memperkenalkan kepada Mahasiswa tentang metode Micromotion Study

dalam aplikasi pengukuran waktu baku dengan menganalisis elemen-elemen gerakan kerja.

b. Tujuan Khusus

1. Praktikan dapat mengidentifikasikan elemen-elemen gerakan suatu pekerjaan.

2. Praktikan mampu menganalisis elemen-elemen gerakan yang efektif dan tidak efektif.

3. Dapat melakukan perbaikan-perbaikan elemen-elemen gerakan yang tidak perlu atau pengaturan tata letak fasilitas atau stasiun kerja.

21

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Micromotion Study Study gerakan adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Untuk memudahkan penganalisaan terhadap elemen gerakan kerja yang dipelajari, perlu dikenal dahulu gerakan - gerakan dasar. Seorang tokoh yang telah meneliti gerakan -

gerakan dasar secara mendalam adalah Frank B. Gilberth beserta istrinya yang menguraikan gerakan ke dalam 17 gerakan dasar atau elemen gerakan yang dinamai Therblig (Sutalaksana, 1979) Suatu pekerjaan mempunyai uraian yang berbeda - beda jika dibandingkan dengan pekerjaan yang lainnya. Hal ini tergantung pada jenis pekerjaannya. Secara garis besar masing - masing gerakan Therblig dapat didefinisikan sebagai berikut (Wignjosoebroto, 1995) :

1. Mencari. Mencari adalah elemen gerakan pekerja untuk menentukan lokasi suatu obyek. Gerakan dimulai saat mata bergerak mencari obyek dan berakhir jika obyek telah ditemukan. Mencari termasuk dalam gerakan yang tidak efektif.

2. Memilih. Memilih merupakan elemen gerakan Therblig untuk menemukan atau memilih suatu obyek diantara dua atau lebih obyek lainnya yang sama. Memilih ini termasuk dalam elemen gerakan Therblig yang tidak efektif.

3. Memegang ( Grasp ) Memegang adalah elemen gerakan tangan yang dilakukan dengan menutup jari - jari tangan obyek yang dikehendaki dalam suatu operasi kerja. Memegang adalah elemen Therblig yang efektif.

4. Menjangkau / Membawa Tanpa Beban (Transport Empty) Menjangkau adalah elemen gerakan Therblig yang menggambarkan gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban atau hambatan (resistance) baik gerakan menuju atau menjauhi obyek. Gerakan ini diklasifikasikan sebagai elemen Therblig yang efektif dan sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan

22

dari suatu siklus kerja. Meskipun demikian gerakan ini dapat diperbaiki dengan memperpendek jarak jangkauan serta memberikan lokasi yang tetap untuk obyek yang harus dicapai selama siklus kerja berlangsung.

5. Membawa Dengan Beban (Transport Loaded) Membawa merupakan elemen perpindahan tangan, hanya saja disini tangan bergerak dalam kondisi membawa beban (obyek). Elemen gerak membawa termasuk Therblig yang efektif sehingga sulit untuk dihindarkan. Tetapi waktu yang untuk elemen kegiatan ini dapat dihemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan, meringankan beban, dan memperbaiki tipe pemindahan beban dengan material handling.

6. Memegang untuk Memakai ( Hold ) Elemen ini terjadi jika elemen memegang obyek tanpa menggerakan obyek tersebut. Elemen memegang untuk memakai adalah elemen kerja yang efektif yang bisa dihilangkan dengan memakai alat bantu untuk memegang obyek.

7. Melepas ( Release Load ) Elemen ini terjadi pada saat operator melepaskan kembali terhadap obyek yang dipegang sebelumnya. Elemen gerak melepas termasuk elemen therblig yang efektif yang bisa diperbaiki.

8. Mengarahkan ( Position ) Mengarahkan adalah elemen gerakan therblig yang terdiri dari menempatkan obyek pada lokasi yang dituju secara tepat. Elemen gerak ini termasuk Therblig yang tidak efektif, sehingga untuk itu harus diusahakan untuk dihilangkan.

9. Mengarahkan Awal (Pre - Position) Mengarahkan awal adalah elemen gerakan efektif Therblig yang mengarahkan obyek kesuatu tempat sementara sehingga pada saat kerja mengarahkan obyek benar-benar dilakukan maka obyek tersebut dengan mudah dapat dipegang dan dibawa kearah tujuan yang dikehendaki.

10. Memeriksa ( Inspect ) Elemen ini termasuk dalam langkah kerja untuk menjamin bahwa obyek telah memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan. Elemen ini termasuk elemen Therblig yang tidak efektif .

23

Merakit adalah elemen gerakan Therblig untuk menghubungkan dua obyek atau lebih menjadi satu kesatuan. Elemen ini merupakan elemen Therblig yang efektif yang tidak dapat dihilangkan sama sekali tetapi dapat diperbaiki.

12. Mengurai Rakit ( Diassembly ) Disini dilakukan gerakan memisahkan atau mengurai dua obyek tergabung satu menjadi obyek - obyek yang terpisah. Ini termasuk gerakan therbligh yang efektif.

13. Memakai ( Use ) Memakai adalah elemen gerakan efektif Therblig dimana salah satu atau kedua tangan digunakan untuk memakai / mengontrol suatu alat untuk tujuan-tujuan tertentu selama kerja berlangsung.

14. Kelambatan yang Tidak Terhindarkan ( Unavoidable Delay ) Kondisi ini diakibatkan oleh hal-hal diluar kontrol dari operator dan merupakan interupsi terhadap proses kerja yang sedang berlangsung. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.

15. Kelambatan yang Dapat Dihindarkan ( Avoidable Delay ) Kegiatan ini menunjukan situasi yang tidak produktif yang dilakukan oleh operator sehingga perbaikan/ penanggulangan yang perlu dilakukan lebih ditujukan kepada operator sendiri tanpa harus merubah proses kerja lainnya. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.

16. Merencanakan ( Plan ) Elemen ini merupakan proses mental dimana operator berhenti sejenak bekerja dan memikir untuk mentukan tindakan - tindakan apa yang diharus dilakukan. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.

17. Istirahat untuk Menghilangkan Lelah ( Rest To Overcome Fatique ) Elemen ini tidak terjadi pada setiap siklus kerja akan tetapi berlangsung secara periodik. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.

2.2 Micromotion Time Measurement Dalam menganalisa gerakan kerja sering kali dijumpai kesulitankesulitan dalam menentukan batas-batas suatu elemen Therblig dengan elemen Therblig yang lainnya karena waktu kerja yang terlalu singkat. Untuk memudahkannmya dilakukan perekaman atas gerakan-gerakan kerja dengan menggunakan kamera

24

film (video recorder). Hasil perekaman dapat diputar ulang kalau perlu dengan kecepatan lambat (slow motion) sehingga analisa gerakan kerja dapat dilakukan dengan lebih teliti. Aktivitas micromotion study mengharuskan untuk merekam setiap gerakan kerja yang ada secara detail dan memberi kemungkinan-kemungkinan analisa gerakan kerja secara detail dan secara lebih baik. (Hasil Training asisten

2001).

2.3 Perhitungan Waktu Baku Waktu baku adalah waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dijalankan dalam suatu sistem kerja yang terbaik atau biasa didefinisikan, menghitung waktu yang diperlukan untuk merakit 1 produk dengan memperhatikan elemen-elemen gerakan operator. Sedang waktu siklus merupakan waktu yang diperlukan untuk merakit 1 produk, yang mana data perhitungan waktunya diambil dari data mentah yang didapat dari percobaan. Sehingga jika pengukuran dilakukan terhadap beberapa alternatif sistem kerja, yang terbaik diantaranya dilihat dari segi waktu yang dapat dicari yaitu sistem yang membutuhkan penyelesaian tersingkat.

2.4 Penetapan Waktu Baku dengan Data Waktu Gerakan Methods Time Measurement (MTM) adalah suatu sistim penerapan awal waktu baku (predetermined time standard) yang dikembangkan berdasarkan studi gambar gerakan-gerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang direkam dalam film. Sistem ini didefinisikan sebagai suatu prosedur untuk menganalisa setiap operasi atau metode kerja (manual operation) ke dalam gerakan-gerakan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kerja tersebut, dan kemudian menetapkan standart waktu dari masing-masing gerakan tersebut berdasarkan macam gerakan dan kondisi-kondisi kerja yang ada. Unit waktu yang digunakan dalam tabel-tabel ini adalah sebesar perkalian 0.00001 jam dan unit satuan ini dikenal sebagai TMU (Time-Measurement Unit). Disini 1 TMU adalah sama dengan 0.00001 jam atau 0.0006 menit.

25

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek Pengamatan Dalam penelitian ini peneliti mengamati bagaimana proses perakitan sebuah steker T dengan obyek seorang pria bernama Angger Pratonggopati berumur 20 tahun. Median pengamatan dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan webcam.

Peneliti melakukan beberapa percobaan dalam merakit steker T dan merekamnya dengan webcam. Praktikum yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui gerakan-gerakan apa saja yang dilakukan dalam merakit sebuah steker T dan menghitung waktu bakunya.

26

3.2 Flowchart

26 3.2 Flowchart Gambar 3.1 Flowchart Diagram Penelitian

Gambar 3.1 Flowchart Diagram Penelitian

27

3.3 Keterangan Flowchart

1. Mulai Memulai penelitian

2. Identifikasi masalah Mengindentifikasi maslah yang ada, dalam hal ini kurang optimalnya waktu yang digunakan departemen perakitan steker T di PT Best Light.

3. Perumusan Masalah Merumuskan bagaimana masalah yang telah diketahui tersebut bisa di selesaikan dnegan metode apa dan bagaimana.

4. Pengumpulan data Mengumpulkan data dari pengamatan yang telah dilakukan, dalam kasus ini yaitu waktu yang digunakan untuk merakit dan gerakan-gerakannya.

5. Pengolahan data Dari data yang telah diperoleh, diolah dengan menggunakan metode MTM sesuai dengan tujuan dari penelitian ini.

6. Analisa data Data yang telah diolah kemudian dianalisis hasilnya, mencari waktu baku yang sesuai.

7. Kesimpulan dan Saran Disimpulkan dari hasil yang diperoleh, kemudian rekomendasikan saran perbaikan terhadap metode yang dihasilkan.

8. Selesai Penelitian selesai.

28

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Pengumpulan Data

4.1.1 Data Operator

Nama

: Angger Pratonggopati

Jenis Kelamin

: Laki -laki

Usia

: 20 Tahun

4.1.2 Data Hasil Pengamatan

1. Layout Awalan

: 20 Tahun 4.1.2 Data Hasil Pengamatan 1. Layout Awalan Gambar 4.1 Awalan Tabel 4.1 Layout

Gambar 4.1 Awalan

Tabel 4.1 Layout Awalan

Kotak

Keterangan

Jarak ( cm )

A

Badan Atas, Badan Bawah

65

B

Kaki

63

 

C Mur, Baut

64

 

D Obeng, Produk

70

2. Layout Usulan

65 B Kaki 63   C Mur, Baut 64   D Obeng, Produk 70 2. Layout

Gambar 4.2 Usulan

29

Tabel 4.2 Layout Usulan

Kotak

Keterangan

Jarak ( cm )

Jarak ( inch)

A

Badan Atas, Badan Bawah

39

15,21

B

Mur, Baut

43

16,77

C

Kaki

44

17,16

D

Obeng, Produk

43

16,77

4.2 Pengolahan Data 4.2.1 Layout Awalan

43 16,77 4.2 Pengolahan Data 4.2.1 Layout Awalan Gambar 4.3 Awalan Tabel 4.3 Layout Awalan Kotak

Gambar 4.3 Awalan

Tabel 4.3 Layout Awalan

Kotak

Keterangan

Jarak ( cm )

Jarak ( Inch)

A

Badan Atas, Badan Bawah

65

25,35

B

Kaki

63

24,57

C

Mur, Baut

64

24,96

D

Obeng, Produk

70

27,3

Elemen elemen gerakan :

1. Mengambil badan atas steker T dengan tangan kiri.

2. Mengambil 2 kaki steker T dengan tangan kanan 1 kali.

3. Mengambil badan bawah steker T dengan tangan kanan.

4. Menekan badan bawah steker T dengan tangan kanan.

5. Mengambil mur dan baut sekaligus dengan tangan kanan.

6. Mengambil obeng dengan tangan kanan.

30

Perhitungan TMU:

Tabel 4.4 Perhitungan TMU

 

Jarak

       

Jarak

 

Tangan kiri

(inch)

Kode

TMU

TMU

Kode

(inch)

Tangan Kanan

MenjangkauA

 

R25.35A

15.50

       

Memegang A

25,35

G1A

2

Membawa A

M25.35C

26.71

       

15.07

R24.57A

 

Menjangkau B

       

2

G1A

24.57

Memegang B

       

26.01

M24.57C

Membawa B

       

9.1

P1SSE

 

Mengarahkan B

       

26.01

M24.57C

24.57

Membawa B

       

9.1

P1SSE

Mengarahkan B

       

15.50

R25.35A

 

Menjangkau A

       

2

G1A

25.35

Memegang A

       

26.71

M25.35C

Membawa A

       

9.1

P1SSE

 

Mengarahkan A

Menekan A

25.35

AF

3.4

3.4

AF

25.35

Menekan A

       

15.33

R24.96A

 

Menjangkau C

       

2

G1A

24.96

Memegang C

       

26.36

M24.96C

Membawa C

       

9.1

P1SSE

 

Mengarahkan C

       

16.38

R27.3A

 

Menjangkau D

       

2

G1A

Memegang D

       

28.4

M27.3C

27.3

Membawa D

       

9.1

P1SSE

MengarahkanD

           

Memutar 7 kali

47.6

TS120°7

D120°

Melepas

 

RL1

2

2

RL1

   

Produk

Melepas D

   

302.2

     

Total TMU

 

49.61

7

Total TMU

 

351.88

31

4.2.2 Layout Usulan

31 4.2.2 Layout Usulan Gambar 4.4 Usulan Tabel 4.5 Layout Usulan Kotak Keterangan Jarak ( cm

Gambar 4.4 Usulan

Tabel 4.5 Layout Usulan

Kotak

Keterangan

Jarak ( cm )

A

Badan Atas, Badan Bawah

39

B

Kaki

43

C

Mur, Baut

44

D

Obeng, Produk

43

Elemen elemen gerakan :

1. Mengambil badan atas steker T dengan tangan kiri

2. Mengambil 2 kaki steker T dengan tangan kanan 2 kali.

3. Mengambil badan bawah steker T dengan tangan kanan

4. Mengambil mur dan baut sekaligus dengan tangan kanan

5. Mengambil obeng dengan tangan kanan

6. Menaruh produk dan obeng dengan tangan kanan dan kiri

Perhitungan TMU :

Tabel 4.6 Perhitungan TMU

32

 

Jarak

       

Jarak

 

Tangan kiri

(inch)

Kode

TMU

TMU

Kode

(inch)

Tangan Kanan

MenjangkauA

 

R15.21A

11.04

       

Memegang A

15.21

G1A

2

Membawa A

M15.21C

17.98

       

11.58

R16.77A

 

Menjangkau B

       

2

G1A

16.77

Memegang B

       

19.35

M16.77C

Membawa B

       

9.1

P1SSE

 

Mengarahkan B

       

11.58

R16.77A

 

Menjangkau B

       

2

G1A

16.77

Memegang B

       

19.35

M16.77C

Membawa B

       

9.1

P1SSE

 

Mengarahkan B

       

11.04

R17A