Anda di halaman 1dari 1

1.

Manifestasi Klinis - Biasanya didahului oleh infeksi bakteri atau virus (misalnya rubella, rubeola, varisela), atau setelah vaksinasi dengan virus hidup 1-3 minggu sebelum trombositopenia. - Riwayat perdarahan. - Riwayat pemberian obat-obatan, misalnya heparin, sulfonamid, kuinidin/kuinin, aspirin. - Riwayat ibu menderita HIV, riwayat keluarga yang menderita trombositopenia atau kelainan hematologi. - Manifestasi perdarahan (ekimosis multipel, petekie, epistaksis). - Hati, limpa dan kelenjar getah bening tidak membesar. - Infeksi. 2. Diagnosis Trombosit :10000-50000/ L ,jumlah sel lain normal, terkdangan disertai anemia karena perdarahan Apus darah tepi : jumlah trombosit yang berkurang, berukuran besar-besar Sumsum tulang : jumlah megakariosit yang normal/meningkat Antibodi antiglikoprotein GPlIb/ IlIa atau GPIb yang positif di permukaan trombosit ataupun serum dari sebagian besar pasien. Pemeriksaan IgG terhadap trombosit juga dapat dilakukan, tetapi bersifat kurang spesifik. 3. Pemeriksaan penunjang - Morfologi eritrosit, leukosit, dan retikulosit biasanya normal. - Hemoglobin, indeks eritrosit dan jumlah leukosit normal. - Trombositopenia, besar trombosit normal atau lebih besar (giant platelets). - Masa perdarahan memanjang. - Pemeriksaan fungsi sumsum tulang hanya dilakukan bila ditemukan limfadenopati, organomegali, anemia, atau kelainan jumlah leukosit.