Anda di halaman 1dari 109

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI

ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 .

Latar Belakang Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehatan bangsa, sebab

anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Berdasarkan alasan tersebut, masalah kesehatan anak diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa. Angka kematian bayi menjadi indikator pertama dalam menetukan derajat kesehatan anak karena merupakan cerminan dari status kesehatan anak saat ini. Setiap tahun lahir 130 juta anak di dunia, 91 juta diantaranya lahir di Negara yang sedang berkembang. Pada tahun 1974, cakupan vaksinasi baru mencapai 5% sehingga dilaksanakan imunisasi global yang disebut ekstended program on immunization (EPI) dan saat ini cakupan meningkat hampir setiap tahun, minimal 3 juta anak dapat terhindar dari kematian dan sekitar 750 ribu anak terhindar dari cacat. Namun demikian, satu dari 4 orang anak masih belum mendapatkan vaksinasi dan 2 juta meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. WHO mencatat sebanyak 4,5 juta kematian dari 10,5 juta pertahun terjadi akibat penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi. Seperti

Pneumococcus (28%), Campak (21%), Tetanus (18%), Rotavirus penyebab diare (16%), dan Hepatitis B (16%). Dari data WHO ini diperkirakan setidaknya 50% angka kematian di indonesia bisa dicegah dengan imunisasi dan indonesia

termasuk sepuluh besar negara dengan jumlah terbesar anak tidak tervaksinasi (WHO, 2010). Pada saat ini imunisasi sendiri sudah berkembang cukup pesat ini terbukti dengan menurunnya angka kesakitan dan angka kematian bayi. Angka kesakitan bayi menurun 10% dari angka sebelumnya, sedangkan angka kematian bayi menurun 5% dari angka sebelumnya 1,7 Juta kematian setiap tahunnya di Indonesia (DepKes RI, 2010).
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 1

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Cakupan imunisasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga pada tahun 2010 cakupan imunisasi dasar di Indonesia sudah mencapai 93,61%. Secara nasional jumlah desa di seluruh indonesia yang sudah mencapai UCI sebanyak 75,31%. Angka droup out terendah cakupan imunisasi DPT Hb1-Campak pada bayi tahun 2006-2010 adalah propinsi Jambi, DI Yogyakarta dan Bengkulu. Di Provinsi Sumatera Utara sendiri cakupan imunisasi dasar mencapai 93,28%. Dan sebanyak 69,26% dari seluruh desa di Sumatera Utara yang sudah mencapai UCI. Cakupan imunisasi dasar Kabupaten Asahan sudah mencapai 82,84% dari seluruh kecamatan. Ini membuktikan bahwa cakupan imunisasi di Kabupaten Asahan sudah berhasil mencapai UCI (Dinas Kesehatan RI, 2010). Ketidakpatuhan pemberian imunisasi untuk pemberian vaksin yang diberikan hanya satu kali saja atau vaksin yang daya perlindungannya panjang seperti vaksin BCG, maka keterlambatan dari jadwal imunisasi yang telah disepakati akan mengakibatkan meningkatnya resiko tertular oleh penyakit yang ingin dihindari. Anak sakit atau penyakit pada anak hendaknya dipertimbangkan sebagai suatu kontraindikasi untuk pemberian imunisasi yang layak, terkecuali dalam keadaan tertentu. Anak yang belum mendapatkan imunisasi yang sesuai dengan dosis yang disarankan tetap menjadi masalah besar dan hendaknya dilakukan upaya tertentu untuk melengkapi tiap seri imunisasi dan kurun usia yang disarankan (BKKBN, Cit Abhidya, 2005) Program imunisasi diberikan bertujuan untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya, dengan begitu pemberian imunisasi harus dilakukan sedini mungkin karena dengan imunisasi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Adapun yang menjadi target program imunisasi ini adalah balita, hal ini dikarenakan pada balita sistem kekebalan tubuh masih belum berkembang sempurna sehingga menyebabkan balita lebih rentan terhadap penyakit. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Perkembangan dan pertumbuhan di masa itu menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya (Dinas Kesehatan RI, 2010).
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 2

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Menurut Azwar Azrul (1999 ), Imunisasi dapat diperoleh di pos pelayanan terpadu (Posyandu), di puskesmas, di rumah sakit bersalin, Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) atau rumah sakit pemerintah, di praktek dokter atau bidan atau rumah sakit swasta. Sehingga dapat mempermudah orang tua untuk mendapatkan pelayanan imunisasi itu sendiri. Oleh karena itu, orang tua sebagai orang yang bertanggung jawab atas kesehatan dan masa depan anaknya haruslah memperhatikan imunisasi anaknya sebagai perlindungan dini bagi anak dari penyakit infeksi. Dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi hambatan pemenuhan imunisasi anak meliputi usia ibu dan anak, ekonomi dan sosial, pendidikan dan pengetahuan, jarak antara posyandu dengan tempat tinggal. Sedangkan karakteristik pelayanan kesehatan meliputi kurangnya informasi dari petugas kesehatan, kurangnya informasi mengenai tujuan di berikan imunisasi, masalah transportasi dan kemudahan akses ke tempat pelayanan kesehatan. Di Kecamatan Air Batu wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdapat 6 (enam) desa, dimana setiap desa memiliki posyandu, total posyandu di wilayah kerja puskesmas Air Batu berjumlah 28 posyandu. Berdasarkan data per Desember 2012 di Desa Sai Alim Ulu terdapat 137 bayi yang datang ke

posyandu, di Desa Pulahan terdapat 39 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Batu I/II terdapat 59 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Batu III/IX terdapat 34 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Teluk Hesa terdapat 49 bayi yang datang ke posyandu, dan di Desa Pinang Ripan terdapat 54 bayi yang datang ke posyandu.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 3

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Data cakupan imunisasi per-Maret di Desa Sei Alim Ulu:


No. Jenis Imunisasi 2011 1 2 3 4 5 BCG Cakupan Pemberian Imunisasi 2012 2013

Data per-Maret 2012 cakupan pemberian BCG mencapai 36.2 %, Hepatitis B 24.5 %, DPT-HB 1 28.4 %, DPT-HB 2 23.5 %, DPT-HB 3 23.5 %, Polio 1 36.2 %, Polio 2 28.4 %, Polio 3 23.5 %, Polio 4 23.5 %, Campak 20 %. Data per-Maret 2013 cakupan pemberian BCG mencapai 18.6 %, Hepatitis B 28.4 %, DPT-HB 1 27.4 %, DPT-HB 2 37.2 %, DPT-HB 3 46 %, Polio 1 18.6 %, Polio 2 27.4 %, Polio 3 36.2 %, Polio 4 36.2 %, Campak 22.5 % Berdasarkan uraian data diatas, Desa Sei Alim Ulu termasuk desa dengan kunjungan posyandu terbanyak namun terlihat penurunan yang signifikan pada cakupan pemberian BCG dan Polio 1 yang hanya mencapai 18.6 % pada Maret 2013. Dengan demikian peneliti merasa tertarik untuk meneliti gambaran perilaku ibu-ibu yang memiliki anak 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap yang menyebabkan terjadinya penurunan, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemberian imunisasi berikutnya.

1.2 .

Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan

masalah sebagai berikut Perilaku Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Usia 0-11 Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 4

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

1.3 .

Tujuan Penelitian Tujuan Umum

1.3.1 .

Dalam penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengetahui gambaran perilaku ibu tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu tahun 2013. 1.3.2. Tujuan Khusus Adapun yang menjadi tujuan khusus dalam penelitian ini adalah : 1. Mengetahui gambaran karakteristik ibu (Umur, Agama, suku, Pendidikan dan Pekerjaan) mengenai pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. 2. Mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. 3. Mengetahui gambaran sikap ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. 4. Mengetahui gambaran tindakan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. 5. Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur, Agama, suku, Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. 6. Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur, Agama, suku, Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat sikap ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di wilayah kerja Posyandu Puskesmas Air Batu. 7. Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur, Agama, suku, Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat tindakan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. 1.4. Manfaat Penelitian Adapun beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Bagi Peneliti

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 5

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Sebagai proses pembelajaran dalam melakukan penelitian dan menerapkan pengetahuan teoritis pada kenyataan yang ada di masyarakat. 2. Bagi Puskesmas Air Batu Sebagai bahan acuan dalam pengembangan program imunisasi pada bayi usia 0 11 bulan di posyandu-posyandu yang berada dalam pengawasan puskesmas Air Batu. 3. Bagi Pemerintah Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi yang berharga untuk menyusun kerjasama lintas program dengan instansi terkait dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya melalui Puskesmas. 4. Bagi Masyarakat Kecamatan Air Batu Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan masyarakat khususnya mengenai program-program imunisasi di posyandu sehingga dapat memahami pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Perilaku Menurut ahli perilaku, Skinner(1979), mengemukakan bahwa perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang dengan tanggapan. Sedangkan menurut Noto Atmodjo (1997) yang di maksud dengan perilaku adalah suatu respon organisme terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut, respon ini dapat berbentuk 2 macam: 1. Bentuk pasif yaitu terjadi di dalam individu dan tidak dapat langsung di lihat oleh orang lain. Perilakunya sendiri terselubung di sebut covert behavior. 2. Bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu jelas dapat di observasi secara langsung. Perilaku ini sudah nampak dalam bentuk tindakan di sebut over behavior.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 6

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Menurut Green (1980) menganalisis bahwa perilaku manusia berasal dari tingkat kesehatan dimana dipengaruhi oleh dua faktor pokok yaitu faktor perilaku dan faktor diluar perilaku. Selanjutnya perilaku itu sendiri terbentuk jadi tiga faktor yaitu: 1. Faktor predisposisi merupakan faktor antesenden terhadap perilaku yang menjadi dasar motivasi bagi pelaku, yang masuk dalam faktor ini adalah pengetahuan, sikap, kepercayaan dan nilai. 2. Faktor pendukung adalah faktor antesenden terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana. Faktor ini terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas misalnya puskesmas. 3. Faktor yang memperkuat adalah faktor penyerta yang datang sesudah perilaku, memberikan ganjaran intensif atau hukuman atas perilaku dan berperan sebagai menetap atau hilangnya perilaku itu. Termasuk dalam faktor ini adalah manfaat sosial, jasmani, ganjaran nyata ataupun tidak nyata (Soekidjo:1993) 2.1.1. Konsep Prilaku Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan organisme yang bersangkutan. Jadi pada hakikatnya perilaku manusia adalah aktifitas dari pada manusia itu sendiri, yang mempunyai bentangan yang luas, mencakup berjalan, berbicara, berpakaian, dan sebagainya. Bahkan kegiatan internal seperti berfikir, persepsi dan emosi juga merupakan perilaku manusia. 2.1.2. Pengetahuan Pengetahuan adalah seluruh pemikiran, gagasan, ide, konsep dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya termasuk manusia dan kehidupannya. Pengatahuan mencakup penalaran, penjelasan dan pemahaman manusia tentang segala sesuatu, termasuk praktek atau kemauan teknis dalam memecahkan berbagai persoalan hidup yang belum dibuktikan secara sistematis (Azwar : 1996). 2.1.3. Sikap
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 7

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu, sikap positif, kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan obyek tertentu. Sedangkan sikap negative kecenderungan menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai obyek tertentu (Sarlito Wirawan Sarwono 2009:1994) Menurut Azwar sikap adalah tiga kerangka pemikiran : 1. Kerangka pemikiran yang diwakili oleh para ahli psikologis seperti Louis Thurstone, Rensislikert dan Charles Osgout menurut mereka sikap adalah suatu obyek perasaan mendukung (favorable) maupun perasaan tidak mendukung (unfavorable) pada obyek tersebut. 2. Kerangka pemikiran ini diwakili oleh ahli seperti Chip, Bogardus, Lavierre, Mead dan Gordon Allfored. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek dengan cara-cara tertentu dapat dikatakan bahwa kesiapan yang dimaksudkan merupakan kecenderungan yang potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu apa bila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya respon. 3. Kelompok pemikiran ini adalah berorientasi pada skema triadic (triadic schema), menurut pemikiran ini sikap merupakan kostelasi komponen kognitif afektif dan kognatif yang saling berinteraksi didalam memahami, merasakan dan berperilaku terhadap suatu obyek. 2.1.4. Tindakan Tindakan adalah proses yang dijalani manusia sebagai pelaku dalam mencapai suatu tujuan. Ada tiga anasir dalam tindakan : proses, pelaku dan tujuan. Sebagai sebuah proses, tindakannya punya titik awal dan titik akhir.

2.2.

Konsep Imunisasi

2.2.1. Definisi imunisasi Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Jadi Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh manusia. Sedangkan kebal adalah
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 8

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

suatu keadaan dimana tubuh mempunyai daya kemampuan mengadakan pencegahan penyakit dalam rangka menghadapi serangan kuman tertentu. Kebal atau resisten terhadap suatu penyakit belum tentu kebal terhadap penyakit lain. (Depkes RI, 1994) Dalam ilmu kedokteran, imunitas adalah suatu peristiwa mekanisme pertahanan tubuh terhadap invasi benda asing hingga terjadi interaksi antara tubuh dengan benda asing tersebut. Adapun tujuan imunisasi adalah merangsang sistim imunologi tubuh untuk membentuk antibody spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). (Musa, 1985) Departemen Kesehatan RI (2004), menyebutkan imunisasi adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pemberian vaksin pada tubuh seseorang sehingga dapat menimbulkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Menurut Supartini (2004) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dasar adalah

1. Tuberkulosis 2. Difteria 3. Pertusis 4. Tetanus 5. Poliomielitis 6. Campak 7. Hepatitis 2.2.2. Program Imunisasi Di Indonesia, program imunisasi telah dimulai sejak abad ke 19 untuk membasmi penyakit cacar di Pulau Jawa. Kasus cacar terakhir di Indonesia ditemukan pada tahun 1972 dan pada tahun 1974 Indonesia secara resmi dinyatakan Negara bebas cacar. Tahun 1977 sampai dengan tahun 1980 mulai diperkenal kan imunisasi BCG, DPT dan TT secara berturut-turut untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit TBC anak, difteri, pertusis dan tetanus neonatorum. Tahun 1981 dan 1982
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 9

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

berturut-turut mulai diperkenalkan antigen polio dan campak yang dimulai di 55 buah kecamatan dan dikenal sebagai kecamatan Pengembangan Program Imunisasi (PPI). (Depkes RI, 2000) Pada tahun 1984, cakupan imunisasi lengkap secara nasional baru mencapai 4%. Dengan strategi akselerasi, cakupan imunisasi dapat ditingkatkan menjadi 73% pada akhir tahun 1989. Strategi ini terutama ditujukan untuk memperkuat infrastruktur dan kemampuan manajemen program. Dengan bantuan donor internasional (antara lain WHO, UNICEF, USAID) program berupaya mendistribusikan seluruh kebutuhan vaksin dan peralatan rantai dinginnya serta melatih tenaga vaksinator dan pengelola rantai dingin . Pada akhir tahun 1989, sebanyak 96% dari semua kecamatan di tanah air memberikan pelayanan imunisasi dasar secara teratur. (Abednego, 1997) Dengan status program demikian, pemerintah bertekad untuk mencapai Universal Child Immunization (UCI) yaitu komitmen

internasional dalam rangka Child Survival pada akhir tahun 1990. Dengan penerapan strategi mobilisasi social dan pengembangan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), UCI ditingkat nasional dapat dicapai pada akhir tahun 1990. Akhirnya lebih dari 80% bayi di Indonesia mendapat imunisasi lengkap sebelum ulang tahunnya yang pertama. (Depkes RI, 2000) 2.2.3. Tujuan pemberian imunisasi Tujuan pemberian imunisasi adalah 1. Tujuan jangka pendek Untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan seseorang terkena penyakit berbahaya yang menular. 2. Tujuan jangka panjang Imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan serta kecacatan yang disebabkan oleh PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) (IDAI, 2001).

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 10

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Menurut Depkes RI (2001), tujuan pemberian imunisasi adalah untuk mencegah penyakit dan kematian bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh wabah yang sering muncul. Pemerintah Indonesia sangat mendorong pelaksanaan program imunisasi sebagai cara untuk

menurunkan angka kesakitan, kematian pada bayi, balita/ anak-anak pra sekolah. Untuk tercapainya program tersebut perlu adanya pemantauan yang dilakukan oleh semua petugas baik pimpinan program, supervisor dan petugas imunisasi vaksinasi. Tujuan pemantauan menurut Azwar (2003) adalah untuk mengetahui sampai dimana keberhasilan kerja, mengetahui permasahan yang ada. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbaiki program. Hal-hal yang perlu dilakukan pemantauan (dimonitor) sebagaimana disebutkan oleh Sarwono (1998) adalah Pemantauan ringan adalah memantau hal-hal sebagai berikut apakah pelaksanaan pemantauan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, apakah vaksin cukup tersedia, pengecekan lemari es normal, hasil imunisasi dibandingkan dengan sasaran yang telah ditetapkan, peralatan yang cukup untuk penyuntikan yang aman dan steril, apakah diantara 6 penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dijumpai dalam seminggu. Cara memantau cakupan imunisasi dapat dilakukan melalui cakupan dari bulan ke bulan dibandingkan dengan garis target, dapat digambarkan masing-masing desa. Untuk mengetahui keberhasilan program dapat dengan melihat seperti, bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat antara 75-100% dari target, berarti program sangat berhasil. Bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat antara 50-75% dari target, berarti program cukup berhasil dan bila garis pencapaian dalam 1 tahun dibawah 50% dari target berarti program belum berhasil. Bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat dibawah 25% dari target berarti program sama sekali tidak berhasil. Untuk tingkat kabupaten dan provinsi, maka
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 11

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

penilaian diarahkan pada penduduk tiap kecamatan dan kabupaten. Disamping itu, pada kedua tingkat ini perlu mempertimbangkan pula memonotoring evaluasi pemakaian vaksin. (Notoatmodjo, 2003). 2.2.4. Macam-macam imunisasi dasar 1. Imunisasi BCG a. Imunisasi dan jenis imunisasi Pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menimbulkan

kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Imunisasi BCG mengandung kuman BCG (Bacilus Calmette Guerin) yang masih hidup. Jenis kuman TBC ini telah dilemahkan. b. Cara imunisasi Pemberian imunisai BCG sebaiknya dilakukan ketika bayi baru lahir sampai usia 12 bulan, tetapi sebaiknya pada usia 0-2 bulan. c. Reaksi samping Biasanya setelah suntikan BCG bayi tidak menderita demam, bila demam setelah imunisasi BCG umumnya disebabkan keadaan lain. Untuk hal ini dianjurkan agar berkonsultasi ke dokter. Umumnya pada imunisasi BCG efek samping jarang dijumpai, mungkin terjadi pembengkakan getah bening setempat yang terbatas dan biasanya menyembuhkan sendiri walaupun lambat. d. Kontraindikasi Tidak ada larangan untuk melakukan imunisasi BCG kecuali pada anak yang berpenyakit TBC atau menunjukkan uji manthoex positif, sakit kulit luas (Markum, 1997). 2. Imunisasi DPT a. Imunisasi dan jenis imunisasi Manfaat pemberian imunisasi ini adalah untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu bersamaan terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus. b. Cara imunisasi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 12

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Imunisasi dasar DPT diberikan 3 kali, sejak berusia 2 bulan dengan selang waktu antara dua penyuntikan minimal 4 minggu. c. Reaksi samping Reaksi yang mungkin terjadi biasanya demam ringan,

pembengkakan dan rasa nyeri di tempat penyuntikan selama 1-2 hari. Kadang-kadang terdapat akibat efek samping seperti demam tinggi atau kejang biasanya disebabkan unsur pertusis, bila hanya diberikan DP (Difteri dan Tetanus) tidak akan menimbulkan efek samping demikian. d. Kontraindikasi Imunisasi DPT tidak boleh diberikan kepada anak yang sakit parah dan anak yang menderita kejang demam kompleks. Tidak boleh diberikan pada anak batuk yang diduga menderita batuk rejan pada tahap awal atau pada penyakit gangguan kekebalan (defisiensi imun), sakit batuk, pilek, demam atau diare yang sifatnya ringan bukan merupakan kontraindikasi yang mutlak (Markum, 1997).

3. Imunisasi campak (Morbili) a. Imunisasi dan jenis imunisasi Imunisasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Imunisasi campak mengandung virus campak hidup yang telah dilemahkan. b. Cara imunisasi Imunisasi campak cukup dilakukan satu kali suntikan setelah bayi berusia 9 bulan. Lebih baik lagi setelah ia berusia lebih dari 1 tahun, karena kekebalannya seusia hidup tidak dilakukan imunisasi ulang. c. Reaksi samping Biasanya tidak terdapat reaksi imunisasi. Sangat jarang, mungkin dapat terjadi kejang yang ringan dan tidak berbahaya pada hari keKKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 13

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

10 dan ke-11 setelah penyuntikan. Ini adalah gejala penyakit campak yang ringan dan mencerminkan tubuhnya kebal. d. Kontraindikasi Berlaku terhadap anak yang sakit parah, menderita TBC, tanpa pengobatan atau yang menderita kurang gizi dalam derajat berat (Markum, 1997). 4. Imunisasi poliomeilitis a. Imunisasiasi dan jenis imunisasi Imunisasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit poliomeilitis. Ada dua jenis imunisasi dalam peredaran yang masing-masing tipe I, II dan III. 1) Imunisasi mengandung virus polio tipe I, II, III yang sudah dimatikan (imunisasi salk dengan menyuntikkan). 2) Imunisasi virus polio tipe II, III yang masih hidup tetapi dilemahkan (imunisasi Sabin) diberikan melalui mulut dengan bentuk pil atau cairan.

b. Cara imunisasi Di Indonesia dipakai imunisasi sabin yang diberikan melalui mulut. Imunisasi dasar diberikan sejak usia baru lahir atau berusia beberapa hari dan selanjutnya setiap 4-5 minggu. c. Reaksi samping Biasanya tidak ada, mungkin pada bayi terdapat berak-berak ringan. Pada imunisasi polio hampir tidak terdapat efek samping, bila ada mungkin berupa kelumpuhan anggota gerak seperti pada penyakit polio sebenarnya. d. Kontraindikasi Anak yang menderita penyakit gangguan kekebalan (defisiensi imun) tidak diberikan imunisasi polio. Alasan untuk diberikan imunisasi polio pada keadaan diare berat ialah kemungkinan terjadi
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 14

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

diare yang lebih parah. Penyakit batuk, pilek, demam dan diare ringan. Imunisasi polio dapat diberikan sebagaimana biasanya (Markum, 1997). 5. Imunisasi hepatitis B a. Imunisasi dan jenis imunisasi Imunisasi dimaksudkan untuk mendapatkan kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis B. Penyakit ini dalam istilah sehari-hari lebih dikenal sebagai penyakit liver. b. Cara imunisasi Imunisasi aktif dilakukan dengan cara pemberian suntikan dasar sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 1 bulan antara suntikan satu dan dua, 5 bulan antara suntikan dua dan tiga, imunisasi ulang diberikan lima tahun setelah suntikan dasar. c. Reaksi samping Reaksi imunisasi terjadi biasanya berupa nyeri pada tempat suntikan yang mungkin disertai dengan timbulnya rasa panas ataupun pembengkakan. Akan hilang dalam waktu dua hari. Reaksi lain atau mungkin terjadi ialah demam ringan. Selama pemakaian 10 tahun ini tidak dilaporkan adanya efek samping yang berarti. d. Kontraindikasi Imunisasi tidak dapat diberikan pada anak yang menderita sakit berat. Imunisasi Hepatitis B dapat diberikan pada ibu hamil dan tidak akan membahayakan janin. Bahkan akan memberikan perlindungan kepada janin selama dalam kandungan ibu maupun kepada bayi selama beberapa bulan setelah lahir (Markum, 1997). 2.2.5. Cara dan waktu pemberian imunisasi Cara pemberian imunisasi dasar (petunjuk pelaksanaan program imunisasi di Indonesia (Depkes, 2000). Tabel 2.1 Cara pemberian imunisasi Imunisasi Dosis Cara Pemberian

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 15

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

BCG

0,05 cc

Intrakutan tepat di insersio muskulus deltoideus kanan

DPT Polio Campak Hepatitis

0,5 cc 2 tetes 0,5 cc 0,5 cc

Intramuskular Diteteskan ke mulut Subkutan, biasanya di lengan kiri atas Intramuskular pada paha bagian luar

Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi dasar (Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi di Indonesia, Depkes 2000, hal: 40). Tabel 2.2 Waktu pemberian imunisasi Imunisasi Pemberian imunisasi BCG DPT Polio Campak Hepatitis B 1 kali 3 kali 4 kali 1 kali 3 kali Selang waktu Usia pemberian 4 minggu 4 minggu 4 minggu 4 minggu pemberian 0-11 bulan Untuk bayi yang lahir 2-11 bulan di RS/Puskesmas, Keterangan

0-11 bulan hepatitis B, BCG dan 9-11 bulan Polio dapat diberikan 0-11 bulan segera.

2.2.6. Jenis kekebalan/imunitas 1. Kekebalan aktif Disini tubuh membuat sendiri zat kebal (antibodi) ada dua macam kekebalan aktif: a. Alami Kekebalan yang timbul setelah sembuh dari penyakit, misalnya baru sembuh dari penyakit campak. b. Buatan Kekebalan yang timbul setelah pemberian imunisasi, misalnya imunisasi cacar, DPT, polio, campak, BCG, dan lain-lain. 2. Kekebalan pasif Disini tubuh tidak membuat sendiri akan tetapi menerima zat kebal (antibodi). Ada dua macam kekebalan pasif :
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 16

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

a. Alami Kekebalan pada bayi karena mendapat zat kebal dari ibunya semasa dalam kandungan, misalnya bayi yang kebal terhadap tetanus, karena ibunya selama hamil mendapat imunisasi TT (Tetanus Toxoid) lengkap. b. Didapat Kekebalan pada seseorang setelah pemberian serum, anti tetanus serum.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1.

Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskriptif kuantitatif

dengan tujuan memberikan gambaran karakteristik dan perilaku ibu terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara tahun 2013.

3.2. 3.2.1.

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu

Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara.


KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 17

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

3.2.2.

Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan terhitung mulai tanggal 8 April sampai

dengan 23 April 2013.

3.3.

Sasaran Penelitian Penelitian ditujukan kepada ibu-ibu yang datang ke posyandu di Desa Sei

Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara.

3.4.

Populasi Dan Sampel

3.4.1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiono, 2006). Pendapat lain juga mengatakan populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung atau pengukuran kuantitas atau kualitas dari pada karakteristik tertentu mengenai kumpulan objek yang lengkap (Handari, 1994). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara. 3.4.2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono,2006). Dalam penelitian ini pengambilan sampel digunakan rumus dimana Jumlah sampel (n) = (N.e2) + 1 N Solvein

Keterangan : N = Jumlah populasi n = Jumlah sampel Page 18

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

e = Persentasi toleransi ketidak telitian (presesi) karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat di tolerir jumlah populasi 1. Posyandu Melur 2. Posyandu Matahari 3. Posyandu Melati 4. Posyandu Mekar 5. Posyandu Mewangi 6. Posyandu Mawar 7. Posyandu Seroja : 13 bayi : 11 bayi : 6 bayi : 18 bayi : 23 bayi : 10 bayi : 18 bayi

Jumlah sampel (n) =

N (N.e2) + 1

99 (99 x 0.12) + 1

49 Bayi

1. Posyandu Melur

: 13 X 99 = 7 bayi 49

Jadi jumlah sampel di posyandu melur 7 orang ibu yang memiliki bayi 0 11 bulan 2. Posyandu Matahari : 11 X 99 = 6 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Matahari 6 orang ibu yang memiliki bayi 0 11 bulan 3. Posyandu Melati : 6 X 99 = 3 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Melati 3 orang ibu yang memiliki bayi 0 11 bulan 4. Posyandu Mekar : 18 X 99 = 9 bayi 49
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 19

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Jadi jumlah sampel di posyandu Mekar 9 orang ibu yang memiliki bayi 0 11 bulan 5. Posyandu Mewangi : 23 X 99 = 12 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Mewangi 12 orang ibu yang memiliki bayi 0 11 bulan 6. Posyandu Mawar : 10 X 99 = 5 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Mawar 5 orang ibu yang memiliki bayi 0 11 bulan 7. Posyandu Seroja : 18 X 99 = 9 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Seroja 9 orang ibu yang memiliki bayi 0 11 bulan

3.5.

Kerangka Konseptual
PERILAKU PENGETAHUAN SIKAP TINDAKAN IMUNISASI IMUNISASI DASAR PADA BAYI 0-11 BULAN

KARAKTERISTIK UMUR PENDIDIKAN PEKERJAAN AGAMA SUKU

3.6.

Definisi Operasional 1. Umur merupakan lamanya waktu responden hidup (tahun) yang kelahirannya sampai saat pengisian kuisioner

dihitung sejak (Nursalam, 2001).

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 20

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

2. Tingkat pendidikan

merupakan pendidikan formal tertinggi yang

berhasil di tamatkan responden. 3. Pekerjaan adalah aktifitas menetap responden yang menjadi sumber mata pencaharian. 4. Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. 5. Perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan seseorang didalam pengambilan keputusan setelah mengetahui (pengetahuan), menyikapi (sikap) dan menindak lanjuti (tindakan). 6. Imunisasi dasar lengkap adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit maka ia tidak akan sakit atau sakit ringan, dengan cara memberikan vaksin BCG, DPT, Polio, Hepatitis B dan Campak.

3.7.

Pengumpulan Data Data merupakan hasil pengukuran yang bisa memberikan gambaran suatu

keadaan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner dan didapatkan dari data-data primer dan sekunder.

3.7.1. Data Primer Data primer diperoleh langsung dari sumbernya melalui hasil kuisioner dengan menggunakan daftar pertanyaan kesehatan yang

berkaitan dengan masalah penelitian yang di bagikan kepada responden di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara.

3.7.2. Data Sekunder


KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 21

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Data sekunder yaitu data yang di peroleh dari orang lain sebagai data pendukung yang melengkapi data primer. Dalam hal ini data yang diambil dari : 1. Data deskripsi puskesmas, yang diperoleh dari Puskesmas Air Batu. 2. Data deskripsi wilayah penelitian Posyandu wilayah Puskesmas Air Batu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara, mencakup data demografi dan geografis.

3.8.

Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian adalah kuisioner yang berisikan 30

pertanyaan yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu, 10 pertanyaan untuk mengetahui sikap ibu dan 10 pertanyaan untuk mengetahui tindakan ibu terhadap imunisasi.

3.9.

Pengolahan dan Analisa Data Pengolahan data dilakukan dengan komputer, program Microsoft world

dan Microsoft excel yang di edit secara manual dan disajikan dalam bentuk table dan grafik. Sedangkan analisa penilaian pelaksanaan penelitian program imunisasi dasar lengkap pada bayi umur 0-11 bulan berdasarkan jawaban yang diberikan responden dengan menggunakan skala pengukuran Hadi Pratomo dan Sudarti (1986) dengan definisi sebagai berikut : Tabel 3.1. Standart Penilaian
NO 1 PERILAKU BAIK SEDANG Sedang jika jawaban benar antara 4-7 Sedang jika jawaban benar antara 4-7 Sedang jika jawaban benar antara 4-7 KURANG Kurang jika jawaban benar antara 0-3 Kurang jika jawaban benar antara 0-3 Kurang jika jawaban benar antara 0-3

PENGETAHUAN Baik jika jawaban benar antara 8-10 SIKAP Baik jika jawaban benar antara 8-10 Baik jika jawaban benar antara 8-10

TINDAKAN

3.10.

Langkah-langkah penelitian

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 22

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Langkah-langkah penelitian untuk mengetahui gambaran umum kegiatan program Lima Imunisasi Dasar Lengkap pada balita usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Provinsi Sumatra Utara adalah sebagai berikut : 1. Mengantarkan surat pemberitahuan rencana pelaksanaan penelitian sekalian audiensi dengan kepala Puskesmas Air Batu. 2. Melakukan survey lapangan/ lokasi penelitian. 3. Pembuatan proposal penelitian (diskusi awal dengan pembimbing). 4. Mengumpulkan masyarakat Di posyandu Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu dalam rangka penyuluhan tentang program Lima Imunisasi Dasar

Lengkap sekaligus mendata bayi usia 0-11 bulan yang di Imunisasi. 5. Rekapitulasi, pengelolahan dan analisa data. 6. Menyusun laporan penelitian berdasarkan data yang diperoleh. 7. Diskusi hasil dan perbaikan laporan dengan pembimbing. 8. Seminar atau persentasi hasil penelitian tentang Gambaran Prilaku Ibu Terhadap Imunisasi Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu 2013.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Hal-hal yang tercakup dalam bab ini adalah deskripsi wilayah penelitian, upaya kesehatan Puskesmas Air Batu, karakteristik responden, pengetahuan responden, sikap responden, tindakan responden, serta rekapitulasi perilaku responden.

4.1.

Deskripsi Wilayah Penelitian

4.1.1. Keadaan Geografis Puskesmas Air Batu Letak Puskesmas Air Batu berada di Kecamatan Air Batu, terletak di jalan lintas Sumatera Sei Alim Ulu, berjarak 28 KM dari kota Kisaran

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 23

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

sebagai ibu kota Asahan dengan luas wilayah 12.490 Ha yang berbatasan dengan : a. Sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Sei dadap b. Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Teluk dalam c. Sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Rahuning d. Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Tinggi raja 4.1.2. Data demografi Jumlah penduduk Air Batu berdasarkan sensus penduduk tahun 2011 oleh Balai Pusat Statistic (BPS) adalah 13.434 jiwa, jumlah bumil 309, jumlah bulin 295, jumlah bayi 281, jumlah balita 1.477. Puskesmas Air batu terdiri dari 2 puskesmas pembantu (pustu), masing-masing terletak di Desa Pinanggripan dan Desa Air Teluk Hessa. Puskesmas Air Batu memiliki 3 Poskesdes yaitu terletak di Desa Sei Alim Ulu, Desa Pulahan dan Desa Pinanggripan. Sebelum pemekaran wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdiri dari 12 desa, dengan mekarnya kecamatan dan beberapa desa, wilayah Kerja Puskesmas Air Batu menjadi 6 desa yang terdiri dari : Tabel 4.1 Luas Wilayah Kerja Puskesmas Air Batu Dan Jumlah Penduduknya No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Desa Sei Alim Ulu Ail Teluk Hessa Perk. Air Batu I/II Perk. Air Batu III/IV Pinanggripan Pulahan JUMLAH Luas Wilayah 921 350 1081 4480 350 1517 8679 Jumlah Penduduk 5082 2229 1693 1310 1860 1260 13,343 Ket

4.1.3. Keadaan Ekonomi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 24

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Kondisi perekonomian merupakan satu aspek yang diukur dalam menentukan keberhasilan pembangunan suatu wilayah. Mengkaji kondisi perekonomian tentu saja tidak terlepas dari inflasi. Karena inflasi dan pertumbuhan perekonomian sangat berkaitan. Apabila tingkat inflasi tinggi, sudah dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi laju

pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data kependudukan yang telah di buat oleh balai pusat statistic (BPS) kabupaten asahan tahun 2011, sebagian besar pekerjaan penduduk kecamatan air batu adalah pada sektor pertanian/ perkebunan, selanjutnya adalah sebagai PNS/ TNI/ POLRI dan selebihnya adalah pedagang, buruh dan karyawan. Secara teoritis bila dikaitkan antara jenis pekerjaan dengan derajat kesehatan masyarakat maka terdapat suatu rangkaian hubungan secara langsung maupun tidak langsung. Asumsi bahwa jenis pekerjaan yang lebih banyak membutuhkan waktu kerja di luar rumah tentu akan menyisakan sedikit waktu bagi keluarganya dalam hal pemeliharaan kesehatan anggota keluarga. Demikian juga jenis pekerjaan yang berkaitan dengan jumlah penghasilan yang relative tidak memadai untuk memenuhi tuntutan hidup. Asumsi lain menyebutkan bahwa ada hubungan timbal balik antara tingkat pendidikan dengan jenis pekerjaan seseorang artinya bahwa sebagian besar jenis pekerjaan pada sektor pertanian/ perkebunan dan nelayan biasanya diisi oleh orang-orang dengan tingkat pendidikan menengah kebawah. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat tersebut juga akan berbanding lurus dengan banyak hal seperti tingkat kesehatan, tingkat pendapatan,dan lain-lain. 4.1.4. Keadaan Pendidikan Kondisi pendidikan merupakan salah satu indikator yang kerap kali digunakan dalam mengukur tingkat pembangunan dalam suatu

wilayah.melalui pengetahuan pendidikan berkontribusi terhadap paruhan perilaku kesehatan.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 25

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Di wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdiri dari 11 taman kanakkanak dengan jumlah murid sebanyak 342,12 sekolah dasar dengan jumlah murid sebanyak 2.041 orang, 7 sekolah menengah pertama dengan jumlah murid sebanyak 1.444 dan 5 sekolah menengah atas dengan jumlah murid 1.318 Tinggi rendahnya tingkat pendidikan merupakan cerminan dari kemajuan suatu masyarakat dalam arti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan rata-rata penduduk maka akan semakin mudah untuk menyerap dan mengaplikasikan segala sesuatu yang terkait dengan perubahan dalam upaya menuju perbaikan khususnya perbaikan ekonomi.sedangkan keterkaitanya dengan kesehatan disebutkan bahwa tingkat pendidikan cenderung akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan seseorang untuk berperilaku sehat atau sekurang-kurangnya terhadap status kesehatanya. 4.1.5. Kesehatan Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu variable yang kerap mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Bersama dengan faktor perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik, lingkungan menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat. Untuk menggambarkan keadaan lingkungan akan disajikan indikator- indikator seperti : akses terhadap air bersih dan air minum yang aman, akses terhadap sanitasi dasar, tempat umum dan pengelolaan makanan sehat, institusi yang dibina kesehatan lingkungannya, rumah sehat serta rumah/ bangunan yang diperiksa dan bebas jentik nyamuk aedes.

4.2.

Situasi Upaya Kesehatan Secara umum upaya kesehatan terdiri dari dua unsur utama yaitu upaya

kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Upaya kesehatan masyarakat adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 26

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat. Upaya kesehatan masyarakat mencakup upaya-upaya promosi kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pemberantasan penyakit menular, pengendalian penyakit tidak menular, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar. Upaya kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memelihara kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. Upaya kesehatan perorangan mencakup upaya-upaya promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan rawat jalan, pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditunjukkan kepada perorangan. 4.2.1. Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah penting dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat diharapkan sebagian besar masalah kesehatan dapat diatasi. Berbagai pelayanan dasar yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Seorang ibu mempunyai peranan sangat penting dalam

pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu yang sedang hamil dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anak nya. Kebijakan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir secara khusus berhubungan dengan pelayanan antenatal persalinan nifas dan perawatan bayi baru lahir yang diberikan di semua jenis fasilitas pelayanan kesehatan dari posyandu sampai puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan swasta. 2. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Menurut hasil penelitian, usia subur seorang wanita biasanya antara 15 sampai 49 tahun, oleh karena itu untuk mengukur jumlah kelahiran Page 27

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

atau menjarangkan kelahiran wanita lebih diprioritaskan untuk menggunakan alat / cara KB. Tingkat pencapaian pelayanan keluarga berencana dapat dilihat dari cakupan peserta KB yang sedang menggunakan alat kontrasepsi, tempat pelayanan KB dan jenis kontrasepsi yang digunakan aseptor. 3. Pelayanan Imunisasi Bayi dan anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi terserang penyakit menular yang dapat mematikan seperti difteri, tetanus, hepatitis, tifoid, radang selaput otak, radang paru paru dan masih banyak penyakit lainnya. Untuk itu salah satu pencegahan yang terbaik dan sangat vital agar kelompok berisiko ini terlindungi adalah melalui imunisasi. Imunisasi ada 2 macam yaitu imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri, contohnya adalah imunisasi polio dan campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat contohnya adalah penyuntikan anti tetanus serum pada orang yang mengalami luka kecelakaan. 4.2.2. Imunisasi Dasar Pada Bayi Program lima imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis polio, 4 dosis Hepatitis B, dan 1 dosis Campak. Diantara penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi campak adalah penyebab utama kematian pada balita oleh karena itu pencegahan campak merupakan faktor penting dalam mengurangi angka kematian balita. Dari beberapa tujuan yang disepakati dalam pertemuan dunia mengenai anak, salah satunya adalah mempertahankan cakupan imunisasi campak sebesar 90 persen. Target tersebut sejalan dengan ketetapan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menetapkan

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 28

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

target cakupan imunisasi campak sebesar 90 persen pada tahun 2014. Campak diberikan pada waktu bayi berumur 9 sampai 11 bulan dan merupakan semenisasi terakhir yang diberikan kepada bayi diantara imunisasi wajib lainnya. 4.2.3. Imunisasi Pada Ibu Hamil Tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut clostridium tetani. Tetanus juga bisa menyerang pada bayi baru lahir pada saat persalinan dan perawatan tali pusat. Tetanus merupakan salah satu penyebab kematian bayi Indonesia. Akan tetapi masih banyak calon ibu di masyarakat terutama yang tinggal di daerah daerah terpencil berada dalam kondisi yang bisa disebut jauh dari kondisi steril saat persalinan. Hal inilah yang bisa menimbulkan resiko ibu maupun bayinya terkena tetanus. Strategi yang dilakukan untuk mengeliminasi tetanus neonatorum dan maternal adalah a. Pertolongan persalinan yang aman dan bersih b. Cakupan imunisasi rutin TT yang tinggi dan merata c. Penyelanggaraan surneilans Beberapa permasalahan imunisasi tetanus toxoid pada wanita usia subur yaitu pelaksanaan skrining yang belum optimal dan cakuoan imunisasi ibu hamil yang rendah. Beberapa langkah yang perlu segera dilakukan adalah sosialisasi ke seluruh petugas lapangan agar mengacu pada kriteria antenatal care berkualitas yang salah satunya dengan imunisasi TT dan semua sistem pencatatan dalam pelaksanaan imunisasi TT termasuk ibu hamil memakai sistem pencatatan yang sama yaitu TT 1 sampai TT 5. 4.2.4. Perbaikan Gizi Masyarakat Kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan setiap orang dimanapun dan siapapun pasti membutuhkan badan yang sehat baik

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 29

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

jasmani maupun rohani guna menopang aktivitas kehidupan sehari-hari. Begitu pentingnya nilai kesehatan ini sehingga seseorang yang menginginkan agar dirinya tetap sehat harus melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan derajat kesehatannya seperti melakukan penerapan pola hidup sehat dan pola makan yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran yang berbunyi bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam pembukaan Undangundang tahun 1945. Pasal kedua undang undang tersebut disebutkan bahwa kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. Kegiatan pokok departemen kesehatan dalam mengimplementasikan perbaikan gizi masyarakat meliputi: a. Peningkatan pendidikan gizi b. penanggulangan kurang energi protein, anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium, kurang vitamin a dan kekurangan zat gizi lebih c. peningkatan surveilans gizi d. pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi Adapun sasaran pokok program perbaikan gizi masyarakat yakni : menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita terlaksananya

penanggulangan kurang energi protein anemia gizi besi gangguan akibat kurang yodium kurang vitamin A gizi lebih dan meningkatkan jumlah warga yang sadar akan gizi. Page 30

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dalam pelaksanaan kegiatan ini Departemen Kesehatan melakukan beberapa kegiatan meliputi penimbangan bulanan anak balita dengan menggunakan kartu menuju sehat pendidikan gizi dan kesehatan bagi ibu ibu dari anak anak balita tersebut pada saat ke pasar induk atau sebelum dan sesudah dilakukan posyandu demonstrasi memasak makanan yang memenuhi persyaratan gizi yang baik untuk anak balita terutama yang menderita gizi buruk dan pemberian paket pertolongan gizi untuk mereka yang memerlukan yang terdiri dari pembersih kamera dosis tinggi kepada anak balita tablet besi dan garam beriodium dan garam oralit (Depkes RI, 2004). Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu dari 1477 balita yang ada telah dilakukan penimbangan pada balita di posyandu sebanyak 1305 balita sebanyak 1225 balita yang naik berat badannya dan sebanyak 38 balita berat badan yang berada dibawah garis merah. 4.2.5. Pemberian Tablet Tambah Darah (FE) Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di satu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab diantaranya karena anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan menyakiti lebih dari 600 juta manusia dengan frekuensi yang cukup tinggi berkisar antara 10 dan 20 persen. Memberikan tepat besi yaitu Ferro Sulfat sebanyak 60 gram per hari dapat meningkatkan kadar Hb sebanyak 1 gram persen perbulan. Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 gram besi dan 50 nanogram Asam Folat untuk profilaksis anemia.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 31

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Di Indonesia wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia gizi besi. Solusinya adalah dengan memberikan tablet tambah darah 90 tablet selama kehamilan. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu cakupan pemberian tablet fe dan ketiga pada ibu hamil oleh pemegang program gizi yaitu F1 sebanyak 296 orang yaitu 95,79 persen dan Fe3 sebanyak 296 orang itu 95,79 persen. 4.2.6. Pemberian Vitamin A Tujuan pemberian kapsul vitamin A pada balita adalah untuk menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan vitamin A pada balita. Kapsul vitamin A dosis tinggi terbukti efektif untuk mengatasi masalah kekurangan vitamin A pada masyarakat apabila cakupannya tinggi. Vitamin A berfungsi untuk menjaga kelembapan dan kejernihan selaput lendir, memungkinkan mata dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya serta pada ibu nifas akan meningkatkan mutu vitamin A dalam ASI sehingga bayi akan mendapatkan vitamin A yang cukup dari ASI. Kelompok anak yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia 6 sampai 11 bulan dan kelompok anak balita usia 12 sampai 59 bulan. Untuk mencegah kekurangan vitamin A di posyandu atau puskesmas setiap bulan Febuari dan Agustus seluruh bayi usia 6 sampai 11 bulan harus mendapat 1 kapsul vitamin A biru dan seluruh anak balita usia 12-59 bulan menapat kapsul vitamin A warna merah. Sedangkan untuk ibu nifas sampai 30 hari setelah melahirkan mendapat 1 kapsul vitamin A warna merah. Pada tahun 2011 di Kecamatan Air Batu dari 281 bayi yang ada sebanyak 200 bayi atau 71 persen telah mendapat vitamin A, sementara itu sebanyak 1.400 anak balita telah mendapatkan vitamin A. 4.2.7. Cakupan Pemberian Asi Ekslusif ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi baru lahir yang dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 32

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

selama empat hingga enam bulan pertama kehidupannya sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Selain sebagai sumber energi dan zat gizi pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan psikologi antara ibu dan bayinya. Hubungan ini akan menghantarkan kasih sayang dan

perlindungan ibu kepada bayinya sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan erat. Namun sering ibu ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh : a. Adanya perubahan struktur masyarakat dan keluarga b. Kemudahan-kemudahan yang di dapat sebagai hasil kemajuan teknologi, seperti susu buatan dan makanan bayi. c. Iklan yang menyesatkan dari produksi makanan bayi sehingga menyebabkan ibu beranggapan bahwa makanan itu lebih baik dari ASI. d. Para ibu sering meninggalkan bayi untuk bekerja e. Ibu takut bentuk payudara akan rusak jika menyusui bayi f. Pengaruh melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin g. Adanya penyakit pada ibu seperti bendungan ASI dan sebagainya. Pada tahun 2011 Kecamatan Air Batu, pengelola program gizi melaporkan bahwa pemberian asi eksklusif sebanyak 65 orang (66,35%). 4.2.8. Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada punya bentuk pemeriksaan gigi dan mulut dapat dilaksanakan melalui upaya promotif, preventif dan kuratif sederhana seperti pencabutan gigi sulung, pengobatan dan penambalan sementara yang dilakukan di sekolah maupun di puskesmas minimal dua kali dalam setahun. Pada tahun 2011 di Wilayah Kerja Puskesmas Air Batu, dari 2041 murid SD yang ada sebanyak 459 orang yang diperiksa dan sebanyak 329 orang memerlukan perawatan.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 33

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.2.9. Upaya Penyuluhan Kesehatan Salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat adalah melalui upaya atau tindakan promotif. Muara dari upaya ini diharapkan bahwa akan terjadi perubahan perilaku masyarakat dari semua tidak tahu menjadi tahu. Oleh karena itu tindakan promotif harus senantiasa terus dijalankan sebagai salah satu bentuk upaya percepatan pencapaian tujuan pembangunan kesehatan. Berdasarkan pola pikir tersebut maka Puskesmas Air Batu telah melakukan berbagai tindakan penyuluhan kesehatan yang tersebar di enam desa dalam bentuk penyuluhan kelompok. Pada tahun 2011 kegiatan penyuluhan kelompok adalah 329 kali. 4.2.10. Pelayanan Kesehatan Pra Usia Lanjut Dan Usia Lanjut Pada tahun 2011 di wilaya Kerja Puskesmas Air Batu tercatat jumlah usila sebanyak 1.250 orang diantaranya 331 orang sudah mendapat layanan kesehatan selengkapnya. 4.2.11. Perilaku Hidup Masyarakat 1. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi baik perorangan maupun kelompok masyarakat dengan membuka jalur komunikasi serta memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap dan perilaku sehingga membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalah sendiri dalam tatanan rumah tangga agar dapat menerapkan cara-cara hidup bersih dan sehat dalam rangka menjaga memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu dari 1800 rumah tangga yang dipantau sebanyak 1392 diantaranya ber PHBS. 2. Posyandu Aktif

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 34

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang paling dikenal dewasa ini. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu: 1. Kesehatan ibu dan anak 2. Keluarga berencana 3. Perbaikan gizi 4. Imunisasi 5. Penanggulangan diare Untuk meningkatkan kwalitas posyandu telah dilakukan

pengelompokan posyandu ke dalam empat tingkat perkembangan yaitu posyandu pratama, posyandu madya, posyandu purnama dan posyandu mandiri. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu jumlah posyandu yang ada sebanyak 28 posyandu terdiri dari 24 posyandu madya dan 4 posyandu purnama.

4.3.

Keadaan Lingkungan

4.3.1. Rumah Sehat Rumah sehat pada bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. Pada tahun 2011 jumlah rumah di wilayah Kerja Puskesmas Air Batu adalah dari 2305 rumah yang diperiksa 1817 unit adalah sehat. 4.3.2. Akses Terhadap Air Bersih
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 35

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Air yang bersih adalah air yang sesuai dengan syarat kesehatan artinya air tersebut tidak mengandung bibit penyakit serta bahan beracun atau berbahaya yang secara fisik jernih atau tidak keruh. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu sebanyak 3267 keluarga telah diperiksa dengan hasil sumber terbanyak air bersih adalah sumur bor sebanyak 1778. 4.3.3. Sarana Sanitasi Dasar Sarana sanitasi dasar meliputi jamban tempat sampah dan pengelolaan air limbah. Buruknya sarana sanitasi dasar dapat merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit khususnya diare dan polusi. Pada tahun 2011 ditemui sebanyak 1640 jamban adalah sehat, 1640 tempat sampah sehat, 2260 pengolahan air limbah sehat. 4.3.4. Tempat Umum Dan Pengelolaan Makanan Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu, dari dua hotel yang ada 100% sehat, dari 14 restorannya ada sebanyak 8 restoran sehat, sedangkan dari 6 pasar yang ada sebanyak 3 pasar sehat.

4.4.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.4.1. Gambaran Karakteristik Responden 4.4.1.1. Kelompok Umur Responden Dari hasil rekapitulasi data umur responden dijumpai bahwa kelompok umur terbanyak adalah umur 20-29 tahun sebanyak 24 responden(48,99%) sedangkan jumlah kelompok umur yang paling sedikit adalah umur <20 dan >40 tahun sebanyak 2 responden (4,08%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.2 dan diagram 4.1 di bawah ini.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 36

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel. 4.2 Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. No 1 2 3 4 Umur < 20 20 - 29 30 - 39 > 40 Jumlah Jumlah 2 24 21 2 49 Presentase (%) 4.08 48.99 42.85 4.08 100

Diagram 4.1. Disribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Umur di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Golongan Umur
4% 4% < 20 43% 49% 20-29 30-39 > 40

Bila mencermati distribusi kelompok umur responden dari table diatas maka dapat disimpukan bahwa dari 24 responden (48,99%) adalah tergolong kedalam usia produktif. Maka kelompok umur ini diharapkan memiliki lebih banyak informasi yang tentang imunisasi karena usia produktif kemungkinan akan lebih baik dalam menyerap informasi dan akan lebih memungkinkan untuk hadir disetiap kegiatan imunisasi. 4.4.1.2. Kelompok Agama Responden Dari hasil rekapitulasi data agama responden dijumpai bahwa kelompok agama terbanyak adalah agama islam sebanyak 48 responden Page 37

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

(97,9%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3 dan Diagram 4.2. Tabel 4.3. Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. No 1 2 Agama Islam Kristen Jumlah Jumlah 48 1 49 Presentase (%) 97.90 2.10 100

Diagram 4.2. Disribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Agama di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Agama
2%

islam 98% kristen

Bila mencermati distribusi kelompok umur responden dari table diatas maka dapat disimpukan bahwa sebagian besar jumlah responden menganut agama islam yaitu 48 responden (97,9%) maka dari kelompok agama responden diharapkan akan mempermudah tenaga kesehatan untuk menanamkan beberapa hal tentang kesehatan terutama tentang imunisasi melalui forum agama. Karna kemungkinan homogenitas bisa

mempermudah ditanamkannya suatu paham melalui penyuluhan atau nasehat yang disampaikan oleh tokoh-tokoh agama diwilayah setempat lewat kegiatan keagamaan.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 38

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.1.3. Kelompok Pendidikan Responden Dari hasil rekapitulasi data pendidikan responden dijumpai bahwa kelompok pendidikan yang terbanyak adalah SMA sebanyak 22 responden(44,8%) sedangkan jumlah kelompok pendidikan yang paling sedikit adalah S1 yaitu sebanyak 4 responden (8,16%). Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4.4 dan diagram 4.3.

Tabel 4.4. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

No 1 2 3 4

Pendidikan SD SMP SMA S1 Sederajat Jumlah

Jumlah 11 12 22 4 49

Presentase 22.40 24.50 44.80 8.10 100

Diagram 4.3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan

Sumatera Utara Tahun 2013.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 39

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tingkat Pendidikan
8%

22% SD SMP 25% SMA S1

45%

Bila mencermati distribusi kelompok pendidikan responden dari table ditas maka dapat disimpulkan bahwa dari 34 responden (69,3%) adalah berpendidikan SMP dan SMA yang dapat dikatagorikan sebagai tingkat pendidikan sedang. Dalam hal ini yang dimaksud berpendidikan rendah adalah tingkat SD ke bawah, sedangkan SMP dan SMA berpendidikan sedang dan perguruan Tinggi merupakan berpendidikan tinggi. 4.4.1.4. Kelompok Suku Responden Dari hasil rekapitulasi data suku responden dijumpai bahwa kelompok suku yang terbanyak adalah jawa sebanyak 36 responden (73,46%),dan jumlah kelompok suku Batak 12 responden (24,4%)

sedankan suku yang paling sedikit adalah Banjar 1 responden (2,04%). Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4.5 dan diagram 4.4

Tabel. 4.5. Distribusi Penduduk Berdasarkan Suku di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. No Suku Jumlah Presentase (%)

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 40

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Jawa 36 73.40 Batak 12 24.40 Banjar 1 2.04 Jumlah 49 100 Diagram 4.4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Suku di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

1 2 3

Suku
2% 25% Jawa 73% Batak Banjar

Bila mencermati distribusi kelompok suku responden dari table diatas maka dapat disimpulkan dari 36 responden (73,46%) adalah suku Jawa,12 responden (24,48%) adalah suku Batak dan 1 responden (2,04%) adalah suku Banjar. Maka dari kelompok suku responden diharapkan akan mempermudah tenaga kesehatan untuk menanamkan beberapa hal tentang kesehatan terutama tentang imunisasi melalui adat istiadat. Karena kemunkinan homogenitas bisa mempermudah ditanamkannya suatu paham melalui penyuluhan atau nasehat yang disampaikan oleh tokoh-tokoh pemuka adat diwilayah setempat lewat kegiatan adat istiadat. 4.4.1.5. Kelompok Pekerjaan Responden Dari hasil rekapitulasi data umur responden dijumpai bahwa kelompok pekerjaan terbanyak adalah Ibu Rumah Tangga sebanyak 43 responden (87,7%),sedangkan jumlah kelompok pekerjaan yang paling

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 41

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

sedikit adalah wiraswasta sebanyak 2 responden (4,08%). Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4.6 dan diagram 4.5 dibawah ini. Tabel 4.6. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. No 1 2 3 Pekerjaan Ibu rumah tangga Guru Wiraswasta Jumlah Jumlah 43 4 2 49 Presentase (%) 87.70 8.10 4.20 100

Diagram 4.5. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Pekerjaan

8%

4% Ibu Rumah Tangga 88% Guru Wiraswasta

Bila mencermati distribusi kelompok pekerjaan responden dari table diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga yaitu 43 responden (87,75%). Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga memungkinkan ibu untuk dapat lebih memperhatikan kesehatan anggota keluarganya khususnya yang terkait dengan bayinya seperti
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 42

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

tumbuh kembang bayi melalaui penimbangan dan imunisasi. Hal ini dikarenakan ibu mempunyai alokasi waktu yang lebih banyak. 4.4.2. Gambaran Pengetahuan Respondensi 4.4.2.1. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Definisi Imunisasi. Definisi imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit maka ia tidak akan sakit atau sakit ringan. Gambaran pengatahuan responden tentang definisi imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.7 dan diagram 4.6 dibawah ini. Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Berdasarkan Definisi Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Definisi Imunisasi Frekuensi (f ) Persentase (%)

a.

Perlindungan yang paling ampuh untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya dengan cara merangsasng kekebalan tubuh bayi Suatu tindakan yang dilakukakn untuk mengobati bayi dari penyakit Suatu pengobatan yang diberikan pada bayi untuk mengobati penyakit hati Suatu pengobatan yang diberikan untuk mengobati penyakit saluran pencernaan Jumlah

45

91.83

b. c. d.

4 0 0 49

8.16 0 0 100

Diagram 4.6. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Definisi Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 43

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Pengetahuan Responden Tentang Definisi Imunisasi

0% 0% 8%

92%

Dari tabel 4.7 dan diagram 4.6 diatas didapat sebagian besar responden yaitu 45 responden (91,83%) mengetahui definisi imunisasi. Hal ini mungkin dikarenakan jadwal imunisasi dan penyuluhan yang sering di lakukan tenaga kesehatan. 4.4.2.2. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi. Manfaat pemberian imunisasi adalah membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit. Gambaran pengatahuan responden tentang manfaat dari pemberian imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.8 dan diagram 4.7 di bawah ini.

Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Page 44

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Manfaat Dari Pemberian Imunisasi a. b. c. d. Untuk menyembuhkan penyakit Untuk mengobati penyakit Membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit Mempercepat pertumbuhan anak Jumlah

Frekuensi (f ) 1 0 46 2 49

Persentase ( % ) 2.04 0 93.87 4.08 100

Diagram 4.7. Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi

Untuk menyembuhkan penyakit Untuk mengobati penyakit

94%

Membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit 0% 2% 4% Mempercepat pertumbuhan anak

Dari tabel 4.8 dan diagram 4.7 diatas didapat 46 responden (93,87%) mengetahui manfaat dari pemberian imunisasi, sedangkan 3 responden (6,12%) tidak mengetahui manfaat dari pemberian imunisasi. Hal ini mungkin dikarenakan seringnya mendapat penyuluhan tentang imunisasi oleh kader- kader terkait. 4.4.2.3. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar. Gambaran pengatahuan responden tentang yang termasuk dalam imunisasi dasar dapat dilihat pada tabel 4.9 dan diagram 4.8 di bawah ini.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 45

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.9. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar a. b. c. d. BCG pertusis Vitamin A Vitamin B Jumlah Frekuensi (f ) 45 1 1 2 49 Persentase ( %) 91.83 2.04 2.04 4.08 100

Diagram 4.8. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar di Desa Sei Alim Ulu

Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar


2% 2% 4% BCG pertusis 92% Vitamin A Vitamin B

Dari tabel 4.9 dan diagram 4.7 diatas didapat sebagian besar responden yaitu 45 responden (91,83%) mengetahui yang termasuk dalam imunisasi dasar. Hal ini mungkin dikarenakan penyuluhan yang sering di lakukan tenaga kesehatan. 4.4.2.4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 46

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Usia pemberian imunisasi hepatistis B yaitu usia 0-6 bulan. Gambaran responden tentang usia pemberian imunisasi Hepatitis B dapat dilihat pada tabel 4.10 dan diagram 4.9 dibawah ini. Tabel 4.10. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B a. b. c. d. 7-14 hari 0-7 hari 15- 30 hari Lebih dari 1 bulan Jumlah Frekuensi (f ) 6 28 4 11 49 Persentase ( %) 12.24 57.14 8.16 22.44 100

Diagram 4.9. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B


23% 8% 57% 12%

7-14 hari 0-7 hari 15- 30 hari Lebih dari 1 bulan

Dari tabel 4.10 dan diagram 4.9 didapat 28 responden (57,14%) mengetahui usia pemberian imunisasi Hepatitis B. Hal ini dikarenakan ibu-ibu sudah mengetahui jenis imunisasi yang diberikan dan waktu pemberiannya.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 47

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.2.5. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi yaitu TBC, Hepatitis, Difteri, Pertusis, tetanus, Campak, dan polio. Gambaran responden tentang penyakit yang adapat dicegah dengan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.11 dan diagram 4.10 dibawah ini. Tabel 4.11. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi TBC Kusta Demam Berdarah Malaria Jumlah Frekuensi (f ) 32 4 12 1 49 Persentase ( %) 65.30 8.16 24.48 2.04 100

a. b. c. d.

Diagaram 4.10. Distribusi Frekuansi Pengetahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi


25% 2% 65% 8% TBC Kusta Demam Berdarah Malaria

Dari tabel 4.11 dan diagram 4.10 diadapat 32 responden (65,30 %) mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sedangkan 17 responden (43,7%) tidak mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah cukup mengenal
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 48

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

penyakit TBC dari spanduk atau iklan tentang TBC yang dapat dicegah sejak dini melalui imunisasi dasar. 4.4.2.6. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi Bahaya yang dapat di timbulkan dari anak yang tidak di imunisasi adalah anak akan mudah terserang penyakit, cacat dan kematian. Gambaran responden tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari anank yang tidak di imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.12 dan diagram 4.11 dibawah ini.

Tabel 4.12. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi a. b. c. d. Anak mudah mengalami gangguan penglihatan Anak mengalami gangguan mental Anak mengalami ganguan pencernaan Anak mudah terserang penyakit JUMLAH

Frekuensi (f ) 2 4 3 40 49

Persentase ( %) 4.08 8.16 6.12 81.63 100

Diagram 4.11.

Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Page 49

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi


4% 8% 82% 6%

Anak mudah mengalami gangguan penglihatan Anak mengalami gangguan mental Anak mengalami ganguan pencernaan Anak mudah terserang penyakit

Dari tabel 4.12 dan diagram 4.11 didapat 40 responden (81,63%) mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan bila anaknya tidak di imunisasi, sedangkan 9 responden (18,37%) tidak mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan bila anak tidak di imunisasi. Hal ini mungkin di karenakan sering diadakan program penyuluhan tentang manfaat imunisasi oleh petugas kesehatan yang terkait. 4.4.2.7. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut Jenis vaksin polio di berikan secara oral ( melalui mulut ) dengan 1 dosis adalah 2 (dua) tetes melalui mulut. Gambaran responden tentang jenis vaksin imunisasi yang dapat diberikan secara tetes melalui mulut, dapat dilihat pada tabel 4.13 dan diagram 4.12 dibawah ini.

Tabel 4.13. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 50

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut a. b. c. d. Hepatitis B DPT Polio Campak JUMLAH

Frekuensi (f ) 5 1 42 1 49

Persentase ( %) 10.2 2.04 85.71 2.04 100

Diagram 4.12. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut


2% 10% 86% 2% Hepatitis B DPT Polio Campak

Dari tabel 4.13 dan diagram 4.12 didapat 42 responden (85,71%) mengetahui jenis imunisasi yang dapat diberikan secara tetes melalui mulut. Hal ini mungkin di karenakan sering diadakan program imunisasi polio di desa tersebut. 4.4.2.8. Distribusi Frekuansi Pengetahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan Vaksin campak berisi virus campak yang sudah dilemahkan dan dalam bentuk bubuk kering yang dilarutkan dengan bahan pelarut yang tersedia sebelum digunakan. Pemberian vaksin campak I diberikan pada

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 51

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

usia 9 bulan, dan campak II pada usia 6 bulan. Gambaran responden tentang jenis imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 (Sembilan) bulan, dapat dilihat pada tabel 4.14 dan diagram 4.13 dibawah ini. Tabel 4.14. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan a. b. c. d. Tetanus Hepatitis B Polio Campak JUMLAH Frekuensi (f ) 5 0 1 43 49 Persentase ( %) 10.2 0 2.04 87.71 100

Diagram 4.13. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan


88% Tetanus Hepatitis B Polio 2% 0% 10% Campak

Dari tabel 4.14 dan diagram 4.13 didapat 43 responden (87,71%) mengetahui imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 bulan, sedangkan 6 responden (12,29%) tidak mengetahui imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 bulan. Hal ini mungkin di karenakan jadwal pemberian imunisasi yang diberikan terjadwal baik. Page 52

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.2.9. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio Gambaran responden tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio, dapat dilihat pada tabel 4.15 dan diagram 4.14 dibawah ini.

Tabel 4.15. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio a. b. c. d. Lumpuh TBC Layu krumut (penyakit kulit) Batuk rejan (batuk 100 hari) JUMLAH Frekuensi (f ) 42 1 4 2 49 Persentase ( %) 85.71 2.04 8.16 4.08 100

Diagram 4.14. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 53

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio


2% 8% 4% Lumpuh TBC 86% Layu krumut (penyakit kulit) Batuk rejan (batuk 100 hari)

Dari tabel 4.15 dan diagram 4.14 didapat 42 responden (85,71%) mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio, sedangkan 7 responden (14,29%) tidak mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio. Hal ini mungkin di karenakan banyaknya penjelasan tentang penyakit polio melalui spanduk ataupun iklan yang dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar. 4.4.2.10. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif BCG merupakan jenis imunisasi yang berguna untuk mencegah penyakit TBC, vaksin ini efektif diberikan pada anak usia 0-2 bulan. Gambaran responden tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif dapat dilihat pada tabel 4.16 dan diagram 4.15 dibawa ini.

Tabel

4.16.

Distribusi

Frekuansi

Pengatahuan

Responden

Tentang

Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 54

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif. a. b. c. d. 0- 8 bulan 0- 2 bulan 0- 4 bulan 0- 6 bulan JUMLAH

Frekuensi (f ) 6 37 2 4 49

Persentase ( %) 12.24 75.51 4.08 8.16 100

Diagram 4.15. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif


76% 12% 8% 0- 8 bulan 0- 2 bulan 0- 4 bulan 0- 6 bulan 4%

Dari tabel 4.16 dan diagram 4.15 didapat 37 responden (75,51%) mengetahui tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif, sedangkan 12 responden (24,49%) tidak mengetahui tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif. Hal ini mungkin di karenakan pemberian BCG langsung setelah bayi lahir dan sering ibu yang melahirkan anak tersebut diberi informasi sebelumnya.

4.4.3.

Gambaran Sikap Respondensi

4.4.3.1. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 55

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Pemberian imunisasi dasar lengkap merupakan hal yang wajib dilakukan pada anak umur dibawah 1 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Gambaran responden tantang pemberian imunisasi dasar lengkap yang wajib dilakukan pada anak umur di bawah 1 tahun dapat dilihat pada tabel 4.17 dan diagram 4.16 dibawah ini. Tabel 4.17. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun. a. b. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 41 8 49 Persentase ( %) 83.67 16.32 100

Diagram 4.16. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Yang Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun
16% Setuju 84% Tidak setuju

Dari tabel 4.17 dan diagram 4.16 didapat 41 responden (83,67%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi dasar lengkap merupakan yang wajib dilakukan pada anak umur 1 tahun, sedangkan 8 responden (16,32%) mempunyai sikap yang tidak setuju. Hal ini mungkin
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 56

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

responden sudah mengetahui tentang manfaat pemberian imunisasi pada anak umur 1 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Hal ini mungkin dikarenakan banyaknya penyuluhanpenyuluhan dari petugas kesehatan terkait. 4.4.3.2. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu Pemberian imunisasi tidak hanya di lakukan di posyandu saja tetapi dapat juga dilakukan di sarana- sarana kesehatan contohnya puskesmas, rumah sakit dan lain lain. Gambaran responden tantang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak dibawah usia 1 tahun hanya dilakukan di posyandu dapat dilihat pada tabel 4.18 dan diagram 4.17 dibawah ini. Tabel 4.18. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu a. b. Setuju Tidak setuju JUMLAH

Frekuensi (f ) 28 21 49

Persentase ( %) 57.14 42.85 100

Diagram 4.17. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu di Desa Sei Alim Ulu

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 57

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu
43% 57% Setuju Tidak setuju

Dari tabel 4.18 dan diagram 4.17 didapat 28 responden (57,14%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi hanya bisa dilakukan di Posyandu, sedangkan 21 responden (42,85%) mempunyai sikap yang tidak setuju. Hal ini mungkin responden telah mendapatkan informasi dari petugas kesehatan terkait disamping diadakannya penyuluhan oleh petugas kesehatan. 4.4.3.3. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Ibu

Yangberanggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat, Aktif Dan Makan Dengan Baik Tanggapan yang salah bahwa anak tidak perlu di imunisasi, karena setiap anak dapat terserang penyakit kapan saja bila imunitas menurun. Gambran responden tentang ibu beranggapan bahwa anaknya tidak perlu dilakukan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.19 dan diagram 4.18 dibawah ini.

Tabel 4.19. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat, Aktif Dan Makan Dengan Baik di Desa Sei Alim Ulu

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 58

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat, Aktif Dan Makan Dengan Baik a. b. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 9 40 49 Persentase (%) 18.36 81.63 100

Diagram 4.18. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat, Aktif Dan Makan Dengan Baik di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat, Aktif Dan Makan Dengan Baik
18% Setuju 82% Tidak setuju

Dari tabel 4.19 dan diagram 4.18 didapat 40 responden (57,14%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang ibu beranggapan bahwa anaknya tidak perlu dilakukan imunisasi bila ia sehat, aktif dan makan dengan baik. Sedangkan 9 responden (18,36%) mempunyai setuju. Hal ini mungkin masyarakat masih belum paham manfaat dari imunisasi pada anak. 4.4.3.4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 59

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Responden beranggapan bahwa lebih efektif jika petugas kesehatan datang datang kerumah untuk melakukan imunisasi. Gambran sikap responden tentang petugas kesehatan datang kerumah responden untuk melakukan imunisasi. Dapat dilihat dari tabel 4.20 dan Diagram 4.19 dibawah ini. Tabel 4.20. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 47 2 49 Persentase ( %) 95.91% 4.08% 100%

a. b.

Diagram 4.19. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk
4% Setuju 96% Tidak setuju

Dari tabel 4.20 dan diagram 4.19 didapat 47 responden (95,91%) mempunyai sikap yang setuju tentang petugas kesehatan datang kerumah
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 60

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

responden untuk melakukan imunisasi. Sedangkan 2 responden (4,08%) mempunyai tidak setuju. Hal ini bahwa masyarakat lebih efektif jika petugas kesehatan datang datang kerumah untuk melakukan imunisasi. 4.4.3.5. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya Imunisasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak sakit, sakit ringan dan terhindar dari sakit- sakit berbahaya. Gambaran sikap responden tentang imunisasi dilakukan untuk

meningkatkan kekebalan tubuh anak dari penyakit berbahaya dapat dilihat dari tabel 4.21 dan diagram 4.20 dibawah ini. Tabel 4.21. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya a. b. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 45 4 49 Persentase ( % ) 91.83 8.16 100

Diagram 4.20. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya

Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit


8% Setuju Tidak setuju 92%

Dari tabel 4.21 dan diagram 4.20 didapat 45 responden (91,83%) mempunyai sikap yang setuju tentang manfaat imunisasi untuk
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 61

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

meningkatkan kekebalan tubuh dari penyakit berbahaya. Sedangkan 4 responden (8,16%) mempunyai tidak setuju. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak. 4.4.3.6. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu Imunisasi memiliki manfaat untuk terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya adalah terhindar dari lumpuh layu. Gambaran sikap responden tentang manfaat dari imunisasi adalah terbebas dari lumpuh layu dapat dilihat dari tabel 4.22 dan diagram 4.21 dibawah ini. Tabel 4.22. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu di Desa Sei

Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu a. b. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 47 2 49 Persentase \ (%) 95.91 4.08 100

Diagram 4.21. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu


4% Setuju Tidak setuju 96%

Dari tabel 4.22 dan diagram 4.21 didapat 47 responden (95,91%) mempunyai sikap yang setuju tentang manfaat imunisasi agar terbebas
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 62

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

dari lumpuh layu. Sedangkan 2 responden (4,08%) mempunyai tidak setuju. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak. 4.4.3.7. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam Imunisasi dapat diberikan dalam keadaan demam, batuk, dan pilek. Dikarenakan tidak mempengaruhi efek kerja vaksin imunisasi. Gambaran sikap responden tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak tetap di lakukan meskipun salah satu efeknya demam dapat dilihat dari tabel 4.23 dan diagram 4.22 dibawah ini.

Tabel 4.23. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam

Frekuensi (f )

Persentase (%)

a. b.

Setuju Tidak setuju JUMLAH

44 5 49

89.79 10.2 100

Diagram 4.22. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Page 63

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Meskipun Salah Satu Efeknya Demam di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam
10% Setuju 90% Tidak setuju

Dari tabel 4.23 dan diagram 4.22 didapat 44 responden (89,79%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak tetap di lakukan meskipun salah satu efeknya demam. Sedangkan 5 responden (10,2%) mempunyai tidak setuju. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak. 4.4.3.8. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan Gambaran sikap responden tentang pemberian imunisasi DPT yang terlambat maka imunisasi diberikan 2 kali suntikan dapat dilihat dari tabel 4.24 dan diagram 4.23 dibawah ini.

Tabel 4.24 Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 64

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Kali Suntikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan a. b. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 3 46 49 Persentase ( % ) 6.12 93.87 100

Diagram 4.23. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan
6% Setuju 94% Tidak setuju

Dari tabel 4.24 dan diagram 4.23 didapat 46 responden (93,87%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang pemberian imunisasi dpt yang terlambat maka imunisasi diberikan 2 kali suntikan. Sedangkan 3 responden (6,12%) mempunyai setuju. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak 4.4.3.9. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 65

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Gambaran sikap responden tentang anggapan bahwa pemberian imunisasi pada anak pertama harus lebih lengkap dari anak selanjutnya dapat dilihat dari tabel 4.25 dan diagram 4.24 dibawah ini.

Tabel 4.25. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya a. b. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 5 44 49 Persentase ( %) 10.2 89.79 100

Diagram 4.24. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya
10% Setuju 90% Tidak setuju

Dari tabel 4.25 dan diagram 4.24 didapat 44 responden (89,79%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang anggapan bahwa pemberian

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 66

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

imunisasi pada anak pertama harus lebih lengkap dari anak selanjutnya. Sedangkan 5 responden (10,2%) setuju. 4.4.3.10. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi Gambaran sikap responden Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi dapat dilihat dari tabel 4.26 dan diagram 4.25 dibawah ini. Tabel 4.26 Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 49 0 49 Persentase ( % ) 100 0 100

a. b.

Diagram 4.25. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi
0% Setuju Tidak setuju 100%

4.4.4.

Gambaran Tindakan Respondensi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 67

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.4.1. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi Jika anaka belum mendapatkan imunisasi sesegera mungkin mendatangi posyandu atau mendatangi petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi. Gambaran responden tentang tindakan ibu jika tidak ditemykan Posyandu didaerahnya dapat dilihat pada tabel 4.27 dan diagram 4.26 dibawah ini. Tabel 4.27. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi a. b. c. d. Membawa anak ibu imunisasi ke posyandu setelah anak berumur 5 tahun Melakukan imunisasi sendiri di rumah Segera membawa anak ibu ke rumah sakit Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi JUMLAH Frekuensi (f ) 2 2 1 44 49 Persentase ( %) 4, 08 4.08 2.04 89.79 100

Diagram 4.26. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi
4% 4% 2%

Membawa anak ibu imunisasi ke posyandu setelah anak berumur 5 tahun Melakukan imunisasi sendiri di rumah

90%

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 68

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dari tabel 4.27 dan diagram 4.26 didapat 44 responden (89,79%) mempunyai tindakan Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi, 5 responden (10,21%) yang tidak setuju tentang anggapan bahwa Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah banyak

mendapat himbauan dari petugas kesehatan atau tokoh terkemuka setempat mengenai dimana saja dapat dilakukan imunisasi. 4.4.4.2. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu Penyuluhan imunisasi di posyandu bertujuan agar si ibu lebih mengerti dan memahami pentingnya anak diberikan imunisasi. Tindakan ibu bila ada penyuluhan imunisasi di posyandu segera mendatangi penyuluhan tersebut agar mendapatkan informasi yang lebih mengenai pentingnya imunisasi. Gambaran responden tentang tindakan ibu bila ada penyuluhan imunisasi di posyandu dapat dilihat pada tabel 4.28 dan diagram 4.27 dibawah ini. Tabel 4.28 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu, Apa Yang Ibu Akan Lakukan Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi Mendengarkan penyuluhan dan melakukan imunisasi di posyandu Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan JUMLAH

Frekuensi (f )

Persentase ( %)

a. b. c. d.

6 38 4 1 49

12, 24 77.55 8.16 2.04 100

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 69

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.27. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu, Apa Yang Ibu Akan Lakukan
8% 2% 12% 78% Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi Mendengarkan penyuluhan dan melakukan imunisasi di posyandu Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan

Dari tabel 4.28 dan diagram 4.27 didapat 38 responden (77,55%) mempunyai tindakan Mendengarkan penyuluhan dan melakukan

imunisasi di posyandu, 6 responden (12, 24%) melakukan Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi, 4 responden (8.16%) Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi dan 1 responden (2,04%) akan Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan. 4.4.4.3. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu, Apa Tindakan Ibu Selanjutnya Bila ibu lupa akan jadwal imunisasi anak, ibu tersebut seharusnya segera mendatangi posyandu atau kader terkait dan menanyakannya pada kader atau petugas kesehatan tersebut. Gambaran responden tentang tindakan ibu bila ibu lupa jadwal imunisasi anak ibu, apa tindakan ibu selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.29 dan diagram 4.28 dibawah ini.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 70

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.29. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu, Apa Tindakan Ibu Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu, Apa Tindakan Ibu Selanjutnya a. b. c. d. Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi Menunggu jadwal selanjutnya Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi Membiarkan jadwal imunisasi yang terlewati JUMLAH Frekuensi (f ) 43 5 1 0 49 Persentase ( %) 87.71% 10.20% 2.04% 0 100%

Diagram 4.28. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu, Apa Tindakan Ibu Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu, Apa Tindakan Ibu Selanjutnya
10% 2% 0% Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi Menunggu jadwal selanjutnya Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi

88%

Dari tabel 4.29 dan diagram 4.28 didapat 43 responden (87,71%) mempunyai tindakan Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 71

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

untuk mendapatkan imunisasi, 5 responden (10,2%) Menunggu jadwal selanjutnya, dan 1 responden (2,04%) akan Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah banyak mengetahui dimana bisa untuk mendapatkan imunisasi untuk anaknya. 4.4.4.4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi Informasi mengenai imunisasi sangat penting bagi masyarakat terlebih masyarakat sampai kapan anak harus di brikan imunisasi. Untuk mendapatkan imunisasi sebaiknya anak dibawah ke posyandu. Gambaran responden tentang tindakan ibu jika ibu tidak tau sampai kapan anak ibu harus di imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.30 dan diagram 4.29 dibawah ini. Tabel 4.30. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Jika Ibu Tidak Tahu Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi Bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu Membaca artikel tentang upaya mencerdaskan anak Mencari tahu kepada ibu lainnya Mengikuti program penimbangan bayi JUMLAH

Frekuensi (f )

Persentase ( %)

a. b. c. d.

45 1 2 1 49

91.83% 2.04% 4.08% 2.04% 100%

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 72

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.29. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Jika Ibu Tidak Tahu Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi
2% 4% 2% Bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu 92% Membaca artikel tentang upaya mencerdaskan anak

Dari tabel 4.30 dan diagram 4.29 didapat 45 responden (91,83%) mempunyai tindakan akan bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu, 4 responden (8,16%) tidak bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu. Hal ini mungkin dikarenakan adanya interaksi yang baik antara petugas kesehatan dengan masyarakan. 4.4.4.5. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Anaknya Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi Salah satu efek samping pemberian imunisasi adalah demam, hal ini dapat terjadi pada pemberian imunisasi BCG, DPT dan Campak. Ini merupaka efek samping yang normal yang dapat di tanggulangi oleh sebab itu imunisasi dasar lengkap pada anak harus tetap dilakukan. Gambaran responden tindakan ibu bila anaknya mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.31 dan diagram 4.30 dibawah ini.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 73

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.31. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi a. b. c. d. Berobat ke bidan Memberi obat kampung Tidak akan melakukan imunisasi selanjutnya Tidak perlu khawatir karena sudah diberikan penjelasan oleh petugas kesehatan sebelumnya JUMLAH Frekuensi (f ) 17 1 0 31 49 Persentase ( % ) 34.69% 2.04% 0 63.26% 100%

Diagram 4.30. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi Berobat ke bidan
35% 63% 2% 0% Tidak akan melakukan imunisasi selanjutnya Memberi obat kampung

Dari tabel 4.29 dan diagram 4.30 didapat 31 responden (63,26%) Tidak khawatir Bila Anaknya mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi karena sudah diberikan penjelasan oleh petugas kesehatan sebelumnya, 17 responden (34.69%) akan berobat ke bidan. 1 responden
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 74

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

(2,04%) akan member obat kampong Hal ini mungkin dikarenakan adanya interaksi yang baik antara petugas kesehatan dengan masyarakan. 4.4.4.6. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Tindakan ibu jika menemukan ada ibu yang tidak mau melakukan imunisasi pada anaknya, dengan cara ibu tersebut memberikan pengertian dan mengantarkannya ke petugas kesehatan agar mendapat informasi tentang imunisasi lebih lanjut. Gambaran responden tindakan ibu jika menemukan ada ibu yang tidak mau melakukan imunisasi pada anaknya dapat dilihat pada tabel 4.32 dan diagram 4.31 dibawah ini.

Tabel 4.32 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Jika Ditemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya, Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan. a. Memamksa si ibu sampai iya mau membawa anaknya ke posyandu untuk di imunisasi Mengunjungi si ibu memberikan pengertian betapa pentingnya pemberian imunisasi pada anak Mendatangi ibu dan menanyakan alasasn tidak mau melakukan imunisasi pada anak Member tahu ibu kalau imunisasi diberikan tiap bulan JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %)

b.

46

93.87

c. d.

1 2 49

2.04 4.08 100

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 75

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.31 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Jika Ditemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya, Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan
Memamksa si ibu sampai iya mau membawa anaknya ke posyandu untuk di imunisasi

2% 4% 0%

94%

Mengunjungi si ibu memberikan pengertian betapa pentingnya pemberian imunisasi pada anak

4.4.4.7. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Ibu- Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Penyuluhan penting untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan terpercaya, dengan penyuluhan masyarakat dapat memahami pentingnya imunisasi pada anak. Tindakan ibu bila belum mengerti mengenai imunisasi dasar lengkap agar mengikuti penyuluhan yang diadakan oleh petugas kesehatan. Gambaran responden tindakan ibu bila ada ibu- ibu yang belum mengerti tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap dapat dilihat pada tabel 4.33 dan diagram 4.32 dibawah ini.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 76

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.33 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Ibu- Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Bila Ada Ibu- Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Apa Yang Ibu Lakukan a. b. c. d. Mengajak ibu posyandu Pura- pura tidak tahu Membiarkan saja Menjelaskan tentang pentingnya dan manfaat imunisasi dasar lengkap serta mengajaknya untuk ikut program imunisasi JUMLAH Frekuensi (f ) 5 0 0 44 49 Persentase ( % ) 10.20 0 0 89.79 100

Diagram 4.32 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Ibu- Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Bila Ada Ibu- Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Apa Yang Ibu Lakukan
Mengajak ibu posyandu

0% 0% 10% 90% Membiarkan saja Pura- pura tidak tahu

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 77

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.4.8. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu Tindakan ibu bila di daerah ibu tidak di temukan posyandu, agar ibu tersebut mendatangi puskesmas terdekat agar dapat memperoleh informasi mengenai imunisasi dasar lengkap diberikan pada anak umur dibawah 1 tahun diantaranya adalah imunisasi Hepatitis, BCG, Polio, DPT, Campak. Gambaran responden tindakan ibu bila di daerah ibu tidak ditemukan posyandu dapat dilihat pada tabel 4.34 dan diagram 4.33 dibawah ini. Tabel 4.34 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Apa Yang Ibu Lakukan Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu a. b. Bertanya pada dukun diman posyandu terdekat Segera mendatangi petugas kesehtan di puskesmas untuk mendapatkan pelayanan Bertanya kepada warga sekitar atau tetangga terdekat Datang kerumah sakit terdekat JUMLAH

Frekuensi (f ) 0 48

Persentase (%) 0 97.95

c. d.

0 1 49

0 2.04 100

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 78

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.33 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Apa Yang Ibu Lakukan Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu
2% 0% 0%

98%

4.4.4.9. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak Mencegah serangan penyakit pada anak dapat diberikan imunisasi di posyandu. Gambaran responden tindakan ibu untuk mencegah penyakit pada anak dapat dilihat pada tabel 4.35 dan diagram 4.34 dibawah ini. Tabel 4.35 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Apa Yang Ibu Lakukan Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak a. b. c. d. Member vitamin untuk mencegah penyakit Memberikan makanan yang bergizi Memberikan imunisasi dasar lengkap Memberikan ramuan tradisional JUMLAH
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Frekuensi (f ) 2 4 43 0 49

Persentase ( %) 4.08 8.18 87.71 0 100 Page 79

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.34 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Apa Yang Ibu Lakukan Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak


Member vitamin untuk mencegah penyakit Memberikan makanan yang bergizi 88% Memberikan imunisasi dasar lengkap Memberikan ramuan tradisional

0% 4%

8%

4.4.4.10. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali Pemberian imunisasi tidak hanya sekali, tindakan ibu untuk mendapatkan hasil yang efektif imunisasi dilakukan secara berulang dan terjadwal. Gambaran responden tindakan ibu bila imunisasi dasar lengkap tidak cukup diberikan hanya dalam 1 (satu) kali dapat dilihat pada tabel 4.36 dan diagram 4.35 dibawah ini.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 80

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.36 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Dalam 1(Satu) Kali a. b. c. d. Bila anak sehat ibu tidak akan membawa anak untuk di imunisasi lagi Akan membawa anak ke imunisasi kapan saja ibu suka Akan tetap mengikuti program/ jadwal imunisasi selanjutnya Cukup di imunisasi hanya 1 kali JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %)

0 0 49 0 49

0 0 100 0 100

Diagram 4.35 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Apa Yang Ibu Lakukan Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Dalam 1 (Satu) Kali
0% Bila anak sehat ibu tidak akan membawa anak untuk di imunisasi lagi Akan membawa anak ke imunisasi kapan saja ibu suka Akan tetap mengikuti program/ jadwal imunisasi selanjutnya

100%

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 81

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.5. Rekapitulasi Gambaran Prilaku Responden Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi 4.4.5.1.Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan

Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu.Pengetahuan mempunyai pengaruh sebagai motivasi awal bagi seseorang dalam perilaku.pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan tindakan terhadap suatu objek tertentu.pengindraan terjadi melalui indra manusia yaitu indra penglihatan, pendengaran, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi di posyandu. Tabel 4.37 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 NO 1. 2 3 PENGATAHUAN BAIK SEDANG KURANG JUMLAH FREKUENSI (f) 30 19 0 49 PRESENTASI (%) 61.2 38.8 0 100

Diagram 4.36 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013
0%

PENGETAHUAN
39% 61%

BAIK

SEDANG

KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 82

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.5.2. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap stimulus atau objek.manifestasi sikap tidak dapat dilihat langsung tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup.sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu.sikap ibu mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi di posyandu Tabel 4.38 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

NO 1. 2 3

SIKAP BAIK SEDANG KURANG JUMLAH

FREKUENSI (f) 38 11 0 49

PRESENTASI (%) 77.5 22.5 0 100

Diagram 4.37. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

SIKAP
0% 22%

78%

BAIK

SEDANG

KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 83

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.5.3. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tindakan adalah sesuatu perbuatan yang nyata yang diperlukan untuk mendukung suatu kondisi yang memungkinkan. Tindakan adalah proses yang di jalani manusia sebagai pelaku dalam mencapai suatu tujuan. Ada 3 anasirdalam tindakan:proses,pelaku,dan tujuan.sebagai sebuah proses,tindakanya punya titik awal dan akhir.tindakan ibu mengenai imunisasi dasar lengkap di posyandu Tabel 4.39 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 NO 1. 2 3 TINDAKAN BAIK SEDANG KURANG JUMLAH FREKUENSI (f) 42 7 0 49 PRESENTASI (%) 85.7 14.3 0 100

Diagram 4.38. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

TINDAKAN
0% 14%

86%

BAIK

SEDANG

KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 84

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.6. Tabulasi Silang Karakteristik Dengan Perilaku Responden 4.4.6.1. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin bertambahnya umur seseorang diharapkan semakin bertambahnya pengetahuan seseorang. Hal ini di karenakan seiring bertambahnya umur maka pola piker untuk berkembang dalam mengetahui akan bertambah didasarkan pada pengalaman. Hubungan umur dengan pengetahuan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.40 dan diagram 4.39 dibawah ini.

Tabel 4.40 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Pengetahuan No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 - 29 30 - 39 >40 TOTAL 0 16 12 3 31 Baik % 0 64 60 100 63,26 Sedang N 1 9 8 0 18 % 100 36 40 0 36,73 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 85

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.39 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap

Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Umur Dengan Pengetahuan


18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 < 20 Tahun 20 - 29 Tahun 30 - 39 Tahun > 40 Tahun BAIK SEDANG KURANG

Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 0 responden (0%) berpengetahuan baik, kelompok umur 20-29 tahun 16 responden (64%) berpengetahuan baik, kelompok umur 30-39 tahun 12 responden (60%) berpengetahuan baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) berpengetahuan baik. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan semakin bertambahnya umur maka akan disertai pula dengan peningkatan pengetahuannya. 4.4.6.2. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Sikap Responden Semakin bertambah umur diharapkan dapat mempengaruhi sikap yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari, karena sikap dapat berubah ketika seseorang dapat menyikapi suatu masalah dengan baik. Tabulasi silang antara umur dengan sikap responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.41 dan diagram 4.40 dibawah ini
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 86

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.41 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Sikap No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 - 29 30 - 39 >40 TOTAL 1 20 16 3 40 Baik % 100 64 60 100 81,63 Sedang N 0 5 4 0 9 % 0 20 20 0 18,36 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL

Diagram 4.40 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Umur Dengan Sikap


25 20 15 10 5 0 < 20 Tahun 20 - 29 Tahun 30 - 39 Tahun > 40 Tahun

BAIK SEDANG KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 87

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 1 responden (100%) bersikap baik, kelompok umur 20-29 tahun 20 responden (64%) bersikap baik, kelompok umur 30-39 tahun 16 responden (60%) bersikap baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) bersikap baik. Ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan semakin bertambah umur seseorang maka akan semakin baik sikapnya terhadap bayi. 4.4.6.3. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Tindakan Responden Semakin bertambahnya umur seseorang diharapkan semakin baik dalam menerapkan tindakan dalam kehidupan sehari- hari, dimana semakin dewasa pola piker seseorang akan bertambah baik dan mengerti apa yang harus dilakukannya. Tabulasi silang antara umur dengan tindakan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 37 dan diagram 37 dibawah ini

Tabel 4.42 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 - 29 30 - 39 >40 TOTAL 1 21 18 3 43 Baik % 100 84 90 100 87,71 Sedang N 0 4 2 0 6 % 0 16 10 0 12,24 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 88

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.41 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Umur Dengan Tindakan


25 20 15 10 5 0 < 20 Tahun 20 - 29 Tahun 30 - 39 Tahun > 40 Tahun

BAIK SEDANG KURANG

Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 1 responden (100%) mempunyai tindakan baik, kelompok umur 2029 tahun 21 responden (84%) mempunyai tindakan baik, kelompok umur 30-39 tahun 18 responden (90%) mempunyai tindakan baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) mempunyai tindakan baik terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi. Ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan semakin bertambah umur seseorang maka akan semakin baik tindakannya. 4.4.6.4.Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin tinggi pendidikan seseorang diharapkan dapat

meningkatkan pengetahuan yang lebih baik. Pendidikan yang baik dan terarah akan membuat seseorang memilikitingkat pengetahuan dan kualitas yang berpikir yang rasional sehingga pendidikan dapat menyokong pengatahuan yang lebih baik. Tabulasi silang antara

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 89

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

pengetahuan dengan pendidikan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.43 dan diagram 4.42 dibawah ini Tabel 4.43. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pengetahuan No Pendidikan N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 4 6 15 4 29 Baik % 33,3 50 75 80 59,18 Sedang N 8 6 5 1 20 % 66,7 50 25 20 40,82 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 12 12 20 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL

Diagram 4.42 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Pendidikan Dengan Pengetahuan


16 14 12 10 8 6 4 2 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT BAIK SEDANG KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 90

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD sebanyak 4 responden (33%) berpengetahuan baik, pendidikan SMP sebanyak 6 responden (50%) berpengetahuan baik, pendidikan SMA sebanyak 15 responden (75%) berpengetahuan baik dan pendidikan S1 sederajat sebanyak 4 responden (80%) berpengetahuan baik. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi pula pengetahuannya. 4.4.6.5. Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Sikap Responden Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang diharapkan dapat membawa perubahaan pada sikap yang lebih baik dengan contoh seseorang yang memiliki tingkat pendidikan dapat mengatur kesehatan anaknya dengan sering mengikuti program-program yang diadakan di posyandu. Hubungan tingkat pendidikan dengan sikap responden mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat di lihat pada tabel 4.44 dan diagram 4.43 dibawah ini.

Tabel 4.44 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No Pendidikan Baik N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 8 8 17 5 38 % 66,7 66,7 85 100 77,55 Sikap Sedang N 4 4 3 0 11 % 33,3 33,3 15 0 22,45 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 12 12 20 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 91

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.43 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Pendidikan Dengan Sikap


18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT BAIK SEDANG KURANG

Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD 8 responden (66,7%) bersikap baik, pendidikan SMP 8 responden (66,7%) bersikap baik, pendidikan SMA 17 responden (85%) bersikap baik dan pendidikan S1 sederajat 5 responden (100%) bersikap baik. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin baik sikapnya terhadap bayi.

4.4.6.6.Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Tindakan Responden Semakin tinggi tingkat pendidikan diharapkan lebih baik tindakan yang di lakukan,contohnya dalam memberikan tindakan mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi.hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat tindakan dapat dilihat pada tabel 4.45 dan diagram 4.44 dibawah ini.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 92

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.45 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan No Pendidikan N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 7 10 20 5 42 Baik % 63,6 83,3 95,2 100 85,71 Sedang N 4 2 1 0 7 % 36,4 16,7 4,8 0 14,29 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 11 12 21 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL

Diagram 4.44 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Pendidikan Dengan Tindakan


25 20 15 10 5 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT

BAIK SEDANG KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 93

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD 7 responden (63,6%) memiliki tindakan yang baik, pendidikan SMP 10 responden (83,3%) memiliki tindakan yang baik, pendidikan SMA 20 responden (95,2%) memiliki tindakan yang baik dan pendidikan S1 sederajat 5 responden (100%) memiliki tindakan yang baik. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin baik tindakannya terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi. 4.4.6.7. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Pengetahuan Responden Untuk informasi tabulasi silang pengetahuan responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4.46 dan diagram 4.45dibawah ini.

Tabel 4.46. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Pengetahuan No Agama N 1 2 Islam Kristen TOTAL 38 1 39 Baik % 79,1 100 79,59 Sedang N 10 0 10 % 20,9 0 20,41 Kurang N 0 0 0 % 0 0 0 48 1 49 100 100 100 TOTAL

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 94

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.45 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Agama Dengan Pengetahuan


40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan tingkat pengetahuan yang baik sedangkan responden yang beragama Islam sebesar 38 (79,1%) adalah kelompok yang mempunyai tingkat pengetahuan baik. Dari hasil tersebut maka tidak ada kecenderungan hubungan agama responden dengan tingkat pengetahuan. 4.4.6.8. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Sikap Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4.47 dan diagram 4.46 dibawah ini.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 95

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.47 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 Agama N 39 1 40 Baik % 81,25 100 81,63 Sikap Sedang N % 9 18,75 0 0 9 18,37 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 TOTAL 48 1 49 100 100 100

Islam Kristen TOTAL

Diagram 4.46 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Agama Dengan Sikap


45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar dengan 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan sikap yang baik.

Sedangkan yang beragama Islam sebesar 39 responden (81,25%) adalah kelompok yang mempunyai sikap yang baik. Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan agama responden dengan sikap.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 96

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.6.9. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Tindakan Responden Untuk informasi tabulasi silang tindakan responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4.48 dan diagram 4.47 dibawah ini.

Tabel 4.48 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan

Agama Dengan

Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 Agama N 42 0 42 Baik % 87,5 0 85,71 Tindakan Sedang N % 6 12,5 1 100 7 14,29 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 TOTAL 48 1 49 100 100 100

Islam Kristen TOTAL

Diagram 4.47. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Agama Dengan Tindakan


45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar dengan 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan tindakan yang sedang. Sedangkan yang beragama Islam dengan 6 responden (12,5%) adalah kelompok yang mempunyai sikap sedang.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 97

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.6.10.Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin baik tingkat pekerjaan seseorang diharapkan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik,hal ini dikarenakan pekerjaan dapat memberikan pengetahuan tambahan dimana tempat seseorang bekerja. Hubungan pekerjaan dengan pengatahuan dapat dilihat pada tabel 4.49 dan diagram 4.48 dibawah ini. Tabel 4.49. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Pekerjaan IRT GURU WIRASWASTA TOTAL Pengetahuan Baik Sedang N % N % 25 58,1 18 41,9 4 100 0 0 1 30 50 61,22 1 19 50 38,78 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 43 4 2 49 100 100 100 100

Diagram 4.48 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Pekerjaan Dengan Pengetahuan


30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 98

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan guru yang mempunyai pengetahuan baik. Hal ini disebabkan karena pendidikan Guru lebih tinggi dari wiraswasta dan ibu rumah tangga sehingga memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar lengkap. 4.4.6.11. Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Sikap Responden Semakin baik tingkat pekerjaan seseorang diharapkan memiliki sikap yang lebih baik,hal ini dikarenakan sikap seseorang dapat didasari pergaulan itulah seseorang akan mengerti sikap yang diambilnya. Hubungan antara pekerjaan dan sikap responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.50 dan diagram 4.49 dibawah ini.

Tabel 4.50 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Sikap No Pekerjaan N 1 2 3 IRT GURU WIRASWASTA TOTAL 33 4 1 38 Baik % 76,7 100 50 77,55 Sedang N 10 0 1 11 % 23,3 0 50 22,45 Kurang N 0 0 0 0 % 0 0 0 0 43 4 2 49 100 100 100 100 TOTAL

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 99

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Diagram 4.49 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Pekerjaan Dengan Sikap


35 30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG

Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan guru mempunyai sikap baik, 33 responden (76,7%) kelompok ibu rumah tangga mempunyai sikap baik, 1 responden (50%) kelompok wiraswasta mempunyai sikap baik. Ini menunjukan bahwa pekerjaan sebagai guru dan ibu rumah tangga mempunyai hubungan komunikasi sosial relative baik sehingga berpengaruh terhadap sikapnya. 4.4.6.12. Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Tindakan

Responden Semakin baik pekerjaan diharapkan memiliki arahan yang lebih baik,hal ini didasari pada pekerjaan yang baik membawa perubahan social ekonomi yang lebih baik dan berujung pada besarnya penghasilan yang didapat sehingga seseoranag akan lebih cermat dalam memberikan tindakan yang terbaik khususnya dalam berprilaku mengikuti program imunisasi. Hubungan antara pekerjaan dan tindakan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.51 dan diagram 4.50 dibawah ini.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 100

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Tabel 4.51 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Pekerjaan IRT GURU WIRASWASTA TOTAL N 37 4 1 42 Baik % 86 100 50 85,71 Tindakan Sedang N % 6 14 0 0 1 50 7 14,29 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 43 4 2 49 100 100 100 100

Diagram 4.50 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Pekerjaan Dengan Tindakan


40 35 30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG

Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan sebagai guru mempunyai tindakan baik, 37 responden (86%)kelompok ibu rumah tangga mempunyai tindakan baik dan 1 responden (50%) kelompok wiraswasta mempunyai tindakan baik terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi. Hal ini menunjukan bahwa tidak adanya hubungan tindakan responden dengan pekerjaan.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 101

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

4.4.6.13. Tabulasi Silang Suku Responden Dengan Pengetahuan Responden Untuk informasi tabulasi silang pengatahuan responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4.52 dan diagram 4.51 dibawah ini.

Tabel 4.52 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 21 9 0 30 Baik % 58,3 75 0 61,22 Pengetahuan Sedang N % 15 41,7 3 25 1 19 100 38,78 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100

Diagram 4.51. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Suku Dengan Pengetahuan


25 21 20 15 15 10 5 0 0 JAWA BATAK BANJAR 9 BAIK SEDANG KURANG 3 0 0 1 0

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 102

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 9 responden (75%) kelompok suku Batak dan 21 responden (58,3%) kelompok suku Jawa adalah kelompok yang mempunyai pengetahuan yang baik. Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan pengetahuan. 4.4.6.14. Tabulasi Silang Suku Responden Dengan Sikap Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4.53 dan diagram 4.52dibawah ini.

Tabel 4.53 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 26 11 1 38 Baik % 72,2 91,6 100 77,55 Sikap Sedang N % 10 27,8 1 8,4 0 11 0 22,45 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100

Diagram 4.52 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Suku Dengan Sikap


30 25 20 15 10 5 0 JAWA BATAK BANJAR BAIK SEDANG KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 103

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa 1 responden (100%) kelompok suku Banjar sebesar, 11 responden (91,6%) kelompok suku Batak dan 26 responden (72,2%) kelompok suku Jawa yang mempunyai sikap pengetahuan baik.hal ini berati tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan sikap. 4.4.6.15. Tabulasi Silang suku Responden Dengan Tindakan Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4.54 dan diagram 4.53 dibawah ini.

Tabel 4.54 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan Sedang N % 5 13,9 1 8,4 1 7 100 14,29

No 1 2 3

Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 31 11 0 42

Baik % 86,1 91,6 0 85,71

Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0

TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100

Diagram 4.53 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013

Suku Dengan Tindakan


35 30 25 20 15 10 5 0 JAWA BATAK BANJAR BAIK SEDANG KURANG

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 104

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok suku Batak sebesar 11 responden (91,6%), dan 31 responden (86,1%) kelompok suku Jawa adalah kelompok yang mempunyai tindakan baik. Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan tindakan.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 105

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dari penelitian yang dilakukan dan data yang diperoleh di Desa Sei Alim Ulu berdasarkan hasil pengambilan kuisioner yang dilakukan di dapat : 1. Karakteristik a. Umur : Ditemukan bahwa kelompok umur produktif (20 29 tahun) adalah jumlah terbanyak yakni 24 responden (48,99 %).

b. Agama : Ditemukan bahwa kelompok agama Islam adalah jumlah terbanyak yakni 48 responden (97,9 %).

c. Pendidikan : Ditemukan bahwa pendidikan responden tertinggi kedalam pendidikan sedang sebanyak 22 responden (44,8 %).

d. Pekerjaan : Ditemukan bahwa kelompok pekerjaan responden tertinggi adalah IRT sebanyak 43 responden (87,7 %).

e. Suku : Ditemukan bahwa kelompok suku responden tertinggi adalah Jawa sebanyak 36 responden (73,4 %).

2. Rekapitulasi Prilaku : a. Pengetahuan : Di temukan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 106

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara, memiliki pengetahuan baik yaitu 30 responden (61,2 %).

b. Sikap : Di temukan bahwa sikap masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara, memiliki

pengetahuan baik yaitu 38 responden (77,5 %).

c. Tindakan : Di temukan bahwa tindakan masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara, memiliki

pengetahuan baik yaitu 42 responden (85,7 %).

3. Tabulasi silang (Hubungan Prilaku Dengan Karakteristik Responden). Berdasarkan hasil tabulasi silang (Hubungan Prilaku Dengan Karakteristik Responden) ditemukan bahwa :

a. Tidak terdapat kecenderungan bahwa bertambah umur seseorang akan semakin baik pula pengetahuan, sikap, dan tindakannya. b. Tidak terdapat kecenderungan bahwa agama seseorang akan berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakannya. c. Jenis pekerjaan IRT merupakan kelompok dengan tingkat persentasi tertinggi (87,7 %), sedangkan terendah adalah wiraswasta (4,08 %). Sedangkan untuk sikap baik persentasi tertinggi adalah IRT (76,7 %), sedangkan sikap baik terendah adalah wiraswasta (50 %). Untuk tindakan baik dengan persentasi terbesar adalah IRT (86 %). Dan persentase tindakkan baik terendah adalah wiraswasta (50 %), maka terdapat kecenderungan

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 107

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

bahwa jenis pekerjaan seseorang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan d. Ada kecenderungan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin baik tingkat pengetahuan, sikap dan tindakannya. e. Tidak ada kecenderungan bahwa suatu suku dapat berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan.

5.2.

Saran Berdasarkan data karekteristik responden ditemukan bahwa umur responden adalah golongan usia produktif, agama sebagian besar responden adalah Islam, pekerjaan sebagian besar adalah IRT dengan klasifikasi pendidikan tinggi, serta klasifikasi suku responden sebagian besar adalah suku Jawa. Dengan demikian dapat kami sarankan :

1. Bagi masyarakat Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Mengingat bahwa sebagian besar responden adalah mayoritas suku Jawa, berpendidikan SMA maka fungsi dan peran tokoh pemuka adat dan kader kader posyandu dapat digunakan sebagai salah satu alternatif didalam menyampaikan pesan pesan kesahatan khususnya materi Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 Bulan. Sehingga dengan demikian seluruh masyarakat termotifasi untuk melakukan hal yang sama.

2. Bagi Puskesmas Air Batu kecamatan Air Batu Mengadakan penyuluhan tentang imunisasi pada setiap pelaksanaan kegiatan di posyandu secara massal, berkala dengan tata cara pelaksanaan sebagai berikut : saat pendaftaran ibu diberi brosur/ leaflet tentang Imunisasi Dasar Lengkap untuk selanjutnya pada pelayanan meja 4 akan dilakukan penyuluhan massal bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi umur 011 bulan setelah mengetahui jumlah seluruh bayi hadir sesuai daftar yang ada. Penyuluhan dilakukan oleh petugas kesehatan dan diupayakan
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 108

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

sedemikian rupa agar menarik ibu, misalnya : media audio visual, poster, gambar-gambar akibat dari tidak mendapat imunisasi yang diambil dari internet. Keseluruhan dari pada upaya tersebut dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan instansi yang terkait dengan kesehatan dan perusahaan perusahaan khususnya bergerak dibidang kesehatan.

3. Bagi Pemerintahan Desa a) Menyediakan lokasi atau lahan, bangunan khusus posyandu yang dilengkapi dengan fasilitas bermain bagi anakanak dimana berasal dari swadaya masyarakat yang dibantu oleh pemerintah desa dan sponsor. Dengan adanya bangunan khusus Posyandu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas diharapkan akan dapat memotivasi masyarakat khususnya ibuibu yang mempunyai balita untuk dapat memanfaatkannya dengan sebaikbaiknya. b) Mengadakan berbagai kegiatan perlombaan misanya : bayi sehat, Posyandu teladan, kader teladan, tenaga kesehatan teladan, dan lain lain. Pendanaan untuk kegiatan tersebut dapat diperoleh melalui cara pendekatan kepada perusahaan perkebunan terdekat, pihak kecamatan, dan donator lain.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 109