Anda di halaman 1dari 10

DRAINASE PERKOTAAN Untuk analisis suatu tanah dataran rendah di suatu wilayah perkotaan Hidrologi : run off curah

hujan ; infiltrasi air permukaan ke daerah tanah yang tidak kedap air

Topografi daerah hulu ke hilir

Air resapan dari permukaan tanah () QR = Aw.L. .qt = T = (ha) (mm/waktu/ha) QR = . . . . . . . m2/det Kegunaan debit rasional (QR) adalah untuk analisis dalam pelaksanaan drainase perkotaan. Beberapa faktor yang ada pada permukaan tanah : 1. Jenis tanah : hubungannya dengan porositas tanah ( 2. Struktur tanah ( = W/vol = kg/m3) Kekuatan lapis tanah terhadap genangan air permukaan 3. Tekstur tanah Ukuran / diameter tanah dalam jenisnya (ukuran butir) Kesemuanya ada kaitannya dengan air permukaan QR : hubungan pengeringan lahan Pengendalian (struktur bangunan jaringan drainase) =%)

Faktor-faktor yang menjadikan tinggi nya air permukaan di suatu wilayah perkotaan : 1. Infrastruktur jalan

2. Pemukiman 3. Pertamanan Contoh : Diketahui sebuah wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk rata-rata setiap Km 1 juta. Topografi yang terampu pada lereng 20% = 20/100 = 0,2 debit curah hujan harian rata-rata q t 600 mm/20 mnt pada daerah dataran rendah. Angka penyebaran hujan () = 0,96 Faktor run off () = 0,80 Luas wilayah = 25 Km2 1 ha = 10.000 mm2 25 km2 = 25 (1000 x 1000) = 25.000.000 m2 Aw = 25.000.000 m2 / 10.000 m2 Aw = 2500 ha QR = Aw . t . . qt . = t = (2500 ha) (0.80) (0.96) ( / 120 det) = . . . . . . . . . . .m3/det

So = 0,2 Vo = 0,5 0,85 m/det (kecepatan air permukaan mengalir ke arah dataran rendah) QR = Ab . Vo Ab = QR / Vo = ....m2 Untuk pengendalian air permukaan adalah : Ab = QA / Vo Bb = (1,5 . 2)hb Ab = bb. hb = 2hb. Hb Ab = 2hb2 hb = Ab/2 bb = 2. Z

n = faktor meaning = 0,2 Vn = 1/n . R2/3 . 51/2 R = Ab / P P = keliling total p = bb + 2 hb = . . . . .m R = Ab/p = m2 / m = . . . . m Vn = 1 / 0,2 (Ab / p)2/3 (0,2)1/2 Qn = Ab . Vn QA Qn . . . . . OK!

DRAINASE Kelompok drainase perkotaan : 1. Cara terbentuk nya 2. Sistem pengalirannya 3. Tujuan dan sasaran pembuatannya 4. Tata letaknya 5. Fungsinya 6. Konstruksinya

Ad 1. Cara terbentuk nya a. Drainase alamiah (nature drainage) Melalui proses alamiah yang berlangsung lama, dan terbentuk akibat gerusan air sesuai dengan kontur tanah. b. Drainase buatan (artificial drainage) Merupakan suatu rekayasa berdasarkan hasil hitungan (hubungannya dengan biaya) baik perencanaan maupun pada pembuatan.

Ad 2. Sistem pengaliran 1) Drainase dengan sistem jaringan suatu pengeringan / pengaliran air pada suatu kawasan dengan mengalirkan melalui sistem tata saluran dengan bangunan-bangunan pelengkap 2) Drainase dengan sistem resapan Sistem pengeringan dengan resapan air ke dalam tanah (air genangan di permukaan tanah melalui sumur resapan) (hubungannya dengan usaha konservasi air) Ad 3. Berdasarkan tujuan 1) Drainase perkotaan Pengeringan air / pengaliran air dari wilayah perkotaan ke sungai yang melintasi wilayah perkotaan. 2) Drainase daerah pertanian Pengeringan /pengaliran air di daerah pertanian dan perkebuan. 3) Drainase lapangan terbang Sistem pengeringan air permukaan di daerah lapangan terbang, terutama di daerah runway (landasan pacu) dan taxiway untuk menghindari kegiatan penerbangan seperti : take off, landing maupun taxing agar tidak terhambat. 4) Drainase jalan raya Tujuan nya untuk mengeringkan air pada permukaan jalan raya, dengan tujuan untuk menghindari kerusakan pada badan jalan 5) Drainase jalan kereta api Suatu pengeringan sepanjang jalan kereta api agar tidak terjadi kerusakan sepanjang jalur K.A. 6) Drainase tanggul dan dam Pengaliran air di daerah sisi luar tanggul dan dam untuk mencegah kerusakan tanggul dan dam, akibat erosi rembesan aliran air (piping) 7) Drainase lapangan olah raga Sistem pengeringan / pengaliran air di daerah lapangan olah raga seperti lapangan sepak bola, agar kegiatan permainan tidak terganggu meskipun ada curah hujan. 8) Drainase untuk keindahan kota

Drainase ini adalah bagian dari drainase perkotaan dengan tujuan pada sisi estorika seperti untuk tujuan rekreasi dan lain-lain 9) Drainase utuk kesehatan lingkungan Merupakan bagian dari drainase perkotaan, untuk mencegah genangan air yang menimbulkan wabah penyakit 10) Drainase untuk penambahan areal Sistem pengeringan air pada tanah rawa / laut tujuan nya untuk menambah areal.

Ad 4. Berdasarkan tata letak Ada 2 kelompok : 1. Drainase single purpose Yang befungsi untuk mengalirkan air satu jenis seperti air hujan / limbah 2. Drainase multi purpose Yang berfungsi mengalirkan lebih dari satu jenis air buangan baik secara bercampuran maupun bergantian (hujan dan limbah).

Ad 6. Berdasarkan konstruksinya 1. Drainase saluran terbuka Yang berpengaruh terhadap udara luas (atmosfer) dan dengan mempunyai luas yang cukup untuk mengalirkan air hujan / limbah 2. Saluran tertutup Yang permukaan air tidak di pengaruhi dengan udara luas untuk mengalirkan air limbah atau air kotoranagar tidak mengganggu keindahan / kesehatan lingkungan. POLA JARINGAN DRAINASE

Fungsi saluran drainase 1. Saluran interceptor Sebagian pencegah terjadinya pembebanan aliran dari suatu daerah terhadap daerah lain di bawahnya yang tercurah pada bagian sejajar dengan kontur / garis ketinggian topografi. Outlet berada pada saluran kolektor atau konveyor atau langsung ke sungai. 2. Saluran kolektor Berfungsi sebagai pengumpulan alran dari salurandrainase yang lebih kecil. Outlet berada pada saluran konveyor atau langsung. 3. Sebagai pembawah saluran air buangan dari suatu daerah ke lokasi pembuangan di alirkan ke sungai tanpa membahayakan daerah lain yang dilalui daerah genangan. HIDROLOGI TERAPAN Untuk perencanaan drainase 1. Pengelompokan hujan setiap 24 jam pada hujan harian yang besarnya 40 mm. untuk data selama 10 tahun sekali berarti dalam 60 tahun terjadi 5 kali dan hujan yang besarnya 40 mm dalam 100 tahun terjadi 10 kali hal ini tergantung intensitas hujan. 2. Limpas di bagi 2 bagian : Air yang mengalir di atas permukaan tanah Air yang mengalir di bawah permukaan tanah (sub surface) 3. Daerah pegaliran hidromap sampai aliran sebanding dengan luas daerah aliran. 4. Jenis tanah : karakteristik limpasan tergantung dan dipengaruhi oleh jenis tanah 5. Intensitas hujan I = R24 / 24 (24 / t) 2/3 I = intensitas hujan R24 = curah hujan max dalam 24 jam t = durasi waktu (lamanya curah hujan) (menit)

Hujan rencana Rr = R + K . Sa

R=

S =
Rr / R = hujan rencana periode ulang T (tahun) (mm) R = hujan harian max rata rata (mm) K = factor frekuensi periode ulang T (tahun) Si sama dengan tipe sebaran data hujan S = standard deviasi Rj = hujan harian max N = jumlah data / tahun Rumus rasional a) Hubungan hujan dengan limpasan Q = 0,278 c, c3 , I, A Dimana Q = debit (m3 / detik) = c = koefisien aliran Cs = koefisien tampungan I = intensitas hujan selama waktu A = luas daerah aliran b) Sub area Pada daerah perkotaan dengan beberapa waktu karakteristik permukaan tanah Q= Cj, Aj

Q = debit (m3 / det) Cj = koefisien aliran = keofisien penyebaran hujan I = intensitashujan

Aj = luas daerah aliran (Km2 / ha) = (0,85 s/d 1) c) Rumus rasional dengan hubungan hujan dan limpasan yang di pengaruhi oleh penyebaran hujan Q=c. .I.A Q = debit (m3 / det) C = koefisien aliran = koefisien penyebaran hujan I = intensitas hujan (mm / jam) A = luas daerah aliran ( Km2 / ha) = (0,85 1) d) Koefisien pengaliran Run off C= Q/R C = koefisien pengaliran Q = debit limpasan R = jumlah hujan e) Koefisien tampung daerah yang memiliki cekung untuk menampung air hujan relative :

Cs = Cs = koefisien tamping Tc = waktu (jam) Td = waktu aliran di dalam saluran f) Karakteristik hujan Diketahui berdasarkan durasi hujan, intensitas hujan dan waktu konsentrasi g) Lengkung intensitas hujan

Kurva intensitas hujan Waktu konsentrasi te = to + td te = waktu konsentrasi to = inlet time waktu yang di perlukan td = conduit time = waktu yang di perlukan h) Waktu konsentrasi 1. Luas daerah pengaliran 2. Panjang saluran 3. Kemiringan dasar saluran 4. Debt (Q) dalam kecepatan (V)

to = 0,0195

)0,77

to = ( . 3,28 . Lo

)0,167

Lo = jarak aliran terjauh diatas permukaan tanah hingga ke saluran tersebut So = kemiringan permuaan tanah N = koefisien kekasaran (aspal, beton = 0,013) (tanah berpenetrasi = 0,02) (tanah perkerasan = 0,1) td = td = conduit time (jam) Li = jarak yang di tempuh aliran ke permukaan (m) V = kecepatan aliran di dalam saluran (m / det) te = 0,00013 (L) 0,7 / (S) 0,385

tc =