Anda di halaman 1dari 23

Congenital Cyanotic Heart Disease

Oleh : Edi purnomo Nyoman yudiartono I gede martha W Primi MH

Congenital Cyanotic Heart Disease

Kelainan struktur dan fungsi jantung sehingga sebagian atau seluruh darah balik vena sistemik yang mengandung darah rendah oksigen kembali beredar ke sirkulasi sistemik. Terdapat aliran pirau dari kanan ke kiri atau terdapat percampuran darah balik vena sistemik dan vena pulmonalis

Gejala sianosis akibat hipoksemia, dengan atau tanpa gagal jantung, sebagian mengalami syok, sebagian lagi tidak menunjukkan gejala atau pada auskultasi hanya terdengar bising saja. Sianosis adalah warna kebiruan pada mukosa yang disebabkan oleh terdapatnya >5 g/dl hemoglobin tereduksi dalam sirkulasi

Congenital

Cyanotic

Heart

Disease

1. Transposition of the great arteries 2. Tetraloy of Fallot 3. Truncus Arteriosus 4. Tricuspid valve abnormalities 5. Total anomalous pulmonary venous connection 6. Tons of others :
pulmonary atresia Hypoplastic left heart Coartation of the aorta Eisenmenger syndrome

Transposition of the great arteries

Tetralogi Fallot

Tetraloy of Fallot

Truncus Arteriosus

Tricuspid valve abnormalities

Total anomalous pulmonary venous connection


TAPVC jarang ditemukan Abnormalitas aliran dimana keempat vena pulmonalis mengalir menuju vena sistemik atau atrium kanan baik dengan atau tanpa obstruksi. Darah dari vena pulmonalis dan aliran sistemik tercampur dalam atrium kanan. Defek atrium atau foramen ovale penting sebagai output pada ventrikel kiri baik pada fetus maupun sirkulasi bayi baru lahir.

Ditandai dengan kelainan drainage keempat vena pulmonalis yang harusnya secara normal bermuara ke atrium kiri akan tetapi bermuara ke atrium kanan sehingga seluruh darah balik sirkulasi pulmonal bermuara pada vena-vena sistemik. Tatalaksana dengan tindakan operasi