Anda di halaman 1dari 2

Title Author

: Maaf, aku memilih dia (Part.1) : Yuyuu (YuI)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tokyo Tower

Ribuan orang yang akan menyambut tahun baru malam ini tidak seperti biasanya. Jauh terlihat lebih ramai. Azu... kamu mau ikut membeli minuman ? Ummm.... tidak.. aku.. tadi sudah membeli minuman. Sahutku dengan tersenyum. Um, baiklah. Aku dan Chisa akan pergi sebentar. Kamu jangan kemana-mana ya. Akan kesulitan menemukanmu kembali kalau kamu pergi dari sini. Hai... aku tau Momo... sahutku dengan muka memelas, dan membuat kedua temanku tertwa kecil. Lima menit berlalu semenjak teman-temanku pergi untuk membeli minuman, dan aku masih berdiri di tempat ini. Sepertinya aku akan sedikit berjalan ke arah kiri, karena disini mulai sangat ramai, dan aku terhimpit di antara pasangan-pasangan yang sedang dengan asiknya bercanda tanpa sadar kalau aku hampir kehabisan nafas disini. Aku mulai berusaha melangkah sedikit demi sedikit. Agak susah memang untuk bisa berjalan apalagi sekarang sudah pukul 23.50 WIT.

Aku berjalan sambil mencari teman-temanku juga, karena siapa tahu mereka sudah kembali dari membeli minuman dan sedang mencariku juga. Tapi sepertinya tidak ada. Mungkin kamu terpisah. Aahh... ke..kenapa aku harus terjebak disini.. aku semakin terhimpit oleh kerumun orangorang. Sejenak aku berfikir untuk pulang saja, tapi tetap saja percuma karena tinggal dua menit lagi pesta kembang api untuk menyambut tahun baru akan segera di nyalakan. Aku juga tidak ingin membuang keringatku ini dengan percuma. Detik-detik menuju pesta kembang api, aku hanya berdiri di tengah-tenggah kerumunan ini. karena memang tidak bisa bergerak kemanamana lagi. Tapi tiba-tiba tanganku di tark oleh orang yang entah aku sendiri tidak mengenalnya. Aku tidak berkata apa-apa karena aku kebingungan sekali, sangat

kebingunagan. Dia menarikku begitu kuat sehinngga kamipun berada di tempat yang leih sedikit orangnya.

Orang asing ini masih saja menggenggam tanganku dengan erat, dia belum melihatku sama sekali. Aku berniat memulai pembicaraan dan bertanya siapa dia. tapi ku di dahului olehnya. Nah, kalau disini kita bisa melihat kembang apinya dengan tenang. Benarkan Tana ? dia kemudian membalikkan badannya dan wajahnya begitu terkejut karena melihatku, wajahku. Eh,, eh.. kamu siapa ? Tana, dimana Tana ? lanjutnya dengan nada yang membuatku merasa bersalah. Um, aku tidak tahu. Bukankah kamu ang menarik tanganku terlebih dahulu ? sahutku dengan nada yang yang seolah-olah tidak bersalah. Waahhh.... maaf.. aku pikir yang tadi ku tarik tangannya itu tadi adalah Tana. Maafkan aku ya. Dia terlihat kebingungan. Ok, tidak apa-apa. Umm... eh, terimakasih karena aku bisa melihat kembang api disini tanpa harus berjejal dengan banyak orang. Aku tersenyum sesaat menatap kembang api yang mulai menghiasi langit malam ini. Hei, apa kamu tidak akan kembali menjemput temanmu Tana ? aku memalingkan wajahku dan ternyata dia menghilang. Entah kemana.

Pesta kembang apai sudah selesai. Aku mulai melangkahkan kakiku untuk pulang. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara yang memanggil namaku dari arah belakang. Dan saat ku palingkan wajahku, ternyata itu adalah Momo dan Chisa. Dasar, kenapa kamu meningglkan kami ? baru sepuluh menit di tinggal, kamu sudah menghilng. Momo berteriak keras di hadapanku. Eh.. disana terlalu ramai, lagipula aku terhimpit oleh orang-orang. Aku mencoba memebela diriku. Kalian.. sudahlah, yang terpenting kita bertemu kembali, benarkan. Ayo kita pulang. Chisu menggandeng tangan kau dan Momo. Chisu memang bagaikan malaikat. Dia yang selalu menghelat perselisihan aku dan Momo. Walaupun kami berdua tidak serius bertengkar, tapi paling Chisu membuat pertemanan kami terasa begitu sempurna.