GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM

ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 .

Latar Belakang Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehatan bangsa, sebab

anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Berdasarkan alasan tersebut, masalah kesehatan anak diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa. Angka kematian bayi menjadi indikator pertama dalam menetukan derajat kesehatan anak karena merupakan cerminan dari status kesehatan anak saat ini. Setiap tahun lahir 130 juta anak di dunia, 91 juta diantaranya lahir di Negara yang sedang berkembang. Pada tahun 1974, cakupan vaksinasi baru mencapai 5% sehingga dilaksanakan imunisasi global yang disebut ekstended program on immunization (EPI) dan saat ini cakupan meningkat hampir setiap tahun, minimal 3 juta anak dapat terhindar dari kematian dan sekitar 750 ribu anak terhindar dari cacat. Namun demikian, satu dari 4 orang anak masih belum mendapatkan vaksinasi dan 2 juta meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. WHO mencatat sebanyak 4,5 juta kematian dari 10,5 juta pertahun terjadi akibat penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi. Seperti

Pneumococcus (28%), Campak (21%), Tetanus (18%), Rotavirus penyebab diare (16%), dan Hepatitis B (16%). Dari data WHO ini diperkirakan setidaknya 50% angka kematian di indonesia bisa dicegah dengan imunisasi dan indonesia

termasuk sepuluh besar negara dengan jumlah terbesar anak tidak tervaksinasi (WHO, 2010). Pada saat ini imunisasi sendiri sudah berkembang cukup pesat ini terbukti dengan menurunnya angka kesakitan dan angka kematian bayi. Angka kesakitan bayi menurun 10% dari angka sebelumnya, sedangkan angka kematian bayi menurun 5% dari angka sebelumnya 1,7 Juta kematian setiap tahunnya di Indonesia (DepKes RI, 2010).
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 1

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Cakupan imunisasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga pada tahun 2010 cakupan imunisasi dasar di Indonesia sudah mencapai 93,61%. Secara nasional jumlah desa di seluruh indonesia yang sudah mencapai UCI sebanyak 75,31%. Angka droup out terendah cakupan imunisasi DPT Hb1-Campak pada bayi tahun 2006-2010 adalah propinsi Jambi, DI Yogyakarta dan Bengkulu. Di Provinsi Sumatera Utara sendiri cakupan imunisasi dasar mencapai 93,28%. Dan sebanyak 69,26% dari seluruh desa di Sumatera Utara yang sudah mencapai UCI. Cakupan imunisasi dasar Kabupaten Asahan sudah mencapai 82,84% dari seluruh kecamatan. Ini membuktikan bahwa cakupan imunisasi di Kabupaten Asahan sudah berhasil mencapai UCI (Dinas Kesehatan RI, 2010). Ketidakpatuhan pemberian imunisasi untuk pemberian vaksin yang diberikan hanya satu kali saja atau vaksin yang daya perlindungannya panjang seperti vaksin BCG, maka keterlambatan dari jadwal imunisasi yang telah disepakati akan mengakibatkan meningkatnya resiko tertular oleh penyakit yang ingin dihindari. Anak sakit atau penyakit pada anak hendaknya dipertimbangkan sebagai suatu kontraindikasi untuk pemberian imunisasi yang layak, terkecuali dalam keadaan tertentu. Anak yang belum mendapatkan imunisasi yang sesuai dengan dosis yang disarankan tetap menjadi masalah besar dan hendaknya dilakukan upaya tertentu untuk melengkapi tiap seri imunisasi dan kurun usia yang disarankan (BKKBN, Cit Abhidya, 2005) Program imunisasi diberikan bertujuan untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya, dengan begitu pemberian imunisasi harus dilakukan sedini mungkin karena dengan imunisasi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Adapun yang menjadi target program imunisasi ini adalah balita, hal ini dikarenakan pada balita sistem kekebalan tubuh masih belum berkembang sempurna sehingga menyebabkan balita lebih rentan terhadap penyakit. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Perkembangan dan pertumbuhan di masa itu menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya (Dinas Kesehatan RI, 2010).
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 2

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Menurut Azwar Azrul (1999 ), Imunisasi dapat diperoleh di pos pelayanan terpadu (Posyandu), di puskesmas, di rumah sakit bersalin, Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) atau rumah sakit pemerintah, di praktek dokter atau bidan atau rumah sakit swasta. Sehingga dapat mempermudah orang tua untuk mendapatkan pelayanan imunisasi itu sendiri. Oleh karena itu, orang tua sebagai orang yang bertanggung jawab atas kesehatan dan masa depan anaknya haruslah memperhatikan imunisasi anaknya sebagai perlindungan dini bagi anak dari penyakit infeksi. Dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi hambatan pemenuhan imunisasi anak meliputi usia ibu dan anak, ekonomi dan sosial, pendidikan dan pengetahuan, jarak antara posyandu dengan tempat tinggal. Sedangkan karakteristik pelayanan kesehatan meliputi kurangnya informasi dari petugas kesehatan, kurangnya informasi mengenai tujuan di berikan imunisasi, masalah transportasi dan kemudahan akses ke tempat pelayanan kesehatan. Di Kecamatan Air Batu wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdapat 6 (enam) desa, dimana setiap desa memiliki posyandu, total posyandu di wilayah kerja puskesmas Air Batu berjumlah 28 posyandu. Berdasarkan data per Desember 2012 di Desa Sai Alim Ulu terdapat 137 bayi yang datang ke

posyandu, di Desa Pulahan terdapat 39 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Batu I/II terdapat 59 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Batu III/IX terdapat 34 bayi yang datang ke posyandu, di Desa Air Teluk Hesa terdapat 49 bayi yang datang ke posyandu, dan di Desa Pinang Ripan terdapat 54 bayi yang datang ke posyandu.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 3

5 %. Dengan demikian peneliti merasa tertarik untuk meneliti gambaran perilaku ibu-ibu yang memiliki anak 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap yang menyebabkan terjadinya penurunan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Data cakupan imunisasi per-Maret di Desa Sei Alim Ulu: No. Hepatitis B 24. maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut “Perilaku Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Usia 0-11 Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013”. Campak 22.2 %. sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemberian imunisasi berikutnya. Polio 3 23. Data per-Maret 2013 cakupan pemberian BCG mencapai 18. Polio 2 27.6 %.4 %.4 %.4 %. Polio 1 18.5 %. Polio 2 28. DPT-HB 3 23. Jenis Imunisasi 2011 1 2 3 4 5 BCG Cakupan Pemberian Imunisasi 2012 2013 Data per-Maret 2012 cakupan pemberian BCG mencapai 36. Desa Sei Alim Ulu termasuk desa dengan kunjungan posyandu terbanyak namun terlihat penurunan yang signifikan pada cakupan pemberian BCG dan Polio 1 yang hanya mencapai 18.4 %.2 %. DPT-HB 1 27. Polio 4 23.5 %. DPT-HB 2 37.5 %.2 %. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas.2 .5 % Berdasarkan uraian data diatas. Polio 3 36. DPT-HB 3 46 %. Polio 4 36. 1.2 %. Hepatitis B 28.6 % pada Maret 2013. DPT-HB 2 23. Campak 20 %. DPT-HB 1 28. Polio 1 36.4 %. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 4 .5 %.2 %.6 %.

Manfaat Penelitian Adapun beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur. 1. Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur. Bagi Peneliti KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 5 . Mengetahui gambaran sikap ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat tindakan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat sikap ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di wilayah kerja Posyandu Puskesmas Air Batu.4. suku.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 1. 3. Mengetahui hubungan antara karakteristik ibu (Umur. 7.3. Mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. suku. 6. suku.3 . Agama. Pendidikan dan Pekerjaan) mengenai pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. Agama. Mengetahui gambaran karakteristik ibu (Umur. Mengetahui gambaran tindakan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. 5. Agama. 4. Tujuan Penelitian Tujuan Umum 1. 2.3.1 . Dalam penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengetahui gambaran perilaku ibu tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu tahun 2013.2. Agama. 1. Pendidikan dan Pekerjaan) dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu. suku. Tujuan Khusus Adapun yang menjadi tujuan khusus dalam penelitian ini adalah : 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Sebagai proses pembelajaran dalam melakukan penelitian dan menerapkan pengetahuan teoritis pada kenyataan yang ada di masyarakat. 2. Skinner(1979). Bagi Pemerintah Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi yang berharga untuk menyusun kerjasama lintas program dengan instansi terkait dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya melalui Puskesmas. mengemukakan bahwa perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang dengan tanggapan. Perilakunya sendiri terselubung di sebut covert behavior. Bentuk pasif yaitu terjadi di dalam individu dan tidak dapat langsung di lihat oleh orang lain. respon ini dapat berbentuk 2 macam: 1. Bagi Puskesmas Air Batu Sebagai bahan acuan dalam pengembangan program imunisasi pada bayi usia 0 – 11 bulan di posyandu-posyandu yang berada dalam pengawasan puskesmas Air Batu. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 6 . Perilaku Menurut ahli perilaku. 3. 2. 4. Bagi Masyarakat Kecamatan Air Batu Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan masyarakat khususnya mengenai program-program imunisasi di posyandu sehingga dapat memahami pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan. Perilaku ini sudah nampak dalam bentuk tindakan di sebut over behavior. Sedangkan menurut Noto Atmodjo (1997) yang di maksud dengan perilaku adalah suatu respon organisme terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut. Bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu jelas dapat di observasi secara langsung.

gagasan. Faktor predisposisi merupakan faktor antesenden terhadap perilaku yang menjadi dasar motivasi bagi pelaku.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Menurut Green (1980) menganalisis bahwa perilaku manusia berasal dari tingkat kesehatan dimana dipengaruhi oleh dua faktor pokok yaitu faktor perilaku dan faktor diluar perilaku. Faktor pendukung adalah faktor antesenden terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana. Pengatahuan mencakup penalaran. Bahkan kegiatan internal seperti berfikir. Konsep Prilaku Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan organisme yang bersangkutan. termasuk praktek atau kemauan teknis dalam memecahkan berbagai persoalan hidup yang belum dibuktikan secara sistematis (Azwar : 1996). memberikan ganjaran intensif atau hukuman atas perilaku dan berperan sebagai menetap atau hilangnya perilaku itu. 2. Sikap KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 7 . kepercayaan dan nilai. berbicara.2. Pengetahuan Pengetahuan adalah seluruh pemikiran. ganjaran nyata ataupun tidak nyata (Soekidjo:1993) 2.1. mencakup berjalan. 2. berpakaian. ide. penjelasan dan pemahaman manusia tentang segala sesuatu. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas misalnya puskesmas. Faktor ini terwujud dalam lingkungan fisik. yang masuk dalam faktor ini adalah pengetahuan. 2.1. Termasuk dalam faktor ini adalah manfaat sosial.3. jasmani. 3.1. Jadi pada hakikatnya perilaku manusia adalah aktifitas dari pada manusia itu sendiri. persepsi dan emosi juga merupakan perilaku manusia. sikap. yang mempunyai bentangan yang luas.1. Selanjutnya perilaku itu sendiri terbentuk jadi tiga faktor yaitu: 1. dan sebagainya. konsep dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya termasuk manusia dan kehidupannya. Faktor yang memperkuat adalah faktor penyerta yang datang sesudah perilaku.

2. Tindakan Tindakan adalah proses yang dijalani manusia sebagai pelaku dalam mencapai suatu tujuan. Kelompok pemikiran ini adalah berorientasi pada skema triadic (triadic schema). Rensislikert dan Charles Osgout menurut mereka sikap adalah suatu obyek perasaan mendukung (favorable) maupun perasaan tidak mendukung (unfavorable) pada obyek tersebut. Lavierre.1. Jadi Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh manusia. menghindari. pelaku dan tujuan. 3. sikap positif. Sedangkan sikap negative kecenderungan menjauhi. kebal atau resisten. menyenangi. 2.4. 2. tindakannya punya titik awal dan titik akhir. tidak menyukai obyek tertentu (Sarlito Wirawan Sarwono 2009:1994) Menurut Azwar sikap adalah tiga kerangka pemikiran : 1. Bogardus. merasakan dan berperilaku terhadap suatu obyek.1.2.2. membenci. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek dengan cara-cara tertentu dapat dikatakan bahwa kesiapan yang dimaksudkan merupakan kecenderungan yang potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu apa bila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya respon. Mead dan Gordon Allfored. kecenderungan tindakan adalah mendekati. Konsep Imunisasi 2. Sebagai sebuah proses. Definisi imunisasi Imunisasi berasal dari kata imun. menurut pemikiran ini sikap merupakan kostelasi komponen kognitif afektif dan kognatif yang saling berinteraksi didalam memahami. Kerangka pemikiran yang diwakili oleh para ahli psikologis seperti Louis Thurstone. Ada tiga anasir dalam tindakan : proses.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu. Sedangkan kebal adalah KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 8 . Kerangka pemikiran ini diwakili oleh ahli seperti Chip. mengharapkan obyek tertentu.

Tahun 1981 dan 1982 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 9 . Adapun tujuan imunisasi adalah merangsang sistim imunologi tubuh untuk membentuk antibody spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Campak 7. Menurut Supartini (2004) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dasar adalah 1. program imunisasi telah dimulai sejak abad ke 19 untuk membasmi penyakit cacar di Pulau Jawa. menyebutkan imunisasi adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pemberian vaksin pada tubuh seseorang sehingga dapat menimbulkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Tuberkulosis 2. pertusis dan tetanus neonatorum. DPT dan TT secara berturut-turut untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit TBC anak.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 suatu keadaan dimana tubuh mempunyai daya kemampuan mengadakan pencegahan penyakit dalam rangka menghadapi serangan kuman tertentu. Tetanus 5.2. Difteria 3. Program Imunisasi Di Indonesia. Kasus cacar terakhir di Indonesia ditemukan pada tahun 1972 dan pada tahun 1974 Indonesia secara resmi dinyatakan Negara bebas cacar. Poliomielitis 6.2. difteri. Hepatitis 2. Tahun 1977 sampai dengan tahun 1980 mulai diperkenal kan imunisasi BCG. Kebal atau resisten terhadap suatu penyakit belum tentu kebal terhadap penyakit lain. 1985) Departemen Kesehatan RI (2004). 1994) Dalam ilmu kedokteran. (Musa. Pertusis 4. imunitas adalah suatu peristiwa mekanisme pertahanan tubuh terhadap invasi benda asing hingga terjadi interaksi antara tubuh dengan benda asing tersebut. (Depkes RI.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

berturut-turut mulai diperkenalkan antigen polio dan campak yang dimulai di 55 buah kecamatan dan dikenal sebagai kecamatan Pengembangan Program Imunisasi (PPI). (Depkes RI, 2000) Pada tahun 1984, cakupan imunisasi lengkap secara nasional baru mencapai 4%. Dengan strategi akselerasi, cakupan imunisasi dapat ditingkatkan menjadi 73% pada akhir tahun 1989. Strategi ini terutama ditujukan untuk memperkuat infrastruktur dan kemampuan manajemen program. Dengan bantuan donor internasional (antara lain WHO, UNICEF, USAID) program berupaya mendistribusikan seluruh kebutuhan vaksin dan peralatan rantai dinginnya serta melatih tenaga vaksinator dan pengelola rantai dingin . Pada akhir tahun 1989, sebanyak 96% dari semua kecamatan di tanah air memberikan pelayanan imunisasi dasar secara teratur. (Abednego, 1997) Dengan status program demikian, pemerintah bertekad untuk mencapai Universal Child Immunization (UCI) yaitu komitmen

internasional dalam rangka Child Survival pada akhir tahun 1990. Dengan penerapan strategi mobilisasi social dan pengembangan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), UCI ditingkat nasional dapat dicapai pada akhir tahun 1990. Akhirnya lebih dari 80% bayi di Indonesia mendapat imunisasi lengkap sebelum ulang tahunnya yang pertama. (Depkes RI, 2000) 2.2.3. Tujuan pemberian imunisasi Tujuan pemberian imunisasi adalah 1. Tujuan jangka pendek Untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan seseorang terkena penyakit berbahaya yang menular. 2. Tujuan jangka panjang Imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan serta kecacatan yang disebabkan oleh PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) (IDAI, 2001).

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 10

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

Menurut Depkes RI (2001), tujuan pemberian imunisasi adalah untuk mencegah penyakit dan kematian bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh wabah yang sering muncul. Pemerintah Indonesia sangat mendorong pelaksanaan program imunisasi sebagai cara untuk

menurunkan angka kesakitan, kematian pada bayi, balita/ anak-anak pra sekolah. Untuk tercapainya program tersebut perlu adanya pemantauan yang dilakukan oleh semua petugas baik pimpinan program, supervisor dan petugas imunisasi vaksinasi. Tujuan pemantauan menurut Azwar (2003) adalah untuk mengetahui sampai dimana keberhasilan kerja, mengetahui permasahan yang ada. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbaiki program. Hal-hal yang perlu dilakukan pemantauan (dimonitor) sebagaimana disebutkan oleh Sarwono (1998) adalah Pemantauan ringan adalah memantau hal-hal sebagai berikut apakah pelaksanaan pemantauan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, apakah vaksin cukup tersedia, pengecekan lemari es normal, hasil imunisasi dibandingkan dengan sasaran yang telah ditetapkan, peralatan yang cukup untuk penyuntikan yang aman dan steril, apakah diantara 6 penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dijumpai dalam seminggu. Cara memantau cakupan imunisasi dapat dilakukan melalui cakupan dari bulan ke bulan dibandingkan dengan garis target, dapat digambarkan masing-masing desa. Untuk mengetahui keberhasilan program dapat dengan melihat seperti, bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat antara 75-100% dari target, berarti program sangat berhasil. Bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat antara 50-75% dari target, berarti program cukup berhasil dan bila garis pencapaian dalam 1 tahun dibawah 50% dari target berarti program belum berhasil. Bila garis pencapaian dalam 1 tahun terlihat dibawah 25% dari target berarti program sama sekali tidak berhasil. Untuk tingkat kabupaten dan provinsi, maka
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 11

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

penilaian diarahkan pada penduduk tiap kecamatan dan kabupaten. Disamping itu, pada kedua tingkat ini perlu mempertimbangkan pula memonotoring evaluasi pemakaian vaksin. (Notoatmodjo, 2003). 2.2.4. Macam-macam imunisasi dasar 1. Imunisasi BCG a. Imunisasi dan jenis imunisasi Pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menimbulkan

kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Imunisasi BCG mengandung kuman BCG (Bacilus Calmette Guerin) yang masih hidup. Jenis kuman TBC ini telah dilemahkan. b. Cara imunisasi Pemberian imunisai BCG sebaiknya dilakukan ketika bayi baru lahir sampai usia 12 bulan, tetapi sebaiknya pada usia 0-2 bulan. c. Reaksi samping Biasanya setelah suntikan BCG bayi tidak menderita demam, bila demam setelah imunisasi BCG umumnya disebabkan keadaan lain. Untuk hal ini dianjurkan agar berkonsultasi ke dokter. Umumnya pada imunisasi BCG efek samping jarang dijumpai, mungkin terjadi pembengkakan getah bening setempat yang terbatas dan biasanya menyembuhkan sendiri walaupun lambat. d. Kontraindikasi Tidak ada larangan untuk melakukan imunisasi BCG kecuali pada anak yang berpenyakit TBC atau menunjukkan uji manthoex positif, sakit kulit luas (Markum, 1997). 2. Imunisasi DPT a. Imunisasi dan jenis imunisasi Manfaat pemberian imunisasi ini adalah untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu bersamaan terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus. b. Cara imunisasi

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 12

mungkin dapat terjadi kejang yang ringan dan tidak berbahaya pada hari keKKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 13 . sakit batuk. pilek. Reaksi samping Biasanya tidak terdapat reaksi imunisasi. pembengkakan dan rasa nyeri di tempat penyuntikan selama 1-2 hari. 3. Sangat jarang. Lebih baik lagi setelah ia berusia lebih dari 1 tahun. bila hanya diberikan DP (Difteri dan Tetanus) tidak akan menimbulkan efek samping demikian. c. karena kekebalannya seusia hidup tidak dilakukan imunisasi ulang. Imunisasi campak (Morbili) a. Imunisasi campak mengandung virus campak hidup yang telah dilemahkan. Kontraindikasi Imunisasi DPT tidak boleh diberikan kepada anak yang sakit parah dan anak yang menderita kejang demam kompleks. d. Tidak boleh diberikan pada anak batuk yang diduga menderita batuk rejan pada tahap awal atau pada penyakit gangguan kekebalan (defisiensi imun). 1997). Reaksi samping Reaksi yang mungkin terjadi biasanya demam ringan. Imunisasi dan jenis imunisasi Imunisasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Imunisasi dasar DPT diberikan 3 kali. Kadang-kadang terdapat akibat efek samping seperti demam tinggi atau kejang biasanya disebabkan unsur pertusis. demam atau diare yang sifatnya ringan bukan merupakan kontraindikasi yang mutlak (Markum. Cara imunisasi Imunisasi campak cukup dilakukan satu kali suntikan setelah bayi berusia 9 bulan. c. b. sejak berusia 2 bulan dengan selang waktu antara dua penyuntikan minimal 4 minggu.

d.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 10 dan ke-11 setelah penyuntikan. b. Cara imunisasi Di Indonesia dipakai imunisasi sabin yang diberikan melalui mulut. 2) Imunisasi virus polio tipe II. Imunisasi poliomeilitis a. d. Kontraindikasi Anak yang menderita penyakit gangguan kekebalan (defisiensi imun) tidak diberikan imunisasi polio. III yang sudah dimatikan (imunisasi salk dengan menyuntikkan). Ada dua jenis imunisasi dalam peredaran yang masing-masing tipe I. Ini adalah gejala penyakit campak yang ringan dan mencerminkan tubuhnya kebal. Reaksi samping Biasanya tidak ada. c. menderita TBC. mungkin pada bayi terdapat berak-berak ringan. 4. Alasan untuk diberikan imunisasi polio pada keadaan diare berat ialah kemungkinan terjadi KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 14 . Pada imunisasi polio hampir tidak terdapat efek samping. 1997). tanpa pengobatan atau yang menderita kurang gizi dalam derajat berat (Markum. Imunisasi dasar diberikan sejak usia baru lahir atau berusia beberapa hari dan selanjutnya setiap 4-5 minggu. II. 1) Imunisasi mengandung virus polio tipe I. II dan III. Kontraindikasi Berlaku terhadap anak yang sakit parah. III yang masih hidup tetapi dilemahkan (imunisasi Sabin) diberikan melalui mulut dengan bentuk pil atau cairan. Imunisasiasi dan jenis imunisasi Imunisasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit poliomeilitis. bila ada mungkin berupa kelumpuhan anggota gerak seperti pada penyakit polio sebenarnya.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 diare yang lebih parah. Cara dan waktu pemberian imunisasi Cara pemberian imunisasi dasar (petunjuk pelaksanaan program imunisasi di Indonesia (Depkes. Selama pemakaian 10 tahun ini tidak dilaporkan adanya efek samping yang berarti. Cara imunisasi Imunisasi aktif dilakukan dengan cara pemberian suntikan dasar sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 1 bulan antara suntikan satu dan dua.5. 2. demam dan diare ringan. Imunisasi dan jenis imunisasi Imunisasi dimaksudkan untuk mendapatkan kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis B. b. Imunisasi hepatitis B a. Penyakit batuk. c. pilek.2. Akan hilang dalam waktu dua hari. 5 bulan antara suntikan dua dan tiga. 5. d. Reaksi samping Reaksi imunisasi terjadi biasanya berupa nyeri pada tempat suntikan yang mungkin disertai dengan timbulnya rasa panas ataupun pembengkakan. Imunisasi Hepatitis B dapat diberikan pada ibu hamil dan tidak akan membahayakan janin. imunisasi ulang diberikan lima tahun setelah suntikan dasar. Reaksi lain atau mungkin terjadi ialah demam ringan. Imunisasi polio dapat diberikan sebagaimana biasanya (Markum. 1997). 2000). Kontraindikasi Imunisasi tidak dapat diberikan pada anak yang menderita sakit berat. Penyakit ini dalam istilah sehari-hari lebih dikenal sebagai penyakit liver. Tabel 2. 1997). Bahkan akan memberikan perlindungan kepada janin selama dalam kandungan ibu maupun kepada bayi selama beberapa bulan setelah lahir (Markum.1 Cara pemberian imunisasi Imunisasi Dosis Cara Pemberian KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 15 .

dan lain-lain. Alami Kekebalan yang timbul setelah sembuh dari penyakit. campak. misalnya imunisasi cacar. misalnya baru sembuh dari penyakit campak. Keterangan 0-11 bulan hepatitis B. Jenis kekebalan/imunitas 1. 2.5 cc 0. Buatan Kekebalan yang timbul setelah pemberian imunisasi. polio.2 Waktu pemberian imunisasi Imunisasi Pemberian imunisasi BCG DPT Polio Campak Hepatitis B 1 kali 3 kali 4 kali 1 kali 3 kali Selang waktu Usia pemberian 4 minggu 4 minggu 4 minggu 4 minggu pemberian 0-11 bulan Untuk bayi yang lahir 2-11 bulan di RS/Puskesmas. Tabel 2. biasanya di lengan kiri atas Intramuskular pada paha bagian luar Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi dasar (Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi di Indonesia. hal: 40).05 cc Intrakutan tepat di insersio muskulus deltoideus kanan DPT Polio Campak Hepatitis 0. 2. Kekebalan pasif Disini tubuh tidak membuat sendiri akan tetapi menerima zat kebal (antibodi).5 cc 2 tetes 0. DPT.6.2. BCG dan 9-11 bulan Polio dapat diberikan 0-11 bulan segera. b. BCG.5 cc Intramuskular Diteteskan ke mulut Subkutan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 BCG 0. Depkes 2000. Ada dua macam kekebalan pasif : KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 16 . Kekebalan aktif Disini tubuh membuat sendiri zat kebal (antibodi) ada dua macam kekebalan aktif: a.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

a. Alami Kekebalan pada bayi karena mendapat zat kebal dari ibunya semasa dalam kandungan, misalnya bayi yang kebal terhadap tetanus, karena ibunya selama hamil mendapat imunisasi TT (Tetanus Toxoid) lengkap. b. Didapat Kekebalan pada seseorang setelah pemberian serum, anti tetanus serum.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1.

Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat deskriptif kuantitatif

dengan tujuan memberikan gambaran karakteristik dan perilaku ibu terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara tahun 2013.

3.2. 3.2.1.

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu

Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara.
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 17

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

3.2.2.

Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan terhitung mulai tanggal 8 April sampai

dengan 23 April 2013.

3.3.

Sasaran Penelitian Penelitian ditujukan kepada ibu-ibu yang datang ke posyandu di Desa Sei

Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara.

3.4.

Populasi Dan Sampel

3.4.1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiono, 2006). Pendapat lain juga mengatakan populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung atau pengukuran kuantitas atau kualitas dari pada karakteristik tertentu mengenai kumpulan objek yang lengkap (Handari, 1994). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara. 3.4.2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono,2006). Dalam penelitian ini pengambilan sampel digunakan rumus dimana Jumlah sampel (n) = (N.e2) + 1 N Solvein

Keterangan : N = Jumlah populasi n = Jumlah sampel Page 18

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

2013

e = Persentasi toleransi ketidak telitian (presesi) karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat di tolerir jumlah populasi 1. Posyandu Melur 2. Posyandu Matahari 3. Posyandu Melati 4. Posyandu Mekar 5. Posyandu Mewangi 6. Posyandu Mawar 7. Posyandu Seroja : 13 bayi : 11 bayi : 6 bayi : 18 bayi : 23 bayi : 10 bayi : 18 bayi

Jumlah sampel (n) =

N (N.e2) + 1

=

99 (99 x 0.12) + 1

=

49 Bayi

1. Posyandu Melur

: 13 X 99 = 7 bayi 49

Jadi jumlah sampel di posyandu melur 7 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 2. Posyandu Matahari : 11 X 99 = 6 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Matahari 6 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 3. Posyandu Melati : 6 X 99 = 3 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Melati 3 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 4. Posyandu Mekar : 18 X 99 = 9 bayi 49
KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013

Page 19

2001). Umur merupakan lamanya waktu responden hidup (tahun) yang kelahirannya sampai saat pengisian kuisioner dihitung sejak (Nursalam. Posyandu Seroja : 18 X 99 = 9 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Seroja 9 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 3. Definisi Operasional 1. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 20 . Posyandu Mawar : 10 X 99 = 5 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Mawar 5 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 7. Posyandu Mewangi : 23 X 99 = 12 bayi 49 Jadi jumlah sampel di posyandu Mewangi 12 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 6.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Jadi jumlah sampel di posyandu Mekar 9 orang ibu yang memiliki bayi 0 – 11 bulan 5.5. Kerangka Konseptual PERILAKU •PENGETAHUAN •SIKAP •TINDAKAN IMUNISASI •IMUNISASI DASAR PADA BAYI 0-11 BULAN KARAKTERISTIK •UMUR •PENDIDIKAN •PEKERJAAN •AGAMA •SUKU 3.6.

Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya. Pengumpulan Data Data merupakan hasil pengukuran yang bisa memberikan gambaran suatu keadaan.2. Data Primer Data primer diperoleh langsung dari sumbernya melalui hasil kuisioner dengan menggunakan daftar pertanyaan kesehatan yang berkaitan dengan masalah penelitian yang di bagikan kepada responden di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara.7. 3.7. 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 2. Hepatitis B dan Campak. menyikapi (sikap) dan menindak lanjuti (tindakan). Tingkat pendidikan merupakan pendidikan formal tertinggi yang berhasil di tamatkan responden. Pengumpulan data dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner dan didapatkan dari data-data primer dan sekunder. Perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan seseorang didalam pengambilan keputusan setelah mengetahui (pengetahuan). biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. dengan cara memberikan vaksin BCG.7. Pekerjaan adalah aktifitas menetap responden yang menjadi sumber mata pencaharian. Polio. 3. 6. Imunisasi dasar lengkap adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit maka ia tidak akan sakit atau sakit ringan.1. Data Sekunder KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 21 . 3. DPT. 5. 3.

10 pertanyaan untuk mengetahui sikap ibu dan 10 pertanyaan untuk mengetahui tindakan ibu terhadap imunisasi. Pengolahan dan Analisa Data Pengolahan data dilakukan dengan komputer. 3.9. Data deskripsi puskesmas. program Microsoft world dan Microsoft excel yang di edit secara manual dan disajikan dalam bentuk table dan grafik. Data deskripsi wilayah penelitian Posyandu wilayah Puskesmas Air Batu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara. Langkah-langkah penelitian KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 22 .10. 2. Standart Penilaian NO 1 PERILAKU BAIK SEDANG Sedang jika jawaban benar antara 4-7 Sedang jika jawaban benar antara 4-7 Sedang jika jawaban benar antara 4-7 KURANG Kurang jika jawaban benar antara 0-3 Kurang jika jawaban benar antara 0-3 Kurang jika jawaban benar antara 0-3 PENGETAHUAN Baik jika jawaban benar antara 8-10 SIKAP Baik jika jawaban benar antara 8-10 Baik jika jawaban benar antara 8-10 2 3 TINDAKAN 3. Dalam hal ini data yang diambil dari : 1.1.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Data sekunder yaitu data yang di peroleh dari orang lain sebagai data pendukung yang melengkapi data primer. Sedangkan analisa penilaian pelaksanaan penelitian program imunisasi dasar lengkap pada bayi umur 0-11 bulan berdasarkan jawaban yang diberikan responden dengan menggunakan skala pengukuran Hadi Pratomo dan Sudarti (1986) dengan definisi sebagai berikut : Tabel 3.8. mencakup data demografi dan geografis. Instrumen Penelitian Instrumen atau alat penelitian adalah kuisioner yang berisikan 30 pertanyaan yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu. 3. yang diperoleh dari Puskesmas Air Batu.

terletak di jalan lintas Sumatera Sei Alim Ulu.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Langkah-langkah penelitian untuk mengetahui gambaran umum kegiatan program Lima Imunisasi Dasar Lengkap pada balita usia 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Provinsi Sumatra Utara adalah sebagai berikut : 1.1. 4. Diskusi hasil dan perbaikan laporan dengan pembimbing. Rekapitulasi. 7. Pembuatan proposal penelitian (diskusi awal dengan pembimbing).1. upaya kesehatan Puskesmas Air Batu. 8. Deskripsi Wilayah Penelitian 4. pengetahuan responden. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hal-hal yang tercakup dalam bab ini adalah deskripsi wilayah penelitian. Melakukan survey lapangan/ lokasi penelitian. serta rekapitulasi perilaku responden. Mengantarkan surat pemberitahuan rencana pelaksanaan penelitian sekalian audiensi dengan kepala Puskesmas Air Batu. pengelolahan dan analisa data. berjarak 28 KM dari kota Kisaran KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 23 . 6. Menyusun laporan penelitian berdasarkan data yang diperoleh. tindakan responden. Seminar atau persentasi hasil penelitian tentang “Gambaran Prilaku Ibu Terhadap Imunisasi Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu 2013”. sikap responden. 3. 2. 4. 5. Mengumpulkan masyarakat Di posyandu Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu dalam rangka penyuluhan tentang program Lima Imunisasi Dasar Lengkap sekaligus mendata bayi usia 0-11 bulan yang di Imunisasi. Keadaan Geografis Puskesmas Air Batu Letak Puskesmas Air Batu berada di Kecamatan Air Batu. karakteristik responden.1.

Puskesmas Air Batu memiliki 3 Poskesdes yaitu terletak di Desa Sei Alim Ulu. Desa Pulahan dan Desa Pinanggripan.434 jiwa.3. Sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Sei dadap b. jumlah bulin 295. dengan mekarnya kecamatan dan beberapa desa.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 sebagai ibu kota Asahan dengan luas wilayah 12. Air Batu III/IV Pinanggripan Pulahan JUMLAH Luas Wilayah 921 350 1081 4480 350 1517 8679 Jumlah Penduduk 5082 2229 1693 1310 1860 1260 13.1 Luas Wilayah Kerja Puskesmas Air Batu Dan Jumlah Penduduknya No 1. 2. Desa Sei Alim Ulu Ail Teluk Hessa Perk. masing-masing terletak di Desa Pinanggripan dan Desa Air Teluk Hessa. Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Tinggi raja 4. 6. 4. Keadaan Ekonomi KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 24 .1. Sebelum pemekaran wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdiri dari 12 desa.1. jumlah bayi 281. Puskesmas Air batu terdiri dari 2 puskesmas pembantu (pustu).490 Ha yang berbatasan dengan : a. 3. Data demografi Jumlah penduduk Air Batu berdasarkan sensus penduduk tahun 2011 oleh Balai Pusat Statistic (BPS) adalah 13. jumlah balita 1.2. 5. wilayah Kerja Puskesmas Air Batu menjadi 6 desa yang terdiri dari : Tabel 4. jumlah bumil 309. Air Batu I/II Perk.343 Ket 4. Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Teluk dalam c. Sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Rahuning d.477.

1. selanjutnya adalah sebagai PNS/ TNI/ POLRI dan selebihnya adalah pedagang. Asumsi bahwa jenis pekerjaan yang lebih banyak membutuhkan waktu kerja di luar rumah tentu akan menyisakan sedikit waktu bagi keluarganya dalam hal pemeliharaan kesehatan anggota keluarga. Asumsi lain menyebutkan bahwa ada hubungan timbal balik antara tingkat pendidikan dengan jenis pekerjaan seseorang artinya bahwa sebagian besar jenis pekerjaan pada sektor pertanian/ perkebunan dan nelayan biasanya diisi oleh orang-orang dengan tingkat pendidikan menengah kebawah. buruh dan karyawan.4. Karena inflasi dan pertumbuhan perekonomian sangat berkaitan. 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 25 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kondisi perekonomian merupakan satu aspek yang diukur dalam menentukan keberhasilan pembangunan suatu wilayah. Apabila tingkat inflasi tinggi. Demikian juga jenis pekerjaan yang berkaitan dengan jumlah penghasilan yang relative tidak memadai untuk memenuhi tuntutan hidup. sudah dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Mengkaji kondisi perekonomian tentu saja tidak terlepas dari inflasi. sebagian besar pekerjaan penduduk kecamatan air batu adalah pada sektor pertanian/ perkebunan. Berdasarkan data kependudukan yang telah di buat oleh balai pusat statistic (BPS) kabupaten asahan tahun 2011.melalui pengetahuan pendidikan berkontribusi terhadap paruhan perilaku kesehatan. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat tersebut juga akan berbanding lurus dengan banyak hal seperti tingkat kesehatan.dan lain-lain. Keadaan Pendidikan Kondisi pendidikan merupakan salah satu indikator yang kerap kali digunakan dalam mengukur tingkat pembangunan dalam suatu wilayah. tingkat pendapatan. Secara teoritis bila dikaitkan antara jenis pekerjaan dengan derajat kesehatan masyarakat maka terdapat suatu rangkaian hubungan secara langsung maupun tidak langsung.

444 dan 5 sekolah menengah atas dengan jumlah murid 1.041 orang. pelayanan kesehatan dan genetik. Untuk menggambarkan keadaan lingkungan akan disajikan indikator. Upaya kesehatan masyarakat adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 26 . rumah sehat serta rumah/ bangunan yang diperiksa dan bebas jentik nyamuk aedes.5.2. tempat umum dan pengelolaan makanan sehat. institusi yang dibina kesehatan lingkungannya.indikator seperti : akses terhadap air bersih dan air minum yang aman.12 sekolah dasar dengan jumlah murid sebanyak 2.sedangkan keterkaitanya dengan kesehatan disebutkan bahwa tingkat pendidikan cenderung akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan seseorang untuk berperilaku sehat atau sekurang-kurangnya terhadap status kesehatanya. lingkungan menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat. 7 sekolah menengah pertama dengan jumlah murid sebanyak 1. 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Di wilayah kerja Puskesmas Air Batu terdiri dari 11 taman kanakkanak dengan jumlah murid sebanyak 342. Bersama dengan faktor perilaku. Situasi Upaya Kesehatan Secara umum upaya kesehatan terdiri dari dua unsur utama yaitu upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. 4.318 Tinggi rendahnya tingkat pendidikan merupakan cerminan dari kemajuan suatu masyarakat dalam arti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan rata-rata penduduk maka akan semakin mudah untuk menyerap dan mengaplikasikan segala sesuatu yang terkait dengan perubahan dalam upaya menuju perbaikan khususnya perbaikan ekonomi. Kesehatan Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu variable yang kerap mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. akses terhadap sanitasi dasar.1.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat. oleh karena itu untuk mengukur jumlah kelahiran Page 27 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 .1. 4.2. Kebijakan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir secara khusus berhubungan dengan pelayanan antenatal persalinan nifas dan perawatan bayi baru lahir yang diberikan di semua jenis fasilitas pelayanan kesehatan dari posyandu sampai puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan swasta. usia subur seorang wanita biasanya antara 15 sampai 49 tahun. Upaya kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memelihara kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah penting dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 2. pemeliharaan kesehatan. pengendalian penyakit tidak menular. pencegahan penyakit. Dengan pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat diharapkan sebagian besar masalah kesehatan dapat diatasi. Berbagai pelayanan dasar yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Upaya kesehatan masyarakat mencakup upaya-upaya promosi kesehatan. pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditunjukkan kepada perorangan. Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Seorang ibu mempunyai peranan sangat penting dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu yang sedang hamil dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anak nya. pemberantasan penyakit menular. penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Menurut hasil penelitian. pengobatan rawat jalan. Upaya kesehatan perorangan mencakup upaya-upaya promosi kesehatan.

3 dosis DPT. hepatitis. 4 dosis Hepatitis B. Diantara penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi campak adalah penyebab utama kematian pada balita oleh karena itu pencegahan campak merupakan faktor penting dalam mengurangi angka kematian balita. tifoid.2. Pelayanan Imunisasi Bayi dan anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi terserang penyakit menular yang dapat mematikan seperti difteri. tetanus. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat contohnya adalah penyuntikan anti tetanus serum pada orang yang mengalami luka kecelakaan. dan 1 dosis Campak. tempat pelayanan KB dan jenis kontrasepsi yang digunakan aseptor. 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 atau menjarangkan kelahiran wanita lebih diprioritaskan untuk menggunakan alat / cara KB. 4 dosis polio. Dari beberapa tujuan yang disepakati dalam pertemuan dunia mengenai anak. radang paru paru dan masih banyak penyakit lainnya. contohnya adalah imunisasi polio dan campak. 3. Imunisasi ada 2 macam yaitu imunisasi aktif dan pasif.2. Untuk itu salah satu pencegahan yang terbaik dan sangat vital agar kelompok berisiko ini terlindungi adalah melalui imunisasi. radang selaput otak. Target tersebut sejalan dengan ketetapan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menetapkan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 28 . salah satunya adalah mempertahankan cakupan imunisasi campak sebesar 90 persen. Imunisasi Dasar Pada Bayi Program lima imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi 1 dosis BCG. Tingkat pencapaian pelayanan keluarga berencana dapat dilihat dari cakupan peserta KB yang sedang menggunakan alat kontrasepsi. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri.

2. Perbaikan Gizi Masyarakat Kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan setiap orang dimanapun dan siapapun pasti membutuhkan badan yang sehat baik KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 29 . 4. Akan tetapi masih banyak calon ibu di masyarakat terutama yang tinggal di daerah daerah terpencil berada dalam kondisi yang bisa disebut jauh dari kondisi steril saat persalinan. Tetanus juga bisa menyerang pada bayi baru lahir pada saat persalinan dan perawatan tali pusat. Imunisasi Pada Ibu Hamil Tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut clostridium tetani.2. Strategi yang dilakukan untuk mengeliminasi tetanus neonatorum dan maternal adalah a. Cakupan imunisasi rutin TT yang tinggi dan merata c.3. Hal inilah yang bisa menimbulkan resiko ibu maupun bayinya terkena tetanus.4. Penyelanggaraan surneilans Beberapa permasalahan imunisasi tetanus toxoid pada wanita usia subur yaitu pelaksanaan skrining yang belum optimal dan cakuoan imunisasi ibu hamil yang rendah.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 target cakupan imunisasi campak sebesar 90 persen pada tahun 2014. 4. Beberapa langkah yang perlu segera dilakukan adalah sosialisasi ke seluruh petugas lapangan agar mengacu pada kriteria antenatal care berkualitas yang salah satunya dengan imunisasi TT dan semua sistem pencatatan dalam pelaksanaan imunisasi TT termasuk ibu hamil memakai sistem pencatatan yang sama yaitu TT 1 sampai TT 5. Tetanus merupakan salah satu penyebab kematian bayi Indonesia. Pertolongan persalinan yang aman dan bersih b. Campak diberikan pada waktu bayi berumur 9 sampai 11 bulan dan merupakan semenisasi terakhir yang diberikan kepada bayi diantara imunisasi wajib lainnya.

peningkatan surveilans gizi d. Peningkatan pendidikan gizi b. pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi Adapun sasaran pokok program perbaikan gizi masyarakat yakni : menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita terlaksananya penanggulangan kurang energi protein anemia gizi besi gangguan akibat kurang yodium kurang vitamin A gizi lebih dan meningkatkan jumlah warga yang sadar akan gizi. penanggulangan kurang energi protein. gangguan akibat kurang yodium. Page 30 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 jasmani maupun rohani guna menopang aktivitas kehidupan sehari-hari. anemia gizi besi. Kegiatan pokok departemen kesehatan dalam mengimplementasikan perbaikan gizi masyarakat meliputi: a. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran yang berbunyi bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam pembukaan Undangundang tahun 1945. kurang vitamin a dan kekurangan zat gizi lebih c. Pasal kedua undang undang tersebut disebutkan bahwa kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. Begitu pentingnya nilai kesehatan ini sehingga seseorang yang menginginkan agar dirinya tetap sehat harus melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan derajat kesehatannya seperti melakukan penerapan pola hidup sehat dan pola makan yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu dari 1477 balita yang ada telah dilakukan penimbangan pada balita di posyandu sebanyak 1305 balita sebanyak 1225 balita yang naik berat badannya dan sebanyak 38 balita berat badan yang berada dibawah garis merah.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dalam pelaksanaan kegiatan ini Departemen Kesehatan melakukan beberapa kegiatan meliputi penimbangan bulanan anak balita dengan menggunakan kartu menuju sehat pendidikan gizi dan kesehatan bagi ibu ibu dari anak anak balita tersebut pada saat ke pasar induk atau sebelum dan sesudah dilakukan posyandu demonstrasi memasak makanan yang memenuhi persyaratan gizi yang baik untuk anak balita terutama yang menderita gizi buruk dan pemberian paket pertolongan gizi untuk mereka yang memerlukan yang terdiri dari pembersih kamera dosis tinggi kepada anak balita tablet besi dan garam beriodium dan garam oralit (Depkes RI. 4. 2004). Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 31 . Memberikan tepat besi yaitu Ferro Sulfat sebanyak 60 gram per hari dapat meningkatkan kadar Hb sebanyak 1 gram persen perbulan.2. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab diantaranya karena anemia. Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 gram besi dan 50 nanogram Asam Folat untuk profilaksis anemia.5. Pemberian Tablet Tambah Darah (FE) Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di satu negara. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan menyakiti lebih dari 600 juta manusia dengan frekuensi yang cukup tinggi berkisar antara 10 dan 20 persen.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Di Indonesia wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia gizi besi. Cakupan Pemberian Asi Ekslusif ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi baru lahir yang dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 32 .2. Kelompok anak yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia 6 sampai 11 bulan dan kelompok anak balita usia 12 sampai 59 bulan. Solusinya adalah dengan memberikan tablet tambah darah 90 tablet selama kehamilan. Sedangkan untuk ibu nifas sampai 30 hari setelah melahirkan mendapat 1 kapsul vitamin A warna merah. Vitamin A berfungsi untuk menjaga kelembapan dan kejernihan selaput lendir.79 persen. Pada tahun 2011 di Kecamatan Air Batu dari 281 bayi yang ada sebanyak 200 bayi atau 71 persen telah mendapat vitamin A. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu cakupan pemberian tablet fe dan ketiga pada ibu hamil oleh pemegang program gizi yaitu F1 sebanyak 296 orang yaitu 95.400 anak balita telah mendapatkan vitamin A. 4.2.6. Untuk mencegah kekurangan vitamin A di posyandu atau puskesmas setiap bulan Febuari dan Agustus seluruh bayi usia 6 sampai 11 bulan harus mendapat 1 kapsul vitamin A biru dan seluruh anak balita usia 12-59 bulan menapat kapsul vitamin A warna merah. Pemberian Vitamin A Tujuan pemberian kapsul vitamin A pada balita adalah untuk menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan vitamin A pada balita. memungkinkan mata dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya serta pada ibu nifas akan meningkatkan mutu vitamin A dalam ASI sehingga bayi akan mendapatkan vitamin A yang cukup dari ASI. 4.7.79 persen dan Fe3 sebanyak 296 orang itu 95. sementara itu sebanyak 1. Kapsul vitamin A dosis tinggi terbukti efektif untuk mengatasi masalah kekurangan vitamin A pada masyarakat apabila cakupannya tinggi.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 selama empat hingga enam bulan pertama kehidupannya sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Para ibu sering meninggalkan bayi untuk bekerja e. pengobatan dan penambalan sementara yang dilakukan di sekolah maupun di puskesmas minimal dua kali dalam setahun. d. dari 2041 murid SD yang ada sebanyak 459 orang yang diperiksa dan sebanyak 329 orang memerlukan perawatan. Adanya perubahan struktur masyarakat dan keluarga b.35%). pengelola program gizi melaporkan bahwa pemberian asi eksklusif sebanyak 65 orang (66. Adanya penyakit pada ibu seperti bendungan ASI dan sebagainya. seperti susu buatan dan makanan bayi. Pada tahun 2011 Kecamatan Air Batu. Iklan yang menyesatkan dari produksi makanan bayi sehingga menyebabkan ibu beranggapan bahwa makanan itu lebih baik dari ASI. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 33 . Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada punya bentuk pemeriksaan gigi dan mulut dapat dilaksanakan melalui upaya promotif.2. Hubungan ini akan menghantarkan kasih sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan erat. Namun sering ibu ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini. Kemudahan-kemudahan yang di dapat sebagai hasil kemajuan teknologi. Selain sebagai sumber energi dan zat gizi pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan psikologi antara ibu dan bayinya. c. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh : a.8. Pengaruh melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin g. 4. Ibu takut bentuk payudara akan rusak jika menyusui bayi f. Pada tahun 2011 di Wilayah Kerja Puskesmas Air Batu. preventif dan kuratif sederhana seperti pencabutan gigi sulung.

2. Oleh karena itu tindakan promotif harus senantiasa terus dijalankan sebagai salah satu bentuk upaya percepatan pencapaian tujuan pembangunan kesehatan.250 orang diantaranya 331 orang sudah mendapat layanan kesehatan selengkapnya. Pelayanan Kesehatan Pra Usia Lanjut Dan Usia Lanjut Pada tahun 2011 di wilaya Kerja Puskesmas Air Batu tercatat jumlah usila sebanyak 1. Berdasarkan pola pikir tersebut maka Puskesmas Air Batu telah melakukan berbagai tindakan penyuluhan kesehatan yang tersebar di enam desa dalam bentuk penyuluhan kelompok. Posyandu Aktif KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 34 .2. Upaya Penyuluhan Kesehatan Salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat adalah melalui upaya atau tindakan promotif. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu dari 1800 rumah tangga yang dipantau sebanyak 1392 diantaranya ber PHBS.9.2.10.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. 4. Pada tahun 2011 kegiatan penyuluhan kelompok adalah 329 kali. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi baik perorangan maupun kelompok masyarakat dengan membuka jalur komunikasi serta memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap dan perilaku sehingga membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalah sendiri dalam tatanan rumah tangga agar dapat menerapkan cara-cara hidup bersih dan sehat dalam rangka menjaga memelihara dan meningkatkan kesehatannya. 4. Muara dari upaya ini diharapkan bahwa akan terjadi perubahan perilaku masyarakat dari semua tidak tahu menjadi tahu.11.2. Perilaku Hidup Masyarakat 1.

posyandu purnama dan posyandu mandiri.3. Keadaan Lingkungan 4. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu: 1. posyandu madya. tempat pembuangan sampah.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang paling dikenal dewasa ini. Penanggulangan diare Untuk meningkatkan kwalitas posyandu telah dilakukan pengelompokan posyandu ke dalam empat tingkat perkembangan yaitu posyandu pratama. Akses Terhadap Air Bersih KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 35 . kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. ventilasi rumah yang baik.3. 4. 4. Kesehatan ibu dan anak 2. Rumah Sehat Rumah sehat pada bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban sehat. Perbaikan gizi 4. sarana air bersih. Pada tahun 2011 jumlah rumah di wilayah Kerja Puskesmas Air Batu adalah dari 2305 rumah yang diperiksa 1817 unit adalah sehat.1. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu jumlah posyandu yang ada sebanyak 28 posyandu terdiri dari 24 posyandu madya dan 4 posyandu purnama.2. sarana pembuangan air limbah.3. Imunisasi 5. Keluarga berencana 3.

2260 pengolahan air limbah sehat. Buruknya sarana sanitasi dasar dapat merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit khususnya diare dan polusi.4.1. sedangkan dari 6 pasar yang ada sebanyak 3 pasar sehat. Tempat Umum Dan Pengelolaan Makanan Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu. 1640 tempat sampah sehat.99%) sedangkan jumlah kelompok umur yang paling sedikit adalah umur <20 dan >40 tahun sebanyak 2 responden (4. Sarana Sanitasi Dasar Sarana sanitasi dasar meliputi jamban tempat sampah dan pengelolaan air limbah.3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. dari 14 restorannya ada sebanyak 8 restoran sehat.1.08%). KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 36 . 4.3.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Air yang bersih adalah air yang sesuai dengan syarat kesehatan artinya air tersebut tidak mengandung bibit penyakit serta bahan beracun atau berbahaya yang secara fisik jernih atau tidak keruh. dari dua hotel yang ada 100% sehat. Kelompok Umur Responden Dari hasil rekapitulasi data umur responden dijumpai bahwa kelompok umur terbanyak adalah umur 20-29 tahun sebanyak 24 responden(48.3. 4.1.4. Pada tahun 2011 di wilayah kerja Puskesmas Air Batu sebanyak 3267 keluarga telah diperiksa dengan hasil sumber terbanyak air bersih adalah sumur bor sebanyak 1778.2 dan diagram 4. Pada tahun 2011 ditemui sebanyak 1640 jamban adalah sehat.4.4. 4.1 di bawah ini. Gambaran Karakteristik Responden 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.

39 > 40 Jumlah Jumlah 2 24 21 2 49 Presentase (%) 4. 4. No 1 2 3 4 Umur < 20 20 .2.1. Golongan Umur 4% 4% < 20 43% 49% 20-29 30-39 > 40 Bila mencermati distribusi kelompok umur responden dari table diatas maka dapat disimpukan bahwa dari 24 responden (48.4.99%) adalah tergolong kedalam usia produktif.85 4.08 48. 4. Disribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Umur di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.08 100 Diagram 4. Kelompok Agama Responden Dari hasil rekapitulasi data agama responden dijumpai bahwa kelompok agama terbanyak adalah agama islam sebanyak 48 responden Page 37 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 .1.29 30 . Maka kelompok umur ini diharapkan memiliki lebih banyak informasi yang tentang imunisasi karena usia produktif kemungkinan akan lebih baik dalam menyerap informasi dan akan lebih memungkinkan untuk hadir disetiap kegiatan imunisasi.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel.2 Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.99 42.

90 2.3. Agama 2% islam 98% kristen Bila mencermati distribusi kelompok umur responden dari table diatas maka dapat disimpukan bahwa sebagian besar jumlah responden menganut agama islam yaitu 48 responden (97. Tabel 4. Karna kemungkinan homogenitas bisa mempermudah ditanamkannya suatu paham melalui penyuluhan atau nasehat yang disampaikan oleh tokoh-tokoh agama diwilayah setempat lewat kegiatan keagamaan.3 dan Diagram 4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 38 .2.9%).10 100 Diagram 4.9%) maka dari kelompok agama responden diharapkan akan mempermudah tenaga kesehatan untuk menanamkan beberapa hal tentang kesehatan terutama tentang imunisasi melalui forum agama. Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 (97. No 1 2 Agama Islam Kristen Jumlah Jumlah 48 1 49 Presentase (%) 97.2. Disribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Agama di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

10 100 Diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. Tabel 4. Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 39 . Kelompok Pendidikan Responden Dari hasil rekapitulasi data pendidikan responden dijumpai bahwa kelompok pendidikan yang terbanyak adalah SMA sebanyak 22 responden(44.4. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.3.50 44.8%) sedangkan jumlah kelompok pendidikan yang paling sedikit adalah S1 yaitu sebanyak 4 responden (8.16%).80 8.4.1. No 1 2 3 4 Pendidikan SD SMP SMA S1 Sederajat Jumlah Jumlah 11 12 22 4 49 Presentase 22. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.40 24.3.3.4 dan diagram 4.

4.04%).5 dan diagram 4.46%). 4.4%) sedankan suku yang paling sedikit adalah Banjar 1 responden (2.5.1.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tingkat Pendidikan 8% 22% SD SMP 25% SMA S1 45% Bila mencermati distribusi kelompok pendidikan responden dari table ditas maka dapat disimpulkan bahwa dari 34 responden (69. Dalam hal ini yang dimaksud berpendidikan rendah adalah tingkat SD ke bawah.4. Kelompok Suku Responden Dari hasil rekapitulasi data suku responden dijumpai bahwa kelompok suku yang terbanyak adalah jawa sebanyak 36 responden (73.dan jumlah kelompok suku Batak 12 responden (24. Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4. 4. sedangkan SMP dan SMA berpendidikan sedang dan perguruan Tinggi merupakan berpendidikan tinggi.4 Tabel. Distribusi Penduduk Berdasarkan Suku di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.3%) adalah berpendidikan SMP dan SMA yang dapat dikatagorikan sebagai tingkat pendidikan sedang. No Suku Jumlah Presentase (%) KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 40 .

1 2 3 Suku 2% 25% Jawa 73% Batak Banjar Bila mencermati distribusi kelompok suku responden dari table diatas maka dapat disimpulkan dari 36 responden (73.40 Batak 12 24. Maka dari kelompok suku responden diharapkan akan mempermudah tenaga kesehatan untuk menanamkan beberapa hal tentang kesehatan terutama tentang imunisasi melalui adat istiadat.48%) adalah suku Batak dan 1 responden (2.1.5.46%) adalah suku Jawa.04%) adalah suku Banjar. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Suku di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Jawa 36 73.04 Jumlah 49 100 Diagram 4.4.7%).40 Banjar 1 2.sedangkan jumlah kelompok pekerjaan yang paling KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 41 . Kelompok Pekerjaan Responden Dari hasil rekapitulasi data umur responden dijumpai bahwa kelompok pekerjaan terbanyak adalah Ibu Rumah Tangga sebanyak 43 responden (87.4.12 responden (24. Karena kemunkinan homogenitas bisa mempermudah ditanamkannya suatu paham melalui penyuluhan atau nasehat yang disampaikan oleh tokoh-tokoh pemuka adat diwilayah setempat lewat kegiatan adat istiadat.

75%). Untuk dapat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4.6 dan diagram 4.10 4.20 100 Diagram 4. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. No 1 2 3 Pekerjaan Ibu rumah tangga Guru Wiraswasta Jumlah Jumlah 43 4 2 49 Presentase (%) 87.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 sedikit adalah wiraswasta sebanyak 2 responden (4. Pekerjaan 8% 4% Ibu Rumah Tangga 88% Guru Wiraswasta Bila mencermati distribusi kelompok pekerjaan responden dari table diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga yaitu 43 responden (87.70 8. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga memungkinkan ibu untuk dapat lebih memperhatikan kesehatan anggota keluarganya khususnya yang terkait dengan bayinya seperti KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 42 . Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Tabel 4.08%).5 dibawah ini.5.6.

4 0 0 49 8.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 tumbuh kembang bayi melalaui penimbangan dan imunisasi.6. Tabel 4. 4.2. sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit maka ia tidak akan sakit atau sakit ringan.4. Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Berdasarkan Definisi Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.6 dibawah ini.7. d.2. Gambaran pengatahuan responden tentang definisi imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. Perlindungan yang paling ampuh untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya dengan cara merangsasng kekebalan tubuh bayi Suatu tindakan yang dilakukakn untuk mengobati bayi dari penyakit Suatu pengobatan yang diberikan pada bayi untuk mengobati penyakit hati Suatu pengobatan yang diberikan untuk mengobati penyakit saluran pencernaan Jumlah 45 91. Definisi Imunisasi Frekuensi (f ) Persentase (%) a. Hal ini dikarenakan ibu mempunyai alokasi waktu yang lebih banyak. Definisi imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Gambaran Pengetahuan Respondensi 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “ Definisi Imunisasi”.7 dan diagram 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 43 . c.4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Definisi Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.16 0 0 100 Diagram 4.83 b.1.

Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Pengetahuan Responden Tentang Definisi Imunisasi 0% 0% 8% 92% Dari tabel 4.7 dan diagram 4.8. Tabel 4. 4.6 diatas didapat sebagian besar responden yaitu 45 responden (91.8 dan diagram 4. Gambaran pengatahuan responden tentang manfaat dari pemberian imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Manfaat Dari Pemberian Imunisasi”.4.2. Manfaat pemberian imunisasi adalah membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit.7 di bawah ini.83%) mengetahui definisi imunisasi. Hal ini mungkin dikarenakan jadwal imunisasi dan penyuluhan yang sering di lakukan tenaga kesehatan. Page 44 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 .2.

12%) tidak mengetahui manfaat dari pemberian imunisasi.8 dan diagram 4.2. d.08 100 Diagram 4.04 0 93. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 45 .87%) mengetahui manfaat dari pemberian imunisasi.9 dan diagram 4. b. 4. Distribusi Frekuensi Pengatahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar”.3.87 4. c.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Manfaat Dari Pemberian Imunisasi a.kader terkait.7.8 di bawah ini. sedangkan 3 responden (6. Hal ini mungkin dikarenakan seringnya mendapat penyuluhan tentang imunisasi oleh kader. Untuk menyembuhkan penyakit Untuk mengobati penyakit Membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit Mempercepat pertumbuhan anak Jumlah Frekuensi (f ) 1 0 46 2 49 Persentase ( % ) 2.7 diatas didapat 46 responden (93. Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Dari Pemberian Imunisasi Untuk menyembuhkan penyakit Untuk mengobati penyakit 94% Membentuk kekebalan tubuh pada anak untuk mencegah timbulnya penyakit 0% 2% 4% Mempercepat pertumbuhan anak Dari tabel 4. Gambaran pengatahuan responden tentang yang termasuk dalam imunisasi dasar dapat dilihat pada tabel 4.

7 diatas didapat sebagian besar responden yaitu 45 responden (91. Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar 2% 2% 4% BCG pertusis 92% Vitamin A Vitamin B Dari tabel 4.83 2.08 100 Diagram 4.4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.9. d. 4.2. c.83%) mengetahui yang termasuk dalam imunisasi dasar. BCG pertusis Vitamin A Vitamin B Jumlah Frekuensi (f ) 45 1 1 2 49 Persentase ( %) 91.4.04 4. Hal ini mungkin dikarenakan penyuluhan yang sering di lakukan tenaga kesehatan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4. Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar a.8. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B” KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 46 .04 2. b.9 dan diagram 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Yang Termasuk Dalam Imunisasi Dasar di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.

Gambaran responden tentang “usia pemberian imunisasi Hepatitis B dapat dilihat pada tabel 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 47 .10 dan diagram 4. b.44 100 Diagram 4.9 didapat 28 responden (57.10 dan diagram 4.9. 7-14 hari 0-7 hari 15. Hal ini dikarenakan ibu-ibu sudah mengetahui jenis imunisasi yang diberikan dan waktu pemberiannya.10.16 22. Tabel 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B” di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.14%) mengetahui usia pemberian imunisasi Hepatitis B. Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B a.24 57.30 hari Lebih dari 1 bulan Dari tabel 4. c. d.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Usia pemberian imunisasi hepatistis B yaitu usia 0-6 bulan.9 dibawah ini. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B” di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.14 8.30 hari Lebih dari 1 bulan Jumlah Frekuensi (f ) 6 28 4 11 49 Persentase ( %) 12. Usia Pemberian Imunisasi Hepatitis B 23% 8% 57% 12% 7-14 hari 0-7 hari 15.

Pertusis.10.5.4.48 2. Diagaram 4.16 24. Tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. c.11 dan diagram 4.11 dan diagram 4. Campak. b. Difteri. d. dan polio.30 8. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.10 dibawah ini. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi TBC Kusta Demam Berdarah Malaria Jumlah Frekuensi (f ) 32 4 12 1 49 Persentase ( %) 65.2. sedangkan 17 responden (43.7%) tidak mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi” Penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi yaitu TBC.30 %) mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi 25% 2% 65% 8% TBC Kusta Demam Berdarah Malaria Dari tabel 4. Distribusi Frekuansi Pengetahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah cukup mengenal KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 48 . tetanus.04 100 a.11.10 diadapat 32 responden (65. Gambaran responden tentang penyakit yang adapat dicegah dengan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. Hepatitis.

Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi” Bahaya yang dapat di timbulkan dari anak yang tidak di imunisasi adalah anak akan mudah terserang penyakit. Tabel 4.63 100 Diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 penyakit TBC dari spanduk atau iklan tentang TBC yang dapat dicegah sejak dini melalui imunisasi dasar.12 dan diagram 4.2.16 6. Anak mudah mengalami gangguan penglihatan Anak mengalami gangguan mental Anak mengalami ganguan pencernaan Anak mudah terserang penyakit JUMLAH Frekuensi (f ) 2 4 3 40 49 Persentase ( %) 4.4.12. Page 49 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 . d. Gambaran responden tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari anank yang tidak di imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. b. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi a.6. cacat dan kematian. 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.12 81. c.11 dibawah ini.08 8.11.

Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 50 .11 didapat 40 responden (81.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Bila Anak Tidak Mendapatkan Imunisasi 4% 8% 82% 6% Anak mudah mengalami gangguan penglihatan Anak mengalami gangguan mental Anak mengalami ganguan pencernaan Anak mudah terserang penyakit Dari tabel 4. dapat dilihat pada tabel 4.7. Tabel 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut” Jenis vaksin polio di berikan secara oral ( melalui mulut ) dengan 1 dosis adalah 2 (dua) tetes melalui mulut.37%) tidak mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan bila anak tidak di imunisasi. sedangkan 9 responden (18. Hal ini mungkin di karenakan sering diadakan program penyuluhan tentang manfaat imunisasi oleh petugas kesehatan yang terkait.13.4.13 dan diagram 4. Gambaran responden tentang jenis vaksin imunisasi yang dapat diberikan secara tetes melalui mulut.63%) mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan bila anaknya tidak di imunisasi.2. 4.12 dibawah ini.12 dan diagram 4.

04 100 Diagram 4.12 didapat 42 responden (85.71%) mengetahui jenis imunisasi yang dapat diberikan secara tetes melalui mulut.2 2.2. Distribusi Frekuansi Pengetahuan Responden Tentang “Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan” Vaksin campak berisi virus campak yang sudah dilemahkan dan dalam bentuk bubuk kering yang dilarutkan dengan bahan pelarut yang tersedia sebelum digunakan.13 dan diagram 4.8. Hepatitis B DPT Polio Campak JUMLAH Frekuensi (f ) 5 1 42 1 49 Persentase ( %) 10. Pemberian vaksin campak I diberikan pada KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 51 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut a. Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut 2% 10% 86% 2% Hepatitis B DPT Polio Campak Dari tabel 4. Hal ini mungkin di karenakan sering diadakan program imunisasi polio di desa tersebut.12. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Yang Dapat Diberikan Secara Tetes Melalui Mulut di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.4. b.71 2. c.04 85. 4. d.

Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan 88% Tetanus Hepatitis B Polio 2% 0% 10% Campak Dari tabel 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.71 100 Diagram 4. d. Tabel 4.2 0 2.71%) mengetahui imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 bulan.14 dan diagram 4.13. c. Tetanus Hepatitis B Polio Campak JUMLAH Frekuensi (f ) 5 0 1 43 49 Persentase ( %) 10.13 dibawah ini.14. Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan a.29%) tidak mengetahui imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 bulan. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Jenis Imunisasi Dasar Yang Diberikan Pada Usia 9 (Sembilan) Bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Page 52 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 . sedangkan 6 responden (12.14 dan diagram 4. dapat dilihat pada tabel 4. Hal ini mungkin di karenakan jadwal pemberian imunisasi yang diberikan terjadwal baik.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 usia 9 bulan. Gambaran responden tentang jenis imunisasi dasar yang diberikan pada usia 9 (Sembilan) bulan.04 87. b.13 didapat 43 responden (87. dan campak II pada usia 6 bulan.

Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio a. Lumpuh TBC Layu krumut (penyakit kulit) Batuk rejan (batuk 100 hari) JUMLAH Frekuensi (f ) 42 1 4 2 49 Persentase ( %) 85. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio” Gambaran responden tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio. b.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.14.4.9. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 53 .04 8.15.71 2.14 dibawah ini.16 4. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.08 100 Diagram 4. Tabel 4. dapat dilihat pada tabel 4. c. d.2.15 dan diagram 4.

Tabel 4.16 dan diagram 4.15 dan diagram 4. Hal ini mungkin di karenakan banyaknya penjelasan tentang penyakit polio melalui spanduk ataupun iklan yang dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar. sedangkan 7 responden (14. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.2. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 54 .16.14 didapat 42 responden (85. Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang “Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif” BCG merupakan jenis imunisasi yang berguna untuk mencegah penyakit TBC.15 dibawa ini.4.29%) tidak mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio. Gambaran responden tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif dapat dilihat pada tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi Polio 2% 8% 4% Lumpuh TBC 86% Layu krumut (penyakit kulit) Batuk rejan (batuk 100 hari) Dari tabel 4. 4. vaksin ini efektif diberikan pada anak usia 0-2 bulan.71%) mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi polio.10.

Distribusi Frekuansi Pengatahuan Responden Tentang Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif 76% 12% 8% 0.4. 0. sedangkan 12 responden (24.16 dan diagram 4.51%) mengetahui tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif.24 75. Hal ini mungkin di karenakan pemberian BCG langsung setelah bayi lahir dan sering ibu yang melahirkan anak tersebut diberi informasi sebelumnya. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun” KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 55 .4.8 bulan 0.16 100 Diagram 4.4 bulan 0.1.2 bulan 0. b.49%) tidak mengetahui tentang pemberian imunisasi BCG yang efektif. Gambaran Sikap Respondensi 4.6 bulan JUMLAH Frekuensi (f ) 6 37 2 4 49 Persentase ( %) 12.2 bulan 0.15.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Pemberian Imunisasi BCG Yang Efektif. c.15 didapat 37 responden (75.6 bulan 4% Dari tabel 4.51 4. 4. d. a.08 8.3.8 bulan 0.3.4 bulan 0.

Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun.17 dan diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Yang Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.67 16. sedangkan 8 responden (16. b. Tabel 4.16. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun 16% Setuju 84% Tidak setuju Dari tabel 4. Gambaran responden tantang pemberian imunisasi dasar lengkap yang wajib dilakukan pada anak umur di bawah 1 tahun dapat dilihat pada tabel 4.16 dibawah ini.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Pemberian imunisasi dasar lengkap merupakan hal yang wajib dilakukan pada anak umur dibawah 1 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh.17. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 41 8 49 Persentase ( %) 83. a. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Wajib Diberikan Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.67%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi dasar lengkap merupakan yang wajib dilakukan pada anak umur 1 tahun.32 100 Diagram 4.16 didapat 41 responden (83.17 dan diagram 4.32%) mempunyai sikap yang tidak setuju. Hal ini mungkin KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 56 .

14 42. Gambaran responden tantang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak dibawah usia 1 tahun hanya dilakukan di posyandu dapat dilihat pada tabel 4. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 28 21 49 Persentase ( %) 57.2. b.3.18. 4.17 dibawah ini.4. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu” Pemberian imunisasi tidak hanya di lakukan di posyandu saja tetapi dapat juga dilakukan di sarana.17.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 responden sudah mengetahui tentang manfaat pemberian imunisasi pada anak umur 1 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit.85 100 Diagram 4.sarana kesehatan contohnya puskesmas.18 dan diagram 4. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu a. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu” di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu” di Desa Sei Alim Ulu KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 57 . rumah sakit dan lain – lain. Hal ini mungkin dikarenakan banyaknya penyuluhanpenyuluhan dari petugas kesehatan terkait.

18 dan diagram 4.19. Aktif Dan Makan Dengan Baik di Desa Sei Alim Ulu KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 58 . Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat. 4.4.19 dan diagram 4. Aktif Dan Makan Dengan Baik ” Tanggapan yang salah bahwa anak tidak perlu di imunisasi.14%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi hanya bisa dilakukan di Posyandu.18 dibawah ini. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Dibawah Usia 1 Tahun Hanya Dilakukan Di Posyandu 43% 57% Setuju Tidak setuju Dari tabel 4. Hal ini mungkin responden telah mendapatkan informasi dari petugas kesehatan terkait disamping diadakannya penyuluhan oleh petugas kesehatan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.17 didapat 28 responden (57.85%) mempunyai sikap yang tidak setuju. sedangkan 21 responden (42. Gambran responden tentang ibu beranggapan bahwa anaknya tidak perlu dilakukan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Ibu Yangberanggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat. karena setiap anak dapat terserang penyakit kapan saja bila imunitas menurun.3. Tabel 4.

Aktif Dan Makan Dengan Baik a. Aktif Dan Makan Dengan Baik di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat. Hal ini mungkin masyarakat masih belum paham manfaat dari imunisasi pada anak.18.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.36%) mempunyai setuju.14%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang ibu beranggapan bahwa anaknya tidak perlu dilakukan imunisasi bila ia sehat.4. b. Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Ibu Yang Beranggapan Bahwa Anaknya Tidak Perlu Di Imunisasi Jika Ia Sehat.4. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 9 40 49 Persentase (%) 18. aktif dan makan dengan baik. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi ” KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 59 .36 81.63 100 Diagram 4. Aktif Dan Makan Dengan Baik 18% Setuju 82% Tidak setuju Dari tabel 4.18 didapat 40 responden (57.19 dan diagram 4. Sedangkan 9 responden (18. 4.3.

Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk… 4% Setuju 96% Tidak setuju Dari tabel 4. Gambran sikap responden tentang petugas kesehatan datang kerumah responden untuk melakukan imunisasi.19 didapat 47 responden (95.91% 4. Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 47 2 49 Persentase ( %) 95. Tabel 4. Dapat dilihat dari tabel 4. b.20 dan diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.91%) mempunyai sikap yang setuju tentang petugas kesehatan datang kerumah KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 60 .08% 100% a.19 dibawah ini. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Sikap Responden Tentang Petugas Kesehatan Datang Kerumah Responden Untuk Melakukan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.20 dan Diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Responden beranggapan bahwa lebih efektif jika petugas kesehatan datang datang kerumah untuk melakukan imunisasi.19.20. Diagram 4.

sakit ringan dan terhindar dari sakit.20 dibawah ini. b.3.4. Sedangkan 2 responden (4. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 45 4 49 Persentase ( % ) 91.20.21 dan diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit… 8% Setuju Tidak setuju 92% Dari tabel 4. Hal ini bahwa masyarakat lebih efektif jika petugas kesehatan datang datang kerumah untuk melakukan imunisasi.08%) mempunyai tidak setuju.21 dan diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 responden untuk melakukan imunisasi.sakit berbahaya. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya” Imunisasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak sakit.20 didapat 45 responden (91.16 100 Diagram 4. Gambaran sikap responden tentang imunisasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dari penyakit berbahaya dapat dilihat dari tabel 4.21. 4. Tabel 4.5. Manfaat Imunisasi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari Penyakit Berbahaya a.83%) mempunyai sikap yang setuju tentang manfaat imunisasi untuk KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 61 .83 8.

22 dan diagram 4.22. Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu 4% Setuju Tidak setuju 96% Dari tabel 4.21. Gambaran sikap responden tentang manfaat dari imunisasi adalah terbebas dari lumpuh layu dapat dilihat dari tabel 4. 4. b.3. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 meningkatkan kekebalan tubuh dari penyakit berbahaya. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu” Imunisasi memiliki manfaat untuk terhindar dari berbagai penyakit. Sedangkan 4 responden (8.21 didapat 47 responden (95.22 dan diagram 4. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 47 2 49 Persentase \ (%) 95. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. salah satunya adalah terhindar dari lumpuh layu.16%) mempunyai tidak setuju.91%) mempunyai sikap yang setuju tentang manfaat imunisasi agar terbebas KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 62 . Tabel 4.91 4. Manfaat Dari Imunisasi Adalah Terbebas Dari Lumpuh Layu a. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak.4.21 dibawah ini.08 100 Diagram 4.6.

Sedangkan 2 responden (4. Tabel 4. batuk. b.23.3. Dikarenakan tidak mempengaruhi efek kerja vaksin imunisasi.08%) mempunyai tidak setuju.79 10. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam Frekuensi (f ) Persentase (%) a. 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam” Imunisasi dapat diberikan dalam keadaan demam. dan pilek. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 dari lumpuh layu. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Gambaran sikap responden tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak tetap di lakukan meskipun salah satu efeknya demam dapat dilihat dari tabel 4.4. Setuju Tidak setuju JUMLAH 44 5 49 89. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Page 63 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 .22.2 100 Diagram 4.22 dibawah ini.7.23 dan diagram 4.

2%) mempunyai tidak setuju. Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Tetap Di Lakukan Meskipun Salah Satu Efeknya Demam 10% Setuju 90% Tidak setuju Dari tabel 4. Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak. 4.4.22 didapat 44 responden (89.79%) mempunyai sikap yang setuju tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak tetap di lakukan meskipun salah satu efeknya demam.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Meskipun Salah Satu Efeknya Demam di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.24 Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 64 . Sedangkan 5 responden (10. Tabel 4.24 dan diagram 4.3.23 dan diagram 4.23 dibawah ini. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan” Gambaran sikap responden tentang pemberian imunisasi DPT yang terlambat maka imunisasi diberikan 2 kali suntikan dapat dilihat dari tabel 4.8.

87%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang pemberian imunisasi dpt yang terlambat maka imunisasi diberikan 2 kali suntikan.87 100 Diagram 4.9. Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan 6% Setuju 94% Tidak setuju Dari tabel 4. Sedangkan 3 responden (6. b. Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan a. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Pemberian Imunisasi DPT Yang Terlambat Maka Imunisasi Diberikan 2 Kali Suntikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.12%) mempunyai setuju.24 dan diagram 4.12 93. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya” KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 65 . Hal ini bahwa masyarakat sudah mengetahui manfaat dari imunisasi pada anak 4.23 didapat 46 responden (93.23.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kali Suntikan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.4.3. Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 3 46 49 Persentase ( % ) 6.

Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 5 44 49 Persentase ( %) 10.25 dan diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.25 dan diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.25. b. Tabel 4. Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya a.24.2 89.24 dibawah ini.79 100 Diagram 4. Anggapan Bahwa Pemberian Imunisasi Pada Anak Pertama Harus Lebih Lengkap Dari Anak Selanjutnya 10% Setuju 90% Tidak setuju Dari tabel 4.79%) mempunyai sikap yang tidak setuju tentang anggapan bahwa pemberian KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 66 .24 didapat 44 responden (89.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Gambaran sikap responden tentang anggapan bahwa pemberian imunisasi pada anak pertama harus lebih lengkap dari anak selanjutnya dapat dilihat dari tabel 4.

Gambaran Tindakan Respondensi KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 67 .4. Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi 0% Setuju Tidak setuju 100% 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 imunisasi pada anak pertama harus lebih lengkap dari anak selanjutnya.10. Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi Setuju Tidak setuju JUMLAH Frekuensi (f ) 49 0 49 Persentase ( % ) 100 0 100 a.4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.25 dibawah ini. Sedangkan 5 responden (10.26 dan diagram 4. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang “Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi” Gambaran sikap responden Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi dapat dilihat dari tabel 4.26 Distribusi Frekuensi Sikap Responden Tentang Agar Jadwal 1 Tahun Imunisasi Teratur Dan Tepat Waktu Ibu Diberikan Kartu Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.2%) setuju. 4.3. Diagram 4.25. Tabel 4. b.4.

08 2.79 100 Diagram 4.27.27 dan diagram 4. Gambaran responden tentang tindakan ibu jika tidak ditemykan Posyandu didaerahnya dapat dilihat pada tabel 4. b. 08 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.1.26 dibawah ini. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi a.4.26. c. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi” Jika anaka belum mendapatkan imunisasi sesegera mungkin mendatangi posyandu atau mendatangi petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi. d.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. Membawa anak ibu imunisasi ke posyandu setelah anak berumur 5 tahun Melakukan imunisasi sendiri di rumah Segera membawa anak ibu ke rumah sakit Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi JUMLAH Frekuensi (f ) 2 2 1 44 49 Persentase ( %) 4.04 89.4. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Belum Mendapatkan Imunisasi 4% 4% 2% Membawa anak ibu imunisasi ke posyandu setelah anak berumur 5 tahun Melakukan imunisasi sendiri di rumah 90% KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 68 .

Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu. Tindakan ibu bila ada penyuluhan imunisasi di posyandu segera mendatangi penyuluhan tersebut agar mendapatkan informasi yang lebih mengenai pentingnya imunisasi. c.26 didapat 44 responden (89. Gambaran responden tentang tindakan ibu bila ada penyuluhan imunisasi di posyandu dapat dilihat pada tabel 4.16 2.55 8.4. 4. 24 77. Tabel 4.28 dan diagram 4. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah banyak mendapat himbauan dari petugas kesehatan atau tokoh terkemuka setempat mengenai dimana saja dapat dilakukan imunisasi. 5 responden (10.2. 6 38 4 1 49 12.27 dan diagram 4.21%) yang tidak setuju tentang anggapan bahwa Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi. Apa Yang Ibu Akan Lakukan Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi Mendengarkan penyuluhan dan melakukan imunisasi di posyandu Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %) a.4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu” Penyuluhan imunisasi di posyandu bertujuan agar si ibu lebih mengerti dan memahami pentingnya anak diberikan imunisasi.04 100 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 69 .28 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. d.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel 4.79%) mempunyai tindakan Segera membawa anak ibu ke posyandu terdekat untuk di imunisasi.27 dibawah ini. b.

Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu.04%) akan Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan. Apa Yang Ibu Akan Lakukan 8% 2% 12% 78% Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi Mendengarkan penyuluhan dan melakukan imunisasi di posyandu Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi Melakukan imunisasi tanpa mendengarkan penyuluhan Dari tabel 4. Apa Tindakan Ibu Selanjutnya” Bila ibu lupa akan jadwal imunisasi anak.28 dan diagram 4. 24%) melakukan Aktif bertanya tentang penyuluhan tanpa melakukan imunisasi. 4. apa tindakan ibu selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.27 didapat 38 responden (77. 4 responden (8. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu. 6 responden (12.16%) Mendengarkan penyuluhan di posyandu tanpa melakukan imunisasi dan 1 responden (2.27.3. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Penyuluhan Imunisasi Di Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. ibu tersebut seharusnya segera mendatangi posyandu atau kader terkait dan menanyakannya pada kader atau petugas kesehatan tersebut.29 dan diagram 4.4.28 dibawah ini.55%) mempunyai tindakan Mendengarkan penyuluhan dan melakukan imunisasi di posyandu.4. Gambaran responden tentang tindakan ibu bila ibu lupa jadwal imunisasi anak ibu. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 70 .

28. Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu. d. Apa Tindakan Ibu Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.71% 10. b.71%) mempunyai tindakan Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 71 . Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.04% 0 100% Diagram 4. Apa Tindakan Ibu Selanjutnya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu. c.28 didapat 43 responden (87. Bila Ibu Lupa Jadwal Imunisasi Anak Ibu. Apa Tindakan Ibu Selanjutnya a.29. Apa Tindakan Ibu Selanjutnya 10% 2% 0% Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi Menunggu jadwal selanjutnya Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi 88% Dari tabel 4.20% 2. Segera ke posyandu atau ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi Menunggu jadwal selanjutnya Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi Membiarkan jadwal imunisasi yang terlewati JUMLAH Frekuensi (f ) 43 5 1 0 49 Persentase ( %) 87.29 dan diagram 4.

83% 2.4. b. dan 1 responden (2. Gambaran responden tentang tindakan ibu jika ibu tidak tau sampai kapan anak ibu harus di imunisasi dapat dilihat pada tabel 4.04% 4.08% 2. c. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. 45 1 2 1 49 91.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 untuk mendapatkan imunisasi.29 dibawah ini. Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Jika Ibu Tidak Tahu Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi Bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu Membaca artikel tentang upaya mencerdaskan anak Mencari tahu kepada ibu lainnya Mengikuti program penimbangan bayi JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %) a. Hal ini mungkin dikarenakan masyarakat telah banyak mengetahui dimana bisa untuk mendapatkan imunisasi untuk anaknya.30.04% 100% KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 72 .30 dan diagram 4. Tabel 4.04%) akan Bertanya langsung ke bidan terdekat tanpa melalukan imunisasi. 4.4. d. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi” Informasi mengenai imunisasi sangat penting bagi masyarakat terlebih masyarakat sampai kapan anak harus di brikan imunisasi. 5 responden (10. Untuk mendapatkan imunisasi sebaiknya anak dibawah ke posyandu.2%) Menunggu jadwal selanjutnya.4.

83%) mempunyai tindakan akan bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu. Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Jika Ibu Tidak Tahu Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi 2% 4% 2% Bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu 92% Membaca artikel tentang upaya mencerdaskan anak Dari tabel 4.5. Ini merupaka efek samping yang normal yang dapat di tanggulangi oleh sebab itu imunisasi dasar lengkap pada anak harus tetap dilakukan. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Anaknya Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi” Salah satu efek samping pemberian imunisasi adalah demam.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. Gambaran responden tindakan ibu bila anaknya mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi dapat dilihat pada tabel 4. hal ini dapat terjadi pada pemberian imunisasi BCG.29 didapat 45 responden (91. DPT dan Campak. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.31 dan diagram 4.16%) tidak bertanya langsung kepada petugas kesehatan di posyandu. 4 responden (8.29. 4.4.4. Hal ini mungkin dikarenakan adanya interaksi yang baik antara petugas kesehatan dengan masyarakan.30 dan diagram 4.30 dibawah ini. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 73 .

b.69% 2. Berobat ke bidan Memberi obat kampung Tidak akan melakukan imunisasi selanjutnya Tidak perlu khawatir karena sudah diberikan penjelasan oleh petugas kesehatan sebelumnya JUMLAH Frekuensi (f ) 17 1 0 31 49 Persentase ( % ) 34. 17 responden (34. d. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi a.31. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.04% 0 63.26%) Tidak khawatir Bila Anaknya mengalami demam setelah mendapatkan imunisasi karena sudah diberikan penjelasan oleh petugas kesehatan sebelumnya.69%) akan berobat ke bidan. 1 responden KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 74 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4. c. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Anak Ibu Mengalami Demam Setelah Mendapatkan Imunisasi Berobat ke bidan 35% 63% 2% 0% Tidak akan melakukan imunisasi selanjutnya Memberi obat kampung Dari tabel 4.29 dan diagram 4.30.26% 100% Diagram 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Ibu Tidak Tau Sampai Kapan Anak Ibu Harus Di Imunisasi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.30 didapat 31 responden (63.

Tindakan ibu jika menemukan ada ibu yang tidak mau melakukan imunisasi pada anaknya.04 4.31 dibawah ini.87 c. a. 46 93.04%) akan member obat kampong Hal ini mungkin dikarenakan adanya interaksi yang baik antara petugas kesehatan dengan masyarakan.4.4. d. Tabel 4.08 100 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 75 . Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan.32 dan diagram 4. Jika Ditemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya. Gambaran responden tindakan ibu jika menemukan ada ibu yang tidak mau melakukan imunisasi pada anaknya dapat dilihat pada tabel 4.6. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya” di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. 4. dengan cara ibu tersebut memberikan pengertian dan mengantarkannya ke petugas kesehatan agar mendapat informasi tentang imunisasi lebih lanjut.32 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 (2. 1 2 49 2. Memamksa si ibu sampai iya mau membawa anaknya ke posyandu untuk di imunisasi Mengunjungi si ibu memberikan pengertian betapa pentingnya pemberian imunisasi pada anak Mendatangi ibu dan menanyakan alasasn tidak mau melakukan imunisasi pada anak Member tahu ibu kalau imunisasi diberikan tiap bulan JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %) 0 0 b.

Jika Ditemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya. Tindakan ibu bila belum mengerti mengenai imunisasi dasar lengkap agar mengikuti penyuluhan yang diadakan oleh petugas kesehatan.33 dan diagram 4.ibu yang belum mengerti tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap dapat dilihat pada tabel 4.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap” Penyuluhan penting untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan terpercaya.4. Gambaran responden tindakan ibu bila ada ibu.31 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Jika Menemukan Ada Ibu Yang Tidak Mau Melakukan Imunisasi Pada Anaknya di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Ada Ibu. dengan penyuluhan masyarakat dapat memahami pentingnya imunisasi pada anak. Tindakan Apa Yang Ibu Lakukan Memamksa si ibu sampai iya mau membawa anaknya ke posyandu untuk di imunisasi 2% 4% 0% 94% Mengunjungi si ibu memberikan pengertian betapa pentingnya pemberian imunisasi pada anak 4.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.7.32 dibawah ini. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 76 .

b.pura tidak tahu Membiarkan saja Menjelaskan tentang pentingnya dan manfaat imunisasi dasar lengkap serta mengajaknya untuk ikut program imunisasi JUMLAH Frekuensi (f ) 5 0 0 44 49 Persentase ( % ) 10.pura tidak tahu KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 77 .Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.32 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Ibu. c.20 0 0 89. Bila Ada Ibu.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya “ Imunisasi Dasar Lengkap” Apa Yang Ibu Lakukan a. Mengajak ibu posyandu Pura.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.33 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Tindakan Ibu Bila Ada Ibu.Ibu Yang Belum Mengerti Tentang Pentingnya “ Imunisasi Dasar Lengkap” Apa Yang Ibu Lakukan Mengajak ibu posyandu 0% 0% 10% 90% Membiarkan saja Pura.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4. d. Bila Ada Ibu.79 100 Diagram 4.

BCG. Tabel 4. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu a. Bertanya pada dukun diman posyandu terdekat Segera mendatangi petugas kesehtan di puskesmas untuk mendapatkan pelayanan Bertanya kepada warga sekitar atau tetangga terdekat Datang kerumah sakit terdekat JUMLAH Frekuensi (f ) 0 48 Persentase (%) 0 97.95 c. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu” Tindakan ibu bila di daerah ibu tidak di temukan posyandu. 0 1 49 0 2.34 dan diagram 4. Polio. Gambaran responden tindakan ibu bila di daerah ibu tidak ditemukan posyandu dapat dilihat pada tabel 4. d.4. b.34 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.33 dibawah ini.8.04 100 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 78 .4. DPT. Campak. agar ibu tersebut mendatangi puskesmas terdekat agar dapat memperoleh informasi mengenai imunisasi dasar lengkap diberikan pada anak umur dibawah 1 tahun diantaranya adalah imunisasi Hepatitis.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.

Member vitamin untuk mencegah penyakit Memberikan makanan yang bergizi Memberikan imunisasi dasar lengkap Memberikan ramuan tradisional JUMLAH KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Frekuensi (f ) 2 4 43 0 49 Persentase ( %) 4. Apa Yang Ibu Lakukan Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak a.35 dan diagram 4.34 dibawah ini.08 8. d.71 0 100 Page 79 . c.9. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu 2% 0% 0% 98% 4. b.4. Tabel 4.33 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Di Daerah Ibu Tidak Ditemukan Posyandu di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.35 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.18 87. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak” Mencegah serangan penyakit pada anak dapat diberikan imunisasi di posyandu. Gambaran responden tindakan ibu untuk mencegah penyakit pada anak dapat dilihat pada tabel 4.4.

tindakan ibu untuk mendapatkan hasil yang efektif imunisasi dilakukan secara berulang dan terjadwal. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 80 .36 dan diagram 4.35 dibawah ini.10. Apa Yang Ibu Lakukan Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak Member vitamin untuk mencegah penyakit Memberikan makanan yang bergizi 88% Memberikan imunisasi dasar lengkap Memberikan ramuan tradisional 0% 4% 8% 4.34 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Untuk Mencegah Penyakit Pada Anak di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4. Gambaran responden tindakan ibu bila imunisasi dasar lengkap tidak cukup diberikan hanya dalam 1 (satu) kali dapat dilihat pada tabel 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang “Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali” Pemberian imunisasi tidak hanya sekali.4.

36 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Dalam 1(Satu) Kali a.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.35 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Ibu Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Hanya Dalam 1 (Satu) Kali di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara Tahun 2013. Apa Yang Ibu Lakukan Bila Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Cukup Diberikan Dalam 1 (Satu) Kali 0% Bila anak sehat ibu tidak akan membawa anak untuk di imunisasi lagi Akan membawa anak ke imunisasi kapan saja ibu suka Akan tetap mengikuti program/ jadwal imunisasi selanjutnya 100% KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 81 . b. c. d. Bila anak sehat ibu tidak akan membawa anak untuk di imunisasi lagi Akan membawa anak ke imunisasi kapan saja ibu suka Akan tetap mengikuti program/ jadwal imunisasi selanjutnya Cukup di imunisasi hanya 1 kali JUMLAH Frekuensi (f ) Persentase ( %) 0 0 49 0 49 0 0 100 0 100 Diagram 4.

pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan tindakan terhadap suatu objek tertentu.pengindraan terjadi melalui indra manusia yaitu indra penglihatan. pendengaran.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. Tabel 4. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.1.2 38. 2 3 PENGATAHUAN BAIK SEDANG KURANG JUMLAH FREKUENSI (f) 30 19 0 49 PRESENTASI (%) 61.5.8 0 100 Diagram 4.37 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 NO 1. Rekapitulasi Gambaran Prilaku Responden Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi 4.36 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 0% PENGETAHUAN 39% 61% BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 82 .4.Pengetahuan mempunyai pengaruh sebagai motivasi awal bagi seseorang dalam perilaku.5. Pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi di posyandu.Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu.4. rasa dan raba.

5.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.manifestasi sikap tidak dapat dilihat langsung tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup.5 22.2. 2 3 SIKAP BAIK SEDANG KURANG JUMLAH FREKUENSI (f) 38 11 0 49 PRESENTASI (%) 77.37.sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu.5 0 100 Diagram 4.sikap ibu mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi di posyandu Tabel 4. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap stimulus atau objek. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 SIKAP 0% 22% 78% BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 83 .38 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 NO 1.

Tindakan adalah proses yang di jalani manusia sebagai pelaku dalam mencapai suatu tujuan.5. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tindakan adalah sesuatu perbuatan yang nyata yang diperlukan untuk mendukung suatu kondisi yang memungkinkan.38. Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 TINDAKAN 0% 14% 86% BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 84 .tindakan ibu mengenai imunisasi dasar lengkap di posyandu Tabel 4.tindakanya punya titik awal dan akhir.dan tujuan. 2 3 TINDAKAN BAIK SEDANG KURANG JUMLAH FREKUENSI (f) 42 7 0 49 PRESENTASI (%) 85.39 Rekapitulasi Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 NO 1.3 0 100 Diagram 4.pelaku.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.4.sebagai sebuah proses. Ada 3 anasirdalam tindakan:proses.3.7 14.

Hubungan umur dengan pengetahuan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.73 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 85 .26 Sedang N 1 9 8 0 18 % 100 36 40 0 36.1. Tabel 4.29 30 .39 >40 TOTAL 0 16 12 3 31 Baik % 0 64 60 100 63.4.40 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pengetahuan No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 .6. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin bertambahnya umur seseorang diharapkan semakin bertambahnya pengetahuan seseorang.40 dan diagram 4.4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.39 dibawah ini. Tabulasi Silang Karakteristik Dengan Perilaku Responden 4.6. Hal ini di karenakan seiring bertambahnya umur maka pola piker untuk berkembang dalam mengetahui akan bertambah didasarkan pada pengalaman.

kelompok umur 20-29 tahun 16 responden (64%) berpengetahuan baik.39 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Umur Dengan Pengetahuan 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 < 20 Tahun 20 . Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan semakin bertambahnya umur maka akan disertai pula dengan peningkatan pengetahuannya. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Sikap Responden Semakin bertambah umur diharapkan dapat mempengaruhi sikap yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.4. 4.29 Tahun 30 . Tabulasi silang antara umur dengan sikap responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.2.39 Tahun > 40 Tahun BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 0 responden (0%) berpengetahuan baik.6.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.41 dan diagram 4. kelompok umur 30-39 tahun 12 responden (60%) berpengetahuan baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) berpengetahuan baik.40 dibawah ini KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 86 . karena sikap dapat berubah ketika seseorang dapat menyikapi suatu masalah dengan baik.

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.39 Tahun > 40 Tahun BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 87 .39 >40 TOTAL 1 20 16 3 40 Baik % 100 64 60 100 81.41 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Sikap No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 .36 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL Diagram 4.63 Sedang N 0 5 4 0 9 % 0 20 20 0 18.29 30 .40 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Umur Dengan Sikap 25 20 15 10 5 0 < 20 Tahun 20 .29 Tahun 30 .

hari. Tabulasi Silang Umur Responden Dengan Tindakan Responden Semakin bertambahnya umur seseorang diharapkan semakin baik dalam menerapkan tindakan dalam kehidupan sehari.24 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 1 25 20 3 49 100 100 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 88 . kelompok umur 30-39 tahun 16 responden (60%) bersikap baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) bersikap baik.29 30 .6. kelompok umur 20-29 tahun 20 responden (64%) bersikap baik.71 Sedang N 0 4 2 0 6 % 0 16 10 0 12. Ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan semakin bertambah umur seseorang maka akan semakin baik sikapnya terhadap bayi.3. dimana semakin dewasa pola piker seseorang akan bertambah baik dan mengerti apa yang harus dilakukannya. 4.39 >40 TOTAL 1 21 18 3 43 Baik % 100 84 90 100 87. Tabulasi silang antara umur dengan tindakan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 37 dan diagram 37 dibawah ini Tabel 4.4.42 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan No Umur N 1 2 3 4 < 20 20 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 1 responden (100%) bersikap baik.

Tabulasi silang antara KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 89 .39 Tahun > 40 Tahun BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur < 20 tahun 1 responden (100%) mempunyai tindakan baik.4.Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin tinggi pendidikan seseorang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan yang lebih baik.41 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Golongan Umur Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Umur Dengan Tindakan 25 20 15 10 5 0 < 20 Tahun 20 .4. Pendidikan yang baik dan terarah akan membuat seseorang memilikitingkat pengetahuan dan kualitas yang berpikir yang rasional sehingga pendidikan dapat menyokong pengatahuan yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan semakin bertambah umur seseorang maka akan semakin baik tindakannya. kelompok umur 30-39 tahun 18 responden (90%) mempunyai tindakan baik dan kelompok umur > 40 tahun 3 responden (100%) mempunyai tindakan baik terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.29 Tahun 30 . kelompok umur 2029 tahun 21 responden (84%) mempunyai tindakan baik.6. 4.

42 dibawah ini Tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 pengetahuan dengan pendidikan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pengetahuan No Pendidikan N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 4 6 15 4 29 Baik % 33.7 50 25 20 40.43 dan diagram 4.43.18 Sedang N 8 6 5 1 20 % 66.82 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 12 12 20 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL Diagram 4.42 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pendidikan Dengan Pengetahuan 16 14 12 10 8 6 4 2 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 90 .3 50 75 80 59.

3 15 0 22.44 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No Pendidikan Baik N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 8 8 17 5 38 % 66.44 dan diagram 4. pendidikan SMP sebanyak 6 responden (50%) berpengetahuan baik. Hubungan tingkat pendidikan dengan sikap responden mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat di lihat pada tabel 4.5.7 85 100 77.55 Sikap Sedang N 4 4 3 0 11 % 33. Tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD sebanyak 4 responden (33%) berpengetahuan baik.6. 4. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi pula pengetahuannya. pendidikan SMA sebanyak 15 responden (75%) berpengetahuan baik dan pendidikan S1 sederajat sebanyak 4 responden (80%) berpengetahuan baik.43 dibawah ini.45 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 12 12 20 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 91 .3 33.4. Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Sikap Responden Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang diharapkan dapat membawa perubahaan pada sikap yang lebih baik dengan contoh seseorang yang memiliki tingkat pendidikan dapat mengatur kesehatan anaknya dengan sering mengikuti program-program yang diadakan di posyandu.7 66.

4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.6. pendidikan SMP 8 responden (66. pendidikan SMA 17 responden (85%) bersikap baik dan pendidikan S1 sederajat 5 responden (100%) bersikap baik. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 92 .7%) bersikap baik.hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat tindakan dapat dilihat pada tabel 4.contohnya dalam memberikan tindakan mengenai imunisasi dasar lengkap pada bayi.Tabulasi Silang Pendidikan Responden Dengan Tindakan Responden Semakin tinggi tingkat pendidikan diharapkan lebih baik tindakan yang di lakukan.7%) bersikap baik.6.44 dibawah ini.45 dan diagram 4. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin baik sikapnya terhadap bayi.43 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pendidikan Dengan Sikap 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD 8 responden (66. 4.

2 100 85.7 4.4 16.3 95.71 Sedang N 4 2 1 0 7 % 36.45 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan No Pendidikan N 1 2 3 4 SD SMP SMA S1/ SEDERAJAT TOTAL 7 10 20 5 42 Baik % 63.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.29 Kurang N 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 11 12 21 5 49 100 100 100 100 100 TOTAL Diagram 4.44 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pendidikan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pendidikan Dengan Tindakan 25 20 15 10 5 0 SD SMP SMA S1 SEDERAJAT BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 93 .8 0 14.6 83.

Tabel 4.4.6.41 Kurang N 0 0 0 % 0 0 0 48 1 49 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 94 .45dibawah ini. pendidikan SMA 20 responden (95. 4. Ini menunjukkan bahwa adanya kecenderungan hubungan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin baik tindakannya terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Pengetahuan Responden Untuk informasi tabulasi silang pengetahuan responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4.6%) memiliki tindakan yang baik. pendidikan SMP 10 responden (83.7.59 Sedang N 10 0 10 % 20.46 dan diagram 4.1 100 79.2%) memiliki tindakan yang baik dan pendidikan S1 sederajat 5 responden (100%) memiliki tindakan yang baik.3%) memiliki tindakan yang baik. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pengetahuan No Agama N 1 2 Islam Kristen TOTAL 38 1 39 Baik % 79.46.9 0 20.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa pendidikan SD 7 responden (63.

1%) adalah kelompok yang mempunyai tingkat pengetahuan baik.47 dan diagram 4.4.6.46 dibawah ini. 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.45 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Agama Dengan Pengetahuan 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan tingkat pengetahuan yang baik sedangkan responden yang beragama Islam sebesar 38 (79. Dari hasil tersebut maka tidak ada kecenderungan hubungan agama responden dengan tingkat pengetahuan. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Sikap Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4.8. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 95 .

46 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Agama Dengan Sikap 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar dengan 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan sikap yang baik.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.37 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 TOTAL 48 1 49 100 100 100 Islam Kristen TOTAL Diagram 4. Sedangkan yang beragama Islam sebesar 39 responden (81.75 0 0 9 18. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 96 .63 Sikap Sedang N % 9 18. Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan agama responden dengan sikap.25%) adalah kelompok yang mempunyai sikap yang baik.47 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 Agama N 39 1 40 Baik % 81.25 100 81.

6. Tabulasi Silang Agama Responden Dengan Tindakan Responden Untuk informasi tabulasi silang tindakan responden dengan agama responden dapat dilihat pada tabel 4.29 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 TOTAL 48 1 49 100 100 100 Islam Kristen TOTAL Diagram 4.47 dibawah ini.5 0 85.5%) adalah kelompok yang mempunyai sikap sedang. Tabel 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.48 dan diagram 4.71 Tindakan Sedang N % 6 12. Sedangkan yang beragama Islam dengan 6 responden (12. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 97 .47.48 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 Agama N 42 0 42 Baik % 87. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Agama Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Agama Dengan Tindakan 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Islam Kristen BAIK SEDANG KURANG Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa presentasi terbesar dengan 1 responden (100%) adalah beragama Kristen dengan tindakan yang sedang.4.9.5 1 100 7 14.

48 dibawah ini.hal ini dikarenakan pekerjaan dapat memberikan pengetahuan tambahan dimana tempat seseorang bekerja.9 4 100 0 0 1 30 50 61.49. Hubungan pekerjaan dengan pengatahuan dapat dilihat pada tabel 4.22 1 19 50 38.48 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pekerjaan Dengan Pengetahuan 30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 98 . Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Pekerjaan IRT GURU WIRASWASTA TOTAL Pengetahuan Baik Sedang N % N % 25 58.10.4. Tabel 4.49 dan diagram 4.Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Pengetahuan Responden Semakin baik tingkat pekerjaan seseorang diharapkan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik.1 18 41.78 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 43 4 2 49 100 100 100 100 Diagram 4.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4.6.

50 dan diagram 4. Hal ini disebabkan karena pendidikan Guru lebih tinggi dari wiraswasta dan ibu rumah tangga sehingga memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar lengkap.7 100 50 77. 4. Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Sikap Responden Semakin baik tingkat pekerjaan seseorang diharapkan memiliki sikap yang lebih baik.49 dibawah ini.6.11.3 0 50 22. Hubungan antara pekerjaan dan sikap responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4.4.hal ini dikarenakan sikap seseorang dapat didasari pergaulan itulah seseorang akan mengerti sikap yang diambilnya.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan guru yang mempunyai pengetahuan baik.55 Sedang N 10 0 1 11 % 23.45 Kurang N 0 0 0 0 % 0 0 0 0 43 4 2 49 100 100 100 100 TOTAL KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 99 .50 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Sikap No Pekerjaan N 1 2 3 IRT GURU WIRASWASTA TOTAL 33 4 1 38 Baik % 76. Tabel 4.

33 responden (76.4.7%) kelompok ibu rumah tangga mempunyai sikap baik. Tabulasi Silang Pekerjaan Responden Dengan Tindakan Responden Semakin baik pekerjaan diharapkan memiliki arahan yang lebih baik.51 dan diagram 4. Ini menunjukan bahwa pekerjaan sebagai guru dan ibu rumah tangga mempunyai hubungan komunikasi sosial relative baik sehingga berpengaruh terhadap sikapnya. 1 responden (50%) kelompok wiraswasta mempunyai sikap baik. Hubungan antara pekerjaan dan tindakan responden tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat dilihat pada tabel 4. 4.6.hal ini didasari pada pekerjaan yang baik membawa perubahan social ekonomi yang lebih baik dan berujung pada besarnya penghasilan yang didapat sehingga seseoranag akan lebih cermat dalam memberikan tindakan yang terbaik khususnya dalam berprilaku mengikuti program imunisasi. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 100 .12.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Diagram 4.50 dibawah ini.49 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pekerjaan Dengan Sikap 35 30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan guru mempunyai sikap baik.

Hal ini menunjukan bahwa tidak adanya hubungan tindakan responden dengan pekerjaan.51 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Pekerjaan IRT GURU WIRASWASTA TOTAL N 37 4 1 42 Baik % 86 100 50 85.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Tabel 4.50 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Pekerjaan Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Pekerjaan Dengan Tindakan 40 35 30 25 20 15 10 5 0 IRT GURU WIRASWASTA BAIK SEDANG KURANG Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 4 responden (100%) kelompok pekerjaan sebagai guru mempunyai tindakan baik.71 Tindakan Sedang N % 6 14 0 0 1 50 7 14.29 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 43 4 2 49 100 100 100 100 Diagram 4. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 101 . 37 responden (86%)kelompok ibu rumah tangga mempunyai tindakan baik dan 1 responden (50%) kelompok wiraswasta mempunyai tindakan baik terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi.

6.78 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100 Diagram 4.52 dan diagram 4. Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Suku Dengan Pengetahuan 25 21 20 15 15 10 5 0 0 JAWA BATAK BANJAR 9 BAIK SEDANG KURANG 3 0 0 1 0 KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 102 .51 dibawah ini.7 3 25 1 19 100 38.52 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Pengetahuan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 21 9 0 30 Baik % 58.51.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 4. Tabulasi Silang Suku Responden Dengan Pengetahuan Responden Untuk informasi tabulasi silang pengatahuan responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4.13.3 75 0 61.22 Pengetahuan Sedang N % 15 41.4. Tabel 4.

Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan pengetahuan. 4.14.55 Sikap Sedang N % 10 27. Tabulasi Silang Suku Responden Dengan Sikap Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4.8 1 8.2 91.52 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Suku Dengan Sikap 30 25 20 15 10 5 0 JAWA BATAK BANJAR BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 103 .GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram diatas dapat dilihat bahwa dari 9 responden (75%) kelompok suku Batak dan 21 responden (58.52dibawah ini.6 100 77.53 dan diagram 4. Tabel 4.6.4 0 11 0 22.45 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100 Diagram 4.53 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Sikap Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 No 1 2 3 Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 26 11 1 38 Baik % 72.4.3%) kelompok suku Jawa adalah kelompok yang mempunyai pengetahuan yang baik.

4 1 7 100 14.hal ini berati tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan sikap.6.54 dan diagram 4.15.9 1 8. Tabulasi Silang suku Responden Dengan Tindakan Responden Untuk informasi tabulasi silang sikap responden dengan suku responden dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabel 4.71 Kurang N % 0 0 0 0 0 0 0 0 TOTAL 36 12 1 49 100 100 100 100 Diagram 4.29 No 1 2 3 Suku JAWA BATAK BANJAR TOTAL N 31 11 0 42 Baik % 86.6 0 85. 11 responden (91.53 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Suku Dengan Tindakan 35 30 25 20 15 10 5 0 JAWA BATAK BANJAR BAIK SEDANG KURANG KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 104 .6%) kelompok suku Batak dan 26 responden (72. 4.53 dibawah ini.54 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Suku Dengan Tindakan Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Tahun 2013 Tindakan Sedang N % 5 13.2%) kelompok suku Jawa yang mempunyai sikap pengetahuan baik.1 91.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa 1 responden (100%) kelompok suku Banjar sebesar.

KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 105 .6%).1%) kelompok suku Jawa adalah kelompok yang mempunyai tindakan baik. Hal ini berarti tidak ada kecenderungan hubungan suku responden dengan tindakan.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Dari tabel dan diagram di atas dapat dilihat bahwa kelompok suku Batak sebesar 11 responden (91. dan 31 responden (86.

Umur : Ditemukan bahwa kelompok umur produktif (20 – 29 tahun) adalah jumlah terbanyak yakni 24 responden (48. b. d. e. Rekapitulasi Prilaku : a. 2. Agama : Ditemukan bahwa kelompok agama Islam adalah jumlah terbanyak yakni 48 responden (97.1. Kesimpulan Dari penelitian yang dilakukan dan data yang diperoleh di Desa Sei Alim Ulu berdasarkan hasil pengambilan kuisioner yang dilakukan di dapat : 1.99 %). Pekerjaan : Ditemukan bahwa kelompok pekerjaan responden tertinggi adalah IRT sebanyak 43 responden (87. Karakteristik a. Pendidikan : Ditemukan bahwa pendidikan responden tertinggi kedalam pendidikan sedang sebanyak 22 responden (44. c. Suku : Ditemukan bahwa kelompok suku responden tertinggi adalah Jawa sebanyak 36 responden (73.4 %). Pengetahuan : Di temukan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 106 .8 %).7 %).9 %).GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.

Jenis pekerjaan IRT merupakan kelompok dengan tingkat persentasi tertinggi (87. memiliki pengetahuan baik yaitu 42 responden (85. Dan persentase tindakkan baik terendah adalah wiraswasta (50 %). sikap. Berdasarkan hasil tabulasi silang (Hubungan Prilaku Dengan Karakteristik Responden) ditemukan bahwa : a.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara. b. dan tindakannya. b.5 %). c. maka terdapat kecenderungan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 107 . Tidak terdapat kecenderungan bahwa bertambah umur seseorang akan semakin baik pula pengetahuan. Tindakan : Di temukan bahwa tindakan masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Untuk tindakan baik dengan persentasi terbesar adalah IRT (86 %). sedangkan sikap baik terendah adalah wiraswasta (50 %).7 %). sedangkan terendah adalah wiraswasta (4.08 %). Tabulasi silang (Hubungan Prilaku Dengan Karakteristik Responden). sikap.7 %). 3.7 %). memiliki pengetahuan baik yaitu 30 responden (61. Sikap : Di temukan bahwa sikap masyarakat terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 bulan di Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Sedangkan untuk sikap baik persentasi tertinggi adalah IRT (76. dan tindakannya. c. memiliki pengetahuan baik yaitu 38 responden (77.2 %). Tidak terdapat kecenderungan bahwa agama seseorang akan berpengaruh terhadap pengetahuan.

sikap dan tindakan. Saran Berdasarkan data karekteristik responden ditemukan bahwa umur responden adalah golongan usia produktif. Dengan demikian dapat kami sarankan : 1. e. pekerjaan sebagian besar adalah IRT dengan klasifikasi pendidikan tinggi. Tidak ada kecenderungan bahwa suatu suku dapat berpengaruh terhadap pengetahuan. Sehingga dengan demikian seluruh masyarakat termotifasi untuk melakukan hal yang sama. sikap dan tindakan d. 2.2. Bagi masyarakat Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu Mengingat bahwa sebagian besar responden adalah mayoritas suku Jawa. sikap dan tindakannya. berkala dengan tata cara pelaksanaan sebagai berikut : saat pendaftaran ibu diberi brosur/ leaflet tentang Imunisasi Dasar Lengkap untuk selanjutnya pada pelayanan meja 4 akan dilakukan penyuluhan massal bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi umur 011 bulan setelah mengetahui jumlah seluruh bayi hadir sesuai daftar yang ada. Bagi Puskesmas Air Batu kecamatan Air Batu Mengadakan penyuluhan tentang imunisasi pada setiap pelaksanaan kegiatan di posyandu secara massal. berpendidikan SMA maka fungsi dan peran tokoh pemuka adat dan kader– kader posyandu dapat digunakan sebagai salah satu alternatif didalam menyampaikan pesan – pesan kesahatan khususnya materi Imunisasi Dasar Lengkap Bayi umur 0-11 Bulan. Penyuluhan dilakukan oleh petugas kesehatan dan diupayakan KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 108 . agama sebagian besar responden adalah Islam. Ada kecenderungan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin baik tingkat pengetahuan. serta klasifikasi suku responden sebagian besar adalah suku Jawa. 5.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 bahwa jenis pekerjaan seseorang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan.

Dengan adanya bangunan khusus Posyandu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas diharapkan akan dapat memotivasi masyarakat khususnya ibu–ibu yang mempunyai balita untuk dapat memanfaatkannya dengan sebaik–baiknya. tenaga kesehatan teladan. b) Mengadakan berbagai kegiatan perlombaan misanya : bayi sehat. 3. Keseluruhan dari pada upaya tersebut dapat dilaksanakan melalui kerjasama dengan instansi yang terkait dengan kesehatan dan perusahaan – perusahaan khususnya bergerak dibidang kesehatan. kader teladan. pihak kecamatan. dan lain– lain. dan donator lain. Bagi Pemerintahan Desa a) Menyediakan lokasi atau lahan. Pendanaan untuk kegiatan tersebut dapat diperoleh melalui cara pendekatan kepada perusahaan perkebunan terdekat. KKS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung 2013 Page 109 . bangunan khusus posyandu yang dilengkapi dengan fasilitas bermain bagi anak–anak dimana berasal dari swadaya masyarakat yang dibantu oleh pemerintah desa dan sponsor. misalnya : media audio visual.GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA SEI ALIM ULU PUSKESMAS AIR BATU KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA 2013 sedemikian rupa agar menarik ibu. gambar-gambar akibat dari tidak mendapat imunisasi yang diambil dari internet. poster. Posyandu teladan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful