Anda di halaman 1dari 27

PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL SECARA ETIS DAN RASIONAL BERDASARKAN EFIKASI DAN KEAMANAN

Sanjay K. Rathi and Paschal DSouza Department of Dermatology, ESIC-PGIMSR, New Delhi, India Indian J Dermatol. 2012 Jul-Aug; 57(4): 251259

Oleh: Arum sekar negari


Pembimbing dr. M. Darwis Toena, Sp.KK
1

Abstrak
Dermatologi

Insiden penyalahgunaan

Kortikosteroid Topikal (TC)

Tanggung Jawab dokter

penggunaan TC yang rasional & etis


2

Pendahuluan
Kortikosteroid topikal (TC) adalah salah satu obat yg paling sering diresepkan pada pasien dermatologi rawat jalan Indikasi penyakit seperti Sebagai dokter kulit, psoriasis, dermatitis kewajiban tanggung jawab atopik, vitiligo, lichen terletak pada kita, untuk planus, chronicus lichen siapa obat ini diberikan simplex, lupus sebagai senjata kuat dalam eritematosus diskoid, dll, melawan berbagai obat ini juga digunakan penyakit kulit, untuk untuk kondisi seperti mendidik masyarakat melasma, urtikaria, dan dengan benar termasuk bahkan pada ruam kulit perkumpulan medis nonyang tidak terdiagnosis dermatologi tentang oleh dermatologist dan penggunaan etis dan dokter umum, serta pihak rasional TC non medis
3

Memilih Kortikosteroid Topikal


Pemahaman dasar mengenai TC pasti membantu dokter untuk memilih preparat yang tepat memaksimalkan efektivitas terapi dan meminimalkan potensi efek yang merugikan Faktor kunci diagnosis yg akurat, memilih obat yg benar, mengingat potensi, jenis sediaan, frekuensi pengunaan obat, durasi pengobatan & efek samping, & profil pasien yang tepat

Ketahui Penyakitnya

TC efektif untuk kondisi kulit yg ditandai dgn hiperproliferasi, peradangan, & keterlibatan imunologi
Penting untuk meresepkan TC setelah memiliki diagnosis pasien yang tepat
Penggunaan TC untuk segala kelainan kulit yg tidak dimengerti penegakan diagnosis menjadi lebih sulit + risiko efek samping
5

Penyakit kulit yang responsif terhadap steroid

Ketahui Obatnya
Potensi jumlah obat yg dibutuhkan untuk menghasilkan efek terapi yg diinginkan Potensi TC biasanya dinilai dgn pengukuran sifat vasokonstriktifnya
Hidrokortison terbukti secara klinis efektif sbg preparat topikal, molekulnya secara struktural telah dimodifikasi oleh halogenasi, metilasi, esterifikasi , asetilasi meningkatkan potensi & mengurangi efek samping

Klasifikasi potensi TC berdasarkan sistem Amerika 7 kelas


Potensi rendah penggunaan jangka panjang, area permukaan besar, pada wajah, atau pada daerah dgn kulit tipis & anak-anak Potensi tinggi penyakit yang parah dan untuk kulit yang lebih tebal pada telapak tangan & telapak kaki
7

Potensi Relatif kostikosteroid topikal

Jenis Sediaan

Pemilihan sediaan tergantung pada jenis lesi dan daerah anatomi.

TC tersedia dalam salep, krim, gel, lotion, dan oklusi

Salep
Memberikan pelumasan & oklusi yg lebih baik daripada sediaan lainnya & yg paling berguna untuk mengobati lesi hiperkeratotik yg kering & tebal tidak boleh digunakan pada daerah yang berambut menimbulkan maserasi dan folikulitis jika dihunakan pada area intertriginosa

Sifat berminyaknya ketidakpuasan pasien ketidakpatuhan penggunaan


2008 Japanese Dermatological Association 10

Krim
kualitas pelumas Pd peradangan yg baik dan eksudatif akut & kemampuannya di daerah menghilang ke intertriginosa, dalam kulit krim lebih baik membuat sediaan untuk efeknya yg ini menarik secara nonoklusif dan kosmetik cepat kering Krim umumnya kurang kuat dibandingkan salep dari obat yang sama

11

Lotion dan gel


Gel kering dengan cepat dan dapat Lotion berguna untuk daerah yang diterapkan pada paling sedikit berambut karena kulit kepala atau berminyak dan mereka mudah daerah berrambut oklusi dari semua sediaan steroid lainnya karena penetrasi dan mereka tidak meninggalkan topikal menyebabkan sedikit sisa matting

12

Dosis, frekuensi pengolesan, dan durasi


Tanpa bimbingan yg tepat, pasien sangat berbeda dalam pengggunaan TC dalam hal jumlah, frekuensi, & durasi penggunaan shg menyebabkan perbedaan dalam keberhasilan & faktor keamanan Dosis TC Teknik standar long dan finney FTU Frekuensi pengolesan 1-2x penggunaan dalam sehari Durasi sebagian besar TC tidak boleh digunakan dengan durasi >2-4 minggu, bila terjadi perburukan lesi atau tidak ada perubahan yang tampak, produk harus dihentikan dan perlu dilakukan re-evaluasi diagnosis
13

Pedoman FTU untuk dewasa

14

Pedoman FTU untuk anak-anak

15

Efek Samping TC
Efek kortikosteroid aksinya pada ekspresi gen oleh 2 mekanisme yg berbeda; transrepresi bertanggung jawab pd sebagian besar efek terapi & transaktivasi yg menyebabkan sebagian besar efek samping

16

Efek Lokal
Efek samping tergantung pada potensi steroid, durasi penggunaan, volume produk yang diaplikasikan, lokasi aplikasi, dan usia pasien Tampakan infeksi yang normal berubah akibat penggunaan TC yg tidak tepat untuk mengobati bakteri/ jamur misalnya pada kasus tinea cruris tinea incognito

17

pasien yang mengoleskan TC ke ruam yang gatal di pangkal paha infeksi jamur ruam akan bertambah merah, gatal, dan menyebar lebih luas daripada infeksi jamur pada umumnya. pola peradangan tidak beraturan yg luas dengan pustula
18

Ketergantungan TC
Topical corticosteroid-induced rosacea-like dermatitis (TCIRD) atau topical steroid-dependent face (TSDF) Sebagian besar pada perempuan yg menggunakan kosmetik/krim yg mengandung steroid

Tampak eritema dengan papulopustul pada wajah

19

Efek Sistemik
Penggunaan TC potensi tinggi & ultra tinggi secara topikal dapat diserap dgn baik sehingga cukup untuk menyebabkan efek samping sistemik Sebagian besar efek samping mungkin reversibel sampai batas tertentu setelah penghentian TC, namun adapula yg tidak reversibel seperti striae atrofi

20

Tachyphylaxis
Kondisi toleransi dari kulit akibat vasokonstriksi dari TC Setelah penggunaan berulang steroid topikal, kapiler di kulit tidak menyempit dgn baik, sehingga memerlukan dosis yg lebih tinggi atau penggunaan yg lebih sering dari steroid. Kemampuan pembuluh darah untuk konstriksi kembali empat hari setelah penghentian terapi Bila TC kehilangan efektivitasnya, pengobatan harus dihentikan untuk 4-7 hari dan kemudian di mulai kembali
21

Dermatitis Kontak
Estimasi prevalensi ditemukan berada di kisaran 0,2-6% pada studi sebelumnya Kortikosteroid nonfluorinated lebih mungkin menyebabkan dermatitis kontak Apabila tidak ada penyembuhan yg memuaskan, atau memburuknya lesi setelah mengeksklusi keadaan eksaserbasi dari infeksi yg tidak terdiagnosis curiga suatu dermatitis kontak Bedakan dengan fenomena ketergantungan TC Patch Test
22

Ketahui Pasiennya
Sangat penting untuk mengingat usia, jenis kelamin, kondisi fisiologis khusus yang mendasari seperti kehamilan, menyusui, dan juga harapan pasien selain area dan tingkat keterlibatan ketika meresepkan TC Pada kehamilan termasuk kategori C Edukasi terhadap pasien penting mencegah efek samping maupun masalah ketakutan berlebihan dalam penggunaan TC yg mengarah ke penggunaan yang tidak memadai dan hasil klinis yang buruk
23

Area penyerapan TC
Pada kulit sehat dan normal, penyerapan TC bervariasi dari area ke area lainnya Daerah dgn stratum korneum yg tebal, seperti telapak tangan dan kaki perlu diterapi dengan preparat TC potensi tinggi. Sebaliknya, daerah dgn stratum korneum tipis seperti kelopak mata atau area yang tertutup seperti pangkal paha dan ketiak dan daerah intertrigenous lainnya perlu diterapi dengan preparat yang potensi medium atau potensi rendah Pemantauan dari semua variabel secara terus-menerus diperlukan untuk pengobatan TC yang aman dan efektif
24

Kesimpulan
Untuk mengatasi masalah penyalahgunaan TC, intervensi harus multidimensi yg melibatkan pendekatan politik, pendidikan dan hukum Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan & bekerja dengan baik, mudah-mudahan kita dapat menurunkan kejadian penyalahgunaan TC dan mendapatkan manfaat baik dari kelompok obat kortikosteroid topikal ini
25

Mengoptimalkan penggunaan TC
Meresepkan TC untuk penyakit kulit yang sesuai. Menggunakan potensi dan kekuatan TC yang sesuai untuk mencapai pengendalian penyakit. Menggunakan TC dengan potensi yang rendah atau mengurangi frekuensi aplikasi setelah mendapatkan respon yang memuaskan. Taperring off pengobatan setelah remisi lengkap penyakit kulit. Ekstra hati-hati ketika meresepkan steroid topikal pada area tertentu (misalnya skrotum, wajah, dan llipatan kulit). Melakukan pertimbangan ketika meresepkan TC kepada orang tua dan anakanak. Waspada terhadap efek samping dan segera bertindak untuk mengatasinya bila terjadi. Untuk menghindari pengenceran buatan TC dan meresepkan TC dalam kombinasi dengan antimikroba dan antijamur. Menghindari penggunaan TC untuk ruam yang tidak terdiagnosis, hal ini akan membuat kaburnya kemungkinan diagnosis yang benar di masa depan
26

Thank you

27