P. 1
Peran Profesi Bimbingan Dan Konseling Dalam Implementasi Kurikulum 2013 1

Peran Profesi Bimbingan Dan Konseling Dalam Implementasi Kurikulum 2013 1

|Views: 157|Likes:
Dipublikasikan oleh NERRU PRANUTA M

More info:

Published by: NERRU PRANUTA M on May 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

5/14/2013

PERAN PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MPLEMENTASI KURIKULUM 2013

2 HAL PENTING UNTUK BERPERAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 1
• Memahami dan memiliki secara mendalam konsep profesi bimbingan dan konseling • Memahami KURIKULUM 2013 yang diberlakukan, kita tunggu dari Kemendikbud

2

• Melakukan AKSI BERDASARKAN KONSEP BK

1

5/14/2013

Modal dasar untuk memahami profesi bimbingan dan konseling secara formal
1. Menempuh program studi S-1 Bimbingan dan Konseling, 2. Mempelajari berbagai upaya pengembangan yang dilakukan organisasi bimbingan dan konseling 3. Mempelajari Undang-Undang / Peraturan/Keputusan Pemerintah yang terkait dengan profesi bimbingan dan konseling Secara informal = belajar mandiri

Upaya memahami lebih lanjut terhadap profesi bimbingan dan konseling secara formal 1. Menempuh Pendidikan Profesi Konselor 2. Menempuh studi lanjut S-2 dan S-3 bimbingan dan konseling 3. Melakukan penelitian bidang bimbingan dan konseling Secara informal = belajar mandiri

2

5/14/2013

Beberapa catatan perkembangan Profesi BK di Indonesia, antara lain :
1. Program studi Sarjana Muda bimbingan dan penyuluhan ( BA) 2. Program studi Sarjana bimbingan dan penyuluhan (Drs., Dra.,) 3. Program Studi bimbingan dan konseling jenjang S-1 (S.Pd)  S-2 (M.Pd) S-3 (Dr.) 4. Memorandum PB IPBI 17 Desember 1996 untuk penyelenggaraan program PPK 5. UU no. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang memuat nama KONSELOR

5. Naskah Dasar Standarisasi Profesi Konseling 2003 6. Standar Kompetensi Konselor Indonesia berdasar Kongres ABKIN 2005 di Semarang. 7. Program PPK dimulai di UNP (1999)  UNNES (2007) UPI (2009) 8. Naskah Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Rambu-rambu Penyelenggaraan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal (BUKU BIRU),2007.

3

5/14/2013

10. Pengumuman PB ABKIN tgl. 15 Januari 2007 antara lain memuat bahwa nama profesi adalah BIMBINGAN DAN KONSELING 11. Program BK Pola 17 Plus, 12. Progam BK Komprehensif, 13. Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor 14. PP 74 Tahun 2008 tentan Guru, penegasan sebutan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. 15. Dan lain-lain

13. Bimbingan dan Penyuluhan  Bimbingan dan Konseling  Bimbingan Karir  Bimbingan dan Konseling  Konseling  Bimbingan dan Konseling Pengembangan Diri ---- BK berperan  Peminatan Siswa ---- BK berperan

4

5/14/2013

Profesi bimbingan dan konseling dalam setting pendidikan formal, antara lain :
1. BK untuk semua peserta didik, baik yang memerlukan atau peserta didik yang dipandang perlu bimbingan dan konseling. 2. Bertujuan membantu peserta didik dalam mencapai kemandirian, perkembangan optimal, pengentasan masalahnya. 3. Tercapainya peserta didik menjadi berakhlak mulia, cerdas/ berpengetahuan luas dan terampil  mandiri , sejahtera dan bahagia.

4. Bidang geraknya BK pribadi, sosial, belajr, dan karir 5. Bantuan diberikan secara ilmiah, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. 6. Cara kerja adalah dapat dilakukan secara sinergi dan kolaboratif serta referal. 7. Teknik konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelompok, bimbingan klasikal. 8. Bertumpu pada pencapaian tujuan penas 9. Layanan bantuan berbasis kebutuhan peserta didik , nilai-nilai luhur dan prospek peserta didik

5

5/14/2013

FUNGSI BIMBIANGAN DAN KONSELING

1. 2. 3. 4. 5.

Pencegahan Perbaikan Penyembuhan Pemeliharaan Pengembangan

1. 2. 3. 4. 5.

Fasilitasi Advokasi Pemahaman Penyaluran penempatan

Guru bimbingan dan konseling atau konselor hendaknya :
Memiliki, menguasai, dan menerapkan kompetensi Konselor secara utuh dalam layanan ahli bk. 1. memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani 2. Menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling 3. Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang memandirikan 4. Mengembangkan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan

6

5/14/2013

Guru BK atau konselor hendaknya mampu menunjukan minimal 10 sbb.:
1. Berakhlak mulia 2. Wawasan luas dan mendalam tentang profesi bimbingan dan konseling 3. Berpengetahuan luas 4. Terampil melaksanakan tugas profesi bk 5. Berpenampilan menarik (senyum) 6. Berbusana sopan, rapi, suci. 7. Bertutur kata santun 8. Senang menolong 9. Disenangi 10. Diteladani

Kurikulum pendidikan saat kini.
• Kurikulum yang berlaku sekarang adalah KTSP 2006, PENGEMBANGAN DIRI, profesi BK berperan • Draf Kurikulum 2013 (bahan uji publik), PEMINATAN SISWA, profesi BK berperan • Pemberlakuan Kurikulum 2013 direncanakan secara bertahap, mulai tahun 2013  2014  2015 (lihat uji publik)

7

5/14/2013

• 2103, diberlakukan bagi kelas I, IV, VII, X, untuk seluruh sekolah • 2014, diberlakukan bagi kelas I, II, IV, V, VI, VII, X, XI, untuk seluruh sekolah • 2015, diberlakukan bagi kelas I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, XII, untuk semua sekolah dan semua kelas sudah menerapkan kurikulum 2013 (bupk13) SEMOGA PENDIDIDIKAN KITA LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA.

Yang Perlu dipahami oleh Guru BK tentang peminatan peserta didik dalam kurikulum SMA/SMK

1. Sebaran matapelajaran dan JP 2. Macam peminatan-keahlian dan JP (SMA/SMK) 3. UN di semester berapa, berdampak pada sebaran JP kelas X, XI, XII 4. Peminatannya di kelas X atau X awal

8

5/14/2013

SMA/SMK: 5. peminatannya semenjak awal tetap sampai lulus atau berganti /berubah. 6. bila ganti, apa persaratan pindah peminatan belajar siswa. 7. DLL.

Dalam satuan pendidikan, masyarakat profesi BK meyakini dan berharap bahwa : 1. BK merupakan sub sistem /bagian integral dalam pendidikan, 2. Bersama guru matapelajaran dapat terbentuk hubungan kolabotayif dalam membantu perkembangan peserta didik 3. BK mempunyai peran dan fungsi dalam penyelenggaraan pendidikan 4. Adanya pengembangan kebijakan program kerja yang dapat diequivalenkan dengan jam kerja.

9

5/14/2013

Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan
Wilayah Manajemen & Kepemimpinan Wilayah Pembelajaran yang Mendidik Wilayah Bimbingan dan Konseling yang Memandirikan

Manajemen & Supervisi Tujuan: Perkembangan Optimal tiap Peserta Didik

Pembelajaran Bidang Studi

Bimbingan & Konseling

Guru BK – Guru Matapelajaran

1. Saling mendukung tercapainya perkembangan optimal peserta didik 2. Saling referal pengentasan masalah peserta didik atas dasar keahlian dalam kerja 3. Guru BK menyelenggarakan layanan BK yang memandirikan, sedangkan guru mapel adalah menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik 4. Bidang layanan guru BK : pribadi,sosial, belajar dan karir, sedang guru mapel : materi mapel sesuai bidang keahliannya.

10

5/14/2013

Peran bimbingan dan konseling dalam satuan pendidikan
1. menguatkan pembelajaran yang mendidik 2. Menciptakan hubungan kerja sama dengan lingkungan sekolah untuk pembelajaran 3. menyelenggarakan pemilihan dan peminatan peserta didik 4. menyelenggarakan pembinaan/pendampingan peminatan peserta didik dengan kolaborasi dengan pendidik lain 5. Menyelenggarakan pengembangan dan penyaluran peminatan peserta didik 6. Menyelenggarakan evaluasi dan tindak lanjut peminatan peserta didik

Perlukah BK masuk kelas ?
Penjelasan Pasal 52 ayat 6 PP 74 th 2008 tentang GURU,

Layanan bimbingan dan konseling adalah pemberian perhatian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150 peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu atau memerlukan.

11

5/14/2013

Salah satu pendekatan Program Kerja Bimbingan dan Konseling
Disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan peserta didik dan dilaksanakan menggunakan teknik/strategi yang sesuai . Materi layanan meliputi BK pribadi, sosial, belajar dan karir dalam upaya pencapaian perkembangan optimal. Layanan dasar == untuk semua peserta didik Layanan responsif Layanan perencanaan individual Dukungan sistem dan kolaboratif

Proporsi Layanan BK setiap Komponen
BENTUK LAYANAN SD SMP SMA/SMK

Layanan Dasar

35 – 45 %

25 – 35 %

15 – 25 %

Layanan Responsif Layanan Perencanaan Individual Dukungan Sistem dan Kolaboratif

30 – 40 %

30- 40 %

25 – 35 %

15 – 10 %

15 – 25 %

25 – 35 %

10 – 15 %

10 – 15 %

15 – 20 %

12

5/14/2013

Perhitungan Equivalensi Tugas Guru BK atau Konselor
BENTUK LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Layanan Dasar Layanan Responsif Layanan Perencanaan Individual PEMBAGIAN WAKTU PELAYANA DI SMA/SMK 24 – 40 jam kerja

20 % X (24 - 40 jam kerja) = 5 - 8 jam kerja 35 % X (24 – 40 jam kerja) = 8 – 14 jam kerja 30 % X (24- 40 jam kerja) = 7 – 12 jam kerja

Dukungan sistem dan Kolaboratif

15 % X (24 -40 jam kerja) = 4 – 6 jam kerja

Usulan Pemikiran profesi BK dalam satuan pendidikan, mungkinkah ?
• Equivalensi program kerja antara rasio guru BK : peserta didik dengan perhitungan jam kerja dimaksudkan memberikan pengembangan pemikiran bahwa kinerja guru BK dapat juga dirancang dan dipertanggungjawabkan berdasarkan jam kerja. • Dapat diperkirakan jumlah kelasnya adalah 3 kelas / rombongan belajar siswa. • Penyederhanaan administrasi BK tetapi mengoptimalkan aksi layanan bagi peserta didik.

13

5/14/2013

Pengembangan materi bimbingan dan konseling masuk kelas, antara lain
1. Dikembangkan atas dasar SKKPD 2. Dikebangkan atas dasar analisis kebutuhan 3. Dikembangkan atas dasar bidang gerak/ ruang lingkup.

3 hal penting dalam implementasi Kurikulum 2013
Penjurusan menjadi PEMINATAN SISWA
Manajemen satuan pendidikan

Pembelajaran dan penilaian

14

5/14/2013

Peminatan belajar peserta didik

1. merupakan proses pemahaman dan pengambilan keputusan pilihan oleh siswa tentang peminatan belajar atau kompetensi keahlian yang didasarkan atas pemahaman potensi dirinya dan peluang yang diselenggarakan pada satuan pendidikan.

2. merupakan pendekatan pembelajaran berbasis minat peserta didik dan kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan 3. merupakan proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik dalam mencaai tujuan pendidikan nasional.

15

5/14/2013

Dalam KTSP 2006, terdapat program PENGEMBANGAN DIRI, peran profesi bimbingan dan konseling dibutuhkan, Dalam implementasi kurikulum 2013, terdapat program PEMINATAN PESERTA DIDIK , peran profesi bimbingan dan konseling dibutuhkan, Di samping itu profesi BK juga melaksanakan program ekstra kurikuler, serta melaksanakan SECARA UTUH profesi bimbingan dan konseling dalam satuan pendidikan.

Macam Peminatan belajar yang perlu layanan profesi bimbingan dan konseling
Peminatan belajar peserta didik berkaitan kegiatan intra kurikuler ekstra kurikuler Di SMA = peminatan akademik, peminatan matapelajaran pendalaman Di SMK = peminatan akademik dan vokasi.

16

5/14/2013

Lingkup Peminatan belajar siswa SMA
1. 2. 3. Kelompok matapelajaran A , wajib Kelompok matapelajaran B , wajib Kelompok matapelajaran C (peminatan akademik) a. Matematika dan Sains b. Sosial c. Bahasa 4. Matapelajaran pendalaman dan atau lintas peminatan/sekolah

Lingkup Peminatan belajar siswa SMK
Sedangkan dalam draf kurikulum 2013 terdapat struktur sebagai berikut : 1. Kelompok matapelajaran A, wajib 2. Kelompok matapelajaran B, wajib 3. Kelompok matapelajaran C (Peminatan akademik dan vokasi)

17

5/14/2013

Peminatan akademik dan vokasi SMK
1. Bidang studi keahlian 2. Program studi keahlian 3. Kompetensi keahlian/Paket
KURIKULUM DEFINITIF KITA TUNGGU DARI KEMENDIKBUD RI

8 BIDANG STUDI KEAHLIAN, 45 PROGRAM STUDI KEAHLIAN, 141 PAKET KEAHLIAN
DELAPAN BIDANG STUDI KEAHLIAN 1. Teknologi dan Rekayasa 2. Teknologi Informasi dan Komunikasi 3. Kesehatan 4. Agrobisnis dan Agroteknologi 5. Perikanan dan Kelautan 6. Bisnis dan Manajemen 7. Pariwisata 8. Seni dan Kerajinan

18

5/14/2013

Penelusuran Peminatan peserta didik
1. Teknik non tes a. Wawancara b. Angket c. Observasi d. Dokumentasi 2. Teknik tes

Kapan pemilihan dan penetapan peminatan belajar peserta didik di SMA/SMK
1. Peminatan belajar peserta didik dipilih dan ditetapkan bersamaan dengan kegiatan penerimaan siswa baru. Pemeriksaan fisik dan kesehatan , wawancara peminatan belajar dilaksanakan sebagai serangkaian kegiatan seleksi penerimaan calon peserta didik baru. 2. Peminatan belajar peserta didik dipilih dan ditetapkan pada minggu /awal bulan pertama tahun pelajaran baru.

19

5/14/2013

DIAGRAM ALIR MEKANISME PEMINATAN (1) MENGISI FORMULIR MENDAFTAR & MENGAMBIL FORMULIR MENGEMBALIKAN FORMULIR SELEKSI ADMINISTRASI OLEH PANITIA PDB

CALON PESERTA DIDIK BARU

PENGUMUMAN PPDB/PER SYARATAN PPDB

SELEKSI AKADEMIK PEMINATAN CALON SISWA WAWANCARA (GURU BK/TIM) PENETAPAN PEMINATAN
Ditolak Diterima

ORANG TUA CALON PESERTA DIDIK BARU

LAPOR DIRI

Layanan peminatan siswa pada minggu/awal bulan pembelajaran tahun ajaran baru
1. Pemberian informasi dan orientasi tentang peminatan belajar peserta didik, quota, jenis, komponen, mekanisme, dll. 2. Pengumpulan data peminatan peserta didik 3. Analisis data dan penetapan peminatan peserta didik 4. Pengumuman penetapan peminatan belajar peserta didik 5. Layanan konsultasi peminatan ( peserta didik dan atau orang tua)

20

5/14/2013

Layanan peminatan siswa pada minggu/awal bulan pembelajaran tahun ajaran baru (lanjutan)
6. Penetapan peminatan berdasarkan hasil analisis dan konsultasi antara siswa-orang tua dengan guru BK atau konselor. 7. Lapor diri peserta didik tentang penetapan pilihan peminatan belajar 8. Menempuh pembelajaran dengan guru matapelajaran 9. Guru Bk atau konselor melaksanakanpembinaan/pendampingan, pengembangan dan penyaluran, evaluasi dan tindak lanjut program peminatan belajar .

Pindah peminatan belajar peserta didik
1. Pindah peminatan belajar bagi peserta didik dapat dilakukan dengan catatan dapat terselenggara di satuan pendidikan yang bersangkutan. 2. Pindah peminatan memerlukan pencermatan berkaitan dengan dukungan penyelenggaraannya.

21

5/14/2013

Komponen peminatan belajar peserta didik SMA/SMK
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Prestasi belajar SMP/MTs kelas VII,VIII,IX Prestasi non akademik dari SD sd SMP Nilai Ujian Nasional SMP/MTs Minat siswa dinyatakan saat masuk di SMA/SMK Perhatian orang tua dinyatakan saat putra-putri akan masuk di SMA/SMK Rekomendasi dari guru BK/Konselor SMP Hasil diteksi peminatan yang diperoleh saat peserta didik akan masuk SMA/SMK

DIAGRAM PENGORGANISASIAN PEMINATAN BELAJAR SISWA

Prestasi Belajar

Nilai UN

Prestasi Non Akademik

Minat siswa

Perhatian Orang Tua

Penetapan Peminatan Peserta Didik

Diteksi potensi

SMA 3 Peminatan Siswa

SMK 8 Bidang studi keahlian 45 Program studi 121 kompetensi keahlian

Penetapan Peminatan Peserta didik

Penetapan Peminatan Peserta didik

22

5/14/2013

Peran bimbingan dan konseling dalam implementasi kurikulum 2013
1 2 3
• Memberikan informasi dan orientasi peminatan

• Menyelenggarakan pemilihan dan peminatan belajar peserta didik • Menyelenggarakan pembinaan /pendampingan peminatan belajar peserta didik berkolaborasi dengan guru mapel / pendidik lain
• Menyelenggarakan pengembangan dan penyaluran peminatan peserta didik berkolaborasi dengan guru mapel / pendidik lain/dudi/instansi

4 5

• Menyelenggarakan evaluasi dan tindak lanjut peminatan peserta didik

Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Peminatan Belajar Peserta Didik
Pribadi, sosial, belajar, Karier
Konseling individual, konseling kelompok, Bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, Konsultasi -, referal, praktik, magang , kerja sama/kolaborasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Peminatan belajar? Keahlian? Mata pelajaran? Studi lanjut? Pekerjaan? Jabatan? Keluarga? 1. Pemilihan + penetapan 2. Pembinaan 3. Pengembangan + penyaluran 4. Evaluasi dan tindak lanjut

PT SMTA SMTP SD

Akhlak mulia, Cerdas, Terampil Mandiri, Bahagia, Sejahtera

23

5/14/2013

Terima kasih Wassalamu’alaikum wr.wb

48

24

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->