Anda di halaman 1dari 5

Bank siap gunakan jasa layanan informasi perkreditan swasta

Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan bank Indonesia (PBI) No.15/1PBI/2013 tentang lembaga pengelola informasi perkreditan. Beleid ini membuka izin layanan kepada lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP) swasta di Indonesia. Direktur Utama PT BJB Bien Subiantoro mengatakan adanya lembaga tersebut, perseroan BJB akan menjadi salah satu bank yang menggunakan jasanya. "Wah tentu Bank BJB bersedia menggunakan," kata Bien kepada merdeka.com, Sabtu (16/3). Tetapi syaratnya, kata Bien, penyediaan jasa informasi dan data dari calon debitor yang dimiliki LPIP harus berkualitas. "Syaratnya data dan informasi harus memiliki integritas, akurasi, cepat," katanya. Dia mengatakan sepanjang persyaratan kualitas terpenuhi oleh LPIP, keberadaan LPIP akan sangat efektif bagi industri keuangan, khususnya perbankan. "Karena kalau mengumpulkan data sendiri terlalu lama," ungkapnya. Selama ini, hanya Bank Indonesia yang memiliki data informasi individu atau sistem informasi debitor yang masih terbatas penggunaannya untuk kredit saja. Perbankan yang membutuhkan data dan informasi calon debitor kredit, bisa mendatangi Bank Indonesia untuk meminta layanan dari Sistem Informasi Debitor. Melalui kerja sama dengan beberapa lembaga seperti PLN, PDAM dan lembaga lainnya, LPIP harapkan bisa berfungsi lebih luas dengan mengingat industri keuangan semakin hari semakin kompleks.

BI segera terbitkan aturan layanan perbankan tanpa kantor


Reporter : Sri Wiyanti Jumat, 15 Maret 2013 14:14:03 Bank Indonesia akan segera mengeluarkan aturan branchless banking atau layanan perbankan tanpa kantor. Hal tersebut dilakukan sebelum bank sentral mengeluarkan peraturan mengenai sistem tersebut. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan, sebelum mengeluarkan aturan branchless banking, terlebih dahulu BI akan mengeluarkan panduan (guide lines). "Masih kita akan mengeluarkan, rencananya yah semacam

guide lines dulu untuk yang branchless banking," kata Halim di Gedung Bank
Indonesia, Jumat (15/3). Dalam menyusun panduan tersebut, Halim mengatakan akan berkomunikasi dengan asosiasi, pelaku bisnis perbankan juga pelaku bisnis jasa pembayaran untuk mendapatkan masukan sebelum menyusun panduan. Setelah itu, baru BI akan membuat proyek percontohan (pilot project) dari program branchless banking ini. "Kita rencananya akan mengeluarkan. Mungkin nggak lama lagi lah, lalu setelah itu kita bikin pilot project, setelah itu baru kita liat kemungkinannya kita melakukan pengaturan," jelas Halim. Proyek percontohan tersebut, lanjut Halim, akan disebar ke lima titik di seluruh Indonesia. Namun, Halim masih enggan menyebut lokasi dari lima titik tersebut. "Di (tempat) yang mewakili berbagai daerah di Indonesia dan juga mewakili tingkat kecanggihan dari teknologi yang ada di situ, kesiapan banknya, dan juga jenis jasa layanan sistem pembayaran yang diinginkan oleh masyarakat setempat. Kita upayakan menyebar ke seluruh Indonesia," tutur Halim. Terkait dengan keterlibatan sektor telekomunikasi sebagai salah satu penyedia layanan jaringan juga sistem pembayaran, Halim mengaku, sektor telekomunikasi juga akan dilibatkan. "Telko kan termasuk bagian dari sistem pembayaran," tutup Halim.

Penyerapan likuiditas valuta asing turun


Reporter : Sri Wiyanti Jumat, 15 Maret 2013 10:35:00 Kategori Uang Bank Berita tag terkait Bank Indonesia ikut pantau gejolak harga bawang BI dorong pemerintah kabupaten dan kota punya saham di BPD Bank Indonesia telah menyediakan fasilitas term deposit valas (TD Valas) bagi perbankan yang kelebihan ekses likuiditas valas. Fasilitas ini juga merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia meningkatkan likuiditas valas dalam negeri. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Hendar mengatakan likuiditas valas yang terserap melalui fasilitas TD Valas ini sempat mengalami penurunan. "Perkembangan sekarang ini memang sempat turun. Beberapa bulan terakhir, sekitar akhir tahun lalu," jelas Hendar di Jakarta, Kamis (14/3) malam.

Menurut Hendar, turunnya likuiditas valas dari fasilitas TD Valas tersebut disebabkan meningkatnya kebutuhan kredit dalam bentuk valas di perbankan pada akhir tahun lalu. "Karena memang ketika turun itu saya tanya, ternyata kebutuhan likuiditas untuk pemberian kredit valasnya (di perbankan) naik. TD Valas USD 2,7 miliar, Februari. Itu ada sedikit turun tapi sekarang sudah mulai naik lagi," jelas Hendar. Hendar menuturkan, Bank Indonesia tetap membuka jalur komunikasi dengan perbankan untuk mendapatkan masukan mengenai fasilitas TD Valas ini agar tetap menarik bagi perbankan. "Kita juga tetap melakukan dialog dengan bank, barangkali dari ketentuan yang kita keluarkan mengenai TD Valas itu ada yang bisa direview kembali untuk tetap TD Valas ini atraktif bagi perbankan," tutup Hendar.

8 Bisnis yang ciptakan miliuner dunia


Reporter : Ririn Radiawati Minggu, 17 Maret 2013 11:47:46

1. Investasi
Menurut data dari Majalah Forbes, terdapat 148 miliuner bergerak dalam bidang investasi. Beberapa miliarder seperti George Soros, Carl Icahn dan beberapa pendatang terbaru seperti Seth Klarman dan Isabel dos Santos juga bergerak dalam bidang investasi. Meski begitu, sektor ini tidak dipukul rata membuat miliarder seluruh dunia menjadi kaya. Sektor ini paling sukses diterapkan di Amerika Serikat. Faktanya, di negara Paman Sam tersebut terdapat 102 miliuner dicetak melalui bisnis investasi ini. Sementara di benua Amerika Selatan, Timur Tengah, Eropa dan Asia Pasifik tidak terlalu populer. Di samping itu, untuk memulai bisnis ini tentu membutuhkan uang banyak sebagai modal.

2. Fesyen dan ritel


Mungkin menjamurnya majalah fesyen menjadi jawaban atas pertanyaan sektor yang membuat orang menjadi kaya. Menurut Majalah Forbes, fesyen dan ritel telah mencetak 146 miliuner tahun ini. Yang penting dicatat adalah pemilik merek Zara, Amancio Ortega, yang berhasil menyingkirkan orang yang sebelumnya bertahan menjadi orang terkaya ketiga dunia, Warren Buffet. Bahkan, 21 orang kaya baru tahun ini dicetak dari sektor ini. Sebut saja Domenico Dolce & Stefano Gabbana dan Renzo Rosso sang pendiri Diesel Jeans. Sektor ini juga berhasil mencetak orang kaya dunia terutama di benua Eropa (62 orang), Asia Pasifik (29 orang), dan Amerika Selatan (19 orang).

3. Real Estate
Bisnis properti memang menjadi ladang yang menggiurkan untuk berinvestasi. Hal itu telah dibuktikan oleh 129 miliuner dunia yang berhasil sukses di bidang ini. Sektor ini sangat populer untuk berbisnis terutama di Asia Pasifik yang mencetak 71 miliuner.

4. Bisnis campuran
"Don't put your money in one basket." Hal itu mungkin manjur untuk bisnis yang berhasil mencetak 125 miliuner ini. Para pengusaha tersebut menanamkan uangnya di berbagai bidang, baik itu membeli saham atau berusaha sendiri. Di Asia Pasifik, sektor ini telah mencetak 52 miliuner, Amerika Selatan 14 miliuner, dan Timur Tengah 36 miliuner.

5. Makanan dan minuman


Seiring dengan pertumbuhan konsumsi dunia, di situlah muncul peluang untuk bisnis makanan minuman. Hal tersebut terlihat dari data Majalah Forbes yang mencatat terdapat 100 orang terkaya dunia bergerak di sektor ini. Bisnis makanan dan minuman ini paling banyak mencetak miliuner di Amerika Serikat yaitu 33 orang. Di Amerika Selatan, sektor ini berhasil mencetak miliuner sebanyak 16 orang, Timur Tengah 6 orang, dan Eropa 26 orang.

6. Teknologi
Sudah tidak asing lagi untuk sektor bisnis satu ini disebut sebagai penghasil orang terkaya dunia dengan jumlah 95 orang. Lihat saja Bill Gates, Mark Zuckerberg dan almarhum Steve Jobs. Inovator dan miliuner di bidang teknologi paling banyak ditemukan di Amerika Serikat yaitu 53 orang. Bahkan, ini adalah sektor kedua yang paling banyak mencetak miliuner di negara Paman Sam tersebut. Selain itu, Asia Pasifik juga berhasil mencetak miliuner dengan jumlah 26 orang.

7. Pengolahan
Tahun ini, 89 pengusaha pemilik pabrik pengolahan telah masuk jajaran miliuner dunia. Sebagai negara dengan sumber daya manusia yang tinggi, Asia Pasifik berhasil mencetak miliuner terbanyak dari sektor ini yaitu 41 orang.

8. Energi
Jika dulu raja minyak dikenal dengan penghasil pundi-pundi emas paling populer, tidak untuk saat ini. Harga minyak dan batu bara yang fluktuatif telah membuat sektor ini menjadi sektor nomor 8 penghasil miliuner dunia dengan jumlah 83 orang. Sektor ini berhasil mencetak 33 miliuner di Amerika Serikat dan 26 orang di Eropa.