Anda di halaman 1dari 37

PERCOBAAN 1 GERBANG AND, OR DAN NOT Daftar Alat dan Komponen : 1. Catu daya 2. Function generator 3. osiloscope 4.

Multimeter 5. Protoboard 6. Jumper penghubung 7. IC { 74LS04 ; 74LS08 ; 74LS14 ; 74LS32 } 1 buah 8. Resistor 1K 1 buah 9. Dioda Zener 5.1 volt 1 buah Langkah Kerja : 1. Buatlah rangkaian seperti gambar 1-a :
1 A 3 X 7408 B 2 gambar 1-a gerbang AND

2. Hubungkan catu daya pada pin IC yang sesuai. 3. Hubungkan pin-A ke tegangan +5 volt untuk menunukkan keadaan 1 dan 0 volt untuk menunjukkan keadaan 0. 4. Ukurlah tegangan ourputnya,bila tegangannya +5volt menunjukkan keadaan 1 dan bila 0 volt menunjukkan keadaan 0. 5. Susunlah keadaan input-input dan outputnya untuk setiap keadaan yang memungkinkan dalam table kebenaran. 6. Buatlah rangkaian pada gambar 1-b.
A B 1 2 7432 3 X

Gambar 1-b gerbang OR 7. Ulangi langkah 2-5 8. Buatlah rangkaian pada gambar 1-c.
1

gambar 1-c gerbang NOT

9. Hubungkan pin-A ke kondisi 1 atau 0 lalu catatlah kedalam table kebenaran. Hasil Percobaan IC 74LS08 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 X(v) 0.2 0.2 0.2 4 Log. X 0 0 0 1 A 0 0 1 1 : : IC 74LS32 B 0 1 0 1 X(v) 0 4 4 4 Log. X 0 1 1 1 IC 74LS04 Log. A X(v) X 0 4 1 1 0.2 0 IC 74LS14 A 0 1 X(v) Log.X 4 0.2 1 0

Pertanyaan

1. Bagaimana fungsi tiap-tiap gerbang diatas? 2. Berapa besar tegangan untuk kondisi 1 atau 0 dalam percobaan (gambar 1-d) ? 3. Apa perbedaan gerbang NOT dari IC 47LS04 dan IC 74LS14? Jawaban Pertanyaan AND OR NOT Menghasilkan output yang berlogic 1 bila inputnya berlogic 0 Menghasilkan output yang berlogic 0 jika inputnya berlogic 1 Menghasilkan output yang berlogic 1 bila kedua atau salah satu input berlogic 1 Menghasilkan output yang berligik 0 bila kedua input berlogic 0 Menghasilkan output berlogic 1 bila kedua input berlogic 1 Menghasilkan output berlogic o bila kedua input berlogic 0 : 1. Fungsi gerbang gerbang :

2. Apabila dilihat dari IC 74LS14 : Pada keadaan logic 0 menghasilkan tegangan 4 V Pada keadaan logic 1 menghasilkan tegangan 0.2 V
2

3. Yang berbeda dari gerbang NOT untuk IC 74LS04 dengan gerbang NOT untuk IC 74LS14 adalah tegangan yang dihasilkan dari kedua IC. 4. Kesimpulan : Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa prinsip kerja gerbang-gerbang AND,OR, NOT itu berbeda. Dari percobaan juga dapat diketahui pula cara kerja logic 1 dan 0.

PERCOBAAN 2 GERBANG AND DAN NOR


3

Daftar Alat dan Komponen : 1. Catu daya 2. Function generator 3. Jumper penghubung 4. Multitester 5. Protoboard 6. IC { 74LS00; 74LS02 ; 74LS03 } 1 buah 7. Resistor 1K 1 buah 8. LED Gambar Rangkaian : 1. 1 A 3 X 7400 B 2 gambar 2-a gerbang AND 2.
vcc +5 volt

R 1K

A B

7403
2

gambar 2-b gerbang NAND Open Colector

Hasil Percobaan IC 7402 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 X(v) 4.5 0.25 0.25 0.25 Log. X 1 0 0 0

: IC 7403 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 X(v) 0.2 0.21 0.5 0.4 Log. X 0 0 0 0 A 0 0 1 1 IC 7403 + 1K Log. B X(v) X 0 5 1 1 5 1 0 5 1 1 0.6 0 IC 7400 B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 X(v) Log.X 2.1 4.8 4.6 0.25 1 1 1 0

Pertanyaan : Apa perbedaan dari Output Totem Pole dengan Output Open Colector ? Apa yang terjadi bila resistor Pull-Up tidak dipasangkan pada IC Open Colector ? Apa kelebihan Output Totem Pole di banding dengan Output Open Colector ? Jawaban Pertanyan : Output totem pole adalah susunan rangkaian output yang digunakan pada rangkaian TTL NAND gate. Output ini tidak memerlukan resistor yang dihubungkan ke Vcc. Output open collector adalah rangkaian output yang bila untuk mengoperasikan gate open collector harus dipasang resistor di luar (R pull-up) sehingga level tegangan akan muncul pada output ini. Yang terjadi bila resistor pull-up tidak dipasangkan pada IC open collector yaitu logica yang dikeluarkan tidak sesuai denagn table kebenaran. Kelebihan open collector : - Tegangan yang digunakan lebih besar - Dapat digunakan pada frekuensi rendah
4

Kelebihan totem pole : - Penghematan penyerapan arus saat terjadi saturasi. - Perubahannya cepat. Kesimpulan : Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, prinsip kerja dari suatu gerbang berbeda. Kerja output totem pole dan open collector juga berbeda, sehingga kelebihan dan kekurangan masing-masing output dapat diketahui.

PERCOBAAN 3 GERBANG EX-OR DAN EX-NOR Daftar Alat :


5

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Catu daya Function generator Multitester Protoboard Jumper penghubung Led IC { 74LS86; 74LS266 } 1 buah Resistor 1K 1 buah :

Gambar Rangkaian 1. IC 7486


A B 1 2 7432

3 X

2. IC 74266
+ vcc 5 V

A B

1 2 7486 3 X

Hasil Percobaan : A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 IC 7486 X (V) 0 1.9 1.8 0 Logic X 0 1 1 0 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 IC 74266 X (V) 1.8 0 0 2 Logic X 1 0 0 1

Pertanyaan

Apa perbedaan atara gerbang EX-OR dan EX-NOR ? Mengapa gerbang EX-NOR pada percobaan ini outputnya dipasang Resistor Pull-Up ? Jawaban Pertanyaan 1. Gerbang EX-OR
6

Pada pengukuran, output akan berlogic 0 apabila 2 digit berlogic sama. Gerbang EX-NOR Pada pengukuran, output akan berlogic 1 bila 2 digit berlogic sama. 2. Gerbang EX-OR pada percobaan ini, outputnya dipasangi Resistor pull-up karena IC yang digunakan merupakan gerbang open collector dan juga nantinya akan menambah tegangan output agar lebih stabil. 3. Kesimpulan : Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa prinsip kerja kedua gerbang berlainan.

PERCOBAAN 4 GERBANG UNIVERSAL Daftar Alat 1. Catu daya :


7

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Multitester Function generator Jumper penghubung Osiloscope Protoboard Led IC { 74LS00; 74LS02 } 1 buah Resistor 1K 1 buah

Gambar Rangkaian : Gerbang universal NAND (gambar 4-a)

A A B A B A B
1

7400
2

X
4

7400
2 1

7400
3 9

7400
2 4

7400 7400
6 10

5 1 3 9 8 12 11

7400
2 4

7400 7400
6 10

7400
13

Gerbang universal NOR (gambar 4-b)

A
3

7402

X
5 4

A B A

7402
3 2

1 6

7402

7402
3 5

7402 7402
4 9

10

B
6 2

A
3 5

7402

11

7402 7402
4 9

10 12

7402

13

B
6

Hasil Pengamatan : A 0 1 X(V ) 1.2 0 Log. X 1 0 A 0 0 1 1 A 0 0 1 1 : B 0 1 0 1 B 0 1 0 1 GERBANG UNIVERSAL NAND X(V Log. X(V Log. A B ) X ) X 0.4 0 0 0 0.2 0 0.2 0 0 1 3.5 1 0.2 0 1 0 3.5 1 3.4 1 1 1 3.5 1 GERBANG UNIVERSAL NOR X(V Log. X(V Log. A B ) X ) X 0 0 0 0 0 0 3 1 0 1 0 0 3 1 1 0 0 0 3 1 1 1 3.2 1 A 0 0 1 1 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 B 0 1 0 1 X(V ) 3.2 0 0 0 X(V ) 3.2 3.2 3.2 0 Log. X 1 0 0 0 Log. X 1 1 1 0

A 0 1

X(V ) 3.2 0

Log. X 1 0

Pertanyaan

1. Gerbang macam apa sajakah yang dapat digantikan oleh susunan gerbang NAND dan NOR diatas? 2. Buatlah rangkaian digital dengan menggunakan Gerbang Universal untuk fungsi Output X = A.B + A.C !

Jawaban pertanyaan :
1.

Gerbang yang dapat digantikan oleh susunan gerbang NAND dan NOR adalah : NAND = AND, OR, NOT, NOR. NOR = NAND, AND, NOR, NOT.

2. X = AB + AC :
A B X C D

3. Kesimpulan : Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa sifat ke universalan dari gerbang-gerbang adalah berbeda. Logicnya cenderung sama tetapi berlawanan seperti yang ditunjukkan oleh table kebenaran

10

PERCOBAAN 5 FLIPFLOP Daftar alat 1. Catu daya 2. Function generator 3. Jumper penghubung 4. Osiloscope 5. Multitester 6. Protoboard 7. Resistor 100 1 buah, LED 2 buah, IC { 7400, 7404, 7408 } 1 buah. Gambar Rangkaian : :

1. Gambar 5-a : Flipflop dari gerbang NAND

7400
2

470 ohm
LED

output Q

7400
5

470 ohm
LED

output Q

2. Gambar 5-b : flipflop dari gerbang NOR


R R LED

R Q` S LED

11

3. Gambar 5-c
S R LED CLK R Q` R LED

4. Gambar 5-d : Master FlipFlop


S R LED CLK R Q` R LED

S 0 0 1 1

R 0 1 0 1

Q 1 1 0 m

ic 7400 Q1 0 1 m

ket ilegal terset 1 terclear1 memory

S 0 0 1 1

R 0 1 0 1

IC 7402 Q memori 1 0 ilegal

Qmemori 0 1 ilegal

S 0 0 1 1 0 0 1 1

R 0 1 0 1 0 1 0 1

CLK 0 0 0 0 1 1 1 1

ic 7408 dan ic 7402 Q QS R 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1

CLK 0 0 0 0 1 1 1 1

Q 1 1 1 0 0 1 1 1

Q0 0 0 1 1 0 0 0

12

Pertanyaan

1. Pada keadaan yang input-input yang bagaimanakah rangkaian gambar 5-a dan 5-b diatas tidak berfungsi sebagai komponen flipflop? 2. Gambarkan simbol flipflop untuk rangkaian gambar 5-a dan 5-b diatas! 3. Jelaskan pengaruh input cloc (CLK) pada rangkaian 5-c! 4. Gambarkan simbol flipflop rangkaian 5-d! Jawaban Pertanyaan 1. 2.
s R 5 -a Q Q s R 5 -b Q Q

Rangkaian tidak berfungsi sebagai komponen flip-flop jika salah satu input atau kedua input berlogic 1.

3. 4.

Pengaruh input CLK adalah member biner pada output (q) selalu berlogic 1 walaupun percobaan menunjukkan input 1/0.

s
CLK

Q Q

13

PERCOBAAN 6 D-FLIPFLOP DAN JK-FLIPFLOP Tanggal Percobaan Daftar Alat 1. Catu daya 2. Function generator 3. Jumper penghubung 4. Osiloscope 5. Multitester 6. Protoboard 7. Resistor 100 1 buah, LED 2 buah, IC { 7474, 7476} 1 buah. Gambar Rangkaian : : 20 April 2010 :

1. Gambar 6-a : D Flipflop

2 D input

4 PR

Q 5 Q 6

output

3 CLK CL 1

2. Gambar 6-b : JK Flipflop

4 D 1 input 16

2 PR

74LS76 Q 15 output Q 14

CLK CL 3

Hasil percobaan

:
14

1. IC 7474 (gambar 6-a)


input 5V
CLK V/d = 2 v t/d = 0.5 ms

output 3.2 V Qa

Q=1

output Cl GND Qb Q=0

outpur PR GND Qc

Q=1

2. IC 7476 (gambar 6-b)


input 5V
CLK

V/d = 2 v t/d = 0.5 ms

output 3.2 V Qa

Q=1

outpur PR GND Qc

Q=1

output Cl GND Qb Q=0

Pertanyaan

1. Bagaimanakah pengaruh input-CL dan input-PR terhadap output flipflop? 2. Saat transmisi apakah input clock kedua flipflop tersebut aktif? 3. Rangkaian gambar 6-c dan 6-b dapat di fungsikan sebagai apa? Jawaban pertanyaan : 1. Pengaruhnya input CL yaitu selalu member output Q=0 dan tegangannya 0, jika input PR selalu member output Q = 1 dan tegangannya 3.2 V.
15

2. Ya, aktif. 3. Rangkaian gambar 6-b difungsikan sebagai rangkaian penghitung misalnya dipakai pada alat penghitung pulsa putaran roda kendaraan.

16

PERCOBAAN 7 UP/DOWN ASYNCRHONOUS COUNTER Tanggal Percobaan Daftar Alat 1. Catu daya 2. Osiloscope 3. Multitester 4. Protoboard 5. Resistor 470 1 buah, LED 4 buah, IC { 7476} 2 buah. Gambar Percobaan : : 27 April 2010 :

1. Gambar 7 : Up/Down Assinkron counter


+5V 2 4
J

7476
Q 15 9
J

7
PR Q

7476
10

2 4
J

7
Q 15 9
J

7476
Q 10

PR CLK

PR

PR

input

6
Q

CLK K CL
Q

1
11

CLK K CL
Q

6
14

16

CLK K CL
Q

CL

14

12

16

12

11

+5V

R reset
LED

LED

LED

LED

logic 0

17

Hasil Percobaan CLK RESET 1 0 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

: Q3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 Q2 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 Q1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 Q0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1

Pertanyaan

1. Apa perbedaan antara UP-Down asyncrhonous?


18

2. Saat input resest dalam keadaan apakah counter akan selalu mengunci atau tidakdapat menghitung meskipun input clock diberi pulsa? Jawaban :

1. Assinkron up counter adalah transisi clock pada keadaan naik dan function generator hanya masuk dari A, BCD berbeda. Assinkron Down Counter adalah saat transisi clock pada keadaan turun dan Function generator hanya masuk dari A, BCD tetap. 2. Rangkaian gambar 6-b difungsikan sebagai rangkaian penghitung misalnya dipakai pada alat penghitung pulsa putaran roda kendaraan.

PERCOBAAN 8 UP SYNCRHONOUS COUNTER Tanggal percobaan : 4 Mei 2010


19

Daftar Alat 1. Catu daya 2. Osiloscope 3. Function generator

4. Jumper penghubung 5. Multitester 6. Protoboard 7. Resistor 100 1 buah, LED 2 buah, IC { 7408-1buah, 7476-2 buah} Gambar rangkaian :

+5V 2 4
J

7476
Q 15 9
J

7
PR Q

7476
10

2 4
J

7
Q 15 9
J

7476
Q 10

PR CLK

PR

PR

input

6
Q

CLK K CL
Q

1
11

CLK K CL
Q

6
14

16

CLK K CL
Q

CL

14

12

16

12

11

+5V

R reset
LED

LED

LED

LED

logic 0

Hasil Percobaan CLK RESET 1

: Q3 0
20

Q2 0

Q1 0

Q0 0

0 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1

0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1

0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1

Pertanyaan

1. Apa perbedaan Asyncrhonous dan syncrhonous counter? 2. Sebutkan kelebihan dan kekurangan kedua sistem tersebut! Jawaban Pertanyaan :

21

1. Pada rangkaian Assinkron BCDnya berbeda. Paa rangkaian Sinkronous BCDnya tetap. Input Assyncronous terdiri dari R,Q = 0 { R=0,S=1} dan S,Q = 1 {R=1,S=0}. Input Synchronous terdiri dari D Flipflop dan JK Flipflop {S,R = 1} 2. Pada Synchronous Counter dioperasikan dalam frekuensi tinggi hal tersebut karena delay propagasi dapat dihindari,input-input clock dari seluruh flip-flop diberi sumber yang sama. Mempunyai respon yang serempak dengan datangnya pulsa clock, sehingga cocok untuk dioperasikan dalam kecepatan tinggi atau frekuensi tinggi. Sedangkan Asynchronous Counter untuk dioperasikan dalam frekuensi rendah.

PERCOBAAN 9 RANGKAIAN PEMBAGI FREKUENSI Tanggal Percobaan Daftar Alat : 11 Mei 2010 :
22

1. Catu daya 2. Osiloscope 3. Function generator 4. Jumper penghubung 5. Multitester 6. Protoboard 7. Resistor 100 1 buah, LED 2 buah, IC { 7490, 7492, 7493} 1 buah. Gambar rangkaian :

1. Gambar 9-a pembagifrekuensi dengan menggunakan IC 7490

in 14 Qa 12 Qb 9 Qc 8 Qd 11 Ro Ro R9 R9

2 3 6 7

out

2. Gambar 9-b pembagi frekuensi dengan menggunakan IC 7492

23

in 14 Qa 12 Qb 9 Qc 8 Qd 11 Ro 6 7 Ro R9 R9

out

3. Gambar 9-c pembagi frekuensi dengan menggunakan IC 7493

in 14 Qa 12 Qb 9 Qc 8 Qd 11 Ro Ro 2 R9 3 R9

out

Hasil Percobaan

24

input 5V
CLK

V/d = 2 v t/d = 0.5 ms

output 2.8 V Qa

Q=1

gambar a
input 5V
CLK

V/d = 2 v t/d = 0.5 ms

outpur 2.8 V Qc Q=1

gambar b
input 5V
CLK V/d = 2 v t/d = 0.5 ms

outpur 2.8 V Qc

Q=1

gambar c

Pertanyaan

1. Rangkaian 9-a berfungsi sebagai pembagi tegangan berapa ? 2. Rangkaian 9-b berfungsi sebagai pembagi tegangan berapa ? 3. Rangkaian 9-c berfungsi sebagai pembagi tegangan berapa ? 4. Apa pengaruh input Ro dan Rg terhadap rangkaian tersebut ? 5. Rencanakanlah rangkain pembagi 10 frekuensi dengan duty cycle output yang dikehendaki 50 % ! Jawaban pertanyaan 1. 2. 3. 4. :

IC 7490 digunakan sebagai pembagi frekuensi 2 dan 5 IC 7492 digunkan sebagai pembagi frekuensi 2 dan 6 IC 7493 digunakan sebagai rangkaian pembagi frekuensi 2 dan 8 Pengaruh kedua input tersebut yaitu untuk menghilangkan frekuensi R0 dan R9 = 0 Berjalan
25

R0 = 0 ; R9 = 1 R0 = 1 ; R9 = 1 R0 dan R9 = 1 5.

Out 1 terus Out 0 terus Out 1 terus

Rangkaian pembagi 10 frekuensi


14 in Qc Qd Ro Ro R9 R9 Qo 12 11

PERCOBAAN 10 RANGKAIAN PENCACAH (COUNTER) Tanggal percobaan : 18 Mei 2010


26

Daftar Alat 1. Catu daya 2. Osiloscope 3. Function generator

4. Jumper penghubung 5. Multitester 6. Protoboard 7. Resistor 470 4buah, LED 2 buah, IC { 7490, 7493} 1 buah. Gambar Rangkaian Hasil Percobaan Tebel kebenaran 1. IC 7490 CLK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 D 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 C 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 B 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 A 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 : : :

Gambar Pulsa 1. IC 7490

27

CLK

Qa

Qb

Qc

Qd

Pembagi frekuensi 5 V/div = 2 V ; t/div = 2 ms 2. IC 7493


CLK

Qa

Qb

Qc

Qd

Pembagi frekuensi 2 dan 8 ; t/div = 2 ms Pertanyaan :

1. Rencanakanlah rangkaian yang dapat digunakan untuk dapat menghitung dari hitungan 0(10) sampai 999(10) dengasn IC 7490! Jawaban pertanyaan :

28

a b c d e f g

b c d e f g

a b c d e f g

dc ba

d c ba

d c ba

29

PERCOBAAN 11 RANGKAIAN DECODER Tanggal percobaan Daftar Alat 1. Catu daya 2. Osiloscope 3. Multitester 4. Protoboard 5. Resistor 470 7 buah, LED 5 buah, IC { 7404, 7411, 7448, 7490} 1 buah. Gambar rangkaian Hasil percobaan : : : 25 Mei 2010 :

Pada percobaan hasilnya adalah nyala led pada seven segmen telah berjalan, seven segmen mennjukkan kode-kode nyala (a,b,c,d,e,f,g) secara tepat yang menunjukkan angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 secara bergantian. Pertanyaan :

1. Apa fungsi rangkaian decoder ? 2. Mengapa pada rangkaian diatas digunakan 7 segment bercoment katoda ? 3. Dapatkah 7 segment comon katoda digantikan dengan 7 segmen comon anoda? 4. Apabila rangkaian counter dapat menghitung 6 digit desimal berapakah jumlah decoder yang di gunakan ? Jawaban Pertanyaan : 1. 2. 3. 4. Mengubah bilangan biner menjadi bilangan dismal atau hexadecimal. Karena output dari decoder 7447 aktif saat logic rendah. Tidak, karena led seven segment akan mendapat reverse bias atau tidak ada tegangan antara katoda dan anoda. Jadi led (seven segment) tidak akan menyala. Ada 6 decoder. PERCOBAAN 12
30

RANGKAIAN RING COUNTER Tanggal Percobaan Daftar Alat 1. Catu daya 2. Osiloscope 3. Function generator 4. Jumper penghubung 5. Multitester 6. Protoboard 7. Resistor 470 4 buah, LED 8 buah, IC { 7474} 1 buah. Gambar Rangkaian Hasil Percobaan : : : 1 Juni 2010 :

Dari percobaan dan pengamatan yang dilakukan, nyala led pada rangkaian ring counter ini nyala secara bergantian dari nyala 1 hingga nyala semua. Dan menyala berkedipkedip. Pertanyaan :

1. Ada berapa hitungan output pada rangkaian ring counter ? 2. Apa perbedaan antara ring counter dengan binary counter ? Jawaban pertanyaan :

1. Hitungan (keadaan) output dalam Ring Counter untuk 4 LED berubah dua logik, dan 8 LED berubah 4 logik. 2. perbedaan antara Ring Counter dengan Binary Counter yaitu terletak pada Hitungan (keadaan) output dalam Ring Counter,untuk 4 LED berubah dua logik, dan 8 LED berubah 4 logik.

PERCOBAAN 13 RANGKAIAN JOHNSON COUNTER


31

Tanggal Percobaan Daftar Alat 1. Catu daya 2. Osiloscope 3. Fuction generator

:8 Juni 2010 :

4. Jumper penghubung 5. Multitester 6. Protoboard 7. Resistor 470 8 buah, LED 8 buah, IC { 7474-2buah, 7420-1buah} 1 buah. Gambar rangkaian Hasil percobaan : :

Dari percobaan dan pengamatan yang dilakukan, nyala led pada rangkaian Johnson counter ini nala secara bergantian dari nya semua (secara berurutan) hingga led mati semua (secara berurutan ) pula. Pertanyaan :

1. Apa perbedaan rangkaian ring counter dengan rangkaian johnson counter ? 2. Ada berapa hitungan atau keadaan outpuit dalam johnson counter 4 bit ? Jawaban pertanyaan :

1. Input rangkaian ring counter dihubungkan dengan Q (output) Input rangkaian Johnson counter dihubungkan dengan Q (output) Rangkaian Ring Counter, output normal dan flip-flop terakhir diumpan balikkan ke input flip-flop pertama.Sedangkan rangkaian Johnson Counter, output inverse dari flip-flop terakhir diumpan balikkan ke D-input flip-flop pertama dan tidak diperlukan keadaan awal/ start seperti pada ring counter. 2. Hitungan (keadaan) output dalam rangkaian Johnson Counter 4 bit tergantung dari IC yang digunakan(IC 7474). Outputnya berubah setiap waktu tertentu dan perubahannya berubah hanya satu logik
32

PERCOBAAN 14 LED BERJALAN Tanggal Percobaan :15Juni 2010


33

Daftar Alat 1. Catu daya 2. Function generator 3. Osiloscope 4. Function generator

5. Jumper penghubung 6. Multitester 7. Protoboard 8. Resistor 10 k 1 buah, 1 k 11 buah ; LED 11 buah, IC { 4017 - 1buah} Gambar rangkaian Hasil percobaan 1. Q0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Q1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 Q2 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 Q3 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 Q4 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 Q5 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 Q6 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 Q7 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 Q8 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 Q9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 : :

2.

Nyala led tidak teratur dan sangat cepat, sehingga sulit untuk diamati.
34

3. Pertanyaan 1. 2. 3.

Apabila pin 15 dari rangkaian R dan C di lepas, maka yang menyala hanya 1 led saja yaitu Q0. : Samakah kerja IC 4017 dengan rangkaian ing counter? Apa fungsi input pin 13 pada IC 4017 serta pengaruhnya jika input tersebut diabaikan? Jelaskan fungsi dari komponen R dan C pada rangkaian tersebut!!

Jawaban pertanyaan : 1. Ya. Hampir sama. 2. Berfungsi sebagai input yang membuat nyala led Q0-Q9 menjadi teratur ( seperti ring counter). Jika input tersebut diabaikan, akan membuat nyala led menjadi tidak teratur. 3. Komponen R dan C berfungsi agar nyala led menjadi teraur dan terus bergantian karena sebagai fungsi dari susunan R dan C tersebut yaitu saat rangkaian diberi catu daya, maka IC akan mereset ke keadaan awal. Apabila komponen R dan C diabaikan, maka akan membuat nyala led Q 0 saja yang menyala.

PERCOBAAN 15 LED BERJALAN 2 Tanggal Percobaan Daftar Alat :15 Juni 2010 :
35

1. Catu daya 2. Function generator 3. Jumper penghubung 4. Osiloscope 5. Multitester 6. Protoboard 7. Resistor 10 k\(1buah) dan 1 k (9buah), LED 9 buah, IC { 7404-1buah, 74164 -1buah} Gambar rangkaian Hasil percobaan CLK 1 2 3 4 5 6 7 8 QA 1 1 1 1 1 1 1 1 QB 0 1 1 1 1 1 1 1 : : QC 0 0 1 1 1 1 1 1 QD 0 0 0 1 1 1 1 1 QE 0 0 0 0 1 1 1 1 QF 0 0 0 0 0 1 1 1 QG 0 0 0 0 0 0 1 1 QH 0 0 0 0 0 0 0 1

Pertanyaan

1. Analisalah mengapa led dan menyala seperti itu? 2. Adakah kesamaan rangkaian tersebut dengan rangkaian Johnson counter? 3. Apa fungsi gerbang NOT? Jawaban pertanyaan :
36

1. 2. 3.

Karena di dalam IC 74164 berii rangkaian D flipflop yang terhubung sebagai rangkaian Johnson counter. Ada, kesamaan terjadi pada output rangkaian. Uintuk membuat output dari logika 1 menjadi 0. Jadi, lampu yang tadinya menyala menjadi mati satu persatu.

37