Anda di halaman 1dari 20

Modul 7

PT 2123

Elektronika Komunikasi










MIXER






Program Studi D3 Teknik Telekomunikasi
Jurusan Teknik Elektro - Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
Bandung 2007












S0( f ) = S1( f )S2( f ) + S1() S2( f ) d









Mixer merupakan rangkaian yang berfungsi untuk mengalikan sinyal (kawasan
waktu).
Prinsip dasarnya adalah dua buah sinyal masuk ke suatu rangkaian non
linier yang menghasilkan frekuensi-frekuensi lain selain frekuensi dua
buah sinyal masukan tersebut dengan amplituda tertentu.
S0(t) = S1(t) S2(t)







Analisis Domain Waktu
S 1 (t ) = 1Cos (2 f 1 t + \ 1 )
S 2 (t ) = 1Cos (2 f 2 t + \ 2 )

Maka

S o (t ) = S1 (t ) S 2 (t ) =

1
2

{CCos|2 ( f1 + f 2 )t + (\ 1 + \ 2 )| + CCos|(2 ( f 2 f1 )t ) + (\ 2 \ 1 )|}


PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer
2






Analisa Domain Frekuensi








< \











1











1




S 1 ( f ) =
< +\ 1




1
2




' ( f + f1 ) +




1
2




' ( f f 1




)
2



S





2


( )

< \ 2







< +\ 2



1
2

< \ 2






< \ 2














gambarkan Domain Frekuensi So(f) !

PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer
3















Beberapa istilah yang dipakai dalam menyatakan performansi mixer :
1.


2.


3.


4.
Noise Figure (gambaran derau) : Menyatakan besarnya rapat spektral daya
noise relatif yang dibangkitkan oleh perangkat mixer.
Isolasi : Besarnya redaman dalam dB sinyal masukan mixer pada sinyal
keluaran mixer
Dynamic Range : Daerah amplituda dimana mixer tidak berkurang
performansinya (karakteristik mixer yang linier)
Harmonic Intermodulation Distortion (distorsi intermodulasi harmonik) :
Distorsi yang disebabkan oleh karena frekuensi harmonik yang dihasilkan
mixer akibat sinyal masukan tertentu.




Mixer berfungsi sebagai
1. Penggeser pita frekuensi ini dapat digunakan Down Converter & Up Converter
2. Pengali dalam modulator AM
3. Scrambler (pengacak) sinyal analog
4. Detektor fasa pada PLL, dsb










PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer








4
















Rangkaian mixer ini dapat direalisasikan, yaitu ;

1. Mixer dengan peralatan/device nonlinier














Vi(t)=V1(t)+V2(t); Vo(t)=a.Vi(t)+b.Vi(t)2
Jika V1(t) =cos ((1t) dan V2(t)=cos ((2 t); maka :
Vo (t) = a.cos ((1 t) + a.cos ((2 t) +b.cos2 ((1 t) + b.cos2 ((2 t) +
2.b.cos ((1 t).cos ((2 t)
= a.cos ((1 t) + a..cos ((2 t) + 0,5.b + 0,5.b.cos (2(1 t) + 0,5.b +
0,5.b.cos (2(2t) + b.cos ((2t - (1t) + b.cos ((1t + (2 t)


Gambarkan Vo (f) dalam domain frekuensi (diketahui f2 >> f1):




PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer



5





















Maka, agar rangkaian Device Non Linier di atas bisa menjadi MIXER, maka
diperlukan filter BPF dengan nilai tengah f2, sehingga gambar keluarannya menjadi:























Dari persamaan gambar tersebut diperoleh kesimpulan bahwa dengan perkalian
sinyal-sinyal tersebut dalam domain waktu, berarti pula ada proses pergeseran pita
dalam domain frekuensi.





PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer



6








2. Mixer dengan Dioda

A.Mixer dengan dioda berimbang
Kelebihan : frekuensi RF masih muncul pada port keluaran IF
c

D1




VLO(t)

D3



+
Vin(t)
a b R
VO(t)
-
D2 D4
d

Cara kerja rangkaian :
Frekuensi-frekuensi masukannya adalah fin dan fLO dan frekuensi
keluarannya adalah fIF, tegangan osilator local berada dititik a dan b.
Tegangan VLO dimisalkan cukup besar untuk menghidupkan dioda-dioda
selama siklus, kalau a lebih positif dari b dan sama sekali mati selama
siklus yang lain Vin berada antara titik c dan d. Dimisalkan juga bahwa
VLO jauh lebih besar dari Vin sehingga VLO dapat mengendalikan
keadaan dioda setiap saat. Dengan begitu dioda bekerja sebagai
penyambung (switch) yang akan menghubungkan dan memutuskan c dan
d secara


PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer
7














bergantian dan periodik. Sehingga kalau Vab positif dan lebih besar dari tegangan
antara kedua kutub dioda pada saat dioda ON, maka titik c dan d akan
terhubung, sehingga Vo akan sama dengan nol. Sedangkan kalau Vab negatif
maka keempat dioda akan OFF sehingga titik c dan d akan terpisah sehingga Vo
akan sama dengan Vin jika Rs pada sumber Vin diabaikan. Untuk pencampur
pada penerima maka beban akan ditala pada frekuensi fIF , sehingga akan
menapis komponen frekuensi yang tidak diinginkan




























PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer


























8







Gambar sinyal input output













































PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer













































9




S (t ) = 12 +





Gambar sinyal dalam domain frekuensi:











S(t)=akibat penyambungan dioda
S(t)=dalam deret fourier





n =1
sin n 2
n 2


. cos( n 2f LO t )



(KRAUS)
Vo(t ) = Vin (t ).S (t )












PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer












10


nn.
















Komponen













Sin(n.

2













2













)













n genap harmonik=0


n ganjil ada harmonik

































PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer































11













B. Mixer dengan dioda berimbang ganda

Kelebihan : frekuensi RF tidak muncul dalam keluaran IF



































PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer



































12













Keterangan :
Dioda luar : D1 & D2
Dioda dalam : D3 & D4
Dioda ini bekerja saling bergantian:
Jika sinyal carier positif dioda D1 & D2 ON dioda D3 & D4 OFF
Jika sinyal carier negatif dioda D3 & D4 ON dioda D1 & D2 OFF






























PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer





























13


Vo (t ) = 2Vm. cos(( 2fmt ).((

n.








Cara kerja:































f )




sin( n. )
s(t ) = 2. 2 . cos (n2fct )
n =1
2

PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer

































n =1






























sin( n. )
2 . cos( n2fct ))
n.
2







14







Domain frekuensi:


































Spektrum Keluaran









PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer







15




















3. Mixer yang menggunakan rangkaian terintegrasi (IC).






































PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer




































16







4. Mixer Dengan menggunakan BJT ( Bipolar Junction
transistor )

Pencampur dapat dibuat dengan konfigurasi dasar transistor. Sinyal masukannya
terdiri dari dua,yaitu satu sinyal kemudi berada disisi basis ( biasanya sinyal RF )
dan satu kemudi lain berada diemitor ( biasanya sinyal dari osilator ). Sinyal
keluarannya berada pada konektor.
Contoh rangkaian Mixer dengan menggunakan BJT adalah sebagai berikut:






























PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer




























17
















Syarat dari pencampur tersebut adalah bahwa salah satu sinyal masukannya
mempunyai level yang cukup besar.Ini diperlukan untuk mengantisipasi operasi
non linier dari rangkaian tersebut. Sinyal masukan yang lainnya selalu berlevel
lebih kecil. Salah satu alasan mengapa sinyal ini kecil adalah karena biasanya
sinyal ini datang dari antenna yang mempunyai level sinyal yang lemah.
Pada rangkaian tersebut, kolektornya dihubungkan dengan rangkaian tank circuit,
yang ditala pada salah satu frekuensinya, misalnya ditala pada fy fx. Tujuannya
agar sinyal keluaran Vout hanya terdiri dari frekuensi selisih saja, jadi komponen-
komponen frekuensi yang lain akan ditapis atau ditekan. Jadi L dan C harus
beresonansi pada frekuensi fo = fy fx .





















PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer




















18











Contoh lain rangkaian mixer adalah sbb :















































PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer













































19







Latihan Soal
Dua buah sinyal, V1 dan V2, menjadi
masukan mixer seperti pada gambar.
V1 adalah gelombang segiempat
berfrekuensi 10 kHz, 50% duty cycle,
R2
dengan tegangan minimum 0 Volt dan
1k D1
VOut
maksimum 4 Volt, sedangkan V2= 1 +
cos(2.105.t)


V1


R1


1k
Bila dioda D1 dianggap ideal,
terangkan prinsip kerja mixer di
atas!
Gambarkan dengan skala yang
benar bentuk gelombang tegangan
V1(t), V2(t) dan Vout(t)!
Apa yang harus anda lakukan jika
rangkaian di samping akan
dimanfaatkan sebagai modulator
ASK dengan tegangan offset DC 0
Volt? Jelaskan jawaban anda
disertai dengan gambar rangkaian
dan gambar sinyal!

PT2123 - Elektronika Komunikasi - MIxer
V2


























20