Anda di halaman 1dari 2

Tanggo Saratus

Tangga Seratus adalah merupakan salah satu situs bersejarah di Kota Sibolga.Pada masa revolusi dulu lokasi ini adalah kawasan strategis karena di Puncak Bukit Tangga Seratus adalah merupakan tempat untuk mengalirkan air bersih ke Kota Sibolga. Untuk mencapai lokasi ini pengunjung harus terlebih dahulu manapaki tangga yang berjumlah 192 anak tangga. Memang cukup melelahkan untuk sampai ke Puncak Tangga Seratus ini. Pada zaman Belanda saat pertama bangunan ini didirikan tangga ini berbentuk seperti bantalan rel kereta api menjulang ke arah perbukitan.

Tanggo Saratus

Saat ini sesuai dengan perkembangan zaman bangunan ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Lebar tangga yang dulunya hanya dapat dilalui 1 orang kini telah mengalami renovasi menjadi 2 meter. Sehingga sangat memungkinkan bila berselisih atau berpapasan bagi orang naik ataupun menuruni anak tangganya. Lokasi ini sekarang telah menjadi salah satu pusat olah raga di Kota Sibolga. Apa bila kita telah sampai dipunca Tanggo Saratus maka kita akan dapat menikmati pemandangan alam yang menampilkan Kota Sibolga yang terletak di Tepian Pantai. Apalagi bila pada hari-hari libur,Tangga Seratus sangat ramai dikunjungi oleh pecinta olah raga.

Gua di Tanggo Saratus

Gua di Tanggo Saratus

Di bawah kaki bukit tanggo saratus juga ada bekas gua bekas peninggalan tentara jepang yang berfungsi sebagai lobang pengintai.Apa bila pengintai menemukan musuh yang akan melintas selanjutnya kurir menyampaikan pesan ke atas bukit tangga seratus.Gua ini memiliki satu pintu masuk dan di dalammnya terdapat dua lorong yang berbentuk huruf Y. Dibutuhkan nyali yang tinggi untuk masuk ke dalam gua ini. Suasana di dalama gua ini sangat gelap dan dingin karena lembabnya udara.

Potensi utama perekonomian bersumber dari perikanan, pariwisata, jasa, perdagangan dan industri maritim. Hasil utama perikanan, antara lain, kerapu, tuna, kakap, kembung, bambangan, layang, sardines, lencam dan teri. Kota sibolga merupakan kota kecil yang berpenduduk amat padat, sesuai dengan data tahun 2006 Penduduk Kota Sibolga berjumlah 88.717 jiwa (Data BPS Tahun 2006). Tingkat kepadatan Kota Sibolga bahkan pernah masuk tiga besar Asia. Walaupun Kota Sibolga merupakan Kota Pantai, Kota yang diapit oleh Pantai dan Gunung yang menjulang, namun kenyataan menyebutkan bahwa Kota Sibolga tidak didiami oleh mayoritas nelayan, geliat Kota Sibolga benar-benar terbentuk dan bergerak dalam semua sektor usaha formal dan informal yang lebih mengarah pada sektor Jasa. Sibolga dengan semua geliatnya membutuhkan partisifasi Media agar dapat melaju dan berkembang dengan baik dan sempurna. Ada keharusan yang terpajang rapi dan saatnya digunakan sebagai tolak ukur mengakses tujuan keberhasilan pembangunan.

Pada masyarakat Angkola juga ditemukan instrumen musik yang banyak dipengaruhi dari berbagai etnis, yaitu minangkabau, melayu, dan Aceh. Dalam tradisional Angkola juga ditemukan musik seperti zapin, yaitu musik yang bernuansa ke-Islaman. Juga terdapat jenis kesenian sikambang dengan menggunakan vokal dan alat musik pukul gendang seperi frame-drum, seperti gendang ronggeng, biola, rebab dan ada juga gendang marwas yang dipukul dengan tangan.