Standar Kompetensi 11.

Memecahkan masalah keuangan menggunakan konsep matematika

Kompetensi Dasar 11. 1 Menyelesaikan masalah bunga tunggal dan bunga majemuk dalam keuangan 11. 2 Menyelesaikan masalah rente dalam keuangan 11. 3 Menyelesaikan masalah anuitas dalam sistem pinjaman 11. 4 Menyelesaikan masalah penyusutan nilai barang

96

Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi

A. PENDAHULUAN
Standar Kompetensi Matematika Keuangan terdiri atas empat (4) Kompetensi Dasar. Dalam penyajian pada buku ini setiap Kompetensi Dasar memuat Tujuan, Uraian materi, Rangkuman dan Latihan. Kompetensi Dasar dalam Standar Kompetensi ini adalah Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk, Rente, Anuitas, dan Penyusutan Nilai Barang. Standar Kompetensi ini digunakan sebagai penunjang dalam mempelajari standar kompetensi produktif maupun diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari terutama pada masalah bunga pinjaman dan simpanan di Bank, cicilan kredit rumah, dan masalah keuangan lainnya. Pada setiap akhir Kompetensi dasar tercantum soal-soal latihan yang disusun dari soalsoal yang mudah sampai soal-soal yang sukar. Latihan soal ini digunakan untuk mengukur kemampuan anda terhadap kompetensi dasar ini, artinya setelah mempelajari kompetensi dasar ini secara mandiri dengan bimbingan guru sebagai fasilitator, ukur sendiri kemampuan anda dengan mengerjakan soal-soal latihan tersebut. Untuk melancarkan kemampuan anda supaya lebih baik dalam mengerjakan soal, disarankan semua soal dalam latihan ini dikerjakan baik di sekolah dengan bimbingan guru maupun di rumah. Untuk mengukur standar kompetensi lulusan tiap siswa, di setiap akhir kompetensi dasar, guru akan memberikan evaluasi apakah anda layak atau belum layak mempelajari standar Kompetensi berikutnya. Anda dinyatakan layak jika anda dapat mengerjakan soal 65% atau lebih soal-soal evaluasi yang akan diberikan guru.

B. KOMPETENSI DASAR
B.1 Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

a. Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini, anda dapat: ¾ ¾ ¾ ¾ Menyelesaikan soal persen di atas seratus dan persen dibawah seratus Menghitung bunga tunggal harian, bulanan maupun tahunan Menyelesaikan soal-soal diskonto Menghitung bunga tunggal dengan metode: o angka bunga dan pembagi tetap o persen sebanding o persen seukuran Menghitung Nilai Akhir Modal bunga majemuk Menghitung Nilai Akhir Modal dengan masa bunga majemuk pecahan Menghitung Nilai Tunai Modal bunga majemuk Menghitung Nilai Tunai modal dengan masa bunga majemuk pecahan

¾ ¾ ¾ ¾

BAB III Matematika Keuangan

97

b. Uraian materi

1). Pengertian Bunga
Mengapa banyak orang yang berbondong-bondong menyimpan atau mendepositokan uangnya di Bank. Di samping karena masalah keamanan, juga karena mendapatkan jasa dari simpanan tersebut, yang dinamakan bunga. Mengapa banyak dealer mobil maupun motor menawarkan kredit kepada konsumen. Karena dengan kredit, dealer akan mendapatkan tambahan modal dari sejumlah modal yang telah ditanamkan. Tambahan modal tersebut dinamakan bunga. Jadi, Bunga adalah jasa dari pinjaman atau simpanan yang dibayarkan pada akhir jangka waktu

yang telah disepakati bersama.
Jika besarnya bunga suatu pinjaman atau simpanan dinyatakan dengan persen (%), maka persen tersebut dinamakan suku bunga. Suku bunga =

bunga x 100% pinjaman mula − mula

Contoh 1 Wulan meminjam uang dari Koperasi sebesar Rp1.000.000,00. Setelah satu bulan, maka Wulan harus mengembalikan modal beserta bunganya sebesar Rp1.020.000,00. Tentukan besarnya bunga dan suku bunganya?

Jawab: Bunga = Rp1.020.000,00 – Rp1.000.000,00 = Rp20.000,00
Suku bunga =
bunga x 100% pinjaman mula − mula 20.000,00 = x100% = 2% 1.000.000,00

Contoh 2 Fulan menyimpan uangnya di Bank ABC sebesar Rp500.000,00. Bank memberikan bunga 1.5% tiap bulan. Jika bank membebankan biaya administrasi Rp1.000,00 setiap bulan, tentukan jumlah simpanan Fulan setelah satu bulan!

Jawab:
Jumlah simpanan Fulan setelah satu bulan = simpanan mula-mula + bunga – biaya administrasi = Rp500.000,00 + 1.5% x Rp500.000,00 – Rp1.000,00 = ....

2). Persen di atas seratus dan Persen di bawah seratus
Untuk menentukan nilai persentase dari suatu bilangan jika diketahui bilangan dan persennya, hanya mengalikan bilangan tersebut dengan persen yang diketahui. Misalkan: Untuk menentukan besarnya laba jika persentase laba dan harga beli diketahui, maka laba = persen laba x harga beli. Untuk menentukan besarnya diskon jika persentase diskon dan harga sebelum diskon diketahui, maka besarnya diskon = persen diskon x harga sebelum diskon.

00 = 7 x 428. 7% di atas 100 dari Rp428.400.00 100 + 7 7 = x Rp428.000. Secara umum ditulis: p p% di bawah seratus = 100 − p Contoh 3 Ubahlah dalam bentuk pecahan! a.400.00 107 = Rp28. 10% di bawah 100 = 10 10 1 = = 100 − 10 9 90 15 15 3 c. 15% di atas 100 = = = 100 + 15 115 23 Contoh 4 Tentukan Nilainya! a. 25% = 25 1 = 100 4 b.00 100 − 12 12 = x Rp4.000.400.000.000.00 Jawab: a. Dari ilustrasi di atas.000. 15% di atas 100 Jawab: a. Persen di atas seratus adalah bentuk pecahan yang selisih antara penyebut dan pembilangnya sama dengan seratus.00 . 7% di atas 100 dari Rp428.400.000. 10% di bawah 100 c.000. 12% di bawah 100 dari Rp4.98 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Bagaimana menentukan laba jika persentase laba dan harga jual yang diketahui.00 = x Rp4. Ternyata besarnya laba dan diskon tidak dapat langsung dikalikan persentase masing-masing dengan nilai yang diketahui. Juga bagaimana menentukan besarnya diskon jika persentase diskon dan harga setelah diskon diketahui. 25% b.000.00 b. maka dibutuhkan persen yang lain.00 88 = Rp600.000.00 12 b. 12% di bawah 100 dari Rp4. yaitu persen di atas seratus maupun persen di bawah seratus. Secara umum ditulis: p p% di atas seratus = 100 + p Persen di bawah seratus adalah bentuk pecahan yang jumlah antara penyebut dan pembilangnya sama dengan seratus.000.

09. 10% di atas 100 = 8. 10% di atas 100 = 9. 11 Jadi. 12 Jadi.BAB III Matematika Keuangan 99 Contoh 5 Ubahlah 10% di atas 100 ke dalam: a. Persen di bawah 100 Jawab: a.33 6 Jadi.33. 10% di atas 100 = 8.33% di bawah 100 . Persen b.33% di bawah 100 Contoh 6 Ubahlah 20% di bawah 100 menjadi persen di atas 100 Jawab: 20 100 − 20 20 80 = P 100 + P P 100 + P = 2(100 + P) = 8P 200 + 2P = 8P 200 = 8P – 2P 200 P= = 33. 10 P = 100 + 10 100 − P 10 P = 110 100 − P 1 P = 11 100 − P 100 – P = 11P 100 = 11P + P 100 = 12P 100 P = = 8. 10 P = 100 + 10 100 10 P = 110 100 11P = 100 100 P= = 9.09% b.

Karena prestasinya baik. Jika besarnya pajak 12%.980.00.000.000.00 = Rp5.000. Contoh 7 Harga jual suatu barang adalah Rp5. maka ia mendapatkan bonus 17% dari gajinya.800.000. Jika barang dijual dengan untung 15%. Aplikasi Persen di atas seratus dan di bawah seratus Persen di atas seratus digunakan jika nilai yang diketahui lebih besar dari nilai mulamula. % bunga dengan modal setelah bunga dan lain-lain.00 115 = Rp780. dan lain-lain.000.500.000.800.100 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 3).980.000.00 = Rp1.000. Tentukan besarnya bonus dan gaji karyawan setelah dapat bonus! Jawab: Besar bonus = persen bonus x gaji mula-mula ( bukan persen di bawah atau di atas 100 ) 17 x Rp1. % bonus dengan harga setelah bonus. Persen di bawah seratus digunakan jika nilai yang diketahui lebih kecil dari nilai mulamula.00.00 + Rp255.00 = 100 = Rp255.00 Contoh 9 harga barang setelah dikenai pajak adalah Rp2.755.200.00 Contoh 8 Gaji seorang karyawan Rp1.000. Misalkan % rugi dengan harga jual.000.00 = 100 + 15 15 = x Rp5.980. Tentukan untung dan harga belinya! Jawab: Besarnya untung = 15% di atas 100 x harga jual 15 x Rp5. % diskon dengan harga setelah diskon.00. tentukan besar pajak dan harga sebelum pajak! Jawab: Pajak = 12 x Rp2.000.00 Harga Beli = Harga Jual – Untung = Rp5.00 Gaji setelah bonus = Gaji sebelum bonus + bonus = Rp1500000.00 – Rp780. Misalkan % laba dengan harga jual.000.000.00 100 + 12 .000.500.980.

00.00 112 = 12 x 25.00 73 = Rp147.00 100 − 37 = 37 x Rp1575.000.575.BAB III Matematika Keuangan 101 = 12 x Rp2. tentukan subsidi yang ditentukan pemerintah dan harga beras sebelum subsidi! Jawab: Subsidi = 37 x Rp1.00 63 = 37 x 25 = Rp925.00 – Rp300.00 = Rp2.575.800.800.000.575. yaitu: Bunga = suku bunga tiap periode x banyaknya periode x modal .500.00 = Rp300.800.800.00 = Rp640.000.00 4).00 Contoh 10 Harga barang setelah rabat adalah Rp492.00 = Rp2.00 – Rp147.800.200. Jika besarnya rabat 23%.00 Harga sebelum pajak = Harga setelah pajak – pajak = Rp2. Jika pemerintah memberikan subsidi sebesar 37%.500.00 Harga sebelum rabat = Harga setelah rabat – rabat = Rp492.200.000. Perhitungan bunga setiap periode selalu dihitung berdasarkan besarnya modal yang tetap.00 100 − 23 23 x Rp492. tentukan rabat dan harga sebelum rabat! Jawab: Rabat = = 23 x Rp492. Bunga Tunggal Bunga tunggal adalah bunga yang diperoleh pada setiap akhir jangka waktu tertentu yang tidak mempengaruhi besarnya modal yang dipinjam.000.00 Contoh 11 Harga beras tiap kilogram setelah mendapatkan subsidi dari pemerintah adalah Rp1.00.000.00 Harga sebelum subsidi = Harga stelah subsidi + subsidi = Rp1.00 + Rp925.800.000.

000.000.000.102 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Contoh 12 Suatu modal sebesar Rp1.000. untuk 1 tahun = 366 hari 36.000 Mxix t hari besarnya bunga: B = . untuk 1 tahun = 360 hari hari besarnya bunga: B = 36.00 = Rp20.00 Setelah 5 bulan besar bunga = 2% x 5 x Rp1.600 Modal akhir = Modal awal + bunga Ma = M + B Contoh 13 Suatu modal sebesar Rp1.000.000.200 Mxix t .000.000.500.500 Mxix t hari besarnya bunga: B = .000.00 Setelah 2 bulan besar bunga = 2% x 2 x Rp1. dan 5 bulan! Jawab: Setelah 1 bulan besar bunga = 2% x 1 x Rp1.000.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 3 tahun dengan suku bunga 18%/tahun.000 x 18 x 3 = 100 = Rp540.000. Tentukan bunga setelah 1 bulan.000.00 Contoh 14 Modal sebesar Rp2.000. untuk 1 tahun = 365 hari 36.000. Tentukan: .00 = Rp1.000.000.00 = Rp100.540. maka Mxix t 100 Mxixt bulan besarnya bunga: B = 1.000.000.00 i = 18%/tahun t = 3 tahun Bunga: B = Mxixt 100 1.00 = Rp40.00 Modal akhir : Ma = M + B = Rp1.000.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 2%/bulan.000.000.00 dibungakan dengan bunga tunggal 3%/cawu selama 1 tahun 7 bulan.00 + Rp540. Tentukan bunga yang diperoleh dan modal setelah dibungakan! Jawab: M = Rp1.00 Jika suatu modal M dibungakan dengan suku bunga tunggal berlaku: Setelah t tahun besarnya bunga: B = Setelah t Setelah t Setelah t Setelah t i% tiap tahun.000. 2 bulan.

250.00 1200 Bunga Total = Bunga tahunan + bunga bulanan = Rp225.000 dicoba! .5%/bulan selama 2 tahun 5 bulan dan 18 hari (jika dianggap 1 tahun =360 hari). bunga diselesaikan dengan menggunakan rumus bunga bulanan.00 + Rp356.00 dibungakan dengan bunga tunggal 0.000 x 9 x 1 a.000 x 9 x 7 Setelah 7 bulan bunga = = Rp131. Setelah 1 tahun bunga = = Rp225. Modal akhir! Jawab: M = Rp1.5% x 12/tahun = 6%/tahun t = 2 tahun 5 bulan 18 hari (1 tahun = 360 hari) = 29 bulan 18 hari a.500.250.00 + Rp3.00 Setelah 18 hari.000 Bunga total = Rp181. Bunga yang diperoleh b.00 = Rp356. Tentukan: a.00 Dapat juga diselesaikan dengan mengubah tahun dan bulan menjadi hari.000 x 6 x 29 = Rp181.00 = Rp185.250.00 + Rp131. Modal akhir Jawab: M = Rp2.000.000.00 Dapat juga diselesaikan dengan mengubah tahun menjadi bulan.250.000.5%/bulan = 0.000.00 i = 0.500.000 x 6 x 18 = Rp3. yaitu: 2 tahun 5 bulan 18 hari = (720 + 150 + 18) hari = 888 hari.250.250.00 = Rp2.000.000. Silakan dicoba!!! b. Modal akhir = Modal + Bunga = Rp2. Setelah 29 bulan.00 100 2.200 1.750.00 1.250. bunga = 1. yaitu: 1 tahun 7 bulan = 19 bulan.BAB III Matematika Keuangan 103 a.750.250.500.250. bunga = 36. Setelah itu bunga Mxixt .00 Contoh 15 Pinjaman sebesar Rp1.00 i = 3%/cawu = 3 x 3%/tahun = 9%/tahun t = 1 tahun 7 bulan 2.250. Bunga yang diperoleh b. Setelah itu.000.250.500.856. Silakan diselesaikan dengan menggunakan rumus bunga harian B = 36.

500. Modal akhir = Modal + Bunga = Rp1. besar bunga: M.00.00 Setelah t bulan.000.000 = 1.200 2.000. Ternyata modal tersebut menjadi Rp1.000.000.00 + Rp185.200 = 225 t 3600 =16 bulan t = 225 (di bagi 100.00 Contoh 16 Suatu pinjaman sebesar Rp2.200 i= 6.00 t = 2 tahun 3 bulan = 27 bulan B = Rp450.435.500.200 = 6.000.750 i = 8%/tahun i= 8% /triwulan = 2%/triwulan 4 Contoh 17 Suatu pinjaman sebesar Rp1.5% x 2/tahun = 15%/tahun Ma = Rp1.000.00 i = 7.00 Setelah t tahun.500.500.104 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi b.000.000. Tentukan suku bunganya tiap tahun dan tiap triwulan! Jawab: M = Rp2.750 i 45 x 1.000 = 1.5%/semester = 7.200 45 x 1.500.000.800.000. besarnya bunga: Mxix t B= 1.500.800.000 x i x 27 450. Setelah berapa bulan bunga tersebut dibungakan? Jawab: M = Rp1. Ternyata bunga yang diperoleh Rp450.00 – Rp 1.000.000 x 15 x t 300.200 1.00 = Rp1.5%/semester.800.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 7.00 = Rp300.000.000) .500.i. t B= 1.200 3 x 1.000.00.000.00 Bunga = Modal akhir – Modal awal = Rp1.250.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 2 tahun 3 bulan.

Tentukan: a. Jika pinjaman akan dikembalikan 1 bulan yang akan datang.BAB III Matematika Keuangan 105 Contoh 18 Suatu modal setelah dibungakan dengan bunga tunggal 15%/tahun selama 2 tahun modal tersebut menjadi Rp6.00.000.000. Proses perhitungan diskonto menggunakan sistem bunga tunggal.00 30 = x Rp6.00 = Rp98. Bunga = 30% di atas 100 x Rp6. (baca lagi tentang penggunaan persen di bawah 100 dan persen di atas 100) Ma = Rp6.000.00 i = 15%/tahun = 30% selama 2 tahun a. maka di awal pinjaman orang tersebut hanya menerima = Rp100.00.410.000.000. Bunga yang diperoleh b.000. sehingga untuk menghitung besarnya diskonto hampir sama dengan perhitungan besarnya bunga tunggal jika besarnya pinjaman dan % diskonto diketahui.000.00 tiap bulan = Rp2.110. Diskonto Diskonto adalah bunga yang dibayarkan oleh peminjam pada saat menerima pinjaman.00 dan 3 bulan yang akan datang ia harus membayar Rp100. apa yang terjadi? Jika pinjaman M dengan diskonto i%/bulan dan akan dikembalikan setelah t bulan. Modal mula-mula = Modal akhir – bunga = Rp6.000.000.000.00 – 3 x Rp2.000.00 b. maka di awal pinjaman orang tersebut hanya menerima = Rp100.00 – Rp1.00 130 = Rp1.000.110. Misalkan seorang meminjam Rp100.000. Besarnya nilai pinjaman pada sistem diskonto nilainya sama dengan jumlah modal yang harus dibayar saat jatuh tempo.00 100 + 30 30 = x Rp6.00 dengan diskonto 2% tiap bulan.700.110.000.110.00 = Rp4.00 5). maka diskontonya = 2% x Rp100. Jika pinjaman akan dikembalikan 3 bulan yang akan datang.000. Modal mula-mula! Jawab: Contoh di atas diselesaikan dengan cepat menggunakan persen di atas 100. Dalam kasus di atas.00 dan 1 bulan yang akan datang ia harus membayar Rp100.00 = Rp94.00.000.000. bagaimanakah jika pinjaman akan dikembalikan 50 bulan yang akan datang.410.000.00.00 – Rp2.110.110.000. maka: Diskonto : D = M x i x t besarnya modal yang diterima di awal pinjaman : Mt = M – M x i x t .000.

700.00 Contoh 20 Pinjaman sebesar Rp5.00 dengan sistem diskonto 18%/tahun dan akan dikembalikan setelah 9 bulan.200 5.000. (1 tahun = 360 hari) akan di bayar t hari yang akan datang: D = 36.200 Mxix t .00 i = 3 % / bulan t = 5 bulan a. Mxix t akan di bayar t tahun yang akan datang: D = 100 Mxix t 1. Tentukan: a.106 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Rumus di atas berlaku juga untuk diskonto i%/tahun dan akan dikembalikan setelah t tahun.00 – Rp300.000 akan di bayar t bulan yang akan datang : D = Bagaimanakah menentukan nilai diskontonya jika yang diketahui besarnya modal yang diterima peminjam (Mt) dan i% diskonto? Jika hal itu terjadi.000. Bagaimanakah jika diskonto i%/bulan dan akan dikembalikan dalam t tahun atau diskonto i%/tahun akan dikembalikan dalam t bulan . Modal yang diterima peminjam! Jawab: M = Rp5.000.000.00 = Rp1.000. Tentukan: a. Nilai diskonto b.000.200 . Modal yang diterima peminjam! Jawab: M = Rp2.000.000. Nilai diskonto b. maka nilai diskontonya adalah: D = i % di bawah 100 x Modal yang diterima Contoh 19 Pinjaman sebesar Rp2.? Nilai diskonto untuk besarnya pinjaman M dengan suku bunga i%/tahun.00 dengan sistem diskonto 3%/bulan dan akan dikembalikan setelah 5 bulan.00 = 1.000.000 x 3% x 5 = Rp300.000.00 b.000.000..000 x 18 x 9 = Rp675.000. Diskonto: D = 1. Modal yang diterima = M – D = Rp2.000. Diskonto: D = M x i x t = 2.00 i = 18 %/tahun t = 9 bulan Mxix t a.000.000..

000.000.000.00 79 b.000 10.000.5 tahun.312.00 – Rp375. Jadi.000.000.000 x 30 x 45 = = Rp375.00 i = 30%/tahun t = 9 bulan Mxix t Diskonto: D = 36.500.00 100 − 21 21 = x Rp5.000. Diskonto: D = i% di bawah 100 x Mt 21 = x Rp5. Nilai diskonto b.5 tahun.365.000.500.000.00 Contoh 22 Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem diskonto 14%/tahun dan akan dikembalikan dalam waktu 1.625.00 = Rp6.135.00 – Rp675.000.365.000.00 i = 14 %/tahun t = 1.00 36.135.000.000. Tentukan: a. Nilai diskonto? b.135.BAB III Matematika Keuangan 107 b. i total = 14% x 1.000.000.00= Rp1.00 Contoh 21 Pinjaman sebesar Rp10.000.00.000.00 + Rp1.000.00 = Rp9.00 = Rp4. Jika Modal yang diterima peminjam di awal periode sebesar Rp5.000.00 Contoh 23 Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem diskonto 6%/cawu dan akan dikembalikan dalam waktu 10 bulan.000. Jika modal yang diterima peminjam di awal periode sebesar Rp5. Besarnya pinjaman yang harus dikembalikan saat jatuh tempo! Jawab: Mt = Rp 5.135.135.000.5 = 21% a. Tentukan: a. Besarnya pinjaman yang harus dikembalikan saat jatuh tempo! .325.00. Modal yang dibayar = Mt + D = Rp5.000 Modal yang diterima = M – D = Rp10.00 dengan sistem diskonto 30%/tahun dan akan dikembalikan setelah 45 hari.000. Modal yang diterima = M – D = Rp5. Tentukan modal yang diterima peminjam jika dianggap 1 tahun 360 hari? Jawab: M = Rp10.

500. Metode Perhitungan Bunga Tunggal Pada dasarnya perhitungan bunga tunggal dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus yang sudah dipelajari.500.000.500. Pembagi tetapnya No Jumlah pinjaman (M) Rp5.312.250. Metode pembagi tetap Metode ini digunakan jika suku bunga tunggal merupakan pembagi dari 360.000.00 Rp4.000.5% x 10 = 15% Diskonto: D = i% di bawah 100 x Mt 15 = x Rp 5. a). 1 tahun dianggap 360 hari.500.00 6). Modal yang dibayar = Mt + D = Rp 5. maka: = angka bunga dan Jika 100 i jumlah angka bunga angka bunga dan Jumlah bunga = B= pembagi tetap pembagi tetap Contoh 24 Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam “ X “ dengan suku bunga tunggal i = 9%/tahun dan 1 tahun dianggap 360 hari: Nama Nasabah 1 A 2 B 3 C 4 D 5 E Tentukanlah: a. Oleh karena itu perlu kiranya metode yang lebih efisien dalam perhitungan multi bunga tersebut. bagaimanakah caranya andaikan ada suatu koperasi simpan pinjam yang memiliki banyak nasabah dimana perhitungannya menggunakan sistem bunga tunggal.000. Jadi.00 85 b.000 i 100 360 100 Mxt 360 = pembagi tetap. suku bunga i%/tahun dan jangka waktu pengembalian t hari.500.00 Rp2.00 100 − 15 15 = x Rp 5.000.000.00 = Rp6.312. Namun.000.312. Bunga yang diperoleh setelah t hari: Mxixt Mxt i M x t 360 B= = .000.00 Rp6.00 = Rp937.000.00 Rp7.00 + Rp937.108 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jawab: Mt i t a. = Rp 5.00 Jangka waktu pengembalian (t) 45 hari 100 hari 80 hari 120 hari 25 hari .500.312.500.5 %/bulan = 10 bulan. Tentunya tidak efisien jika bunga yang diperoleh koperasi dari masing-masing nasabah dihitung satu persatu dengan menggunakan rumus di atas.500. i total = 1.00 = 6 % / cawu = 1. = : 36.

000.5%/bulan .00 2.000 17.00 Rp2.000.325.325.BAB III Matematika Keuangan 109 b.000. Bunga total yang diperoleh koperasi! Jawab: a.00 6.00 Rp4.00 Jangka waktu pengembalian (t) 50 hari 100 hari 60 hari 120 hari 90 hari Tentukanlah bunga total yang diperoleh koperasi Jawab: Suku bunga i = 11% diuraikan menjadi = 10% + 1% atau 9% + 2% Ditentukan dahulu jumlah angka bunga untuk i = 10%. Metode Persen yang Sebanding Metode ini digunakan jika suku bunga tunggal bukan merupakan pembagi dari 360.00 Rp8.000 Jumlah angka bunga = 17.875.000. Pembagi tetap = 360 360 = = 40 i 9 b. . 1 tahun dianggap 360 hari.000 7.000.500. perhatikan tabel di bawah ini: No 1 2 3 4 5 Rp Rp Rp Rp Rp M 5.500..500.125.500.000.00 t 45 hari 100 hari 80 hari 120 hari 25 hari jumlah Mxt 100 2.000 c.000 2.000.000.325.000.000.00 4.000.000..00 7.00 Rp2.000 = Rp433.000. suku bunga i%/tahun dan waktu pengembalian t hari.00 = 40 Silakan anda coba jika suku bunga tunggalnya 1.250.200.000. Untuk menentukan jumlah angka bunga.000. Jumlah angka bunganya c.! b.000.000.000 4. Jumlah bunga = jumlah angka bunga pembagi tetap 17.000.000 1. Contoh 25 Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam “ Z “ dengan suku bunga tunggal i = 11%/tahun dan 1 tahun diangap 360 hari: No 1 2 3 4 5 Nama Nasabah P Q R S T Jumlah pinjaman (M) Rp1.

sehingga tidak banyak suku bunga yang memberikan hasil bagi bulat terhadap 365.000.500.027.000.000 2. bunga total dari suku bunga 11% = Rp440. bunga 5% sehingga pembagi tetapnya = 5 Bunga yang diperoleh setelah t hari: Mxixt Mxt 5 Mxt 1 .78 Bunga yang sebanding dengan 1% = 10% Jadi.000.78 + Rp44.850.000.000 jumlah angka bunga Jumlah bunga = = = Rp440.277.027.700.000..000. No 1 2 3 4 5 Nama Nasabah P Q R S T Jumlah pinjaman (M) Rp5.500 100 365 100 73 angka bunga jumlah angka bunga B= dan Jumlah bunga = 73 73 Untuk menghitung suku bunga sisanya digunakan metode persen yang sebanding.500.500.000. Contoh 26 Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam “ T “ dengan suku bunga tunggal i = 6.000.000 2.00 Rp2.5% menjadi 6% dan 0.5%/tahun dan 1 tahun dianggap 365 hari.00 Rp4.000.000 2.00 Rp3.00 Rp4. maka biasanya diambil suku 365 = 73 .000.5% atau 5% dan 2.78 = Rp484.00 Rp7.000.305.000 360 360 = = 36 i 10 Jumlah angka bunga = 15.00 Rp6.277.000..! (petunjuk: uraikan 7.850.000 15.5% .850.78 = Rp44.000 15.00 Rp8. x B= = = 36.250.000.000.000.500.00 Rp2.110 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi No 1 2 3 4 5 M Rp1.000.277.000.000 8. Metode Persen yang Seukuran Metode ini digunakan jika 1 tahun dianggap 365 hari.5%) c).00 Jangka waktu pengembalian (t) 40 hari 80 hari 60 hari 100 hari 20 hari Tentukanlah bunga total yang diperoleh koperasi .56 Pembagi tetap = Silakan anda coba jika suku bunga tunggalnya 7.400.78 36 pembagi tetap 1% x Rp440.00 t 50 hari 100 hari 60 hari 120 hari 90 hari jumlah Mxt 100 500.

00 4. bunga total dari suku bunga 11% = Rp208. Contoh 27 Hanif menyimpan uang di bank sebesar Rp1.500..5% diuraikan menjadi = 5% + 1.00 3.219.800. maka bunga itu akan bersama-sama modal menjadi modal baru yang akan berbunga pada periode berikutnya.000.500.! 7). modal menjadi: M2 = M + B = Rp1. bunga yang diperoleh: B = suku bunga x modal = 10% x Rp1.000 15.000.00 t 40 hari 80 hari 60 hari 100 hari 20 hari jumlah Mx t 100 2.00 6.000. Bunga yang diperoleh nilainya menjadi lebih besar dari bunga pada periode sebelumnya. Proses bunga berbunga pada ilustrasi ini dinamakan Bunga Majemuk.75 10 Jadi.18 = Rp62. Jika bunga tidak pernah diambil dan dianggap tidak ada biaya administrasi bank.93 Silakan anda coba jika suku bunga tunggalnya 7.000.000. Tentukan jumlah bunga yang diperoleh Hanif setelah modal mengendap selama 3 tahun.000 900.000 15.000.000.200.000.00 7.200. bunga yang diperoleh tersebut tidak diambil.00 dan bank memberikan bunga 10%/tahun..000.00 .000.75 = Rp270.000.000.18 + Rp62.100.5% x Rp208.000 4.000 jumlah angka bunga Jumlah bunga = = Rp208.500.00 + Rp100.000.5% = 5% 3 = x Rp208.5% .684..18 Bunga yang sebanding dengan 1.219.000 365 365 = = 73 i 5 Jumlah angka bunga = 15.00 = Rp100.000.465.18 = pembagi tetap 73 1.000.BAB III Matematika Keuangan 111 Jawab: Suku bunga i = 6.465.000.200.000 4.00 Awal tahun ke dua.5% Ditentukan dahulu jumlah angka bunga untuk i = 5% No 1 2 3 4 5 Pembagi tetap = Rp Rp Rp Rp Rp M 5.000.000. Bunga Majemuk Jika X menyimpan uang di bank kemudian setiap akhir periode. Jawab: Akhir tahun pertama.000 3.000.00 = Rp1.219.219.

000.i = M(1 + i) 2 bulan modal menjadi = M1 + bunga M2 = M(1 + i) + M(1 + i).1/tahun n = 6 tahun Mn = M (1 + i )n = 5.00 i = 10%/tahun = 0.00 dibungakan dengan bunga majemuk 10%/tahun.000.100.00.00 + Rp110.000.771561 = 5.50 – Rp5.805.00 Bunga = Rp885.000.00 + Rp121.000.50 . 8).00 (1.000.857.000.000.000. maka modal akhir Mn: Mn = M(1 + i)n Contoh 28 Modal sebesar Rp5.000.100. maka pada n bulan modal menjadi: Mn = M(1 + i)n.00 Jumlah bunga yang diperoleh setelah mengendap tiga tahun: = Rp100.000.000. bunga yang diperoleh: B3 = i x M3 = 10% x Rp1.1)6 Menentukan nilai (1.000.00 (1 + 0.000.780. maka setelah: 1 bulan modal menjadi = M + bunga M1 = M + M.000.000.000.780. Jadi.771561 = Rp8.00 = Rp1.00 = Rp121.000.000. dapat disimpulkan jika suatu modal M dibungakan dengan bunga majemuk i%/periode selama n periode.000. Nilai Akhir Bunga Majemuk Suatu modal M dengan bunga i%/bulan.00 = Rp110. modal menjadi: M3 = M2 + B2 = Rp1.210.000.210.1)6 = 5.000 x 1. Tentukan modal akhir dan bunga yang diperoleh setelah 6 tahun! Jawab: M = Rp5.1)6 dengan kalkulator scientific sebagai berikut: diperoleh 1.00 Awal tahun ketiga.112 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Akhir tahun kedua.00 = Rp331.000.00 Akhir tahun ketiga.00 + Rp110. bunga yang diperoleh: B2 = i x M2 = 10% x Rp1.00 = Rp385.i = M(1 + i)(1 + i) = M(1 + i)2 3 bulan modal menjadi = M2 + bunga M3 = M(1 + i)2 + M(1 + i)2 i = M(1 + i)2(1 + i) = M(1 + i)3 Dari pola uraian di atas.

000.05/semester n = 5 tahun = 10 semester Mn = M(1 + i)n = 2.48024429 = 1.04 n 3.000.00 i = 4%/semester = 0.257.26 Contoh 31 Modal sebesar Rp3.00 (1+0.00 dibungakan dengan bunga majemuk 4%/triwulan selama 3 tahun 9 bulan.789.000.04 log 1.04 n log 1.500.BAB III Matematika Keuangan 113 Contoh 29 Modal sebesar Rp2.00 x (1+ 0.00 x 1.000. log 1.04/triwulan n = 3 tahun 9 bulan = 15 triwulan Mn = = = = = M(1 + i) n 1.500.440.000.0510 = 2.04)15 1.000.000.800943506 Rp2.000.500.000.48024429 = n.000 di logaritmakan dengan bilangan pokok 10 1.500.000.87? Jawab: M = Rp3.00 x 1.415.000.0415 dengan tabel maupun kalkulator diperoleh: 1.440.000 x 1.732.000.732.440.000.000. Tentukan modal akhir! Jawab: M = Rp1.000.04/semester Mn = Rp4.0510 dari daftar II pada lampiran buku ini diperoleh dengan cara melihat nilai pada daftar baris 10 dan kolom 5%).00 (1 + 0.701.87 = 1.732.440.87 Mn = M(1 + i)n 4.000.04)n 4.000. Tentukan modal akhir! Jawab: M = Rp2.000.48024429 n = = 10 semester = 5 tahun log 1.25 dengan Daftar II maupun kalkulator diperoleh: (Menentukan nilai 1.00 i = 5%/semester = 0.000.000.00 i = 4% / triwulan = 0.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 5%/semester selama 5 tahun.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 4%/semester.732.04 .87 = 3. setelah berapa tahun modal akhir menjadi = Rp4. Contoh 30 Modal sebesar Rp1.05)10 = 2.00 x 1.500.628894627 = Rp3.000.

maka cara menentukan nilai (1 + i)n dapat dilakukan dengan beberapa cara.000.000. langkahnya sebagai berikut: klik: (1 + i ) = 1.000 1. antara lain: • Dengan menggunakan kalkulator yang dilengkapi dengan tombol xy • Sisa masa bunga yang belum dihitung.02 = 2 % Jadi. Tapi jika tidak menggunakan kursor.00 n = 2 tahun = 24 bulan Mn = Rp4. Tentukan suku bunganya! Jawab: M = Rp2.000.500.500. Jika disederhanakan dalam rumus adalah sebagai berikut: Mn = M(1 + i)n (1 + p.000.00 dibungakan dengan bunga majemuk tiap bulan.02 i = 1.000.500.500. Nilai Akhir Bunga Majemuk Dengan Masa Bunga Pecahan Jangka waktu proses berbunganya suatu modal tidak hanya merupakan bilangan bulat.500.021.i) Dengan p masa bunga pecahan Terdapat perbedaan sedikit modal akhir yang diperoleh dari dua cara di atas. suku bunganya = 2 %/bulan. 9).02 – 1 = 0.12 Mn = M (1 + i)n 4.093. Tentukanlah modal akhir setelah berbunga selama 5.093.021. Setelah 2 tahun modal menjadi Rp4.608437249 = (1 + i)24 (1 + i ) = 24 1.75 bulan! Jawab: M = Rp4.093. digunakan untuk menghitung bunga berdasarkan bunga tunggal dari nilai akhir masa bunga yang bulat.093.12 = 2.12.75 bulan .00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 3%/bulan.021. Contoh 33 Modal sebesar Rp4.608437249 Untuk menentukan (1 + i) gunakan kalkulator Scientific dengan langkah: Klik: Jika kalkulator yang menggunakan kursor.00 i = 3%/bulan = 0.03/bulan n = 5.500.12 = (1 + i)24 2.021.114 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Contoh 32 Pinjaman sebesar Rp2.00 x (1 + i)24 4. Jika jangka waktu bukan merupakan bilangan bulat.

..i) 4..00 ( 1 + 0...........12) Mn = 5...00 x ............................x 1.. Cara 2 dan 3 menghasilkan nilai yang sama....000.75 x 0.... Dapat juga diselesaikan dengan menggunakan rumus langsung.000......500.000...........75...000.... yaitu: Mn = M(1 + i)n Mn = 4............03) Mn = 5....................03 x Mn = .... x . Mn = ............ Makhir = Mn + Bpecahan Makhir = ....12/ tahun n = 6 tahun 3 bulan = 6 3 tahun = 6.......... Jawab: M = Rp5.......12)6 (1......12)6 (1 + 0...25 x 0....000.0225 . yaitu: Mn = Mn = Mn = Mn = Mn = M(1 + i)n (1 + p............00 (1.BAB III Matematika Keuangan 115 Dengan menggunakan kalkulator: Mn = M(1 + i)n Mn = 4.00 (1 + 0......75: Dihitung dahulu untuk n = 5......500............ = ...... Dengan menggunakan cara kedua untuk n = 5 dan p = 0....000......000.500.000.000... namun berbeda dengan cara 1.00 (1...03)5. + .......03)5 (1 + 0....03)5.. .500.........03)5 Mn = 4... Untuk menghitung bunga p = 0..............000............000.....000.. Contoh 34 Modal sebesar Rp5..00 x .000 x ..75 Mn = 4......00 (1..03)5 Mn = 4.... Makhir = ........03)5.00 i = 12%/tahun = 0.000.75 Menentukan nilai (1.. yaitu: Bpecahan = 0...........000...75 Mn =4....i) Mn = 5.......03) 4...000.75 x 0.500..........0225) 4..25 tahun 12 Diselesaikan dengan menggunakan rumus langsung......00(1 + 0....... Tentukanlah modal akhir setelah berbunga selama 6 tahun 3 bulan............. yaitu: Mn = M(1 + i)n (1 + p..500........03)5 (1...000..000............500.....000...... = ....00 ( 1 + 0.00(1.......00 x ....500...........500..00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 10%/tahun...

15/tahun n = 12 tahun M = = = Mn (1 + i) n 13.375.375. Nilai Tunai Bunga Majemuk Apabila n periode seseorang harus melunasi pinjamannya sebesar M dengan perhitungan suku bunga i%/periode dan ternyata orang tersebut mampu untuk melunasi hutangnya sekarang.26! Jawab: Mn = Rp13375625.375.375.26 (1 + 0.26 = = Rp2.804.625.625.00 5.24 i = 8%/kwartal = 0.804 .08/kwartal n = 4 tahun 9 bulan = 19 kwartal M Nt = (1 + i) n 17. Dari rumus nilai akhir bunga majemuk: Mn = M(1 + i)n dapat di ubah menjadi: Mn .26 1.26 i = 15%/tahun = 0.000. dengan M = modal mula-mula atau sering disebut nilai tunai dan Mn = M= (1 + i) n modal setelah n jangka waktu selanjutnya ditulis dengan M.804. Jadi.500.262.1512 13.625.350250105 Contoh 36 Tentukan modal mula-mula (Nilai Tunai dari suatu modal) jika nilai akhir modal sebesar Rp17.262.24 = (1 + 0.262.116 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 10). rumus nilai tunai adalah: M Nt = atau Nt = M(1 + i)–n (1 + i) n Contoh 35 Tentukan modal mula-mula jika suatu modal setelah dibungakan dengan bunga majemuk sebesar 15%/tahun selama 12 tahun modal menjadi Rp13.15)12 13.24 setelah dibungakan selama 4 tahun 9 bulan dengan suku bunga 8%/kwartal! Jawab: M = Rp17.08)19 (1 tahun = 4 kwartal) .625. maka dikatakan orang tersebut membayar dengan tunai.

.000.607.621721487 = Rp3.02)-24 = 5.08)19 17262804 .000.00 x 0.i) Terdapat perbedaan sedikit modal akhir yang diperoleh dari dua cara di atas.000. maka cara menentukan nilai (1 + i)–n dapat dilakukan dengan beberapa cara.00 (1 + 2%) -24 dengan daftar III. kolom 2% baris 24 diperoleh: = 5.000.608437249 = Rp3.24 Contoh 37 Tentukan nilai tunai dari suatu modal Rp5.000.02 bulan n = 2 tahun = 24 bulan Nt = M(1 + i)-n = 5.000.108.000.00 = 4 .44 Dengan menggunakan daftar: Nt = M(1 + i)-n = 5.00 (1+0.44 Atau dengan rumus: M Nt = (1 + i)n 5. antara lain: • Menggunakan kalkulator yang dilengkapi dengan tombol xy M dengan p = suku bunga pecahan.00 i = 2%/ bulan = 0.607. Nilai Tunai Bunga Majemuk Dengan Masa Bunga Pecahan Jika jangka waktu (n) bukan merupakan bilangan bulat.00 yang dibungakan dengan bunga majemuk 2%/bulan selama 2 tahun! Jawab: M = Rp5.000.000.44 diperoleh: 11).000.00 x 1.000.000.262.02) 24 5. • Menggunakan rumus : Nt = n (1 + i) (1 + p.000 = 1.000.00 x 0.108.BAB III Matematika Keuangan 117 (1.000.000 = (1 + 0.607.804 .000.02-24 menggunakan kalkulator Scientific dengan langkah = 5.000.621721487 = Rp3.000.000.108.24 = Rp4.315701059 = 17.

00 (1 + 0. Contoh 39 Modal setelah dibungakan selama 4 tahun 9 bulan dengan suku bunga majemuk 10%/tahun menjadi Rp6...5 Nt = 3.5 bulan..5 n (1 + i) (1 + p...00.......00 Nt = (1 + 0......75 tahun n = 4 Tahun 9 bulan = 4 12 Dengan menggunakan kalkulator scientific: Nt = M(1 + i)–n Nt = 6........000.194052297 x 1.00 i = 10%/tahun = 0.015 3..1) 6.500...75 Nt = 6...5 bulan Dengan menggunakan kalkulator Scientific: Nt = M(1 + i)–n Nt = 3.......00 Nt = 1..000... = ...03)6..1)4..00 i = 3%/bulan = 0.500...00 Nt = (1 + 0..500.500.500.......000..500.500.03/bulan n = 6.1/tahun 9 tahun = 4.........500. Nt = .500. = .500...75 Nt = 6..03)6.000..5 x 0. x 1.000......075) 6. Modal menjadi Rp3....075 .000.000.75 x 0.....500....00 = .000 (1....00 Nt = (1.............500.500........118 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Contoh 38 Tentukanlah nilai tunai setelah berbunga selama 6...03) 6 (1.000 (1 + 0... Tentukanlah nilai tunai modal! Jawab: M = Rp6.000..000... Nt = ...500..000....5 Nt = 3.........000 x ..1) 4 (1...500.....500....000..00 jika dibungakan dengan suku bunga majemuk 3%/bulan! Jawab: M = Rp3.00 (1..00 x .......000...03) 6 (1 + 0.....i) 6.......000...1)4.. M Dengan menggunakan rumus: Nt = dengan n = 4 dan p = 0...00 Nt = (1..75 (1 + i) n (1 + p.015) 3.500...00 = .03) 3................ M Dengan menggunakan rumus: Nt = dengan n = 6 dan p = 0.000.....1) 4 (1 + 0.i) 3.

Mxixt ¾ Akan di bayar t tahun yang akan datang: D = 100 . Persen di bawah seratus digunakan jika nilai yang diketahui lebih kecil dari nilai mula-mula. maka berlaku: Mxix t ¾ Setelah t tahun besarnya bunga: B = 100 Mxixt ¾ Setelah t bulan besarnya bunga: B = 1.000 Mxix t ¾ Setelah t hari besarnya bunga: B = .500 Mxix t . Misalkan % laba dengan harga jual. Persen di bawah seratus adalah bentuk pecahan yang jumlah antara penyebut dan pembilangnya sama dengan seratus. Secara umum ditulis: p p% di atas seratus = 100 + p 3. Bagaimanakah jika diskonto i%/bulan dan akan dikembalikan. % diskon dengan harga setelah diskon dan lain-lain.600 7. untuk 1 tahun = 366 hari ¾ Setelah t hari besarnya bunga: B = 36. Nilai diskonto untuk besarnya pinjaman M dengan suku bunga i%/tahun. Persen di atas seratus digunakan jika nilai yang diketahui lebih besar dari nilai mula-mula. 8. Misalkan % rugi dengan harga jual. 5. Rangkuman 1. untuk 1 tahun = 360 hari 36. % bonus dengan harga setelah bonus. Suku bunga = bunga x 100% pinjaman mula − mula 2.BAB III Matematika Keuangan 119 c. Secara umum ditulis: p p% di bawah seratus = 100 − p 4. % bunga dengan modal setelah bunga dan lain-lain.200 Mxix t ¾ Setelah t hari besarnya bunga: B = . Jika pinjaman M dengan diskonto i%/bulan dan akan dikembalikan setelah t bulan. Persen di atas seratus adalah bentuk pecahan yang selisih antara penyebut dan pembilangnya sama dengan seratus. maka: ¾ Diskonto : D = M x i x t ¾ besarnya modal yang diterima di awal pinjaman : Mt = M – M x i x t Rumus di atas berlaku juga untuk diskonto i%/tahun dan akan dikembalikan setelah t tahun. Bunga = suku bunga tiap periode x banyaknya periode x modal 6. untuk 1 tahun = 365 hari 36. Jika suatu modal M dibungakan dengan suku bunga tunggal i% tiap tahun.

Diskonto juga dapat dicari dengan rumus: D = i % di bawah 100 x Modal yang diterima 10. suku bunga i%/tahun dan jangka waktu pengembalian t hari. 1 tahun dianggap 360 hari. Metode persen yang sebanding Metode ini digunakan jika suku bunga tunggal bukan merupakan pembagi dari 360. (1 tahun = 360 hari) 36. maka: 100 i angka bunga jumlah angka bunga dan Jumlah bunga = B= pembagi tetap pembagi tetap Jika b. Jika suatu modal M dibungakan dengan bunga majemuk i%/periode selama n periode. c.200 Mxix t ¾ Akan di bayar t hari yang akan datang: D = .i) n dengan p = suku bunga pecahan . maka modal akhir Mn: Mn = M(1 + i)n 12. Rumus nilai tunai bunga majemuk dengan masa bunga pecahan Nt = M (1 + i) (1 + p. Metode menentukan bunga tunggal: a. Mxt 360 = angka bunga dan = pembagi tetap. Pembagi tetapnya = 73 angka bunga jumlah angka bunga dan Jumlah bunga = B= 73 73 11. Metode pembagi tetap Metode ini digunakan jika suku bunga tunggal merupakan pembagi dari 360. Metode persen yang seukuran Metode ini digunakan jika 1 tahun = 365 hari.120 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Mxixt 1. Suku bunga i%/tahun dan jangka waktu pengembalian t hari.000 ¾ Akan di bayar t bulan yang akan datang : D = 9. Rumus nilai tunai bunga majemuk adalah: M Nt = atau Nt = M(1 + i)–n (1 + i) n 14. Rumus nilai akhir bunga majemuk dengan masa bunga pecahan: Mn = M(1 + i)n (1 + p.i) Dengan p masa bunga pecahan 13. 1 tahun dianggap 360 hari.

16% di atas 100 3.00 b.5% di atas 100 b.000 dibungakan dengan suku bunga tunggal 1.00. Tentukan bunga yang diperoleh dan modal setelah dibungakan! 8.75%/bulan selama 1 tahun 2 bulan dan 24 hari (jika dianggap 1 tahun =360 hari).250. 2. 2.00. 25% di bawah 100 4.00 d. Modal akhir! 10.000.5% dari Rp300. 5% di bawah 100 b.990.00.00. Modal sebesar Rp360.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 5 tahun dengan suku bunga 15%/tahun. 33% di bawah 100 dari 201 6. 25 % di bawah 100 5. 27% di atas 100 b.400. 12. Suatu modal sebesar Rp2.600.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 2 tahun 5 bulan. Ubahlah menjadi persen dan persen di atas 100: a. Setelah berapa bulan modal itu dibungakan? .5%/cawu. Bunga yang diperoleh! b.00 dibungakan dengan bunga tunggal 0. Ubahlah menjadi pecahan yang paling sederhana: c. Tentukan nilainya: a.250.5%/bulan.00.500. Harga barang setelah dikenai pajak 23% adalah Rp553.000.400. Harga bensin disubsidi oleh pemerintah sebesar 9% dan harganya per liter menjadi Rp4. 30% di bawah 100 d. ternyata modal menjadi Rp516. 3% di bawah 100 dari Rp630. 18% di bawah 100 2. 12. Ubahlah menjadi persen dan persen di bawah 100: a. dengan suku bunga 4. Harga jual suatu barang setelah rugi sebesar 24% adalah Rp638.750. Harga jual suatu barang setelah untung sebesar 13% adalah Rp706. Tentukanlah besar pajak dan harga sebelum pajak! d. Tentukanlah besar diskon dan harga sebelum diskon! b.000.000. Selesaikan : a. Bunga yg diperoleh! b. Tentukan: a. Ubahlah menjadi persen: a. Tentukanlah besar pajak dan harga sebelum pajak! f.000.BAB III Matematika Keuangan 121 1.600.5% di atas 100 b.5% di atas 100 dari Rp51. Harga barang setelah diskon 17% adalah Rp43.500. Modal akhir! 9. Modal sebesar Rp4. 2. Tentukanlah besarnya subsidi perliter dan harga sebelum subsidi! 7.00 c.5% a. Tentukan: a.550.00 Tentukanlah besarnya rugi dan harga belinya! e. Harga barang setelah dikenai pajak 28% adalah Rp806. Tentukanlah besarnya untung dan harga belinya! c. Pinjaman Rp6.

200.00 setelah dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 10 bulan menjadi Rp5.000.000.600.000.000.400. Pinjaman sebesar Rp3. Pinjaman sebesar Rp3. Tentukan suku bunganya tiap tahun dan tiap triwulan! 23.500. Tentukan bunga yang diperoleh dan modal mula-mula! .000.000.00. Suatu pinjaman sebesar Rp2.00. Setelah berapa bulan modal itu dibungakan! 17. 1 bulan dan 20 hari (1 tahun = 360 hari).000. Modal Rp 4.832. Pinjaman sebesar Rp4.000.00.634. Pinjaman sebesar Rp2. dengan suku bunga 1%/bulan.00 setelah dibungakan dengan bunga tunggal selama 2 tahun 7 bulan menjadi Rp 4.000. Setelah berapa bulan bunga tersebut dibungakan? 24.000.00 setelah dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 8 bulan menjadi Rp1. Tentukanlah bunga yang diperoleh? 20.000.00. Tentukanlah suku bunganya tiap triwulan? 16. dengan suku bunga 2%/bulan. 2 bulan dan 18 hari (1 tahun = 360 hari) dengan suku bunga 6%/cawu.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 0.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 8 bulan 10 hari (1 tahun = 360 hari) dengan suku bunga 6%/cawu. Modal sebesar Rp800.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 7 bulan.000. Modal sebesar Rp4.00 dibungakan dengan bunga tunggal 2 tahun.00? 22.120.000.000. Tentukan suku bunganya tiap semester? 21.400.000.500.800. Tentukan bunga yang diperoleh! 14. Tentukan bunga yang diperoleh! 19. Pinjaman sebesar Rp1.106. Modal sebesar Rp2.00.000.000.5 %/bulan.00 dibungakan dengan bunga tunggal 3 tahun.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 3 tahun 2 bulan dengan suku bunga 6%/semester.060.000. Pinjaman sebesar Rp2.000.500. Suatu modal setelah dibungakan dengan bunga tunggal 11%/tahun selama 2 tahun modal tersebut menjadi Rp6. ternyata modal tersebut menjadi Rp2.762. Modal Rp2.500.122 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 11. Suatu pinjaman sebesar Rp4.000. 5 bulan dan 10 hari (1 tahun = 360 hari).000. Setelah berapa bulan modal itu menjadi Rp2. Tentukan bunga yang diperoleh! 18.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 7 bulan dengan suku bunga 3%/triwulan .5%/semester.00. Tentukanlah bunga yang diperoleh! 12. Ternyata bunga yang diperoleh Rp570. tentukanlah bunga yang diperoleh! 15.00. ternyata modal menjadi Rp3. Tentukanlah suku bunganya tiap semester! 13.500.930.000.00 dibungakan dengan bunga tunggal 1 tahun.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 4.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 5 %/ semester.000.

Tentukan nilai diskonto dan besarnya pinjaman yang harus dikembalikan saat jatuh tempo! 29. Nilai diskontonya b.000.5%/bulan dan akan dikembalikan setelah 7 bulan. Tentukan modal yang diterima peminjam jika dianggap 1 tahun = 360 hari! 28.500. Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam “ Sejahtera “ dengan suku bunga tunggal i = 12%/tahun dan 1 tahun dianggap 360 hari: Nama No Jumlah pinjaman (M) Jangka waktu pengembalian (t) Nasabah 1 Arif Rp7.5%/kwartal dan akan dikembalikan dalam waktu 14 bulan.00 80 hari 5 Titin Rp2. Pinjaman sebesar Rp8. Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem diskonto 4.000.500. Modal yang diterima peminjam! 27.000.000.000. Pinjaman sebesar Rp4.00.00 90 hari 3 Risma Rp4.000.500.000.000.000. Jika Modal yang diterima peminjam di awal periode sebesar Rp4.000.00 70 hari Tentukanlah: a. Modal yang diterima peminjam! 26.00 150 hari Dengan menggunakan persen yang sebanding.00 45 hari 2 Qalam Rp1.500.00 dengan sistem diskonto 15%/tahun dan akan dikembalikan setelah 7 bulan.500.00 150 hari 5 Endang Rp5.00 dengan sistem diskonto 18 %/tahun dan akan dikembalikan setelah 2 bulan 10 hari.182.500.600.00.000.000.000.000.500. Tentukan: a.500.00 120 hari 3 Cecep Rp8.250.00 50 hari 2 Budiman Rp4. Tentukan: a. Jika Modal yang diterima peminjam di awal periode sebesar Rp734. Pembagi tetap dan jumlah angka bunganya b.700.00 40 hari 4 Dwi Rp2.000.BAB III Matematika Keuangan 123 25.500.00 90 hari 6 Upik Rp1.00 60 hari 4 Syukur Rp3. Tentukan bunga total yang diperoleh koperasi! . Tentukan besarnya pinjaman yang harus dikembalikan saat jatuh tempo! 30. Nilai diskontonya b. Bunga total yang diperoleh koperasi! 31.750.5%/tahun dan akan dikembalikan dalam waktu 3 tahun. Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi Mutiara dengan suku bunga tunggal i = 13 % / tahun dan 1 tahun diangap 360 hari: Nama Jumlah pinjaman (M) Jangka waktu pengembalian (t) No Nasabah 1 Puput Rp2.000. Pinjaman sebesar Rp1. Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem diskonto 6.800.00 dengan sistem diskonto 1.

000.000.5 tahun modal menjadi Rp3. Tentukan suku bunganya! 39.233. Modal sebesar Rp3.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 6%/triwulan selama 3.000.00 dibungakan dengan bunga majemuk 12%/tahun. Tentukan modal akhir dan bunga yang diperoleh setelah 8 tahun! 34. setelah berapa triwulan modal akhir menjadi = Rp7.800.250.985.000.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 1. Tentukanlah modal akhir setelah berbunga selama 6.00 dibungakan dengan bunga 4%/caturwulan selama 5 tahun 4 bulan. Tentukan modal akhir! 35.500. Modal sebesar Rp4.000.00 dibungakan dengan bunga majemuk tiap semester.00 75 hari 3 Mira Rp3.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 2. Tentukan nilai tunai dari modal sebesar Rp1.124 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 32.5 tahun.000.000.25 bulan! 40.500.00 yang dibungakan dengan bunga majemuk 2.08.00 90 hari 5 Ophi Rp1.5%/bulan.5%/tahun selama 12 tahun modal menjadi Rp5.41? 37.000. Modal sebesar Rp5.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 5%/semester. Tentukan nilai tunai dari suatu modal Rp800.75%/bulan selama 8.5%/tahun dan 1 tahun dianggap 365 hari.000.00 50 hari 4 Nunik Rp2.000.800.959.99? 38.500.468. Modal sebesar Rp4.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 2.000.094.00 150 hari Tentukan bunga total yang diperoleh koperasi dengan mengunakan persen yang seukuran! 33. Tentukanlah nilai tunai dari modal sebesar Rp8.86.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 7%/tahun setelah berbunga selama 3 tahun 8 bulan! .500.000.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 12%/tahun.000.273.500.00 80 hari 6 Puspita Rp7.22! 42. setelah dibungakan selama 2 tahun 8 bulan dengan suku bunga 4.800. Tentukan modal akhir! majemuk 36.650.00 40 hari 2 Lina Rp4. Modal sebesar Rp7.000. Tentukanlah modal akhir setelah berbunga selama 5 tahun 8 bulan! 41.342. setelah berapa tahun modal akhir menjadi = Rp7.000.500.000. Tentukan modal mula-mula jika suatu modal setelah dibungakan dengan bunga majemuk 11.538.000. Modal Rp2. Modal sebesar Rp5.464.5 bulan! 45.500. Tentukan modal mula-mula (Nilai Tunai dari suatu modal) jika nilai akhir modal sebesar Rp8. Di bawah ini adalah tabel dari nasabah Koperasi ”Maju Bersama” dengan suku bunga tunggal i = 7. Nama Jumlah pinjaman (M) Jangka waktu pengembalian (t) No Nasabah 1 Kunti Rp2.5%/bulan selama 10 bulan! 44.500.800.400.5%/triwulan. Setelah 4.5%/caturwulan! 43. Pinjaman Rp2.000.040.

sehingga angsuran terakhir sudah mengalami pembungaan satu periode. Nilai Akhir Rente Pra numerando Rente Pra numerando adalah rente yang dibayarkan di awal periode. maka proses pembungannya perhatikan skema di bawah ini: . Setelah sekian bulan anda akan menghitung jumlah tabungan yang telah tersimpan. yaitu: a. ¾ Rente yang ditangguhkan adalah rente yang pembayaran pertamanya ditangguhkan beberapa periode. dibutuhkan ilmu tentang Rente. Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini. Rente a. Pengertian dan macam-macam Rente Andaikan anda menyimpan sejumlah uangnya setiap awal bulan di bank dengan jumlah yang sama.2. dapatkah anda menghitung jumlah keseluruhan simpanan uang anda? Untuk menghitung jumlah tabungan dari ilustrasi di atas. 2). Rente berdasarkan langsung tidaknya pembayaran pertama terdiri dari: ¾ Rente langsung adalah rente yang pembayaran pertamanya langsung sesuai perjanjian. c. Rente adalah sederatan modal atau angsuran yang dibayarkan atau diterima pada setiap jangka waktu tertentu yang tetap besarnya. Andaikan bank tidak membebani biaya administrasi. Misalkan modal yang dibayarkan adalah M dengan bunga i%/periode selama n periode. ¾ Rente Post Numerando adalah rente yang dibayarkan atau diterima di akhir periode. ¾ Rente kekal adalah rente yang jumlah angsurannya tidak terbatas.BAB III Matematika Keuangan 125 B. Rente berdasarkan saat pembayaran angsuran terdiri dari: ¾ Rente Pra numerando adalah rente yang dibayarkan atau diterima di awal periode. Pada hakikatnya ada tiga macam rente. anda dapat: ¾ Menjelaskan pengertian dan macam-macam Rente ¾ Menghitung Nilai Akhir Rente Pra numerando ¾ Menghitung Nilai Akhir Rente Post Numerando ¾ Menghitung Nilai Tunai Rente Pra numerando ¾ Menghitung Nilai Tunai Rente Post Numerando ¾ Menghitung Nilai Tunai Rente Kekal b. Rente berdasarkan banyaknya angsuran terdiri dari: ¾ Rente terbatas adalah rente yang jumlah angsurannya terbatas. Uraian Materi 1). b. dan bank memberikan bunga terhadap simpanan anda.

∑ (1 + i) k =1 k Na = M x Daftar Nilai akhir rente Keterangan: ¾ Daftar nilai akhir rente adalah daftar V dan VI pada lampiran buku ini ¾ Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-n . + M(1 + i)n – 2 + M(1 + i)n – 1 + M(1 + i)n Na = M[(1 + i) + (1 + i)2 + . . yaitu: Na = M(1 + i) + M(1 + i)2 + . . . . .126 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jika Nilai akhir Rente Pra numerando dilambangkan dengan Na. sehingga: rasio r = M(1 + i) a(r n − 1) r −1 M(1 + i)((1 + i) n − 1) M(1 + i)((1 + i) n − 1) = = (1 + i) − 1 i Nilai akhir rente Pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M(1 + i)((1 + i) n − 1) Na = i Na = Dengan menggunakan tabel: Na = M(1 + i) + M(1 + i)2 + . + (1 + i)n – 2 + (1 + i)n – 1 + (1 + i)n] n Na = M. . dari skema di atas diperoleh suatu deret. + M(1 + i)n – 2 + M(1 + i)n – 1 + M(1 + i)n Ternyata deret di atas adalah deret geometri dengan suku pertama a = M(1 + i) dan M(1 + i) 2 = (1 + i).

BAB III Matematika Keuangan

127

Contoh 40 Setiap awal tahun Nisa menyimpan uang di Bank ABC sebesar Rp1.000.000,00. Jika bank memberikan bunga 6%/tahun, tentukan uang Nisa setelah menabung 20 tahun!

Jawab: M = Rp1.000.000.00 i = 6% / tahun = 0.06/tahun n = 20 tahun
Na M(1 + i)[(1 + i) n − 1] i 1.000.000(1 + 0,06)[(1 + 0,06) 20 − 1] = 0,06 = = 1.060.000 x (1,06 20 − 1) 0,06 1.060.000 x 2,207135472 = = Rp38.992.726,68 0,06

Dengan Daftar : Na = Modal x Tabel VI kolom 6% dan baris 20 = Rp1.000.000 x 38,99272668 = Rp38.992.726,68
Contoh 41 Seorang karyawan setiap awal bulan menyimpan uang di bank sebesar Rp500.000,00. Bank memberikan bunga 1,5%/bulan selama 2 tahun. Tentukan simpanan karyawan selama 2 tahun!

Jawab: M = Rp 500.000,00 i =1,5%/bulan = 0,015/bulan n = 2 tahun = 24 bulan
Na = M(1 + i)[(1 + i)n − 1] i 500.000,00 x (1 + 0,015)[(1 + 0,015) 24 − 1] = 0,015 =

507.500,00 x (1,01524 − 1) 0,015 507.500,00 x 0,429502811 = Rp14.531.511,80 = 0,015 Dengan daftar : Na = Modal x daftar V baris 24 dan kolom 1.5% = Rp500.000.00 x ................... = Rp14.531.511,80

128

Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi

3). Nilai Akhir Rente Post Numerando
Rente Post Numerando adalah rente yang dibayarkan di akhir periode, sehingga angsuran terakhirnya tidak mengalami pembungaan. Misalkan modal yang dibayarkan adalah M dengan bunga i%/periode selama n periode, maka proses pembungaannya perhatikan skema di bawah ini:

Jika Nilai akhir Rente Post Numerando dilambangkan dengan Na, dari skema di atas diperoleh suatu deret, yaitu: Na = M + M(1 + i) + M(1 + i)2 . . . + M(1 + i)n – 3 + M(1 + i)n – 2 + M(1 + i)n – 1 Ternyata deret di atas adalah deret geometri dengan suku pertama a = M dan rasio r M(1 + i) = = (1 + i), sehingga: M a(r n − 1) Na = r −1 M((1 + i)n − 1) M((1 + i)n − 1) = = i (1 + i) − 1 Nilai akhir rente Post Numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M((1 + i)n − 1) Na = i Dengan menggunakan tabel: Na = M + M(1 + i) + M(1 + i)2 . . . + M(1 + i)n – 3 + M(1 + i)n – 2 + M(1 + i)n – 1 Na = M + M[(1 + i) + (1 + i)2 . . . + (1 + i)n – 3 + (1 + i)n – 2 + (1 + i)n – 1 ]
n −1

Na = M + M.

∑ (1 + i)
k =1

k

Na = M + M x Daftar Nilai akhir rente

BAB III Matematika Keuangan

129

Keterangan: ¾ Daftar nilai akhir rente adalah daftar V dan VI pada lampiran buku ini. ¾ Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-(n – 1).
Contoh 42 Setiap akhir tahun Ayah menyimpan uangnya di bank ABC sebesar Rp800.000,00 selama 25 tahun. Jika bank memberikan bunga 5%/tahun, tentukan jumlah simpanan total Ayah!

Jawab: M = Rp800.000,00 i = 5%/tahun = 0,05/tahun n = 25 tahun
Na = M((1 + i)n − 1) i 800.000,00 x (1 + 0,05) 25 − 1) = 0,05 800.000,00 x (1,0525 − 1) 0,05 800.000,00 x 2,386354941 = = Rp38.181.678,05 0,05 = Dengan Na = = = = daftar: M + M x Daftar V kolom 5% dan baris ke-(25 – 1) = baris ke-24 800.000.00 + 800.000,00 x 46,72709882 800.000.00 + 37.381.679,06 Rp38.181.679,06

Contoh 43 Setiap akhir bulan Yenny menyimpan uang di bank Rp500.000,00 selam 2 tahun. Jika bank memberikan suku bunga 1.5%/bulan, tentukan simpanan total Yenny di bank tersebut!

Jawab: M = Rp500.000,00 i = 1,5% / bulan = 0,015 bulan n = 2 tahun = 24 bulan M((1 + i)n − 1) Na = i 500.000,00 x ((1 + 0,015) 24 − 1) = 0,015 500.000,00 x ((1,015) 24 − 1) = 0,015 500.000,00 x 0,429502811 = = Rp14.316.760,40 0,015

130

Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi

Dengan daftar: Na = M + M x Daftar V kolom 1.5% dan baris ke-(24 – 1) = baris ke-23 = 500.000,00 + 500.000,00 x 27,63352080 = Rp 14.316.760,40

4). Nilai Tunai Rente Pra Numerando
Nilai tunai rente Pra numerando adalah jumlah semua nilai tunai angsuran yang dihitung pada awal masa bunga yang pertama. Nilai tunai angsuran pertama adalah nilai angsuran itu sendiri, yaitu M:

Jika Nilai tunai Rente Pra numerando dilambangkan dengan Nt, dari skema di atas. diperoleh suatu deret, yaitu: Nt = M + M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 . . . + M(1 + i)n–3 + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 Deret di atas adalah deret geometri dengan suku pertama a = M dan rasio M(1 + i) −1 r= = (1 + i) –1 < 1, sehingga: M a(1 − r n ) Nt = 1−r M(1 − (1 + i) −n ) (1 + i) = x (1 + i) 1 − (1 + i) −1 M(1 + i)(1 − (1 + i) −n ) M(1 + i)(1 − (1 + i) −n ) = (1 + i) − 1 i Nilai tunai rente Pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% selama n periode adalah: M(1 + i)(1 − (1 + i) −n ) Nt = i =

BAB III Matematika Keuangan

131

Dengan menggunakan daftar: Nt = M + M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 . . . + M(1 + i)n–3 + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 Nt = M + M[(1 + i)–1 + (1 + i)–2 . . . + (1 + i)n–3 + (1 + i)n–2 + (1 + i)n–1 ]
n −1

Nt = M + M.

∑ (1 + i)
k =1

−k

Nt = M + M x Daftar Nilai tunai rente Keterangan: ¾ Daftar nilai tunai rente adalah daftar VII dan VIII pada lampiran buku ini. ¾ Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-(n – 1).
Contoh 44 Seorang siswa akan mendapat beasiswa pada setiap awal bulan dari PT UNILEVER sebesar Rp250.000,00 selama 3 tahun. Jika pemberian itu akan diberikan sekaligus di awal bulan pertama dengan dikenai bunga 2%/bulan, tentukan besarnya beasiswa total yang diterima siswa!

Jawab: M = Rp250.000,00 i = 2%/bulan = 0,02/bulan n = 3 tahun = 36 bulan
Nt = M(1 + i)[1 − (1 + i) −n ] i 250.000,00 x (1 + 0,02)[1 − (1 + 0,02) −36 ] = 0,02

250.000,00 x (1,02)[1 − (1,02) −36 ] 0,02 250.000,00 x (1,02)[1 − 0,49022315] = 0,02 255.000,00 x 0,50977685 = = Rp6.499.654,83 0,02 = Dengan daftar: Nt = M + M x daftar VII kolom 2% dan baris (36 – 1) = baris 35 = 250.000,00 + 250.000,00 x 24,99861933 = 250.000,00 + 6249654,83 = Rp6.499.654,83
Contoh 45 Tentukan nilai tunai rente Pra numerando dari suatu angsuran Rp4.000.000,00 selama 20 tahun dengan suku bunga 9%/tahun!

Jawab: M = Rp4.000.000,00 i = 9%/tahun = 0.09/tahun

82156911 = Rp39.000.09) −20 ] 0.09)[1 − 0. dari skema di atas diperoleh suatu deret.09) −20 ] = 0.09 = 5).00 x (1 + 0.09 4. .360.000.000.000.132 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi n Nt = 20 tahun = M(1 + i)[1 − (1 + i) −n ] i 4.000. sehingga: M(1 + i) −1 Nt = a(1 − r n ) 1−r M(1 + i) −1 [1 − (1 + i) −n ] (1 + i) = x (1 + i) 1 − (1 + i) −1 . + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 + M(1 + i)n Deret di atas adalah deret geometri dengan suku pertama a = M(1 + i)–1 dan rasio M(1 + i) −2 r= = (1 + i) –1 < 1.00 x (1.000.00 x 0.11 = 0. Nilai Tunai Rente Post numerando Perhatikan skema jumlah semua nilai tunai total di bawah ini: Jika nilai tunai Rente Post Numerando dilambangkan dengan Nt.178430889] = 0.09 4.09)[1 − (1 + 0.000.09)[1 − (1.459.00 x (1.09 4. . yaitu: Nt = M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .800.

tentukan sumbangan total yg diterima yayasan! Jawab: M = Rp5.0175) −30 ] = 0.00 selama 3 tahun berturut-turut.000.754.000.000.00 i = 2% / bulan = 0. .00 x 0.75%/bulan! Jawab: M = Rp300.02 / bulan n = 3 tahun = 36 bulan M [1 − (1 + I) −n ] Nt = i .000. . Contoh 46 Tentukan nilai tunai rente Post Numerando dari suatu modal Rp300.000.955.405752363 = = Rp6. ∑ (1 + i) k =1 −k Nt = M x Daftar Nilai tunai rente Keterangan: ¾ Daftar nilai tunai rente adalah daftar VII dan VIII pada lampiran buku ini.000.00 x [1 − (1 + 0. + (1 + i)n–2 + (1 + i)n–1 + (1 + i)n ] n Nt = M.00 i = 1.79 0.000. .0175 Contoh 47 Tiap akhir bulan Yayasan Cinta Damai mendapatkan sumbangan dari Badan Perdamaian Dunia sebesar Rp5. Jika sumbangan akan diberikan sekaligus dan dikenai bunga sebesar 2%/bulan.BAB III Matematika Keuangan 133 M(1 − (1 + i) −n ) M(1 − (1 + i) −n ) = i (1 + i) − 1 Nilai tunai rente Post Numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% selama n periode adalah: M(1 − (1 + i) −n ) Nt = i = Dengan menggunakan tabel: Nt = M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .0175/bulan n = 2 tahun 6 bulan = 30 bulan Nt = M [1 − (1 + i) −n ] i 300.75%/bulan = 0.000/bulan selama 2. .0175 300. ¾ Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-n. + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 + M(1 + i)n Nt = M[(1 + i)–1 +(1 + i)–2 .5 tahun dengan suku bunga 1.

80 0.000.000.000.447929111 = Rp111.02 5.000.000.00 x [1 − (1 + 0.982.02 5.000. Nilai Tunai Rente Kekal Pra numerando Deret nilai tunai modal rente Pra numerando yang sudah dipelajari adalah: Nt = M + M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .552070889) 0.000.02 Dengan daftar: Nt = M x daftar VII kolom 2% dan baris 30 = 5. . Nilai Tunai Rente Kekal Rente kekal adalah rente yang jumlah angsurannya tidak terbatas. Nilai tunai rente merupakan deret geometri turun. M(1 + i) −1 dengan suku pertama a = M dan rasio r = = (1 + i) –1 < 1.000.025/bulan .00 x 22.02 −30 ] 0. sehingga nilai tunai rente kekal memiliki nilai.00 x (1 − 0.00 x 0. + M(1 + i)n–3 + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 Jika jumlah angsurannya tidak terbatas. .00 i = 2.134 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi = = = = 5.02 5.277. Nilai akhir rente merupakan deret geometri naik. a).5%/bulan = 0.000. . .982.396455551 = Rp111. yaitu: Nt = M + M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .80 6). maka deret di atas menjadi deret geometri tak berhingga. .000.000.000.5%/bulan! Jawab: M = Rp500.277.00 x [1 − 1. Oleh karena itu rente kekal tidak ada nilai akhirnya. sehingga: M a Nt = 1−r M (1 + i) = x −1 (1 + i) 1 − (1 + i) M(1 + i) M(1 + i) = = i (1 + i) − 1 Nilai tunai rente Pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i%: M M(1 + i) Nt = atau Nt = + M i i Contoh 48 Tentukan nilai tunai Rente kekal Pra numerando dari suatu modal Rp500. .00/bulan dengan suku bunga 2.02) −30 ] 0. .

00 = Rp20.000.00 0.00 = Rp17.000.00 + 0.000.000.000. Namun.02) 15.000. beasiswa akan diberikan sekaligus namun harus dikenai bunga sebesar 1%/ bulan. Tentukan beasiswa total yg diterima Fulan! Jawab: Soal di atas merupakan rente kekal pra numerando karena memuat kata ” setiap awal bulan “ dan “ jangka waktu yang tak terbatas”.300. tentukan besarnya angsuran! Jawab: Nt = Rp15.000.000.00 Contoh 49 Setiap awal bulan.000.000.00 + 500. tunjangan akan diberikan sekaligus . Jika suku bunga 2%/bulan. PT.025 = 500.00 + 17.00 tiap awal bulan sampai jangka waktu yang tidak terbatas.000.00 Jadi.000.000.BAB III Matematika Keuangan 135 Nt = M + M i = 500.00 i = 1%/bulan = 0.675.02 306.000.000.00 = 0.500.00 M = 1.00 dalam jangka waktu yang tak terbatas.300.300.000. Fulan akan mendapatkan beasiswa dari PT UNILEVER sebesar Rp175.02 15. besarnya angsuran adalah Rp300. M = Rp175.00 = 175.02 306. Oleh karena itu.00 x 0.00.UNILEVER tak mau repot.00 i = 2%/bulan = 0. Nt = Contoh 51 Chandra mendapatkan tunjangan dari orang tua asuh Rp175.01/bulan M Nt = M + i 175.01 = 175.000.000.300.000.00.000.02 = M x1.00 + 20.000.00 Contoh 50 Nilai tunai dari rente kekal Pra numerando adalah Rp15.00 = M x 1.000.02 = Rp300.500.02/bulan M(1 + i) i M(1 + 0.

000.000. .00 10.75%.00 = 175. dengan suku pertama a = M(1 + i)–1 dan rasio r = Nt = M(1 + i) −1 = (1 + i) –1.75% / bulan = 0. .000. .136 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi sebesar Rp10.00 i= 10.175.00 Nt = M + M i 175.000.00 – 175.00 = 175.000. maka deret di atas menjadi deret geometri tak berhingga.00 i = 0.000.000.000.000.00 i 10.00 i = 0.000.00 = i 175. yaitu: Nt = M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 + M(1 + i)–3. b).75% / bulan! Jawab: M = Rp40.000.0175 = 1.175.075 / bulan .00 i 175.000. .000. + M(1 + i)n–3 + M(1 + i)n–2 + M(1 + i)n–1 Jika jumlah angsurannya tidak terbatas.000.000.000.00 dengan suku bunga 0. suku bunga tiap bulan = 1. . .75% Jadi.00 + 10.175. Berapakah besar suku bunganya setiap bulan? Jawab: Nt = Rp10. Nilai Tunai Rente Kekal Post Numerando Deret nilai tunai modal rente Post numerando yang sudah dipelajari adalah: Nt = M(1 + i)–1 + M(1 + i)–2 .00 M = Rp175.000. sehingga: M a 1−r M(1 + i) −1 (1 + i) x = −1 (1 + i) 1 − (1 + i) M M = = i (1 + i) − 1 Nilai tunai rente Post numerando dengan angsuran M dan suku bunga i%: M Nt = i Contoh 52 Tentukan nilai tunai rente post numerando dari suatu modal Rp40. .00 dengan dikenai bunga.175.

000. Jika besar angsurannya Rp200.000.000.175 = Rp20.000.00 i = 17.000.00 = 0.000.075 Contoh 53 Setiap akhir tahun yayasan X akan mendapatkan sumbangan dari Bank Dunia Sebesar Rp3.5%/tahun.500.00 = = Rp533.BAB III Matematika Keuangan 137 Nt = M i 40.000.000.333.000. tentukan suku bunganya! Jawab: Nt = Rp5.175/tahun M Nt = i 3.000.00 M i 200.33 0.00 Jadi.000.00 tiap bulan. Nilai akhir rente pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% selama n periode adalah: M(1 + i)((1 + i) n − 1) Na = i Dengan menggunakan tabel: Na = M x Daftar Nilai akhir rente Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-n . suku bunganya 4% / bulan. Rangkuman 1.500.00.5%/tahun = 0. tentukan jumlah sumbangan total yg diterima yayasan X tersebut! Jawab: M = Rp3.000.000.000.00 5.00 = i 200.000.00 dalam jangka waktu yang tidak terbatas.500.00 i= x100% = 4 % 5. Nt = c.000.000. Jika Bank Dunia akan memberikan sumbangan sekaligus dengan bunga 17.00 M = Rp200.000.00 Contoh 54 Nilai tunai dari rente kekal post numerando adalah Rp5.

¾ Rente kekal: selama-lamanya. abadi.138 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 2. . menabung. di awal tahun. jangka waktu yang tidak terbatas. dan lain-lain. dan lain-lain. 3. dan lain-lain. mendapat. Nilai tunai rente kekal Pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% adalah: M M(1 + i) Nt = atau Nt = + M i i 6. dan lain-lain. Kata-kata yang dapat membantu untuk membedakan masing-masing rente dalam soal-soal verbal antara lain: ¾ Rente pra numerando: di awal bulan. ¾ Rente post numerando: di akhir bulan. Nilai tunai rente post numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M(1 − (1 + i) −n ) Nt = i Dengan menggunakan daftar: Nt = M x Daftar Nilai tunai rente Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-n. Nilai tunai rente pra numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M(1 + i)(1 − (1 + i) −n ) Nt = i Dengan menggunakan daftar: Nt = M + M x Daftar Nilai tunai rente Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-(n – 1). Nilai tunai rente Post numerando dengan angsuran M dan suku bunga i%: M Nt = i 7. 5. ¾ Nilai tunai rente: menerima. di akhir tahun. 4. ¾ Nilai akhir rente: menyimpan. dan lain-lain. Nilai akhir rente post numerando dengan angsuran M dan suku bunga i% Selama n periode adalah: M((1 + i)n − 1) Na = i Dengan menggunakan daftar: Na = M + M x Daftar Nilai akhir rente Nilai dari daftar adalah kolom ke-i % dan baris ke-(n – 1).

00 selama 1. Jika bank memberikan bunga 8.00 selama 4.000.000.5%/tahun. tentukanlah suku bunganya! Jika 7.350. 9. tentukan sumbangan total yg diterima yayasan! Setiap akhir tahun Yayasan ABC akan mendapatkan sumbangan dari Bank Dunia sebesar Rp3. 5. 2.000.5 tahun dengan suku bunga 2. Jika sumbangan akan diberikan sekaligus dan dikenai bunga sebesar 2%/bulan.00.5%/bulan! Nilai tunai rente kekal post numerando adalah Rp10.000. 12.75%/bulan. tentukan jumlah sumbangan total yang diterima yayasan ABC tersebut! 11. 14. 13. tentukanlah angsuran tiap bulannya! Seorang siswa akan mendapat beasiswa pada setiap awal bulan dari Yayasan Super Semar sebesar Rp350.000.5 tahun. Jika suku bunganya 1.500.000.5 tahun dengan suku bunga 3.000.000. .75%/semester! Tentukanlah nilai akhir dari rente pra numerando dengan angsuran Rp300. 10. Tentukanlah nilai akhir dari rente pra numerando dengan angsuran Rp125. Namun. Jika beasiswa akan diberikan sekaligus di awal bulan pertama dengan dikenai bunga 3. angsurannya tiap bulan Rp200. 3.00 tiap bulan selama 4 tahun dengan suku bunga 2%/bulan! Tentukanlah nilai akhir dari rente post numerando dengan angsuran Rp4.00 tiap bulan dengan suku bunga 1.00.5%/bulan! Tentukanlah nilai akhir dari rente post numerando dengan angsuran Rp600.450.00 selama 3 tahun 7 bulan.25%/bulan.00 dengan suku bunga 2.000.00 tiap semester selama 8 tahun dengan suku bunga 4. Nilai tunai dari rente kekal pra numerando adalah Rp20.25%.000.BAB III Matematika Keuangan 139 1.000.000.00 tiap semester selama 10 tahun dengan suku bunga 4.25%/bulan! Tentukan nilai tunai post numerando dari modal Rp150. Jika Bank Dunia akan memberikan sumbangan sekaligus dengan bunga 10%/tahun.6%/semester! Tentukanlah nilai tunai rente kekal pra numerando dari suatu modal Rp125.00 tiap tahun selama 15 tahun dengan suku bunga 11%/tahun! Tentukan nilai tunai post numerando dari modal Rp150. tunjangan akan diberikan sekaligus sebesar Rp20.00 dalam jangka waktu yang tidak terbatas.500.00.00 tiap bulan selama 2.000.000. 8.000. tentukan jumlah simpanan Azzam setelah menabung 20 tahun! Tiap akhir bulan Yayasan Cinta Damai mendapatkan sumbangan dari Badan Perdamaian Dunia sebesar Rp5.00. tentukan besarnya beasiswa total yang diterima siswa! Tutik mendapatkan tunjangan dari orang tua asuh dengan besarnya tetap tiap awal bulan sampai meninggal dunia.250.000. 6. Berapakah besar tunjangan setiap bulannya? Setiap awal tahun Azzam menyimpan uang di Bank BRI sebesar Rp1.000. 4.

Setiap awal tahun Yayasan Khartika akan mendapatkan sumbangan dari luar negeri sebesar Rp2.500.250.450.000.000. tunjangan akan diberikan sekaligus sebesar Rp18. tentukan besarnya beasiswa total yang diterima siswa! Tiap awal bulan Yayasan Keadilan Sejahtera mendapatkan sumbangan dari negara Saudi Arabia sebesar Rp7. Tentukan besarnya modal yang diberikan tiap bulannya! .000. Jika beasiswa akan diberikan sekaligus di awal bulan pertama dengan dikenai bunga 1.00 bank memberikan bunga 1.8 %/ bulan selama 2 tahun.00 dengan suku bunga 2.00 bank memberikan bunga 1.00 selama 5 tahun.26.221. 20.000. tentukan jumlah sumbangan total yang diterima yayasan tersebut! Seorang siswa akan mendapat beasiswa pada setiap akhir bulan dari Yayasan Super Semar sebesar Rp50.140 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 15.00 selama 4.000. 22. 24. 25. tentukan sumbangan total yg diterima yayasan! Setiap awal bulan Sisca menyimpan uangnya di bank Rp 75. Jika angsurannya tiap bulan Rp300. tentukan simpanan total Susan di Bank tersebut! Seorang karyawan setiap awal bulan menyimpan uang di bank sebesar Rp650.00 selam 2 tahun 3 bulan.75%/bulan.5% adalah Rp21. Namun. Tentukan simpanan total karyawan tersebut! Setiap awal tahun Nissa menyimpan uang di Bank BRI sebesar Rp 475. 23. 21. 19. Berapakah besar tunjangan setiap bulannya? Seorang karyawan setiap awal bulan menyimpan uang di bank sebesar Rp650.00. 17.000. tentukan simpanan total Sisca di bank tersebut! Tutik mendapatkan tunjangan dari orang tua asuh dengan besarnya tetap tiap awal bulan sampai meninggal dunia.00 Jika bank memberikan bunga 7.000.000. 18.75%/bulan.000.000.000.75%/bulan.144. tentukanlah suku bunganya. Jika sumbangan akan diberikan sekaligus dan dikenai bunga sebesar 1.8%/bulan selama 2 tahun.000.00 selam 5 tahun. Jika Bank memberikan suku bunga 0.00.5%/bulan.5 tahun.00 dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Tentukan simpanan total karyawan tersebut! Nilai tunai rente kekal post numerando adalah Rp5.5%/tahun. Nilai akhir rente pra numerando dari suatu modal yang diberikan setiap bulan selama 3 tahun dengan suku bunga 2. Jika bank memberikan suku bunga 0. Jika Bank Dunia akan memberikan sumbangan sekaligus dengan bunga 5%/tahun. Setiap akhir bulan Susan menyimpan uangnya di bank Rp225. tentukan jumlah simpanan Nissa setelah menabung 25 tahun! 16.25%/bulan.

b. .000. = a1 (1 + i)(1 + i). Anuitas = Angsuran + Bunga A = an + bn Untuk n = bilangan asli: 1. maka berlaku: = An A n+1 an + 1 + bn + 1 = an + bn = an + bn – bn + 1 an + 1 an + 1 = an + an.000. Jika besarnya Anuitas Rp400. ¾ Menghitung anuitas yang dibulatkan. ¾ Menghitung rencana angsuran dengan sistem pembulatan. Uraian Materi 1). i = an (1 + i). dan terdiri atas bagian bunga dan bagian angsuran. ¾ Menghitung besar sisa pinjaman.BAB III Matematika Keuangan 141 B. = a1 (1 + i)2(1 + i). Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini.00! b. Besarnya angsuran pertama jika bunga pertama = Rp250. anda dapat: ¾ Menjelaskan pengertian anuitas. . Besarnya bunga ke-5 jika angsuran ke-5 adalah Rp315. 3. 2.3.00! . = a1 (1 + i)2. ¾ Menghitung anuitas pinjaman obligasi. Pengertian Anuitas Pernahkah anda menghitung sendiri cicilan yang harus dibayar setiap bulan jika akan membeli rumah dengan cara angsuran? Dapatkah anda menghitung sisa pinjaman anda. dan seterusnya. = a1 (1 + i)3.000. tentukan: a. = a2 (1 + i). Anuitas adalah sejumlah pembayaran pinjaman yang sama besarnya yang dibayarkan setiap jangka waktu tertentu. Anuitas a. Sehingga diperoleh rumus: an = a1 (1 + i)n – 1 atau an = ak (1 + i)n – k Contoh 55 Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan. dan setiap anuitas sama besarnya. . = a3 (1 + i). Jika suatu pinjaman sebesar M dilunasi dengan sistem anuitas tahunan selama n tahun dengan suku bunga i%/tahun. sehingga: an + 1 a2 a3 a3 a3 a4 a4 a4 = a1 (1 + i). ¾ Menghitung anuitas. jika sudah mencicil selama n tahun dari pembayaran rumah yang anda cicil? Itu semua akan di bahas dalam kompetensi dasar Anuitas.00.

000.000.00 x 1.00 A = Rp500.00 + Rp85.000.000.00 x 0.000.000.000.00 b. i b1 = 10.00.00 Contoh 56 Suatu pinjaman akan dilunasi dengan anuitas tahunan.036 a7 = 200.00 a1 = Rp150.000.00 a. angsuran ke-7: a7 = a1 ( 1 + i )7–1 a7 = 200.03)6 a7 = 200. Besarnya bunga pertama dan angsuran pertama b.00 – 300.000.00 Contoh 57 Suatu pinjaman Rp10. A = a1 + b1 a1 = A – b1 a1 = Rp400.00 b6 = Rp85.03 / bulan a.000.142 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jawab: A = Rp400.810.03)8 a9 = 200.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan Rp500.00 x 1.000.000.00 b.46 c.000.000. bunga pertama: b1 = M .000.000. Besarnya angsuran ke-7 c.00! Jawab: a6 = Rp215. Besarnya bunga ke-9! Jawab: M = Rp10.000.000.000.00 i = 3%/ bulan = 0.000.000.194052297 a7 = Rp238.000.000.00 x 1.038 .000.00 – Rp250.00 – Rp315.000.000.00 dan Rp85.000. Tentukan besarnya anuitas jika besarnya angsuran ke-6 dan bunga ke-6 masing-masing adalah Rp215. Jika suku bunga 3%/ bulan.00 x (1 + 0.00 a1 = Rp200.000.03 b1 = Rp300. tentukan: a.000. A = a5 + b5 b5 = A – a5 a1 = Rp400.00 angsuran pertama: a1 = A – b1 a1 = 500.000.000.00 = Rp400.00 A = a6 + b6 A = Rp215.00 a1 = Rp85. angsuran ke-9: a9 = a1 ( 1 + i )9–1 a9 = 200.00 x (1 + 0.

02 b9 = A – a9 b9 = 500.i+ = M. . Nilai anuitas Besarnya pinjaman = jumlah semua angsuran + a3 + a4 + . i . .(1 + i) n M. i a1 = A – M .000.BAB III Matematika Keuangan 143 bunga ke-9: a9 = 200.354. . + an M = a1 + a2 M = a1 + a1 (1 + i) + a1 (1 + i)2 + a1 (1 + i)3 + .i ((1 + i) n − 1) M.i dan A = Dari pembuktian di atas diperoleh: a1 = n ((1 + i) − 1) ((1 + i) n − 1) . i ((1 + i) n − 1) A = M.02 b9 = Rp246. + a1 (1 + i)n – 1 M = Jumlah barisan geometri dengan suku pertama = a1 dan rasio = (1 + i) a ((1 + i)n − 1) M = 1 (1 + i) − 1 M a1 = = a1 ((1 + i) n − 1) i M. i .00 x 1. i = A=M.i ((1 + i) n − 1) 1 A = a1 + b1 A = a1 + M . (1 − (1 + i) −n ) A = M x daftar anuitas baris ke-n dan kolom i % Bagaimanakah hubungan antara anuitas dan angsuran pertama? M. i (1 − (1 + i) −n ) A = (1 − atau A = ) n (1 + i) Besarnya anuitas dari suatu pinjaman M dengan suku bunga i%/periode selama n periode adalah: M. i 1 x (1 + i) n 1 (1 + i) n M. i . . i A = (1 − (1 + i) −n ) i A =M. i A = (1 − (1 + i) −n ) Dengan menggunakan daftar anuitas: M.((1 + i) n − 1) + M. i A – M.98 2).i ((1 + i) n − 1) M.645.354.266770081 a7 = Rp253.000.00 – 253.(1 + i) n ((1 + i) n − 1) M.

02 1 − (1 + 0. sehingga diperoleh: a1 A = a1 x (1 + i)n Contoh 58 Tentukan nilai anuitas dari suatu pinjaman sebesar Rp5.49 Contoh 59 Pinjaman sebesar Rp10.i : = n a1 ((1 + i) − 1) ((1 + i) n − 1) A = (1 + i)n .02 / bulan A = Mxi 1 − (1 + i) −n = 5.00 dilunasi dengan anuitas bulanan selama 3 tahun dengan suku bunga 2.000.355. Bunga dan angsuran pertama c.000.02) −24 100.000.000. Tentukan: a.00 n = 2 tahun = 24 bulan i = 2% / bulan = 0.(1 + i) n A M.000.00 = 0.378278512 = Rp 264.355.000.00 x 0.025) −36 .02 −24 100. Bunga dan angsuran ke-24! Jawab: M = Rp10. Anuitasnya b.025/bulan a.000.000.49 Dengan daftar anuitas: A = M x Tabel anuitas baris ke-24 kolom 2% = 5.5% / bulan = 0.052871097 = Rp264.144 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi M.000.000.00 x 0.025 1 − (1 + 0.000. A = Mxi 1 − (1 + i) −n = 10.000.000.000. i .000.5%/bulan.000.00 selama 2 tahun dengan suku bunga 2%/bulan! Jawab: M = Rp5.00 = 1 − 1.00 n = 3 tahun = 36 bulan i = 2.00 x 0.

000.20 = 0.000. A M.00 a1 = Rp174.025 b1 = Rp250.00.515.77 x 1.00 = Rp 33.i 1 − (1 + i) −n 150.000.77 (1 + 0.18 = 1 − (1 + 0.77 = 1 − 0. Angsuran ke-24: a24 = a1 ( 1 + i )24–1 a24 = 174.000. Bunga pertama: b1 = M .00 x 0.00 n = 10 tahun i = 18%/tahun = 0.563.00.5% = 10.00 – Rp100.515.BAB III Matematika Keuangan 145 = 250.000.00 = Rp150.515.000.00 x 0.764610683 a24 = Rp 307.77 x 1. Tentukan: a.000.38 Contoh 60 Hafsah bersama suaminya berencana mengambil rumah di VILLA INDAH dengan harga Rp250.515.808935533 = .025)23 a24 = 174.515.00 angsuran pertama: a1 = A – b1 a1 = 424.02523 a24 = 174.77 c.000.000. Hafsah hanya memiliki uang muka Rp 100.000.39 bunga ke-24: b24 = A – a24 b24 = 424.515.000.000.77 – 250. Nilai anuitasnya b. Cicilan setiap bulan c.000.196.377.411093723 Dengan daftar anuitas: A = M x Tabel anuitas baris ke-36 kolom 2.515.000.000.00 = Rp 424.77 b.000.000.000.00 = 1 − 1.18/tahun a.00 x 0.515. Sisanya akan dicicil dengan sistem anuitas tahunan selama 10 tahun dengan suku bunga 18%/tahun.952.000. Sisa pinjaman setelah mengangsur 1 tahun dan 2 tahun! Jawab: M = Rp250. i b1 = 10.000.025 −36 250.39 b24 = Rp116.000.000.00 1 − 1.000.952.042451577 = Rp 424.000.18) −10 27.18 −10 27.77 – 307.

00 a1 = A – b1 = 33.196.377.196.104. Sm berturut-turut merupakan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas pertama.00 x 18% = Rp27.711.525.02 12 c. Sisa pinjaman setelah mengangsur 10 bulan! . sehingga: Sm = m+1 i Contoh 61 Pinjaman sebesar Rp10.803. S2 .20 – 27.091.525.622.146 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi b.58 a2 = A – b2 a2 = 33. M b2 = i .196.000.00 – 6.196. Tentukan: a.000. ketiga .000. kedua.000.000. Cicilan setiap bulannya = Rp. . b bm + 1 = i .781.196. . .62 Sisa pinjaman setelah mengangsur 2 tahun: S2 = 143.20 – 7. Setelah pembayaran anuitas pertama atau setelah mengangsur 1 tahun: b1 = M x i = 150.5 tahun. .377.852.000.00 = Rp6. .803. Sm .000.104. Besarnya anuitas! b. S3. . .20 = Rp2. .58 = Rp7.20 x 18% = Rp25. . ke-m.377.803.852.20 Setelah pembayaran anuitas kedua atau setelah mengangsur 2 tahun: b2 = M x i b2 = 143.433.000.80 = Rp143. S2.20 – 25.377.377. maka ada beberapa cara untuk menentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m. .80 Sisa pinjaman setelah mengangsur 1 tahun: S1 = 150.622.622.62 = Rp136. Sisa pinjaman anuitas Jika S1.097.33. Cara 1: Sisa pinjaman dapat dihitung sebagai berikut: b1 = i .00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 2. S1 b3 = i .000.091.000.58 3).

000.59 b.192.59 (1 + 0.192.590.03/bulan n = 2.192.711.00 = Rp210.00 x 0.377.! Cara 2: Sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-k = pokok pinjaman dikurangi jumlah k angsuran yang sudah dibayar.00 x 0.59 – Rp300.00 ¾ Tentukan angsuran pertama: a1 = A – b1 = Rp510.BAB III Matematika Keuangan 147 Jawab: M = Rp10.000.000.03 Silakan di coba setelah pembayaran anuitas ke-15 .051019259 = Rp 510.03 = Rp300.192.03 −30 300.00 = = Rp 510.33 = Rp7.03)10 a11 = 210. .000.192.343916379 a11 = Rp282. Langkah-langkah menentukan sisa pinjaman setelah angsuran ke-10 (S10): ¾ Tentukan bunga pertama: b1 = M x i = Rp10.000.03 1 − (1 + 0. A = = = M.33 b Sm = m+1 i b S10 = 11 i 227.5 tahun = 30 bulan a.000.481.03) −30 300.000.59 1 − 0.i 1 − (1 + i) −n 10.59 x 1.59 (1.000.000.000.59 – Rp282.03)10 a11 = 210.192.711.67 = 0.26 = Rp227.000.192..59 ¾ Tentukan angsuran ke-(10 + 1) atau angsuran ke-11 : a11 = a1 (1 + i)11 – 1 a11 = 210.00 i = 3 % / bulan = 0..000.192.481.411986759 dengan menggunakan daftar anuitas: A = M x daftar anuitas baris ke-30 kolom 3% A = 10.00 1 − 1.00 x 0.26 ¾ Tentukan bunga ke-11: b11 = A – a11 b11 = Rp 510.

. sehingga: .52 (hampir sama dengan cara 1) Silahkan di coba untuk M = Rp15. .148 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Sm = M – (a1 + a2 + a3 + .59 + 2.59.000.192.59 + 210.! Cara 3: Sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m = jumlah semua angsuran yang masih harus dibayar.000. sehingga: Sm = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom 3% baris(10–1)) Sm = 10.000. . . Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 10 bulan! Jawab: Dari contoh 61.000.. Sm = ak+1 + ak+2 + ak+3 + .192. dan i = 3% Dari contoh 61. .00 – (210.199.192. . .429. + (1 + i)k–1 ]) m −1 Sm = M – (a1 + a1[ ∑ (1 + i) k =1 k ]) Sm = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (m–1)) Contoh 62 Pinjaman sebesar Rp10. .00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 2.+ a1(1 + i)k–1] n −1 m −1 Sm = [a1 + a1[ ∑ k =1 (1 + i) k ] – [a1 + a1[ n −1 ∑ (1 + i) k k ] k =1 m −1 k Sm = a1 x ∑ (1 + i) k =1 – a1 x ∑ (1 + i) k =1 Sm = a1 x [daftar nilai akhir rente kolom i% baris(n –1) – daftar nilai akhir rente kolom i % baris (m –1)] Contoh 63 Pinjaman sebesar Rp10.5 tahun. . Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 10 bulan! Jawab: n = 30.5%/bulan selama 3 tahun dan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-20 . .+ak+ ak+1+ak+2+ ak+3+. diperoleh a1 = Rp210.000.+an] – [a1 + a2+ a3+ … + ak] Sm = [a1 + a1(1+ i) + a1(1+ i)2 +.377. + ak) Sm = M – (a1 + a1(1 + i) + a1(1 + i)2 + a1 (1 + i)3 + . suku bunga 2.5 tahun.192.000.+ a1(1 + i)n–1] – [a1+ a1(1+ i) + a1(1+ i)2 +. .59 x 10. + an) Sm = [a1 + a2+ a3+. . m = 10.89) Sm = Rp 7. . + a1(1 + i)k–1 ) Sm = M – (a1 + a1[(1 + i) + (1 + i)2 + (1 + i)3 + .00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 2.00.192.000. .590. diperoleh a1 = Rp210.000.. .59.000. .000.463879311) Sm = 10.00 – (210.

5%/ bulan selama 4 tahun dan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-25 .377. + (1 + i)n–m] n −m Sm = A x ∑ (1 + i) k =1 −k Sm = A x [daftar nilai tunai rente kolom i % baris(n – m) ] Contoh 64 Pinjaman sebesar Rp10..23 . m = 10 dan i = 3% Dari contoh 61.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan selama 3 tahun 4 bulan dengan suku bunga 3.877474860 S10 = Rp 7.5 tahun dan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-18 .5 tahun.59 x 36.! Cara 4: Sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m = nilai dari semua anuitas yang belum dibayar dihitung pada akhir tahun ke-m: A A A A A + + + +.377.36 ( hampir sama dengan cara 1) Silahkan di coba untuk M = Rp12.00 x 0. nilai anuitas harus dicari dahulu. suku bunga 1.192. Jadi. selama 3.. .43 (hampir sama dengan cara 1) Silakan dicoba untuk M = Rp20. sehingga: S10 = A x [daftar nilai tunai rente kolom 3% baris (30 – 10)] S10 = 510..00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 2.000. Tentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-15! Jawab: Keempat cara untuk menentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m membutuhkan nilai anuitas.000.111536395 S10 = Rp 7.000.59 x [46..000. M = Rp15.5% A = 15.000. suku bunga 4%/bulan.192.000. + Sm = (1 + i) (1 + i) 2 (1 + i) 3 (1 + i) 4 (1 + i) m−n Sm = A[(1+ i)–1 + (1+ i) –2+ (1+ i) –3 + .000.00.00 n = 3 tahun 4 bulan = 40 bulan i = 3.000.192.046827282 = Rp702.59 x 14.575415706 – 10. diperoleh A = Rp510.000.590. Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 10 bulan! Jawab: n = 30. .463879311] S10 = 210.5%/bulan..000.59.000.409.192.590.BAB III Matematika Keuangan 149 S10 = a1 x [daftar nilai akhir rente kolom 3% baris 29 – daftar nilai akhir rente kolom 3% baris 9] S10 = 210..5% / bulan A = M x Daftar anuitas baris ke-40 kolom 3.00.! Contoh 65 Pinjaman Rp15.000.

Sebaliknya jika anuitas dibulatkan ke bawah. Oleh karena itu. puluhan ribu atau yang lainnya selalu ditambah satu dari nilai sebelumnya.409.00 . Puluhan ribu ke atas Jawab: a.576.23 (1 + 0.409.409.23 x (83. Jika anuitas di bulatkan ke atas.23 Sm = a1 x [daftar nilai akhir rente kolom i% baris(n –1) – daftar nilai akhir rente kolom i % baris (m –1)] S15 = 177. a).351. maka akan terjadi kelebihan pembayaran.409.150 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Cara 3 A = a1 (1 + i )n a1 = A (1 + i ) – n a1 = 702.035 )– 40 a1 = 702. pembayaran pinjaman baik menggunakan sistem anuitas maupun lainnya nilainya bulat.000.00 Dibulatkan ratusan ke atas: A+ = Rp2.409. Puluhan ke atas c.79 ( hampir sama dengan cara 3) 4). Anuitas yang dibulatkan Dalam transaksi perbankan. maka akan terjadi kekurangan pembayaran.5% – daftar nilai akhir rente baris ke-14 kolom 3. Dibulatkan puluhan ke atas: A+ = Rp2. Bulatkan anuitas di atas dalam: a.767. Ribuan ke atas b. m = 10 dan i = 3% S15 = A x [daftar nilai tunai rente baris (40 – 15) kolom 3.295680879) S15 = 177. Ratusan ke atas d.500.5 %] S15 = 702.78 Cara 4 n = 30. d.23 x [daftar nilai akhir rente baris ke-39 kolom 3.000.252572468 = Rp177.550277748 – 18. dengan tujuan agar pembayaran mudah untuk dilaksanakan.351. Lambang untuk pembulatan anuitas ke atas adalah: A+ Contoh 66 Hasil perhitungan nilai anuitas diperoleh A = Rp2.410.767. ribuan.25459687 S15 = Rp11.481514592 S10 = Rp 11.23 x 65.00 dan lain-lain.00 atau Rp100.23 x 16. Misalkan anuitas dibulatkan ke bawah atau ke atas dengan kelipatan Rp1. b. c.00 Dibulatkan ribuan ke atas: A+ = Rp2.352.409.409.360.000. besarnya anuitas dibulatkan ke atas atau ke bawah dengan kelipatan berdasarkan persetujuan penerima hutang dengan pihak perbankan.5 % ] S15 = 177. Kelebihan atau kekurangan pembayaran tersebut akan diperhitungkan pada pembayaran anuitas terakhir. ratusan.78.405.23 x 0. Anuitas dibulatkan ke atas Setiap bilangan yang akan dibulatkan ke atas dalam puluhan.351.00 Dibulatkan puluhan ribu ke atas: A+ = Rp2.576.

743.00 – Rp1.075.691.000.308.000.b1 = A+ .308. . yaitu: NL = L + L(1 + i) + L(1 + i)2 . maka kelebihan pembayaran dari semua angsuran adalah: lihat halaman .86 Total kelebihan pembayaran anuitas: NL = L + L x Daftar Nilai akhir rente kolom i % baris (n – 1) NL = 6.14 Dibulatkan puluhan ribu ke atas: A+ = Rp1.785591204 NL = Rp232. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan b.86 x Daftar Nilai akhir rente kolom 6 % baris 19 NL = 6.00 b. jika L = A+ – A. = (a1 + a1(1 + i) + a1(1 + i)2 + a1(1 + i)3 + . Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam puluhan ribu.14 .000. i. A = M x tabel anuitas kolom 6% baris 20 A = 20. .00 x 0.BAB III Matematika Keuangan 151 Jika a1 = A+ . .308. Kelebihan tiap anuitas : L = A+ – A = Rp 1.691.86 + 6. .000. Dengan cara lain. + a1(1 + i)k–1 ) – M n −1 = (a1 + a1[ ∑ (1 + i) k =1 k ]) – M NL = (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (n –1)) – M Keterangan: NL = Nilai Lebih. + L(1 + i)n – 3 + L(1 + i)n – 2 + L(1 + i)n – 1 NL = L + L[(1 + i) + (1 + i)2 . . .14 = Rp6. ∑ (1 + i) k =1 k NL = L + L x Daftar Nilai akhir rente kolom i% baris (n – 1) Besarnya anuitas terakhir: At = A – NL Contoh 67 Suatu pinjaman Rp20.000. NL = (a1 + a2 + a3 + .750.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 6%/tahun selama 20 tahun.308. Pembayaran anuitas terakhir! Jawab: M = Rp20. maka nilai akhir kelebihan dari anuitas pertama sampai anuitas terakhir = nilai akhir rente post numerando. .308. + an ) – M.00 i = 6 %/tahun n = 20 tahun a. .000. Total kelebihan pembayaran anuitas c. .M .743.087184557 A = Rp1.750.86 x 35.86 + 6. tentukan: a. + (1 + i)n – 3 + (1 + i)n – 2 + (1 + i)n – 1 ] n −1 NL = L + L.000. .000.

000.000.232. Pembayaran anuitas terakhir: Besarnya anuitas terakhir: At = A – NL = 1. Lambang untuk pembulatan anuitas ke bawah adalah: A– Contoh 68 Hasil perhitungan nilai anuitas diperoleh A = Rp4.785591204) – 20.000.00 Dibulatkan puluhan ribu ke bawah : A– = Rp4.000.00 Jika a1 = A– – b1 = A– – M . maka nilai akhir kekurangan dari anuitas pertama sampai anuitas terakhir = nilai akhir rente post numerando.743. . .00 – 1.000.075. jika L = A – A–.00 Dibulatkan ribuan ke bawah: A– = Rp4.00 NL = 20.000.357.350. . d.357.800.075. Dengan cara lain.00 b).00 = Rp232.075. + an ).000. 2 = M – (a1 + a1(1 + i) + a1(1 + i) + a1(1 + i)3 + . puluhan ribu atau yang lainnya selalu tetap dari nilai sebelumnya.750.000. + a1(1 + i)k–1 ) n −1 = M – (a1 + a1[ ∑ (1 + i) k =1 k ]) NK = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (n –1)) Keterangan : NK = Total nilai kurang.00 = Rp550. i.78 Bulatkan anuitas di atas dalam: a.616. Puluhan ribu ke bawah Jawab: a. c.00 Dibulatkan ratusan ke bawah: A– = Rp4.00 NL = (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom 6% baris (20 –1)) – M NL = 550. = 1. ribuan. b. . yaitu: NK = K + K(1 + i) + K(1 + i)2 .200.890.750.00 – 20. Ratusan ke bawah d.152 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Dengan menggunakan cara lain: Jika a1 = A+ – M . .000. i.00 (1 + 35.14 = Rp 1.14 – 232. .357. ∑ (1 + i) p =1 p NK = K + K x Daftar Nilai akhir rente kolom i% baris (n – 1) . + (1 + i)n – 3 + (1 + i)n – 2 + (1 + i)n – 1 ] n −1 NK = K + K.00 x 6% = 1. + K(1 + i)n – 3 + K(1 + i)n – 2 + K(1 + i)n – 1 NK = K + K [(1 + i) + (1 + i)2 .000. Ribuan ke bawah b.691. maka kekurangan pembayaran dari semua angsuran adalah: ( lihat cara 2 sisa pinjaman) NK = M – (a1 + a2 + a3 + . .000.895.000. .14 c.511. Dibulatkan puluhan ke bawah: A– = Rp4. Anuitas dibulatkan ke bawah Setiap bilangan yang akan dibulatkan ke bawah dalam puluhan.16 – 20. ratusan.357.000. Puluhan ke bawah c.

000.79 = Rp1.000. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu.00 x 0.000.00 x 5% = 1. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan .616.000.210. A = M x tabel anuitas kolom 5% baris 15 A = 12.107.100. = 1.578563588 = Rp1.BAB III Matematika Keuangan 153 Besarnya anuitas terakhir: At = A + NK Contoh 69 Suatu pinjaman Rp12. Contoh 70 Suatu pinjaman Rp10.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 12%/tahun selama 8 tahun.511.210.000.000.00 NK = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom 5% baris (15 –1)) NK = 12.46 + 56.000. Pembayaran anuitas terakhir: Besarnya anuitas terakhir: At = A + NK = Rp1.46 Dibulatkan ratusan ribu ke bawah: A– = Rp 1.000. biasanya digunakan tabel pelunasan anuitas dan biasanya anuitas yang dicantumkan dalam tabel merupakan anuitas pembulatan.107. tentukan: a.000.000.39 Dengan menggunakan cara lain: Jika a1 = A– – M .000.107.000.00 i = 5 %/tahun n = 15 tahun a. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam ratusan ribu.096342288 = Rp1.00 = Rp56.107.000.000.156.00 b.718.00 – 600.789. Pembayaran anuitas terakhir! Jawab: M = Rp12.000.000. Kekurangan tiap anuitas : K = A – A– = Rp1.000.578563588) NK = 12.00 5).00 = Rp500.00 – 12.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 5%/tahun selama 15 tahun.100.46 – Rp 1.718.00 – 500.00 (1 + 20.100.107. Tabel Pelunasan Anuitas Untuk memberi gambaran bagi peminjam terhadap rencana pelunasannya.46 + 56.000. Total kekurangan pembayaran anuitas c.107.100. tentukan: a.46 x 20.000.075.000. i.46 x Daftar Nilai akhir rente kolom 5% baris 14 NK = 56.156.21 c.281.46 + 232. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan b.000.156.107.46 Total kekurangan pembayaran anuitas: NK = K + K x Daftar Nilai akhir rente kolom i% baris (n – 1) NK = 56.00 – 10.107.14= Rp 1.

80 Rp1.000.386.040.44 0 Pinjaman awal tahun ke-2 = sisa pinjaman akhir tahun ke-1.000.832.00 Rp5.00 Rp8.51 6 Rp 2.00 i = 12 %/tahun = 0.00 1 Rp 9.20 4 Rp 5. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu.000.80 Rp4.00 Rp1.040. dan seterusnya. Sisa pinjaman akhir tahun ke-1 = pinjaman awal tahun ke-1 – angsuran ke-1.00 Rp1.000.092.100.000.604.200.040.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 15%/tahun selama 7 tahun.38 Rp2. A M. Pembayaran anuitas terakhir = 110.698.435.403883228 Jika dibulatkan ke atas dalam ratusan ribu.000.00 Rp 835. Pembayaran anuitas terakhir tidak sama dengan anuitas hasil pembulatan. Bunga + angsuran masing-masing kelas = anuitas hasil pembulatan (A+). maka A+ = Rp2.00 3 Rp 6.963.030.100.000.44 8 Keterangan Tabel: • • • • Sisa pinjaman akhir tahun Rp9.000.00 Tahun Pinjaman awal ke tahun Bunga (12%) angsuran Rp10.282.559.42 5 Rp 4.276.200.12 −8 1.000.960. Pinjaman awal tahun ke-3 = sisa pinjaman akhir tahun ke-2.00 Rp1.00 x 0. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan .00 2 Rp 8.698.000.38 Rp 513.000.12 = 1 − (1 + 0.86 Rp 323. Sisa pinjaman akhir tahun ke-2 = pinjaman awal tahun ke-2 – angsuran ke-2. Pembayaran anuitas terakhir! Jawab: M = Rp10.000. c. Tabel rencana pelunasan anuitas: Anuitas A+ = Rp2.44 Rp 110.73 Rp919.000.416.000.107.49 Rp1.696.00 = 1 − 1.41 1 − 0.00 Rp 900.58 Rp1.892.17 .889.889.000.200.00 Rp6.437.86 Rp 919.000. mengapa? Contoh 71 Suatu pinjaman Rp12.000.000.167. Angsuran terakhir = pinjaman awal tahun terakhir.00 Rp 971.028.000.586.73 + 919.i 1 − (1 + i) −n 10.100.564. Tabel rencana pelunasan anuitas c.092.42 7 Rp919.100.282.440.386.44 = Rp 1.963.128.092.329.776.329.12) −8 1.264.889.437.00 = b.604.013.889.58 Rp1. kecuali pada baris terakhir (baris ke-8).154 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi b.00 Rp1.000.696. Tentukan: a.80 Rp 683.12/tahun n = 8 tahun a.008.00 = = Rp2.

5.56 Sisa pinjaman akhir tahun Rp11.000.56 0 c.642.56 Anuitas A– = Rp2.19 Rp3.000. tanggal pembebasan dan nilai emisi.000.00 Rp .800.000.000.000.00 i = 15 %/tahun = 0.000.000.00 = b.00 x 0.000.000.000.800.246.261.618.000.000.261.3. Tabel rencana pelunasan anuitas: Tahun ke 1 2 3 4 5 6 7 Pinjaman awal tahun Rp12.246.000.00 dipecah menjadi Rp10.15/tahun n = 7 tahun a.006.000. .527.8.00 = 1 − 1.000. maka biasanya nilai nominal obligasi akan dipecah menjadi nilai nominal yang lebih kecil.850.006.75 Rp 788.000.00 Rp1. misalkan pinjaman obligasi Rp10. Pada surat obligasi terdapat tanggal pengeluaran.i 1 − (1 + i) −n 12.00 Rp .00 Rp .477.00 Rp .000. Pembayaran anuitas terakhir! Jawab: M = Rp12.150.56 = Rp3.9.884. Tabel rencana pelunasan anuitas c.939.000.527.200.246.800.000.00 Rp1.79 Pembayaran anuitas terakhir tidak sama dengan anuitas hasil pembulatan.000.939.375937040 Jika dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu. maka A– = Rp2.00 = Rp2.650. nilai nominal. mengapa? dan silakan dicoba untuk pinjaman Rp15.000.00 bunga (15%) Rp1.261.81 Rp 486.050.00 Rp1.257.00 Rp .625.000.15 = 1 − (1 + 0.23 angsuran Rp1.500.500.00 Rp1.9. Jika pinjaman obligasi ini akan dilunasi dengan sistem anuitas atau suatu pinjaman anuitas akan dilunasi dengan obligasi.00 Rp . A M. Anuitas Pinjaman Obligasi Obligasi adalah surat berharga yang merupakan perjanjian pinjaman tertulis.75 Rp .000.5.15 −7 1.850. tingkat bunga.993.00 Rp1.7.011.279.625.800.00 Rp .733. Obligasi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan jumlah pinjaman yang besar.618.006.261.00 Rp1.357.00 sehingga banyaknya obligasi adalah 1.000.BAB III Matematika Keuangan 155 b.500.7.8.324.749.520.00 dengan waktu 8 tahun dan anuitas dibulatkan ke bawah dalam puluhan ribu dengan suku bunga 15%/tahun.15) −7 1.00 Rp1.00 Rp1. 6).23+3.246.322.000.125.875.500.75 Rp .25 Rp2. Pembayaran anuitas terakhir = 486.3.36 = 1 − 0.00 Rp11.00 Rp .800.000.257.

00 = Rp 3..52 Sisa pinjaman setelah angsuran ke-1 = 12.171.000.00 = 1 − 1.77 Bunga = Rp12. Jumlah obligasi terpakai = .77 = Rp 5.i 1 − (1 + i) −n 12.00 x 10% = Rp 1.569.77 = 1 − 0.77 Jumlah obligasi terpakai = 196 x Rp10. Tentukan tabel rencana pelunasannya! Jawab: M = Rp12.000.77 + sisa pembayaran belum ada = 0 Jumlah = Rp 3.77 = Rp 556. Contoh 72 Pinjaman obligasi Rp12.00 = Rp 1.00 yang terpecah menjadi 1.00 – Sisa pembayaran ke-1 = Rp 5.165.000..000. .960.569.569.965.000....00 – Angsuran = Rp 1.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 10%/tahun selama 5 tahun.000..960. sisa pinjaman x suku bunga .200 lembar obligasi yang masing-masing sebesar Rp10.200.. ..569.00 = Rp 10. sisa x suku bunga .040.200.569.000..00 – 1.98 + = Rp3.00 .569.1 = 1 − (1 + 0.165.000.569.00 x 0.165. x nilai nominal = . – Angsuran .620921323 Rencana pelunasannya sebagai berikut: Angsuran ke-1 : Anuitas = Rp 3.000.00 i = 10 %/tahun = 0..1/tahun n = 5 tahun A= M.156 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jika jumlah yang dicicil bukan merupakan kelipatan dari pecahan nominal obligasi.000.000.77 Angsuran ke-2 : Anuitas sisa pembayaran ke-1 sisa x 10% Jumlah = Rp 3.165. + Jumlah . ..000.000.1−5 1. maka sisa yang bukan merupakan kelipatan obligasi akan dibayarkan pada anuitas berikutnya.200. .696.000..000.. Menentukan besarnya angsuran dapat dihitung sebagai berikut: Angsuran ke-n : Anuitas .. sisa pembayaran ke-(n – 1) .000.1) −5 1.000. – Sisa pemayaran ke-n .000.

00 – Rp 2.500.620.BAB III Matematika Keuangan 157 = Rp 10.77 = Rp 7.696.93 + Rp 3.000.000.035.000.000.880.30 Sisa pinjaman setelah angsuran ke-3 = 7.880.380.00 Bunga = Rp 2.000.00 Rp 7.30 Rp 3.000.94 = Rp 603.00 = sisa pembayaran ke-4 = Angsuran ke-5 : Anuitas sisa pembayaran ke-4 sisa x 10% Jumlah = = = = Rp 550.59 + = Rp3.209.00 Rp10.52 Angsuran ke-3 : Anuitas sisa pembayaran ke-2 sisa x 10% Jumlah = Rp 3.696.000.040.000.000.94 Bunga Sisa pinjaman setelah angsuran ke-2 = 10.00 x 10% = Angsuran = Jumlah obligasi terpakai = 262 x Rp10.30 Rp 220.00 = Rp 2.000.00 Bunga = Rp 7.52 = Rp 769.00 Rp 2.000.000.500.000.000.000.00 x 10% = Angsuran = Jumlah obligasi terpakai = 288 x Rp10.000.040. 200 lembar Rp 288.880.000.77 Rp 2.00 0 Besar angsuran Rp1.000.52 Jumlah obligasi terpakai = 216 x Rp10.000.620.00 Jumlah 196 lembar 216 lembar 238 lembar 262 lembar 288 lembar 1.040.500.000.00 Rp 7.00 Rp2.000.165.000.00 Rp 2.000.209.960.035.000.00 Silahkan dicoba untuk pinjaman obligasi Rp20.000.569.880.880.000.65 + = Rp 3.040.00 = Rp 2.000.00 Rp 5.000.000.00 – 2.880.00 – Rp 2.500.380.880.167.00 = Rp 7.000.00 Sisa pinjaman setelah angsuran ke-3 = 5.00 – sisa pembayaran ke-2 = Rp 7.569.174.000.00 Rp2..880.004.00 – Rp 0 Sisa pinjaman Akhir tahun Rp10.000.000.209.380.77 = Rp 6.000.00 Bunga = Rp 5.00 Rp2.000.00 – 2.00 x 10% = Rp 1.160.94 Jumlah obligasi terpakai = 238 x Rp10.880.00 = Rp 2.880.00 dipecah dalam 10.035.00 – Rp 2.00 Rp2.30 Rp 2.000.000.620..00 = sisa pembayaran ke-5 = Tabel angsurannya sebagai berikut: th Pinjaman Awal Jumlah obligasi ke tahun yang diangsur 1 2 3 4 5 Rp12.035.209.000.00 = Rp 5.00 – sisa pembayaran ke-3 = Rp 6.000.696.000.165.00 Rp 2.172.160.00 – 2.94 Angsuran ke-4 : Anuitas sisa pembayaran ke-3 sisa x 10% Jumlah = Rp 3.000.880.00 – Angsuran = Rp 2.000.165.000 lembar dan akan dilunasi dengan anuitas 5 tahun dengan suku bunga 12%/tahun .000.00 Rp 5.168.160.00 x 10% = Rp 788.00 Rp12.622.00 – Angsuran = Rp 2.000.500.000.386.569.! .000.880.

Cara 1: Sm = Cara 2: Cara 3: b m+1 i Sm = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (m–1)) Sm = a1 x [daftar nilai akhir rente kolom i% baris(n –1) – daftar nilai akhir rente kolom i% baris (m–1)] Cara 4: Sm = A x [daftar nilai tunai rente kolom i % baris(n – m) ] 6. Rangkuman Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 1. . . Kelebihan pembayaran karena anuitas dibulatkan ke atas adalah: NL = (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (n –1)) – M atau NL = L + L x Daftar Nilai akhir rente kolom i % baris (n – 1) Besarnya anuitas terakhir: At = A – NL 7. Sisa pinjaman anuitas Jika S1. Kekurangan pembayaran karena anuitas dibulatkan ke bawah adalah: NK = M – (a1 + a1 x daftar nilai akhir rente kolom i% baris (n –1)) atau NK = K + K x Daftar Nilai akhir rente kolom i % baris (n – 1) . S3. ketiga . Sm berturut-turut merupakan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas pertama. dan terdiri atas bagian bunga dan bagian angsuran. . S2. ke-m. Nilai anuitas dari pinjaman M. kedua. suku bunga i%/periode selama n periode: M. Hubungan antara anuitas dan angsuran pertama A = a1 x (1 + i)n 3. maka ada beberapa cara untuk menentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-m.158 c. Anuitas adalah sejumlah pembayaran pinjaman yang sama besarnya yang dibayarkan setiap jangka waktu tertentu. i A = (1 − (1 + i) −n ) Dengan menggunakan daftar anuitas: A = M x daftar anuitas baris ke-n dan kolom i % 4. . 2. . Hubungan antara angsuran yang satu dengan angsuran yang lainnya: an = a1 (1 + i)n – 1 atau an = ak (1 + i)n – k 3.

Suatu pinjaman akan dilunasi dengan anuitas tahunan. Besarnya bunga ke-8! anuitas bulanan 4.000. Jika suku bunga 4%/bulan.000.000. Tentukan nilai anuitas bulanan dari suatu pinjaman sebesar Rp 8.000. Besarnya anuitas! b.00! b. Anuitasnya! b.000. Tentukan: a. Tentukan: a. Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 25 bulan! 9.600.5%. Sisanya akan dicicil dengan sistem anuitas tahunan selama 15 tahun dengan suku bunga 14%/tahun. Nissa bersama suaminya berencana membeli rumah di VILLA IMPIAN dengan harga Rp300. tentukan: a.00! 3.00! 2.00.00 akan dilunasi dengan Rp 250. Besarnya angsuran ke-5! c. Tentukan: a.00.25%/bulan. Besarnya angsuran ke-8! 5.000.00 dan Rp27.000.000.000.000.500. Suatu pinjaman akan dilunasi dengan sistem anuitas Rp550.800.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas bulanan dengan suku bunga 3%/bulan selama 3. Besarnya bunga ke-8 jika angsuran ke-8 adalah Rp412. Suatu pinjaman Rp2.5%/bulan! 6. Cicilan setiap bulan! c.00 selama 2 tahun dengan suku bunga 2. Nilai anuitasnya! b. Sisa pinjaman setelah mengangsur 20 bulan! Pinjaman sebesar Rp10. Besarnya anuitas! d.000.BAB III Matematika Keuangan 159 1. tentukan: a. Angsuran ke-5 suatu anuitas Rp300.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan dengan suku bunga 3. Pinjaman sebesar Rp12.25 tahun.000.00.5%/bulan selama 3 tahun. Besarnya pinjaman! b. Besarnya angsuran pertama! c.00 dilunasi dengan anuitas bulanan selama 1 tahun 7 bulan dengan suku bunga 2.00 dan bunga pertamanya Rp320. Sisa pinjaman setelah mengangsur 10 tahun! 8. Pinjaman sebesar Rp 2. .000.000.000. Besarnya bunga pertama dan angsuran pertama! b. Bunga dan angsuran ke-24! 7. Jika suku bunganya 2.00.000.00 dan Nissa hanya memiliki uang muka Rp 50.000. Bunga dan angsuran pertama! c. Tentukan: a. Tentukan besarnya anuitas jika besarnya angsuran ke-10 dan bunga ke-10 masing-masing adalah Rp318.000. Besarnya angsuran pertama jika bunga pertama = Rp450.000.

25 tahun dengan suku bunga 2.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas tiap bulan dengan suku bunga 1.5%/bulan selama 2. Puluhan ribu ke bawah Suatu pinjaman Rp15.5%/tahun selama 18 tahun. Puluhan ribu ke atas Suatu pinjaman Rp25. Total kekurangan pembayaran anuitas! c.5%/bulan.5 tahun. Tentukan besar pinjaman tersebut! Pinjaman Rp12.000. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b. Pembayaran anuitas terakhir! Pinjaman sebesar Rp14.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan selama 4. 14. tentukan: a. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam puluhan ribu. Pinjaman sebesar Rp15.000.5%/tahun. . Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 10 semester! Pinjaman Rp18. Puluhan ke atas c. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam ratusan ribu.000. Ribuan ke bawah b.5% / tahun selama 25 tahun. Pembayaran anuitas terakhir! 11.25%/bulan.000.000.75 tahun.500.000.000. Tentukan nilai anuitasnya dan bulatkan anuitas di atas dalam: a.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan selama 8 tahun dengan suku bunga 15%/tahun.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan selama 3. tentukan: a. Ratusan ke atas d.000.000 dengan suku bunga 2. Ratusan ke bawah c.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas tahunan selama 8 tahun dengan suku bunga 12.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 12%/tahun selama 15 tahun.5%/bulan selama 2. Total kelebihan pembayaran anuitas! c.00 akan dilunasi dengan sistem anuitas tiap semester dengan suku bunga 7. Tentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-25! Suatu pinjaman dilunasi dengan anuitas bulanan sebesar Rp500. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam ratusan ribu.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 4. tentukan: a. 12. Total kelebihan pembayaran anuitas! c. 13. 15. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b. Pinjaman sebesar Rp4. Pembayaran anuitas terakhir! Suatu pinjaman Rp22.25 tahun dengan suku bunga 3. 16. Tentukan nilai anuitasnya dan bulatkan anuitas di atas dalam: a.5%/semester selama 7. 19.000.000.000. Ratusan ribu ke bawah d. Tentukan sisa pinjaman setelah mengangsur 2 tahun.000.000.500. 17.000.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 5. Ribuan ke atas b.5 tahun.000. Tentukan sisa pinjaman setelah pembayaran anuitas ke-12! Pinjaman Rp25.160 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 10.000. 18.

Tentukan: a. 25. Suatu pinjaman Rp25. maka obligasi tersebut dipecah menjadi 1. Tabel rencana pelunasanya! c. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b.000 lembar.000. anda dapat: ¾ Mengidentifikasikan pengertian penyusutan. Besarnya nilai anuitas sebelum dan sesudah dibulatkan! b. Penyusutan Nilai Barang a.000. • Metode satuan jasa kerja aktiva.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 20%/tahun selama 8 tahun.000. 4. Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini. 24. • Metode jumlah bilangan tahun.75%/bulan.00 terpecah dalam nilai nominal Rp10. Pembayaran anuitas terakhir! 21. Karena akan dilunasi dengan anuitas dengan suku bunga 15%. Tabel rencana pelunasanya! c. B.000. Buatlah rencana pelunasannya! Suatu pinjaman Rp5. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke atas dalam puluhan ribu.000. dan umur manfaat ¾ Menghitung besar penyusutan dengan metode: • Metode garis lurus atau metode persentase tetap dari harga pembelian. Susunlah rencana dan tabel pelunasannya! 22. Angsuran ke-10! c. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu. tentukan: a.000. aktiva.00 dalam bentuk obligasi. tentukan: a.000. • Metode satuan hasil produksi atau metode unit produksi. Suatu pinjaman Rp25.000. . nilai sisa.75 tahun dengan suku bunga 2.000.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 12%/tahun selama 5 tahun.000.BAB III Matematika Keuangan 161 20.000. Suatu pinjaman obligasi Rp20. • Metode persentase tetap dari nilai buku atau metode saldo menurun. Pembayaran anuitas terakhir! Suatu pinjaman Rp50.000. Sisa pinjaman setelah anuitas ke-15! 23. Pembayaran anuitas terakhir! Suatu pinjaman dilunasi dengan anuitas sebesar Rp725.00 tiap bulan selama 3. Jika pembayaran anuitas dibulatkan ke bawah dalam ratusan ribu.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 8% / tahun selama 7 tahun.00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan dengan suku bunga 10%/tahun selama 12 tahun. Total kekurangan pembayaran anuitas! c. Besarnya pinjaman! b. tentukan: a.

yaitu: aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Biaya perolehan suatu aktiva adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tersebut. Ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan untuk mempermudah penulisan di dalam menentukan besarnya penyusutan. Umur manfaat suatu aktiva adalah perkiraan lamanya suatu aktiva dapat dimanfaatkan. Aktiva lancar adalah suatu aktiva perusahaan yang digunakan untuk membantu kelancaran proses kegiatan oprasional perusahaan. dan lain-lain. Aktiva tetap adalah suatu aktiva perusahaan yang sifatnya relatif permanan yang digunakan dalan meyelenggarakan operasi perusahaan. pengertian penyusutan. Aktiva tetap ini dibedakan menjadi dua. Aktiva tetap tidak berwujud adalah suatu aktiva tetap tidak memiliki sifat-sifat. • Metode satuan jasa kerja aktiva. 2). antara lain: • Metode garis lurus atau metode persentase tetap dari harga pembelian. • Metode satuan hasil produksi atau metode unit produksi. Aktiva adalah segala sumber daya ekonomi dari suatu perusahaan yang berupa harta maupun hak-hak yang di miliki berdasarkan kekuatan hukum. copyright. Aktiva perusahan dapat dibedakan menjadi dua. Misalnya uang tunai dan aktiva lain yang secara layak dapat diubah menjadi uang tunai dengan cara dijual atau dipakai habis dalam satu siklus operasi perusahaan yang normal. Agar perusahaan dapat tumbuh berkembang secara seimbang. Contohnya hak paten. • Metode persentase tetap dari nilai buku atau metode saldo menurun. aktiva. tetapi memiliki nilai uang karena hak secara hukum. peralatan.162 b. gedung bangunan. nilai sisa dan umur manfaat Penyusutan atau Depresi adalah berkurangnya nilai ekonomi suatu aktiva. hak cipta. maka salah satunya perusahaan tersebut perlu mengetahui atau memperkirakan penyusutan-penyusutan aktivanya secara baik dan tepat hingga pada gilirannya perusahaan dapat mengunakan hasil-hasil prakiraan ini sebagai dasar tidak lanjut operasional. mesin kendaraan. • Metode jumlah bilangan tahun. Aktiva tetap berwujud contohnya tanah. dan merek dagang. objek peyusutan aktiva perusahaan hanyalah pada aktiva tetap berwujud. Uraian Materi Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 1). Contohnya penyusutan pada mesin produksi. Menghitung Besar Penyusutan Pada kompetensi dasar ini. goodwiil. yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Nilai sisa atau residu adalah taksiran nilai aktiva setelah masa manfaat dari aktiva tersebut. penyusutan pada kendaraan operasional dan penyusutan aktiva tetap berwujud lainnya. ada beberapa metode yang dapat digunakan. Untuk menentukan besarnya beban penyusutan dalam tiap-tiap periode. Berkurangnya nilai tersebut biasanya disebabkan karena aus dipakai atau umur manfaatnya. yaitu: .

000.00 = = Rp600.BAB III Matematika Keuangan 163 A = Biaya perolehan aktiva yaitu besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh aktiva sampai aktiva itu siap di operasikan.000. Beban penyusutan tiap tahun: A −S D= n 5.00 .000.00.00 x 100% = 12 % r= 5. Besarnya beban penyusutan tiap tahun! b.000. tentukan: a.00 dan n = 6 tahun a.000. Diperkirakan aktiva itu dapat dimanfaatkan selama 6 tahun dengan perkiraan nilai sisa Rp 2. Tingkat peyusutan atau persentase peyusutan per tahun! c.00. Metode garis lurus disebut juga metode presentase tetap dari harga pembelian aktiva.000.000.000.000.00 − 2. tingkat penyusutan tiap tahun sebesar 12% dari harga pembelian c.00 Jadi.00 – 3 x 600.00 5 jadi.00. b. Buatlah daftar peyusutan lengkap dengan akumulasi penyusutannya! Jawab: A = Rp5. Nilai buku atau harga aktiva pada akhir tahun ke-3 misalkan S3. n = umur manfaat /umur ekonomis aktiva dalam tahun. besarnya penyusutan tiap tahun adalah Rp 600.000. maka: S3 = A – 3D S3 = 5.000.000.000. Berdasarkan metode garis lurus besarnya beban peyusutan tiap tahun adalah tetap yang didefinisikan oleh rumus: A −S D= n Besarnya tingkat peyusutan r di definisikan oleh rumus: r= D x 100% A Contoh 73 Sebuah aktiva dengan biaya perolehan sebesar Rp5. r = Tingkat peyusutan atau presentase peyusutan. Dengan mengunakan metode garis lurus.000. Persentase penyusutan (r) D x 100% r= A 600. Nilai buku atau harga aktiva pada akhir tahun ke-3! d.000. S = Perkiraan nilai sisa aktiva yaitu nilai taksir yang mungkin dapat di peroleh melalui aktiva yang sudah lewat masa pemakaiannya. Metode Garis Lurus (straight line method).000. D = Beban peyusutan tiap periode.000.000.000.000.00 S = Rp2. a).

000.200.400.000. Tentukan: a.000.00.000.000.375. Nilai aktiva pada akhir awal tahun 2010! b.00.000.000.00 3.000. Di dalam metode ini besarnya beban penyusutan tiap-tiap tahun diperoleh dari perkalian tingkat penyusutan (r) dengan nilai buku awal tahun pada tahun yang bersangkutan. Aktiva tersebut menyusut 12.000.000.5% (metode garis lurus) = 0.00 3.00 2.000.800.625.000.000.00 – 5 x (0.000.00.000.5% = 75% Total akumulasi penyusutan = ™r .000.00 Akumulasi peyusutan 600.00 600.00 3.800.00 4.200.00 Contoh 74 Pada awal tahun 2005 PT Adil dan Sejahtera membeli sebuah aktiva seharga Rp15.000.000.00 Jadi. Umur aktiva jika aktiva tidak bernilai lagi! Jawab: A = Rp15.00 r = 12.00) S5 = 15. atau ™r = 100% 100% ∑r =8 n= = r 12.000. harga aktiva pada akhir tahun ke-3 adalah Rp3.800.000.00 600.00 2. Umur aktiva pada saat S = 0. A = 75% x Rp15.000.000.000.400. r = 6 x 12.00 Beban peyusutan 600.00 600.200.200.000.600.000.000.625. Nilai buku dari tiap-tiap tahun dapat dicari sebagai berikut: Nilai buku pada akhir tahun ke-1 S1 =A – r.000.5% tiap tahun dari harga beli.000.000. misalkan S5. harga aktiva pada awal tahun 2010 adalah Rp5.125 a.00 1.000.000.000.200.000.00 2. Akumulasi penyusutan selama 6 tahun! c.000.00 3. Dari awal tahun 2005 sampai awal tahun 2010 = 5 tahun (n = 5) Nilai buku atau harga aktiva untuk n = 5.00 3.000. c.00 Jadi. d. Total persentase akumulasi penyusutan ™r = n.000.000.00 1.400.00 Nilai buku akhir tahun 4. Daftar penyusutan aktiva menurut metode garis lurus: Tahun ke 1 2 3 4 5 Biaya perolehan 5.00 600. b.00 2.000.00 – 9. Metode persentase tetap dari nilai buku (Metode Saldo Menurun) Metode saldo menurun dinamakan juga dengan declining balance method.5% b).600.250. A) S5 = 15.000.000.00 = Rp5.000. maka: S5 = A – 5D S5 = A – 5 x (r .164 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi S3 = Rp3.00.125 x 15.00 = Rp11.A =A (1 – r) .

S2 S3 = S2 (1 – r) = A (1 – r)2 (1 – r) S3 = A(1 – r )3 .000. diperoleh: r = (1 – 0.00 r = (1 – 6 0.00 ) x 100% 20. besar penyusutan tiap tahun adalah 20.000.00.000.000. Setelah beroperasi selama 6 tahun ditaksir nilai sisanya Rp5.000.7937) x 100% = 20.000. Dengan mengunakan metode persentase tetap dari nilai buku. S1 = S1 (1 – r) = A (1 – r) ( 1 – r) S2= A (1 – r)2 NIlai buku pada akhir tahun ke-3 = S2 – r.00 n = 6 tahun S ) x 100% a.63% Jadi.000. tentukan: a.00.00 S = Rp5. Daftar penyusutannya! Jawab: A = Rp20. maka (1 – r)n = (1 – r) Sn A S = n n A n Sn A Jika dinyatakan dalam %.000. Tingkat penyusutan tiap tahun! b. sehingga pada tahun ke-n nilai aktiva diperoleh: Sn= A (1 – r)n Jika Sn=A(1 – r)n.000. Nilai buku atau harga aktiva pada akhir tahun ke-4! c.63% dari nilai buku. maka tingkat penyusutan atau persentase penyusutan berdasarkan persentase tetap dari nilai buku atau metode saldo menurun adalah: S ) x 100% r = (1 – n A r =1– Contoh 75 Sebuah aktiva dengan biaya perolehan Rp20. . r = (1 – n A r = (1 – 6 5.000.000.25 ) x 100% dengan menggunakan kalkulator scientiffic.000.BAB III Matematika Keuangan 165 Nilai buku pada akhir tahun ke-2 S2 = S1 – r.

000.38 Persentase penyusutan 20.000.925 .000.000.999.791453125 = n.62 15.000. maka: Sn = A (1 – r)n 11.000.000.000.00 7.871.00 12.400.00 r = 5.26 Akumulasi penyusutan 4.000.299.000.806.000.000.984.00 x 0.00 0.166 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi b.791453125 = 3 tahun. Nilai aktiva setelah menyusut selama 5 tahun! Setelah berapa tahun nilai aktiva menjadi Rp 11.68 2.22 6.399.38 4.000.791453125 = 0.584.00 x (1 – 7.12 7. Tentukan: a.925n di logaritmakan dengan bilangan pokok 10 log 0.000.00 3.80 9.126.062.936. Tahun ke Biaya perolehan 20. b.599.796.299.980.22 6.936.871.63% 20.871.299.20 2.677187080 Sn= Rp 10.000.9255 Sn= 15.999.000.00 x 0.63% 20.984.00 x 0.599.88.871.88 = 15. log 0.00 12.63% Beban penyusutan 4.193.80 9.00 x (1 – 20.63% 20.88? b.126.12 1 2 3 4 5 6 Contoh 76 Pada awal tahun 2005 PT Adil dan Sejahtera membeli sebuah aktiva seharga Rp15.63%)4 Sn= 20.984.637.000.796. Untuk Sn = Rp 11.584.00 x (1 – 7.063.396849211 Sn= Rp 7.63% 20.874.796.000.00.88 Nilai buku akhir tahun 15.79374 Sn= 20.000.193.000.700.78 13.019.22 Jadi.000.599.806.000.999.213.415. Sn= A (1 – r)n Sn= 15.274.88 = 0. Jawab: A = Rp15.22.12 7.000.84 1.5%)5 Sn= 15.63% 20.157.000.936. n = log 0. Aktiva tersebut menyusut 7.995.20.019.925 log 0.000.5% tiap tahun dari nilai buku.925n 15. nilai buku pada akhir tahun ke-4 adalah Rp7.000.90 1. Nilai buku pada akhir tahun ke-4: Sn= A (1 – r)n Sn= 20.20 10.000.015.980.980.984.936.604.88 12.00 x 0. c.874.796.000. Daftar penyusutan aktiva menurut metode persentase tetap dari nilai buku.5% a.806.5%)n 11.00 15.

+ qn berturut-turut merupakan jumlah satuan hasil produksi dari tahun pertama sampai dengan tahun ke-n) dan nilai residu sebesar S. + r qk ∑ D = r(q1 + q2 + q3 + . + Dk ∑ D = r. .500.000.000 = Rp2. . q2 = 2.000 unit.000. Jika jumlah produksi tiap tahun berturut-turut adalah 2. . 2.00 x 2.000.BAB III Matematika Keuangan 167 c).00. . Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-4 ! d.000. D3. q3 = 2. .000. Nilai buku pada akhir tahun ke-5! e.000 b.00 = Rp2. q3 + .000 unit dan memiliki nilai sisa Rp5.000. D3 = r . Jika suatu aktiva dengan biaya perolehan sebesar A.000.00 . . . ke-2.000.250 + 2. .000.00 A−S a. .750) ∑ D = 2. + qk) Dan nilai buku pada akhir tahun ke-k adalah: Sk = A – ∑ D Contoh 77 Suatu aktiva dengan biaya perolehan Rp25. . Diperkirakan umur manfaat aktiva selama 6 tahun dengan jumlah produksinya 10. 2.000.00.000. Susunan daftar penyusutannya! Jawab: A = Rp25.250. r = Q r= 25.000.500 unit. q1 + r . . D2. .00 x (2.000 + 1.750 unit. Beban penyusutan pada tahun ke-3! c. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-4: ∑ D = r(q1 + q2 + q3+ q4) ∑ D = 2. dan 500 unit. q2 + r .000.000 unit (q1 = 2. q4 = 1.000.000.00 x 8. memproduksi sebanyak Q unit produksi (Q = q1 + q2 + q3 + . maka besarnya tingkat penyusutan r tiap satuan hasil produksi adalah: A−S r= Q Jika D1.000.250 unit.000. q5 = 1.00 − 5.00 n = 6 tahun Q = 10. ke-k.000.00 c. Tentukan: a.+ qn dengan q1 + q2 + q3 + .000.500 = Rp17.00 10.750.000. 1. .000 dan q6 = 500) S = Rp5. maka jumlah kumulatif beban peyusutan pada akhir tahun ke-k adalah: ∑ D = D1 + D2 + D3 + . Dk merupakan beban penyusutan tahun pertama. . masa manfaat selama n tahun. Metode satuan hasil produksi (production output method) Besarnya tingkat penyusutan mengunakan metode satuan hasil produksi dihitung berdasarkan tiap satuan hasil produksi (shp). 1. q3 = 2. .500 + 2. ke-3 .000.000 unit. Tingkat penyusutan tiap satuan unit produksi! b.

000.00 .000.250 + 2.000.000.500 = Rp508.000.000 + 1.950. Berapakah harga mesin foto copy itu setelah mesin tersebut memproduksi 950.00 15.00 17.000.500.645.00 1000 Nilai buku setelah memproduksi 950.00 = Rp6.000.500.00 Tahun ke 1 2 3 4 5 6 Nilai buku awal tahun 25.500.000.000.00 Nilai Buku Akhir tahun 20.000.000 = Rp855.000. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-5: ∑ D = r(q1 + q2 + q3+ q4+ q5) ∑ D = 2.500.00 Akumulasi penyusutan 5.000 lembar: Sk = A – ∑ D Sk = 6.00 Contoh 78 Sebuah mesin foto copy dibeli dengan harga Rp 6.00 Jumlah Jumlah Produksi 2.000. D =r.00 – 855.00 4.00 2.500.000.000.000.000.00 15.000.00 = Rp5.00 6.000.00.00 13.500.000.00 – 19.500.00 5.000.000.00 19.00 1.500 + 2.000.000 lembar foto copy? Jawab: A = Rp6.000.00 8.000.000 Beban Penyusutan 5.000.000.000 1.000. Mesin itu diperkirakan mempunyai tingkat penyusutan Rp900 tiap 1000 lembar foto copy yang dihasilkan.500.500 = Rp19.00 x 9.00 Nilai buku pada akhir tahun ke-5: Sk = A – ∑ D Sk = 25.000.000 500 10.000.000.000.500.750 1.000.000.000.000.00 3.00 6.000.000.000.500 2. Susunan daftar penyusutannya sebagai berikut: r = Rp2. ∑q 900 = x 950.000.168 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi d.000.250 2.00 20.00 4.000.000.500.000.000.00 x (2.00 11.00 e.000.000.500 lembar foto copy.000.000.000.000.000) ∑ D = 2. berapakah beban penyusutan pada tahun tersebut? b. a.000.00 1000 b.000.750 + 1. ∑ D = r .q 900 = x 565. Jika tahun tertentu mesin foto copy itu dapat menghasilkan 565.000.000.000.000 lembar a.000.00 9.00 8.500.00 20.000.00 11.000.000.00 r = Rp900/1.00 20.

00 + 2.00 x (3.000. .500 satuan hasil produksi Tahun ke-4 = 2.000 satuan hasil produksi Tahun ke-2 = 2.725.000. . .BAB III Matematika Keuangan 169 Contoh 79 Suatu mesin dapat berproduksi sebagai berikut: Tahun ke-1 = 3. . q3 = 1.250.00 x 7.500 satuan hasil produksi Tahun ke-3 = 1.00 = Rp 3.250. ke-k.000 = Rp 525.500.00 r= d.000.000. ke-3 . .00 – 525.00 A = 750. A−S Q A − 2.00 = A – 2.500) ∑ D = 75.00 per unit. berproduksi sebanyak Q jam kerja (Q = q1 + q2 + q3 + .500. + qn berturut-turut merupakan jumlah jam kerja aktiva dari tahun pertama sampai dengan tahun ke-n) dan nilai residu sebesar S.500. . Besarnya nilai buku pada akhir tahun ke-3! Jawab: S = Rp2.500. .500 + 1.+ qn dengan q1 + q2 + q3 + .00 75 = 10.000.000) r = Rp75.00 a.000. q4 = 2.000 satuan hasil produksi Setelah 5 tahun. q2 = 2.00.000 dan q5 = 1.000. Tentukan: a.00 Nilai buku pada akhir tahun ke-5: Sk = A – ∑ D Sk = 3. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-3: ∑ D = r(q1 + q2 + q3) ∑ D = 75.00 = Rp 2. Dk merupakan beban penyusutan tahun pertama.000.000. Jika suatu aktiva dengan biaya perolehan sebesar A.500. D2.000.000. maka jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-k adalah: . Biaya perolehan mesin! b.500.500. maka besarnya tingkat penyusutan r tiap jam kerja aktiva adalah: r= A−S Q Jika D1. mesin tersebut ditaksir mempunyai nilai Rp 2. Metode satuan jam kerja aktiva (service hours method) Besarnya tingkat penyusutan mengunakan metode satuan jam kerja aktiva dihitung berdasarkan tiap satuan jam kerja aktiva. .00 d) . masa manfaat selama n tahun. D3.000 unit (q1 = 3.000 + 2. ke-2.000. . Jika dengan metode satuan hasil produksi besarnya penyusutan adalah Rp75.000 satuan hasil produksi Tahun ke-5 = 1.000.000 750.00 n = 5 tahun Q = 10.

Tentukan: a. q5 = 5.000.000 b.000. .500 + 5.000.00 c.000.500 = Rp 3.000.000) ∑ D = 600.000.000 jam dan memiliki nilai sisa Rp6.00 – 22.000.500 + 6.000 ) S = Rp6.000 = Rp21. Jika jumlah jam kerja aktiva tiap tahun berturut-turut adalah 10.000 + 5.000.000 + 8.00 r= = Rp600. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-5! d.00 d.000 jam.00 x 35.000 = Rp 22. Tingkat penyusutan tiap jam kerja aktiva! b.000.000 jam (q1 = 10.000.000 + 3.500 + 6.00 − 6.500.300.200. Nilai buku pada akhir tahun ke-6! e. q3 = 6. dan 2.000 + 5. Susunan daftar penyusutannya! Jawab: A = Rp30.800. q2 = 8. q1 + r . q2 + r .000. + r qk ∑ D = r(q1 + q2 + q3 + .000. r = A−S Q 30.00.00 x 38.000.00 x 5. 3.500 jam.00 = Rp7.00 . D4 = r . 6. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-6: ∑ D = r(q1 + q2 + q3+ q4+ q5+ q6) ∑ D = 600.500. Beban penyusutan pada tahun ke-4! c.000.000 jam. q4 = 600. .000.00.000 + 8.000. .800. 5. Diperkirakan umur manfaat aktiva selama 7 tahun dengan pengoperasian mesin selama 40.00 x (10. 8. .000.000 jam.000. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-5: ∑ D = r(q1 + q2 + q3+ q4 + q5) ∑ D = 600.000) ∑ D = 600.00 n = 7 tahun Q = 40.000 dan q6 = 2.000 jam.00 Nilai buku pada akhir tahun ke-6: Sk = A – ∑ D Sk = 30. + qk) Nilai buku pada akhir tahun ke-k adalah: Sk = A – ∑ D Contoh 80 Suatu aktiva dengan biaya perolehan Rp30.000 dan q6 = 3. q4 = 5.00 x (10.000.000.00 40.500 + 5.000.500 jam. . 5. q3 + .000 jam.000.00 a. + Dk ∑ D = r.170 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi ∑ D = D1 + D2 + D3 + . .

000.000.000. Susunan daftar penyusutannya sebagai berikut: Nilai Buku Awal Tahun 30.200. Tentukan nilai buku pada akhir tahun ke-5! d.000.000 5.000 40.000. D3 = JBT .000.00 3.000.000.300.00 24.200. + Dk Nilai buku pada akhir tahun ke-k adalah: Sk = A – ∑ D Contoh 81 Sebuah aktiva dengan biaya perolehan sebesar Rp5.000 r = Rp600.000. Jumlah bilangan tahun dari n tahun adalah: JBT= 1 + 2 + 3 + … + n Beban penyusutan akhir tiap-tiap tahun adalah: n D1 = ( A – S).00 12.00 diperkirakan mempunyai umur manfaat selama 6 tahun dengan nilai sisa Rp800. Tentukan akumulasi beban penyusutan pada 3 tahun pertama! c.000.000.000.000.000.00 Tahun ke 1 2 3 4 5 6 7 e).800.000 8.000.900. maka tingkat penyusutan r merupakan bilangan pecahan dari tahun ke tahun semakin menurun dengan penyebut pecahan merupakan jumlah n bilangan asli.300.700.000.00 14.00 dengan menggunakan metode jumlah bilangan tahun: a.BAB III Matematika Keuangan 171 e.000.000.000.00 24.00 11.000.000.000.600. n − k +1 ( A – S) Dk = JBT Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-k adalah: ∑ D = D1 + D2 + D3 + .000.500 6. JBT n −1 D2 = ( A – S ).000. .000.00 12.200.000.00 15.000.00 24.00 18.000.00 18.000.000. .000.000.000.000. Buatlah daftar penyusutannya! .00 21.000.000.000. .00 1.00 3.00 22.00 15. .100.00 5.00 18.00 9.000.800.000.00 3.000 2.00 9.500 5.100.900. JBT n−2 ( A – S).000. Tentukan beban penyusutan tiap-tiap tahun! b.00 Akumulasi Penyusutan 6.00 1.000.000.000.000. Metode Jumlah Bilangan Tahun (sum of the year’s digits method) Jika suatu aktiva mempuyai umur manfaat n tahun.000 3.00 7.00 Nilai Buku Akhir tahun 24.00 6.00 Beban Penyusutan 6.300.00 7.00 Jumlah Jumlah Jam Kerja 10.000.000.000.

000.00 = Rp1.000.00 – 800.000. D1 = (A – S) JBT 6 (5.000.00) = 21 3 x 4.00 21 6−5 D6 = (A – S) JBT 1 (5.000.000.000.00 n = 6 tahun JBT = 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21 6 a.00 = Rp200.000.00 = Rp400.00 = Rp3.200.00 = Rp800.000.000.00 + 800.000.00 – 800.000.000.000.000.000.000.00 = 21 6−4 D5 = (A – S) JBT 2 (5.000.000.00 21 b.000.00) = 21 1 = x 4.000.200.00 – 800.000.00 = 21 6 −1 D2 = (A – S) JBT 5 (5.000.000.00 S = Rp800.200.000.00 = Rp600.00 – 800.00 .200.000.00 21 6−3 D4 = (A – S) JBT 3 (5.000.00 = Rp1. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-3 adalah: ∑ D = D1 + D2 + D3 = 1.00) = 21 6 x 4.200.000.00.000.00 21 6−2 D3 = (A – S) JBT 4 (5.000.000.00) = 21 4 = x 4.000.200.200.000.172 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Jawab: A = 5.200.00 – 800.000.00) = 21 5 = x 4.000.000.000.00 + 1.000.00) = 21 2 = x 4.00 – 800.000.

.00 – 4.00 800.000.000.000.000.00 Contoh 82 Sebuah aktiva mempunyai umur manfaat selama 8 tahun.00 ∑D = 21 c.00 1.000.000.00 Akumulasi Penyusutan 1.000.000.00 d.200.200.00 1.00 x 36 5 A – S = 21.000.000.000.00 – JBT 20 S5 = 5.000.000.00 400.600.000.00 – x 4.00 = 36 D4 = A – S = 3.000.00 2.000.800.000. .000. .00 = Rp1.800.00 9. .000.000.00) ∑D = 21 15 x 4.000.600.00 1. .000.000.00 24.000. Daftar Penyusutannya: Tahun ke 1 2 3 4 5 6 Nilai Buku Awal Tahun 5.00 12.000.00 S6 = Rp 5.000.000.000.00 21 S5 = 5.1) .000.00 – 800.000.000.000. Tentukan biaya perolehan dan residu aktiva! Jawab: n = 8 tahun.000.000.200.000. .00 2.000.00 4.000.00 600.200.000.000.000.00 – 800.00 200.000.00) S5 = 5.000.00 Nilai Buku Akhir Tahun 3.00 dan nilai buku pada akhir tahun ke-6 adalah Rp5.00.000.200. maka JBT = 8 + 7 + 6 + 5 + 4 + 3 + 2 = 1 = 36 D4 = Rp3.000.000.200. Menurut metode jumlah tahun beban penyusutan tahun keempat adalah Rp3.000.00 15.00 4.00 3.00 2.200.000.000.00 .000. .00 = Rp3.000.200.000.000. Nilai buku pada akhir tahun ke-5 adalah: S5 = A – ∑ D 6+5+4+3+2 (5.000.000.00 800.000.BAB III Matematika Keuangan 173 atau: ∑ D = D1 + D2 + D3 6+5+4 (A – S) ∑D = JBT 15 (5.400. .000.000.300.000.00 8 − 4 +1 (A – S) JBT 5 (A – S) 3.00 Jumlah Beban Penyusutan 1.000.000.000.00 4.000.000. .200.000.000.00 18.900.00 3.

000.00 n = 15 tahun A 150.000. Jadi. Jika aktiva tak berwujud dikeluarkan oleh pemerintah maka masa berlaku aktiva itu ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan peraturan pemerintah.200. Misalnya hak paten masa berlaku dalam jangka waktu 15 tahun. beban penyusutan tiap tahun: A−S A−0 A D= = = n n n A = biaya perolehan aktiva tak berwujud. Tentukan: a.000.200.00 (dari persamaan 1) S = 25.000. Beban penyusutan tiap tahun dari hak paten tersebut b.00 = A – 36 33 5.000.800.00 = Rp25. Proses penyusutan pada aktiva tetap tak terwujud disebut amortisasi.00 S6 = A – A – S = 21.000.000.000. hak cipta (copy right).000. Semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatka aktiva sehingga aktiva itu dapat digunakan di dalam operasional perusahaan. Contoh: hak paten.00 – 8 x 10.000.000.400.000. Nilai buku pada akhir tahun ke-8! Jawab: A = Rp150.00.000.000.600. D = = n 15 b.000.00 + 19.00 A = 5. sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan. Perhitungan amortisasi biasanya dilakukan dengan metode garis lurus.00 = A –19. Umur manfaat aktiva tak terwujud.000.000.000. merek dagang.000.000.600.00 = Rp10.00 = A – x 21. Contoh 83 Perusahaan pertambangan Batu bara mendapat hak paten menambang batu bara selama 15 tahun dengan biaya perizinan sebesar Rp150.00 ( dari persamaan 1) 36 5.000.200.000. Penyusutan Aktiva Tetap Tidak Berwujud Aktiva tidak berwujud adalah suatu aktiva tetap yang tidak memiliki sifat fisik.000.000.00 = Rp70.000. Dalam hal ini nilai sisa setelah masa manfaat dari aktiva itu habis adalah nol (S=0). n = masa berlakunya aktiva tak berwujud.000.000.00 3).00 – 21.00 .00 a.800. Nilai buku pada akhir tahun ke-8: S8 = A – ™D S8 = 15.000.200. dan nama baik (goodwill). maka biaya-biaya itu dimasukan ke dalam biaya perolehan aktiva itu.174 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi ∑D 8+7+6+5+4+3 (S – A) 5.600.00 = Rp3.

00.000.00.000. 18.500. Umur aktiva jika aktiva tidak bernilai lagi! 2.000. 20. 19.500 unit.000 lembar foto copy.000.00. Tentukan: a. Susunan daftar penyusutannya.000 unit. Suatu aktiva dengan biaya perolehan Rp35.000. Jika tahun tertentu mesin foto copy itu dapat menghasilkan 250. Buatlah daftar penyusutanya! 4. Akumulasi penyusutan sampai akhir tahun 2012 c.250 unit. berapakah beban penyusutan pada tahun tersebut? b. 6.000. Jika jumlah produksi tiap tahun berturut-turut adalah 30.565. Tentukan: a. tentukan: a. tentukan: a. Tingkat penyusutan tiap tahun b. 3.000. Aktiva tersebut menyusut 10% tiap tahun dari harga beli. Harga aktiva pada akhir tahun ke-5 d.00. Nilai buku pada akhir tahun ke-4! e.00! 5.00.938.750 unit.000 unit dan 10.BAB III Matematika Keuangan 175 1. Sebuah aktiva dengan biaya perolehan sebesar Rp15. Aktiva tersebut menyusut 10% tiap tahun dari nilai buku.000.000.000. Sebuah mesin foto copy dibeli dengan harga Rp8. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-5! d. Setelah berapa tahun nilai aktiva menjadi Rp9. 18.00. 23.000. Pada awal tahun 2005 PT Adil dan Sejahtera membeli sebuah aktiva seharga Rp20.000 lembar foto copy? .000. Berapakah harga mesin foto copy itu setelah mesin tersebut memproduksi 600.000 unit. Harga aktiva pada akhir tahun ke-5 c.000 unit. Beban penyusutan pada tahun ke-6! c.000. Setelah beroperasi selama 7 tahun ditaksir nilai sisanya Rp7. Tingkat penyusutan tiap satuan unit produksi! b. Diperkirakan aktiva itu dapat dimanfaatkan selama 8 tahun dengan perkiraan nilai sisa Rp 3.000. 25. Buatlah daftar penyusutan lengkap dengan akumulasi penyusutannya! Pada awal tahun 2006 CV Sejahtera membeli sebuah aktiva seharga Rp12. Besarnya beban penyusutan tiap tahun b. a. Dengan mengunakan metode persentase tetap dari nilai buku. Tentukan: a. Mesin itu diperkirakan mempunyai tingkat penyusutan Rp85 tiap 100 lembar foto copy yang di hasilkan.000.00. Nilai aktiva pada akhir tahun 2010 b.000. Persentase penyusutan per tahun c.500 unit. Nilai aktiva pada akhir tahun 2010 b. Diperkirakan umur manfaat aktiva selama 8 tahun dengan jumlah produksinya 165.000 unit dan memiliki nilai sisa Rp2. Sebuah aktiva dengan biaya perolehan Rp25.000.00.00. Dengan mengunakan metode garis lurus.

000.00.000. 3. Beban penyusutan pada tahun ke-3! c. 8.500 unit Tahun ke-4 = 3.000 jam. 14.000.000. 11.00. Hitunglah: a. Dengan perkiraan umur manfaat selama 15 tahun.500 unit Tahun ke-3 = 3.000. Nilai buku pada akhir tahun ke-2! e. Nilai buku pada akhir tahun ke-10! Suatu aktiva dengan metode saldo menurun. Berdasarkan metode jumlah bilangan tahun. Besar residunya! b. mesin tersebut ditaksir mempunyai nilai Rp 2.000.250.00 a. 13. Tentukan biaya perolehan dan residu! b.000. Tentukan: a.00 dan masa manfaat selama 8 tahun. Tentukan: a.000.500 jam. Buat daftar penyusutan! Perusahaan pertambangan timah mendapat hak paten menambang timah selama 12 tahun dengan biaya perizinan sebesar Rp180.000 jam. Jumlah kumulatif beban penyusutan pada akhir tahun ke-6! d. Diperkirakan umur manfaat aktiva selama 6 tahun dengan pengoperasian mesin selama 42.00 per unit.000 jam. Harga beli aktiva! Suatu aktiva dengan harga Rp12. Tentukan: a. Tentukan: a.000 unit Setelah 5 tahun. Besarnya nilai buku pada akhir tahun ke-4! Suatu aktiva dengan biaya perolehan Rp45.000.000.00. Suatu mesin dapat berproduksi sebagai berikut: Tahun ke-1 = 5.000 jam dan memiliki nilai sisa Rp3.500.000.000 unit Tahun ke-2 = 4.000. Biaya perolehan mesin! b.000 jam dan sisanya tahun ke-6. beban penyusutan tahun kedua adalah Rp2.200. 12.000. tentukan harga aktiva pada akhir tahun ke-5! 4 8.000. Tiap tahun harganya tinggal 3 nya dari nilai buku. 7. 5. . Jika jumlah jam kerja aktiva tiap tahun berturut-turut adalah 11. Jika dengan metode satuan hasil produksi besarnya penyusutan adalah Rp105. Beban penyusutan tiap tahun dari hak paten tersebut! b. nilai buku akhir tahun ke-2 adalah Rp2. Tingkat penyusutan tiap jam kerja aktiva! b. 10.00.750.000. beban penyusutan pada tahun ke-6 adalah Rp6. Persentase penyusutannya! b.00.000 unit Tahun ke-5 = 2.176 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 7.00.000.00 dan nilai buku pada akhir tahun ke-3 adalah Rp 6.500 jam. 5. Susunan daftar penyusutannya! Sebuah aktiva mempunyai umur manfaat selama 6 tahun menurut metode jumlah bilangan tahun. Nilai buku pada akhir tahun ke-8! Sebuah mobil dibeli dengan harga Rp100.00.

000.000.85 nya dari nilai buku. 4. Akumulasi penyusutan selama 3 tahun pertama c. Suatu aktiva setiap tahun nilainya menyusut hanya tinggal 0. 17. 5.200 unit.000.000 jam dengan taksiran sebagai berikut: Tahun I = 12.500.000 ton. Tahun kedua dapat memproduksi 800 unit.000 ton. Masa manfaat aktiva sehingga aktiva tidak bernilai lagi! Sebuah aktiva dengan biaya perolehan Rp500. Selanjutnya aktiva itu tidak dapat dimanfaatkan lagi kemudian dijual dan laku sebesar Rp5. Harga aktiva setelah beroperasi selama 8 tahun d. Tentukan nilai aktiva pada akhir tahun ke-3! Selama jangka waktu 10 tahun PT Hasil Alam menghasilkan batu bara sebanyak 50. Tingkat penyusutan setiap jam kerja b.500 jam Tahun III = 9.000 jam Dengan metode satuan jam kerja. Dengan metode persentase tetap dari harga beli besarnya persentase penyusutan 6.218.00. Tahun keempat dapat memproduksi 400 unit. 5. Beban penyusutan aktiva tiap tahun b. 19.BAB III Matematika Keuangan 177 15. Hitunglah tingkat penyusutan tiap satu unit produksi! b.000 ton.000. 18.000.500 jam Tahun IV = 8.56.00. Jika nilai aktiva pada akhir tahun ke-5 adalah Rp2.000 ton 7000 ton. Tentukan nilai buku pada akhir tahun ke-8! Sebuah mesin pabrik dibeli dengan harga Rp60.500 jam Tahun VII = 4.000 jam Tahun II = 10.500 jam Tahun VI = 5.000 jam Tahun V = 6.526. Harga mesin setelah beroperasi selama 5 tahun d. Jumlah akumulasi nilai penyusutan 10 tahun pertama c.000. Tentukan tingkat penyusutan setiap satu ton batu bara yang dihasilkan! b. Berapa harga aktiva seandainya pada akhir tahun ke-2 dijual? c.000.00 dan ditaksir akan dapat digunakan selama 56. Hitunglah: a. . tentukan: a. 5000 ton dan 4000 ton.000 ton. Buat daftar penyusutan! 16. Susunan daftar penyusutan! Suatu aktiva dengan harga Rp6. Tahun ketiga dapat memproduksi 600 unit.000.00.25% per tahun.000. 7000 ton. 3. Dengan metode satuan hasil produksi: a.00 diperkirakan selama 5 tahun dapat memproduksi dengan rincian sebagai berikut: Tahun pertama dapat memproduksi 1.000 ton dengan hasil tahun pertama sampai dengan tahun ke-10 berturut-turut adalah 5. a. Nilai sisa jika mesin tersebut habis masa manfaatnya adalah Rp4.

8.00 e. maka modal setelah dibungakan adalah ….00 b..00.550.00 c.000. Rp1. Rp1.000. Hitunglah tingkat penyusutan tiap jam kerja! c. Rp600.00 Perkiraan aktiva: Masa manfaat aktiva……………………. 3 17 2. Rp5.000 jam Jumlah produksi yang dihasilkan……. 15% di atas 100 senilai dengan ….00 10% diatas 100 senilai dengan …. 23 20 3 3 d. 22 18 12% dibawah 100 dari Rp 4.. 8. Dengan metode satuan hasil produksi dan satuan jam kerja. Rp1..000. Rp528. Rp1.43 % e. Rp880.600 unit Nilai residu………………………………….000.000.600 unit dan bekerja selama 8. persen di bawah 100 c.. Rp760.500 jam kerja)! A.000.09 % b.00 adalah …. Rp 4.000.428. Hitunglah beban penyusutan dan persentase penyusutan tiap tahun dengan menggunakan metode garis lurus! b. hitunglah beban penyusutan untuk tahun kedua (tahun kedua dihasilkan 7.00 3.000. 8.. Pilihan Ganda 1. 8 Jumlah jam kerja…………………………… 50.000. .000.000.00 d. Rp471. Rp628.83 % d.000. e.200. Harga jual suatu barang adalah Rp5.000.980.000.100.00 5.000.440.000. 3 3 c. Rp780.00 b. e.178 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 20.000.00 a. 8.. Rp5. a. a.000.00 e.000. a.00 b.00 c. Jika barang dijual dengan untung 15%.000.400.33 % 4. a. b..00 d.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 3 tahun dengan suku bunga tunggal 18%/tahun. Rp682.00 c.53 % a.00 d. Hitunglah tingkat penyusutan tiap unit produksi! d.240. Data suatu aktiva sebagai berikut: Biaya perolehan …………………………… Rp20.00 Suatu modal sebesar Rp1.000. Rp1.000.540.450. maka untungnya adalah …. 1. 9.

575.527.000.25 Modal sebesar Rp1.008.500. Rp356.00.26 Pinjaman sebesar Rp2. 18 bulan e.550.00 b.5%/semester dan modal tersebut menjadi Rp1.700.800.00 d.000. Rp3.415. Rp3. Rp2.500.400.710. Rp635.44 7. 8% d.607. a.607. Rp3.500.810.375. Rp 4.00 Suatu pinjaman sebesar Rp2.752.00 b. 12. Rp2.26 e.800.108.BAB III Matematika Keuangan 179 6. Bunga yang diperoleh adalah ….2%/bulan c.00 e.789. maka modal akhirnya adalah …. 16 bulan d.00 dibungakan dengan bunga majemuk 4%/triwulan selama 3 tahun 9 bulan.000.257.25 e.700. a. 8.250. 10.00. 13. Rp3.000.500.000.25 d.00 dibungakan dengan suku bunga tunggal 7.000.00 d.701. 1. 14. 7% e.500.257. Rp536. .00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 5%/semester selama 5 tahun.26 c. Rp2. Rp3.000.4%/bulan d.000. a.5% Suatu pinjaman sebesar Rp1.00 b. a.625.000.018.26 d.000.607.600.180.00 Nilai tunai dari suatu modal Rp5.350.415.789. Rp366.607.400.00 e. Rp 7.000.00.250.000.000.44 d. a. Modal sebesar Rp2. 7.000.711.500. Rp3. Rp2.000.000.00 c.711.26. maka modal mula-mulanya adalah …. 20 bulan Suatu pinjaman setelah dibungakan dengan bunga tunggal 15%/tahun selama 2 tahun modal tersebut menjadi Rp6. 6% c. Rp3. a.00 c.00 dibungakan dengan bunga majemuk tiap bulan selama 2 tahun ternyata modal menjadi Rp3. Rp3.5%/bulan e.03.00 d.44 c. 21 bulan b. a. 14 bulan c. 1. Rp 4.415.8%/bulan b. Rp2. Rp2.6%/bulan Suatu modal setelah dibungakan dengan bunga majemuk sebesar 15%/tahun selama 12 tahun modal menjadi Rp13.701.000. Rp3.110.26 b. Rp3. a. 1. Rp4. maka modal mula-mulanya adalah ….5% b.00 c. Rp563. 6.757. 1. 11.415.25 c. Rp 4. 9. maka modal akhirnya adalah ….000.25 b.350. Rp2.500.000.00 yang dibungakan dengan bunga majemuk 2%/bulan selama 2 tahun adalah …. Rp 4.789.257.44 b. Setelah dibungakan selama t bulan.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 1 tahun 7 bulan dengan suku bunga 3%/cawu. a. Rp2.00 dibungakan dengan bunga tunggal selama 2 tahun 3 bulan dan bunga yang diperoleh Rp450. maka suku bunganya adalah ….415. 1. maka suku bunganya tiap tahun adalah ….897.44 e.000.00 e.00 Modal sebesar Rp2. nilai t adalah ….706. Rp3.789.000.000.250.600.

00.811.337.000.06 e.500. Rp39.511.631. 3.000. 18.000. 5% b.00 Nilai tunai dari rente kekal Post Numerando adalah Rp5.000.06 d.00. 17. .196. Rp6.000. Rp14.196.654.2 e.06 Seorang siswa akan mendapat beasiswa pada setiap awal bulannya dari PT.000. a. Rp34. Rp23.2 b. Rp39.500. Rp33. Jika bank memberikan bunga 5%/tahun.500.83 d.2 16.500. 6% d.5% c.000.511.000. a.00 e. a.00 b. oleh karena itu beasiswa akan diberikan sekaligus namun harus dikenai bunga sebesar 1%/bulan. maka beasiswa total yang diterima siswa tersebut adalah ….000.00 e.80 b.500.000. Rp15.679.000.679.5%/tahun.679.00. Rp6.00 Setiap awal bulan Azzam akan mendapatkan beasiswa dari Yayasan Supersemar sebesar Rp175. a.521.2 c.000. Rp34.5%/bulan. Jika beasiswa akan diberikan sekaligus diawal bulan pertama dengan dikenai bunga 2%/bulan.00 c.000.679.00 tiap bulan dengan suku bunga 2.654. Rp15.531. 4% Mia bersama suaminya berencana mengambil rumah di VILLA BANDARA INDAH dengan harga Rp250.UNILEVER sebesar Rp250.000. Rp19.196.00 selama 25 tahun di Bank ABC. a.000. Rp20. 22. Rp23.000. Rp24.511. ternyata Mia hanya memiliki uang muka Rp100. maka beasiswa total yang diterima Azzam adalah ….83 Setiap akhir tahun Yayasan Kasih Ibu akan mendapatkan sumbangan dari Bank Dunia sebesar Rp3.00 selama 3 tahun. a.180 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 15. Rp39.00 c. 19.83 e.000.000.06 c.83 c.979.181.377.135. Rp7.06 b.000. Rp16.00 c.500.500.000. Rp17. 20. Rp14.00 d.000. Rp20.00 Nilai tunai Rente kekal pra numerando dari suatu modal Rp500. Seorang karyawan setiap awal bulan menyimpan uang di bank sebesar Rp 500. maka suku bunganya tiap bulan adalah ….511. maka jumlah sumbangan total yang diterima yayasan tersebut adalah ….80 d. Rp19.181. Rp20.000. 4. Rp38.000.000. Rp14.00 d.654.80 c. Rp21.83 b.000.00 b.000.531.80 Setiap akhir tahun Susan menyimpan uangnya di bank sebesar Rp800.5% e.00 b. Jika Bank dunia akan memberikan sumbangan sekaligus dengan bunga 17. Rp22.500. a. 21.196.377. Yayasan tak mau repot.994. a.00 tiap bulan.00 d.000. maka jumlah simpanan total Susan di bank tersebut adalah …. maka simpanan karyawan selama 2 tahun adalah ….000.499. Nilai anuitasnya adalah ….773.5%/bulan adalah ….881. Rp17.499.500.000. Rp34. jika angsurannya sebesar Rp200. Rp16.196.811.00 e.000. Rp7.00 sisanya akan dicicil dengan sistem anuitas tahunan selama 10 tahun dengan suku bunga 18%/tahun .773.949.000.80 e.275.349. Rp16.2 d.00 dalam jangka waktu yang tak terbatas.531.00 dalam jangka waktu yang tidak terbatas.654.765.675. Rp33.000. Rp6. Jika bank memberikan bunga 1.654. Rp38.

355. maka umur manfaat aktiva tersebut adalah …. Rp 262.000.355. 8 % e.49 d.600. Rp28. Rp 263. 8 % a. 26.00 dengan suku bunga tunggal 1.000. Persentase penyusutan aktiva tersebut menurut straight line method adalah ….000 satuan hasil produksi Tahun ke-5=1. 27.500 satuan hasil produksi Tahun ke-4=2.Rp600.5% setiap bulan.000. a. Nilai anuitas dari suatu pinjaman sebesar Rp5. 7 tahun d.00 b. Rp558. 10 tahun b.000.00 mempunyai taksiran masa manfaat selama 10 tahun dengan nilai residu Rp500. Rp700.00 d.49 c.000.00. 8 tahun e.00 d. .00 Marina meminjam uang dengan sistem diskonto 5% setahun.000. Rp26.000.000.000 satuan hasil produksi Tahun ke-2=2.000. a. a.00.00 e.000.000. Jika dengan metode satuan hasil produksi besarnya penyusutan adalah Rp55.000.00. 6 tahun c.00 selama 2 tahun dengan suku bunga 2%/bulan adalah ….00 c. Rp 265.000.000. Rp500.355. Rp560. Rp 750. Rp225.000.49 e.000.49 Suatu aktiva dibeli dengan harga Rp1.000. 28. maka besar uang yang harus dikembalikan Sabrina setelah satu tahun adalah …. Rp 264. Besarnya penyusutan tiap 6 bulan adalah Rp100. Besar bunga selama setengah tahun adalah …. 6 % 2 2 3 1 d.000.000.500 satuan hasil produksi Tahun ke-3=1. 25.00 e.500. Rp550.000.00 dengan menggunakan metode persentase tetap dari harga beli.000 satuan hasil produksi Mesin itu ditaksir mempunyai nilai Rp150.00 e.8% b. Rp 264.000.000.49 b.000.00 Biaya perolehan aktiva sebesar Rp3.00 dan aktiva tersebut sekarang berharga Rp300.BAB III Matematika Keuangan 181 23.600. 7 % 2 Seorang anggota meminjam uang dari koperasi sebesar Rp5. 1 1 1 c.553.Rp580. Rp800.00. Rp750. maka harga beli mesin tersebut adalah …. Rp600. Jika pada saat meminjam ia menerima uang sebesar Rp532.00 e.00 b. Rp450. a.335.00 24.00 c.00 b.00 d. a. 9 tahun Suatu mesin dapat berproduksi sebagai berikut: Tahun ke-1=3.00 per unit.000.000.

Setelah dipakai 5 tahun diperkirakan mempunyai nilai sisa Rp4.200.688.00 c. Besar uang yang harus dikembalikan setelah satu tahun adalah …. a. Rp888.000.00 d.00 d.1680 2 b.00 c.00 32.000. 34. Rp1.000.00 e.00 pada sebuah bank yang memberikan suku bunga majemuk 5. besar angsuran pada bulan ke-2 adalah . .00 Pada setiap awal tahun. jumlah tabungan Umi pada akhir tahun ke-4 adalah ….000.300.644.850.220.250. Rp850.000.000. a. Rp1. . Dengan bantuan tabel di bawah. Rp240. Rp1. Setiap awal semester Umi menabungkan uangnya sebesar Rp200.000.00 b.5% setiap semester. a.000.384.182 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 29.000.050.250.000.671.000.00 pada sebuah bank yang memberikan bunga majemuk 20% setiap tahun.000.000.205.00 d.150.000. maka beban penyusutan setiap tahunnya adalah ….475.00 d.000.260.00 e.800.00 b.00 e.000. Rp336.00 10. Jumlah tabungan tersebut pada akhir tahun ke-2 adalah …. Rp59.000.00 Rp2. .00 Sisa Hutang Rp4. Rp1.250. a.00 e. Rp1. Rp1. Seorang pedagang meminjam uang dengan sistem diskonto 20%/tahun. Rp40. .000.960.000.000.000.00 33.000. Rp1.00 c.00 2 Berdasarkan data di atas.00 Rp3. n 5.600. Rp260.152.000. Rp220. Rp2.000.00 .000.00 2.00 Anuitas Bunga 2 ½% Angsuran Rp121.00 e.250. Tabel rencana pelunasan hutang: Bulan ke1 2 Pinjaman Awal Rp6.000. Rp1. Rp916.000.000. Rp830.00.00 b.2563 8 d.000.00 4.00.400.000.000. Rp1. Rp1.200. Ia menerima pinjaman tersebut sebesar Rp960.000.00 Besar anuitas pada tabel di atas adalah .00 b.00 c. Rp320. Rp264. a. Rp400.00 b.00 d. Perhatikan tabel rencana pelunasan dengan sebagian data berikut Anuitas =Rp…… Sisa Bulan Pinjaman Pinjaman ke Awal Bunga = 2 % Angsuran 1 Rp60.5 % a.051.000. Jika dihitung dengan metode garis lurus. Rp1.00 31.00. .00 30. Nilai beli suatu aktiva sebesar Rp8.5811 4 c. Rp168. Rp1.00 e. Rp58.000. Rp40.125. Rp1. seorang menabung sebesar Rp100.00 c.000.000.

00 aktiva itu setiap tahun disusutkan 40% dari nilai buku dan diperkirakan mempunyai umur manfaat selama 6 tahun.440.00 d.2.00 Rp. 170. a.00 dibungakan dengan suku bunga majemuk 4%/semester.00 C. Rp40.000.00. .87! Setiap awal tahun Tutik menyimpan uangnya di Bank Asia sebesar Rp1. Tentukanlah bunga yang diperoleh! Modal sebesar Rp3. Tentukan: a.075.000. Soal Essay 1.00 jika besarnya pajak 12%.500.925. 4.000. Rp30.000.732.000.00 Rp.800. 138.000. Tentukanlah besarnya pajak dan harga sebelum pajak! Pinjaman sebesar Rp1.00 akan dilunasi dengan anuitas bulanan selama 3 tahun dengan suku bunga 2.00 c. jika Bank memberikan bunga 9%/tahun.250. Anuitasnya b.000.000.000. Rp31. Rp10. .000. 8. 138.000.00 b. . Berikut ini adalah tabel rencana pelunasan suatu pinjaman dengan sebagian data: Bulan ke 1 2 3 4 Pinjaman Awal Rp.5%/bulan selama 2 tahun 5 bulan dan 18 hari (1 tahun = 360 hari). 5.00 Rp. a.00 e.00 Besarnya Anuitas adalah .000.5%/bulan.BAB III Matematika Keuangan 183 35. Bunga dan angsuran pertama! Pada awal tahun 2004 PT TEKNIK JAYA membeli sebuah aktiva termasuk biayabiaya lain sehingga aktiva itu siap dioperasikan sebesar Rp15. Tentukan beban penyusutan pada tahun 2008! b. 3.00 Rp.00 dibungakan dengan bunga tunggal 0.000.425.0000.000.000.500. 6. . 170. Harga barang setelah dikenai pajak adalah Rp2.00 dst Anuitas Bunga 5 % Angsuran Rp. 105. 33.00 Rp. Tentukan nilai residu! 2. Tentukan nilai buku pada akhir tahun 2007! c. 200.00 Sisa Pinjaman Rp. Tentukanlah setelah berapa tahun modal menjadi Rp 4.000.500. Rp6. Tentukanlah uang Tutik setelah menabung 20 tahun! Pinjaman sebesar Rp10.

beban penyusutan pada tahun ke-2! 8.000 jam Tahun II = 8.000. beban penyusutan aktiva. masa manfaat aktiva.000 jam Tahun III = 6.184 Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi 7.000 jam Dengan metode satuan hasil produksi.500.00 ditaksir mempinyai nilai sisa Rp40.000. tentukan: a. maka hitunglah: a.00 dan ditaksir nilai sisanya Rp1.000. Suatu mesin yang dibeli dengan harga Rp600.000 jam Tahun IV = 4.00. nilai buku setelah tahun ke-2! Hitunglah angsuran ke-5 dari suatu pinjaman Rp2. Suatu aktiva dengan harga Rp6.000.300. dan b. 10. dan c. . b.000.000.00 dan bunga 4% per tahun! Utang Rp10. Dengan metode persentase tetap dari harga beli jika besarnya persentase penyusutan 20% per tahun.000.000. beban penyusutan tiap-tiap unit.000. Tentukan sisa pinjaman setelah anuitas ke-6! 9.00. Mesin ini selama umur manfaatnya akan memberi hasil sebagai berikut: Tahun I =10.00 dengan anuitas Rp800.00 diangsur dengan 10 anuitas dengan bunga 3% setahun.000.000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful