Anda di halaman 1dari 13

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA 1.

Macam macam kebutuhan dasar manusia menurut Abraham maslow dalam teori hirarki Yang di bagi dalam lima tingkat ; kebutuan fisiologis merupakan kebutuhan paling dasar antara lain, pemenuhan oksigen adalah salah satu komponen gas dan unsur vital untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel sel tubuh pertukaran gas adalah penyampaian oksigen ke jaringan tubuh yang di tentukan oleh system respirasi kardiofaskulen dan keadaan hematology. kebutuhan cairan yaitu kebutuhan minuman untuk memenuhi ion tubuh nutrisi adalah kebutuhan makanan eliminasi adalah proses pembuangan sisa-sisa metabolisme tubuh,dapat melalui urin ataupun bowel. istirahat adalah keadaan dimana kegiatan jasmaniah menurut yang berakibat badan menjadi lebih segar. Tidur adalah suatu keadaan relative tanpa sadar yang penuh ketenangan aktivitas adalah gerakan keseimbangan suhu tubuh,dan sexual .kebutuhan rasa aman dibagi menjadi; Perlindungan fisik dan perlindungan psikologis Meliputi; a) perlindungan fisik atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit kecelakaan,bahaya dari lingkungan dan sebagainya b) perlindungan psikologis perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing .kebutuhan rasa cinta yaitu kebutuhan untuk memiliki dan di miliki antara lain: Memberi dan menerima kasih sayang,kehangata, persahabatan,mendapat tempat dalam keluarga,kelompok sosial dan sebagainya Kebutuhan akan harga diri maupun perasaan dihargai oleh orang lain: Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untuk mendapatkan kekuatan,meraih prestasi,rasa percaya diri dan kemerdekaan diri.Selain itu,orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain. Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan tertinggi dalam hirarki Maslow,berupa kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain / lingkungan serta mencapai potensi diri sepenuhnya. Ciri-ciri manusia yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Ciri-ciri manusia yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya
1

2. Faktor yang menyebabkan manusia tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya a) Penyakit Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan,baik secara fisiologis maupun psikologis,karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan besar dari biasanya. b) Hubungan keluarga Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya,merasakan kesenagan hidup,tidak ada rasa curiga dan lain-lain. c) Konsep diri Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar.Konsep diri yang positif memberikan makna dan keutuhan (WHOLENESS)bagi seseorang.konsep diri yang sehat menghasilkan perasaan positif terhadap diri.Orang yang merasa positif tentang dirinya akan mudah berubah,mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat,sehingga mudah memenuhi kebutuhan. d) Tahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda,baik kebutuhan biologis,psikologis,sosial maupun spiritual,mengingat berbagai fungsi organ tubuh mengalami proses kematangan dengan aktivitas yang berbeda untuk setiap tahap perkembangan perkembangan. 3. Konsep sehat sakit DAMPAK SAKIT 1. Terhadap Perilaku dan Emosi Klien Penyakit dengan jangka waktu yang singkat dan tidak mengancam kehidupannya akan menimbulkan sedikit perubahan perilaku dalam fungsi klien dan keluarga. Misalnya seorang Ayah yang mengalami demam, mungkin akan mengalami penurunan tenaga atau kesabaran untuk menghabiskan waktunya dalam kegiatan keluarga dan mungkin akan menjadi mudah marah, dan lebih memilih menyendiri. Sedangkan penyakit berat, apalagi jika mengancam kehidupannya.dapat menimbulkan perubahan emosi dan perilaku yang lebih luas, seperti ansietas, syok, penolakan, marah, dan menarikd diri. Perawat berperan dalam mengembangkan koping klien dan keluarga terhadap stress, karena stressor sendiri tidak bisa dihilangkan. 2. Terhadap Peran Keluarga
2

Setiap orang memiliki peran dalam kehidupannya, seperti pencari nafkah, pengambil keputusan, seorang profesional, atau sebagai orang tua. Saat mengalami penyakit, peran- peran klien tersebut dapat mengalami perubahan. terhadap perubahan dan tantangan hidup sehari-hari. Misal: jika salah satu orang tua sakit maka kegiatan dan pengambilan keputusan akan tertunda sampai mereka sembuh. Jika penyakitnya berkepanjangan, seringkali keluarga harus membuat pola fungsi yang baru sehingga bisa menimbulkan stress emosional. Misal: anak kecil akan mengalami rasa kehilangan yang besar jika salah satu orang tuanya tidak mampu memberikan kasih sayang dan rasa aman pada mereka. Atau jika anaknya sudah dewasa maka seringkali ia harus menggantikan peran mereka sebagai mereka termasuk kalau perlu sebagai pencari nafkah. F. PENINGKATAN KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT Peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit merupakan dua konsep yang berhubungan erat dan pada pelaksanaannya ada beberapa hal yang menjadi saling tumpang tindih satu sama lain. Peningkatan kesehatan merupakan upaya memelihara atau memperbaiki tingkat kesehatan klien saat ini. Sedangkan Pencegahan Penyakit merupakan upaya yang bertujuan untuk melindungi klien dari ancaman kesehatan yang bersifat aktual maupun potensial. Kegiatan Peningkatan Kesehatan dapat bersifat Aktif maupun Pasif a. Peningkatan Kesehatan Pasif Merupakan strategi peningkatan kesehatan dimana individu akan memperoleh manfaat dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain tanpa harus melakukannya sendiri. Misal: Pemberian florida pada pusat suplai Air Minum (PAM); Portifikasi pada susu dengan vitamin D. b. Peningkatan Kesehatan Aktif Pada strategi ini, setiap individu diberikan motivasi untuk melakukan program kesehatan tertentu. Misal: Program Penurunan BB, dan Program pemberantasan rokok, menuntut keikutsertaan klien secara aktif. Sedangkan Pencegahan Penyakit terdiri dari beberapa tingkatan all: Persamaannya Keduanya berorientasi pada masa depan. Perbedaan Terletak pada Motivasi dan Tujuan Peningkatan Kesehatan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bertindak secara positif , untuk mencapai tujuan berupa tingkat kesehatan yang stabil Pencegahan Penyakit memberi motivasi kepada masyarakat untuk menghindari
3

penurunan tingkat kesehatan atau fungsi 4. Konsep Diri adalah citra mental seseorang terhadap dirinya sendiri, mencakup bagaimana mereka melihat kekuatan dan kelemahannya pada seluruh aspek kepribadiannya. Konsep diri tidak hanya bergantung pada gambaran tubuh dan peran yang dimilikinya tetapi juga bergantung pada aspek psikologis dan spiritual diri. Misal: Klien tidak lagi terlibat dalam proses pengambilan keputusan dikeluarga atau tidak akan merasa mampu memberi dukungan emosi pada anggota keluarganya yang lain atau kepada teman-temannya klien akan merasa kehilangan fungsi sosialnya. Perawat seharusnya mampu mengobservasi perubahan konsep diri klien, dengan mengembangkan rencana perawatan yann membantu mereka menyesuaikan diri dengan akibat dan kondisi yang dialami klien. 5. KONSEP KELUARGA Keluarga merupakan komunitas terkecil dalam kehidupan bermasyarakat. terdapat beberapa konsep keluarga. beberapa ahli mengatakan keluarga merupakan sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan dan ahli lain mengungkapkan bahwa keluarga adalah dua individu atau lebih yang hidup dalam satu rumah tangga. Menurut Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) : Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. KONSEP TIDUR Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi oleh semua orang. Secara umum,istirahat berartisuatu keadaan tenang,relaks,tanpa tekanan emosional,dan bebas dari perasaan gelisah. Jadi,beristirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali. Terkadang,berjalan-jalan di taman juga bisa dikatakan sebagai suatu bentuk istirahat. Sedangkan tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun.Tidur yaitu Suatu keadaan tidak sadar yang dialami seseorang yang dapat dibangunkan kembali dengan indra atau ransangan yang cukup. Tidur dikarakteristikkan dengan aktifitas fisik yang minimal,tingkat kesadaran yang bervariasi,perubahan proses fsiologis tubuh,dan penurunan respons terhadap stimulus eksternal. Hamper sepertiga dari waktu kita,kita gunakan untuk tidur. Hal tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa tidur dapat memulihkan atau mengistirahatkan fisik setelah seharian beraktivitas,mengurangi stress dan kecemasan,serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsenterasi saat hendak melakukan aktivitas sehari-hari.

Fisiologi tidur Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua system pada batang otak,yaitu Reticular Activating System (RAS) dan Bulbar Synchronizing Region(BSR). RAS di bagian atas batang otak diyakini memiliki sel-sel khusus yang dapat mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran; memberi stimulus visual,pendengaran,nyeri,dan sensori raba;serta emosi dan proses berfikir. Pada saat sadar,RAS melepaskan katekolamin,sedangkan pada saat tidur terjadi pelepasan serum serotonin dari BSR (Tarwoto,Wartonah,2003). Perubahan pola pernafasan Penurunan fentilasi semenit Penurunan PO2 Tahapan tidur Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan bantuan alat elektroensefalogram (EEG), elektro-okulogram (EOG), dan elektrokiogram (EMG), diketahui ada dua tahapan tidur, yaitu non-rapid eye movement(NREM) dan rapid eye movement(REM). 1. Tidur NREM. tidur NREM disebut juga sebagai tidur gelombang-pendek karena gelombang otak yang ditunjukkan oleh orang yang tidur lebih pendek daripada gelombang alfa dan beta yang ditunjukkan orang yang sadar. Pada tidur NREM terjadi penurunan sejumlah fungsi fisiologi tubuh. Di samping itu,semua proses metabolic termasuk tanda-tanda vital, metabolism, dan kerja otot melambat. Tidur NREM sendiri terbagi atas 4 tahap (I-IV). Tahap I-II disebut sebagai tidur ringan (light sleep) dan tahap III-IV disebut sebagai tidur dalam (deep sleep atau delta sleep). Tahapannya: NREM TAHAP 1 MERESPON CAHAYA BERLANGSUNG BEBERAPA MENIT MUDAH TERBAGUN DENGAN RANGSANGAN NREM TAHAP 2 MULAI RELEKSI OTOT BERLANGSUNG 10-20 MENIT FUNGSI TUBUH BERLANGSUNG LAMA NERM TAHAP 3 AWAL TAHAP DARI TIDUR NYENYAK TEKANAN DARAH MENURUN BERLANGSUNG 15-30 MENIT NERM TAHAP 4 TIDUR NYENYAK SULIT DIBANGUNKAN GERAK BOLA MATA CEPAT
5

2. Tidur REM. Tidur REM biasanya terjadi setiap 90 menit dan berlangsung selama 5-30 menit. Tidur REM tidak senyenyak tidur NREM, dan sebagian besar mimpi terjadi pada tahap ini. Selama tidur REM,otak cenderung aktif dan metabolismenya meninggkat hingga 20%. Pada tahap individu menjadi sulit untuk dibangunkan atau justru dapat bangun dengan tiba-tiba, tonus otot terdepresi,sekresi lambung meningkat,dan frekuensi jantung dan pernapasan sering kali tidak teratur. TAHAP LEBIH SULIT DIBANGUNKAN DIBANDINGKAN DENGAN TIDUR NREM JIKA INDIVIDU TERBANGUN TERJADI MIMPI TIDUR REM PENTING UNTUK KESEIMBANGAN MENTAL,EMOSI JUGA BERPERAN DALAM BELAJAR, MEMORI, DAN ADAPTASI FUNGSI TIDUR 1.Regenerasi sel sel tubuh yang rusak menjadi baru 2.Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh 3.Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian 4.Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit Faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas tidur Penyakit. Penyakit dapat menyebabkan nyeri atau distress fisik yang dapat menyebabkan gangguan tidur. Individu yang sakit membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak daripada biasanya.di samping itu, siklus bangun-tidur selama sakit juga dapat mengalami gangguan. Lingkungan. faktor lingkungan dapat membantu sekaligus menghambat proses tidur. Tidak adanya stimulus tertentu atau adanya stimulus yang asing dapat menghambat upaya tidur. Sebagai contoh, temperatur yang tidak nyaman atau ventilasi yang buruk dapat mempengaruhi tidur seseorang. Akan tetapi, seiring waktu individu bisa beradaptasi dan tidak lagi terpengaruh dengan kondisi trsebut. Kelelahan. Kondisi tubuh yang lelah dapat mempengaruhi pola tidur seseorang. Semakin lelah seseorang,semakin pendek siklus tidur REM yang dilaluinya. Setelah beristirahat biasanya siklus REM akan kembali memanjang. Gaya hidup. Individu yang sering berganti jam kerja harus mengatur aktivitasnya agar bisa tidur pada waktu yang tepat. Stress emosional. Ansietas dan depresi sering kali mengganggu tidur seseorang. kondisi ansietas dapat meningkatkan kadar norepinfrin darah melalui stimulasi system saraf simapatis. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya siklus tidur NREM tahap IV dan tidur REM serta seringnya terjaga saat tidur. Stimulant dan alcohol. Kafein yang terkandung dalam beberapa minuman dapat merangsang SSP sehingga dapat mengganggu pola tidur. Sedangkan konsumsi
6

alcohol yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur REM. Ketika pengaruh alcohol telah hilang, individu sering kali mengalami mimpi buruk. Diet. Penurunan berat badan dikaitkan dengan penurunan waktu tidur dan seringnyaterjaga di malam hari. Sebaliknya, penambahan berat badan dikaitkan dengan peningkatan ttal tidur dan sedikitnya periode terjaga di malam hari. Merokok. Nikotin yang terkandung dalam rokok memiliki efek stimulasi pada tubuh. Akibatnya, perokok sering kali kesulitan untuk tidur dan mudah terbangun di malam hari. Medikasi. Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. hipnotik dapat mengganggu tahap III dan IV tidur NREM,metabloker dapat menyebabkan insomnia dan mimpi buruk, sedangkan narkotik (mis; meperidin hidroklorida dan morfin) diketahui dapat menekan tidur REM dan menyebabkan seringnya terjaga di malam hari. Motivasi. Keinginan untuk tetap terjaga terkadang dapat menutupi perasaan lelah seseorang. sebaliknya, perasaan bosan atau tidak adanya motivasi untuk terjaga sering kali dapat mendatangkan kantuk. Gangguan tidur yang umum terjadi Insomnia Insomnia adalah ketidakmampuan memenuhi kebutuhan tidur, baik secara kualitas maupun kuantitas. Gangguan tidur ini umumnya ditemui pada individu dewasa. Penyebabnya bisa karena gangguan fisik atau karena factor mental seperti perasaan gundah atau gelisah. Ada tiga jenis insomnia: 1.Insomnia inisial. Kesulitan untukmemulai tidur. 2.Insomnia intermiten. Kesulitan untuk tetap tertidur karena seringnya terjaga. 3.Insomnia terminal. Bangun terlalu dini dan sulit untuk tidur kembali. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi insomnia antara lain dengan mengembangkan pola tidur-istirahat yang efektif melalui olahraga rutin, menghindari ransangan tidur di sore hari, melakukan relaksasi sebelum tidur (mis; membaca, mendengarkan music),dan tidur jika benar-benar mengantuk. Parasomnia Parasomnia adalah perilaku yang dapat mengganggu tidur atau muncul saat seseorang tidur. Gangguan ini umum terjadi pada anak-anak. Beberapa turunan parasomnia antara lain sering terjaga (mis; tidur berjalan, night terror), gangguan transisi bangun-tidur (mis; mengigau), parasomnia yang terkait dengan tidur REM (mis; mimpi buruk),dan lainnya (mis; bruksisme). Hipersomnia
7

Hipersomnia adalah kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berkelebihan terutama pada siang hari. Gangguan ini dapat disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti kerusakan system saraf, gangguan pada hati atau ginjal, atau karena gangguan metabolisme (mis; hipertiroidisme). Pada kondisi tertentu, hipersomnia dapat digunakan sebagai mekanisme koping untuk menghindari tanggung jawab pada siang hari. Narkolepsi Narkolepsi adalah gelombang kantuk yang tak tertahankan yang muncul secara tiba-tiba pada siang hari. Gangguan ini disebut juga sebagai serangan tidur atau sleep attack. Penyebab pastinya belum diketahui. Diduga karena kerusakan genetik system saraf pusat yang menyebabkan tidak terkendali lainnya periode tidur REM. Alternatife pencegahannya adalah dengan obat-obatan, seperti; amfetamin atau metilpenidase, hidroklorida, atau dengan antidepresan seperti imipramin hidroklorida. Apnea saat tidur Apnea saat tidur atau sleep apnea adalah kondisi terhentinya nafas secara periodic pada saat tidur. Kondisi ini diduga terjadi pada orang yang mengorok dengan keras, sering terjaga di malam hari, insomnia, mengatup berlebihan pada siang hari, sakit kepala disiang hari, iritabilitas, atau mengalami perubahan psikologis seperti hipertensi atau aritmia jantung. ROM (Range Of Motion) Bersama fleksibilitas didefinisikan sebagai rentang gerak (ROM) diperbolehkan pada sendi. ROM A sendi biasanya diukur dengan jumlah derajat dari posisi awal dari suatu segmen ke posisinya pada akhir dari jangkauan penuh gerakan. Cara yang paling umum ini dilakukan adalah dengan menggunakan goniometer ganda bersenjata. Sebuah lengan stasioner memegang busur derajat ditempatkan sejajar dengan segmen tubuh yang diam dan bergerak lengan bergerak sepanjang segmen tubuh bergerak. Pin (sumbu goniometer) ditempatkan di atas sendi. Ketika anatomi landmark didefinisikan dengan baik, akurasi pengukuran lebih besar. Jika ada jaringan lunak lebih sekitar daerah sendi, kesalahan pengukuran bisa lebih sering. KONSEP HOMEOSTATIS DAN HOMEODINAMIK I. DEFINISI HOMEOSTATIS DAN HOMEODINAMIK 1. Definisi Homeostatis A. Menurut A. Aziz Alimul H. (2006:2)
8

Homeostatis adalah mekanisme tubuh untuk memepertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang dialami. Proses homeostatis dapat terjadi apabila tubuh mengalami strees yang secara alamiah tubuh akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi agar tetap seimbang. B. Menurut Setiadi (2007) C. Homeostatis adalah segala upaya yang dilakukan oleh tubuh kita agar lingkungan hidup sel di dalam tubuh kita, yaitu cairan ekstrasel selalu dalam kedaan statis, konstan, atau menetap. Cairan ekstrasel sebagai tempat sel hidup menyediakan berbagai kebutuhan sel, namun disana juga sel akan membuang berbagai sisa metabolismenya dan melepaskan berbagai macam produk yang dihasilkannya. 2. Definisi homeodinamik Menurut A, Aziz Alimul H. (2006:4) Homeodinamik merupakan pertukaran energi secara terus menerus antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Dalam proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya. II. MEKANISME HOMEOSTATIS DAN HOMEODINAMIK a) Mekanisme homeostatis Menurut A. Aziz Alimul (2006:3) Homeostatis dibagi menjadi 2,yaitu:Homeostatis fisiologis dan homeostatis psikologis. i. Homeostatis fisiologi terjadi melalui 4 cara,yaitu: Pengaturan diri Sistem ini terjadi secara otomatis pada orang yang sehat. Contoh:Proses pengaturan fungsi organ Kompensasi Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan yang terjadi didalamnya. Contohnya : apabila secara tiba-tiba lingkungan menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami konstriksi dan merangsang pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatan (contohnya:menggigil) yang menghasilkan panas, sehingga tubuh tetap stabil. Umpan balik negatif Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal,tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi. Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologi.

ii.

Contohnya:apabila seseorang mengalami hipoksia, akan terjadi proses peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup ke sel tubuh. Homeostatis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contoh:mekanisme pertahanan diri, seperti menangis,tertawa,memukul,meremas,dan lain-lain. Mekanisme homeostatis melibatkan hampir seluruh sistem organ tubuh walaupun kondisi internal berubah secara konstan, tubuh dilindungi terhadap perubahan yang besar dengan mekanisme kontrol pengaturan diri seperti umpan balik. Sistem ini mengacu pada pemberian informasi dari suatu sistem(output) kembali ke sistem (input) untuk menimbulkan respon(Setiadi :2007)

b) Mekanisme homeodinamik Menurur A. Aziz Azimul H. (2006:4) proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu kesatuan utuh, memiliki karakter yang berbeda-beda. Dalam proses homeodinamik terdapat beberapa prinsip, yaitu: Prinsip Integralitas,yaitu prinsip utama dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan yang tidak dapat dipisahkan. Contoh:Pasien tidak bisa dipisahkan oleh kebiasaan seharihari,misalnya:mandi air hangat maka perawat harus bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Prinsip Resonansi,yaitu prinsip bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya bervariasi,mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan. Contoh:Pengalaman pasien setelah dirawat dirumah sakit atau perubahan pasien sebelum dirawat dan setelah dirawat. Prinsip helicy,yaitu prinsip bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia berlangsung perlahan-lahan dan terdapat hubungan antara manusia dan lingkungan. Contoh:reaksi pasien terhadap perubahan waktu sakit. KEBUTUHAN CAIRAN TUBUH KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). Pada orang normal dengan berat 70 kg, Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau
10

sekitar 42 L. persentase ini dapat berubah, bergantung pada umur, jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall, 1997) 1. Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. Pada orang dewasa kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular, sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Sebaliknya, hanya dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total Adalah cairan diluar sel. Ukuran relatif dari (CES)menurun dengan peningkatan usia. Pada bayi baru lahir, kira-kir cairan tubuh terkandung didalam (CES). Setelah 1 tahun, volume relatif dari (CES) menurun sampai kirakira 1/3 dari volume total. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : (a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel, sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. Relatif terhadap ukuran tubuh, volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. (b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. Ratarata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB), 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM, atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting; sel darah putih (SDP, atau leukosit); dan trombosit. Tapi nilai tersebut diatas dapat bervariasi pada orang yang berbeda-beda, bergantung pada jenis kelamin, berat badan dan faktor-faktor lain. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup : - pengiriman nutrien (mis ; glokusa dan oksigen) ke jaringan - transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru - pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi - transpor hormon ke tempat aksinya - sirkulasi panas tubuh Cairan Transelular (CTS) : Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal, perikardial, pleural, sinovial, dan cairan intraokular serta sekresi lambung. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut :

2.

3.

11

KEBUTUHAN CAIRAN TUBUH Cairan tubuh hilang melalui: 1. Urin 50% dari kehilangan cairan Normal: 50 ml/ kgBB/ 24 jam 2. Insensible Water Loss (50%) - Respirasi (15%) - Kulit (30%) - Feses (5%) CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN CAIRAN 1. Luas permukaan tubuh (BSA = Body Surface Area) = mL/ m2/ 24 jam Paling tepat untuk BB > 10 kg Normal: 1500 ml/ m2/ 24 jam (kebutuhan maintenance/ kebutuhan rumatan)

12

13