Anda di halaman 1dari 21

'ABASA (80;1-42) Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,(QS.

80:1) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 1 - 2 ) 1( )2(

Surah ini termasuk kelompok surah Makkiyah. Ayatnya ada empat puluh dua dan diturunkan setelah surah An Najm. Surah ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa seorang yang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum anak paman Siti Khadijah. Beliau termasuk di antara sahabat-sahabat Muhajirin yang pertama memeluk Islam dan ketika Nabi saw melaksanakan jihad dan meninggalkan kota Madinah, beliau ini sering ditunjuk oleh Nabi saw untuk menjadi sesepuh kota Madinah mengimami salat dan juga sering melakukan azan seperti Bilal. Peristiwa ini terjadi di Mekah yaitu ketika Nabi saw sedang sibuk-sibuknya melaksanakan seruan dakwah Islam kepada pembesar Quraisy. Beliau dengan sungguh-sungguh mengajak mereka masuk Islam dengan harapan bahwa jika mereka telah memeluk agama Islam, niscaya akan membawa pengaruh besar pada orang-orang bawahannya, karena di antara

pembesar Quraisy yang sedang dihadapi itu terdapat 'Utbah dan Syaibah dua putranya Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, 'Abbas bin Abdul Mutalib, Umaiyah bin Khalaf dan Al Walid bin Mugirah. Besar sekali keinginan Nabi untuk mengislamkan mereka itu karena melihat kedudukan dan pengaruh mereka kepada orang-orang bawahannya. Ketika beliau sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu tiba-tiba datanglah Abdullah bin Ummi Maktum lalu menyela pembicaraan itu dengan ucapannya: "Ya Rasulullah, coba bacakan dan ajarkan kepadaku apa-apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepadamu". Ucapannya itu diulangi beberapa kali sedang ia tidak mengetahui bahwa Nabi saw sedang sibuk menghadapi pembesar-pembesar Quraisy itu. Nabi saw, merasa kurang senang terhadap perbuatan Abdullah bin Ummi Maktum itu yang seolah-olah menganggu beliau dalam kelancaran tablignya, sehingga beliau memperlihatkan muka masam dan berpaling dari padanya. Lalu Allah SWT menyampaikan teguran kepada Nabi-Nya yang bersikap demikian itu terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. Oleh karena bermuka masam dan memalingkan muka dari orang buta itu bisa menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati orang-orang fakir miskin, padahal Nabi saw diperintahkan oleh Allah supaya bersikap ramah-tamah terhadap mereka. Abdullah bin Ummi Maktum itu adalah seorang yang bersih dan cerdas hatinya. Bila ia mendengarkan hikmah ia dapat memeliharanya dan membersihkan diri dari kebusukan kemusyrikan. Adapun pembesar-pembesar Quraisy itu sebahagian besar dari mereka adalah orang-orang yang kaya dan angkuh dan tidak sepatutnya Nabi saw terlalu serius menghadapi mereka untuk diislamkan karena tugas Nabi saw hanya sekadar menyampaikan risalah dan

soal pemberian petunjuk itu semata-mata berada di bawah kekuasaan Allah. Kekuatan manusia itu harus dipandang dari segi kecerdasan pikirannya dan keteguhan hatinya dan kesediaannya untuk menerima dan melaksanakan kebenaran. Adapun harta, Kedudukan dan pengaruh pimpinan itu, semuanya adalah tidak tetap kadang-kadang ada, kadang-kadang lenyap sehingga tidak dapat diandalkan dan Nabi sendiri setelah turun ayat ini selalu menghormati Abdullah bin Ummi Maktum dan sering memuliakan kedudukannya dengan sabda Nabi saw: "Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah". Beliau sering bertanya: Barangkali Abdullah bin Ummi Maktum mempunyai keperluan apa saja beliau sanggup menunaikannya. 2 karena telah datang seorang buta kepadanya.(QS. 80:2) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),(QS. 80:3) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 3 4 (3) (4) Dalam ayat-ayat ini Allah menegur Rasul-Nya: "Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini?". Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang

kamu Tafsir / Indonesia /

hadapi Jalalain / Surah 'Abasa

itu.

3 (3) (Tahukah kamu) artinya, mengertikah kamu (barangkali ia ingin membersihkan dirinya) dari dosa-dosa setelah mendengar dari kamu; lafal Yazzakkaa bentuk asalnya adalah Yatazakkaa, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Za sehingga jadilah Yazzakkaa. 4 atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?(QS. 80:4) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 3 4 (3) (4) Dalam ayat-ayat ini Allah menegur Rasul-Nya: "Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini?". Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 4 (4)

(Atau dia ingin mendapatkan pelajaran) lafal Yadzdzakkaru bentuk asalnya adalah Yatadzakkaru, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Dzal sehingga jadilah Yadzdzakkaru, artinya mengambil pelajaran dan nasihat (lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya) atau nasihat yang telah didengarnya dari kamu bermanfaat bagi dirinya. Menurut suatu qiraat lafal Fatanfa'ahu dibaca Fatanfa'uhu, yaitu dibaca Nashab karena menjadi Jawab dari Tarajji atau lafal La'allahuu tadi. 5 Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,(QS. 80:5) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 5 7 (5) (6) (7) Adapun orang-orang kafir Quraisy yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam. 6 maka kamu melayaninya.(QS. 80:6) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 6 (6) (Maka kamu melayaninya) atau menerima dan mengajukan tawaranmu; menurut suatu qiraat lafal Tashaddaa dibaca Tashshaddaa yang bentuk asalnya adalah Tatashaddaa, kemudian huruf Ta kedua diidgamkan kepada huruf Shad, sehingga jadilah Tashshaddaa.

7 Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).(QS. 80:7) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 5 7 (5) (6) (7) Adapun orang-orang kafir Quraisy yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam. 8 Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),(QS. 80:8) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 8 10 (8) (9) (10) Dan adapun orang seperti Abdullah bin Ummi Maktum yang datang, kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 8 (8)

(Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera) lafal Yas'aa berkedudukan sebagai Haal atau kata keterangan keadaan bagi Fa'il atau subjek yang terkandung di dalam lafal Jaa-a. 9 sedang ia takut kepada (Allah),(QS. 80:9) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 9 (9) (Sedangkan ia takut) kepada Allah swt.; lafal Yakhsyaa menjadi Haal dari fa'il yang terdapat di dalam lafal Yas'aa, yang dimaksud adalah si orang buta itu atau Abdullah bin Umi Maktum. 1 maka kamu mengabaikannya.(QS. 80:10) 0 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 10 (10) (Maka kamu mengabaikannya) artinya, tiada memperhatikannya sama sekali; lafal Talahhaa asalnya Tatalahhaa, kemudian salah satu dari kedua huruf Ta dibuang, sehingga jadilah Talahhaa. 1 Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu 1 peringatan,(QS. 80:11) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir

11 (11) Dalam ayat ini Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan Walid bin Mugirah dan kawankawannya. Sesungguhnya ajaran-ajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. 11 (11) (Sekali-kali jangan) berbuat demikian, yakni janganlah kamu berbuat hal yang serupa lagi. (Sesungguhnya hal ini) maksudnya, surat ini atau ayat-ayat ini (adalah suatu peringatan) suatu pelajaran bagi makhluk semuanya. 1 maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,(QS. 80:12) 2 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 12 (12) Maka barangsiapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang itu tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa

Indonesia

DEPAG

Surah

'Abasa

diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya. 1 di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,(QS. 80:13) 3 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / Jalalain

13 (13) (Di dalam kitab-kitab) menjadi Khabar yang kedua, karena sesungguhnya ia dan yang sebelumnya berkedudukan sebagai jumlah Mu'taridhah atau kalimat sisipan (yang dimuliakan) di sisi Allah. 1 Yang ditinggikan lagi disucikan,(QS. 80:14) 4 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 14 (14) Yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa 14 (14)

Surah

'Abasa

(Yang ditinggikan) di langit (lagi disucikan) dari sentuhan setan. 1 di tangan para penulis (utusan),(QS. 80:15) 5 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 1 Yang mulia lagi berbakti.(QS. 80:16) 6 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Yang sangat mulia lagi berbakti sebagaimana

Surah dalam

'Abasa firman

16 (16) Allah: (6)

Artinya: Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At Tahrim: 6) 1 Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?(QS. 80:17) 7 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 17 18 (17) (18) Dalam ayat-ayat ini Allah mengutuk manusia yang kafir yaitu: binasalah manusia! Alangkah besar keingkarannya kepada nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya sejak mulai lahir sampai matinya. Allah mengemukakan pertanyaan agar supaya oleh manusia dijadikan renungan untuk dapat menimbulkan kesadaran yaitu: Dari apakah Allah menciptakannya?

Allah memberi perincian tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia dalam tiga masa, yaitu permulaan, pertengahan dan penghabisan. Allah memberi isyarat kepada yang pertama dengan pertanyaan berikut ini: "Dari apakah Allah menciptakan manusia?" 1 Apakah Allah menciptakannya?(QS. 80:18) 8 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 1 Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.(QS. 80:19) 9 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 19 (19) Dari setetes mani yang hina Allah menciptakannya lalu menentukan tahap-tahap kejadiannya, umurnya, rezekinya dan nasibnya. 19 (19) (Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya) menjadi 'alaqah, kemudian menjadi segumpal daging hingga akhir penciptaannya. 2 Kemudian Dia memudahkan jalannya,(QS. 80:20) 0 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah 'Abasa

Tafsir

20 (20) Kemudian Allah memudahkan jalan manusia itu dan memberi kesediaan kepadanya untuk menempuh jalan yang benar dan jalan yang sesat. Sebenarnya manusia tidak pantas menyombongkan diri, apabila ia mengerti asal kejadiannya, sebagaimana firman Allah: Artinya: Allah yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). (Q.S. As Sajdah: 7-8) 2 kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,(QS. 80:21) 1 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 21 (21) Kemudian dalam tahap yang penghabisan diterangkan bahwa Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur. 2 kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.(QS. 80:22) 2

Indonesia

DEPAG

Surah

'Abasa

22 (22) Kemudian bila Dia menghendaki, yaitu pada Hari Kiamat Dia membangkitkannya kembali untuk dihisab di Padang Mahsyar. 2 Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah 3 kepadanya,(QS. 80:23) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 2 maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.(QS. 80:24) 4 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 2 Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),(QS. 80:25) 5 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 2 kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,(QS. 80:26) 6

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG

Surah

'Abasa

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 2 lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,(QS. 80:27) 7 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 27 31 (27) (28) (29) (30) (31) Dalam ayat ini dan selanjutnya Allah menyebutkan beberapa macam tumbuh-tumbuhan, pertama Allah menumbuhkan di bumi biji-bijian seperti gandum, padi dan lain-lainnya yang menjadi makanan pokok. Nomor dua Allah menumbuhkan pula buah anggur dan nomor tiga bermacam sayuran, yang dapat dimakan secara langsung. Nomor empat dan lima ialah buah zaitun dan pohon kurma. Nomor enam, kebun-kebun yang besar, tinggi dan lebat buahnya yang bukan saja dimanfaatkan buahnya tapi pohonnya pun dapat dijadikan bahan bangunan dan alat-alat perumahan. Nomor tujuh, bermacam-macam buah-buahan seperti buah per, apel, mangga dan sebagainya dan nomor delapan macam-macam rumput-rumputan. 2 anggur dan sayur-sayuran,(QS. 80:28) 8

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 2 zaitun dan pohon kurma,(QS. 80:29) 9 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 kebun-kebun (yang) lebat,(QS. 80:30) 0 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 dan buah-buahan serta rumput-rumputan,(QS. 80:31) 1 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 untuk kesenangan dan untuk binatang-binatang ternakmu.(QS. 80:32) 2 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),(QS.

3 80:33) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,(QS. 80:34) 4 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 dari ibu dan bapaknya,(QS. 80:35) 5 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 dari isteri dan anak-anaknya.(QS. 80:36) 6 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 3 Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup 7 menyibukkannya.(QS. 80:37) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa

37

(37) Setiap orang dari mereka pada Hari Kiamat yang dahsyat itu mempunyai urusan masingmasing yang cukup menyibukkannya sehingga tidak sempat memperhatikan orang lain. Ketika mereka masih di dunia saling memberikan pertolongan sampai menebus dengan harta bilamana diperlukan, apalagi jika bersangkutan dengan keselamatan anak-anaknya sendiri yang akan meneruskan generasinya yang akan datang atau mengenai kehormatan istrinya, orang yang paling dekat dan paling setia kepadanya. Akan tetapi pada hari akhirat nanti, tidak ada kesempatan lagi untuk memperhatikan anggotaanggota keluarganya itu karena kedahsyatan pada Hari Kiamat yang sangat menyibukkan itu. Pada hari itu manusia terbagi dua golongan: yang bahagia dan yang celaka, dan terhadap golongan yang pertama dinyatakan dalam ayat berikutnya. 3 Banyak muka pada hari itu berseri-seri,(QS. 80:38) 8 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 38 39 (38) (39) Banyak muka orang-orang mukmin pada hari itu berseri-seri dengan penuh kegembiraan karena mereka dapat menyaksikan sendiri apa yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman ternyata semuanya dapat terlaksana dengan penuh kebahagiaan. Mereka tertawa dan gembira ria. Dan sebaliknya terhadap golongan kedua dinyatakan.

3 tertawa gembira ria.(QS. 80:39) 9 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 4 Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,(QS. 80:40) 0 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah 'Abasa 40 42 (40) (41) (42) Dan banyak pula muka orang-orang kafir pada hari itu tertutup debu penuh dengan sesal dan kesedihan. Dan mereka itu ditutup lagi oleh kegelapan karena ditimpa oleh kehinaan dan kesusahan. Mereka itulah orang-orang kafir yang amat durhaka. 4 dan ditutup lagi oleh kegelapan.(QS. 80:41) 1 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya... 4 Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.(QS. 80:42) 2 ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...

Selamat Datang, Duhai orang yang karenanya aku ditegur oleh Rabbku Ungkap sang Nabi Saw dengan tersenyum. Kalimat ini membuat seorang yang buta di hadapnya tersipu malu. Dialah, Abdullah ibn Ummi Maktum. Yaa, Abdullah Ibn Ummi Maktum pernah datang ke majelis rasulullah, saat itu beliau saw tengah menyambut tamu dari pembesar Quraisy. Dan saat itu rasulullah tampak bermuka masam, bukan karena ingin mengabaikan Abdullah ibn ummi maktum. Hanya saat itu Beliau tengah dalam pembicaraan dengan para pembesar Quraisy. Bila para pembesar itu mau menerima dakwah rasulullah, dipastikan umat muslim akan bertambah kuat. Karena pembesar Quraisy itu pasti akan diikuti oleh kaumnya untuk bersama-sama masuk islam. Namun tak disangka, bermuka masamnya beliau itu mendapat teguran dari Allah., dengan turunnya surah Abasa ayat 1-2, Dia bermuka masam dan berpaling. Karena datang seorang buta kepadanya. Dari surah Abasa, Allah ingin mengajarkan kepada kita melalui Rasulullah Saw. Untuk tidak meremehkan orang lain yang mungkin diberi ketidak sempurnaan dan kelengkapan fisik. Tahukah engkau barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa? Atau dia ingin mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya ( QS. Abasa : 3-4) Dan benar Abdullah ibn Ummi Maktum, adalah sahabat terpilih di sisi sang nabi. Ia belajar banyak hal dari sang nabi. Dan hingga akhirnya, Beliau mempersaudarakan Abdullah ibn ummi maktum dengan mushab ibn umair, lelaki yang paling memikat di seluruh makkah, yang aroma parfumnya telah tercium baina hadza wa hadza. Kedua orang tersebut mendapatkan kepercayaan rasulullah untuk berangkat ke Madinah,

sebagai duta dakwah. Perpaduan yang sempurna, Mushab yang tampan, santun, dan hujjahnya yang cerdas serta kemampuannya menyusun kata nan indah. Atau bila di dunia industri, peran mushab adalah sebagai seorang marketer dan public relation yang pandai menjalin relasi baru. Sementara Abdullah Ibn Ummi Maktum berada pada ring ke 2 sebagai seorang pembina orang-orang yang telah berhasil di rekrut oleh Mushab Ibn Umair. Abdullah men tazkiyah mereka dengan membacakan kitab dan hikmah, membimbing sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah Saw. Sungguh kekurangan fisik yang dimiliki Abdullah Ibn Ummi Maktum tidak membuatnya rendah diri, namun justru menjadikannya sebuah jalan menuju kemuliaan. Yang Terbaik Adalah yang bertaqwa Saya teringat sebuah potongan dialog Fahri ketika akan menikah dengan maria atas perintah dan ijin Aisha, yang ada pada novel ayat-ayat cinta karangan Kang Abik, Habiburrahman El Shirazy. Aku mencintai kalian semua. Tapi aku lebih mencintai Allah dan RasulNya. Budak hitam yang muslimah lebih baik dari yang bukan muslimah. Aku tak mungkin melakukan itu istriku. Maka bisa kita tangkap bahwa kejelitaan kerupawanan bukanlah jaminan kemuliaan seseorang. Karena jaminan ketaqwaan seseorang adalah pada siapa yang paling bertaqwa. inna akromakum indallahi atqokum, sungguh yang paling mulia diantaramu adalah yang paling bertaqwa (QS. Al Hujurat : 13). Maka kemuliaan bukan disandarkan kepada ras dan warna kulit, atau kesukuan, seperti pendapat kaum darwinisme. Bahwa bangsa Aria yang berkulit putih lebih tinggi derajatnya. Hingga melahirkan politik rasis apartheid dan prasangka negatif terhadap orang kulit hitam. Tapi coba lihat, sahabat rasulullah. Bilal Ibn Rabbah seorang kulit hitam mantan budak. Namun tapak terompahnya telah terdengar di surga. Subhanallah. Atau sahabat rasulullah, Abdullah Ibn Masud. Seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits nabi saw/ Namun, Abdullah ibn Masud memiliki tubuh yang kecil. Sering kali para

sahabat meledek betapa kecilnya beliau. Namun Rasulullah membelanya Seandainya dua gunung itu ditimbang masih belum bisa menyamai berat betis Ibnu Masud. Karya besar lahir dibalik keterbatasan Umur manusia adalah yang Allah jadikan tetap sebagai misteri. Tujuannya adalah untuk menguji siapa yanng memiliki amal paling baik. Dialah yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapa yang paling baik dalam amalnya ( QS. Al Mulk : 2). Maka kita sadar bahwa hidup ini ada batas waktunya. Seganteng apapun seorang lelaki. Sejelita apapun seorang wanita tetap saja bila waktunya sudah datang dia juga akan dikubur. Kemudian yang tersisa adalah kenangan. Ada yang terkenang kedalam 3 buah kaliamat tertulis di batu nisan. Nama, Tanggal Lahir dan Tanggal Kematian. Itu saja. Namun ada yang nama dan kenangan yang dibawanya, meski di tulis dengan tinta seluruh lautan, tidak habis inspirasinya untuk di gali. Seperti Rasulullah Saw, beliau hanya hidup 63 tahun. Namun biografi beliau dalam bentuk kitab siroh sangat banyak, dan inspirasi tak akan pernah habis untuk di gali , dibahas dan di bicarakan. Maka Kemulian seseorang bukan hanya terletak pada ketaqwaannya tapi juga pada nilai kemanfaatan yang mampu diberikan kepada ummat untuk menginspirasi berbuat kebajikan. Seperti Syaikh Ahmad Yasin, seorang yang renta dan lumpuh kedua kakinya serta buta di salah satu matanya. Namun beliau lah yang mampu membuat israel kalang kabut. Segala upaya dilakukan untuk membunuh beliau. Meski beliau lumpuh, namun jiwa besarnya menuntun dan menggerakan hati dan pikirannya untuk tidak menjadi seorang pengeluh dan menjadikannya sebagai seorang figur panutan untuk memerdekakan palestina. Atau Ibnu Taimiyah yang berada didalam penjara, namun berhasil menyelesaikan kitab Risalatul Hamawiyyah, yang beliau tulis dengan arang sisa perapian di dinding penjara. Atau Sayid Quthb yang menulis karya masyhur nya Tafsir Fi zhilal dari balik penjara juga. Infiruu khifafan wa tsiqolan.