PROFIL KABUPATEN / KOTA

KOTA BATU JAWA TIMUR

Gunung Welirang (3156 m).5°C.189 46. 3. serta panorama pegunungan dan perbukitan.2°C dan terendah 14.73 km/jam.11"-8°26'35. Kota Batu memiliki 3 (tiga) buah gunung yang telah dikenal dan telah diakui secara nasional. Curah hujan tertinggi di kecamatan Bumiaji sebesar 2471 mm dan hari hujan 134 hari. Kecamatan Luas (km²) 1. Sebelumnya wilayah kota batu merupakan bagian dari Sub Satuan Wilayah Pengembangan 1 (SSWP 1) Malang Utara. LUAS WILAYAH KOTA BATU 2001 No. Sehingga dijuluki the real tourism city of Indonesia oleh Bappenas. Gunung Arjuno (3339 m) dan masih banyak lagi lainnya Dengan kondisi topografi pegunungan dan perbukitan tersebut menjadikan kota Batu terkenal sebagai daerah dingin.90"-122°57'11" Bujur Timur dan 7°44'55. Sedangkan batas adminstratif wilayahnya dapat digambarkan sebagai berikut: • Batas wilayah utara :Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan • Batas wilayah selatan : Kabupaten Malang .9°C.800 Secara astronomis terletak di 112°17'10.777 26. dengan temperatur tertinggi 27. Kota ini sedang mempersiapkan diri untuk mampu melakukan perencanaan. pelaksanaan serta mengevaluasian proyek-proyek pembangunan secara mandiri sehingga masyarakat di wilayah ini semakin rneningkat kesejahterannya Kota Batu yang terletak 800 meter diatas permukaan air laut ini dikarunia keindahan alam yang memikat.Rata-rata kelembaban nisbi udara 86' % dan kecepatan angin 10. Temperatur rata-rata kota Batu 2l. Gunung-gunung tersebut adalah Gunung Pandennan (2010 m). Potensi ini tercermin dari kekayaan produksi pertanian.KOTA BATU ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru terbentuk pada tahun 2001 sebagai pecahan dari Kabupaten Malang. buah dan sayuran.45 Lintang Selatan.234 202. 2. Bumiaji Batu Junrejo Total 130. Tabel 1 .

rome beauty. Konon. Hasil perkebunan andalan yang menjadi komoditi utama dari Kota Batu adalah buah apel. Bali. seluruh desa akan dipenuhi para penjual bunga. Jenis tanah yang berada di kota Batu sebagian besar merupakan andosol. Profil Wilayah Kota apel. Banyak potensi wisata alam yang bisa dikembangkan dari Kota Batu ini. dan New Zealand. dan Jakarta. Hasilnya sangat potensial unutk dipasok ke Jepang sebagai alternatif peningkatan pendapatan petani. Tanahnya berupa tanah mekanis yang banyak mengandung mineral yang berasal dari ledakan gunung berapi. wisata olahraga paralayang yang mengambil lokasi di Gunungbanyak. pemandangannya adalah yang paling bagus se-Asia.152 ton dari 24. dan pisang. apel batu juga harus bersaing dengan apel-apel impordari Amerika. Kota Batu sedang mencoba meneliti pengembangan kedelai Jepang Edamamae di Batu. Dengan nilai produksi mencapai 23. diatas Jember atau Lumajang yang meraih grade 6-7. dan pengunjung dapt datang untuk sekedar berjalan-jalan sambil melihat-lihat pemandangan aneka bunga. Setelah diuji coba. Kecamatan Bumiaji dan membentang hingga Kecamatan Batu dan Junrejo. Rencana lai adalah dengan menggarap puluhan goa peninggalan Jepang yang terletak di tiga lokasi.087 km² yang dibagi dalam 3 wilayah kecamatan (Bumiaji.1%. dari ekspor satu kontainer. dan wangling.205 pohon. Batu juga menghasilkan berbagai jenis buah lain seperti jeruk alpukat. dan Gunung Bokong). Sektor pertanian juga mulai digiatkan setelah masa kejayaan apel berlalu. Konsepnya. 4 kelurahan. jeruk keprok punten. dengan jumlah penduduk 168. kualitasnya termasuk grade 9. Apel merupakan produk khas yang menjadi andalan daerah yang atarannya berada di ketingggian tak kurang dari 600 m diatas permukaan laut serta dikelilingi banyak gunung (Gunung Panderman. . Untuk mendukung ekspor kedelai. menurut atlet dan para pengunjung. Memiliki wilayah seluas 197.8-2. latosol dan aluvial. Batu. apel batu tidak lagi dapa tdiunggulkan karena selain terjadi penurunan produksi antara 0. nangka. dan jeruk manis.155 jiwa (2001). selanjutnya secara berurutan kambisol. Gunung Welirang. Batu meraup untung sekitar 40%. Selain apel batu. anna. dan 19 desa.• Batas wilayah Barat : Kabupaten Malang • Batas wilayah Timur : Kabupaten Malang Kota Batu merupakan ibu kota Batu. Tlekung (Kecamatan Juntrejo) dan Songgokerto (Kecamatan Batu). Gunung Banyak. diperlukan industri pengepakan yang membutuhkan dana sekitar Rp 15 milyar. Jawa Timur. Namun beberapa tahun belakangan ini. sifat tanah semacam ini mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi. Junrejo). Potensi lain yang segera akan dikembangkan adalah akan dibangun wisata bunga yang rencananya akan mengambil lokasi di Desa Sidomulyo. jeruk-jeruk batu tersebut didistribusikan ke Surabaya. yaitu Cangar (Kecamatan Bumiaji). Australia. Julukan itu telah lama melekat pada kota yang secara resmi baru berdiri dua tahun lalu. Kecamatan Batu. Tinggal bagaimana cara mengemas semua keindahan panorama alam tersebut. Sebagai contoh adanya pemandian air panas Cangar. juga menjadi sentra produksi jeruk keprok batu. Diharapkan. Apel batu ini memiliki empat varietas yaitu manalagi. Seperti Kecamatan Bumiaji yang produktif menghasilkan bermaca-macam buah-buahan.

393 100.14 398 Kota Batu 199. Gas dan Air Bersih 2% . dan restoran 44% 2% sebagai penyangga Industri sekitar 45% kegiatan Pengolahan ekonomi daerahnya.00 163.379(jiwa) 2.67% atau dengan angka absolut dikatakan bahwa setiap serratus penduduk usi aproduktif akan menanggung sekitar 44 orang bukan usia produktif (0-14 tahun) dan 64 tahun ke atas atau dengan ratio 2:1.195 (jiwa) 56.88 37. namun Pertanian Pertambangan perekonomian Kota Batu 14% dan Penggalian Perdagangan. Restoran Bangunan hotel. PENDUDUK DAN KEPADATAN MENURUT KECAMATAN Kecamatan Luas Wilayah % Penduduk % Kepadatan 1.001(jiwa) EKONOMI Kondisi Perekonomian Daerah DISTRIBUSI KEGIATAN EKONOMI KOTA BATU 2001 Sumber: Batu.650 12. Listrik. Dengan demikian angka beban ketergantungan secara keseluruhan mencapai 44. Struktur umur penduduk cenderung mengarah pada kelompok berusia muda. Batu 45. LUAS WILAYAH.83 74. Junrejo 25.00 821 Sumber : Registrasi Penduduk Akhir Tahun 2002 Tenaga Kerja Berikut adalah jumlah penduduk Kota Batu berdasarkan mata pencahariannya : ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Pegawai Negeri/TNI : pegawai perusahaan swasta : pedagang/pengusaha : petani/peternak : lainnya : 12. dimana berdasar kriteria BPS mengenai kelas kota. 14% Keindahan alam dan Pengangkutan berbagai tempat tujuan dan Komunikasi wisata di sekitar Batu Keuangan Jasa-jasa 5% memang menjadi 4% 14% komoditas ekonomi yang mampu menyedot pemasukan tersendiri.087 100. Bumiaji 127. jumlah penduduk kota Batu tercatat sebesar 163. Sekitar 24 objek wisata resmi. justru bersandar pada 1% Hotel.000 sampai 500.647 2.882 3.03 1.37%.634 (jiwa) 23.83 1. mulai dari bumi perkemahan. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa 49.393 jiwa dengan tingkat kepadatan sebesar 806 jiwa/km.979 64.467 3. 2003 Pemerintah Kota Meski Kota Batu kaya akan hasil bumi. hal ini ditunjukkan dengan angka beban ketergantungan penduduk muda sebesar 35.458 22.67% adalah penduduk perempuan dengan angka sex ratio sebesar 97. Kota Sedang adalah Kota dengan jumlah penduduk antara 100. Dari data kependudukan di atas maka Kota Batu dapat digolongkan kepada Kelas Kota Sedang.33 5 adalah penduduk laki-laki dan 50.78%. dan sektor perdagangan.633 23. Tabel .PENDUDUK Jumlah dan Kepadatan Penduduk Berdasarkan Hasil Registrasi Penduduk akhir tahun 2002.959 (jiwa) 5.000 jiwa.28 50.878 45.

Sedangkan untuk tenaga madis di Puskesmas terdiri dari 8 dokter. Dengan karakteristik penduduk Kota Batu yang memiliki struktur umur penduduk yang berusia muda.084. jumlah pasangan usia subur di Kota Batu sebanyak 31.939. Keuangan Daerah Tabel 2 .00 TOTAL 119. SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Tabel 4.714.986. JUMLAH FASILITAS PENDIDIKAN DI KOTA BATU No. Bagian Pinjaman Daerah 0.00 3.523.96%. 17 perawat. agrowisata. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2003 KOTA BATU JUMLAH (Rp) PENDAPATAN 1.654. Pelayanan Penduduk 1. Fasilitas yang lain antara lain puskesmas 3 buah yang tersebar di 3 kecamatan di Kota Batu.774.020. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA BATU NO. maka perlu adanya pengendalian kelahirann melalui gerakan KB Nasional. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu 1. Bagian Dana Perimbangan 108.954. 25 bidan.635. proporsi terbesar adalah posyandu yaitu sebanyak 182 lokasi.869.000. URAIAN SATUAN BESARAN I.895.00 2.523. hingga wisata dirhantaa (paralayang) yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Batu menghadirkan puluhan ribu wisatawan lokal dan mancanegara setiap bulannya.686.250.00 5. SMU sederajat 17 unit 121 ruang belajar Fasilitas Kesehatan Dari beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Kota Batu.373. Jumlah penduduk Jiwa 163.68 Pos DPRD 2. SLTP sederajat 24 unit 189 ruang belajar 3. Jumlah pelanggan Jiwa 42.798.823.564.745 orang atau meningkat sebanyak 4.00 Sekretariat DPRD 1.69 Sumber: Pemerintah Kota Batu. RSU Baptis yang berada di Kecamatan Junrej.000. Rumah Sakit Bersalin 17 buah.714. 2003 FASILITAS UMUM DAN SOSIAL Fasilitas Pendidikan TABEL 3 .970 . Pada tahun 2002.00 TOTAL 119. 2 ahli gizi dan 10 tenaga lainnya.98 2.69 PENGELUARAN JUMLAH (Rp) 1.pemandian air dingin dan panas. Jenis Fasilitas Jumlah Keterangan 1.727. Belanja Pembangunan 59.005. SD sederajat 90 unit 536 ruang belajar 2.954.000.581.500.714.393 2.70 4.837. Lain – lain Penerimaan yang Sah 2. Bagian Pendapatan Asli Daerah 7. Belanja Rutin 59.

500 l/hr atau 114. Ratio kebutuhan % 28. Jadi.393 74.970 3. Kapasitas pasang Lt/dt 573.651. Sosial Rp Tarif rata-rata Rp 880 III. Kebocoran teknis % 27. Jumlah pelanggan Jiwa 42.840 8.000 4.300 Sumber : analisis Selisih (lt/hr) 9. Kebocoran administrasi % 2.5 6. Tabel 6.6 5.61 l/det. Industri Rp 4.594 . Total penjualan air Rp 1.61 l/det.343 6.520 7.300 l/hr.60 II.800 100 16.339. yang bisa dilayani oleh PDAM Kota Batu baru 6. Data Konsumen 1. Data Produksi 1.27 Sumber : data Tabel 5.500 Dari data diatas. Jumlah penduduk Jiwa 163. Sistem distribusi : perpompaan 2. Jumlah sambungan rumah Unit 8.270. Angka ini didapatkan dari perkalian antara jumlah penduduk kota Batu (163.339. Air terdistribusi m3/th 2. Data Tarif 1.436.393. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA BATU Kapasitas Produksi Kebutuhan Ideal Jumlah Penduduk Kebutuhan Eksisting Kota Sedang (jiwa) Total (lt/hr) (lt/org/hr) Lt/dt Lt/hr 163. Asumsi kebutuhan air Lt/org/hr 163. diketahui bahwa kebutuhan air bersih kota Batu adalah sebesar 16. Dan hal ini berarti diperlukan peningkatan sarana yang dapat digunakan untuk mengangkut sampah sebesar 114. Penduduk terlayani % 44. kebutuhan air bersih yang masih harus dilayani di Kota Batu ini sebesar 9. Instansi Rp 5.6 9. Nama pengelola : PDAM Kota Batu 2.12 3. Data Distribusi 1.3.902. Jumlah mobil tangki Unit 1 V. Penduduk terlayani % 44.60 II. Sistem : Interkoneksi 3. Sistem sumber : sumber air permukaan 4. Kapasitas distribusi Lt/dt 3.393 2.00 4. Data Kebocoran 1. Produksi aktual m3/th IV. Kapasitas sumber Lt/dt 307 III.902. Pelayanan Penduduk 1.800 l/hr. Kapasitas desain Lt/dt 93. Cakupan penduduk Jiwa 10. URAIAN SATUAN BESARAN I. Niaga Rp 3. Kapasitas produksi Lt/dt 74. Rumah tangga Rp 400 2. Data Sumber 1.393 jiwa) dengan kebutuhan ideal air bersih untuk kota sedang (100 l/org/hr).436.453. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA BATU NO. Air terjual m3/th 1. Dan dari angka kebutuhan tersebut.181.50 2. Cakupan pelayanan air % 44.

Kran umum 10. Konsumsi non rumah tangga 12. Jumlah pegawai 4. Asumsi produksi sampah Lt/org/hr 490. Jumlah penduduk Jiwa 163. Terminal air 8. Back hoe Unit 3. Jumlah jiwa/hidran umum 14. SLA 5.232. Data Administrasi 1. Cakupan layanan penduduk Jiwa 88. Jumlah sambungan rumah tangga 3. Water tank Unit 2 Sumber : data . Konsumsi rumah tangga 11. Ilegal dumping : sedikit II. Jumlah jiwa/sambungan rumah 13.2. Nama pengelola : III. Jangka waktu pinjaman SLA 7. Jangka waktu pinjaman RPD Sumber : data Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Jiwa Jiwa Jiwa/SR Jiwa/unit % Rp % Orang Rp Rp Tahun Tahun 169. Nama pengelola : DKP Kota Batu 2. Kapasitas m3 6.452 5 100 85 97 9. Jumlah sambungan sosial 6. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BATU NO.71 8.393 4. Keuangan 2. Data Pengumpulan Sampah 1. Jumlah sambungan niaga 4. Sistem : integrated system 3. Status TPA : sewa 4. Data TPA 1.22 9. Bulldozer Unit 1 2.563. Umur Tahun 7. Luas TPA Ha 5. Shovel Unit 5. RPD 6. Nama TPA :TPA Ngaglik 3. Tingkat pelayanan umum IV. Jarak ke permukiman Km 2 9. Jumlah sampah m3/hr 425 6.803.179 m3/hr 490.18 5. Sistem : open dumping 8. Jumlah pelayanan m3/hr 150 7.750. Efisiensi penagihan 3. URAIAN SATUAN BESARAN I. Jumlah pelayanan TPA m3/hr 150 2. Hidran umum 9. Cakupan layanan geografis Ha 10. Loader Unit 4. Data Peralatan TPA 1. Incenerator Unit 10. Jumlah sambungan instansi 7.658 - Komponen Persampahan Tabel 7. Jumlah sambungan industri 5.

Transfer depo Unit 1 5. Biaya operasional dan pemeliharaan Rp Sumber : data Komponen Sanitasi dan Air Limbah Pengelolaan air limbah/air buangan di Kota Batu dilakukan secara on-site dan offside.393 2. Dan juga terdapat instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) di daerah Durek.Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari.18 Produksi aktual sampah (m3//hr) 425 Sampah yang Terangkut (m3/hr) 150 Selisih (m3/hr) 275 340. URAIAN SATUAN BESARAN I. Tabel 10. Tabel 8. Tabel 9. Biaya pembuangan Rp 3. MCK dengan tangki septik dan cubluk serta saluran lainnya seperti sungai dan kolam. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA BATU Jumlah Penduduk (jiwa) 163. Jumlah penduduk Jiwa 163. Kapasitas IPLT m3/bln 4. dengan memperhitungkan asumsi sampah yang dihasilkan per orang per hari sebesar 3 lt/org/hari dan jumlah penduduk sebesar 163. DATA PENGANGKUTAN DAN PEMBIAYAAN SAMPAH DI KOTA BATU NO.393 Timbulan Sampah Kota Sedang (lt/org/hr) 3 Perkiraan Timbulan Sampah Total (m3//hr) 490. Retribusi Rp 2. Data Sanitasi On Site 1. Cubluk Unit - . Biaya pengangkutan Rp 4. Jumlah TPS Unit 35 II. Jumlah septik tank Unit 5. DATA PENGELOLAAN SANITASI/LIMBAH CAIR DI KOTA BATU NO.393 jiwa. maka kebutuhan komponen persampahan Kota Batu disajikan dalam tabel berikut.18* *) Selisih antara perkiraan timbulan sampah dan sampah terangkut. Data Pembiayaan 1. Jumlah pelayanan terangkut m3/hr 150 2. Data Transportasi Persampahan 1. untuk antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang. yaitu secara individual pada masing-masing rumah tangga dan komunal dengan memanfaatkan fasilitas umum seperti jamban umum. Jumlah kendaraan Truk Unit 3 Arm roll Unit 4 Compactor Unit Pick up Unit 3. Sumber: Analisis Dengan melihat jumlah produksi sampah yang dihasilkan (425 m3/hr) dan sampah yang terangkut hanya sebesar 150 m3/hr. Biaya pengumpulan Rp 5. Biaya satuan Rp 6. maka besarnya sampah yang masih harus diangkut adalah sebesar 340. Namun.179 3.18 m³/hr. Jumlah peralatan Gerobak Unit 26 Container Unit 36 4. Asumsi produksi limbah Lt/hr 490. maka masih terdapat 275 m³/hr yang belum terlayani. URAIAN SATUAN BESARAN I.

Cakupan on site 7. Hal itu diakibatkan oleh kurang terintegrasinya sistem drainase antar daerah yang memiliki perbedaan ketinggian. Kolam retensi Unit II. Data Tarif Pelayanan Sanitasi 1. Peresapan air hujan : 6. Tinggi genangan m 3.5 km. Data Pengelolaan Drainase 1. Panjang saluran sekunder Km 15. Kondisi saluran baik % 7. Frekuensi genangan /tahun Sumber : data Pada umumnya. URAIAN SATUAN BESARAN I. DATA DRAINASE DI KOTA BATU NO. Cakupan penduduk Jiwa 5. Nama IPLT : Durek 2. Kapasitas IPLT 3. Kondisi saluran rusak % III. Dasar penyedotan III. Operasional angkut : Sumber : data unit Unit Rp Rp Unit - m3/bln - Komponen Drainase Jaringan drainase yang ada di Kota Batu dikelola oleh Sub Dinas Cipta Karya Kota Batu. Panjang saluran primer Km 11 4. Tabel 11. Nama Pengelola : Sub Dinas Cipta Karya Kota Batu 2. Luas genangan Ha 2. Lokasi : 6. Lama genangan Jam 4. Nama IPAL : 5. Cakupan pelayanan % 4. Tarif penyedotan 2. Stasiun pompa air Unit 7. sistem drainase Kota Batu sudah berfungsi dengan baik. dapat dikelompokkan menjadi jaringan drainase dengan saluran terbuka dan jaringan drainase dengan saluran tertutup. Data Saluran Drainase 1. namun masih ada beberapa tempat yang sistem drainasenya perlu penataan ulang karena pada musim panghujan daerah tersebut sering banjir. Nama Pengelola IPLT : 4. Anggaran Rp 3.6. Jumlah komunal septik tank II. Data Genangan 1. Jumlah komunal MCK 8. sehingga tidak ada distribusi jatuhnya air hujan antara daerah-daerah tersebut. Kondisi truk tinja : baik IV. Curah hujan mm/th 2. Kondisi saluran sedang % 8. Jumlah truk tinja 2. Total panjang saluran Km 3. Data yang dapat dikumpulkan mengenai sistem drainase ini adalah panjang saluran primer dan sekunder sepanjang 11 km dan 15. DATA IPLT 1. Panjang saluran tersier Km 6.5 5. . Data Alat Angkut Sanitasi 1.

01 km.07 km dan jalan lokal sepanjang 424.47 Panjang Jalan Total Km 461. Gbr.68 2 Jalan Kerikil Km 256 3 Jalan Tanah Km 80. Tabel 12. Jenis Permukaan 1 Jalan Aspal Km 124. Fungsi 1 Jalan Arteri Km 2 Jalan Kolektor Km 3 Jalan Lokal Km III. Yogyakarta hingga Bandung.07 2 Sedang Km Rusak Km Jalan Lokal Baik Km 424. Pemkot Batu dalam waktu dekat berencana melebarkan jalan menjadi 9 meter dan membuat jalan lingkar (outer ring road) selatan dari Kecamatan Junrejo ke Kecamatan Batu sepanjang 12 km melewati Desa Tlekung.01 IV. dan 1 stasiun KA.08 km.01 3 Sedang Km Rusak Km Untuk kondisi modanya. Menyusul juga akan dibangun outer ring road utara.08 II. . Kota Batu berada pada jalur transit yang dapat dijadikan pilihan apabila ingin melanjutkan perjalanan melalui jalur selatan menuju kota-kota di Jawa Tengah melalui kota Jombang atau Kediri untuk selanjutnya menuju Solo. Jaringan jalan di kota Batu berpola dominan linier dan sebagian berpola grid khususnya pada kawasan perumahan. panjang jalan yang ada di Kotamadya Batu mencapai 461. Kewenangan 1 Jalan Nasional Km 2 Jalan Propinsi Km 37. Pengguna jalan baik manusia maupun kendaran di wilayah kota Batu dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga pemerintah kota Batu terus menambah panjang jalan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan/kemacetan sebagai akibat tidak seimbangnya pertumbuhan kendaraan dengan jalan yang ada. Kondisi Jalan Nasional Baik Km 1 Sedang Km Rusak Km Jalan Propinsi Baik Km 37. terbagi atas jalan propinsi sepanjang 37. Untuk pengembangan prasarana jalan.Komponen Jalan Jalan merupakan prasarana yang penting bukan hanya untuk memperlancar mobilitas penduduk melainkan juga untuk memperlancar perekonomian suatu daerah. Keadaan pembatas jalan yang mulai rusak Hingga tahun 2002.07 3 Jalan Lokal Km 424. KARAKTERISTIK JALAN DI KOTA BATU No Uraian Satuan Besaran I. Kota Batu hingga saat ini sudah memiliki 1 terminal regional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful