Anda di halaman 1dari 3

Tutorial Nama: irvan Ananto Stambuk: G 501 09 062 Dosen: dr.

lidya Tanggal: 11-11-2010 Topic:Busung Lapar atau MalNutrisi Busung lapar adalah kekurangan gizi makanan yang dikonsumsi sehari-hari seperti protein, kalori, vitamin karbohidrat, lemak, dan mineral. Penyebab malnutrisi: i. Secara langsung Kekurangan asi Asupan makanan yang tidak memadai Akhoreksia (penurunan nafsu makan) Tidak langsung Kurangnya sarana dan prasarana Mendasar Kurangnya pendidikan Kurangnya sumber daya manusia

ii. iii.

Gejala busung lapar: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bengkanya seluruh tubuh terutama pada perut Otot mengecil karena pertumbuhanya terhambat IQ menurun System pencernaan terganggu Kulit tampak pucat, rambut rontok, dan anemia Muka terlihat tua (moon fice) Penurunan berat badan secara drastic Terjadinya edema Edema itu terjadi karena defisiensi protein. edema itu menumpuknya cairan jaringan perifer. hal ini terjadi karena obstruksi (perubahan struktur) jaringan, karena kekurangan protein. sebagian besar sel itu tersusun atas protein sebagai bahan dasarnya yang berikatan, misalnya lipoprotein, glukoprotein, dll.

Sumber : Rub...in, Emanuel,dkk. Rubin's Pathology 5th Ed. Lippincott Williams & Wilkins Dorland Medical Dictionary Jenis-Jenis malnutrisi: a. marasmus kekurangan semua jenis diet (vitamin, lemak, karbohidrat, protein, mineral). biasanya terjadi pada bayi yang kurang diberi ASI, atau ASI yang kurang bergizi. secara umum, gejalanya hampir sama dengan kurang gizi pada orang dewasa. penurunan berat badan, abd...omen bengkak, atrofi muscular, dan wajah pucat.

b. Kwashiorkor Kekurangan diet, khususnya protein. Secara umum pertumbuhan terganggu dan pengecilan otot, seperti di marasmus, tetapi lemak subkutan normal, karena asupan kalori yang memadai. Pada kwashiorkor yang terjadi edema.

c. Marasmus Kwashiorkor
Suatu gambaran menyeluruh yang merupakan campuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor dan marasmus disertai gejala edema yang sangat mencolok.

Tahap-tahap Pengobatan busung lapar: I. Pemberian antibotik jika terjadi infeksi, pada waktu 24-28jam pertama yaitu tindakan untuk menyelamatkan jiwa dengan cara mengoreksi keadaan dehidrasi dengan member infuse, larutan glukosa atau ringer laktat 5% sebanyak 200ml/hari. Penyesuaian Pemberian makanan TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein) pada hari pertama di berikan 30-60 protein/hari dan 1-1,5 kalori/kg BB/hari, setiap 2hari jumlahnya ditambah. Rehabilitasi tahap pemantauan setiap hari berat badan diukur sampai sesuai dengan standart gizi yang ditentukan BMKG Jumlah asupan gizi perhari 150-175 kalori/kg BB/hari denga protein 3-5 gr/hari BB/hari

II.

III.

Pembengkakan pada organ yang lain terjadi karena difference protein, yang mana cairan menumpuk pada jaringan perifer. Hal ini terjadi karena abstuksi (perubahan struktur) jaringan karena kekurangan protein, sebab sebagian sel itu tersusun atas protein sebagai bahan dasarnya yang berkaitan misalnya lipoprotein dan glokoprotein. Edema diferensiasi protein jaringan perifer Pembengkakkan pada perut terjadi karena penuruna albumin (protein yang larut dilambung) berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmotic (impuls). Jadi, kalu terjadi gangguan tekanan osmotic maka permeabilitas (dapat dilewati cairan) kapiler berlebih sehingga intensitas volume cairan berlebih dan bocor ke peritoneum (membrane serosa yang melapisi dinding rongga abdomen dan pelvis) diperut. MAP MAPPING PENYEBAB

PENANGANAN

BUSUNG LAPAR

DEFINISI

PENCEGAHAN

GEJALA

KLASIFIKASI