Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN DIARE

OLEH : EYSA TRIA PUTRI AFNER FEBRIYA ELMA YUNDA IRMA SUTRIYANI

STIKES FORT DE KOCK BUKITTINGGI TAHUN 2012 / 2013

SATUAN ACARA PENYULUHAN Mata Kuliah Sasaran Hari/tanggal Jam : Promosi kesehatan : Pasien yang berobat di Puskesmas Biaro : Sabtu, 15 Desember 2012 : . menit

A. Latar Belakang Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. WHO memperkirakan 4 milyar kasus, terjadi di dunia pada sebagian besar anak-anak dibawah umur 5 tahun. Penyakit diare sering menyerang bayi dan balita, bila tidak diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian. Data terakhir dari Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa diare menjadi penyakit pembunuh kedua bayi di bawah lima tahun (balita) di Indonesia setelah radang paru atau pneumonia. Banyak faktor risiko yang diduga menyebabkan terjadinya penyakit diare pada bayi dan balita di Indonesia. Salah satu faktor risiko yang sering diteliti adalah faktor lingkungan yang meliputi sarana air bersih (SAB), sanitasi, jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL), kualitas bakterologis air, dankondisi rumah. Data terakhir menunjukkan bahwa kualitas air minum yang buruk menyebabkan 300 kasus diare per 1000 penduduk. Sanitasi yang buruk dituding sebagai penyebab banyaknya kontaminasi bakteri E.coli dalam air bersih yang dikonsumsi masyarakat. Bakteri E.coli mengindikasikan adanya pencemaran tinja manusia. Kontaminasi bakteri E.coli terjadi pada air tanah yang banyak disedot penduduk di perkotaan, dan sungai yang menjadi

sumber air baku di PDAM pun tercemar bakteri ini. Hasil penelitian Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) propinsi DKI Jakarta menunjukkan 80 persen sampel air tanah dari 75 kelurahan memiliki kadar E.coli dan fecal coli melebihi ambang batas. B. Tujuan 1. Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan warga dapat memahami dan mengerti tentang Diare. 2. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan warga dapat menjelaskan tentang : Pengertian diare Hal hal yang bisa menyebabkan diare Akibat dari diare apabila tidak ditangani Cara mencegah diare Pengobatan diare

C. Materi Terlampir.

D. Metode Ceramah Tanya Jawab

E. Media Materi SAP Leaflat

F. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Waktu 3 menit Kegiatan Penyuluhan Pembukaan: 1. 2. Memberikan salam Menjelaskan tujuan Kegiatan Peserta 1. Menjawab

salam 2. mendengarkan

pembelajaran 3.

Menyebutkan materi atau pokok dan memperhatikan

bahasan yang di sampaikan

10 menit

Pelaksanaan materi:

Menyimak

dan

Menjelaskan materi penyuluhan secara memperhatikan berurutan dan teratur. Materi: 1. 2. 3. 4. 3 5 menit Pengertian diare Penyebab diare Pencegahan diare Pengobatan Bertanya menjawab pertanyaan dan

Evaluasi : 1. 2. Menyimpulkan isi penyuluhan Memberi kesempatan kepada

audience untuk bertanya 3. Memberikan kesempatan kepada

udience untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan 4 2 menit Penutup: Mengucapkan terima kasih dan Menjawab salam

mengucapkan salam

G. Pengesahan Biaro, 15 Deseember 2012 Penyaji Mengetahui CI. Lapangan

G. Evaluasi 1. 2. 3. Metode evaluasi Jenis pertanyaan Jumlah soal : Diskusi tanya jawab : lisan : 2 soal

H. Lampiran Materi

Diare
1. Pengertian Diare a. Diare adalah buang air besar encer atau cair yang lebih dari tiga kali sehari (WHO, 1992). b. Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. c. Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi BAB yang meningkat. 2. Penyebab Diare a. Infeksi 1. Infeksi enteral Adalah infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab diare. a). Infeksi bakteri: vibrio, E. coli, Salmonella, Sigela, Campylobakteri, Yersenia, Aerromonas. b). Infeksi virus : Entro virus, adenovirus, Rotavirus, Astovirus dll. c). Infeksi parasit : Cacing protozoa dan jamur.

2. Infeksi Parentral Adalah infeksi diluar alat pencernaan makan seperti otitis media akut (OMA) tonsillitis/ Tonsiloparingitis, bronkhopnemonia , encepalitis dsb. Keadaan ini terutama tedapat pada anak kurang dari 2 tahun. Keterangan : Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan

makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak dicerna

kemudian segera masuk ke usus besar. Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare. b. Faktor Malabsorsi Malabsorbsi karbohidrat Malabsorbsi lemak Malabsorbsi Protein

c. Faktor makanan: Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. d. Psikologis : rasa takut dan cemas Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare: Tidak memadainya penyediaan air bersih Air tercemar oleh tinja Pembuangan tinja yang tidak hygienis Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya Penghentian ASI yang terlalu dini

3. Klasifikasi Diare a. Menurut perjalanan penyakit : 1. Akut : jika kurang dari 1 minggu Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam. 2. Berkepanjangan : jika antara 1 minggu sampai 14 hari 3. Kronis : jika > 14 hari dan disebabkan oleh non infeksi 4. Persisten : Jika >14 hari dan disebabkan oleh infeksi b. Menurut patofisiologi : Gangguan absorbsi Gangguan sekresi Gangguan osmotik

c. Menurut penyebab Infeksi : Virus, bakteri, parasit,jamur Konstitusi Malabsorbsi

d. klasifikasi berdasasarkan gangguan faal: 1. Dorongan didalam usus normal yang terlalu cepat , yang dapat disebabkan oleh: Rangsangan syaraf yang abnormal terdapat pada : psycogenic diarrhea atau keracunan mecholyl. Pengaruh zat kimia terhadap motilitas yang abnormal, misalnya pada: sindroma karsinoid, penyakit addisons, thirotoksikosis. Iritasi pada intestine misalnya pada: pemakaian oleum recine, colitis ulserative, perikolil abses. Hilangnya simpanan di kolon misalnya pada: destruksi sphincter ani, ileostomi dll. 2. Gangguan pencernaan makanan karena : Hilangnya fungsi reservoit dari lambung, misalnya pada postgastrektom timbul sindroma dumping. Penyakit pancreas. Insufisiensi sepanjang intestine. Kemungkinan adanya sekresi abnormal dari HCL, misalnya pada sindroma zollinger Ellison. 3. Absorbsi abnormal pada pencernaan makanan, misalnya penyakit hati, penyakit pada intestine, obstruksi mesenteric ( karsinomatosis atau pada TBC). 4. Pathogenesis Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah: Gangguan osmotic Akibat terdapat makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air

dan elektrolit kedalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk

mengeluarkanya sehingga timbul diare. Gangguan sekresi Akibat rangsang tertentu ( Misalnya toksin pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi, air dan elektrolit kedalam rongga usus selanjutnya timbul diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus Gangguan motilitas usus Hiperpristaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus menyerap makan seingga timbul diare. Sebaliknya bila pristaltik tumbuh menurun berlebihan akan yang

mengakibatkan

bakteri

menyebabkan diare. 4. Tanda dan Gejala Diare a. Gejala diare adalah tinja encer b. Muntah c. Badan lesu atau lemah d. Panas e. Tidak nafsu makan f. Darah dan lendir dalam kotoran g. Nyeri pinggang Sebelum diare terjadi biasanya penderita merasa mulal dan muntah. Rasa mual dan muntah ini disebabkan oleh infeksi virus. Selain menyebabkan mual, muntah dan diare, virus unu dapat menyebabkan demam, tinja berdarah, penurunan nafsu makan sehinnga dapat menyebabkan penderita lesu.

5. Komplikasi Akibat diare, kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak dapat terjadi berbagai komplikasi sebagai berikut:

a. Dehidrasi Cara menilai dehidrasi menurut WHO ( 1992) Tanda Gejala Keadaan umum Mata Tidak cekung dan Tidak dehidrasi Baik Dehidrasi ringan Rewel. Gelisah, Apatis, lemah Cekung kering Air mata Jika menangis Jika tidak air mata Bibir Rasa haus Tidak kering Tidak haus Kering menangis Jika menangis terdapat tidak ada air mata Sangat kering sekali, Tidak diberi minum bisa sadar dan Sangat cekung tidak Dehidrasi berat

masih ada

merasa Haus jika

minum rakus Cubitan kulit Jika dicubit Jika dicubit, Jika dicubit,

cepat kembali

kembali lambat

kembali sangat lambat.

b. Renjatan hipovolemik c. Hipoglikemi d. Intoleransi sekunder akibat kerusakan filimukosa usus dan defisiensi enzim laktase e. Hipokalemia f. Kejang terjadi akibat dehidrasi hipertonik g. Malnutrisi energi protein

6. Pencegahan Diare Diare dapat dicegah dengan cara: 1. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting: Sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan;

2. Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi; 3. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain). 4. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.

7. Pengobatan Diare Prinsip penatalaksanaan diare o Mencegah terjadinya dehidrasi o Mengobati dehidrasi o Memberi makan o Mencegah masalah lain

Tips atau cara menanggulangi diare a. Minum Air Putih yang Banyak Penderita diare harus minum air putih yang banyak karena dengan sering buang air besar maka tubuh akan kehilangan banyak cairan yang harus selalu digantikan dengan cairan yang baru. Setiap setelah BAB minumlah satu atau dua gelas air putih atau air mineral yang bersih dan sudah dimasak. Minumlah oralit yang merupakan larutan gula garam untuk membantu pembentukan energi dan menahan diare / berak setelah

habis BAB. Hindari minum kopi, teh dan lain sebagainya yang mampu merangsang asam lambung. b. Makan Makanan Khusus Menghindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan buah karena makanan berserat hanya akan memperpanjang masa diare. Makanan berserat hanya baik untuk penderita susah buang air besar. Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus seperti bubur nasi atau nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan menjadi gula untuk memberikan energi, sedangkan telur asin akan memberikan protein dan garam untuk menahan mencret dan sebagai zat pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta makanan yang pedas mengandung cabai dan lada. c. Istirahat yang Cukup Seseorang yang mengalami diare akan merasa lemah, lemas, lesu, kurang bergairah, dan sebagainya. Istirahat sangata dibutuhkan oleh orang yang menderita diare. Tidur sebanyak-banyaknya namun tidak melupakan waktu makan makanan dan obat harus teratur, banyak minum, beribadah dan berdoa dan lain-lain. d. Minum Obat Dengan Dosis yang Tepat Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda dalam pengobatan diare. Penderita diare harus memeriksakan sakinya ke pelayanan kesehatan agar mendapat obat yang sesuai. Apabila sudah mendapatkan obat, maka obat harus diminum sesuai ketentuan. Biasanya dokter akan memberikan obat mules, obat diare, vitamin dan antibiotik. Untuk obat mules dan diare sebaiknya diminum jika perut mulas dan diare saja dan hentikan jika sudah berhenti mules dan diare. Sedangkan untuk antibiotik wajib dihabiskan agar kuman dan bibit penyakit lainnya mati total dan tidak membentuk resistensi

DAFTAR PUSTAKA

Setyohadi, bambang. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: IPD FK UI. Suryono. 1998. Diare akut. Jakarta: EGC http://id.wikipedia.org/wiki/Diare. http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=11

Anda mungkin juga menyukai