Anda di halaman 1dari 34

Oleh: DR. Hj.

ATIKAH, MSi, Apt JURUSAN KIMIA FMIPA UNIBRAW 2012


5/23/2013 KULIAH KD II-B 1

RADIO AKTIVITAS
5/23/2013 KULIAH KD II-B 2

Tahun 1897 Bacquerel menyelidiki fosforesensi berbagai zat Salah satu cuplikannya (Uranium) tanpa penyinaran lebih dulu memancarkan sinar tanpa mengalami eksitasi lebih dulu Sinar yan dipancarkan sangat kuat & dapat menembus beberapa lembaran benda benda (kertas), yang tidak tertambus oleh sinar biasa Pemancaran sinar secara spontan oleh atom karena perubahan dalam inti = radio aktivitas
KULIAH KD II-B 3

5/23/2013

Sinar alfa 4

He
2

Sinar beta

0 -1

0
atau +1

Sinar gamma

5/23/2013

KULIAH KD II-B

Nama

Massa

Muatan

Simbul

Dalam Medan listrik Belok ke muatan negatif

Dalam medan Magnet Belok Ke arah +

Daya tembus Rendah (kertas)

Alfa

4,0026

+2

Inti He

Beta

1/1837

-1

Elektron

ke muatan positif
Tidak di belokkan

Belok Ke arah Tidak di belokkan

Lembar Aluminiu m 2-3 mm


besar

Gamma

Radiasi REM dengan E tinggi Elektron


KULIAH KD II-B

Positron = Beta
5/23/2013

+1

Belok ke muatan negatif

Belok Ke arah +

Reaksi-reaksi Inti

Beberapa inti tidak stabil. Inti-inti ini disebut radioaktif dan memancarkan partikel dan biasanya radiasi elektromagnetk energi-tinggi (sinar gamma) pada saat yang bersamaan. Reaksi inti yang lain melibatkan pemboman inti dengan partikel-partikel seperti neutron, proton, atau inti lainnya.

5/23/2013

KULIAH KD II-B

Nomor atom (Z) = jumlah proton dalam inti


Nomor massa (A) = jumlah proton + jumlah neutron = nomor atom (Z) + jumlah neutron
nomor massa nomor atom

A ZX elektron 0 0e atau -1 -1

Unsur

proton neutron 1p 1H 1n atau 0 1 1

positron 0 0e atau +1 +1

partikel a 4He 4a atau 2 2

A Z

1
1

1
0

0
-1

0
+1

4
2

5/23/2013

KULIAH KD II-B

7 21.1

Menyetarakan Persamaan Inti


1. Kekekalan nomor massa (A).
Jumlah proton plus neutron dalam produk harus sama dengan jumlah proton plus neutron dalam reaktan.
235 92 U

+1 0n

138 55 Cs

96 37 Rb

+ 21 0n

235 + 1 = 138 + 96 + 2x1

2. Kekekalan nomor atom (Z) atau muatan inti.


Jumlah muatan inti dalam produk harus sama dengan jumlah muatan inti dalam reaktan.
235 92 U
5/23/2013

+1 0n

138 55 Cs

96 37 Rb

+ 21 0n
8 21.1

92 + 0 = 55 + 37 + 2x0 KULIAH KD II-B

Peluruhan 212Po karena emisi alpha. Tulis persamaan inti setimbang untuk peluruhan 212Po.
4a He atau partikel alpha - 4 2 2 212Po 84 4He 2

+A ZX

212 = 4 + A 84 = 2 + Z
212Po 84 4He 2

A = 208 Z = 82 + 208 82Pb

5/23/2013

KULIAH KD II-B

9 21.1

5/23/2013

KULIAH KD II-B

10

21.1

Kestabilan Inti dan Peluruhan Radioaktif


Peluruhan Beta
14C 6 40K 19 14N 7 0 + n +-1 0 + n + -1 1n 0 1p 1

jumlah neutron turun 1 jumlah proton naik 1


0 + n + -1

40Ca 20

Peluruhan Positron
11C 6 38 19K 11B 5 0 + n ++1 0 + n ++1 1p 1 1n 0

jumlah neutron naik 1 jumlah proton turun 1


0 + n ++1

38Ar 18

5/23/2013

n dan n memiliki A = 0 dan Z = 0 KULIAH KD II-B

11

21.2

Kestabilan Inti dan Peluruhan Radioaktif


Penangkapan elektron
37Ar 18 55Fe 26 0e + -1 0e + -1 37Cl 17

+n +n
0e + -1

jumlah neutron naik 1 jumlah proton turun 1


1n 0

55Mn 25 1p 1

+n

Peluruhan alpha
212Po 84 4He 2

+ 208 82Pb

jumlah neutron turun 2 jumlah proton turun 2

Fisi spontan
252Cf 98
5/23/2013

1n 2125 In + 2 49 0
KULIAH KD II-B 12

21.2

n/p terlalu besar peluruhan beta X

n/p terlalu kecil peluruhan positron atau penangkapan elektron


21.2

5/23/2013

KULIAH KD II-B

13

Kestabilan Inti
Inti yang mengandung proton atau neutron sebanyak 2, 8, 20, 50, 82, atau 126 lebih stabil dibandingkan inti-inti lainnya Seperti jumlah elektron dalam gas mulia (e- = 2, 10, 18, 36, 54 dan 86) yg lebih stabil dibanding unsur lainnya Inti yang jumlah proton dan jumlah neutronnya genap lebih stabil dibanding yang ganjil Semua isotop dari unsur dengan nomor atom lebih dari 83 adalah isotop radioaktif Semua isotop Tc dan Pm bersifat radioaktif

5/23/2013

KULIAH KD II-B

14

21.2

Energi ikatan inti (BE) energi yg dibutuhkan untuk memecah inti menjadi komponen-komponennya, proton dan neutron. BE + 19 9F
1n 91 p + 10 0 1

E = ( m)c2
BE = 9 x (p massa) + 10 x (n massa) 19F massa BE (sma) = 9 x 1,007825 + 10 x 1,008665 18,9984

BE = 0,1587 sma BE = 2,37 x 10-11J

1 sma = 1,49 x 10-10 J

Energi ikatan Energi ikatan per nukleon = Jumlah nukleon 2,37 x 10-11 J = 1,25 x 10-12 J = 19 nukleon
5/23/2013 KULIAH KD II-B 15

21.2

Energi ikatan inti per nukleon vs nomor massa

Energi ikatan inti nukleon


5/23/2013 KULIAH KD II-B

Kestabilan inti
16

21.2

Kinetika peluruhan radioaktif N DN laju = Dt anak laju = lN

DN = lN Dt

N = N0exp(-lt)

lnN = lnN0 - lt

N = jumlah atom pada waktu t N0 = jumlah atom pada waktu t = 0 l adalah kostanta peluruhan

ln2 l = t
5/23/2013 KULIAH KD II-B 17

21.3

Kinetika Peluruhan Radioaktif


[N] = [N]0exp(-lt) ln[N] = ln[N]0 - lt

ln [N]

[N]

5/23/2013

KULIAH KD II-B

18

21.3

Penarikhan Radiokarbon
14N 7 14C 6 1n +0 14N 7 14C 6

+1 1H t = 5730 tahun

0 + n + -1

Isotop C-14 dihasilkan ketika nitrogen atmosfer dibombardir dengan sinar kosmik. Semua makhluk hidup mengandung C-14, namun ketika mati, jumlah C-14 berkurang.

5/23/2013

KULIAH KD II-B

19

21.3

Umur batuan K-40 meluruh menjadi Ar-40 dengan waktu-paruh 1,2 x 109 years. Penarikhan Uranium-238
238U 92 206Pb 82 4a + 6 0 +82 -1

t = 4,51 x 109 tahun

5/23/2013

KULIAH KD II-B

20

21.3

Transmutasi Inti

14N 7

4a +2

17O 8

+1 p 1
1n +0

27 13 Al

4a +2

30P 15

14N 7

1p +1

11C 6

+4 a 2

Pemercepat partikel siklotron


5/23/2013 KULIAH KD II-B 21

21.4

Transmutasi Inti

5/23/2013

KULIAH KD II-B

22

21.4

Fisi Inti

235U 92

1n +0

90Sr 38

1n + Energy + 143 Xe + 3 0 54

Energi = [massa235U + massa n (massa90Sr + massa143Xe + 3xmassa n )] x c2

Energi = 3.3 x 10-11J per 235U


= 2.0 x 1013 J per mol 235U Pembakaran 1 ton batubara = 5 x 107 J
5/23/2013 KULIAH KD II-B 23

21.5

Fisi nuklir

5/23/2013

KULIAH KD II-B

24

Fisi Inti
Reaksi fisi
235U 92 1n +0 90Sr 38 1n + Energi + 143 Xe + 3 0 54

5/23/2013

KULIAH KD II-B

25

21.5

Fisi Inti
Reaksi rantai inti serangkaian reaksi inti yang dapat berlangsung sendiri. Massa minimum dari material terfisikan yang diperlukan untuk memicu reaksi rantai inti disebut massa kritis.

Massa subkritis

Massa kritis
5/23/2013 KULIAH KD II-B 26

21.5

The little boy bomb. Bom ini menggunakan U-235

5/23/2013

KULIAH KD II-B

27

The fat man bomb. Bom ini menggunakan Pu-239

5/23/2013

KULIAH KD II-B

28

Fig. 21.9

5/23/2013

KULIAH KD II-B

29

Fisi Inti
Skema suatu reaktor fisi inti

Sebagian besar kalor dihasilkan dari peluruhan produk fisi. Bahkan jika reaksi fisi berhenti, peluruhan tidak berhenti.

5/23/2013

KULIAH KD II-B

30

21.5

Fusi Inti
Reaksi Fusi 2 2 3 1 1 H + 1H 1 H + 1H
2H 1 3H +1 4He 2

Energi yg Dilepaskan

6,3 x 10-13 J
2,8 x 10-12 J 3,6 x 10-12 J

+1 0n

6Li 3

2H +1

4He 2

Butuh suhu yg tinggi. Mengapa? Tokamak, sungkup plasma magnetik

5/23/2013

KULIAH KD II-B

31

21.6

Radioisotop dalam kedokteran


24Na,
131I, 123I,

t = 14,8 jam, pemancar , merunut aliran darah

t = 8 hari, pemancar , menguji aktivitas kelenjar tiroid t = 13,3 jam, pemancar sinar-, menangkap citra otak

18F,

t = 1,8 jam, pemancar+, tomografi emisi positron


t = 6 jam, pemancar sinar-, zat diagnostik

99mTc,

Citra otak dengan senyawa 123I


5/23/2013 KULIAH KD II-B 32

21.6

Pencacah Geiger-Mller

5/23/2013

KULIAH KD II-B

33

21.6

Dampak biologis dari radiasi


radiation absorbed dose (rad)
1 rad = 1 x 10-5 J/g zat Roentgen equivalent for man (rem)

1 rem = 1 rad x Q

Quality Factor -ray = 1 =1 a = 20

5/23/2013

KULIAH KD II-B

34

21.6