Anda di halaman 1dari 15

Kata Pengantar

Terucap Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karna atas ramat-nya, penyusunan Makalah IPS ( Ekonomi ) ini dapat di selesaikan dengan baik. Penyusunan Makalah IPS ( Ekonomi ) ini di maksudkan untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan penguasaan kompetensi. Sehingga dalam penyusunan makalah ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah di pahami oleh siswa yang mandiri. Makalah IPS ( Ekonomi ) ini di susun berdasarkan setandar isi kompetensi, serta salibus pembelajaran sebagaimana tertuang dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Harapan kami, Makalah IPS ( Ekonomi ) ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan penguasaan kompetensi siswa sesuai dengan standar kompetensi kelulusan yang di harapkan. Kritik dan saran dari pembaca dan pemakai sangat kami harapkan sebagai upaya penyempurnaan pembuatan makalah ini di masa yang akan datang.

Penyusun.

Daftar Isi. Bab 1.


Kebutuhan Manusia. Pengertian Kebutuhan. Macam - Macam Kebutuhan. Faktor Faktor yang mempengaruhi kebutuhan.

Bab 2.
Jenis Jenis Dan Kegunaan Benda Pemuas Kebutuhan. Pengertian Kelangkaan. Faktor Penyebab Kelangkaan.

Bab 3.
Pengertian Sistem Ekonomi. Macam Macam Sistem Ekonomi. Kebaikan Dan Kelemahan Sistem Ekonomi.

Bab 1.
Kebutuhan Manusia.
Setiap manusia pasti memerlukan berbagai macam produk kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya. Berbagai kebutuhan tersebut ada yang mutlak segera dipenuhi, tetapi ada pula pemenuhan kebutuhan yang biasa ditunda.

Pengertian Kebutuhan.
Kebutuhan adalah suatu keinginan manusia akan barang dan jasa yang harus di penuhi dan pemuasannya dapat di lakukan baik secara jasmaniah maupun rohaniah. Kebutuhan melekat pada diri setiap manusia karna secara alamiah manusia memiliki kebutuhan dan selalu berusaha untuk mencapai kebutuhan nya. Sekalipun setiap pribadi atau keluarga atau rumah tangga memiliki persoalan sendiri, namun mereka sama-sama memiliki persoalan ekonomi. Persoalan tersebut di antaranya berupa kebutuhan yang tidak sedikit dan upaya untuk dapat memenuhi nya. Kebutuhan manusia sangat beragam dan jumlah nya relatif tidak terbatas. Dari beragam keperluan dan kebutuhan manusia, kita perlu tahu jenis-senis nya agar dapat membedakan dan membuat sekala prioritas.

Macam-Macam Kebutuhan.
Kebutuhan yang beraneka ragam sebenarnya dapat di kelompokan berdasarkan tingkatan atau intesitas kebutuhan, sifat kebutuhan, waktu kebutuhan, dan subjek atau kelompok yang berkepentingan.

A. Berdasarkan Tingkat Atau Intensitas Kebutuhan.


1. Kebuuhan Primer / Dasar / Pokok. Kebutuhan yg bersifat mutlak atau tidak boleh tiadak, harus di penuhi demi kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan ini di sebut juga kebutuhan alamiah karena setiap manusia memiliki kebutuhan. Contoh nya, Makanan, Minuman, Rumah atau tempat tinggal, Dll. 2. Kebutuhan Skunder / Pelengkap / Tambahan. Kebutuhan yang pemunuhan nya di lakukan setelah kebutuhan primer telah terpenuhi. Kebutuhan ini merupakan pelengkap dari kebutuhan primer. Kebutuhan skunder di sebut juga kebutuhan Kultural karena kenutuhan ini timbul sejalan dengan kemajuan budaya satu masyarakat atau Negara. Misalnya, kebutuhan alat-alat rumah tangga dan alat-alat hiburan. 3. Kebutuhan Tersier / Mewah. Kebutuhan ini bersifat prestise atau status yang biasanya timbul setelah kebutuhan primer dan sekunder telah terpenuhi. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan terhadap barang-barang mewah dan lux yang bersifat kesenangan. Misalnya kebutuhan akan rumah mewah atau mobil mewah. Mobil adalah barang prestise yang jarang di miliki oleh semua orang.

B. Berdasarkan Sifat Kebutuhan.

1. Kebutuhan Jasmaniah Atau Badaniah.


kebutuhan jasmaniah atau badaniah, yaitu kebutuhan fisik untuk memelihara atau mempertahankan hidupnya. Kebutuhan ini di sebut juga kebutuhan yang bersifat material atau berwujud. Misalnya, kebutuhan akan makan, minum, dan pakaian.

2. Kebutuhan Rohani ( Batiniah ).


Kebutuhan rohani ( Batiniah ) adalah kebutuhan yang biasanya terpenuhi setelah kebutuhan jasmaniah terpenuhi. Kebutuhan ini bersifat kejiwaan dan pemenuhan nya bersifat Abstrak ( Tidak dapat dilihat, diraba hanya dapat di rasakan ). Misalnya pendidikan, hiburan dan rasa aman.

C. Berdasarkan Waktu Kebutuhan. 1. Kebutuhan Sekarang.


Kebutuhan sekarang, yaitu kebutuhan yang sifatnya mendesak untuk segera di penuhi. Dengan kata lain, pemenuhan nya tidak dapat di tunda dan harus di penuhi pada saat itu juga karna jika di tunda, dapat menganggu kelangsungan hidup manusia. Misalnya, kebutuhan makan dan minum untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga, atau kebutuhan obat bagi orang yang sakit.

2. Kebutuhan Yang Akan Datang.


Kebutuhan yang akan datang atau masa depan, yaitu kebutuhan yang pemenuhan nya dapat di tunda atau tidak harus di penuhi pada saat ini. Akan tetapi, peyediaan nya atau persiapannya di lakuakan sejak sekarang. Kebutuhan ini di sebut juga kebutuhan jangka panjang. Misalnya, menabung untuk keperluan ibadah haji atau rekreasi dan penyimpanan hasil panen untuk di gunakan pada waktu masa paceklik.

D. Berdasarkan Subjek Atau Kelompok Yang Berkepentingan.

1. Kebutuhan Perorangan Atau Individu.


Kebutuhan perorangan atau individual, yaitu kebutuhan yang di tujukan untuk kepentingan seseorang atau pribadi. Kebutuhan ini menunjukan bahwa kebutuhan antar orang satu denga yang lain berbeda. Misalnya, obat asma bagi penderita asma, kanfas dan kuas bagi pelukis, dan seragam sekolah bagi anak sekolah.

2. Kebutuhan Kelompok Atau Masyarakat. Kebutuhan kelompok atau masyarakat yaitu, Kebutuhan yang bersifat umum atau kebutuhan bagi keperluan orang banyak baik untuk kesejakteraan, ketertiban, atau keamanan bersama. Misalnya, rumah sakit, pos keamanan, irigasi, atau sarana olahraga.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan.


Dari uraiyan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa, faktor-faktor yang menyebabkan kebutuhan manusia begitu banyak dan beraneka ragam, yaitu sebaai berikut : 1. Sifat manusia pada dasarnya selalu merasa tidak puas. Setelah satu kebutuhan terpenuhi, akan timbul kebutuhan lain, bahkan mungkin lebih banyak lagi.

2. Kemajuan budaya dan cara berfikir sebagai akibat dari tingkat pendidikan yang semakin baik. Hal ini mengakibatkan kebutuhan manusia tidak terbatas pada satu atau beberapa jenis saja. 3. Lingkungan sosial atau tempat tinggal. kebutuhan antara orang yang tinggal di wilayah perkotaan dan di pedesaan relatif berbeda. Hal ini mengakibatkan kebutuhan sangat beraneka ragam. 4. Profesi atau pekerjaan profesi atau pekerjaan nya. yang beraneka ragam mengakibatkan

kebutuhan manusia beraneka ragam, sesuai tuntutan kebutuhan

5. Tingkat

sosial

ekonomi

yang

semakin

tinggi

mengakibatkan

kebutuhan manusia semakin banyak sebagai akibat dari senmakin terpenuhi nya kebutuhan.

Bab 2.
Jenis-Jenis Dan Kegunaan Benda Pemuas Kebutuhan.
Untuk memenuhi kebutuhan manusia di perlukan alat pemuas kebutuhan ( Khusus nya yang bersifat matrial ) yang di hasilkan melalui proses produksi. Untuk melakukan proses produksi di butuhkan berbagai alat yang di namakan faktor produksi. Faktor-faktor produksi yang tersedia jumlahnya relatif langka ( Terbatas ) sehingga manusia harus memanfaatkan sumber-sumber produksi dengan sebaik-baiknya.

Pengertian Kelangkaan.
Kelangkaan ( Sacarcity ) adalah suatu keadaan dimana jumlah alat pemuas kebutuhan ( Barang dan Jasa ) yang relatif terbatas jika dibandingkan dengan jumlah kebutuhan manusia. Dengan demikian, kelangkaan di tunjukan dengan keadaannya Ketidak seimbangan antara jumlah kebutuhan dan jumlah barang / jasa sebagai alat pemuas kebutuhan. Manusia harus dapat melakukan pemilihan kebutuhan yang akan di penuhi berdasarkan urutan kepentingan atau sekala priyoritas. Tindakan seperti ini lah yang di sebut tindakan ekonomi dengan menggunakan prinsip ekonomi. Dengan tujuan yaitu agar manusia dapat mencapai kemakmuran dan kesejakteraan.

Faktor-faktor Penyebab Kelangkaan.


Faktor-faktor kelangkaan ( Scarcity ) dapat di sebabkan oleh : 1. Terbatasnya sumberdaya alam. 2. Pertambahan jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi. 3. Terbatasnya kemampuan produsen yang di sebabkan oleh faktor produksi. 4. Kurangnya tenaga ahli sehingga mengakibatkan produktivitas jadi berkurang. 5. Ulah manusia karena tidak biasa menjaga kelestarian alam dan lingkungan. 6. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi ( IPTEK ) yang tidak seimbang dengan kebutuhan.

Bab 3.
Pengertian Sistem Ekonomi.
Sistem Ekonomi adalah cara suatu bangsa atau Negara untuk mengatur kehidupan ekonominya agar tercapai kemakmuran dan kesejakteraan bagi rakyatnya. Sistem Ekonomi dapat pula merupakan cara mengatur dan mengorganisir segala kegiatan Ekonomi dalam suatu Negara berdasarkan prinsip tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

Macam Macam Sistem Ekonomi.


Sistem perekonomian yang berlaku di dunia pada dasarnya di kelompokan menjadi empat macam yaitu sistem ekonomi : Tradisional, Liberal, Sosialisasi, dan Campuran.

A. Sistem perekonomian Tradisional.


Sistem perekonomian Tradisional adalah sistem ekonomi yang masih sangat terikat dengan adat istiadat, kebiasaan, dan nilai budaya setempat. Jadi, dalam sistem perekonomian tradisional kegiatan ekonomi yang di lakukan masih menggunakan tradisi turun-menurun yang berlaku dalam suatu masyarakat dan telah menjadi nilai budaya setempat. Kegiatan produksi dilakukan secara bergotong royong dan bersifat kekeluargaan dengan tujuan memenuhi kebutuhan sendiri yang bersifat adat atau kebiasaan yang bergantung pada alam. Ciri-ciri sistem ekonomi tredisional yaitu : 1. Alam merupakan sumber kemakmuran masyarakat.

2. Belum terdapat pembagian kerja ( Spesialisasi )

3. Tukar menukar dengan sistem barter, yaitu pertukara barang dengan barang.

4. Hasil produksi dan sistem distribusi terbentuk karena kebiasaan.

5. Barang dan jasa yang hanya dihasilkan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

6. Kehidupan masyarakat yang bersifat kekeluargaan diatur secara bersama-sama.

B. Sistem Perekonomian Liberal ( Kapitalis ).


Sistem perekonomian Liberal merupakan suatu system ekonomi yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih dan melakukan usaha sesuai dengan keinginan dan keahlian. Sistem ini tidak menghendaki adanya campur tangan dari pemerintah dalam perekonomian, sehingga setiap pengusaha bebas berusaha dan saling berkopentensi meningkatkan kesejakteraan dan kemakmuran bagi dirinya. Ciri-ciri sistem ekonomi pasar yaitu :

1. Setiap manusia, baik sebagai produsen maupun konsumen dianggap sebagai Homo economicus. 2. Adanya Pengakuan hak milik pribadi.

3. Tidak ada campur tangan dari pemerintah dalam pengaturan kegiatan ekonomi

4. Adanya kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan kegiatan ekonomi.

5. Adanya persaingan bebas dan harga di tentukan oleh pasar.

6. Perekonomian di tujukan untuk menghasilkan barang dan jasa yang sebesar-besarnya.

C. Sistem Ekonomi Sosialis.


Sistem ekonomi ini adalah sistem yang seluruh kegiatan ekonominya di rencanakan, di laksanakan, dan di awasi oleh pemerintah secara terpusat. Pemerintah bersifat sangat dominan dalam mengelola dan mengatur perekonomian ( Mulai dari produksi, konstribusi, dan konsumsi ). Pihak swasta dan perseorangan tidak di beri hak untuk bebas berusaha dan memiliki sejumlah faktor produksi. Sistem ekonomi sosialis seringkali di sebut juga sistem ekonomi komando, etatisme, atau sentralis. Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis adalah :

1. Semua alat-alat produksi adalah milik Negara dan tidak ada hak milik peseorangan. Individu atau masyarakat hanya sebagai pelaksana (objek) atau pekerja yang menerima upah. 2. Pemerintah pusat melakukan perencanaan ekonomi dengan tujuan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat secara bersama-sama. 3. Produksi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tingkatnya, mulai dari yang harus mendapatkan subsidi dari pemerintah sampai yang harus menyiapkan surplus bagi seluruh masyarakat dan untuk pengembangan selanjutnya.

D. Sistem Ekonomi Campuran. Sistem ekonomi campuran merupakan gabungan dari sistem

perekonomian Liberal dan Sosialis. Kekuatan ekonomi menunjukan adanya keseimbangan antara pemerintah dengan swasta. Pemerintah melakukan sector usaha vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan swasta di berikan kebebasan untuk mengurus sektor-sektor lainnya dan secara bersama-sama mencapai kemakmuran rakyat. Selain membudayakan usahausaha vital, pemerintah berperan sebagai Pembina dan mengawasi usaha swasta. Ciri- ciri sistem ekonomi campuran adalah : 1. Kepemilikan sumberdaya ekonomi, kepemilikan, dan hak kepemilikan individu diakui tetapi di batasi. Kepemilikan sumberdaya ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. 2. Pelaku ekonomi tediri dari individu, pemerintahan, dan swasta. 3. Pemecahan masalah dasar organisasi ekonomi berupa what, how, dan

for whom dilakuakan melalui mekanisme perencanaan pusat yang


berfungsi sebagai penentu arah dan kendali perekonomian. sedangkan pada tahap pelaksanaan oprasional diserahkan melalui

mekanisme pasar atas dasar persaingan terkendali.

Kebaikan Dan Kelemahan Sistem Ekonomi.

1. Keunggulan Sistem Ekonomi Tradisional. Keunggulan sistem tradisional yang sangat menonjol adalah adanya rasa kekeluargaan dan gotong royong antar anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 2. Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional. - Pola tradisi atau kebiasaan mengakibatkan kurang berkembangnya pola pikir masyarakat. - Hasil produksi terbatas karena mengandalkan tenaga manusia dan faktor alam.

- Pengakuan adanya hak milik, kebebasan, dan hak asasi manusia hanya berdasarkan hukum adat tiap suku satu daerah.

3. Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis. - Mendorong daya kreativitas dan inovasi masyarakat sebagai akibat dari adanya kebebasan masyarakat dalam kegiatan ekonomi. - Adanya efisiensi dan efektifitas berusaha sebagai dari akibat persaingan ekonomi yang ketat. - Ketersediaannya barang atau jasa yang banyak.

4. Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis. - Adanya kebebasan mengakibatkan yang kuat semakin kuat dan yang lemah semakin tertindas, hingga akhirnya bangkrut. - Hanya memusatkan pada manfaat sebagai sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan material semata. - Hanya mengarah pada suatu tujuan yaitu meningkatkan kekayaan secara total dan produksinya setinggi-tingginya. 5. Kebaikan Sistem Ekonomi Sosialis. - Pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di tentukan oleh pemerintah. - Tercapainya pemerataan pendapatan penuduk. - Pemerintahan - Negara bertanggung jawab penuh terhadap dan kondisi perekonomian Negara. mudah melaksanakan pengawasan pengadilan perekonomian. - Pelaksanaan perekonomian biasa lebih cepat karana telah tersususn dalam suatu perencanaan perekonomian.

6. Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis. - Negara aparat bersifat dominan dalam mengatur perekonomian sehingga menghambat potensi, kreativitas, dan inisiatif masyarakat. - Tidak terdapat kebebasan terhadap pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan ekonomi. - Hak milik perseorangan tidak diakui sehingga masyarakat kurang peduli dalam memelihara sumber-sumber ekonomi.

7. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran. - Daya kreasi, inovasi, dan semangat masyarakat dalam kegiatan ekonomi tetap tinggi karna masih ada kebebasan individu atau masyarakat dalam kegiatan ekonomi. - Negara dapat mengatur perekonomian nya agar dapat menghindari adanya penyimpanagan kegiatan dan kseimbangan distribusi pendapatan. - Evisien dan efektivitas produk terjamin sehingga dapat menigkat kan kesejakteraan masyarakat. Karana sistem ekonomi campuran ini merupakan perpaduan antara dua sisitem yang konduktif, yaitu sistem pasar dan sistem terpusat, penerapan sistem campuran ini akan sedikit dijumpai kelemahan ataupun keburukannya.