Anda di halaman 1dari 1

Mengapa terdapat benda keton berlebih pada penderita diabetes melitus?

Diabetes melitus terjadi akibat terganggunya hormon insulin yang dproduksi oleh pankreas. Kekurangan hormon insulin menyebabkan hanya sebagian kecil dari glukosa yang diubah menjadi glikogen. Glukosa yang berasal dari makanan sebagian besar masih bertahan didalam darah, kadar glukosa darah yang meningkat mendorong pembuangan glukosa tersebut melalui urin. Sebagian glukosa tidak diambil oleh tubuh dan dibuang melalui urin sehingga menyebabkan terambilnya lemak dan protein untuk dijadikan energi. Penggunaan lemak sebagai sumber energi akan menyebabkan terbentuknya benda keton. Hal ini yang menyebabkan terdapat banyak benda keton keton pada penderita diabetes melitus. Badan keton terdiri dari 3 senyawa, yaitu aseton, asam aseotasetat, dan asam hidroksibutirat, yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak yang berlebihan. Dalam keadaan normal, jaringan dalam tubuh menggunakan senyawa keton dengan jumlah yang sama dengan yang dihasilkan oleh hati. Konsentrasi senyawa keton dalam darah sangat rendah (kurang dari 1 mg per 100 ml darah) dan kurang dari 0,1 gram yang dikeluarkan bersama urine tiap hari. Pada penderita diabetes yang parah, konsentrasi senyawa keton dapat mencapai 80 mg per 100 ml darah. Hal ini disebabkan oleh karena produksi senyawa keton lebih besar daripada penggunaannya. Penimbunan senyawa keton dalam darah disebut ketosis dan pengeluaran melalui urine dapat mencapai 100 gram atau lebih tiap hari disebut ketonuria.