Anda di halaman 1dari 5

PERANAN REKAYASA DALAM BIOTEKNOLOGI oleh Anissa Permatadietha Ardiellaputri, 1006661203 Pendahuluan Bioteknologi berperan sangat besar dalam

kehidupan manusia. Dalam pengertian umum, bioteknologi telah berkembang sejak ribuan tahun yang silam. Seiring dengan perkembangan zaman, para ilmuwan berusahan mengembangkan bioteknologi menjadi lebih modern. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebuha fenomena dan fakta yang jelas dan pasti terjadi sebagai sebuah rposes yang berlangsung terus-menerus bagi kehidupan global (Brookes.M, 2005). Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, mejadi semakin sulit untuk menentukan hal apa yang berguna dan apa yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat. Inilah mengapa bioteknologi, termasuk bidang rekayasa, telah menjadi fokus pada begitu banyak perdebatan (Murakami, 2004). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini juga memicu bertambahnya produk-produk perdagangan, salah satunya adalah produk rekayasa ( engineering product), yang mana memiliki segi positif dan negatif sekaligus mampu meningkatkan kesadaran para konsumen akan mutu dan keamanan sebuah produk komerisal. Dalam lembaran tugas mandiri ini, akan dibahas beberapa peranan rekayasa dalam bioteknologi, pada beberapa bidang kehidupan. Peranan Rekaysa dalam Bioteknologi Dalam bioteknologi, proses rekayasa terkait pada penggunaan mikroba, dimana mikroa itu sendiri mempunyai peranan yang penting untuk menghasilkan suatu produk. Mikroorganisme yang sering digunakan dalam bioteknologi adalah virus, bakteri, jamur dan alga. Beberapa alasan mengapa mikroorganisme dijadikan subyek pada berbagai proses bioteknologi antara lain; (1) perkembangan mikroba yang sangat cepat, (2) mudah diperoleh dilingkungan, (3) sifat mikroorganisme yang mudah dimodifikasi melalui teknik rekayasa genetika sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan yang diinginkan, dan (4) mikroba dapat menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia tanpa tergantung pada musim dan kondisi lingkungan (Anonim, 2009). Dalam perkembangannya, bioteknologi kini telah mencapai tingkat rekayasa yang jauh lebih terarah sehingga hasilnya dapat lebih, atau bahkan sepenuhnya dikendalikan. Sebagai contoh sekarang telah dimungkinkan untuk melakukan manipulasi genetik pada suatu jasad secara sangat terarah sehingga hasil manipulasi tersebut dapat diramalkan secara lebih pasti. Teknik manipulasi semacam ini mulai berkembang ketika para ilmuwan berhasil melakukan teknik manipulasi bahan genetik (DNA) secara in vitro. Dengan teknik yang dikenal sebagai DNA rekombinan, atau rekayasa genetik (genetic engineering), para ilmuwan dapat menyambung molekul-molekul DNA yang berasal dari jasad yang berbeda menjadi suatu molekul rekombinan. 2.1 Peran Rekayasa dalam Bioteknologi Pertanian Sejak lama manusia telah melakukan pemuliaan tanaman dan membudidayakannya. Pemuliaan tanaman yang dilakukan sebelum berkembangnya bioteknologi modern dilakukan dengan cara mengumpulkan galur-galur tanaman yang ada di alam. Secara bertahap galur-galur tanaman tersebut disilangkan sehingga didapatkan galur-galur tanaman dengan sifat-sifat yang dikehendaki. Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, manusia kemudian melakukan modifikasi-modifikasi terhadap sifat-sfiat fisiologis tumbuhan dengan mengubah komposisi bahan genetiknya. Pada awalnya pengubahan komposisi bahan genetik tersebut dilakukan secara acak, misalnya dengan perlakuan mutagenesis menggunakan perlakuan fisik, misalnya radiasi

Tugas Separasi Peran Rekaysa dalam Bioteknologi

atau menggunakan bahan kimia. Selanjutnya, dengan semakin banyak diketahui dasar-dasar biologi molekuler jasad hidup, maka kemudian berkembang teknologi baru untuk melakukan perubahan terhadap komposisi bahan genetik jasad hidup. Teknologi baru tersebut dikenal dengan istilah rekayasa genetik. Rekayasa genetika dimulai dengan teknologi kloning DNA di dala suatu plasmid bakteri (Lampiran 1). Dengan teknologi ini manusia dapat melakukan perubahan komposisi bahan genetik jasad secara terarah, misalnya dengan menyisipkan gen dari jasad lain ke dalam tanaman tingkat tinggi sehingga menghasilkan tanaman transgenik (Mirzawati, 2008). Tanaman transgenik adalah tanaman yang ke dalam komposisi bahan genetiknya telah ditambahkan seperangkat gen asing yang diisolasi dari jasad lain sehingga tanaman tersebut mempunyai kemampuan fisiologis baru yang tidak pernah ada sebelumnya di alam. Kelebihan utama penggunaan teknologi rekayasa untuk pemuliaan tanaman adalah dimungkinkannya melakukan penyisipan gen asing dari jasad apapun ke dalam tanaman serta modifikasi genetik pada genom tanaman secara terarah. Hal ini memungkinkan para pemulia tanaman untuk memprediksikan sifat-sifat baru yang akan muncul pada tanaman hasil rekayasa genetik tersebut (Hikam, Muhammad A. S. 2003). Rekayasa genetik pada bioteknologi untuk menghasilkan tanaman tingkat tinggi dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu : (1) Plasmid Ti diisolasi dari bakteri Agrobacterum tumefaciens dan fragmen DNA asing diselipkan ke dalam darah T-nya dengan teknik DNA rekombinan standar, (2) Ketika plasmid rekombinan dimasukkan ke dalam sel tumbuhan yang dikulturkan, DNA T berintegrasi ke dalam DNA kromosom tumbuhan tersebut, (3) Pada saat sel tumbuhan membelah, setiap turunannya menerima satu salinan DNA T tersebut dari setiap gen asing yang dibawanya. Jika seluruh tumbuhan itu diregenerasi, semua selnya akan membawa dan mengekspreskan gen baru tersebut. Secara skematis tahapan ini dapat dilihat pada Lampiran 2. 2.2 Peran Rekayasa dalam Bioteknologi Pangan Dalam industri pangan, teknologi rekayasa banyak dimanfaatkan melalui pemanfaatan beberapa mikroorganisme untuk menghasilkan prosuk pangan yang memiliki kualitas dan ketahanan lebih baik. Mikroorganisme dapat mengubah substrat menjadi produk yang diinginkan dan berperan dalam proses fermentasi. Melalui proses fermentasi ini akan dihasilkan berbagai produk makanan dan minuman, seperti tempe, oncom, kecap, yoghurt, minuman berakohol, dan roti. 2.3 Peran Rekayasa dalam Bioteknologi Kesehatan Sejumlah besar obat-obatan berbasis bioteknologi kini tersedia untuk mengobati penyakit. Sebagai contoh, insulin yang saat ini tersedia untuk mengobati penyakit diabetes, antibiotik untuk mengobati berbagai penyakit infeksi, hingga termasuk pembuatan vaksin yang digunakan untuk melindungi atau mencegah tubuh dari serangan penyakit. Vaksin dibuat secara bioteknologi melalui teknik rekayasa genetika, yaitu dengan menyisipkan gen-gen penghasil antibodi ke dalam DNA mikroorganisme. Keuntungan lain pembuatan vaksin dengan rekayasa genetika selain lebih aman, juga dapat diproduksi dalam jumlah besar (Lampiran 3). Contoh vaksin antara lain vaksin poliomielitis, cacar air, rabies, rubella, dan gondong. Proses pembuatan vaksin-vaksin tersebut adalah dengan cara menumbuhkan virus di dalam kultur sel, seperti sel embrio ayam atau ginjal monyet. Kemudian virus-virus tersebut diekstraksi dengan penyaringan. Hasil ekstraksi digunakan untuk mematikan virus tersebut. Selanjutnya vaksin tersebut dapat dilemahkan dan disimpan pada suhu rendah dan dapat digunakan jika diperlukan. Apabila vaksin disuntikkan ke dalam tubuh seseorang, maka memungkinkan tubuh membangun sistem kekebalan tubuh dengan membentuk antibodi (Mirzawati, 2008).
Tugas Separasi Peran Rekaysa dalam Bioteknologi

DAFTAR PUSTAKA Anonim. (2009). Bioteknologi dan Peranannya Bagi Kehidupan. http://www. Crayonpedia.org/ mw/bab xiiibioteknologi dan perananna bagi kehidupan, diakses pada tanggal 8 Januari 2013, pukul 23.32. Brookes, M. (2005). Bengkel Ilmu: Genetika. Jakarta : Erlangga. Clark, David P, et.al. (2012). Biotechnology : Academic Cell Update. London : Academic Press of Elsevier Inc. Hikam, Muhammad A. S. (2003 ). Pangan Hasil Rekayasa Genetika. Sambutan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Seminar Nasional Pangan Hasil Rekayasa Genetika: Antisipasi Penerapan Peraturan Pelabelan di Indonesia, Jakarta. Mizawarti. (2008). Era bioteknologi moderen dan peranannya dalam kehidupan. USU : Digitaal Library. Murakami, K. (2004). The Devine Message of the DNA. Jakarta : Mizan.

Tugas Separasi Peran Rekaysa dalam Bioteknologi

LAMPIRAN

Lampiran 1. Gambaran umum bagaimana tenologi rekayasa genetik berperan dalam dunia bioteknologi menggunakan plasmid bakteri dalam proses cloning sebuh gen (Sumber. Clark, David P, et.al. (2012). Biotechnology : Academic Cell Update. London : Academic Press of Elsevier Inc)

Lampiran 2. Tahapan rekayasa genetik pada pembuatan tanaman transgenik (Sumber. Clark, David P, et.al. (2012). Biotechnology : Academic Cell Update. London : Academic Press of Elsevier Inc)

Tugas Separasi Peran Rekaysa dalam Bioteknologi

Lampiran 3. Proses pembuatan vaksin dalam jumlah besar (Sumber. Anonim. (2009). Bioteknologi dan Peranannya Bagi Kehidupan . http://www. Crayonpedia.org/mw/bab xiii bioteknologi dan perananna bagi kehidupan, diakses pada tanggal 8 Januari 2013, pukul 23.32)

Tugas Separasi Peran Rekaysa dalam Bioteknologi