Anda di halaman 1dari 18

KEADAAN DAN SIFAT-SIFAT ZAT

Ada 3 keadaan zat, yaitu: 1. Padat 2. Cair 3. Gas Pada keadaan padat, atom-atom dan molekul-molekul dalam posisi agak tetap/mantap. Atom-atom atau molekul-molekul tersebut dapat bergetar di sekitar posisinya tetapi umumnya tidak mengubah posisi satu sama lainnya. Banyak solid / padatan mempunyai susunan atom-atom, ion-ion atau melekul-molekul yang sangat teratur dan disebut kristalin (crystalline).

Molekul-molekul gas bergerak dengan gerakan sembarang yang cepat, sangat sering tabrakan satu sama lain. Jika satu gas dicampur dengan gas lain, pencampuran dapat berlangsung dengan cepat. Gas juga dapat meresap ke dalam benda padat. Cairan menempati suatu posisi antara benda padat dan gas. Molekul-molekul bergerak mengubah posisi relatif satu sama lain, tetapi gaya-gaya antar molekul adalah kuat dan cairan mempunyai gaya tarik menarik (cohesive) yang lebih besar dari gas. Gas dan cairan keduanya mempunyai suatu kecenderungan untuk mengalir dan disebut fluida. Adakalanya suatu benda padat atau suatu gas dilarutkan dalam suatu cairan. Dalam hal ini, cairan awal disebut pelarut (solvent)

Dan zat yang larut disebut solute, yang biasanya berubah fasa dari fasa padat atau gas menjadi fasa cair. Contoh, dalam larutan air-garam, air adalah sebagai pelarut dan garam sebagai solute. Untuk tujuan kimia lingkungan (environment chemistry), hukum Gas (Hukum Boyle dan Charles) dapat diringkas dengan persamaan kondisi gas ideal, yaitu:

P.V = konstanta .. *) T
dimana: P = tekanan gas V = volume gas T = temperatur absolut / mutlak Jika kondisi-kondisi spesifik ditentukan oleh tekanan-tekanan P1, P2 dan P3 dengan volume-volume dan temperatur-temperatur terkait

sebagai V1, V2 dan V3 serta T1, T2 dan T3 untuk massa gas tertentu maka dapat dituliskan hubungannya sebagai:

P1 .V1 P2 . V2 P3 .V3 = = T1 T2 T3
Hubungan di atas sangat bermanfaat dalam mengestimasi perubahan volume suatu massa udara saat temperatur dan tekanan berubah. Contoh Soal: 1. Suatu sampel udara diambil pada temperatur 22 C dan tekanan 750 mm Hg dan menempati suatu ruang dengan volume 1 liter. Berapa volumenya pada STP ? SOLUSI: STP = Standard Temperature and Pressure = 273 K dan 1 atm.; Pada sistem SI, tekanan diekspresikan dalam Pascal (Pa), dimana 1 Pa = 1 N/m2 dan 1 atm = 101325 Pa = 760 mm Hg = 760 torr = 1,013 bar = 14,7 lb/in2.

Volume pada kondisi standar (V2) dapat dicari dari hubungan:

P1 .V1 P2 . V2 = T1 T2 750 x 1 x 273 V2 = = 0,913 liter 295 x 760

750 x 1 760 x V2 = 295 273

Sifat dari konstanta pada persamaan *) dapat diperoleh dan dimengerti dari persamaan hubungan gas ideal, yaitu: PV=nRT Dalam hal ini, konstanta = n R, dimana: n = jumlah moles dari gas, dan R = konstanta gas universal Nilai R dapat diekspresikan dalam sejumlah unit/satuan antara lain:

R = P . V = 8,205 x 10-2 (liter.atm/mol.K)

n .T
= 8,205 x 10-2 (m3.atm/kmol.K) = 1545 (ft.lbf/lbmole.R) = 1,986 (Btu/lbmole.R) = 8,314 x 10-2 (m3.bar/kmol.K) = 8,315 (kJ/kmol.K) Jadi volume yang didiami oleh 1 mole gas pada kondisi tertentu dapat dicari dari persamaan:

n . R. T V= p

dan volume yang didiami oleh 1 mole gas pada STP adalah:
1 mole x 8,205 x 10-2 liter.atm/mole.K x 273,15 K V= 1 atm

= 22,41 liter Jadi 1 mole setiap gas pada STP menempati 22,41 liter.
6C Dalam istilah kimia, banyaknya suatu zat (substance) dinyatakan/diekspresikan dalam mole. Satu mole zat adalah sejumlah zat yang terdiri dari atom-atom dalam 12 gram 12 6C .

12 6C

artinya unsur karbon yang mempunyai massa atom 12 atau mempunyai jumlah proton dan neutron sejumlah 12 dan nomor atom sama dengan 6.

Nucleus = inti atom = the central part of an atom Inti atom terdiri dari 2 komponen utama, yaitu: 1. Proton: - bermuatan positif. - jumlah proton dalam satu atom menyatakan nomor atom.

2. Neutron: - tidak bermuatan tetapi mempunyai massa hampir sama dengan sebuah proton. - jumlah neutron juga menyatakan jumlah elektron (bermuatan negatif) dalam suatu atom netral.

Isotope: satu dari dua atau lebih atom yang mempunyai nomor atom yang sama tetapi mempunyai jumlah neutron yang berbeda dalam inti atomnya. Jumlah atom dalam 12 g 12 C disebut juga sebagai konstanta Avogadro dan nilai 6 numeriknya adalah 6,022 x 1023.

Dengan kata lain terdapat 6,022 x 1023 atom dalam 12 g 12 . Juga dapat dikatakan: 6C terdapat 6,022 x 1023 atom dalam 1 mole S dan 2 x 6,022 x 1023 atom dalam 1 mole O2.

1 mole S (sulphur) mempunyai berat 32,064 g dan 1 mole O2 mempunyai berat 32 g karena massa atom relatif S adalah 32,064 sedangkan massa atom relatif O adalah 16. Jadi 1 mole SO2 mempunyai berat 64,064 g.

Contoh Soal: 2. Jika 1 g nitric oxide dioksidasikan secara sempurna dalam suatu lingkungan kelebihan oksigen, berapa massa nitrogen dioksida yang terbentuk ?.

Solusi: 2 NO + O2 2 NO2

Karena massa atom relatif N = 14,01 dan O = 16, maka:

2 x (14,01 + 16) g NO + 2 (16) g O2 60,02 g NO + 32 g O2 1 g NO + (32/60,02) g O2 92,02 g NO2

2 (14,01 + 32) g NO2

(92,02/60,02) g NO2

Jadi 1 g NO menghasilkan (92,02/60,02) = 1,53 g NO2 . HUKUM TEKANAN PARSIL DALTON Hukum ini berlaku untuk campuran gas dan karenanya sangat penting dalam prosesproses yang berkaitan dengan atmosfer.

Tekanan parsil dari setiap gas dalam suatu campuran gas (gas mixture) didefinisikan sebagai tekanan gas tersebut jika menempati keseluruhan volume campuran pada temperatur yang sama.

Menurut hukum Dalton, jika suatu campuran terdiri dari 3 komponen gas, maka: P = P1 + P2 + P3

dimana: P = tekanan total suatu campuran gas-gas P1 = tekanan parsil komponen campuran gas 1 P2 = tekanan parsil komponen campuran gas 2 P3 = tekanan parsil komponen campuran gas 3 Jika setiap komponen campuran berperilaku ideal maka dapat dituliskan: P1 V = n1 RT P2 V = n2 RT P3 V = n3 RT P1 = n1 RT/V P2 = n2 RT/V P3 = n3 RT/V . *)

(P1 + P2 + P3) V = (n1 + n2 + n3) RT Karena: P = P1 + P2 + P3 dan n = n1 + n2 + n3 , maka: PV=nRT RT=


P.V . **) n

dimana: n = jumlah mole total dari gas-gas dalam campuran.

Substitusi persamaan **) ke dalam persamaan *), diperoleh:


n1 P . V n1 = xP V n n

P1 =

n2 P . V n2 = xP P2 = V n n n3 P . V n3 P3 = = xP V n n

Atau secara umum dapat dituliskan sebagai: Pi = dimana: Pi = tekanan parsil komponen campuran gas i xi = fraksi mole gas i =
ni n

ni P = xi P n

Contoh Soal: 3. Udara pada tekanan 1 atm, diasumsi terdiri dari 3 komponen, yaitu: 78,5 % nitrogen, 21 % oksigen dan 0,5 % Argon (% volume). Hitunglah tekanan parsil dari setiap gas tersebut. Solusi: Karena volume-volume dari gas-gas pada tekanan dan temperatur tertentu mengandung jumlah molekul yang sama, sehingga dapat dituliskan: ni/n = Vi/V Untuk nitrogen: xi = ni/n = 0,785 V/V = 0,785 Tekanan parsil: PN2 = xi . P = 0,785 x 1 atm = 0,785 atm Untuk oksigen: xi = ni/n = 0,21 V/V = 0,21 Tekanan parsil: PO2 = xi . P = 0,21 x 1 atm = 0,21 atm Untuk Argon: xi = ni/n = 0,05 V/V = 0,005 Tekanan parsil: PO2 = xi . P = 0,005 x 1 atm = 0,005 atm

Dalam pengukuran konsentrasi polusi udara sering digunakan suatu konsep yang disebut: rasio campuran berdasarkan volume (volume mixture ratio) = VMR. VMR = volume yang ditempati oleh molekul gas tertentu dalam suatu campuran. Misal: dalam suatu sampel udara tercemar, molekul-molekul SO2 dipisahkan ke suatu sudut dari suatu bejana dan volumenya diukur pada tekanan dan temperatur sebagaimana tekanan & temperatur udara yang tersisa. Jika misalnya molekul-molekul SO2 yang diambil dari 1 m3 udara tercemar tersebut menempati 2 ml, maka: VMR = 2 ml / 1 m3 = 2 ml / 106 ml = 2 (parts per million) = 2 ppm (v/v) Jika SO2, misalnya menempati 2 x 10-3 ml, maka: VMR = 2 x 10-3 ml / 106 ml = 2 parts per billion = 2 ppb (v/v)

Dari contoh di atas, jelas terlihat bahwa SO2 dalam udara pada suatu VMR = 2 ppm akan juga mempunyai tekanan parsil sebesar 2 x 10-6 atm jika tekanan total campuran adalah 1 atm, dan juga akan mempunyai fraksi mole, x = 2 x 10-6 .

Jadi:

VMR = Fraksi Mole

Contoh Soal: 5. Berapa konsentrasi 1 ppm by volume SO2 dalam satuan gm-3 pada 21 C dan 750 mm Hg. Solusi: 1 ppm SO2 berarti terdapat 1 ml SO2 tiap m3. Pada STP, 1 mol (64,1 g) menempati 22,41 liter, sedangkan pada 21 C dan 750 mmHg, volumenya adalah:

Jadi V2 =

760 273,15 + 21 = x x 22,41 (l) = 24,45 (l) 750 273,15

Jadi 1 mole SO2 menempati 24,45 (l) = 24450 (ml) atau 64,1 g SO2 menempati 24450 (ml), sehingga: 1 (ml) SO2 beratnya adalah 64,1 (g)/24450 = 2,622 x 10-3 (g) = 2622 x 10-6 (g) = 2622 (g) Jadi konsentrasi SO2 adalah 2622 x 106 (g/m3). 5. Berapa konsentrasi 60 gm-3 ozone yang diukur pada 22 C dan 767 mmHg dalam satuan ppb by volume ? Solusi: Pada STP, 1 mol (48 g) O3 menempati 22,41 (l), sedangkan pada

22 C dan 767 mmHg, 48 g O3 menempati: V2 =


760 273,15 + 22 x V1 = x x 22,41 (l) = 23,99 (l) 767 273,15

Jadi 1 mole O3 menempati 23,99 (l) = 23990 (ml) atau 48 g O3 menempati 23990 (ml). 48 x 106 g O3 akan menempati 23990 x 10-6 (m3) 60 g O3 akan menempati (m3) = 29987,5 x 10-12 (m3) = 29,9875 x 10-9 (m3) Jadi konsentrasi 60 gm-3 O3 adalah 29,9875 (ppb) VMR = 29,9875 (ppb)