Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH TEKANAN UDARA PADA HASIL PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.

) PAPER Oleh : ALBERT T SIAHAAN 110308026 TEP A

LABORATORIUM AGROKLIMATOLOGI PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2012

PENGARUH TEKANAN UDARA PADA HASIL PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PAPER Oleh : ALBERT T SIAHAAN 110308026 TEP A Paper Sebagai Salah Satu Syarat untuk Dapat Mengikuti Praktikal Test Agroklimatologi di Laboratorium Agroklimatologi Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan Diketahui Oleh: Dosen Penanggungjawab,

(Ir. Lisa Mawarni MP.) NIP:196405261989032003

Diperiksa Oleh : Asisten Korektor I

Diperiksa Oleh : Asisten Korektor II

( Abdi Hafiz ) 090301232

( Dyah Karunia Sari ) 090301159 LABORATORIUM AGROKLIMATOLOGI PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012 KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan Paper ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari Paper ini adalah Bagian-Bagian Sel Pada Tumbuhan yang merupakan salah satu syarat untuk dapat mengikuti Praktikal Test Botani di Laboratorium Botani Tanaman Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Paper ini memuat tentang beberapa pengetahuan tentang bagian-bagian sel pada tumbuhan terutama pada bawang merah. Manfaat bawang merah dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ir. Lisa Mawarni,MP. selaku kepala Laboratorium Botani Tanaman dan Ir. Dartius M.P, Ir. Meiriani Sembiring M.P selaku dosen penanggung jawab mata kuliah Botani Tanaman. Penulis juga mengucapakan terima kasih kepada kakak dan abang asisten yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan Paper ini. Penulis menyadari bahwa Paper ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan Paper ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih. Semoga Paper ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Medan,

Juni 2012

Penulis

PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Penulisan Kegunaan Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Rukmana (1997), dalam sistematika tumbuhan, tanaman jagung diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Poales : Poaceae (Graminae) : Zea : Zea mays L. Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu (a) akar seminal, (b) akar adventif, dan (c) akar kait atau penyangga. Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian set akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. Akar seminal hanya sedikit berperan dalam siklus hidup jagung. Akar adventif berperan dalam pengambilan air dan hara. Bobot total akar jagung terdiri kedudukan

atas 52% akar adventif seminal dan 48% akar nodal. Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. (Subekti, dkk., 2008). Batang tanaman yang kaku ini tingginya berkisar antara 1.5 m dan 2.5 m dan terbungkus oleh pelepah daun yang berselang-seling yang berasal dari setiap buku. Buku batang mudah terlihat. Pelepah daun berbentuk pada buku dan membungkus rapat-rapat panjang batang utama, sering melingkupi hingga buku berikutnya. Percabangan (batang liar) umumnya terbentuk pada pangkal batang. Batang liar adalah batang sekunder yang berkembang pada ketiak daun terbawah dekat permukaan tanah (Rubatzky dan Yamaguchi, 1995). Daun jagung tumbuh melekat pada buku-buku batang. Struktur daun jagung terdiri atas tiga bagian, yaitu kelopak daun, lidah daun (ligula), dan helaian daun. Bagian permukaan daun berbulu, dan terdiri atas sel-sel bullifor. Bagian bawah daun pada umumnya tidak terlalu berbulu. Jumlah daun tiap tanaman (pohon) bervariasi antara 8-48 helai. Ukuran daun berbeda-beda yaitu panjang antara 30 cm 150 cm dan lebar mencapai 15 cm. Letak daun pada batang termasuk daun duduk bersilangan (Rukmana, 1997). Biji-biji tertempel kuat pada suatu poross yang kuat janggel, dan tidak seluruhnya tertutup oleh daun pelindung bunga atau sekam-sekam sebagaimana pada kebanyakan padi-padian lainnya. Malah sebaliknya, seluruh tongkol Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air

terbungkus, sering kali sangat rapat, oleh pelepah-pelepah daun yang berubah yang disebut kelobot. Jadi, sementara pada padi-padian lainnya biji-biji dilindungi secara individual, pada jagung biji-biji tertutup seluruhnya bersama-sama (Goldsworthy dan Fisher, 1992). Jagung disebut juga tanaman berumah satu (monoeciuos) karena bunga jantan dan betinanya terdapat dalam satu tanaman. Bunga betina, tongkol, muncul dari axillary apices tajuk. Bunga jantan (tassel) berkembang dari titik tumbuh apikal di ujung tanaman. Pada tahap awal, kedua bunga memiliki primordia bunga biseksual. Selama proses perkembangan, primordial stamen pada axillary bunga tidak berkembang dan menjadi bunga betina (Subekti, dkk., 2008). Syarat Tumbuh Iklim Tanah

PENGARUH TEKANAN UDARA PADA HASIL PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Tekanan Udara Faktor yang Mempengaruhi Hasil Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.) Hubungan Tekanan Udara pada Hasil Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.)

KESIMPULAN

10

DAFTAR PUSTAKA