Anda di halaman 1dari 8

Herbert Freudenberger 1973

Ahli psikologis klinis pada lembaga pelayanan sosial di New York Burnout merupakan suatu problem yang kemunculannya memperoleh tanggapan yang baik, sebab hal itu terjadi ketika seseorang mencoba mencapai suatu tujuan yang tidak realistis dan pada akhirnya mereka kehabisan energi dan kehilangan perasaan tentang dirinya dan terhadap orang-orang lain (Gehmeyr, 2000).

Cherniss: 1980

Koeske dan Koeske, 1989; Rohland et al., 2004; Shirom dan Ezrachi, 2003
Maslach dan Jackson

Burnout merupakan sindrom pisikologis yang terdiri dari 3 dimensi yaitu emotional exhaustion, depersonalization, dan reduced personal accomplishment yang membuat seseorang menjadi merasa tidak bernilai, tidak dihargai, dan pekerjaan mereka merasa tidak berarti

Cherniss (1980), Maslach (1982), dan

Sullivan (1989)
Keterlibatan dengan penerima pelayanan

Lingkungan kerja
Individu Sosial budaya

Baron dan Greenberg (1995)


Faktor eksternal Faktor internal

Buatlah orang lain tertawa Ciptakan suasana kerja yang menyenangkan Selalu menjaga hubungan baik dengan rekan kerja Menjaga pola hidup sehat Mengatur ritme aktivitas Keluar dari rutinitas sehari-hari Berpikir positif Cinta pekerjaan

Moderating effects of supervisor support, monetary rewards, and career paths on the relationship between job burnout and turnover intentions in the context of call centers