Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO FGD TUTOR 5 dan 6 1.

LATAR BELAKANG JAMPERSAL (JAMINAN PERSALINAN) merupakan Program Kebijakan Pemerintah dalam menanggulangi tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Jampersal dimaksudkan untuk mendapatkan jaminan persalinan, yang di dalamnya termasuk pemeriksaan kehamilan, pelayanan nifas, termasuk KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir. Tujuan program jampersal adalah meningkatkan akses terhadap pelayanan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB pasca prsalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan berwenang di fasilitas kesehatan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB. Sasaran yang dijamin oleh Jampersal adalah Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu nifas, dan bayi baru lahir dan merupakan perluasan dari Jamkesmas dan tidak hanya mencakup masyarakat miskin. Penerima jampersal mencakup seluruh sasaran yang belum memiliki jaminan persalinan. Penerima Jampersal juga dapat memanfaatkan pelayanan diseluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama pemerintah (Puskesmas dan jaringannya) dan swasta serta fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (Rumah Sakit Pemerintah dan swasta berdasarkan rujukan dirawat inap kelas tiga). Pada satu tahun terakhir tercatat laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang tentang angka kematian ibu dan bayi mencapai dua kejadian kematian bayi baru lahir serta pemasangan alat kontrasepsi yang masih rendah. Hasil survey Dinas Kesehatan menyatakan bahwa sebagian masyarakat Desa Ramah Jaya Kecamatan Suka Mulya Kabupaten Sumedang masih kurang memanfaatkan Program JAMPERSAL. Peneliti ingin mendapatkan data secara kualitatif dari masyarakat terkait penyebab masalah tersebut sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian mengenai ANALISA FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT TIDAK MENGGUNAKAN PROGRAM JAMPERSAL SEBAGAI PILIHAN PERSALINAN. 2. TUJUAN Tujuan dilaksanakan FGD adalah untuk mendapatkan data secara kualitatif, sebagai evaluasi program JAMPERSAL 3. PESERTA Diikuti oleh 6 orang ibu hamil dengan berbagai keluhan terhadap Program JAMPERSAL 1 orang sebagai Moderator (Peneliti) 1 orang sebagai Notulen (Peneliti) 4. WAKTU DAN TEMPAT Kamis, 11 Oktober 2012 Pukul 09.00 09.15 WIB di Aula Kantor Desa Ramah Jaya Kec.Suka Mulya Kab.Sumedang

5. KISI KISI PERTANYAAN - Apakah yang ibu-ibu ketahui tentang Program JAMPERSAL? - Apakah selama ini ada pemberian informasi dari petugas kesehatan seperti Bidan, Dokter dan Perawat di Puskesmas ataupun Rumah Sakit? Kalau tidak dari mana ibu tahu program jampersal? - Apakah selama ibu hamil ini memanfaatkan Program JAMPERSAL ini? - Jika Ya ,,kenapa??? - Jika Tidak, kenapa?? - Apa yang ibu harapkan dengan program JAMPERSAL ini? 6. HASIL YANG DIHARAPKAN - Kami sebagai peneliti mendapatkan data kualitatif dari ibu-ibu hamil terkait penyebab kurangnya pemanfaatan JAMPERSAL oleh ibu-ibu hamil di Desa Ramah Jaya Kec.Suka Mulya Kab.Sumedang. 7. PERCAKAPAN Tahap I: Peneliti (moderator dan notulensi) memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan dilaksanakannya FGD : Yuli (Moderator) : - selamat pagi ibu-ibu? - Bagaimana kabar ibu-ibu pagi ini? - Terima kasih ibu-ibu sudah bersedia hadir di sini dalam kegiatan FGD Focus Group Discussion dimana kami peneliti dari Mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran ingin berbincang-bincang dengan ibu-ibu terkait program JAMPERSAL - Perkenalankan sebelumnya saya dengan Yuli Wahyuni sebagai Moderator (pemimpin diskusi) ini dan Elvia yang ada disebelah saya sebagai Notulensi (pencatat hasil) kegiatan ini. - Ijinkan kami ibu-ibu untuk menjelaskan teknis diskusi kali ini, antara lain: 1. Pertama-tama akan dibacakan pertanyaan sebanyak 6 buah pertanyaan, setelah pertanyaan ibu-ibu diminta untuk menjawab dan mendiskusikannya selama 2 menit untuk setiap pertanyaan. 2. Ibu diminta kejujuran dan keterbukaan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami. 3. Apabila ibu ada yang tidak dimengerti ibu-ibu dipersilahkan bertanya kepada kami. 4. Selama proses diskusi kami akan membantu untuk mengarahkan kelancaran diskusi ini. - Yuli : ada yang mau ditanyakan gak bu??apa sudah jelas? - Ibu2: sudah,lanjutkan saya neng.

Yuli : ibu-ibu apa bisa kita mulai sekarang? Ibu-ibu : mangga neng YULI :kita mulai dengan membaca basmallah dan sebelumnya kita kontrak waktu dulu ya bu, mungkin diskusi ini akan berjalan sekitar 15-20 menit apa ibu2 bersedia Ibu2 : iyaaa Yuli : Kita mulai dengan pertanyaan pertama ya bu? Apakah ibu mengetahui tentang program JAMPERSAL OSEP : indak tahu ambo do, apa itu JAMPERSAL? SARAH : itu bukan yang program untuk ibu2 hamil di puskesmas DELLA : ya saya tau NUYE : saya juga tahu neng !! AGSTI : saya tahu sih tentang program itu, tapi kurang percaya deh AZKIA: tahu kok terus penting buat saya,,?? YULI : yah ibu-ibu ada yang tahu ada juga yang tidak tahu, untuk ibu-ibu yang tahu tentang program Jampersal, apakah yang ibu ketahui tentang jampersal? Sarah : saya tahunya Jampersal itu untuk ibu-ibu hamil neng ceunah gratis. Della : iya emang untuk ibu hamil, tapi yah gitu deh, banyak kali pun urusannya. Nuye : saya juga taunya Jampersal itu untuk ibu-ibu hamil, tapi emang bener gitu? Yuli : ibu2 tahu ttg Jampersal darimana?apakah dari petugas kesehatan seperti Bidan, dokter atau perawat? Osep : saya taunya dari petugas desa neng Sarah : dari tetangga Agsti : wktu ke bidan gak dikasih tau tuh kalo ada jampersal Nuye : saya taunya dari tetangga Azkia : ya betull,,,tetangga saya ngasih tau tp ya gak begitu ngerti ttg jampersal Della : saya tau dari dokter katanya untuk masyarakat tertentu saja Yuli : ohh begitu ya bu,,,nah selama ini ibu2 pernah memanfaatkan JAMPERSAL gak??? Azkia : gak pernah tuh,, saya kecewa dengan program itu, masa gak bias untuk anak ke3,,, Nuye : pernah , tapi ribet ngurusinnya karena banyak persyaratan gitu Sarah : gak pernah,, saya lebih percaya dgn paraji Della : gak pernah, takut pelayanannya jelek.. Osep : saya maulah ikut jampersal asalkan gak ribet ngurusinnya. Agsti : saya ragu untuk ikut jampersal katanya tetap saja mengeluarkan biaya lagi..kan sama saja dengan gak pake jampersal neng Yuli : nah, kalo bu osep kan katanya gak tau sama sekali ya ttg jampersal, waktu periksa kehamilan kemana bu? Osep : ke paraji, terus pernah ke bidan tapi gak dikasih tau ttg jampersal Yuli : hmmm,, kalo bu nuye ribetnya gimana bu ngurusinya?

Nuye : ya gitu neng, harus ada fotokopi KK, surat dr RT/Desa, dan lain-lain,,kan kalo lagi darurat boro2 sempet ngurus yang kaya gituan, keselamatan saya dan anak saya yang utama neng.. Agsti : terus gini neng,kata tetangga saya pas dia lahiran pake jampersal katanya tetap bayar juga, dan apalagi kalo di infuse dan pake perlak yang ijo itu, bayat ke bu bidannya, jadi apa fungsinya jampersal kalo masih tetap bayar.. Yuli : oohh,,begitu ya bu, terus kalo bu sarah sendiri giman pendapatnya bu? Sarah : ya gini neng, saya dari nenek moyang juga sudah langganan pake paraji, lagian enak sama paraji mah kata ibu saya gak sakit, dan pas diperiksa itu aman kok dengan paraji mah, jadi karena kebiasaan keluarga dari dulu pake paraji jadi gak percaya dengan bidan ataupun petugas kesehatan lainnya, lagian sodara saya ada yg lahiran di bidan terus anaknya meninggal sdgkan dengan paraji mah selamat semua tuh Osep : betuull,,, didaerah saya yang dulu sblm pindah kesini juga yang paling terkenal paraji dibandingkan bidan, dan katanya juga kalo pake paraji lebih murah dan enak lagi lahirannya bias dirumah gak mesti ribet ke rumah sakit/puskesmas /rumah bidan.. Agsti : saya sih gak percaya dg paraji tapi lebih aman deh kalo kita langsung periksa dan melahirkan dengan dokter kandungan yg sudah terpercaya.biaya mahal pelayanannya prima Yuli : oohh,,jadi bu agsti kurang percaya dengan program dari pemerintah ini? Agsti : iyaaa,,hmm Nuye ; iya aku juga, karena banyak program pemerintah itu awalnya saja yang bagus publikasinya tapi pas pelaksanaannya gak sebaik apa yang kita kira, bahkan mungkin itu program hanya untuk biar pemerintah tuh terlihat peduli rakyat Osep : jangan kaya gitu ah bu nuye,,,mungkin program itu bagus idenya tapi pelaksanaanya kurang maksimal saja Sarah : bagus sihh,,tapi kan kalo gitu program itu harusnya merata donk untuk kelahiran yang keberapa pun jgn untuk anak ke1 dan ke2 saja.. Azkia : betull,,kan yang paling rawan adalah selain ibu yang baru hamil juga dengan riwayat kehamilan lebih dari dua ya,, Yuli : semua yang ibu2 kemukakan sudah kami catat, sebelumnya mohon maaf karena waktunya terbatas, mungkin pertemuan kali ini cukup sekian ya ibu-ibu, terima kasih atas waktu dan pendapatnya, dan sungguh ini menjadi pencerahan bagi kami tim peneliti, insya allah dengan diskusi kali ini membawa manfaat dan akan kami laporkan ke dinas ataupun puskesmas biar ada perubahan dalam memaksimalkan program jampersal ini Ibu-2: iya neng sama2 Sarah : iya ya neng, tolong laporkan masalah seperti ini the,,biar ada tindak lanjutnya Yuli : iya bu sarah,,terima kasih masukannya, terus ada gak dari ibu-ibu yang ingin mengemukakan harapan untuk program jampersal ini?

Nuye : ya pokoe mah pelayanannya jgn ecek-ecek Osep : ada sosialisasi yang merata ke semua masyarakat Yuli : iya bu,,,ya mungkin cukup ya bu diskusinya, mungkin nanti ada pertemuan kedua ya bu, dan kami harap ibu2 berkenan untuk ikut dating kali ke dalam diskusi nanti, Ibu2: insya allah,, Agsti : dtunggu lagi neng undangannya Sarah : kita seneng neng diajak kaya gini, biar bias negungkapin unek2 ataupun hanya sekedar pendapat Yuli : iya bu, kami juga seneng bias ngobrol2 kaya gini dengan ibu2 disini, ya sudah ya bu, kita tutup diskusi kali ini dengan bacaaan hamdallah, sekian dari kami, kami ucapakan terima kasih dan kami ijin pamit ya ibu2.. Mangga ibu2

Setelah selesai diskusi, satu per satu dari ibu-ibu keluar dari ruangan, dan kami tim peneliti membereskan kembali ruangan tersebut dan langkah berikutnya kami akan membuat laporan dan menganalisis hasil diskusi dan di jadikan hasil diskusi tadi berupa data secara kualitatif.

8. HASIL DARI FGD: Kebudayaaan, izin suami, birokrasi. Ketidaktahuan dan ketidak percayaan terhadp pelayanan. DIBUAT DATA KUALITATIF GITU MOHON BACA DULU SKENARIONYA