Anda di halaman 1dari 2

VAKSINASI

(CAMPAK,

GONDOK,

RUBELLA)

MMR

Y A N G

P E R L U

A N D A

K E T A H U I

Banyak Pernyataan Informasi Vaksinasi tersedia dalam bahasa Spanyol dan bahasa-bahasa lain. Lihat www.immunize.org/vis.

1 Mengapa perlu divaksinasi?
1
Mengapa perlu divaksinasi?

Campak, Gondok, dan Rubella adalah penyakit yang serius. Semua penyakit ini sangat lazim sebelum ada vaksin, terutama di kalangan anak-anak.

Campak

Mengakibatkan ruam, batuk, hidung berair, iritasi mata, demam.

Dapat menyebabkan infeksi telinga, pneumonia, kejang,

kerusakan pada otak, dan kematian.

Gondok

Menyebabkan demam, pusing, nyeri otot, hilang nafsu makan, dan kelenjar bengkak.

Dapat menyebabkan tuli, meningitis (infeksi pada otak dan penutup sumsum tulang belakang), infeksi pada pankreas, bengkak pada buah pelir atau rahim dan terasa sakit, dan yang jarang terjadi adalah kemandulan.

Rubella (Campak Jerman)

Menyebabkan ruam, demam ringan, dan radang sendi (kebanyakan pada wanita).

Jika seorang wanita menderita rubella saat hamil, dia bisa mengalami keguguran atau bayinya bisa lahir dengan kelainan sejak dalam kandungan (birth defect).

Penyakit ini dapat menyebar antar manusia melalui udara. Anda bisa mudah terkena bila berdekatan dengan orang yang sudah mengidapnya.

Vaksin Campak, gondok, dan rubella (MMR) bisa melindungi anak-anak (dan orang dewasa) dari ketiga penyakit ini.

Berkat keberhasilan program vaksinasi, keberadaan ketiga penyakit ini sekarang jauh lebih sedikit di A.S. dibanding sebelumnya. Tapi akan kembali jika kita berhenti melakukan vaksinasi.

2 Yang Seharusnya Mendapat Vaksinasi MMR
2 Yang Seharusnya Mendapat
Vaksinasi MMR

Anak-anak sebaiknya mendapat dua dosis vaksinasi MMR:

Dosis pertama saat usia 12 sampai 15 bulan.

Dosis ke dua saat usia 4 sampai 6 tahun (bisa lebih awal, jika setidaknya 28 hari setelah dosis pertama)

Sebagian bayi di bawah usia 12 bulan sebaiknya mendapat vaksinasi MMR jika bepergian ke luar negeri (Dosis ini tidak akan termasuk dalam seri dosis rutin mereka).

Sebagian orang dewasa sebaiknya juga mendapat vaksinasi MMR: Biasanya semua orang usia 18 tahun ke atas yang lahir setelah tahun 1956 sebaiknya mendapatkan minimal satu dosis vaksin MMR, kecuali jika tampaknya mereka sudah divaksinasi atau pernah mengidap ketiga penyakit ini.

Vaksinasi MMR bisa diberikan secara bersamaan dengan vaksin lain.

Anak-anak usia 1-12 tahun bisa mendapat ”kombinasi” vaksin bernama MMRV, yang mengandung vaksin MMR dan Varicella (cacat air). Terdapat Pernyataan Informasi Vaksinasi tersendiri untuk vaksinasi MMRV.

3 Sebagian orang tidak boleh mendapatkan vaksinasi MMR atau sebaiknya menunggu
3 Sebagian orang tidak boleh mendapatkan
vaksinasi MMR atau sebaiknya menunggu

Siapapun yang pernah menderita reaksi alergi yang membahayakan nyawa terhadap neomycin antibiotik atau semua komponen vaksin MMR lainnya, tidak boleh mendapatkan vaksin ini. Beritahu dokter jika Anda menderita alergi yang parah.

Siapapun yang pernah menderita reaksi alergi yang membahayakan nyawa terhadap dosis vaksin MMR atau MMRV sebelumnya tidak boleh mendapatkan vaksin ini.

Siapapun yang sedang sakit saat jadwal penyuntikan sebaiknya menunggu sampai sembuh sebelum mendapatkan vaksin MMR.

Wanita hamil tidak boleh diberi vaksin MMR. Wanita hamil yang membutuhkan vaksin ini harus menunggu sanmpai melahirkan. Kaum wanita tidak boleh hamil selama 4 minggu setelah diberi vaksin MMR.

melahirkan. Kaum wanita tidak boleh hamil selama 4 minggu setelah diberi vaksin MMR. • MMR VIS

MMR VIS - Indonesian (4/20/2012)

Beritahu dokter Anda jika orang yang diberi vaksin ini:

Menderita HIV/AIDS atau penyakit lain yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Sedang mendapat pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, misalnya steroid.

Menderita kanker jenis apapun.

Sedang mendapat perawatan kanker dengan radiasi dan obat- obatan.

Pernah memiliki jumlah platelet yang rendah (gangguan darah)

Pernah diberi vaksin lain dalam 4 minggu terakhir.

Belum lama ini mendapat transfusi darah atau mendapatkan produk darah lainnya. Bila ada alasan di atas yang sesuai, jangan mendapatkan vaksinasi ini atau tundalah.

4 Risiko vaksinasi MMR
4 Risiko vaksinasi MMR

Seperti layaknya obat manapun, vaksinasi dapat mengakibatkan berbagai masalah serius, misalnya reaksi alergi yang parah.

Risiko vaksinasi MMR dapat menyebabkan keadaan berbahaya yang serius atau kematian adalah sangat kecil.

Mendapat vaksinasi MMR adalah jauh lebih aman dibanding menderita penyakit campak, gondok, atau rubella.

Kebanyakan orang yang mendapat vaksinasi MMR tidak mengalami masalah dengannya.

Masalah Ringan

Demam (kira-kira 1 dari 6 orang).

Ruam ringan (kira-kira 1 dari 20 orang).

Bengkak pada kelenjar pipi atau leher (kira-kira 1 dari 25 orang).

Biasanya masalah ini terjadi dalam waktu 6-14 hari setelah mendapat suntikan. Masalah ini lebih jarang terjadi setelah dosis ke dua.

Masalah Kadar Sedang

Kejang yang disebabkan oleh demam (menghentak dan staring spells/petit mal, kira-kira 1 dari 3000 dosis)

Nyeri dan rasa kaku untuk sementara dalam sendi, kebanyakan pada remaja dan wanita dewasa (kira-kira 1 dari 4 orang)

Jumlah platelet yang rendah selama beberapa waktu yang dapat menyebabkan gangguan pendarahan (kira-kira 1 dari 30.000 dosis).

Masalah yang Parah (Sangat Jarang)

Reaksi alergi yang serius (tidak sampai 1 dari satu juta dosis)

Menurut laporan, terjadi beberapa masalah yang parah setelah anak mendapat vaksinasi MMR, antara lain:

Tuli.

Kejang dalam jangka waktu lama, koma, kesadaran berkurang.

Kerusakan otak secara permanen.

Karena semua masalah ini jarang terjadi, kita tidak bisa memastikan apakah penyebabnya adalah vaksinasi ini.

5 Bagaimana jika terjadi reaksi yang parah?
5 Bagaimana jika terjadi reaksi yang
parah?

Apa yang harus saya amati?

Keadaan apapun yang tidak lazim, misalnya demam tinggi atau perubahan perilaku. Tanda-tanda reaksi alergi yang parah dapat berupa kesulitan bernafas, serak atau tersengal-sengal, hives (penyakit gatal dengan bintik-bintik merah), pucat, merasa lemah, detak jantung meningkat atau pening.

Apa yang harus saya lakukan?

Hubungi dokter atau langsung antarkan orang tersebut ke dokter.

Ceritakan kejadiannya pada dokter, termasuk tanggal dan jamnya, dan kapan vaksinasi tersebut diberikan.

Mintalah dokter Anda melaporkan reaksi alergi tersebut

dengan mengisi formulir

System (VAERS). Atau Anda dapat memberikan laporan ini

melalui situs web VAERS di www.vaers.hhs.gov, atau dengan menelepon 1-800-822-7967.

Vaccine Adverse Event Reporting

VAERS tidak memberikan saran medis.

6 Program Kompensasi Nasional untuk Cedera Akibat Vaksinasi
6 Program Kompensasi Nasional untuk
Cedera Akibat Vaksinasi

National Vaccine Injury Compensation Program (VICP) diciptakan pada tahun 1986.

Bila Anda merasa yakin telah menderita akibat vaksinasi, Anda dapat mengajukan klaim ke VICP dengan menelepon 1-800-338- 2382 atau mengunjungi situs web www.hrsa.gov/vaccinecompensation.

7 Bagaimana saya bisa mengetahui lebih jauh?
7 Bagaimana saya bisa mengetahui
lebih jauh?

Bertanyalah pada dokter Anda.

Teleponlah departemen kesehatan setempat atau negara bagian Anda.

Hubungi Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

Teleponlah 1-800-232-4636 (1-800-CDC-INFO) atau

Kunjungi situs web CDC di www.cdc.gov/vaccines

Indonesian
Indonesian

Translation provided by the Wentworth-Douglass Hospital