Anda di halaman 1dari 4

Khamim Nurhuda H1C011014

Elektrokimia Dari sumber bacaan di atas, dapat di simpulkan bahwa elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang tentang. Elektrokimia itu sendiri dapat di bagi menjadi dua kelompok sel, yaitu : 1. sel galvani, yaitu sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu reaksi redoks yang spontan. Sel galvani terdiri dari beberapa bagian, yaitu: 1. voltmeter, untuk menentukan besarnya potensial sel. 2. Jembatan garam (salt bridge), untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan. 3. anoda, elektroda negatif, tempat terjadinya reaksi oksidasi. pada gambar, yang bertindak sebagai anoda adalah elektroda Zn/seng (zink electrode). 4. katoda, elektroda positif, tempat terjadinya reaksi reduksi. pada gambar, yang bertindak sebagai katoda adalah elektroda Cu/tembaga (copper electrode). 2. Sel Elektrolisis, sel yang menggunakan arus listrik untuk menghasilkan reaksi redoks yang diinginkan dan digunakan secara luas. Susunan Sel Elektrolisis Sel elektrolisis tidak memerlukan jembatan garam. Komponen utamanya adalah sebuah wadah, electrode, elektrolit, dan sumber arus searah. Electron (listrik) memasuki larutan melalui kutub negatif (katode). Spesi tertentu dalam larutan mneyerap electron dari katode dan mengalami reduksi. Sementara itu, spesi ion melepas electron di anode dan mengalam oksidasi. Jadi, sama seperti pada sel volta, reaksi di katode adalah reduksi, sedangkan reaksi di anode adalah oksidasi. Akan tetapi, muatan elektrodenya berbeda. Pada sel volta, katode bermuatan positif, sedangkan anode bermuatan negative. Pada sel elektrolisis katode bermuatan negative sedangkan anode bermuatan positif. Reaksi-reaksi elektrolisis Apabila listrik dialirkan melalui lelehan senyawa ion maka senyawa ion itu akan diuraikan. Kation direduksi di katode, sedangkan anion dioksidasi di anode. Listrik Statis Listrik statis adalah, proses terjadinya perpindahan inti atom dari suatu benda ke benda yang lain, dimana dalam proses itu tidak terjadi perpindahan muatan listrik, sehingga dinamakan listrik statis. Listrik statis memiliki 2 macam muatan, yaitu muatan listrik positif, dan negatif, seperti halnya magnet, apabila kedua muatan yang berbeda jenis di dekatkan maka akan terjadi proses tarik-menarik, namun sebaliknya jika 2 muatan yang sama didekatkan, maka akan terjadi proses tolak-menolak.

Khamim Nurhuda H1C011014


Pada listrik statis, gaya ikat inti atom terhadap elektron antara bahan satu dengan lain berbeda. Karena sesuatu hal, elektron bisa lepas dari lintasannya dan berpindah ke atom lain. Perpindahan elektron mengakibatkan perubahan muatan suatu atom. Berdasarkan hal tersebut, atom dikelompokkan menjadi tiga, yaitu atom bermuatan negatif (kelebihan elektron), atom bermuatan positif (kekurangan elektron), dan atom netral (proton dan elektron jumlahnya sama). Contoh yang sering terjadi hingga menghasilkan listrik statis ialah, ketika seseorang menyisir rambut keringnya dengan sisir. Magnetic Induction Induksi magnet adalah proses terjadinya perubahan tenaga mekanik menjadi tenaga listrik yang disebabkan oleh adanya perputaan kumparan kawat melalui medan magnet stationer, bisa juga dimanfaatkan sebaliknya, listrik itupun dapat menghaslkan medan magnet. Cara ini biasanya digunakan dalam pembangkitan tenaga listrik tenaga air, angin, dll. Perputaran turbin diakibatkan oleh air ataupun angin, sehingga dapat menghasilkan tenaga magnetic yang cukup besar sehingga dapat menimbulkan adanya listrik. Piezoelectric Effect (efek piezoelektrik) Piezoelektrik adalah alat yang digunakan untuk mengubah sebuah tekanan menjadi tenaga listrik, misalnya teanan yang dihasilkan oleh hentakan kaki manusia, ataupun hentakan-hentakan yang lain. Efek piezoelektrik adalah suatu efek yang reversible, dimana terdapat efek piezoelektrik langsung (direct piezoelectric effect) dan efek piezoelektrik balikan (converse piezoelectric effect). Thermoelektrik Adalah penghasilan listrik yang bersumber dari panas, hal ini kini banyak di hasilkan secara masal untuk pembangkit listrik, selain berfungsi sebagai penghasil listrik, thermoelektrik juga berfungsi sebagai pendingin, mungkin karena sebagian besar panasnya di konvert menjadi listrik, sehingga suhu panasnya berkurang. Efek Foto Listrik Adalah proses terlepasnya logam akibat dari cahaya atau gelombang elektromagnetik yanga mempunyai energi yang lebih besar dari ambang logam tersebut. Sehingga Apabila seberkas cahaya mengenai sebuah logam, ada elektron yang keluar dari permukaan logam Menurut Einstein, terjadinya efek fotolistrik adalah bahwa satu elektron menyerap satu kuantum energi. Satu kuantum energi yang diserap elektron digunakan untuk lepas dari logam dan untuk bergerak ke pelat logam yang lain dan dirumuskan dengan persamaan : Energi cahaya = Energi ambang + Energi kinetik maksimum elektron E = W0 + Ekm

Khamim Nurhuda H1C011014


hf = hf0 + Ekm Ekm = hf hf0 Persamaan di atas disebut persamaan efek fotolistrik Einstein.W0 adalah energi ambang logam atau fungsi kerja logam, f0 adalah frekuensi ambang logam, f adalah frekuensi cahaya yang digunakan, dan Ekm adalah energi kinetik maksimum elektron yang lepas dari logam dan bergerak ke pelat logam yang lain. Thermionic Emmision Emisi termionik adalah terlepasnya elektron dari permukaan logam yang lebih panas ke permukaan logam lainnya yang dipanasi bersama-sama. Proses ini sangat penting dalam pengoperasian berbagai perangkat elektronik dan dapat digunakan untuk pembangkitdaya atau pendinginan Magnetism Suatu logam tertentu dan logam oksida memiliki kemampuan untuk menarik logam lain. Hal itu disebut dengan magnetisme, dan bahan-bahan yang memiliki sifat itu disebut magnet. Magnet mempunyai dua kutub yaitu utara dan selatan, jika utara di dekatkan dengan utara maka akan terjadi proses tolak menolak, tetapi jika utara di dekatkan dengan selatan maka akan terjadi proses tarik-menarik. Daya tarik magnet adalah hasil dari elektron yang berputar pada sumbu mereka sendiri di sekitar nukleus. Dalam bahan magnetik, atom memiliki wilayah tertentu yang disebut domain. Fluks Magnetic Fluks Magnetik adalah kerapatan garis-garis gaya dalam medan magnet, artinya fluks magnetik yang berada pada permukaan yang lebih luas kerapatannya rendah dan kuat medan magnetik (B) lebih lemah, sedangkan pada permukaan yang lebih sempit kerapatan fluks magnet akan kuat dan kuat medan magnetik (B) lebih tinggi. Kerapatan Fluks Magnetik Kerapatan fluks magnetik adalah jumlah fluks magnet per satuan luas dari suatu bagian, tegak lurus denganarah fluks.

Sumber Referensi : 1. DOE fundamental handbook electrical science vol. 1

2.

www.scribd.com

3. www.wikipedia.org 4. Basicphysics.blogspot.com

Khamim Nurhuda H1C011014