Anda di halaman 1dari 17

Cara Sterilisasi dengan Teknik Penyaringan (Filtrasi) Teknologi Farmasi Sediaan Steril

Rianda Asrul Nirma Sri Rahmayani Nurmawita Richa Afrianty Pratiwi Siti Fatimah Ulfa Rukmana Wita Alhusada

KELOMPOK II

(0801041) (1001063) (1001071) (1001081) (1001091) (1001102) (1001112)

Dosen Pembimbing :
Fahleni, M.Farm.,Apt
1

Secara Umum
Sterilisasi suatu proses u/ membunuh semua jasad renik yg ada shg jika ditumbuhkan dalam suatu media tidak ada jasad renik yg dapat berkembang biak. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yg paling tahan panas yaitu spora bakteri. Sterilisasi biasa dilakukan dalam pembuatan obat-obatan yang

harus dalam keadaan steril, seperti obat tetes mata dan


telinga, infus, dan obat-obat injeksi.
2

STERILISASI (PENYARINGAN) FI edisi III tahun 1979 : Penyaringan larutan disaring melalui penyaring bakteri steril, diisikan kedalam wadah akhir steril, kemudian ditutup kedap menurut teknik aseptic. FI edisi IV tahun 1995 : Sterilisasi larutan yg labil terhadap panas sering dilakukan dg penyaringan menggunakan bahan yang dapat menahan mikroba, hingga mikroba yg dikandung dapat dipisahkan secara fisika. Perangkat penyaring umumnya terdiri dari suatu matriks berpori bertutup kedap atau dirangkaikan pada wadah yg tidak permeable. Efektivitas suatu penyaring media atau penyaring substrat tergantung pada ukuran pori bahan dan dapat tergantung pada daya adsorpsi bakteri pada atau didalam matriks penyaring atau bergantung pada mekanisme pengayakan.
3

Menurut FI edisi IV tahun 1995 : Filtrasi adalah penyaringan yg dapat menahan mikroba hingga mikroba yg dikandung dapat dipisahkan secara fisika.
Prinsip : Pemisahan mikroorganisme dan/ substansi molekular . Faktor penting dalam sterilisasi filtrasi : Ukuran pori (paling penting) Muatan listrik filter dan mikroba pH larutan Suhu Tekanan
4

Metode Penyaringan (Filtration) Filtrasi merupakan sterilisasi secara mekanik. Filtrasi tidak membunuh mikroba pada material, melainkan memisahkan mikroba dari material tanpa membunuhnya. Pemisahan mikroba dilakukan dengan cara adsorpsi pada medium filter atau mekanisme penapisan. Material dilewatkan melalui suatu medium yang porous sehingga medium ini akan membiarkan material terpisahkan. Digunakan untuk material yang sensitif terhadap panas sterilisasi cara dingin. Efektivitas sterilisasi dipengaruhi oleh jumlah kandungan mikroba dalam material.

Bahan yang digunakan dalam metode ini adalah sejenis porselinj yang berpori yang dibuat khusus oleh masingmasing pabrik. Berikut ini adalah berbagai macam filter yang ada:
a. b. c. d. e. f. Berkefeld V., Coarse N, M dan W, Fine, Chamberland, Seitz,dan Sintered Glass.

Berkefeld Filter

Merupakan filter air yang terbuat dari tanah diatom atau Kieselguhr. Berkefeld filter yaitu suatu penyaring yang mempunyai porositas bervariasi dari kasar(V) sampai halus(W), dan normal(N). Yang biasa digunakan adalah porositas N dan W. Alat terdiri dari dua logam atau plastik silinder duduk satu di atas yang lain. Yang atas memiliki tutup dan dapat diisi dengan air murni (larutan). Di bagian bawah silinder bagian atas dilengkapi dengan satu atau lebih lubang kolom porselen filter. Larutan dipaksa melalui filter oleh gravitasi, dan kemudian menetes ke bawah ke silinder yang lebih rendah di mana akan ditampung. Beberapa perusahaan mengklaim bahwa mereka menyaring antara 100% partikel diatas 0,9 mikrometer hingga 98% dari partikel di atas 0,5 mikrometer. Ini adalah filter yang sangat tahan lama dan elemen filter dapat dibersihkan lebih dari 100 kali sebelum membutuhkan pengganti.

Chamberland Filter Sebuah filter Chamberland, juga dikenal sebagai Pasteur-Chamberland filter. Prinsipnya mirip dengan filter Berkefeld. Terdiri dari sebuah tabung porselen tanpa glasir yang berisi cincin porselen enamel melalui pipa inflow yang cocok. Inti dari porselen terdiri dari pipa logam dengan lubang di mana air mengalir keluar dan dikumpulkan. Inflow bertekanan sehingga filtrasi terjadi di bawah kekuatan. Ini adalah filter air yang baik bakteri digunakan terutama sebagai filter air volume tinggi. Saringan bekerja lebih cepat ketika air yang disediakan berada di bawah tekanan. Porositasnya bervariasi yakni : L1, L2, L3 dan seterusnya. Yang biasa digunakan untuk penyaring bakteri adalah L3.

Seitz filter Seitz filter digunakan untuk mensterilkan bahanbahan dalam bentuk cairan yang tidak tahan panas sama sekali. Antara lain toksin, antibiotika dan serum darah. Seitz filter terbuat dari logam baja anti karat(stainless steel) dilengkapi dengan filter asbes yang steril. Elemen filter tersebut dikemas dan diletakkan di antara penyangga dan mudah diganti dengan filter yang baru. Untuk penyaringan diperlukan tekanan kurang lebih 20-90cmHg. Oleh karena itu, alat ini harus dilengkapi dengan pompa vakum, dengan maksud untuk mempercepat penyaringan.
9

Sintered glass filter Merupakan alat filtrasi yang dapat menggantikan kertas saring dengan hasil yang lebih baik. Porositasnya cukup bervariasi, adayang berdiamaeter cukup besar, sedang dan juga ukuran kecil. Berupa bilangan bulat 0-5 (viz. 0, 1, 2, 3, 4, 5), di mana 0 memiliki ukuran pori 160-250 mikrometer, sehingga larutan akan melewati dengan cepat dan beberapa padatan halus akan melewati. Sedangkan, porositas 5 memiliki ukuran pori 4-10 mikrometer sehingga padatan ultrafine tidak akan lewat dan hanya larutan. Alat ini menitik beratkan pada penggunaan prinsip kerja tekanan udara, yaitu memisahkan material dalam larutan dengan cara menyedot udara di dalam corong dengan pump buchner atau pompa vakum sehingga tekanan didalamnya lebih kecil, larutan dapat menetes serta dapat memisahkan dari mikroba yang tidak diinginkan.

10

Filter MilliporeR Filter MilliporeR merupakan filter membran ester selulosa yang secara komersial tersedia dalam 12 tingkatan ukuran pori. Fliter tipis, contohnya 150 , dan rapuh, sehingga butuh pendukung penahan filter. Mendekati 80 % volume filter adalah hampa. Kehampaan yang besar dan ketipisan filter MilliporeR membuat tingkat filtrasinya lebih cepat untuk memberikan efisiensi sterilisasi daripada tipe filter lain. Karena filter ini tipis, tidak ada penarikan cairan di antara filter. Sterilitas dicapai dengan mekanisme pengayakan di mana menarik partikel memasuki ukuran pori. Adsorpsi bahan terapeutik dari larutan jarang. Ester selulosa inert dan tidak mengkontribusikan ion atau bahan partikulat pada filtrat. Karena filter dihancurkan dengan suhu melebihi 125C, tidak bisa disterilkan dengan panas kering dan biasanya disterilkan dengan autoklaf.
11

Filter Swinny
Sebuah adaptasi dari filter seitz, filter swinny mempunyai adaptor khusus yaitu terdiri dari lapisan asbes, bersama dengan layer dan pencuci. Keutamaan untuk digunakan filter swinny di bungkus dengan kertas dan autoklaf. Bagian yang dipotong dihubungkan pada spoit werlock dan cairan dimasukkan ke potongan asbes dengan menggunakan tekanan pada sal spoit.

12

Prinsip sterilisasi dengan penyaringan (Filtrasi) :

Untuk penyaringan dg filter bakteri diperlukan tekanan positif tertentu (20 30 mm Hg) dg menggunakan pompa vacum. Tekanan 20 30 mm Hg dapat mempercepat penyaringan tanpa menyebabkan buih.

13

Sterilisasi dengan penyaringan dapat dilakukan dengan berbagai cara : Non-disposable filtration apparatus - Disedot dengan pompa vakum - Volume 20-1000 ml Disposable filter cup unit - Disedot dengan pompa vakum - Volume 15-1000 ml Disposable filtration unit dengan botol penyimpan - Disedot dengan pompa vakum - Volume 15-1000 ml Syringe filters - Ditekan seperti jarum suntik - Volume 1-20 ml Spin filters - Ditekan dengan gaya setrifugasi - Volume kurang dari 1 ml
Syringe filters

Spin filters

14

Keuntungan sterilisasi filtrasi (dg membran filter) : 1. Dapat mensterilkan bahan-bahan (ex. obat-obat, cerra, vitamin, media, nutrient khusus, dll) yg tidak tahan dg pemanasan. 2. Membran filter relatif tdk mahal 3. Dapat menyaring dlm volume besar 4. Membran filter dpt di autoklaf / dibeli dlm kondisi steril.

Kerugian sterilisasi filtrasi (dg membran filter) : 1. Dapat meloloskan virus dan beberapa mycoplasma 2. Dapat mengabsorbsi filtrat dlm jumlah tertentu 3. Dapat menyebabkan ion logam masuk ke dalam filtrat 4. SAL kurang dari sterilisasi panas basah dan panas kering 5. Membran filter dpt tersumbat, dan mungkin terjadi kebocoran hindari dg buble point test.
15

Metode ini hanya dapat digunakan untuk : sterilisasi larutan gula, serum, hasil produksi mikroorganisme seperti enzim dan exotoxin, memisahkan fitrable virus dari bakteri dan organisme lain.

16

Literatur : 1. Gabriel, J.F. 1996. Fisika Kedokteran. Jakarta : EGC 2. Anonim.1979.Farmakope Indonesia Ed.III.Depkes RI 3. Anonim.1995.Farmakope Indonesia Ed.IV.Depkes RI

sekian terima kasih

17