Bab II Kajian Teoritis

A. Pembahasan teori  Kajian secara teoritis

Definisi Fakir miskin secara harfiah dibagi kedalam dua kata yaitu fakir dan miskin , dimana yang disebut fakir adalah mereka yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan ,sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya .sedangkan miskin adalah mereka yang mempunyai harta dan pekerjaan tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan primer nya(penghasilan yang dihasilkan tidak cukup)

Selain dari itu pengertian fakir miskin menurut peraturan pemerintah adalah sebagai berikut : Pasal. 1. Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Fakir Miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mempunyai kernampuan memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan. 2. Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Fakir miskin adalah setiap upaya, program, dan kegiatan yang ditujukan untuk memulihkan, membina, dan mengem-bangkan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin. 3. Dana Kesejahteraan Sosial Bagi Fakir Miskin adalah semua dana yang berwujud uang dan/atau barang yang berasal dari masyarakat dan sumber-Sumber lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan digunakan untuk kepentingan Pelayanan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin, 4. Bantuan Sosial adalah bantuan yang sifatnya sementara yang diberikan kepada fakir miskin, dengan maksud agar mereka dapat

dan pembinaan lanjutan. b. pengembangan. Pasal 4. (2) Pelayanan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi: a. BAB II. (2) Jumlah. Pasal 5. (1) Usaha seleksi dimaksudkan untuk dapat menetapkan jenis pembinaan terhadap fakir miskin di dalam rehabilitasi. pembinaan. (1) Bantuan sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a diberikan kepada fakir miskin dengan maksud agar mereka dapat berusaha meningkatkan taraf kesejahteraan sosialnya. Menteri adalah Menteri Sosial. tatacara. meningkatkan kehidupannya secara wajar. identifikasi. (2) Usaha seleksi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi kegiatan-kegiatan antara lain: a. 6. (1) Fakir Miskin berhak mendapatkan pelayanan kesejahteraan sosial. . PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI FAKIR MISKIN Pasal 2. bantuan sosial. dan pelaksanaan pemberian bantuan sosial sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Menteri. (1) Rehabilitasi sosial sebagaimana dirnaksud dalarn Pasal 2 ayat (2) huruf b dilaksanakan terhadap fakir miskin dengan maksud agar mereka mampu melaksanakan dan mengembangkan fungsi sosialnya dalam kehidupan masyarakat. b. wawancara. (2) Rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi usaha seleksi. Rehabilitasi Sosial adalah suatu proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan fakir miskin mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat. Pasal 3.5. rehabilitasi sosial.

Usaha pembinaan sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 6 meliputi kegiatan antara lain: a. Pasal 7. (1) Terhadap fakir miskin yang telah selesai direhabilitasi dan telah berusaha sendiri di tengah-tengah masyarakat diikuti dengan pembinaan lanjutan. BAB III. (1) Pelayanan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin oleh masyarakat diselenggarakan oleh organisasi sosial maupun perseorangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pembinaan kesadaran hidup bermasyarakat. PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI FAKIR MISKIN OLEH MASYARAKAT Pasal 11. Fakir miskin yang telah selesai menjalankan pembinaan dikembangkan kemampuannya untuk berusaha sendiri agar dapat meningkatkan taraf kesejahteraan sosialnya. Usaha pembinaan dimaksudkan untuk membina kemampuan fakir miskin agar dapat berperan meningkatkan kesejahteraannya.Pasal 6. (3) Pelaksanaan pembinaan lanjutan sebagaimana dimaksud dalam ayat(l)dan ayat (2) pasal ini diatur lebih lanjut oleh Menteri. b. Pasal 10. Menteri dapat memberikan bantuan permodalan. pembinaan mental. pengawasan. Dalam melaksanakan usaha pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. Pasal 9. pembinaan fisik. Pasal 8. e. (2) Pembinaan lanjutan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi kegiatan antara lain: a. b. d. pembinaan ketrampilan. bimbingan. c. pembinaan kesadaran berswadaya. .

(3) Penerimaan dana kesejahteraan sosial bagi fakir miskin yang berasal dari masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberitahukan secara tertulis kepada Menteri Keuangan. DANA KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI FAKIR MISKIN Pasal 15.(2) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi usaha bantuan sosial dan rehabilitasi sosial. . Menteri dapat mengambil tindakan terhadap pengurus organisasi sosial maupun terhadap perseorangan yang menyelenggarakan pelayanan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin yang menyimpang dari tujuan atau tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tatacara. BAB IV. Menteri dapat mengusahakan pengumpulan dana kesejahteraan sosial bagi fakir miskin yang berasal dari masyarakat dan dana-dana kesejahteraan sosial lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku . jumlah. (4) Tatacara penggunaan dana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur oleh Menteri. Pasal 14. (1) Organisasi sosial yang menyelenggarakan pelayanan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin dapat diberikan bantuan atau subsidi. Menteri atau pejabat yang ditunjuk berwenang sewaktu-waktu melakukan pemeriksaan tentang pelaksanaan pelayanan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin yang dilakukan oleh organisasi sosial. dan syarat-syarat pemberian bantuan atau subsidi diatur oleh Menteri. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ini diatur oleh Menteri. (1) Untuk kepentingan pelaksanaan kesejahteraan sosial bagi fakir mis-kin. (2) Jenis. Pasal 13. (2) Tatacara pengumpulan dana kesejahteraan sosial bagi fakir miskin yang berada pada dan berasal dari masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri. Pasal 12.

Hanya saja Allah memberi petunjuk ketika ditanya oleh Nabi Musa sebelum berangkat. Pasal 17. Pasal 18. Surah Al Kahfi 61 61) ‫بب ا‬ ً‫ر ا‬ َ‫س ّم‬ َ‫ر ّم‬ ِ‫ح َم‬ ْ‫ب َم‬ َ‫ل ّم‬ ْ‫ف ي ا َم‬ ِ‫ه َم‬ ُ‫ل َم‬ َ‫بيّم‬ ِ‫س َم‬ َ‫ذ ّم‬ َ‫خ ّم‬ َ‫ت ّم‬ َّ‫فب ا ا‬ َ‫مب ا ّم‬ َ‫ه ّم‬ ُ‫ت َم‬ َ‫حتو ّم‬ ُ‫يب ا َم‬ َ‫س ّم‬ ِ‫ن َم‬ َ‫مب ا ّم‬ َ‫ه ّم‬ ِ‫ن َم‬ ِ‫ي َم‬ ْ‫ب َم‬ َ‫ع ّم‬ َ‫م ّم‬ َ‫ج ّم‬ ْ‫م َم‬ َ‫غب ا ّم‬ َ‫ل ّم‬ َ‫بّم‬ َ‫مب ا ّم‬ َّ‫ل ا‬ َ‫فّم‬ َ‫) ّم‬ Dalam ayat ini Allah menceritakan bahwa setelah Nabi Musa dan Yusa' sampai ke pertemuan dua laut. KETENTUAN PERALIHAN DAN PENUTUP Pasal 16. manakala ikan itu hilang. maka semua peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pelayanan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin yang sudah ada tetap berlaku. Sebab Allah tidak memberi tahu dengan pasti tempat itu. Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini. mereka berhenti. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Nopember 1981. bagaimana saya dapat menemukan tempat itu? Titah Allah: "Bawalah seekor ikan yang kamu masukkan pada sebuah kampil. Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Pemerintah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Menteri. sebagaimana sabda Rasul saw ketika menceritakan pertanyaan Nabi Musa itu: ‫يب ا رب ي كيف ل ي به؟ قب ال تأخذذ معك حتوتب ا فتجعله بمكتل فحيثمب ا فقدت الحتوت‬ ‫فهتو ثم‬ Artinya: "Ya Tuhanku.  Kajian menurut al Qur’an dan hadist. Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. di situlah tempatnya" (Tafsir Ibnu Kasir) . sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah ini.hadist 1. Tetapi tidak tahu bahwa tempat itulah yang harus dituju.BAB V.

dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu. 2. dan mereka mempergunakan bahtera itu untuk menambah penghasilannya dengan mengangkut barang-barang dagangan . Surat Al kahfi:79 Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut. Merekapun lalai akan ikannya. Setelah bangun tidur. Yusa' pun lupa tidak menceritakan kepada Nabi Musa kejadian yang aneh tentang ikan yang sudah mati hidup kembali.Pada sebuah batu besar di tempat itu.(QS. Adapun perbuatan terhadap bahtera yang dilubangi dindingnya itu ialah bahtera itu adalah kepunyaan suatu kaum yang lemah dan miskin. Al kahfi:79) ٌ ‫ل ي‬ ‫ك‬ ِ‫مَم‬ َ‫م ّم‬ ْ‫َمُ َم‬ ‫ءه‬ َ‫را ّم‬ َ‫و ّم‬ َ‫ن ّم‬ َ‫كب ا ّم‬ َ‫و ّم‬ َ‫هب ا ّم‬ َ‫ب ّم‬ َ‫عي ّم‬ ِ‫أ َم‬ َ‫ن ّم‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ت ّم‬ ُ‫د َم‬ ْ‫ر َم‬ َ‫أ ّم‬ َ‫فّم‬ َ‫ر ّم‬ ِ‫ح َم‬ ْ‫ب َم‬ َ‫ل ّم‬ ْ‫ف ي ا َم‬ ِ‫ن َم‬ َ‫لتو ّم‬ ُ‫مَم‬ َ‫ع ّم‬ ْ‫ي َم‬ َ‫ن ّم‬ َ‫كي ّم‬ ِ‫سب ا َم‬ َ‫م ّم‬ َ‫ل ّم‬ ِ‫ت َم‬ ْ‫ن َم‬ َ‫كب ا ّم‬ َ‫ف ّم‬ َ‫ة ّم‬ ُ‫ن َم‬ َ‫في ّم‬ ِ‫س َم‬ َّ‫مب ا ال ا‬ َّ‫أ ا‬ َ‫ّم‬ 79) ‫بب ا‬ ً‫ص ا‬ ْ‫غ َم‬ َ‫ة ّم‬ ٍ ‫ن غ‬ َ‫في ّم‬ ِ‫س َم‬ َ‫ل ّم‬ َّ‫ك ا‬ ُ‫ذ َم‬ ُ‫خ َم‬ ُ‫أ َم‬ ْ‫ي َم‬ َ‫) ّم‬ Khidir menerangkan sebab ia mengerjakan tindakan-tindakan yang telah dilakukannya. mereka pun melanjutkan perjalanan. adalah merupakan mukjizat bagi Nabi Musa as. Maka ketika itu ikan yang ada di dalam kampil itu hidup kembali dan menggelepar-gelepar dan keluar dari kampil itu dengan meluncur menuju ke laut Padahal kampil waktu itu ada di tangan Yusa': Kejadian di atas yaitu ikan mati menjadi hidup kembali. karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Keduanyapun tertidur. Mereka tidak mampu menolak kelaliman raja yang akan merampas bahteranya itu. keduanya merasa mengantuk dan lelah.

Dan aku sengaja merusak bahtera itu dengan jalan melubanginya karena di hadapannya ada seorang raja lalim yang suka merampas dan menyita setiap bahtera yang utuh dan tidak mau mengambil bahtera yang rusak. 3. jika digabungkan penyebutan keduanya dalam satu kalimat. Muslim Hadits Sayyidatina Isyah r. 83) 4. maka masing-masing memiliki makna yang berbeda (Shahih Fiqih Sunnah Jilid 3. sedangkan orang miskin adalah orang yang butuh tetapi badannya sehat’” (Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. Tafsir Ibnu Katsir “Qatadah berkata. maka termasuk ke dalamnya miskin. Mereka bisa mengambil harta tersebut sekiranya dia amat berhajat menggunakan uang tersebut' .atau menyewakannya pada orang-orang lain. Demikian sebaliknya. hal. hal. Bukhari. seperti dalam ayat tentang pihak-pihak yang berhak menerima zakat.a: 'Yaitu wali (penjaga). ‘Orang fakir adalah orang yang butuh dan memiliki penyakit menahun. Jika diucapkan kata ‘fakir’ secara terpisah. sehingga karena adanya kerusakan tersebut bahtera itu akan selamat. Shahih Fiqih Sunnah Fakir dan miskin adalah orang yang membutuhkan. yaitu orang yang tidak memiliki apa yang dibutuhkannya. 150) 5. yang menjaga anak-anak yatim yang miskin bisalah dia makan dari harta anak yatim peliharaanya dengan baik' Dengan berkata: 'Ayat ini diturunkan kepada wali (penjaga) harta anak yatim yang mengurus harta mereka. HR.

a Rasulullah Saw bersabda: Makanan yang buruk ialah makanan di undangan kenduri (pesta) yang mana tamu undangannya ialah orang-orang kaya saja dan orang-orang miskin tidak di undang. atau Beliau bersabda: "Menebus hartamu dengan hartanya". 7. barangsiapa dalam dirinya terdapat ke-empatnya niscaya Allah menyelimutinya dengan rahmat-Nya dan akan memasukkannya kedalam Surga. yaitu: -Memberi tempat berteduh kepada orang miskin. -Belas kasihan pada orang yang lemah. maka para sahabat menjauhi . Beliau bersabda: "Makanlah dari harta yatimmu asal tidak berlebihan. Muslim melalui Abu Hurairah r. kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat". Ahmad Seorang lelaki berkata kepada Nabi saw: "Saya tidak punya harta dan saya adalah wali seorang yatim". HR. 8. Hakim Rasulullah Saw bersabda: Ada empat perkara. -Lemah lembut terhadap hamba sahaya. menghambur-hamburkan. menzakatkan dan menjadikan modal dan tanpa engkau menjaga hartamu". -Menafkahi kedua orang tuanya.6. HR. Bukhari. Orang yang tidak memenuhi undangan sesungguhnya dia telah melakukan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan ketika turun ayat: "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim. HR.

Ditanyakan juga: "Apakah sedekah yang paling utama ?". Lalu mereka menanyakan hal tersebut kepada Nabi saw. HR. Beliau saw bersabda: "Kalau kamu ingin hatimu lembut. Abu Daud Beliau saw ditanya: "Apakah amal yang paling utama ?".a Rasulullah Saw bersabda: Orang yang mencari nafkah untuk janda dan orang miskin sama dengan . Abu Daud Ada seorang lelaki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Nabi saw. maka berilah makan orang-orang miskin dan usaplah kepala anak yatim" 10. Beliau saw menjawab: "Orang miskin yang memaksa". Juga ditanyakan: "Apakah hijrah yang paling utama ?". Maka turunlah ayat: "Dan jika kamu menggauli mereka. HR. 11. Beliau saw menjawab: "Lamanya berdiri". Syaikhan melalui Abu Hurairah r. HR. maka mereka adalah saudaramu dan Tuhan mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan" 9.harta anak yatim hingga makanan menjadi basi dan daging menjadi busuk. .Orang yang berjihad di jalan Allah atau .Orang yang selalu Shalat dimalam hari dan bershaum disiang hari.

meninggalkan seorang anak perempuan. Muslim Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r. Belum pernah saya memperoleh harta yang lebih baik dari ini. tanpa meminta izinnya dan ia menikah dengan terpaksa. HR. saya telah mendapat sebidang tanah di Khaibar. Ahmad Ketika Utsman bin Madlun mati. berkata: Umar telah mendapat sebidang tanah di Khaibar kemudian dia datang menghadap Nabi Saw untuk minta diajarkan tentang cara pengelolaannya. HR. Ia berkata: 'Wahai Rasulullah. Bukhari. Beliau saw menjawab: "Orang yang dialirkan darahnya dan dihabiskan kekayaannya" 12. Padahal ia lebih suka dikawinkan dengan Mughiroh bin Syu'bah.a. Kemudian pamannya (Qudamah) mengawinkannya dengan Abdullah bin Umar. Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya ia adalah seorang anak yatim dan tidak dapat dinikahkan kecuali dengan izinnya" 13. Ditanyakan lagi: "Apakah kematian yang paling mulia ?".Beliau saw menjawab: "Orang yang hijrah (meninggalkan) suatu yang telah diharamkan Allah ke padanya". Beliau ditanya lagi: "Jihadnya siapakah yang lebih utama ?". Maka Rasulullah saw menceraikannya dari Abdullah bin Umar dan mengawinkannya dengan Mughiroh bin Syu'bah. Beliau saw menjawab: "Orang yang berperang dengan orang musyrik dengan harta dan jiwanya". Apakah pendapatmu mengenai perkara ini ?' .

a. Dalam kitab Adz-dzull wa al-Inkisar li al-Aziz al-Jabbar al-Khusyu fi al-Shalah Dalam kitab Adz-dzull wa al-Inkisar li al-Aziz al-Jabbar al-Khusyu fi al-Shalah karya Ibn Rajab al-Hambali. "Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? ِ‫َم‬ َ‫تي ّم‬ ‫م‬ ِ‫ي َم‬ َ‫ل ّم‬ ْ‫ع ا َم‬ ُّ ‫د‬ ُ‫ي َم‬ َ‫ذ ي ّم‬ ِ‫ل َم‬ َّ‫ك اا‬ َ‫ل ّم‬ ِ‫ذَم‬ َ‫ف ّم‬ َ‫ّم‬ 107.. dan bangkitkanlah aku bersama orang-orang miskin.2.. juga untuk orang yang berjihad di jalan Allah serta untuk bekal orang yang sedang dalam perjalanan dan menjadi hidangan untuk para tamu. Lalu Umar mengeluarkan sedekah hasil tanah itu dengan syarat tanahnya tidak bisa dijual dan dibeli serta diwarisi atau dihadiahkan' Umar mengeluarkan sedekah hasilnya kepada fakir miskin. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Ibnu Majah meriwayatkan dari hadis Abu Sa'idah al-Khudri r. bahwa Nabi saw. AL-MU’MINUN 107(1-3) ِ‫دي َم‬ ‫ن‬ ِّ‫بب ال ب‬ ِ‫ب َم‬ ُ‫ذ َم‬ ِّ‫ك ب‬ َ‫ي ّم‬ ُ‫ذ ي َم‬ ِ‫ل َم‬ َّ‫ت اا‬ َ‫ي ّم‬ ْ‫أ َم‬ َ‫رّم‬ َ‫أ ّم‬ َ‫ّم‬ 107. .Beliau bersabda: 'Jika kalian suka. Orang yang mengurusnya bisa makan sebagian hasilnya dengan cara yang baik dan bisa memberi makan kepada temannya dengan sekedarnya. kaum kerabat dan untuk memerdekakan hamba. 14. jaga tanah itu dan kalian sedekahkan manfaatnya. Itulah orang yang menghardik anak yatim." 15. matikanlah aku dalam keadaan miskin. pernah mengucapkan doa. ِ‫كي َم‬ ‫ن‬ ِ‫س َم‬ ْ‫م َم‬ ِ‫ل َم‬ ْ‫م ا َم‬ ِ‫عب ا َم‬ َ‫ط ّم‬ َ‫ل ى ّم‬ َ‫عّم‬ َ‫ض ّم‬ ُّ ‫ح‬ ُ‫ي َم‬ َ‫ل ّم‬ َ‫و ّم‬ َ‫ّم‬ 107.1.3.

berswasiat kepadanya tujuh perkara tidak boleh ia meninggalkannya. Bab manzilatul fuqara' (derajat orang-orang miskin). melainkan perubahan dalam hati yang melahirkan kebaikan dalam hidup bersama dengan manusia yang lain. matikanlah dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah dengan orang-orang miskin" (Ibid: 4126).6. 19. h.16.3985 “Bila keimanan seseorang benar-benar meresap kuat dalam dada. terutama mereka yang sangat mebutuhkan bantuan. Masalah keimanan bukan semata semboyan dan ucapan. Diantara doadoanya: "Ya Allah. Bila tidak. Ibid: 4145 . Abu Dzar ra. dan Bab Mujalasatul fuqara (bergaul dengan orang-orang miskin). h.3985). Sunnan Ibnu Majah: 4122 Ibnu Majah dalam kumpulan haditsnya menyebutkan bab khusus mengenai keutamaan orang-orang miskin: Bab fadlul faqr (keutamaan kefakiran). Fi dzilalil Qur�an. h.263 Rasulullah SAW sangat mencintai orang-orang miskin. vol. dan tidak akan membiarkan orang-orang miskin kelaparan. 20.263) 18. ia tidak akan menghardik anak yatim.10. keimanan itu menjadi sekedar busa. Diantara hadits yang disebutkan: Rasulullah SAW. dengan tenggang waktu setengah hari.6. melainkan harus diterjemahkan dalam perbuatan nyata. dan selalu berwasiat kepada sahabat-sahabatnya untuk senantiasa mencintai mereka yang sengsara secara ekonomi. berkata bahwa Rasulullah SAW. h. Majamauzzawaid: vol. bersabda: "Orang-orang miskin dari golongan mukmin akan masuk surga lebih dahulu. hidupkanlah aku dalam keadaan miskin. vol. Ibid: 4126 Kehidupan Rasulullah sendiri mencerminkan kesederhanaan. 17. sama dengan lima ratus tahun" (Sunnan Ibnu Majah: 4122). tidak bermakna dan tidak berpengaruh apa-apa" (Fi dzilalil Qur�an. sebelum orang-orang kaya dari mereka. Allah tidak ingin dari hambaNya semata kalimat yang diucapkan.10. diantaranya: mencintai orang miskin dan selalu mendekati mereka (Majamauzzawaid: vol.

Dalam riwayat lain disebutkan: hanya mempunyai satu mud (938 gram) makanan (Ibid: 4147-8). menceritakan bahwa pernah selama satu bulan di rumahnya tidak pernah mengepul asap. Para ulama berdalil dengan keumuman penggunaan lafadz maskanah terhadap orang yang meminta-minta. Tharhu Al-Tatsrib 4/3233 Para ulama sepakat bahwasannya peminta-minta yang tiada berpunya adalah orang miskin. dalam sebuah hadits: Berilah orang miskin yang memintamu walaupun dengan dhulf muharraq (HR. 23. Dan ini tidak berarti bahwa ia tidak meminta-minta. Ma’alim Al-Sunan: 2/232 “Dalam hadits tersebut terdapat dalil bahwasannya miskin menurut masyarakat secara kasat-mata adalah yang merekasebut dengan pemintaminta. Ahmad. Ahmad. Nasa’i. Ketika ditanya ia menjawab: kami hanya minum air dan makan kurma. dan Rasulullah menafikan kata miskin darinya karena dengan ia meminta-minta akan terpenuhi kebutuhannya. dengan sanad hasan). selalu menceritakan bahwa diri dan keluarganya tidak pernah mempunyai harta sampai satu sha�(3751 gram) biji-bijian atau kurma. dengan sanad hasan Para ulama mengatakan: Makna hadits bahwasannya miskin yang sangat (kemiskinan absolut) adalah yang tidak meminta-minta kepada manusia dan tidak menampakkan lemahnya keadaan ekonominya. Dan terkadang apa yang ia terima bertambah. Dan ini menunjukkan bahwasannya lafadz miskin adalah kata yang mencakup ketiadaan harta dan ketiadaan pemberian dari masyarakat. Nasa’i.Istrinya Siti Aishah ra. melainkan keadaan ekonominya tidak lemah sama sekali. HR. karena masyarakat menilai orang tersebut tidak kekurangan dikarenakan ia tidak meminta-minta( Tharhu Al-Tatsrib 4/3233) 24. Dan senantiasanya digunakannya kata “tidak berpunya dan melarat” adalah kepada orang yang tidak meminta- . hilanglah dari orang tersebut gelar miskin. Ibid: 4147-8 Kepada sahabat-sahabatnya Rasulullah SAW. Maka. (Ibid: 4145) 21. 22. maka bertambah pula kebutuhannya.

( Tafsir Ayat Al-Ahkam. pakaian. Syarh Fath Al-Qadir 2/15. buku dan yang lainnya yang nilainya satu nishab atau lebih. Fakir. Hasyiyah ibn Abidin Raddul Muhtar 2/339. Hasyiyah ibn Abidin Raddul Muhtar 2/339. Tafsir Qurthubi 8/169-171. 29. Al-Muhalla: 6/212 Maka. (Ma’alim Al-Sunan: 2/232). secara makna. (Tanwirul Abshar dan Syarh Al-Mukhtar. (tafsir Khazin 2/234. Tafsir Ayat Al-Ahkam. sebagaimana yang disebutkan oleh madzhab hanafiyah. benarlah bahwa fakir lebih parah kondisinya daripada miskin. rumah. (Al-Muhalla: 6/212). 25. Dan kecukupan yang dimaksud oleh malikiyah dan hanafiyah adalah cukup biaya hidup selama 1 tahun penuh untuk: pangan. menurut hanafiyah. adalah orang yang punya kelebihan harta kurang dari nishab zakat. Tafsir Qurthubi 8/169-171. Qurthubi: 8/169) 26. malikiyah dan hanafiyah.minta dan tidak ada perhatian dari masyarakat yang mau memberi kepadanya. tanpa berlebihan atau berhemathemat. Dua madzhab. akan tetapi digunakannya untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. 28. Tafsir Khazin 2/234. dan seluruh kebutuhan dasar manusia. Tanwirul Abshar dan Syarh Al-Mukhtar. karena Allah mengabarkan bahwa mereka disuri dari rumah dan harta mereka serta dilarang dari membawa sebagian harta mereka. peralatan/perabot. Manna’ Al-Qaththan 3/353-354 Madzhab malikiyah dan lainnya menyatakan kata fakir dan miskin. atau memiliki barang. 27. kedua-duanya bermakna tidak adanya kecukupan. adalah orang yang tidak punya apa-apa. ujjah madzhab malikiyah dan hanafiyah adalah sebagai berikut : 1. sandang. Dan orang miskin. menyatakan miskin lebih parah kondisinya daripada fakir. Manna’ Al-Qaththan 3/353-354). Syarh Fath Al-Qadir 2/15. Nukilan Imam Al-Ashma’iy dan Abu ‘Amr ibn Al-Alla’ dan para ulama . benarlah bahwa fakir adalah tidak punya harta sama sekali. Qurthubi: 8/169) Oleh karena itu.

4. Dan ini menunjukkan kondisi kejelekan yang terparah. 30. bersama keluarga lagi tidak ditinggalkan tuannya. lalu orang memberinya 1 atau dua butir kurma. akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya barang untuk mencukupi kebutuhannya dan tidak ada orang yang perhatian kepadanya lalu memberinya shadaqah. Maksudnya fakir itu memiliki susu bersama keluarganya dan tidak barang lainnya. 5. 1 atau 2 suap makanan. maka dinamakan fakir walaupun memiliki susu. yaitu miskin masih lebih baik daripada fakir. 3. Mukhtar Al-Qamus 287). Surat Al-Ma’un ayat 1-2 . tentu Allah tidak menjadikan kafarat untuknya. Seandainya miskin bukan strata ekonomi terendah dibandingkan fakir. berdasarkan Al-Qur’an dan hadits Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Bukhari dan Muslim Sebagian ulama merajihkan pandangan yang pertama (Syafi’iyah dan Hanabilah –pent). (HR. menyatakan miskin lebih parah kondisinya daripada fakir. (Lihat Tafsir Al-Khazin 2/234. Bukhari dan Muslim) 30. Rasulullah bersabda: Orang miskin bukanlah orang yang pergi memintaminta. Ucapan pepatah: Adapun fakir adalah yang memiliki halubah. dan ia pun tidak pergi meminta-minta. Ini menunjukkan kondisi terendah dan terparah. sedangkan kata fakir tidak diterangkan demikian. Allah menjadikan kafarat itu untuk orang-orang miskin. 2. Orang miskin adalah orang yang dibuat tidak berdaya oleh kefakiran dan yang tinggal disembarang tempat karena tidak punya rumah. Firman Allah: Atau orang miskin yang sangat fakir (Al-Balad: 16) maknanya adalah melumuri kulitnya dengan tanah untuk menutup aurat tubuhnya dan mengganjal perutnya dengan tanah untuk mengurangi rasa laparnya.lughah yang lainnya.

tidakkah kau saksikan orang yang menyangkal din yang benar. Anak yatim tidak mempunyai penjaga manusia yang memiliki hubungan biologis dan emosional dengannya. Barangsiapa sudi menerima peran penjagaan tersebut berarti ia sedang menjalankan kerahman-rahiman sang Pencipta. banyak orang yang secara khusus teridentifikasi sekaitan dengan turunnya surah ini. padahal Allah sekali-kali tidak akanmenyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisiTuhanmu adalah seperti seribu tahun menurutperhitunganmu . cara ibadah yang benar. dari Pencipta sejati kita 31. Mereka adalah orang-orang yang telah dimintai tolong oleh orang yang tersingkir dari masyarakat. Mereka adalah orang-orang kaya. Surat Al-Hajj ayat 47 ‫مب ا‬ َّ‫م ا‬ ِّ‫ة ب‬ ٍ ‫ن غ‬ َ‫ّمَ ّم‬ ‫فس‬ ِ‫ل َم‬ ْ‫أ َم‬ َ‫كّم‬ َ‫ك ّم‬ َ‫ب ّم‬ ِّ‫ر ب‬ َ‫د ّم‬ َ‫عن ّم‬ ِ‫مب ا َم‬ ً‫تو ا‬ ْ‫ي َم‬ َ‫ن ّم‬ َّ‫َمِ ا‬ ‫وإ‬ َ‫ه ّم‬ ُ‫د َم‬ َ‫ع ّم‬ ْ‫و َم‬ َ‫لل ّم‬ ُ‫ف ا َم‬ َّ‫ا‬ َ‫ل ّم‬ ِ‫خَم‬ ْ‫ي َم‬ ُ‫لن َم‬ َ‫وّم‬ َ‫ب ّم‬ ِ‫ذا َم‬ َ‫ع ّم‬ َ‫ل ّم‬ ْ‫بب ا َم‬ ِ‫ك َم‬ َ‫ن ّم‬ َ‫لتو ّم‬ ُ‫جَم‬ ِ‫ع َم‬ ْ‫ت َم‬ َ‫س ّم‬ ْ‫ي َم‬ َ‫و ّم‬ َ‫ّم‬ َ‫دو ّم‬ ‫ن‬ ُّ ‫ع‬ ُ‫ت َم‬ َ‫ّم‬ Artinya: Dan mereka meminta kepadamu agar azab itudisegerakan. Dalam hal ini kita semua bisa mengalami ketersingkiran juga. 'Tidakkah kau lihat. meskipun kita bukan anak yatim dalam arti garis keturunan manusia yang terputus. Karena. Dengan demikian ia melaksanakan perbuatan yang paling mulia. Apakah engkau melihat orang yang mendustakan catatan kehidupan [agama]? َ‫تي ّم‬ ‫م‬ ِ‫ي َم‬ َ‫ل ّم‬ ْ‫ع ا َم‬ ُّ ‫د‬ ُ‫ي َم‬ َ‫ذ ي ّم‬ ِ‫ل َم‬ َّ‫ك اا‬ َ‫ل ّم‬ ِ‫ذَم‬ َ‫ف ّم‬ َ‫ّم‬ 2. Barangsiapa mengabaikan anak yatim berarti sedang meniadakan kasih sayang dan cinta sang Pencipta bagi dirinya sendiri. atau anak yatim. cara perilaku yang benar? Secara historis. yang sanggup memberikan pertolongan.ِ‫دي َم‬ ‫ن‬ ِّ‫بب ال ب‬ ِ‫ب َم‬ ُ‫ذ َم‬ ِّ‫ك ب‬ َ‫ي ّم‬ ُ‫ذ ي َم‬ ِ‫ل َم‬ َّ‫ت اا‬ َ‫ي ّم‬ ْ‫أ َم‬ َ‫رّم‬ َ‫أ ّم‬ َ‫ّم‬ 1. Itulah orang yang menghardik anak yatim. pengetahuan bahwa yang ada hanyalah Realitas Tunggal. termasuk Abu Sufyan. kita masing-masing teryatimkan dari akar kita. jalan hidup yang benar. Allah bertanya. Ayat ini berlaku bagi kita semua sekarang apabila kita menyangkal pengetahuan yang bersifat pribadi dan langsung.

22:47). dengan tenggang waktu setengah hari. (Ibid: 4124).Ibnu Umar meriwayatkan: suatu hari kaum muhajirin dari sahabat-sahabat Rasulullah yang miskin menceritakan enaknya sahabat-sahabat mereka yang kaya. itu sama dengan lima ratus tahun". . Bukankah Allah berfirman: Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu (QS. aku akan memberikan kabar gembira kepada kalian. bahwa orang mukmin yang miskin akan masuk surga lebih dahulu dari pada orang mukmin yang kaya. di mana mereka punya kesempatan berbuat pahala lebih banyak dengan hartanya. Rasulullah SAW langsung bersabda: "Wahai orang-orang yang miskin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful