P. 1
Kota Batu Malang

Kota Batu Malang

|Views: 13|Likes:
Dipublikasikan oleh Al Harkan
Kota Wisata, Jatim Park, Batu Night Spectacular, Batu Secret Zoo, Villa
Kota Wisata, Jatim Park, Batu Night Spectacular, Batu Secret Zoo, Villa

More info:

Published by: Al Harkan on May 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/19/2014

pdf

text

original

PROFIL KABUPATEN / KOTA

KOTA BATU JAWA TIMUR

234 202. Tabel 1 .90"-122°57'11" Bujur Timur dan 7°44'55. Kota Batu memiliki 3 (tiga) buah gunung yang telah dikenal dan telah diakui secara nasional. Sedangkan batas adminstratif wilayahnya dapat digambarkan sebagai berikut: • Batas wilayah utara :Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan • Batas wilayah selatan : Kabupaten Malang .5°C. Potensi ini tercermin dari kekayaan produksi pertanian. serta panorama pegunungan dan perbukitan. pelaksanaan serta mengevaluasian proyek-proyek pembangunan secara mandiri sehingga masyarakat di wilayah ini semakin rneningkat kesejahterannya Kota Batu yang terletak 800 meter diatas permukaan air laut ini dikarunia keindahan alam yang memikat.45 Lintang Selatan. Sehingga dijuluki the real tourism city of Indonesia oleh Bappenas. LUAS WILAYAH KOTA BATU 2001 No.2°C dan terendah 14. dengan temperatur tertinggi 27.KOTA BATU ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru terbentuk pada tahun 2001 sebagai pecahan dari Kabupaten Malang. Kecamatan Luas (km²) 1.777 26. buah dan sayuran. Sebelumnya wilayah kota batu merupakan bagian dari Sub Satuan Wilayah Pengembangan 1 (SSWP 1) Malang Utara. Curah hujan tertinggi di kecamatan Bumiaji sebesar 2471 mm dan hari hujan 134 hari.73 km/jam. 2. Gunung Welirang (3156 m). 3. Kota ini sedang mempersiapkan diri untuk mampu melakukan perencanaan.9°C.800 Secara astronomis terletak di 112°17'10. Bumiaji Batu Junrejo Total 130.11"-8°26'35. Gunung-gunung tersebut adalah Gunung Pandennan (2010 m).Rata-rata kelembaban nisbi udara 86' % dan kecepatan angin 10. Gunung Arjuno (3339 m) dan masih banyak lagi lainnya Dengan kondisi topografi pegunungan dan perbukitan tersebut menjadikan kota Batu terkenal sebagai daerah dingin. Temperatur rata-rata kota Batu 2l.189 46.

pemandangannya adalah yang paling bagus se-Asia. dan Jakarta. Memiliki wilayah seluas 197. latosol dan aluvial. selanjutnya secara berurutan kambisol. diperlukan industri pengepakan yang membutuhkan dana sekitar Rp 15 milyar. Untuk mendukung ekspor kedelai. anna. rome beauty. diatas Jember atau Lumajang yang meraih grade 6-7. Bali. Gunung Banyak. Dengan nilai produksi mencapai 23. . Kecamatan Batu. Banyak potensi wisata alam yang bisa dikembangkan dari Kota Batu ini. Konsepnya. Jawa Timur. seluruh desa akan dipenuhi para penjual bunga. dan Gunung Bokong). kualitasnya termasuk grade 9.8-2. Tlekung (Kecamatan Juntrejo) dan Songgokerto (Kecamatan Batu).1%. Namun beberapa tahun belakangan ini. dari ekspor satu kontainer. Batu juga menghasilkan berbagai jenis buah lain seperti jeruk alpukat. Tinggal bagaimana cara mengemas semua keindahan panorama alam tersebut. juga menjadi sentra produksi jeruk keprok batu. Setelah diuji coba. Apel merupakan produk khas yang menjadi andalan daerah yang atarannya berada di ketingggian tak kurang dari 600 m diatas permukaan laut serta dikelilingi banyak gunung (Gunung Panderman.152 ton dari 24. Tanahnya berupa tanah mekanis yang banyak mengandung mineral yang berasal dari ledakan gunung berapi. Diharapkan. dan 19 desa.• Batas wilayah Barat : Kabupaten Malang • Batas wilayah Timur : Kabupaten Malang Kota Batu merupakan ibu kota Batu. dan wangling. Batu meraup untung sekitar 40%. apel batu tidak lagi dapa tdiunggulkan karena selain terjadi penurunan produksi antara 0. Seperti Kecamatan Bumiaji yang produktif menghasilkan bermaca-macam buah-buahan. Potensi lain yang segera akan dikembangkan adalah akan dibangun wisata bunga yang rencananya akan mengambil lokasi di Desa Sidomulyo. sifat tanah semacam ini mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi. dan pisang. dan pengunjung dapt datang untuk sekedar berjalan-jalan sambil melihat-lihat pemandangan aneka bunga.155 jiwa (2001). dan New Zealand.087 km² yang dibagi dalam 3 wilayah kecamatan (Bumiaji. Selain apel batu. Gunung Welirang. Sektor pertanian juga mulai digiatkan setelah masa kejayaan apel berlalu. Jenis tanah yang berada di kota Batu sebagian besar merupakan andosol. Julukan itu telah lama melekat pada kota yang secara resmi baru berdiri dua tahun lalu. yaitu Cangar (Kecamatan Bumiaji). wisata olahraga paralayang yang mengambil lokasi di Gunungbanyak. Profil Wilayah Kota apel. Kecamatan Bumiaji dan membentang hingga Kecamatan Batu dan Junrejo. Rencana lai adalah dengan menggarap puluhan goa peninggalan Jepang yang terletak di tiga lokasi. Australia. nangka. Batu. Konon. 4 kelurahan. dengan jumlah penduduk 168. apel batu juga harus bersaing dengan apel-apel impordari Amerika. menurut atlet dan para pengunjung. jeruk-jeruk batu tersebut didistribusikan ke Surabaya. Junrejo). jeruk keprok punten. dan jeruk manis. Kota Batu sedang mencoba meneliti pengembangan kedelai Jepang Edamamae di Batu. Sebagai contoh adanya pemandian air panas Cangar. Apel batu ini memiliki empat varietas yaitu manalagi. Hasilnya sangat potensial unutk dipasok ke Jepang sebagai alternatif peningkatan pendapatan petani. Hasil perkebunan andalan yang menjadi komoditi utama dari Kota Batu adalah buah apel.205 pohon.

Restoran Bangunan hotel.393 jiwa dengan tingkat kepadatan sebesar 806 jiwa/km.78%. Tabel . Dengan demikian angka beban ketergantungan secara keseluruhan mencapai 44.393 100.959 (jiwa) 5.33 5 adalah penduduk laki-laki dan 50. Sekitar 24 objek wisata resmi.195 (jiwa) 56. namun Pertanian Pertambangan perekonomian Kota Batu 14% dan Penggalian Perdagangan. Dari data kependudukan di atas maka Kota Batu dapat digolongkan kepada Kelas Kota Sedang.634 (jiwa) 23. dan sektor perdagangan.458 22.00 163.88 37.878 45.633 23. justru bersandar pada 1% Hotel. Junrejo 25.979 64.PENDUDUK Jumlah dan Kepadatan Penduduk Berdasarkan Hasil Registrasi Penduduk akhir tahun 2002.882 3.087 100. dan restoran 44% 2% sebagai penyangga Industri sekitar 45% kegiatan Pengolahan ekonomi daerahnya.67% adalah penduduk perempuan dengan angka sex ratio sebesar 97. Bumiaji 127.467 3. jumlah penduduk kota Batu tercatat sebesar 163.000 jiwa. 2003 Pemerintah Kota Meski Kota Batu kaya akan hasil bumi. dimana berdasar kriteria BPS mengenai kelas kota. LUAS WILAYAH. hal ini ditunjukkan dengan angka beban ketergantungan penduduk muda sebesar 35.647 2.67% atau dengan angka absolut dikatakan bahwa setiap serratus penduduk usi aproduktif akan menanggung sekitar 44 orang bukan usia produktif (0-14 tahun) dan 64 tahun ke atas atau dengan ratio 2:1. Gas dan Air Bersih 2% .000 sampai 500.28 50.83 74.37%. PENDUDUK DAN KEPADATAN MENURUT KECAMATAN Kecamatan Luas Wilayah % Penduduk % Kepadatan 1. Batu 45. Listrik. 14% Keindahan alam dan Pengangkutan berbagai tempat tujuan dan Komunikasi wisata di sekitar Batu Keuangan Jasa-jasa 5% memang menjadi 4% 14% komoditas ekonomi yang mampu menyedot pemasukan tersendiri.00 821 Sumber : Registrasi Penduduk Akhir Tahun 2002 Tenaga Kerja Berikut adalah jumlah penduduk Kota Batu berdasarkan mata pencahariannya : ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Pegawai Negeri/TNI : pegawai perusahaan swasta : pedagang/pengusaha : petani/peternak : lainnya : 12.001(jiwa) EKONOMI Kondisi Perekonomian Daerah DISTRIBUSI KEGIATAN EKONOMI KOTA BATU 2001 Sumber: Batu.650 12.83 1. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa 49.379(jiwa) 2. Struktur umur penduduk cenderung mengarah pada kelompok berusia muda.03 1.14 398 Kota Batu 199. Kota Sedang adalah Kota dengan jumlah penduduk antara 100. mulai dari bumi perkemahan.

hingga wisata dirhantaa (paralayang) yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Batu menghadirkan puluhan ribu wisatawan lokal dan mancanegara setiap bulannya.523. Fasilitas yang lain antara lain puskesmas 3 buah yang tersebar di 3 kecamatan di Kota Batu. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA BATU NO.005. Jumlah penduduk Jiwa 163.69 Sumber: Pemerintah Kota Batu. Keuangan Daerah Tabel 2 . Rumah Sakit Bersalin 17 buah. JUMLAH FASILITAS PENDIDIKAN DI KOTA BATU No.250.084. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2003 KOTA BATU JUMLAH (Rp) PENDAPATAN 1.00 3.869. Sedangkan untuk tenaga madis di Puskesmas terdiri dari 8 dokter. jumlah pasangan usia subur di Kota Batu sebanyak 31. URAIAN SATUAN BESARAN I. RSU Baptis yang berada di Kecamatan Junrej. SLTP sederajat 24 unit 189 ruang belajar 3.986. Jenis Fasilitas Jumlah Keterangan 1.939.823.954. Dengan karakteristik penduduk Kota Batu yang memiliki struktur umur penduduk yang berusia muda.00 2. agrowisata.954. 17 perawat. SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Tabel 4.774.00 TOTAL 119.96%. SMU sederajat 17 unit 121 ruang belajar Fasilitas Kesehatan Dari beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Kota Batu.000. maka perlu adanya pengendalian kelahirann melalui gerakan KB Nasional.895. Pada tahun 2002.714. SD sederajat 90 unit 536 ruang belajar 2.70 4. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu 1.745 orang atau meningkat sebanyak 4.69 PENGELUARAN JUMLAH (Rp) 1. Jumlah pelanggan Jiwa 42.837.686.000.pemandian air dingin dan panas.500.000.581.714. 2003 FASILITAS UMUM DAN SOSIAL Fasilitas Pendidikan TABEL 3 .98 2. Belanja Rutin 59.00 TOTAL 119.714. 2 ahli gizi dan 10 tenaga lainnya. 25 bidan.970 .020.564. Belanja Pembangunan 59.654.68 Pos DPRD 2.523.00 5.798. Bagian Dana Perimbangan 108.373.635. Lain – lain Penerimaan yang Sah 2. proporsi terbesar adalah posyandu yaitu sebanyak 182 lokasi.393 2. Bagian Pendapatan Asli Daerah 7.00 Sekretariat DPRD 1. Pelayanan Penduduk 1.727. Bagian Pinjaman Daerah 0.

50 2.00 4.393 74.60 II. Jumlah penduduk Jiwa 163.6 9.500 Dari data diatas. Kapasitas desain Lt/dt 93. Air terdistribusi m3/th 2. Kebocoran administrasi % 2.61 l/det. Data Distribusi 1. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA BATU NO. Penduduk terlayani % 44. yang bisa dilayani oleh PDAM Kota Batu baru 6.000 4.840 8.800 l/hr.343 6. kebutuhan air bersih yang masih harus dilayani di Kota Batu ini sebesar 9. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA BATU Kapasitas Produksi Kebutuhan Ideal Jumlah Penduduk Kebutuhan Eksisting Kota Sedang (jiwa) Total (lt/hr) (lt/org/hr) Lt/dt Lt/hr 163. Sistem : Interkoneksi 3. Sistem distribusi : perpompaan 2. Produksi aktual m3/th IV. Tabel 6.339.60 II. Kapasitas sumber Lt/dt 307 III. Air terjual m3/th 1. Dan hal ini berarti diperlukan peningkatan sarana yang dapat digunakan untuk mengangkut sampah sebesar 114. Data Kebocoran 1. Kapasitas pasang Lt/dt 573. Jadi.393 jiwa) dengan kebutuhan ideal air bersih untuk kota sedang (100 l/org/hr).500 l/hr atau 114.594 .970 3. Cakupan penduduk Jiwa 10. Asumsi kebutuhan air Lt/org/hr 163. diketahui bahwa kebutuhan air bersih kota Batu adalah sebesar 16.393 2. Instansi Rp 5. Data Konsumen 1.393. Ratio kebutuhan % 28.3. Jumlah mobil tangki Unit 1 V.12 3. Data Tarif 1. URAIAN SATUAN BESARAN I. Rumah tangga Rp 400 2. Nama pengelola : PDAM Kota Batu 2.27 Sumber : data Tabel 5.436. Sistem sumber : sumber air permukaan 4.651.520 7. Total penjualan air Rp 1.339. Angka ini didapatkan dari perkalian antara jumlah penduduk kota Batu (163. Sosial Rp Tarif rata-rata Rp 880 III. Data Produksi 1.902. Kebocoran teknis % 27.181.61 l/det.800 100 16. Dan dari angka kebutuhan tersebut.902. Data Sumber 1. Industri Rp 4. Kapasitas distribusi Lt/dt 3. Jumlah pelanggan Jiwa 42.453. Jumlah sambungan rumah Unit 8.270. Niaga Rp 3. Pelayanan Penduduk 1.300 Sumber : analisis Selisih (lt/hr) 9.300 l/hr. Cakupan pelayanan air % 44. Kapasitas produksi Lt/dt 74. Penduduk terlayani % 44.436.5 6.6 5.

Jumlah pegawai 4. Shovel Unit 5. Kapasitas m3 6. Ilegal dumping : sedikit II. Konsumsi rumah tangga 11. RPD 6. Jangka waktu pinjaman RPD Sumber : data Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Jiwa Jiwa Jiwa/SR Jiwa/unit % Rp % Orang Rp Rp Tahun Tahun 169. Data Administrasi 1. Hidran umum 9. Jumlah penduduk Jiwa 163.750. Sistem : integrated system 3. Bulldozer Unit 1 2. Jumlah sambungan niaga 4. Jumlah sambungan industri 5. Nama pengelola : III.22 9. Nama pengelola : DKP Kota Batu 2. Jumlah sambungan instansi 7. Water tank Unit 2 Sumber : data .563. Sistem : open dumping 8. Konsumsi non rumah tangga 12. Luas TPA Ha 5. Jumlah pelayanan m3/hr 150 7. Jumlah pelayanan TPA m3/hr 150 2.452 5 100 85 97 9.179 m3/hr 490. SLA 5. Keuangan 2.658 - Komponen Persampahan Tabel 7.803. Cakupan layanan geografis Ha 10.2. Jumlah jiwa/sambungan rumah 13. Jumlah jiwa/hidran umum 14. Data TPA 1. Efisiensi penagihan 3. Umur Tahun 7. Kran umum 10. Terminal air 8. Data Pengumpulan Sampah 1. Jangka waktu pinjaman SLA 7.71 8.393 4. Status TPA : sewa 4. Back hoe Unit 3. Data Peralatan TPA 1. Cakupan layanan penduduk Jiwa 88. Jarak ke permukiman Km 2 9. URAIAN SATUAN BESARAN I. Jumlah sambungan rumah tangga 3.18 5. Loader Unit 4. Jumlah sampah m3/hr 425 6. Nama TPA :TPA Ngaglik 3. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BATU NO. Jumlah sambungan sosial 6. Asumsi produksi sampah Lt/org/hr 490. Incenerator Unit 10.232. Tingkat pelayanan umum IV.

Biaya pengumpulan Rp 5. maka kebutuhan komponen persampahan Kota Batu disajikan dalam tabel berikut. yaitu secara individual pada masing-masing rumah tangga dan komunal dengan memanfaatkan fasilitas umum seperti jamban umum.18 Produksi aktual sampah (m3//hr) 425 Sampah yang Terangkut (m3/hr) 150 Selisih (m3/hr) 275 340.393 Timbulan Sampah Kota Sedang (lt/org/hr) 3 Perkiraan Timbulan Sampah Total (m3//hr) 490. Biaya pembuangan Rp 3.393 2. Data Transportasi Persampahan 1. Biaya operasional dan pemeliharaan Rp Sumber : data Komponen Sanitasi dan Air Limbah Pengelolaan air limbah/air buangan di Kota Batu dilakukan secara on-site dan offside. MCK dengan tangki septik dan cubluk serta saluran lainnya seperti sungai dan kolam. maka besarnya sampah yang masih harus diangkut adalah sebesar 340. Biaya satuan Rp 6. Jumlah peralatan Gerobak Unit 26 Container Unit 36 4.18 m³/hr. Jumlah septik tank Unit 5.18* *) Selisih antara perkiraan timbulan sampah dan sampah terangkut. Asumsi produksi limbah Lt/hr 490. URAIAN SATUAN BESARAN I.393 jiwa. Retribusi Rp 2. Dan juga terdapat instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) di daerah Durek. Transfer depo Unit 1 5. dengan memperhitungkan asumsi sampah yang dihasilkan per orang per hari sebesar 3 lt/org/hari dan jumlah penduduk sebesar 163. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA BATU Jumlah Penduduk (jiwa) 163. Kapasitas IPLT m3/bln 4. Tabel 8. maka masih terdapat 275 m³/hr yang belum terlayani.179 3. Jumlah penduduk Jiwa 163. Cubluk Unit - . Tabel 9. Jumlah kendaraan Truk Unit 3 Arm roll Unit 4 Compactor Unit Pick up Unit 3. Tabel 10. untuk antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang. Jumlah pelayanan terangkut m3/hr 150 2. DATA PENGELOLAAN SANITASI/LIMBAH CAIR DI KOTA BATU NO. Data Sanitasi On Site 1. URAIAN SATUAN BESARAN I. Jumlah TPS Unit 35 II. DATA PENGANGKUTAN DAN PEMBIAYAAN SAMPAH DI KOTA BATU NO. Sumber: Analisis Dengan melihat jumlah produksi sampah yang dihasilkan (425 m3/hr) dan sampah yang terangkut hanya sebesar 150 m3/hr. Data Pembiayaan 1.Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari. Biaya pengangkutan Rp 4. Namun.

Panjang saluran sekunder Km 15. Tabel 11. Cakupan penduduk Jiwa 5. Dasar penyedotan III. .5 5. dapat dikelompokkan menjadi jaringan drainase dengan saluran terbuka dan jaringan drainase dengan saluran tertutup.5 km. Nama IPAL : 5. Jumlah truk tinja 2. Tarif penyedotan 2. Nama Pengelola : Sub Dinas Cipta Karya Kota Batu 2. Jumlah komunal septik tank II.6. Cakupan pelayanan % 4. Lama genangan Jam 4. Data Alat Angkut Sanitasi 1. URAIAN SATUAN BESARAN I. sehingga tidak ada distribusi jatuhnya air hujan antara daerah-daerah tersebut. Panjang saluran primer Km 11 4. Data Pengelolaan Drainase 1. Data Saluran Drainase 1. Hal itu diakibatkan oleh kurang terintegrasinya sistem drainase antar daerah yang memiliki perbedaan ketinggian. Kapasitas IPLT 3. Data Tarif Pelayanan Sanitasi 1. Nama Pengelola IPLT : 4. Nama IPLT : Durek 2. Kondisi saluran baik % 7. Kolam retensi Unit II. Operasional angkut : Sumber : data unit Unit Rp Rp Unit - m3/bln - Komponen Drainase Jaringan drainase yang ada di Kota Batu dikelola oleh Sub Dinas Cipta Karya Kota Batu. Panjang saluran tersier Km 6. Cakupan on site 7. Kondisi saluran sedang % 8. DATA IPLT 1. Kondisi saluran rusak % III. Kondisi truk tinja : baik IV. Stasiun pompa air Unit 7. sistem drainase Kota Batu sudah berfungsi dengan baik. Jumlah komunal MCK 8. DATA DRAINASE DI KOTA BATU NO. Frekuensi genangan /tahun Sumber : data Pada umumnya. Lokasi : 6. Tinggi genangan m 3. Anggaran Rp 3. Total panjang saluran Km 3. Luas genangan Ha 2. Peresapan air hujan : 6. Data yang dapat dikumpulkan mengenai sistem drainase ini adalah panjang saluran primer dan sekunder sepanjang 11 km dan 15. Data Genangan 1. Curah hujan mm/th 2. namun masih ada beberapa tempat yang sistem drainasenya perlu penataan ulang karena pada musim panghujan daerah tersebut sering banjir.

Jenis Permukaan 1 Jalan Aspal Km 124.Komponen Jalan Jalan merupakan prasarana yang penting bukan hanya untuk memperlancar mobilitas penduduk melainkan juga untuk memperlancar perekonomian suatu daerah. Keadaan pembatas jalan yang mulai rusak Hingga tahun 2002. Untuk pengembangan prasarana jalan.47 Panjang Jalan Total Km 461.01 IV. Gbr.07 km dan jalan lokal sepanjang 424.01 km. Fungsi 1 Jalan Arteri Km 2 Jalan Kolektor Km 3 Jalan Lokal Km III. KARAKTERISTIK JALAN DI KOTA BATU No Uraian Satuan Besaran I. Menyusul juga akan dibangun outer ring road utara.07 3 Jalan Lokal Km 424.68 2 Jalan Kerikil Km 256 3 Jalan Tanah Km 80.01 3 Sedang Km Rusak Km Untuk kondisi modanya. dan 1 stasiun KA. Yogyakarta hingga Bandung.07 2 Sedang Km Rusak Km Jalan Lokal Baik Km 424. Kota Batu berada pada jalur transit yang dapat dijadikan pilihan apabila ingin melanjutkan perjalanan melalui jalur selatan menuju kota-kota di Jawa Tengah melalui kota Jombang atau Kediri untuk selanjutnya menuju Solo. Pemkot Batu dalam waktu dekat berencana melebarkan jalan menjadi 9 meter dan membuat jalan lingkar (outer ring road) selatan dari Kecamatan Junrejo ke Kecamatan Batu sepanjang 12 km melewati Desa Tlekung. Tabel 12.08 II. Kota Batu hingga saat ini sudah memiliki 1 terminal regional. Kondisi Jalan Nasional Baik Km 1 Sedang Km Rusak Km Jalan Propinsi Baik Km 37. Kewenangan 1 Jalan Nasional Km 2 Jalan Propinsi Km 37. . Jaringan jalan di kota Batu berpola dominan linier dan sebagian berpola grid khususnya pada kawasan perumahan. terbagi atas jalan propinsi sepanjang 37.08 km. Pengguna jalan baik manusia maupun kendaran di wilayah kota Batu dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga pemerintah kota Batu terus menambah panjang jalan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan/kemacetan sebagai akibat tidak seimbangnya pertumbuhan kendaraan dengan jalan yang ada. panjang jalan yang ada di Kotamadya Batu mencapai 461.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->