Anda di halaman 1dari 2

BERITA TERKINI

Gel Atorvastatin Bermanfaat Memperbaiki Gejala dan Tanda-Tanda Periodontitis


periodontal, dan gingiva superficial (jaringan gusi). Periodontitis progresif terjadi secara umum dengan prevalensi sebesar 15%. Para ahli juga menghubungkan penyakit ini dengan beberapa mediator inflamasi, yang bukan hanya berkontribusi terhadap homeostasis tulang, namun juga terlibat dalam perusakan jaringan. Para ahli gigi sejak lama telah mencari terapi alternatif selain tindakan bedah untuk mengatasi kerusakan tulang yang disebabkan karena periodontitis. Hingga kini belum ada terapi alternatif yang lebih efektif dibandingkan dengan melakukan pengisian kembali kepadatan tulang untuk merangsang pertumbuhan tulang. Obat-obat golongan statin hingga kini telah menjadi salah satu terapi utama bagi pasien-pasien dengan hiperkolesterolemia, karena efeknya yang sangat baik dalam menurunkan kadar kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan dalam penelitian terbukti menurunkan kejadian kardiovaskuler pada pasien-pasien risiko tinggi kejadian kardiovaskuler. Selain dapat mengontrol kadar lemak darah, pemberian statin dalam penelitian lain memperlihatkan manfaatnya sebagai obat yang memiliki efek antiinflamasi, imunomodulator, antioksidan, anti-trombotik, dan juga memiliki manfaat dapat menstabilisasi endothelium, memicu angiogenesis dan diferensiasi osteoblastik. Hingga kini, belum banyak penelitian yang meneliti efek pemberian statin terhadap jaringan periodontal yang mengalami periodontitis. Para ahli memperkirakan bahwa pemberian statin dapat bermanfaat

el atorvastatin yang diberikan langsung secara lokal pada bagian gigi yang mengalami periodontitis, dapat bermanfaat dalam mengurangi gejala dan menstimulasi pertumbuhan tulang pada daerah yang mengalami kerusakan. Simpulan ini merupakan hasil penelitian Dr. Pradeep dkk dari Department of Periodontics, Government Dental College & Research Institute, Bangalore, India. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di Journal of Periodontology bulan Oktober 2012.

Penyakit periodontal merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang sering terjadi. Penyakit ini merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada jaringan penyangga gigi yang dalam tahap lanjut dapat menyebabkan kerusakan progresif pangkal gigi dan tulang sekitarnya. Peradangan ini dimulai dengan akumulasi plak gigi pada permukaan gigi. Periodontitis terjadi bila inflamasi pada seputar jaringan gingiva menyebabkan kerusakan ireversibel jaringan periodontal, yang meliputi tulang alveolar rahang, ligamentum

Tabel 1 Perbandingan efek terapi gel atorvastatin dibandingkan gel plasebo terhadap jaringan periodontal yang mengalami periodontitis. Parameter Kedalaman probing rata-rata (mean probing depth) (mm) Tingkat perlekatan gigi (clinical attachment level (mm) Indeks plak mulut keseluruhan (full-mouth plaque index) Indeks perdarahan sulkus (modified sulcus bleeding index) Defek dalam tulang (intrabony defect) Kelompok gel Atorvastatin 4,07 (1,01) 2,57 (0,86) 0,68 (0,31) 1,13 (0,23) 3,09 (0,40) Kelompok gel plasebo 6,27 (0,95) 5,13 (0,73) 0,74 (0,26) 1,61 (0,16) 4,67 (0,51) Nilai P <0,001 < 0,001 =0,413 =0,0001 <0,001

130

CDK-201/ vol. 40 no. 2, th. 2013

BERITA TERKINI
bagi pasien dengan periodontitis. Pada pasien yang telah diterapi dengan statin dalam jangka waktu lama untuk kasus hiperlipidemianya, pasien-pasien tersebut memiliki tingkat periodontitis yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan pasien yang juga mengalami periodontitis namun tidak mendapatkan terapi statin. Penelitianpenelitian retrospektif memperlihatkan bahwa pasien yang diterapi dengan simvastatin atau atorvastatin memiliki indeks probing yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien lainnya. Sebagai tambahan, pada tahun 2010, sebuah penelitian acak terkontrol memperlihatkan bahwa pemberian atorvastatin secara oral mengurangi mobilitas gigi dan mengurangi jarak antara tulang alveolar dengan cementoenamel junction. Dr. Pradeep dkk. ingin meneliti apakah pemberian gel atorvastatin 1,2% secara lokal pada jaringan periodontal akan memberikan manfaat bagi pasien dengan periodontitis. Pasien dalam penelitian ini adalah 67 pasien periodontitis berat dan secara acak diterapi dengan gel atorvastatin plus terapi konvensional (perawatan akar gigi dan scaling), atau gel plasebo plus terapi konvensional; 60 pasien menjalani penelitian hingga selesai. Gel atorvastatin diinjeksi ke dalam poket periodontal dengan jarum suntik. Para pasien diinstruksikan bahwa selama penelitian ini berlangsung, pasien tidak boleh mengonsumsi makanan yang keras atau lengket, dan agar tidak menggosok gigi pada daerah yang diterapi. Pada baseline, bulan ke-6 dan bulan ke-9 para ahli memeriksa pengisian tulang yang sudah terjadi dengan menggunakan foto rontgen dan menggunakan piranti lunak (software) untuk mengukur jarak antara puncak tulang alveolar dengan dasar gangguan periodontal. Selain itu juga dilakukan pengukuran plak, perdarahan pada sulkus serta pengukuran
REFERENSI: 1. Hughes FJ, Ghuman M, Talal A. Periodontal regeneration: A challenge for the tissue engineer? Proceedings of the Institution of Mechanical Engineers, Part H. Journal of Engineering in Medicine 2010;224:1345-58. 2. 3. Kinra P, Khan S. Simvastatin: Its potential new role in periodontal regeneration Biology and Medicine 2011;3(2)Special Issue:215-21. LaRosa JC, Grundy SM, Kastelein JJ, Kostis JB, Greten H. Treating to New Targets (TNT) Steering Committee and Investigators. Safety and efficacy of Atorvastatin-induced very low-density lipoprotein cholesterol levels in Patients with coronary heart disease: (A post hoc analysis of the treating to new targets [TNT] study). Am J Cardiol. 2007;100:747-52. 4. Lockhart PB, Bolger AF, Papapanou PN, Osinbowale O, Trevisan M, Levison ME, et al. Periodontal Disease and Atherosclerotic Vascular Disease: Does the Evidence Support an Independent Association?: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation 2012;125:2520-44. 5. Pradeep AR, Kumari M, Rao NS, Martande SS, Naik SB. Clinical Efficacy of Subgingivally Delivered 1.2% Atorvastatin in Chronic Periodontitis: A Randomized Controlled Clinical Trial. J Periodontol. 2012. [Epub ahead of print]. [Internet] [cited 05 Nov 2012]. Available from: http://www.medscape.com/viewarticle/773809 6. Takayanagi H. Inflammatory bone destruction and osteoimmunology. J Periodont Res 2005;40:287-93.

beberapa parameter lainnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada bulan ke-9, kedalaman probing (probing depth) rata-rata dan tingkat perlekatan gigi secara klinis (clinical attachment level) pada kelompok terapi atorvastatin lebih besar dibandingkan dengan kelompok plasebo. Indeks perdarahan sulkus dan defek dalam tulang (intrabony defect) juga lebih baik pada kelompok terapi atorvastatin dibandingkan dengan kelompok plasebo. Full-mouth plaque index tidak berbeda secara bermakna antara kedua kelompok penelitian. Para ahli dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian gel atorvastatin dapat bermanfaat memperbaiki gejala periodontitis. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan

penelitian acak tersamar-ganda yang lebih besar, karena penelitian ini hanya melibatkan 60 pasien dan dilakukan di satu tempat. Walau demikian, banyak ahli sepakat bahwa hasil penelitian ini sangat baik dan memberikan harapan akan adanya pilihan terapi bagi pasien-pasien dengan periodontitis. Simpulan, gel atorvastatin yang diberikan langsung secara lokal pada bagian gigi yang mengalami periodontitis, bermanfaat mengurangi gejala periodontitis dan menstimulasi pertumbuhan tulang pada daerah yang mengalami kerusakan. Perbaikan yang disebabkan ini diperkirakan terjadi karena manfaat atorvastatin yang memiliki efek anti-inflamasi, menstabilisasi endothelium, memicu angiogenesis dan diferensiasi osteoblastik. (YYA)

CDK-201/ vol. 40 no. 2, th. 2013

131