P. 1
Gambaran Perilaku Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Asahan

Gambaran Perilaku Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Asahan

|Views: 1,231|Likes:
Dipublikasikan oleh Vivid Dwi Rahmadi

More info:

Published by: Vivid Dwi Rahmadi on May 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2013

pdf

text

original

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM

ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 .

Latar Belakang Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehatan bangsa, sebab

anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Berdasarkan alasan tersebut, masalah kesehatan anak diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa. Angka kematian bayi menjadi indikator pertama dalam menetukan derajat kesehatan anak karena merupakan cerminan dari status kesehatan anak saat ini. Setiap tahun lahir 130 juta anak di dunia, 91 juta diantaranya lahir di Negara yang sedang berkembang. Pada tahun 1974, cakupan vaksinasi baru mencapai 5% sehingga dilaksanakan imunisasi global yang disebut ekstended program on immunization (EPI) dan saat ini cakupan meningkat hampir setiap tahun, minimal 3 juta anak dapat terhindar dari kematian dan sekitar 750 ribu anak terhindar dari cacat. Namun demikian, satu dari 4 orang anak masih belum mendapatkan vaksinasi dan 2 juta meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. WHO mencatat sebanyak 4,5 juta kematian dari 10,5 juta pertahun terjadi akibat penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi. Seperti

Pneumococcus (28%), Campak (21%), Tetanus (18%), Rotavirus penyebab diare (16%), dan Hepatitis B (16%). Dari data WHO ini diperkirakan setidaknya 50% angka kematian di indonesia bisa dicegah dengan imunisasi dan indonesia

termasuk sepuluh besar negara dengan jumlah terbesar anak tidak tervaksinasi (WHO, 2010). Pada saat ini imunisasi sendiri sudah berkembang cukup pesat ini terbukti dengan menurunnya angka kesakitan dan angka kematian bayi. Angka kesakitan bayi menurun 10% dari angka sebelumnya, sedangkan angka kematian bayi menurun 5% dari angka sebelumnya 1,7 Juta kematian setiap tahunnya di Indonesia (DepKes RI, 2010).
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 1

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Cakupan imunisasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga pada tahun 2010 cakupan imunisasi dasar di Indonesia sudah mencapai 93,61%. Secara nasional jumlah desa di seluruh indonesia yang sudah mencapai UCI sebanyak 75,31%. Angka droup out terendah cakupan imunisasi DPT Hb1-Campak pada bayi tahun 2006-2010 adalah propinsi Jambi, DI Yogyakarta dan Bengkulu. Di Provinsi Sumatera Utara sendiri cakupan imunisasi dasar mencapai 93,28%. Dan sebanyak 69,26% dari seluruh desa di Sumatera Utara yang sudah mencapai UCI. Cakupan imunisasi dasar Kabupaten Asahan sudah mencapai 82,84% dari seluruh kecamatan. Ini membuktikan bahwa cakupan imunisasi di Kabupaten Asahan sudah berhasil mencapai UCI (Dinas Kesehatan RI, 2010). Ketidakpatuhan pemberian imunisasi untuk pemberian vaksin yang diberikan hanya satu kali saja atau vaksin yang daya perlindungannya panjang seperti vaksin BCG, maka keterlambatan dari jadwal imunisasi yang telah disepakati akan mengakibatkan meningkatnya resiko tertular oleh penyakit yang ingin dihindari. Anak sakit atau penyakit pada anak hendaknya dipertimbangkan sebagai suatu kontraindikasi untuk pemberian imunisasi yang layak, terkecuali dalam keadaan tertentu. Anak yang belum mendapatkan imunisasi yang sesuai dengan dosis yang disarankan tetap menjadi masalah besar dan hendaknya dilakukan upaya tertentu untuk melengkapi tiap seri imunisasi dan kurun usia yang disarankan (BKKBN, Cit Abhidya, 2005) Program imunisasi diberikan bertujuan untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya, dengan begitu pemberian imunisasi harus dilakukan sedini mungkin karena dengan imunisasi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Adapun yang menjadi target program imunisasi ini adalah balita, hal ini dikarenakan pada balita sistem kekebalan tubuh masih belum berkembang sempurna sehingga menyebabkan balita lebih rentan terhadap penyakit. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Perkembangan dan pertumbuhan di masa itu menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya (Dinas Kesehatan RI, 2010).
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 2

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Menurut Azwar Azrul (1999 ), Imunisasi dapat diperoleh di pos pelayanan terpadu (Posyandu), di puskesmas, di rumah sakit bersalin, Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) atau rumah sakit pemerintah, di praktek dokter atau bidan atau rumah sakit swasta. Sehingga dapat mempermudah orang tua untuk mendapatkan pelayanan imunisasi itu sendiri. Oleh karena itu, orang tua sebagai orang yang bertanggung jawab atas kesehatan dan masa depan anaknya haruslah memperhatikan imunisasi anaknya sebagai perlindungan dini bagi anak dari penyakit infeksi. Dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi hambatan pemenuhan imunisasi anak meliputi usia ibu dan anak, ekonomi dan sosial, pendidikan dan pengetahuan, jarak antara posyandu dengan tempat tinggal. Sedangkan karakteristik pelayanan kesehatan meliputi kurangnya informasi dari petugas kesehatan, kurangnya informasi mengenai tujuan di berikan imunisasi, masalah transportasi dan kemudahan akses ke tempat pelayanan kesehatan. Di Kecamatan Air Batu wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdapat 6 (enam) desa, dimana setiap desa memiliki posyandu, total posyandu di wilayah kerja puskesmas Air Batu berjumlah 28 posyandu. Berdasarkan data per Desember 2012 di Desa Sai Alim Ulu terdapat 137 bayi yang datang ke

posyandu, di Desa Pulahan terdapat 39 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Batu I/II terdapat 59 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Batu III/IX terdapat 34 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Teluk Hesa terdapat 49 bayi yang datang ke posyandu, dan di Desa Pinang Ripan terdapat 54 bayi yang datang ke posyandu.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 3

sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemberian imunisasi berikutnya.4 %. maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut “Perilaku Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Usia 0-11 Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013”.4 %.4 %.5 %.4 %. DPT-HB 1 27. Polio 3 36. 1. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 4 . Polio 2 28. DPT-HB 2 37. Desa Sei Alim Ulu termasuk desa dengan kunjungan posyandu terbanyak namun terlihat penurunan yang signifikan pada cakupan pemberian BCG dan Polio 1 yang hanya mencapai 18. Jenis Imunisasi 2011 1 2 3 4 5 BCG Cakupan Pemberian Imunisasi 2012 2013 Data per-Maret 2012 cakupan pemberian BCG mencapai 36.5 % Berdasarkan uraian data diatas.2 %.5 %.5 %.6 %. Polio 4 36.2 %.6 %. Hepatitis B 24. Data per-Maret 2013 cakupan pemberian BCG mencapai 18.6 % pada Maret 2013.4 %.5 %.2 %.5 %. DPT-HB 3 46 %. Polio 3 23. Polio 1 36. Polio 2 27.2 . Campak 20 %.2 %. Polio 1 18.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Data cakupan imunisasi per-Maret di Desa Sei Alim Ulu: No. Polio 4 23. Hepatitis B 28. DPT-HB 2 23.2 %. DPT-HB 1 28. Dengan demikian peneliti merasa tertarik untuk meneliti gambaran perilaku ibu-ibu yang memiliki anak 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap yang menyebabkan terjadinya penurunan. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. DPT-HB 3 23. Campak 22.

Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur. 3. Manfaat Penelitian Adapun beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Bagi Peneliti KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 5 . Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur. suku. 4. 1. Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. Agama.2.3 . Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat sikap ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di wilayah kerja Posyandu Puskesmas Air Batu. suku. suku. Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat tindakan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. 1. Mengetahui gambaran sikap ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. Agama. 5. Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur. Agama. Tujuan Penelitian Tujuan Umum 1. Mengetahui gambaran karakteristik ibu (Umur.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 1. Agama.3. suku. 6.1 . 7. Mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu.3. 2. Mengetahui gambaran tindakan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu.4. Tujuan Khusus Adapun yang menjadi tujuan khusus dalam penelitian ini adalah : 1. Pendidikan dan Pekerjaan) mengenai pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. Dalam penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengetahui gambaran perilaku ibu tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu tahun 2013.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Sebagai proses pembelajaran dalam melakukan penelitian dan menerapkan pengetahuan teoritis pada kenyataan yang ada di masyarakat.1. Bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu jelas dapat di observasi secara langsung. Perilaku Menurut ahli perilaku. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 6 . 2. Perilakunya sendiri terselubung di sebut covert behavior. 4. Bentuk pasif yaitu terjadi di dalam individu dan tidak dapat langsung di lihat oleh orang lain. 3. respon ini dapat berbentuk 2 macam: 1. Skinner(1979). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Bagi Puskesmas Air Batu Sebagai bahan acuan dalam pengembangan program imunisasi pada bayi usia 0 – 11 bulan di posyandu-posyandu yang berada dalam pengawasan puskesmas Air Batu. Bagi Pemerintah Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi yang berharga untuk menyusun kerjasama lintas program dengan instansi terkait dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya melalui Puskesmas. 2. Sedangkan menurut Noto Atmodjo (1997) yang di maksud dengan perilaku adalah suatu respon organisme terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut. Bagi Masyarakat Kecamatan Air Batu Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan masyarakat khususnya mengenai program-program imunisasi di posyandu sehingga dapat memahami pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan. mengemukakan bahwa perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang dengan tanggapan. Perilaku ini sudah nampak dalam bentuk tindakan di sebut over behavior.

1. mencakup berjalan. Selanjutnya perilaku itu sendiri terbentuk jadi tiga faktor yaitu: 1. konsep dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya termasuk manusia dan kehidupannya. ide. ganjaran nyata ataupun tidak nyata (Soekidjo:1993) 2. Faktor pendukung adalah faktor antesenden terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana. penjelasan dan pemahaman manusia tentang segala sesuatu. 3. Pengatahuan mencakup penalaran. gagasan. sikap. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas misalnya puskesmas. yang masuk dalam faktor ini adalah pengetahuan. Sikap KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 7 . Faktor yang memperkuat adalah faktor penyerta yang datang sesudah perilaku. Bahkan kegiatan internal seperti berfikir. 2. Konsep Prilaku Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan organisme yang bersangkutan. berbicara.1.3. yang mempunyai bentangan yang luas.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Menurut Green (1980) menganalisis bahwa perilaku manusia berasal dari tingkat kesehatan dimana dipengaruhi oleh dua faktor pokok yaitu faktor perilaku dan faktor diluar perilaku. Jadi pada hakikatnya perilaku manusia adalah aktifitas dari pada manusia itu sendiri. persepsi dan emosi juga merupakan perilaku manusia. jasmani. 2. 2. memberikan ganjaran intensif atau hukuman atas perilaku dan berperan sebagai menetap atau hilangnya perilaku itu. Faktor predisposisi merupakan faktor antesenden terhadap perilaku yang menjadi dasar motivasi bagi pelaku. termasuk praktek atau kemauan teknis dalam memecahkan berbagai persoalan hidup yang belum dibuktikan secara sistematis (Azwar : 1996).2. Pengetahuan Pengetahuan adalah seluruh pemikiran. kepercayaan dan nilai. dan sebagainya. berpakaian.1. Termasuk dalam faktor ini adalah manfaat sosial. Faktor ini terwujud dalam lingkungan fisik.1.

4. 2. Kelompok pemikiran ini adalah berorientasi pada skema triadic (triadic schema).2. Ada tiga anasir dalam tindakan : proses. menghindari. merasakan dan berperilaku terhadap suatu obyek. tidak menyukai obyek tertentu (Sarlito Wirawan Sarwono 2009:1994) Menurut Azwar sikap adalah tiga kerangka pemikiran : 1.1. 2. Tindakan Tindakan adalah proses yang dijalani manusia sebagai pelaku dalam mencapai suatu tujuan. menurut pemikiran ini sikap merupakan kostelasi komponen kognitif afektif dan kognatif yang saling berinteraksi didalam memahami. Sedangkan sikap negative kecenderungan menjauhi. Mead dan Gordon Allfored.1. Sebagai sebuah proses. menyenangi. kebal atau resisten. Definisi imunisasi Imunisasi berasal dari kata imun. Konsep Imunisasi 2. Kerangka pemikiran ini diwakili oleh ahli seperti Chip.2. Sedangkan kebal adalah KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 8 . Jadi Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh manusia. Bogardus. kecenderungan tindakan adalah mendekati. 2. Rensislikert dan Charles Osgout menurut mereka sikap adalah suatu obyek perasaan mendukung (favorable) maupun perasaan tidak mendukung (unfavorable) pada obyek tersebut. Kerangka pemikiran yang diwakili oleh para ahli psikologis seperti Louis Thurstone. Lavierre. 3. sikap positif. membenci. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek dengan cara-cara tertentu dapat dikatakan bahwa kesiapan yang dimaksudkan merupakan kecenderungan yang potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu apa bila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya respon.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu. tindakannya punya titik awal dan titik akhir. mengharapkan obyek tertentu. pelaku dan tujuan.

(Musa. Poliomielitis 6. program imunisasi telah dimulai sejak abad ke 19 untuk membasmi penyakit cacar di Pulau Jawa. Difteria 3. (Depkes RI.2. Program Imunisasi Di Indonesia. Tuberkulosis 2. Pertusis 4. Tahun 1977 sampai dengan tahun 1980 mulai diperkenal kan imunisasi BCG. Adapun tujuan imunisasi adalah merangsang sistim imunologi tubuh untuk membentuk antibody spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). 1994) Dalam ilmu kedokteran. Menurut Supartini (2004) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dasar adalah 1. Tahun 1981 dan 1982 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 9 . 1985) Departemen Kesehatan RI (2004).GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 suatu keadaan dimana tubuh mempunyai daya kemampuan mengadakan pencegahan penyakit dalam rangka menghadapi serangan kuman tertentu. Hepatitis 2. difteri. pertusis dan tetanus neonatorum. menyebutkan imunisasi adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pemberian vaksin pada tubuh seseorang sehingga dapat menimbulkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Kasus cacar terakhir di Indonesia ditemukan pada tahun 1972 dan pada tahun 1974 Indonesia secara resmi dinyatakan Negara bebas cacar. DPT dan TT secara berturut-turut untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit TBC anak. Tetanus 5. Campak 7.2. imunitas adalah suatu peristiwa mekanisme pertahanan tubuh terhadap invasi benda asing hingga terjadi interaksi antara tubuh dengan benda asing tersebut. Kebal atau resisten terhadap suatu penyakit belum tentu kebal terhadap penyakit lain.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

berturut-turut mulai diperkenalkan antigen polio dan campak yang dimulai di 55 buah kecamatan dan dikenal sebagai kecamatan Pengembangan Program Imunisasi (PPI). (Depkes RI, 2000) Pada tahun 1984, cakupan imunisasi lengkap secara nasional baru mencapai 4%. Dengan strategi akselerasi, cakupan imunisasi dapat ditingkatkan menjadi 73% pada akhir tahun 1989. Strategi ini terutama ditujukan untuk memperkuat infrastruktur dan kemampuan manajemen program. Dengan bantuan donor internasional (antara lain WHO, UNICEF, USAID) program berupaya mendistribusikan seluruh kebutuhan vaksin dan peralatan rantai dinginnya serta melatih tenaga vaksinator dan pengelola rantai dingin . Pada akhir tahun 1989, sebanyak 96% dari semua kecamatan di tanah air memberikan pelayanan imunisasi dasar secara teratur. (Abednego, 1997) Dengan status program demikian, pemerintah bertekad untuk mencapai Universal Child Immunization (UCI) yaitu komitmen

internasional dalam rangka Child Survival pada akhir tahun 1990. Dengan penerapan strategi mobilisasi social dan pengembangan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), UCI ditingkat nasional dapat dicapai pada akhir tahun 1990. Akhirnya lebih dari 80% bayi di Indonesia mendapat imunisasi lengkap sebelum ulang tahunnya yang pertama. (Depkes RI, 2000) 2.2.3. Tujuan pemberian imunisasi Tujuan pemberian imunisasi adalah 1. Tujuan jangka pendek Untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan seseorang terkena penyakit berbahaya yang menular. 2. Tujuan jangka panjang Imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan serta kecacatan yang disebabkan oleh PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) (IDAI, 2001).

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 10

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Menurut Depkes RI (2001), tujuan pemberian imunisasi adalah untuk mencegah penyakit dan kematian bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh wabah yang sering muncul. Pemerintah Indonesia sangat mendorong pelaksanaan program imunisasi sebagai cara untuk

menurunkan angka kesakitan, kematian pada bayi, balita/ anak-anak pra sekolah. Untuk tercapainya program tersebut perlu adanya pemantauan yang dilakukan oleh semua petugas baik pimpinan program, supervisor dan petugas imunisasi vaksinasi. Tujuan pemantauan menurut Azwar (2003) adalah untuk mengetahui sampai dimana keberhasilan kerja, mengetahui permasahan yang ada. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbaiki program. Hal-hal yang perlu dilakukan pemantauan (dimonitor) sebagaimana disebutkan oleh Sarwono (1998) adalah Pemantauan ringan adalah memantau hal-hal sebagai berikut apakah pelaksanaan pemantauan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, apakah vaksin cukup tersedia, pengecekan lemari es normal, hasil imunisasi dibandingkan dengan sasaran yang telah ditetapkan, peralatan yang cukup untuk penyuntikan yang aman dan steril, apakah diantara 6 penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dijumpai dalam seminggu. Cara memantau cakupan imunisasi dapat dilakukan melalui cakupan dari bulan ke bulan dibandingkan dengan garis target, dapat digambarkan masing-masing desa. Untuk mengetahui keberhasilan program dapat dengan melihat seperti, bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat antara 75-100% dari target, berarti program sangat berhasil. Bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat antara 50-75% dari target, berarti program cukup berhasil dan bila garis pencapaian dalam 1 tahun dibawah 50% dari target berarti program belum berhasil. Bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat dibawah 25% dari target berarti program sama sekali tidak berhasil. Untuk tingkat kabupaten dan provinsi, maka
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 11

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

penilaian diarahkan pada penduduk tiap kecamatan dan kabupaten. Disamping itu, pada kedua tingkat ini perlu mempertimbangkan pula memonotoring evaluasi pemakaian vaksin. (Notoatmodjo, 2003). 2.2.4. Macam-macam imunisasi dasar 1. Imunisasi BCG a. Imunisasi dan jenis imunisasi Pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menimbulkan

kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Imunisasi BCG mengandung kuman BCG (Bacilus Calmette Guerin) yang masih hidup. Jenis kuman TBC ini telah dilemahkan. b. Cara imunisasi Pemberian imunisai BCG sebaiknya dilakukan ketika bayi baru lahir sampai usia 12 bulan, tetapi sebaiknya pada usia 0-2 bulan. c. Reaksi samping Biasanya setelah suntikan BCG bayi tidak menderita demam, bila demam setelah imunisasi BCG umumnya disebabkan keadaan lain. Untuk hal ini dianjurkan agar berkonsultasi ke dokter. Umumnya pada imunisasi BCG efek samping jarang dijumpai, mungkin terjadi pembengkakan getah bening setempat yang terbatas dan biasanya menyembuhkan sendiri walaupun lambat. d. Kontraindikasi Tidak ada larangan untuk melakukan imunisasi BCG kecuali pada anak yang berpenyakit TBC atau menunjukkan uji manthoex positif, sakit kulit luas (Markum, 1997). 2. Imunisasi DPT a. Imunisasi dan jenis imunisasi Manfaat pemberian imunisasi ini adalah untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu bersamaan terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus. b. Cara imunisasi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 12

Sangat jarang. pembengkakan dan rasa nyeri di tempat penyuntikan selama 1-2 hari. Reaksi samping Reaksi yang mungkin terjadi biasanya demam ringan. sejak berusia 2 bulan dengan selang waktu antara dua penyuntikan minimal 4 minggu. pilek. Imunisasi dan jenis imunisasi Imunisasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. 3. Lebih baik lagi setelah ia berusia lebih dari 1 tahun. b. sakit batuk. Imunisasi campak mengandung virus campak hidup yang telah dilemahkan. karena kekebalannya seusia hidup tidak dilakukan imunisasi ulang. mungkin dapat terjadi kejang yang ringan dan tidak berbahaya pada hari keKKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 13 . bila hanya diberikan DP (Difteri dan Tetanus) tidak akan menimbulkan efek samping demikian. c. Kadang-kadang terdapat akibat efek samping seperti demam tinggi atau kejang biasanya disebabkan unsur pertusis. c. Kontraindikasi Imunisasi DPT tidak boleh diberikan kepada anak yang sakit parah dan anak yang menderita kejang demam kompleks.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Imunisasi dasar DPT diberikan 3 kali. Reaksi samping Biasanya tidak terdapat reaksi imunisasi. Tidak boleh diberikan pada anak batuk yang diduga menderita batuk rejan pada tahap awal atau pada penyakit gangguan kekebalan (defisiensi imun). Cara imunisasi Imunisasi campak cukup dilakukan satu kali suntikan setelah bayi berusia 9 bulan. Imunisasi campak (Morbili) a. demam atau diare yang sifatnya ringan bukan merupakan kontraindikasi yang mutlak (Markum. d. 1997).

Pada imunisasi polio hampir tidak terdapat efek samping. menderita TBC. III yang sudah dimatikan (imunisasi salk dengan menyuntikkan). Imunisasiasi dan jenis imunisasi Imunisasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit poliomeilitis. mungkin pada bayi terdapat berak-berak ringan. c. III yang masih hidup tetapi dilemahkan (imunisasi Sabin) diberikan melalui mulut dengan bentuk pil atau cairan. Imunisasi dasar diberikan sejak usia baru lahir atau berusia beberapa hari dan selanjutnya setiap 4-5 minggu. II dan III. 4. II. Ada dua jenis imunisasi dalam peredaran yang masing-masing tipe I. 2) Imunisasi virus polio tipe II. Reaksi samping Biasanya tidak ada. d. bila ada mungkin berupa kelumpuhan anggota gerak seperti pada penyakit polio sebenarnya. d.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 10 dan ke-11 setelah penyuntikan. b. tanpa pengobatan atau yang menderita kurang gizi dalam derajat berat (Markum. Kontraindikasi Anak yang menderita penyakit gangguan kekebalan (defisiensi imun) tidak diberikan imunisasi polio. Imunisasi poliomeilitis a. 1997). 1) Imunisasi mengandung virus polio tipe I. Cara imunisasi Di Indonesia dipakai imunisasi sabin yang diberikan melalui mulut. Ini adalah gejala penyakit campak yang ringan dan mencerminkan tubuhnya kebal. Kontraindikasi Berlaku terhadap anak yang sakit parah. Alasan untuk diberikan imunisasi polio pada keadaan diare berat ialah kemungkinan terjadi KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 14 .

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 diare yang lebih parah. b. c. imunisasi ulang diberikan lima tahun setelah suntikan dasar. Reaksi lain atau mungkin terjadi ialah demam ringan. d. 2. 1997). Penyakit batuk. Akan hilang dalam waktu dua hari. Bahkan akan memberikan perlindungan kepada janin selama dalam kandungan ibu maupun kepada bayi selama beberapa bulan setelah lahir (Markum.1 Cara pemberian imunisasi Imunisasi Dosis Cara Pemberian KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 15 . Tabel 2. Cara imunisasi Imunisasi aktif dilakukan dengan cara pemberian suntikan dasar sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 1 bulan antara suntikan satu dan dua. Penyakit ini dalam istilah sehari-hari lebih dikenal sebagai penyakit liver. Imunisasi polio dapat diberikan sebagaimana biasanya (Markum. Selama pemakaian 10 tahun ini tidak dilaporkan adanya efek samping yang berarti. pilek. Cara dan waktu pemberian imunisasi Cara pemberian imunisasi dasar (petunjuk pelaksanaan program imunisasi di Indonesia (Depkes. Imunisasi dan jenis imunisasi Imunisasi dimaksudkan untuk mendapatkan kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis B. demam dan diare ringan. Kontraindikasi Imunisasi tidak dapat diberikan pada anak yang menderita sakit berat. 2000). Imunisasi hepatitis B a. 5 bulan antara suntikan dua dan tiga. Reaksi samping Reaksi imunisasi terjadi biasanya berupa nyeri pada tempat suntikan yang mungkin disertai dengan timbulnya rasa panas ataupun pembengkakan. 1997).5.2. 5. Imunisasi Hepatitis B dapat diberikan pada ibu hamil dan tidak akan membahayakan janin.

2 Waktu pemberian imunisasi Imunisasi Pemberian imunisasi BCG DPT Polio Campak Hepatitis B 1 kali 3 kali 4 kali 1 kali 3 kali Selang waktu Usia pemberian 4 minggu 4 minggu 4 minggu 4 minggu pemberian 0-11 bulan Untuk bayi yang lahir 2-11 bulan di RS/Puskesmas. Tabel 2.05 cc Intrakutan tepat di insersio muskulus deltoideus kanan DPT Polio Campak Hepatitis 0. Ada dua macam kekebalan pasif : KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 16 . b.6. BCG.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 BCG 0. 2.5 cc Intramuskular Diteteskan ke mulut Subkutan. Alami Kekebalan yang timbul setelah sembuh dari penyakit. Depkes 2000. misalnya imunisasi cacar. campak. Kekebalan aktif Disini tubuh membuat sendiri zat kebal (antibodi) ada dua macam kekebalan aktif: a. 2.2. DPT. BCG dan 9-11 bulan Polio dapat diberikan 0-11 bulan segera. Keterangan 0-11 bulan hepatitis B.5 cc 0. polio. dan lain-lain. biasanya di lengan kiri atas Intramuskular pada paha bagian luar Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi dasar (Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi di Indonesia. misalnya baru sembuh dari penyakit campak. Kekebalan pasif Disini tubuh tidak membuat sendiri akan tetapi menerima zat kebal (antibodi).5 cc 2 tetes 0. Buatan Kekebalan yang timbul setelah pemberian imunisasi. Jenis kekebalan/imunitas 1. hal: 40).

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

a. Alami Kekebalan pada bayi karena mendapat zat kebal dari ibunya semasa dalam kandungan, misalnya bayi yang kebal terhadap tetanus, karena ibunya selama hamil mendapat imunisasi TT (Tetanus Toxoid) lengkap. b. Didapat Kekebalan pada seseorang setelah pemberian serum, anti tetanus serum.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1.

Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskriptif kuantitatif

dengan tujuan memberikan gambaran karakteristik dan perilaku ibu terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara tahun 2013.

3.2. 3.2.1.

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu

Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 17

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

3.2.2.

Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan terhitung mulai tanggal 8 April sampai

dengan 23 April 2013.

3.3.

Sasaran Penelitian Penelitian ditujukan kepada ibu-ibu yang datang ke posyandu di Desa Sei

Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara.

3.4.

Populasi Dan Sampel

3.4.1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiono, 2006). Pendapat lain juga mengatakan populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung atau pengukuran kuantitas atau kualitas dari pada karakteristik tertentu mengenai kumpulan objek yang lengkap (Handari, 1994). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara. 3.4.2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono,2006). Dalam penelitian ini pengambilan sampel digunakan rumus dimana Jumlah sampel (n) = (N.e2) + 1 N Solvein

Keterangan : N = Jumlah populasi n = Jumlah sampel Page 18

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

e = Persentasi toleransi ketidak telitian (presesi) karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat di tolerir jumlah populasi 1. Posyandu Melur 2. Posyandu Matahari 3. Posyandu Melati 4. Posyandu Mekar 5. Posyandu Mewangi 6. Posyandu Mawar 7. Posyandu Seroja : 13 bayi : 11 bayi : 6 bayi : 18 bayi : 23 bayi : 10 bayi : 18 bayi

Jumlah sampel (n) =

N (N.e2) + 1

=

99 (99 x 0.12) + 1

=

49 Bayi

1. Posyandu Melur

: 13 X 99 = 7 bayi 49

Jadi jumlah sampel di posyandu melur 7 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 2. Posyandu Matahari : 11 X 99 = 6 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Matahari 6 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 3. Posyandu Melati : 6 X 99 = 3 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Melati 3 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 4. Posyandu Mekar : 18 X 99 = 9 bayi 49
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 19

Posyandu Seroja : 18 X 99 = 9 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Seroja 9 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 3. Umur merupakan lamanya waktu responden hidup (tahun) yang kelahirannya sampai saat pengisian kuisioner dihitung sejak (Nursalam. Kerangka Konseptual PERILAKU •PENGETAHUAN •SIKAP •TINDAKAN IMUNISASI •IMUNISASI DASAR PADA BAYI 0-11 BULAN KARAKTERISTIK •UMUR •PENDIDIKAN •PEKERJAAN •AGAMA •SUKU 3.6.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Jadi jumlah sampel di posyandu Mekar 9 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 5. Posyandu Mewangi : 23 X 99 = 12 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Mewangi 12 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 6. Posyandu Mawar : 10 X 99 = 5 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Mawar 5 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 7. 2001). Definisi Operasional 1.5. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 20 .

DPT.7. menyikapi (sikap) dan menindak lanjuti (tindakan).1. 3. biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Pekerjaan adalah aktifitas menetap responden yang menjadi sumber mata pencaharian. Imunisasi dasar lengkap adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit maka ia tidak akan sakit atau sakit ringan. Polio.2. Pengumpulan Data Data merupakan hasil pengukuran yang bisa memberikan gambaran suatu keadaan. 3. Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya. Perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan seseorang didalam pengambilan keputusan setelah mengetahui (pengetahuan). 3. Pengumpulan data dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner dan didapatkan dari data-data primer dan sekunder. Tingkat pendidikan merupakan pendidikan formal tertinggi yang berhasil di tamatkan responden. 3. Data Sekunder KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 21 . dengan cara memberikan vaksin BCG.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 2.7. 5. 4. 6. Hepatitis B dan Campak.7. Data Primer Data primer diperoleh langsung dari sumbernya melalui hasil kuisioner dengan menggunakan daftar pertanyaan kesehatan yang berkaitan dengan masalah penelitian yang di bagikan kepada responden di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Data sekunder yaitu data yang di peroleh dari orang lain sebagai data pendukung yang melengkapi data primer. Pengolahan dan Analisa Data Pengolahan data dilakukan dengan komputer. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian adalah kuisioner yang berisikan 30 pertanyaan yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu. Data deskripsi puskesmas. program Microsoft world dan Microsoft excel yang di edit secara manual dan disajikan dalam bentuk table dan grafik. 10 pertanyaan untuk mengetahui sikap ibu dan 10 pertanyaan untuk mengetahui tindakan ibu terhadap imunisasi. Standart Penilaian NO 1 PERILAKU BAIK SEDANG Sedang jika jawaban benar antara 4-7 Sedang jika jawaban benar antara 4-7 Sedang jika jawaban benar antara 4-7 KURANG Kurang jika jawaban benar antara 0-3 Kurang jika jawaban benar antara 0-3 Kurang jika jawaban benar antara 0-3 PENGETAHUAN Baik jika jawaban benar antara 8-10 SIKAP Baik jika jawaban benar antara 8-10 Baik jika jawaban benar antara 8-10 2 3 TINDAKAN 3. 3. Sedangkan analisa penilaian pelaksanaan penelitian program imunisasi dasar lengkap pada bayi umur 0-11 bulan berdasarkan jawaban yang diberikan responden dengan menggunakan skala pengukuran Hadi Pratomo dan Sudarti (1986) dengan definisi sebagai berikut : Tabel 3. Dalam hal ini data yang diambil dari : 1. Data deskripsi wilayah penelitian Posyandu wilayah Puskesmas Air Batu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara.8. 2. yang diperoleh dari Puskesmas Air Batu. Langkah-langkah penelitian KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 22 .1.10.9. mencakup data demografi dan geografis. 3.

terletak di jalan lintas Sumatera Sei Alim Ulu. Melakukan survey lapangan/ lokasi penelitian. tindakan responden.1. upaya kesehatan Puskesmas Air Batu. pengelolahan dan analisa data. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hal-hal yang tercakup dalam bab ini adalah deskripsi wilayah penelitian. Keadaan Geografis Puskesmas Air Batu Letak Puskesmas Air Batu berada di Kecamatan Air Batu. Diskusi hasil dan perbaikan laporan dengan pembimbing.1. 3. Deskripsi Wilayah Penelitian 4. Seminar atau persentasi hasil penelitian tentang “Gambaran Prilaku Ibu Terhadap Imunisasi Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu 2013”. 2. karakteristik responden. 8. 7. Mengantarkan surat pemberitahuan rencana pelaksanaan penelitian sekalian audiensi dengan kepala Puskesmas Air Batu. Menyusun laporan penelitian berdasarkan data yang diperoleh. 4. 4. 5. 6. berjarak 28 KM dari kota Kisaran KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 23 . Mengumpulkan masyarakat Di posyandu Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu dalam rangka penyuluhan tentang program Lima Imunisasi Dasar Lengkap sekaligus mendata bayi usia 0-11 bulan yang di Imunisasi.1.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Langkah-langkah penelitian untuk mengetahui gambaran umum kegiatan program Lima Imunisasi Dasar Lengkap pada balita usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Provinsi Sumatra Utara adalah sebagai berikut : 1. Rekapitulasi. Pembuatan proposal penelitian (diskusi awal dengan pembimbing). serta rekapitulasi perilaku responden. pengetahuan responden. sikap responden.

dengan mekarnya kecamatan dan beberapa desa. jumlah bayi 281.1.490 Ha yang berbatasan dengan : a. Data demografi Jumlah penduduk Air Batu berdasarkan sensus penduduk tahun 2011 oleh Balai Pusat Statistic (BPS) adalah 13. 6. jumlah bulin 295. Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Teluk dalam c.3. Air Batu III/IV Pinanggripan Pulahan JUMLAH Luas Wilayah 921 350 1081 4480 350 1517 8679 Jumlah Penduduk 5082 2229 1693 1310 1860 1260 13. Desa Pulahan dan Desa Pinanggripan. 3.1. masing-masing terletak di Desa Pinanggripan dan Desa Air Teluk Hessa. Desa Sei Alim Ulu Ail Teluk Hessa Perk. Keadaan Ekonomi KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 24 . Air Batu I/II Perk. Sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Rahuning d.2. 2.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 sebagai ibu kota Asahan dengan luas wilayah 12. Sebelum pemekaran wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdiri dari 12 desa. 4.477. jumlah balita 1.434 jiwa.343 Ket 4. Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Tinggi raja 4.1 Luas Wilayah Kerja Puskesmas Air Batu Dan Jumlah Penduduknya No 1. Puskesmas Air Batu memiliki 3 Poskesdes yaitu terletak di Desa Sei Alim Ulu. jumlah bumil 309. Sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Sei dadap b. 5. Puskesmas Air batu terdiri dari 2 puskesmas pembantu (pustu). wilayah Kerja Puskesmas Air Batu menjadi 6 desa yang terdiri dari : Tabel 4.

sebagian besar pekerjaan penduduk kecamatan air batu adalah pada sektor pertanian/ perkebunan. Berdasarkan data kependudukan yang telah di buat oleh balai pusat statistic (BPS) kabupaten asahan tahun 2011. Demikian juga jenis pekerjaan yang berkaitan dengan jumlah penghasilan yang relative tidak memadai untuk memenuhi tuntutan hidup. selanjutnya adalah sebagai PNS/ TNI/ POLRI dan selebihnya adalah pedagang. tingkat pendapatan. Keadaan Pendidikan Kondisi pendidikan merupakan salah satu indikator yang kerap kali digunakan dalam mengukur tingkat pembangunan dalam suatu wilayah. 4.melalui pengetahuan pendidikan berkontribusi terhadap paruhan perilaku kesehatan. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat tersebut juga akan berbanding lurus dengan banyak hal seperti tingkat kesehatan. Mengkaji kondisi perekonomian tentu saja tidak terlepas dari inflasi. Secara teoritis bila dikaitkan antara jenis pekerjaan dengan derajat kesehatan masyarakat maka terdapat suatu rangkaian hubungan secara langsung maupun tidak langsung.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kondisi perekonomian merupakan satu aspek yang diukur dalam menentukan keberhasilan pembangunan suatu wilayah.dan lain-lain.1. Asumsi lain menyebutkan bahwa ada hubungan timbal balik antara tingkat pendidikan dengan jenis pekerjaan seseorang artinya bahwa sebagian besar jenis pekerjaan pada sektor pertanian/ perkebunan dan nelayan biasanya diisi oleh orang-orang dengan tingkat pendidikan menengah kebawah. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 25 . buruh dan karyawan. sudah dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Asumsi bahwa jenis pekerjaan yang lebih banyak membutuhkan waktu kerja di luar rumah tentu akan menyisakan sedikit waktu bagi keluarganya dalam hal pemeliharaan kesehatan anggota keluarga. Apabila tingkat inflasi tinggi. Karena inflasi dan pertumbuhan perekonomian sangat berkaitan.

12 sekolah dasar dengan jumlah murid sebanyak 2.2. 7 sekolah menengah pertama dengan jumlah murid sebanyak 1. lingkungan menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat. Bersama dengan faktor perilaku. Upaya kesehatan masyarakat adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 26 . rumah sehat serta rumah/ bangunan yang diperiksa dan bebas jentik nyamuk aedes. pelayanan kesehatan dan genetik.indikator seperti : akses terhadap air bersih dan air minum yang aman. Situasi Upaya Kesehatan Secara umum upaya kesehatan terdiri dari dua unsur utama yaitu upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. 4. institusi yang dibina kesehatan lingkungannya. tempat umum dan pengelolaan makanan sehat. Kesehatan Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu variable yang kerap mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Di wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdiri dari 11 taman kanakkanak dengan jumlah murid sebanyak 342.sedangkan keterkaitanya dengan kesehatan disebutkan bahwa tingkat pendidikan cenderung akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan seseorang untuk berperilaku sehat atau sekurang-kurangnya terhadap status kesehatanya.5. 4.1.444 dan 5 sekolah menengah atas dengan jumlah murid 1.041 orang. Untuk menggambarkan keadaan lingkungan akan disajikan indikator. akses terhadap sanitasi dasar.318 Tinggi rendahnya tingkat pendidikan merupakan cerminan dari kemajuan suatu masyarakat dalam arti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan rata-rata penduduk maka akan semakin mudah untuk menyerap dan mengaplikasikan segala sesuatu yang terkait dengan perubahan dalam upaya menuju perbaikan khususnya perbaikan ekonomi.

pemeliharaan kesehatan. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Menurut hasil penelitian. Upaya kesehatan perorangan mencakup upaya-upaya promosi kesehatan. 4. pemberantasan penyakit menular.1. Upaya kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memelihara kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. Dengan pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat diharapkan sebagian besar masalah kesehatan dapat diatasi. 2.2. Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah penting dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. pengendalian penyakit tidak menular. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu yang sedang hamil dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anak nya. usia subur seorang wanita biasanya antara 15 sampai 49 tahun. penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar. Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Seorang ibu mempunyai peranan sangat penting dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditunjukkan kepada perorangan. Upaya kesehatan masyarakat mencakup upaya-upaya promosi kesehatan. pengobatan rawat jalan. Berbagai pelayanan dasar yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. oleh karena itu untuk mengukur jumlah kelahiran Page 27 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 . pencegahan penyakit. Kebijakan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir secara khusus berhubungan dengan pelayanan antenatal persalinan nifas dan perawatan bayi baru lahir yang diberikan di semua jenis fasilitas pelayanan kesehatan dari posyandu sampai puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan swasta.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat.

salah satunya adalah mempertahankan cakupan imunisasi campak sebesar 90 persen. dan 1 dosis Campak. 4.2. 4 dosis polio. tempat pelayanan KB dan jenis kontrasepsi yang digunakan aseptor. Pelayanan Imunisasi Bayi dan anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi terserang penyakit menular yang dapat mematikan seperti difteri. 4 dosis Hepatitis B. contohnya adalah imunisasi polio dan campak. tifoid. Target tersebut sejalan dengan ketetapan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menetapkan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 28 . hepatitis. Tingkat pencapaian pelayanan keluarga berencana dapat dilihat dari cakupan peserta KB yang sedang menggunakan alat kontrasepsi. radang paru paru dan masih banyak penyakit lainnya. Diantara penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi campak adalah penyebab utama kematian pada balita oleh karena itu pencegahan campak merupakan faktor penting dalam mengurangi angka kematian balita. Untuk itu salah satu pencegahan yang terbaik dan sangat vital agar kelompok berisiko ini terlindungi adalah melalui imunisasi. radang selaput otak. 3 dosis DPT. tetanus. Imunisasi Dasar Pada Bayi Program lima imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi 1 dosis BCG.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 atau menjarangkan kelahiran wanita lebih diprioritaskan untuk menggunakan alat / cara KB. Imunisasi ada 2 macam yaitu imunisasi aktif dan pasif. 3.2. Dari beberapa tujuan yang disepakati dalam pertemuan dunia mengenai anak. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat contohnya adalah penyuntikan anti tetanus serum pada orang yang mengalami luka kecelakaan.

Tetanus merupakan salah satu penyebab kematian bayi Indonesia.3. Beberapa langkah yang perlu segera dilakukan adalah sosialisasi ke seluruh petugas lapangan agar mengacu pada kriteria antenatal care berkualitas yang salah satunya dengan imunisasi TT dan semua sistem pencatatan dalam pelaksanaan imunisasi TT termasuk ibu hamil memakai sistem pencatatan yang sama yaitu TT 1 sampai TT 5.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 target cakupan imunisasi campak sebesar 90 persen pada tahun 2014. Campak diberikan pada waktu bayi berumur 9 sampai 11 bulan dan merupakan semenisasi terakhir yang diberikan kepada bayi diantara imunisasi wajib lainnya. Imunisasi Pada Ibu Hamil Tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut clostridium tetani.2. Tetanus juga bisa menyerang pada bayi baru lahir pada saat persalinan dan perawatan tali pusat. Cakupan imunisasi rutin TT yang tinggi dan merata c. Penyelanggaraan surneilans Beberapa permasalahan imunisasi tetanus toxoid pada wanita usia subur yaitu pelaksanaan skrining yang belum optimal dan cakuoan imunisasi ibu hamil yang rendah. Perbaikan Gizi Masyarakat Kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan setiap orang dimanapun dan siapapun pasti membutuhkan badan yang sehat baik KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 29 . Pertolongan persalinan yang aman dan bersih b.4.2. 4. Akan tetapi masih banyak calon ibu di masyarakat terutama yang tinggal di daerah daerah terpencil berada dalam kondisi yang bisa disebut jauh dari kondisi steril saat persalinan. Hal inilah yang bisa menimbulkan resiko ibu maupun bayinya terkena tetanus. Strategi yang dilakukan untuk mengeliminasi tetanus neonatorum dan maternal adalah a. 4.

gangguan akibat kurang yodium. peningkatan surveilans gizi d. anemia gizi besi. Page 30 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 . Pasal kedua undang undang tersebut disebutkan bahwa kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. Kegiatan pokok departemen kesehatan dalam mengimplementasikan perbaikan gizi masyarakat meliputi: a. Peningkatan pendidikan gizi b. kurang vitamin a dan kekurangan zat gizi lebih c. penanggulangan kurang energi protein. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran yang berbunyi bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam pembukaan Undangundang tahun 1945.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 jasmani maupun rohani guna menopang aktivitas kehidupan sehari-hari. pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi Adapun sasaran pokok program perbaikan gizi masyarakat yakni : menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita terlaksananya penanggulangan kurang energi protein anemia gizi besi gangguan akibat kurang yodium kurang vitamin A gizi lebih dan meningkatkan jumlah warga yang sadar akan gizi. Begitu pentingnya nilai kesehatan ini sehingga seseorang yang menginginkan agar dirinya tetap sehat harus melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan derajat kesehatannya seperti melakukan penerapan pola hidup sehat dan pola makan yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberian Tablet Tambah Darah (FE) Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di satu negara.2. 2004). KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 31 . Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab diantaranya karena anemia. Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan menyakiti lebih dari 600 juta manusia dengan frekuensi yang cukup tinggi berkisar antara 10 dan 20 persen. Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 gram besi dan 50 nanogram Asam Folat untuk profilaksis anemia. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu dari 1477 balita yang ada telah dilakukan penimbangan pada balita di posyandu sebanyak 1305 balita sebanyak 1225 balita yang naik berat badannya dan sebanyak 38 balita berat badan yang berada dibawah garis merah.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dalam pelaksanaan kegiatan ini Departemen Kesehatan melakukan beberapa kegiatan meliputi penimbangan bulanan anak balita dengan menggunakan kartu menuju sehat pendidikan gizi dan kesehatan bagi ibu ibu dari anak anak balita tersebut pada saat ke pasar induk atau sebelum dan sesudah dilakukan posyandu demonstrasi memasak makanan yang memenuhi persyaratan gizi yang baik untuk anak balita terutama yang menderita gizi buruk dan pemberian paket pertolongan gizi untuk mereka yang memerlukan yang terdiri dari pembersih kamera dosis tinggi kepada anak balita tablet besi dan garam beriodium dan garam oralit (Depkes RI. 4. Memberikan tepat besi yaitu Ferro Sulfat sebanyak 60 gram per hari dapat meningkatkan kadar Hb sebanyak 1 gram persen perbulan.5. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu.

7. Untuk mencegah kekurangan vitamin A di posyandu atau puskesmas setiap bulan Febuari dan Agustus seluruh bayi usia 6 sampai 11 bulan harus mendapat 1 kapsul vitamin A biru dan seluruh anak balita usia 12-59 bulan menapat kapsul vitamin A warna merah. Pemberian Vitamin A Tujuan pemberian kapsul vitamin A pada balita adalah untuk menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan vitamin A pada balita.79 persen.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Di Indonesia wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia gizi besi. Vitamin A berfungsi untuk menjaga kelembapan dan kejernihan selaput lendir.79 persen dan Fe3 sebanyak 296 orang itu 95. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu cakupan pemberian tablet fe dan ketiga pada ibu hamil oleh pemegang program gizi yaitu F1 sebanyak 296 orang yaitu 95. 4. Solusinya adalah dengan memberikan tablet tambah darah 90 tablet selama kehamilan. Sedangkan untuk ibu nifas sampai 30 hari setelah melahirkan mendapat 1 kapsul vitamin A warna merah. Kelompok anak yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia 6 sampai 11 bulan dan kelompok anak balita usia 12 sampai 59 bulan. 4. Kapsul vitamin A dosis tinggi terbukti efektif untuk mengatasi masalah kekurangan vitamin A pada masyarakat apabila cakupannya tinggi.6.2.2. memungkinkan mata dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya serta pada ibu nifas akan meningkatkan mutu vitamin A dalam ASI sehingga bayi akan mendapatkan vitamin A yang cukup dari ASI.400 anak balita telah mendapatkan vitamin A. sementara itu sebanyak 1. Cakupan Pemberian Asi Ekslusif ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi baru lahir yang dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 32 . Pada tahun 2011 di Kecamatan Air Batu dari 281 bayi yang ada sebanyak 200 bayi atau 71 persen telah mendapat vitamin A.

Pada tahun 2011 Kecamatan Air Batu.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 selama empat hingga enam bulan pertama kehidupannya sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. d. Ibu takut bentuk payudara akan rusak jika menyusui bayi f. dari 2041 murid SD yang ada sebanyak 459 orang yang diperiksa dan sebanyak 329 orang memerlukan perawatan. Adanya penyakit pada ibu seperti bendungan ASI dan sebagainya.8.35%). Adanya perubahan struktur masyarakat dan keluarga b. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh : a. pengobatan dan penambalan sementara yang dilakukan di sekolah maupun di puskesmas minimal dua kali dalam setahun. Para ibu sering meninggalkan bayi untuk bekerja e. pengelola program gizi melaporkan bahwa pemberian asi eksklusif sebanyak 65 orang (66. Namun sering ibu ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini. 4. Selain sebagai sumber energi dan zat gizi pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan psikologi antara ibu dan bayinya. Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada punya bentuk pemeriksaan gigi dan mulut dapat dilaksanakan melalui upaya promotif. seperti susu buatan dan makanan bayi. Kemudahan-kemudahan yang di dapat sebagai hasil kemajuan teknologi. Pada tahun 2011 di Wilayah Kerja Puskesmas Air Batu.2. Iklan yang menyesatkan dari produksi makanan bayi sehingga menyebabkan ibu beranggapan bahwa makanan itu lebih baik dari ASI. preventif dan kuratif sederhana seperti pencabutan gigi sulung. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 33 . Pengaruh melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin g. c. Hubungan ini akan menghantarkan kasih sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan erat.

Pada tahun 2011 kegiatan penyuluhan kelompok adalah 329 kali. Pelayanan Kesehatan Pra Usia Lanjut Dan Usia Lanjut Pada tahun 2011 di wilaya Kerja Puskesmas Air Batu tercatat jumlah usila sebanyak 1. Upaya Penyuluhan Kesehatan Salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat adalah melalui upaya atau tindakan promotif. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi baik perorangan maupun kelompok masyarakat dengan membuka jalur komunikasi serta memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap dan perilaku sehingga membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalah sendiri dalam tatanan rumah tangga agar dapat menerapkan cara-cara hidup bersih dan sehat dalam rangka menjaga memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Posyandu Aktif KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 34 . 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.2.9. Oleh karena itu tindakan promotif harus senantiasa terus dijalankan sebagai salah satu bentuk upaya percepatan pencapaian tujuan pembangunan kesehatan.2.250 orang diantaranya 331 orang sudah mendapat layanan kesehatan selengkapnya. Berdasarkan pola pikir tersebut maka Puskesmas Air Batu telah melakukan berbagai tindakan penyuluhan kesehatan yang tersebar di enam desa dalam bentuk penyuluhan kelompok. Perilaku Hidup Masyarakat 1. Muara dari upaya ini diharapkan bahwa akan terjadi perubahan perilaku masyarakat dari semua tidak tahu menjadi tahu. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu dari 1800 rumah tangga yang dipantau sebanyak 1392 diantaranya ber PHBS.11. 4. 2.2.10.

3. posyandu madya. 4. 4. posyandu purnama dan posyandu mandiri. Pada tahun 2011 jumlah rumah di wilayah Kerja Puskesmas Air Batu adalah dari 2305 rumah yang diperiksa 1817 unit adalah sehat. Keluarga berencana 3. ventilasi rumah yang baik. sarana air bersih. sarana pembuangan air limbah.1. Keadaan Lingkungan 4. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu jumlah posyandu yang ada sebanyak 28 posyandu terdiri dari 24 posyandu madya dan 4 posyandu purnama.3. Imunisasi 5. Rumah Sehat Rumah sehat pada bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban sehat.3. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. Akses Terhadap Air Bersih KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 35 . Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu: 1. Perbaikan gizi 4.2.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang paling dikenal dewasa ini. Penanggulangan diare Untuk meningkatkan kwalitas posyandu telah dilakukan pengelompokan posyandu ke dalam empat tingkat perkembangan yaitu posyandu pratama. tempat pembuangan sampah. Kesehatan ibu dan anak 2.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Air yang bersih adalah air yang sesuai dengan syarat kesehatan artinya air tersebut tidak mengandung bibit penyakit serta bahan beracun atau berbahaya yang secara fisik jernih atau tidak keruh.3. dari dua hotel yang ada 100% sehat.4. Pada tahun 2011 ditemui sebanyak 1640 jamban adalah sehat.4. 4. 1640 tempat sampah sehat.4.08%). Sarana Sanitasi Dasar Sarana sanitasi dasar meliputi jamban tempat sampah dan pengelolaan air limbah.99%) sedangkan jumlah kelompok umur yang paling sedikit adalah umur <20 dan >40 tahun sebanyak 2 responden (4. sedangkan dari 6 pasar yang ada sebanyak 3 pasar sehat. Kelompok Umur Responden Dari hasil rekapitulasi data umur responden dijumpai bahwa kelompok umur terbanyak adalah umur 20-29 tahun sebanyak 24 responden(48.1. Hasil Penelitian dan Pembahasan 4. Tempat Umum Dan Pengelolaan Makanan Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu.2 dan diagram 4. dari 14 restorannya ada sebanyak 8 restoran sehat.3. Buruknya sarana sanitasi dasar dapat merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit khususnya diare dan polusi. 2260 pengolahan air limbah sehat.3. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu sebanyak 3267 keluarga telah diperiksa dengan hasil sumber terbanyak air bersih adalah sumur bor sebanyak 1778.4.1 di bawah ini. 4.1.1. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 36 . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Gambaran Karakteristik Responden 4. 4.

2 Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.2. Kelompok Agama Responden Dari hasil rekapitulasi data agama responden dijumpai bahwa kelompok agama terbanyak adalah agama islam sebanyak 48 responden Page 37 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 .1. Golongan Umur 4% 4% < 20 43% 49% 20-29 30-39 > 40 Bila mencermati distribusi kelompok umur responden dari table diatas maka dapat disimpukan bahwa dari 24 responden (48. Disribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Umur di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.4.99 42.29 30 . 4. 4.1. No 1 2 3 4 Umur < 20 20 .99%) adalah tergolong kedalam usia produktif.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel.08 100 Diagram 4.08 48.85 4. Maka kelompok umur ini diharapkan memiliki lebih banyak informasi yang tentang imunisasi karena usia produktif kemungkinan akan lebih baik dalam menyerap informasi dan akan lebih memungkinkan untuk hadir disetiap kegiatan imunisasi.39 > 40 Jumlah Jumlah 2 24 21 2 49 Presentase (%) 4.

Karna kemungkinan homogenitas bisa mempermudah ditanamkannya suatu paham melalui penyuluhan atau nasehat yang disampaikan oleh tokoh-tokoh agama diwilayah setempat lewat kegiatan keagamaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3 dan Diagram 4. Disribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Agama di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 (97. No 1 2 Agama Islam Kristen Jumlah Jumlah 48 1 49 Presentase (%) 97.9%). Agama 2% islam 98% kristen Bila mencermati distribusi kelompok umur responden dari table diatas maka dapat disimpukan bahwa sebagian besar jumlah responden menganut agama islam yaitu 48 responden (97.9%) maka dari kelompok agama responden diharapkan akan mempermudah tenaga kesehatan untuk menanamkan beberapa hal tentang kesehatan terutama tentang imunisasi melalui forum agama.3.10 100 Diagram 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 38 . Tabel 4.2.90 2. Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.2.

No 1 2 3 4 Pendidikan SD SMP SMA S1 Sederajat Jumlah Jumlah 11 12 22 4 49 Presentase 22.1.8%) sedangkan jumlah kelompok pendidikan yang paling sedikit adalah S1 yaitu sebanyak 4 responden (8.3.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.40 24. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 39 . Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4.4.50 44.4 dan diagram 4.10 100 Diagram 4.3.80 8. Kelompok Pendidikan Responden Dari hasil rekapitulasi data pendidikan responden dijumpai bahwa kelompok pendidikan yang terbanyak adalah SMA sebanyak 22 responden(44. Tabel 4.4.3.16%).

4.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tingkat Pendidikan 8% 22% SD SMP 25% SMA S1 45% Bila mencermati distribusi kelompok pendidikan responden dari table ditas maka dapat disimpulkan bahwa dari 34 responden (69.dan jumlah kelompok suku Batak 12 responden (24. Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4. Kelompok Suku Responden Dari hasil rekapitulasi data suku responden dijumpai bahwa kelompok suku yang terbanyak adalah jawa sebanyak 36 responden (73.4 Tabel. Dalam hal ini yang dimaksud berpendidikan rendah adalah tingkat SD ke bawah. sedangkan SMP dan SMA berpendidikan sedang dan perguruan Tinggi merupakan berpendidikan tinggi.1. 4.4%) sedankan suku yang paling sedikit adalah Banjar 1 responden (2.5. Distribusi Penduduk Berdasarkan Suku di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.5 dan diagram 4.3%) adalah berpendidikan SMP dan SMA yang dapat dikatagorikan sebagai tingkat pendidikan sedang. No Suku Jumlah Presentase (%) KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 40 . 4.04%).46%).

7%).04 Jumlah 49 100 Diagram 4.04%) adalah suku Banjar.4.40 Banjar 1 2. 4.48%) adalah suku Batak dan 1 responden (2.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Jawa 36 73. Kelompok Pekerjaan Responden Dari hasil rekapitulasi data umur responden dijumpai bahwa kelompok pekerjaan terbanyak adalah Ibu Rumah Tangga sebanyak 43 responden (87.sedangkan jumlah kelompok pekerjaan yang paling KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 41 .46%) adalah suku Jawa.1.40 Batak 12 24. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Suku di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.12 responden (24.4. Maka dari kelompok suku responden diharapkan akan mempermudah tenaga kesehatan untuk menanamkan beberapa hal tentang kesehatan terutama tentang imunisasi melalui adat istiadat. 1 2 3 Suku 2% 25% Jawa 73% Batak Banjar Bila mencermati distribusi kelompok suku responden dari table diatas maka dapat disimpulkan dari 36 responden (73. Karena kemunkinan homogenitas bisa mempermudah ditanamkannya suatu paham melalui penyuluhan atau nasehat yang disampaikan oleh tokoh-tokoh pemuka adat diwilayah setempat lewat kegiatan adat istiadat.5.

Pekerjaan 8% 4% Ibu Rumah Tangga 88% Guru Wiraswasta Bila mencermati distribusi kelompok pekerjaan responden dari table diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga yaitu 43 responden (87.10 4. Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga memungkinkan ibu untuk dapat lebih memperhatikan kesehatan anggota keluarganya khususnya yang terkait dengan bayinya seperti KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 42 . Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.75%).20 100 Diagram 4.6 dan diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 sedikit adalah wiraswasta sebanyak 2 responden (4.5. No 1 2 3 Pekerjaan Ibu rumah tangga Guru Wiraswasta Jumlah Jumlah 43 4 2 49 Presentase (%) 87. Tabel 4.70 8.5 dibawah ini.08%).6. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Tabel 4. Gambaran pengatahuan responden tentang definisi imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. c. Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Berdasarkan Definisi Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Perlindungan yang paling ampuh untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya dengan cara merangsasng kekebalan tubuh bayi Suatu tindakan yang dilakukakn untuk mengobati bayi dari penyakit Suatu pengobatan yang diberikan pada bayi untuk mengobati penyakit hati Suatu pengobatan yang diberikan untuk mengobati penyakit saluran pencernaan Jumlah 45 91.6. Definisi Imunisasi Frekuensi (f ) Persentase (%) a.2. sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit maka ia tidak akan sakit atau sakit ringan. 4 0 0 49 8.83 b. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 43 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 tumbuh kembang bayi melalaui penimbangan dan imunisasi. 4. d. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Definisi Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Definisi imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit.7 dan diagram 4. Gambaran Pengetahuan Respondensi 4.7.6 dibawah ini. Hal ini dikarenakan ibu mempunyai alokasi waktu yang lebih banyak. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “ Definisi Imunisasi”.4.4.16 0 0 100 Diagram 4.1.2.

4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Pengetahuan Responden Tentang Definisi Imunisasi 0% 0% 8% 92% Dari tabel 4. Page 44 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 . Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Manfaat Dari Pemberian Imunisasi”.8.83%) mengetahui definisi imunisasi.8 dan diagram 4. Hal ini mungkin dikarenakan jadwal imunisasi dan penyuluhan yang sering di lakukan tenaga kesehatan. Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.6 diatas didapat sebagian besar responden yaitu 45 responden (91.2. Tabel 4. 4. Gambaran pengatahuan responden tentang manfaat dari pemberian imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.7 di bawah ini.7 dan diagram 4. Manfaat pemberian imunisasi adalah membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit.2.

87 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Manfaat Dari Pemberian Imunisasi a. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar”.04 0 93.2. sedangkan 3 responden (6. d.4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 45 .87%) mengetahui manfaat dari pemberian imunisasi. Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.3. Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi Untuk menyembuhkan penyakit Untuk mengobati penyakit 94% Membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit 0% 2% 4% Mempercepat pertumbuhan anak Dari tabel 4.7 diatas didapat 46 responden (93.8 dan diagram 4. c.kader terkait.08 100 Diagram 4.9 dan diagram 4. Gambaran pengatahuan responden tentang yang termasuk dalam imunisasi dasar dapat dilihat pada tabel 4. b.7. Hal ini mungkin dikarenakan seringnya mendapat penyuluhan tentang imunisasi oleh kader. Untuk menyembuhkan penyakit Untuk mengobati penyakit Membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit Mempercepat pertumbuhan anak Jumlah Frekuensi (f ) 1 0 46 2 49 Persentase ( % ) 2.8 di bawah ini.12%) tidak mengetahui manfaat dari pemberian imunisasi. 4.

04 2.8.9 dan diagram 4.7 diatas didapat sebagian besar responden yaitu 45 responden (91.08 100 Diagram 4. Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar 2% 2% 4% BCG pertusis 92% Vitamin A Vitamin B Dari tabel 4. BCG pertusis Vitamin A Vitamin B Jumlah Frekuensi (f ) 45 1 1 2 49 Persentase ( %) 91. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B” KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 46 . d. Hal ini mungkin dikarenakan penyuluhan yang sering di lakukan tenaga kesehatan.83%) mengetahui yang termasuk dalam imunisasi dasar. c.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.83 2.04 4.2.4. Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar a. b.4.9. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. 4.

24 57. Hal ini dikarenakan ibu-ibu sudah mengetahui jenis imunisasi yang diberikan dan waktu pemberiannya.9 didapat 28 responden (57.10.10 dan diagram 4.30 hari Lebih dari 1 bulan Jumlah Frekuensi (f ) 6 28 4 11 49 Persentase ( %) 12. b.44 100 Diagram 4.10 dan diagram 4. d.14 8. Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B a.30 hari Lebih dari 1 bulan Dari tabel 4. Tabel 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 47 . Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B” di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.9. Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B 23% 8% 57% 12% 7-14 hari 0-7 hari 15. 7-14 hari 0-7 hari 15.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Usia pemberian imunisasi hepatistis B yaitu usia 0-6 bulan.9 dibawah ini. c. Gambaran responden tentang “usia pemberian imunisasi Hepatitis B dapat dilihat pada tabel 4.16 22. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B” di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.14%) mengetahui usia pemberian imunisasi Hepatitis B.

4. Gambaran responden tentang penyakit yang adapat dicegah dengan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.10 dibawah ini. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi TBC Kusta Demam Berdarah Malaria Jumlah Frekuensi (f ) 32 4 12 1 49 Persentase ( %) 65.30 %) mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.11. sedangkan 17 responden (43.04 100 a. d.10 diadapat 32 responden (65. Campak. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. c.10. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi 25% 2% 65% 8% TBC Kusta Demam Berdarah Malaria Dari tabel 4. dan polio. Difteri. Tabel 4. Diagaram 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi” Penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi yaitu TBC.11 dan diagram 4.5.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. tetanus.48 2.7%) tidak mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. b. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah cukup mengenal KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 48 . Distribusi Frekuansi Pengetahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.2.11 dan diagram 4. Hepatitis.30 8. Pertusis.16 24.

b. Tabel 4. c.12.08 8.12 81.4.16 6.63 100 Diagram 4. 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 penyakit TBC dari spanduk atau iklan tentang TBC yang dapat dicegah sejak dini melalui imunisasi dasar. Gambaran responden tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari anank yang tidak di imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. d. Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi a.12 dan diagram 4. cacat dan kematian. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.11.11 dibawah ini. Page 49 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 .6.2. Anak mudah mengalami gangguan penglihatan Anak mengalami gangguan mental Anak mengalami ganguan pencernaan Anak mudah terserang penyakit JUMLAH Frekuensi (f ) 2 4 3 40 49 Persentase ( %) 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi” Bahaya yang dapat di timbulkan dari anak yang tidak di imunisasi adalah anak akan mudah terserang penyakit.

12 dibawah ini.63%) mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan bila anaknya tidak di imunisasi.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi 4% 8% 82% 6% Anak mudah mengalami gangguan penglihatan Anak mengalami gangguan mental Anak mengalami ganguan pencernaan Anak mudah terserang penyakit Dari tabel 4. sedangkan 9 responden (18. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut” Jenis vaksin polio di berikan secara oral ( melalui mulut ) dengan 1 dosis adalah 2 (dua) tetes melalui mulut.2.13. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.13 dan diagram 4.11 didapat 40 responden (81. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 50 .7.37%) tidak mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan bila anak tidak di imunisasi. 4. Gambaran responden tentang jenis vaksin imunisasi yang dapat diberikan secara tetes melalui mulut.12 dan diagram 4. Hal ini mungkin di karenakan sering diadakan program penyuluhan tentang manfaat imunisasi oleh petugas kesehatan yang terkait. Tabel 4. dapat dilihat pada tabel 4.4.

Pemberian vaksin campak I diberikan pada KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 51 .12.04 100 Diagram 4.12 didapat 42 responden (85. d.2 2. Distribusi Frekuansi Pengetahuan Responden Tentang “Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan” Vaksin campak berisi virus campak yang sudah dilemahkan dan dalam bentuk bubuk kering yang dilarutkan dengan bahan pelarut yang tersedia sebelum digunakan.71%) mengetahui jenis imunisasi yang dapat diberikan secara tetes melalui mulut.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut a. c.04 85.71 2.8.2. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. b.13 dan diagram 4.4. Hal ini mungkin di karenakan sering diadakan program imunisasi polio di desa tersebut. Hepatitis B DPT Polio Campak JUMLAH Frekuensi (f ) 5 1 42 1 49 Persentase ( %) 10. Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut 2% 10% 86% 2% Hepatitis B DPT Polio Campak Dari tabel 4. 4.

Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan a.2 0 2. Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan 88% Tetanus Hepatitis B Polio 2% 0% 10% Campak Dari tabel 4.29%) tidak mengetahui imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 bulan. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.71 100 Diagram 4. Gambaran responden tentang jenis imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 (Sembilan) bulan. b.04 87.14 dan diagram 4. Hal ini mungkin di karenakan jadwal pemberian imunisasi yang diberikan terjadwal baik.13 dibawah ini.13. sedangkan 6 responden (12. dapat dilihat pada tabel 4. d. Page 52 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 . Tetanus Hepatitis B Polio Campak JUMLAH Frekuensi (f ) 5 0 1 43 49 Persentase ( %) 10.14 dan diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 usia 9 bulan.71%) mengetahui imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 bulan. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.14. Tabel 4. c. dan campak II pada usia 6 bulan.13 didapat 43 responden (87.

14. dapat dilihat pada tabel 4.15 dan diagram 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. b.2. c.9.08 100 Diagram 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Tabel 4. Lumpuh TBC Layu krumut (penyakit kulit) Batuk rejan (batuk 100 hari) JUMLAH Frekuensi (f ) 42 1 4 2 49 Persentase ( %) 85.71 2.04 8. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio a. d.15.16 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio” Gambaran responden tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 53 .14 dibawah ini.4.

14 didapat 42 responden (85.29%) tidak mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio. Hal ini mungkin di karenakan banyaknya penjelasan tentang penyakit polio melalui spanduk ataupun iklan yang dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 54 .16 dan diagram 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif” BCG merupakan jenis imunisasi yang berguna untuk mencegah penyakit TBC. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. 4.2. sedangkan 7 responden (14.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio 2% 8% 4% Lumpuh TBC 86% Layu krumut (penyakit kulit) Batuk rejan (batuk 100 hari) Dari tabel 4.15 dan diagram 4. Gambaran responden tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif dapat dilihat pada tabel 4.15 dibawa ini. vaksin ini efektif diberikan pada anak usia 0-2 bulan. Tabel 4.10.16.71%) mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio.4.

4 bulan 0.6 bulan 4% Dari tabel 4.15.4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun” KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 55 .51%) mengetahui tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif.6 bulan JUMLAH Frekuensi (f ) 6 37 2 4 49 Persentase ( %) 12.3. c. Hal ini mungkin di karenakan pemberian BCG langsung setelah bayi lahir dan sering ibu yang melahirkan anak tersebut diberi informasi sebelumnya. sedangkan 12 responden (24. 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif. d.24 75.4 bulan 0.08 8.8 bulan 0. b.15 didapat 37 responden (75.4.2 bulan 0. a.1.3.8 bulan 0. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.49%) tidak mengetahui tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif. Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif 76% 12% 8% 0.2 bulan 0.16 dan diagram 4. Gambaran Sikap Respondensi 4. 0.51 4.16 100 Diagram 4.

17.16 dibawah ini.32 100 Diagram 4. Tabel 4. a. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun. Gambaran responden tantang pemberian imunisasi dasar lengkap yang wajib dilakukan pada anak umur di bawah 1 tahun dapat dilihat pada tabel 4. Hal ini mungkin KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 56 . Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun 16% Setuju 84% Tidak setuju Dari tabel 4. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 41 8 49 Persentase ( %) 83.16.67 16. sedangkan 8 responden (16.17 dan diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Yang Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Pemberian imunisasi dasar lengkap merupakan hal yang wajib dilakukan pada anak umur dibawah 1 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh. b. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.16 didapat 41 responden (83.67%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi dasar lengkap merupakan yang wajib dilakukan pada anak umur 1 tahun.32%) mempunyai sikap yang tidak setuju.17 dan diagram 4.

4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu” di Desa Sei Alim Ulu KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 57 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 responden sudah mengetahui tentang manfaat pemberian imunisasi pada anak umur 1 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. rumah sakit dan lain – lain. Gambaran responden tantang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak dibawah usia 1 tahun hanya dilakukan di posyandu dapat dilihat pada tabel 4.sarana kesehatan contohnya puskesmas.85 100 Diagram 4.14 42. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu” di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu” Pemberian imunisasi tidak hanya di lakukan di posyandu saja tetapi dapat juga dilakukan di sarana. b.2.17 dibawah ini.18 dan diagram 4.17. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu a.18. Hal ini mungkin dikarenakan banyaknya penyuluhanpenyuluhan dari petugas kesehatan terkait.3. 4. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 28 21 49 Persentase ( %) 57.

19.14%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi hanya bisa dilakukan di Posyandu. Hal ini mungkin responden telah mendapatkan informasi dari petugas kesehatan terkait disamping diadakannya penyuluhan oleh petugas kesehatan. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Ibu Yangberanggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat. sedangkan 21 responden (42.18 dan diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.85%) mempunyai sikap yang tidak setuju. Tabel 4.17 didapat 28 responden (57.3. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat.3. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu 43% 57% Setuju Tidak setuju Dari tabel 4. Gambran responden tentang ibu beranggapan bahwa anaknya tidak perlu dilakukan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.18 dibawah ini. karena setiap anak dapat terserang penyakit kapan saja bila imunitas menurun. Aktif Dan Makan Dengan Baik ” Tanggapan yang salah bahwa anak tidak perlu di imunisasi.4. 4.19 dan diagram 4. Aktif Dan Makan Dengan Baik di Desa Sei Alim Ulu KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 58 .

18. Aktif Dan Makan Dengan Baik 18% Setuju 82% Tidak setuju Dari tabel 4.4. Sedangkan 9 responden (18. Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat. Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat. 4.36 81. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi ” KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 59 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.14%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang ibu beranggapan bahwa anaknya tidak perlu dilakukan imunisasi bila ia sehat.18 didapat 40 responden (57.4.3. aktif dan makan dengan baik. b. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 9 40 49 Persentase (%) 18. Aktif Dan Makan Dengan Baik a.36%) mempunyai setuju. Aktif Dan Makan Dengan Baik di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.63 100 Diagram 4. Hal ini mungkin masyarakat masih belum paham manfaat dari imunisasi pada anak. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat.19 dan diagram 4.

Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk… 4% Setuju 96% Tidak setuju Dari tabel 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Tabel 4.20 dan diagram 4. b.08% 100% a.91% 4.19 dibawah ini.19 didapat 47 responden (95. Gambran sikap responden tentang petugas kesehatan datang kerumah responden untuk melakukan imunisasi.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Responden beranggapan bahwa lebih efektif jika petugas kesehatan datang datang kerumah untuk melakukan imunisasi.91%) mempunyai sikap yang setuju tentang petugas kesehatan datang kerumah KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 60 .19. Diagram 4. Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 47 2 49 Persentase ( %) 95. Dapat dilihat dari tabel 4.20.20 dan Diagram 4.

3.21 dan diagram 4. Sedangkan 2 responden (4.5.83%) mempunyai sikap yang setuju tentang manfaat imunisasi untuk KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 61 . Gambaran sikap responden tentang imunisasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dari penyakit berbahaya dapat dilihat dari tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 responden untuk melakukan imunisasi. Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya a. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit… 8% Setuju Tidak setuju 92% Dari tabel 4.08%) mempunyai tidak setuju. Hal ini bahwa masyarakat lebih efektif jika petugas kesehatan datang datang kerumah untuk melakukan imunisasi.21 dan diagram 4.sakit berbahaya. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya” Imunisasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak sakit.21. 4.20 dibawah ini. sakit ringan dan terhindar dari sakit.20 didapat 45 responden (91.16 100 Diagram 4. b.83 8.4. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 45 4 49 Persentase ( % ) 91. Tabel 4.20. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

6.21 dibawah ini. Tabel 4. Gambaran sikap responden tentang manfaat dari imunisasi adalah terbebas dari lumpuh layu dapat dilihat dari tabel 4.91%) mempunyai sikap yang setuju tentang manfaat imunisasi agar terbebas KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 62 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 meningkatkan kekebalan tubuh dari penyakit berbahaya.22 dan diagram 4. salah satunya adalah terhindar dari lumpuh layu. 4. b.16%) mempunyai tidak setuju. Sedangkan 4 responden (8.91 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.22.4.3. Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu a.21 didapat 47 responden (95. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu” Imunisasi memiliki manfaat untuk terhindar dari berbagai penyakit.21.22 dan diagram 4. Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu 4% Setuju Tidak setuju 96% Dari tabel 4. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 47 2 49 Persentase \ (%) 95. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.08 100 Diagram 4. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak.

08%) mempunyai tidak setuju.23 dan diagram 4. Setuju Tidak setuju JUMLAH 44 5 49 89. b. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Page 63 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 . Gambaran sikap responden tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak tetap di lakukan meskipun salah satu efeknya demam dapat dilihat dari tabel 4.79 10. Tabel 4. batuk.7.22.23.22 dibawah ini.2 100 Diagram 4. 4.4. dan pilek. Dikarenakan tidak mempengaruhi efek kerja vaksin imunisasi. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam” Imunisasi dapat diberikan dalam keadaan demam. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak. Sedangkan 2 responden (4. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam Frekuensi (f ) Persentase (%) a.3.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 dari lumpuh layu.

23 dan diagram 4.2%) mempunyai tidak setuju.79%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak tetap di lakukan meskipun salah satu efeknya demam.22 didapat 44 responden (89.4. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam 10% Setuju 90% Tidak setuju Dari tabel 4.24 Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 64 . 4. Sedangkan 5 responden (10. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan” Gambaran sikap responden tentang pemberian imunisasi DPT yang terlambat maka imunisasi diberikan 2 kali suntikan dapat dilihat dari tabel 4. Tabel 4.24 dan diagram 4.8.23 dibawah ini.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Meskipun Salah Satu Efeknya Demam di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.3.

Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 3 46 49 Persentase ( % ) 6.87 100 Diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya” KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 65 .87%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang pemberian imunisasi dpt yang terlambat maka imunisasi diberikan 2 kali suntikan. Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan a.9.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kali Suntikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.12%) mempunyai setuju. Sedangkan 3 responden (6.24 dan diagram 4.3.23. Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan 6% Setuju 94% Tidak setuju Dari tabel 4.12 93. b. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.23 didapat 46 responden (93.4. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak 4.

2 89. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 5 44 49 Persentase ( %) 10.24 didapat 44 responden (89. Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya 10% Setuju 90% Tidak setuju Dari tabel 4.24 dibawah ini. Tabel 4.25. Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya a.79%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang anggapan bahwa pemberian KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 66 .79 100 Diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.25 dan diagram 4. b.24.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Gambaran sikap responden tentang anggapan bahwa pemberian imunisasi pada anak pertama harus lebih lengkap dari anak selanjutnya dapat dilihat dari tabel 4.25 dan diagram 4.

Sedangkan 5 responden (10. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi” Gambaran sikap responden Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi dapat dilihat dari tabel 4. Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 49 0 49 Persentase ( % ) 100 0 100 a. Tabel 4. b. Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi 0% Setuju Tidak setuju 100% 4.25 dibawah ini.4.25. Diagram 4. 4.3.4.10. Gambaran Tindakan Respondensi KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 67 .26 Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.2%) setuju.26 dan diagram 4.4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 imunisasi pada anak pertama harus lebih lengkap dari anak selanjutnya.

Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi 4% 4% 2% Membawa anak ibu imunisasi ke posyandu setelah anak berumur 5 tahun Melakukan imunisasi sendiri di rumah 90% KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 68 . d.79 100 Diagram 4. Tabel 4. 08 4. b.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi” Jika anaka belum mendapatkan imunisasi sesegera mungkin mendatangi posyandu atau mendatangi petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi a.27 dan diagram 4. Gambaran responden tentang tindakan ibu jika tidak ditemykan Posyandu didaerahnya dapat dilihat pada tabel 4.4.1.04 89.27.4. Membawa anak ibu imunisasi ke posyandu setelah anak berumur 5 tahun Melakukan imunisasi sendiri di rumah Segera membawa anak ibu ke rumah sakit Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi JUMLAH Frekuensi (f ) 2 2 1 44 49 Persentase ( %) 4. c.26 dibawah ini. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.08 2.26.

24 77.2.27 dan diagram 4. Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu.4. d.04 100 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 69 .26 didapat 44 responden (89.28 dan diagram 4.16 2. Apa Yang Ibu Akan Lakukan Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi Mendengarkan penyuluhan dan melakukan imunisasi di posyandu Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %) a.79%) mempunyai tindakan Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi.4.27 dibawah ini. 4. c. Tindakan ibu bila ada penyuluhan imunisasi di posyandu segera mendatangi penyuluhan tersebut agar mendapatkan informasi yang lebih mengenai pentingnya imunisasi. 5 responden (10.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel 4. 6 38 4 1 49 12. b.21%) yang tidak setuju tentang anggapan bahwa Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi. Tabel 4. Gambaran responden tentang tindakan ibu bila ada penyuluhan imunisasi di posyandu dapat dilihat pada tabel 4.55 8.28 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah banyak mendapat himbauan dari petugas kesehatan atau tokoh terkemuka setempat mengenai dimana saja dapat dilakukan imunisasi. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu” Penyuluhan imunisasi di posyandu bertujuan agar si ibu lebih mengerti dan memahami pentingnya anak diberikan imunisasi.

Apa Tindakan Ibu Selanjutnya” Bila ibu lupa akan jadwal imunisasi anak.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. Apa Yang Ibu Akan Lakukan 8% 2% 12% 78% Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi Mendengarkan penyuluhan dan melakukan imunisasi di posyandu Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan Dari tabel 4.29 dan diagram 4. Gambaran responden tentang tindakan ibu bila ibu lupa jadwal imunisasi anak ibu. Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu. 24%) melakukan Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi.04%) akan Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan.27.3. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu.28 dibawah ini. apa tindakan ibu selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.28 dan diagram 4. 4. 4 responden (8. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 70 .55%) mempunyai tindakan Mendengarkan penyuluhan dan melakukan imunisasi di posyandu. ibu tersebut seharusnya segera mendatangi posyandu atau kader terkait dan menanyakannya pada kader atau petugas kesehatan tersebut.27 didapat 38 responden (77. 6 responden (12.4.16%) Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi dan 1 responden (2.

Apa Tindakan Ibu Selanjutnya a. Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu.29 dan diagram 4. Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi Menunggu jadwal selanjutnya Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi Membiarkan jadwal imunisasi yang terlewati JUMLAH Frekuensi (f ) 43 5 1 0 49 Persentase ( %) 87. d. Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu. Apa Tindakan Ibu Selanjutnya 10% 2% 0% Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi Menunggu jadwal selanjutnya Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi 88% Dari tabel 4. b.71% 10. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.28 didapat 43 responden (87. Apa Tindakan Ibu Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. c.20% 2.04% 0 100% Diagram 4.71%) mempunyai tindakan Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 71 . Apa Tindakan Ibu Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.29.28.

c.4. Tabel 4.30 dan diagram 4. 4. dan 1 responden (2.2%) Menunggu jadwal selanjutnya. b.83% 2. 45 1 2 1 49 91.4. Untuk mendapatkan imunisasi sebaiknya anak dibawah ke posyandu.04% 100% KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 72 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 untuk mendapatkan imunisasi. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah banyak mengetahui dimana bisa untuk mendapatkan imunisasi untuk anaknya.08% 2.4.29 dibawah ini. d. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi” Informasi mengenai imunisasi sangat penting bagi masyarakat terlebih masyarakat sampai kapan anak harus di brikan imunisasi. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.04% 4.30.04%) akan Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi. Gambaran responden tentang tindakan ibu jika ibu tidak tau sampai kapan anak ibu harus di imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Jika Ibu Tidak Tahu Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi Bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu Membaca artikel tentang upaya mencerdaskan anak Mencari tahu kepada ibu lainnya Mengikuti program penimbangan bayi JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %) a. 5 responden (10.

83%) mempunyai tindakan akan bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Anaknya Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi” Salah satu efek samping pemberian imunisasi adalah demam. Gambaran responden tindakan ibu bila anaknya mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 73 . Hal ini mungkin dikarenakan adanya interaksi yang baik antara petugas kesehatan dengan masyarakan. 4 responden (8.29 didapat 45 responden (91.30 dibawah ini. hal ini dapat terjadi pada pemberian imunisasi BCG.4. 4. Ini merupaka efek samping yang normal yang dapat di tanggulangi oleh sebab itu imunisasi dasar lengkap pada anak harus tetap dilakukan. Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Jika Ibu Tidak Tahu Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi 2% 4% 2% Bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu 92% Membaca artikel tentang upaya mencerdaskan anak Dari tabel 4.5.29.31 dan diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. DPT dan Campak.4.16%) tidak bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu.30 dan diagram 4.

17 responden (34. c.26% 100% Diagram 4.30.31.69%) akan berobat ke bidan.26%) Tidak khawatir Bila Anaknya mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi karena sudah diberikan penjelasan oleh petugas kesehatan sebelumnya. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi a.30 didapat 31 responden (63.29 dan diagram 4. Berobat ke bidan Memberi obat kampung Tidak akan melakukan imunisasi selanjutnya Tidak perlu khawatir karena sudah diberikan penjelasan oleh petugas kesehatan sebelumnya JUMLAH Frekuensi (f ) 17 1 0 31 49 Persentase ( % ) 34. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. 1 responden KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 74 . Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi Berobat ke bidan 35% 63% 2% 0% Tidak akan melakukan imunisasi selanjutnya Memberi obat kampung Dari tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.04% 0 63.69% 2. d. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. b.

31 dibawah ini.04 4.08 100 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 75 . dengan cara ibu tersebut memberikan pengertian dan mengantarkannya ke petugas kesehatan agar mendapat informasi tentang imunisasi lebih lanjut. Tindakan ibu jika menemukan ada ibu yang tidak mau melakukan imunisasi pada anaknya.6.32 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. 4. Jika Ditemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya. Memamksa si ibu sampai iya mau membawa anaknya ke posyandu untuk di imunisasi Mengunjungi si ibu memberikan pengertian betapa pentingnya pemberian imunisasi pada anak Mendatangi ibu dan menanyakan alasasn tidak mau melakukan imunisasi pada anak Member tahu ibu kalau imunisasi diberikan tiap bulan JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %) 0 0 b.04%) akan member obat kampong Hal ini mungkin dikarenakan adanya interaksi yang baik antara petugas kesehatan dengan masyarakan. Gambaran responden tindakan ibu jika menemukan ada ibu yang tidak mau melakukan imunisasi pada anaknya dapat dilihat pada tabel 4. Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 (2.87 c. 1 2 49 2. Tabel 4. 46 93. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya” di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.32 dan diagram 4. a. d.4.4.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. Tindakan ibu bila belum mengerti mengenai imunisasi dasar lengkap agar mengikuti penyuluhan yang diadakan oleh petugas kesehatan.33 dan diagram 4.31 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap” Penyuluhan penting untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan terpercaya.7.ibu yang belum mengerti tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap dapat dilihat pada tabel 4. Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Memamksa si ibu sampai iya mau membawa anaknya ke posyandu untuk di imunisasi 2% 4% 0% 94% Mengunjungi si ibu memberikan pengertian betapa pentingnya pemberian imunisasi pada anak 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 76 .32 dibawah ini.4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Ada Ibu. Jika Ditemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya. Gambaran responden tindakan ibu bila ada ibu. dengan penyuluhan masyarakat dapat memahami pentingnya imunisasi pada anak.4.

20 0 0 89.33 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Ibu.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya “ Imunisasi Dasar Lengkap” Apa Yang Ibu Lakukan Mengajak ibu posyandu 0% 0% 10% 90% Membiarkan saja Pura. Bila Ada Ibu. b.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya “ Imunisasi Dasar Lengkap” Apa Yang Ibu Lakukan a.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4. Bila Ada Ibu.pura tidak tahu KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 77 .32 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Ibu. c.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. d.pura tidak tahu Membiarkan saja Menjelaskan tentang pentingnya dan manfaat imunisasi dasar lengkap serta mengajaknya untuk ikut program imunisasi JUMLAH Frekuensi (f ) 5 0 0 44 49 Persentase ( % ) 10. Mengajak ibu posyandu Pura.79 100 Diagram 4.

4. Tabel 4.34 dan diagram 4. DPT.95 c. Bertanya pada dukun diman posyandu terdekat Segera mendatangi petugas kesehtan di puskesmas untuk mendapatkan pelayanan Bertanya kepada warga sekitar atau tetangga terdekat Datang kerumah sakit terdekat JUMLAH Frekuensi (f ) 0 48 Persentase (%) 0 97. BCG. d. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu a.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu” Tindakan ibu bila di daerah ibu tidak di temukan posyandu. agar ibu tersebut mendatangi puskesmas terdekat agar dapat memperoleh informasi mengenai imunisasi dasar lengkap diberikan pada anak umur dibawah 1 tahun diantaranya adalah imunisasi Hepatitis. Gambaran responden tindakan ibu bila di daerah ibu tidak ditemukan posyandu dapat dilihat pada tabel 4.4.34 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Campak.04 100 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 78 . Polio. 0 1 49 0 2.33 dibawah ini.8. b.

Apa Yang Ibu Lakukan Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu 2% 0% 0% 98% 4.35 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.71 0 100 Page 79 .4. Member vitamin untuk mencegah penyakit Memberikan makanan yang bergizi Memberikan imunisasi dasar lengkap Memberikan ramuan tradisional JUMLAH KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Frekuensi (f ) 2 4 43 0 49 Persentase ( %) 4. Apa Yang Ibu Lakukan Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak a.08 8. c.33 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.9. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak” Mencegah serangan penyakit pada anak dapat diberikan imunisasi di posyandu. Tabel 4. Gambaran responden tindakan ibu untuk mencegah penyakit pada anak dapat dilihat pada tabel 4.4.18 87.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. b.35 dan diagram 4. d.34 dibawah ini.

34 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.36 dan diagram 4.35 dibawah ini. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 80 .4.10. Gambaran responden tindakan ibu bila imunisasi dasar lengkap tidak cukup diberikan hanya dalam 1 (satu) kali dapat dilihat pada tabel 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali” Pemberian imunisasi tidak hanya sekali. Apa Yang Ibu Lakukan Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak Member vitamin untuk mencegah penyakit Memberikan makanan yang bergizi 88% Memberikan imunisasi dasar lengkap Memberikan ramuan tradisional 0% 4% 8% 4. tindakan ibu untuk mendapatkan hasil yang efektif imunisasi dilakukan secara berulang dan terjadwal.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.36 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Bila anak sehat ibu tidak akan membawa anak untuk di imunisasi lagi Akan membawa anak ke imunisasi kapan saja ibu suka Akan tetap mengikuti program/ jadwal imunisasi selanjutnya Cukup di imunisasi hanya 1 kali JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %) 0 0 49 0 49 0 0 100 0 100 Diagram 4. d. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Dalam 1(Satu) Kali a. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Dalam 1 (Satu) Kali 0% Bila anak sehat ibu tidak akan membawa anak untuk di imunisasi lagi Akan membawa anak ke imunisasi kapan saja ibu suka Akan tetap mengikuti program/ jadwal imunisasi selanjutnya 100% KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 81 . c. b.35 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

pendengaran.Pengetahuan mempunyai pengaruh sebagai motivasi awal bagi seseorang dalam perilaku.4.pengindraan terjadi melalui indra manusia yaitu indra penglihatan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.5. Rekapitulasi Gambaran Prilaku Responden Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi 4.2 38.pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan tindakan terhadap suatu objek tertentu. Tabel 4. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.4.1.8 0 100 Diagram 4.37 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 NO 1. rasa dan raba.36 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 0% PENGETAHUAN 39% 61% BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 82 .5.Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu. 2 3 PENGATAHUAN BAIK SEDANG KURANG JUMLAH FREKUENSI (f) 30 19 0 49 PRESENTASI (%) 61. Pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi di posyandu.

37.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.4. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 SIKAP 0% 22% 78% BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 83 . Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap stimulus atau objek.5.5 22.38 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 NO 1.manifestasi sikap tidak dapat dilihat langsung tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup.sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu.5 0 100 Diagram 4. 2 3 SIKAP BAIK SEDANG KURANG JUMLAH FREKUENSI (f) 38 11 0 49 PRESENTASI (%) 77.sikap ibu mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi di posyandu Tabel 4.2.

pelaku.4.7 14.tindakan ibu mengenai imunisasi dasar lengkap di posyandu Tabel 4.sebagai sebuah proses. Ada 3 anasirdalam tindakan:proses.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.39 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 NO 1.38.dan tujuan.tindakanya punya titik awal dan akhir.3. Tindakan adalah proses yang di jalani manusia sebagai pelaku dalam mencapai suatu tujuan.5.3 0 100 Diagram 4. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 TINDAKAN 0% 14% 86% BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 84 . Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tindakan adalah sesuatu perbuatan yang nyata yang diperlukan untuk mendukung suatu kondisi yang memungkinkan. 2 3 TINDAKAN BAIK SEDANG KURANG JUMLAH FREKUENSI (f) 42 7 0 49 PRESENTASI (%) 85.

40 dan diagram 4. Tabulasi Silang Karakteristik Dengan Perilaku Responden 4.29 30 .26 Sedang N 1 9 8 0 18 % 100 36 40 0 36.73 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 85 . Hal ini di karenakan seiring bertambahnya umur maka pola piker untuk berkembang dalam mengetahui akan bertambah didasarkan pada pengalaman.40 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pengetahuan No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 .4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin bertambahnya umur seseorang diharapkan semakin bertambahnya pengetahuan seseorang.1. Hubungan umur dengan pengetahuan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.39 >40 TOTAL 0 16 12 3 31 Baik % 0 64 60 100 63.6.6.4.39 dibawah ini.

39 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Umur Dengan Pengetahuan 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 < 20 Tahun 20 . Tabulasi silang antara umur dengan sikap responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.39 Tahun > 40 Tahun BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 0 responden (0%) berpengetahuan baik.40 dibawah ini KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 86 . kelompok umur 20-29 tahun 16 responden (64%) berpengetahuan baik.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan semakin bertambahnya umur maka akan disertai pula dengan peningkatan pengetahuannya. 4. karena sikap dapat berubah ketika seseorang dapat menyikapi suatu masalah dengan baik. kelompok umur 30-39 tahun 12 responden (60%) berpengetahuan baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) berpengetahuan baik.41 dan diagram 4. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Sikap Responden Semakin bertambah umur diharapkan dapat mempengaruhi sikap yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.4.2.29 Tahun 30 .6.

63 Sedang N 0 5 4 0 9 % 0 20 20 0 18.29 Tahun 30 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.39 >40 TOTAL 1 20 16 3 40 Baik % 100 64 60 100 81.36 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL Diagram 4.40 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Umur Dengan Sikap 25 20 15 10 5 0 < 20 Tahun 20 .29 30 .39 Tahun > 40 Tahun BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 87 .41 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Sikap No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 .

39 >40 TOTAL 1 21 18 3 43 Baik % 100 84 90 100 87. kelompok umur 20-29 tahun 20 responden (64%) bersikap baik. Ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan semakin bertambah umur seseorang maka akan semakin baik sikapnya terhadap bayi. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Tindakan Responden Semakin bertambahnya umur seseorang diharapkan semakin baik dalam menerapkan tindakan dalam kehidupan sehari.4.29 30 .42 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 . Tabulasi silang antara umur dengan tindakan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 37 dan diagram 37 dibawah ini Tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 1 responden (100%) bersikap baik.hari. 4.24 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 88 . kelompok umur 30-39 tahun 16 responden (60%) bersikap baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) bersikap baik.3. dimana semakin dewasa pola piker seseorang akan bertambah baik dan mengerti apa yang harus dilakukannya.71 Sedang N 0 4 2 0 6 % 0 16 10 0 12.6.

4. Pendidikan yang baik dan terarah akan membuat seseorang memilikitingkat pengetahuan dan kualitas yang berpikir yang rasional sehingga pendidikan dapat menyokong pengatahuan yang lebih baik. Tabulasi silang antara KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 89 .4. Ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan semakin bertambah umur seseorang maka akan semakin baik tindakannya.6.29 Tahun 30 .41 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Umur Dengan Tindakan 25 20 15 10 5 0 < 20 Tahun 20 .Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin tinggi pendidikan seseorang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan yang lebih baik. kelompok umur 2029 tahun 21 responden (84%) mempunyai tindakan baik. 4. kelompok umur 30-39 tahun 18 responden (90%) mempunyai tindakan baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) mempunyai tindakan baik terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.39 Tahun > 40 Tahun BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 1 responden (100%) mempunyai tindakan baik.

43.7 50 25 20 40.82 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 12 12 20 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL Diagram 4.3 50 75 80 59.42 dibawah ini Tabel 4.43 dan diagram 4.18 Sedang N 8 6 5 1 20 % 66. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pengetahuan No Pendidikan N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 4 6 15 4 29 Baik % 33.42 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pendidikan Dengan Pengetahuan 16 14 12 10 8 6 4 2 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 90 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 pengetahuan dengan pendidikan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.

5.7 85 100 77.44 dan diagram 4.55 Sikap Sedang N 4 4 3 0 11 % 33. Tabel 4.7 66. pendidikan SMA sebanyak 15 responden (75%) berpengetahuan baik dan pendidikan S1 sederajat sebanyak 4 responden (80%) berpengetahuan baik. Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Sikap Responden Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang diharapkan dapat membawa perubahaan pada sikap yang lebih baik dengan contoh seseorang yang memiliki tingkat pendidikan dapat mengatur kesehatan anaknya dengan sering mengikuti program-program yang diadakan di posyandu. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi pula pengetahuannya.45 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 12 12 20 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 91 . Hubungan tingkat pendidikan dengan sikap responden mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat di lihat pada tabel 4.6. pendidikan SMP sebanyak 6 responden (50%) berpengetahuan baik.43 dibawah ini. 4.44 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No Pendidikan Baik N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 8 8 17 5 38 % 66.3 15 0 22.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD sebanyak 4 responden (33%) berpengetahuan baik.4.3 33.

43 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pendidikan Dengan Sikap 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD 8 responden (66.hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat tindakan dapat dilihat pada tabel 4. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin baik sikapnya terhadap bayi.6. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 92 .45 dan diagram 4.6.44 dibawah ini.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.7%) bersikap baik.4. pendidikan SMP 8 responden (66. 4.contohnya dalam memberikan tindakan mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi.Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Tindakan Responden Semakin tinggi tingkat pendidikan diharapkan lebih baik tindakan yang di lakukan.7%) bersikap baik. pendidikan SMA 17 responden (85%) bersikap baik dan pendidikan S1 sederajat 5 responden (100%) bersikap baik.

71 Sedang N 4 2 1 0 7 % 36.29 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 11 12 21 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL Diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.44 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pendidikan Dengan Tindakan 25 20 15 10 5 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 93 .7 4.8 0 14.3 95.2 100 85.6 83.45 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan No Pendidikan N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 7 10 20 5 42 Baik % 63.4 16.

4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD 7 responden (63.1 100 79. pendidikan SMA 20 responden (95.46.41 Kurang N 0 0 0 % 0 0 0 48 1 49 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 94 .2%) memiliki tindakan yang baik dan pendidikan S1 sederajat 5 responden (100%) memiliki tindakan yang baik.46 dan diagram 4.9 0 20. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Pengetahuan Responden Untuk informasi tabulasi silang pengetahuan responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pengetahuan No Agama N 1 2 Islam Kristen TOTAL 38 1 39 Baik % 79.45dibawah ini.4. pendidikan SMP 10 responden (83.7. Tabel 4.6.59 Sedang N 10 0 10 % 20.6%) memiliki tindakan yang baik. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin baik tindakannya terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi.3%) memiliki tindakan yang baik.

4.45 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Agama Dengan Pengetahuan 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan tingkat pengetahuan yang baik sedangkan responden yang beragama Islam sebesar 38 (79.4.8.46 dibawah ini.6.1%) adalah kelompok yang mempunyai tingkat pengetahuan baik.47 dan diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Sikap Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 95 . Dari hasil tersebut maka tidak ada kecenderungan hubungan agama responden dengan tingkat pengetahuan.

63 Sikap Sedang N % 9 18. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 96 . Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan agama responden dengan sikap. Sedangkan yang beragama Islam sebesar 39 responden (81.75 0 0 9 18.37 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 TOTAL 48 1 49 100 100 100 Islam Kristen TOTAL Diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.25%) adalah kelompok yang mempunyai sikap yang baik.47 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 Agama N 39 1 40 Baik % 81.46 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Agama Dengan Sikap 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar dengan 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan sikap yang baik.25 100 81.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 97 .48 dan diagram 4.5 1 100 7 14. Tabel 4.5%) adalah kelompok yang mempunyai sikap sedang.6.9.71 Tindakan Sedang N % 6 12.48 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 Agama N 42 0 42 Baik % 87.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.47. Sedangkan yang beragama Islam dengan 6 responden (12. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Agama Dengan Tindakan 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar dengan 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan tindakan yang sedang.4.5 0 85.47 dibawah ini.29 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 TOTAL 48 1 49 100 100 100 Islam Kristen TOTAL Diagram 4. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Tindakan Responden Untuk informasi tabulasi silang tindakan responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4.

1 18 41.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin baik tingkat pekerjaan seseorang diharapkan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik.48 dibawah ini. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Pekerjaan IRT GURU WIRASWASTA TOTAL Pengetahuan Baik Sedang N % N % 25 58. Hubungan pekerjaan dengan pengatahuan dapat dilihat pada tabel 4.9 4 100 0 0 1 30 50 61.49.49 dan diagram 4.4.22 1 19 50 38. Tabel 4.hal ini dikarenakan pekerjaan dapat memberikan pengetahuan tambahan dimana tempat seseorang bekerja.48 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pekerjaan Dengan Pengetahuan 30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 98 .78 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 43 4 2 49 100 100 100 100 Diagram 4.10.6.

55 Sedang N 10 0 1 11 % 23. Tabel 4.hal ini dikarenakan sikap seseorang dapat didasari pergaulan itulah seseorang akan mengerti sikap yang diambilnya.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan guru yang mempunyai pengetahuan baik.7 100 50 77. Hubungan antara pekerjaan dan sikap responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Sikap Responden Semakin baik tingkat pekerjaan seseorang diharapkan memiliki sikap yang lebih baik.11. 4.6.49 dibawah ini. Hal ini disebabkan karena pendidikan Guru lebih tinggi dari wiraswasta dan ibu rumah tangga sehingga memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar lengkap.50 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Sikap No Pekerjaan N 1 2 3 IRT GURU WIRASWASTA TOTAL 33 4 1 38 Baik % 76.45 Kurang N 0 0 0 0 % 0 0 0 0 43 4 2 49 100 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 99 .50 dan diagram 4.3 0 50 22.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.49 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pekerjaan Dengan Sikap 35 30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan guru mempunyai sikap baik. Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Tindakan Responden Semakin baik pekerjaan diharapkan memiliki arahan yang lebih baik. 33 responden (76.51 dan diagram 4.7%) kelompok ibu rumah tangga mempunyai sikap baik. Hubungan antara pekerjaan dan tindakan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.50 dibawah ini. Ini menunjukan bahwa pekerjaan sebagai guru dan ibu rumah tangga mempunyai hubungan komunikasi sosial relative baik sehingga berpengaruh terhadap sikapnya.12. 4.6. 1 responden (50%) kelompok wiraswasta mempunyai sikap baik.4.hal ini didasari pada pekerjaan yang baik membawa perubahan social ekonomi yang lebih baik dan berujung pada besarnya penghasilan yang didapat sehingga seseoranag akan lebih cermat dalam memberikan tindakan yang terbaik khususnya dalam berprilaku mengikuti program imunisasi. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 100 .

37 responden (86%)kelompok ibu rumah tangga mempunyai tindakan baik dan 1 responden (50%) kelompok wiraswasta mempunyai tindakan baik terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi.71 Tindakan Sedang N % 6 14 0 0 1 50 7 14.50 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pekerjaan Dengan Tindakan 40 35 30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan sebagai guru mempunyai tindakan baik. Hal ini menunjukan bahwa tidak adanya hubungan tindakan responden dengan pekerjaan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.51 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Pekerjaan IRT GURU WIRASWASTA TOTAL N 37 4 1 42 Baik % 86 100 50 85. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 101 .29 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 43 4 2 49 100 100 100 100 Diagram 4.

4. Tabulasi Silang Suku Responden Dengan Pengetahuan Responden Untuk informasi tabulasi silang pengatahuan responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.3 75 0 61. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Suku Dengan Pengetahuan 25 21 20 15 15 10 5 0 0 JAWA BATAK BANJAR 9 BAIK SEDANG KURANG 3 0 0 1 0 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 102 .13.7 3 25 1 19 100 38.52 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 21 9 0 30 Baik % 58.22 Pengetahuan Sedang N % 15 41.52 dan diagram 4.51 dibawah ini.6.78 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100 Diagram 4.51.

53 dan diagram 4.45 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100 Diagram 4. Tabel 4.4. Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan pengetahuan.55 Sikap Sedang N % 10 27.2 91.52 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Suku Dengan Sikap 30 25 20 15 10 5 0 JAWA BATAK BANJAR BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 103 .52dibawah ini.3%) kelompok suku Jawa adalah kelompok yang mempunyai pengetahuan yang baik. 4.4 0 11 0 22.8 1 8.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 9 responden (75%) kelompok suku Batak dan 21 responden (58.53 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 26 11 1 38 Baik % 72.6.14.6 100 77. Tabulasi Silang Suku Responden Dengan Sikap Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4.

4 1 7 100 14.15.71 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100 Diagram 4.1 91.6.54 dan diagram 4. Tabel 4. Tabulasi Silang suku Responden Dengan Tindakan Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4.6%) kelompok suku Batak dan 26 responden (72.hal ini berati tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan sikap.29 No 1 2 3 Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 31 11 0 42 Baik % 86. 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa 1 responden (100%) kelompok suku Banjar sebesar.6 0 85.9 1 8.53 dibawah ini.53 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Suku Dengan Tindakan 35 30 25 20 15 10 5 0 JAWA BATAK BANJAR BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 104 .2%) kelompok suku Jawa yang mempunyai sikap pengetahuan baik.54 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan Sedang N % 5 13. 11 responden (91.4.

1%) kelompok suku Jawa adalah kelompok yang mempunyai tindakan baik. Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan tindakan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok suku Batak sebesar 11 responden (91. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 105 .6%). dan 31 responden (86.

Karakteristik a. Pendidikan : Ditemukan bahwa pendidikan responden tertinggi kedalam pendidikan sedang sebanyak 22 responden (44. Suku : Ditemukan bahwa kelompok suku responden tertinggi adalah Jawa sebanyak 36 responden (73. e.1. b.4 %). d. Rekapitulasi Prilaku : a. Umur : Ditemukan bahwa kelompok umur produktif (20 – 29 tahun) adalah jumlah terbanyak yakni 24 responden (48. Kesimpulan Dari penelitian yang dilakukan dan data yang diperoleh di Desa Sei Alim Ulu berdasarkan hasil pengambilan kuisioner yang dilakukan di dapat : 1. Agama : Ditemukan bahwa kelompok agama Islam adalah jumlah terbanyak yakni 48 responden (97. c.7 %). Pekerjaan : Ditemukan bahwa kelompok pekerjaan responden tertinggi adalah IRT sebanyak 43 responden (87.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 2. Pengetahuan : Di temukan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 106 .8 %).9 %).99 %).

sikap. b. Sikap : Di temukan bahwa sikap masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara. sikap. maka terdapat kecenderungan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 107 . memiliki pengetahuan baik yaitu 30 responden (61.5 %). dan tindakannya. Jenis pekerjaan IRT merupakan kelompok dengan tingkat persentasi tertinggi (87.7 %). dan tindakannya. c.7 %). Dan persentase tindakkan baik terendah adalah wiraswasta (50 %). sedangkan sikap baik terendah adalah wiraswasta (50 %).GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Sedangkan untuk sikap baik persentasi tertinggi adalah IRT (76. Berdasarkan hasil tabulasi silang (Hubungan Prilaku Dengan Karakteristik Responden) ditemukan bahwa : a. Tabulasi silang (Hubungan Prilaku Dengan Karakteristik Responden). b. Untuk tindakan baik dengan persentasi terbesar adalah IRT (86 %).08 %). sedangkan terendah adalah wiraswasta (4. Tidak terdapat kecenderungan bahwa agama seseorang akan berpengaruh terhadap pengetahuan. memiliki pengetahuan baik yaitu 38 responden (77. 3. memiliki pengetahuan baik yaitu 42 responden (85.7 %).2 %). Tidak terdapat kecenderungan bahwa bertambah umur seseorang akan semakin baik pula pengetahuan. Tindakan : Di temukan bahwa tindakan masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara. c.

sikap dan tindakan d.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 bahwa jenis pekerjaan seseorang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan. Bagi masyarakat Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Mengingat bahwa sebagian besar responden adalah mayoritas suku Jawa. Dengan demikian dapat kami sarankan : 1. 5. serta klasifikasi suku responden sebagian besar adalah suku Jawa. berpendidikan SMA maka fungsi dan peran tokoh pemuka adat dan kader– kader posyandu dapat digunakan sebagai salah satu alternatif didalam menyampaikan pesan – pesan kesahatan khususnya materi Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 Bulan. 2. agama sebagian besar responden adalah Islam. Saran Berdasarkan data karekteristik responden ditemukan bahwa umur responden adalah golongan usia produktif. Tidak ada kecenderungan bahwa suatu suku dapat berpengaruh terhadap pengetahuan. Penyuluhan dilakukan oleh petugas kesehatan dan diupayakan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 108 . e. pekerjaan sebagian besar adalah IRT dengan klasifikasi pendidikan tinggi. sikap dan tindakannya. sikap dan tindakan. Sehingga dengan demikian seluruh masyarakat termotifasi untuk melakukan hal yang sama.2. Ada kecenderungan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin baik tingkat pengetahuan. berkala dengan tata cara pelaksanaan sebagai berikut : saat pendaftaran ibu diberi brosur/ leaflet tentang Imunisasi Dasar Lengkap untuk selanjutnya pada pelayanan meja 4 akan dilakukan penyuluhan massal bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi umur 011 bulan setelah mengetahui jumlah seluruh bayi hadir sesuai daftar yang ada. Bagi Puskesmas Air Batu kecamatan Air Batu Mengadakan penyuluhan tentang imunisasi pada setiap pelaksanaan kegiatan di posyandu secara massal.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 sedemikian rupa agar menarik ibu. Keseluruhan dari pada upaya tersebut dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan instansi yang terkait dengan kesehatan dan perusahaan – perusahaan khususnya bergerak dibidang kesehatan. misalnya : media audio visual. Pendanaan untuk kegiatan tersebut dapat diperoleh melalui cara pendekatan kepada perusahaan perkebunan terdekat. dan donator lain. b) Mengadakan berbagai kegiatan perlombaan misanya : bayi sehat. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 109 . kader teladan. poster. Posyandu teladan. dan lain– lain. gambar-gambar akibat dari tidak mendapat imunisasi yang diambil dari internet. pihak kecamatan. tenaga kesehatan teladan. 3. Dengan adanya bangunan khusus Posyandu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas diharapkan akan dapat memotivasi masyarakat khususnya ibu–ibu yang mempunyai balita untuk dapat memanfaatkannya dengan sebaik–baiknya. Bagi Pemerintahan Desa a) Menyediakan lokasi atau lahan. bangunan khusus posyandu yang dilengkapi dengan fasilitas bermain bagi anak–anak dimana berasal dari swadaya masyarakat yang dibantu oleh pemerintah desa dan sponsor.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->