Anda di halaman 1dari 26

TUTORIAL KLINIK BLOK MANAGEMENT ORAL AND MAXILOFACIAL SURGERY FOCUS CASE : ODONTEKTOMI GIGI 38 DAN EKSTRAKSI GIGI 37

Presented by : Novi Sagita R, SKG


Preceptor: drg. Yayun Siti Rochmah, Sp.BM

Identitas Pasien

Nama : Ny. W Umur : 32 tahun Alamat : Jl. Sawah Besar I RT 04/ II

Problem
Pasien mengeluh gigi belakang kanan

bawah belubang

Anamnesa
Pasien mengeluh gigi belakang bawah kiri berlubang dan sakit apabila kemasukan makanan. Rasa sakit berdenyut, tidak hilang bila sisa

makanan dihilangkan. Apabila sakit dirasakan


berlebihan tahun pasien lalu. minum Pasien obat yang dibeli pernah diwarung. Sakit pertama kali dirasakan sekitar 1,5 yang belum memeriksakan giginya ke dokter

Pemeriksaan Sistemik

Tidak ada keluhan : baik : : :

Keadaan umum Tekanan darah Nadi RR

Pemeriksaan Obyektif
1. Pemeriksaan Ekstra Oral
Inspeksi : Tidak ada kelainan Palpasi : Tidak ada kelianan
2.

Pemeriksaan Intra Oral 38 : terdapat impaksi gigi disertai kavitas di oklusal kedalaman dentin Sondasi : Perkusi : Palpasi : CE :+ Dx/ erupsi sebagian klas 1A mesioanguler disertai karies media klas I

37 : terdapat kavitas di oklusal dan distal kedalaman pulpa Sondasi :Perkusi : + Palpasi : CE :+ Dx/ periodontitis kronis et causa karies profunda terbuka klas II

Gambaran klinis

Hypothesis DD

Gigi 31 : Luksasi derajat 3 at causa abses periodontal (Abscesses of Periodontium)

MORE INFO
GAMBARAN RADIOLOGIS

Mechanism

Kehilangan gigi posterior kanan dan kiri bawah mengakibatkan mandibula bergerak ke depan sehingga mengakibatkan kliking dan gigi anterior menjadi tumpuan dalam proses mastikasi. Pasien mempunyai riwayat penyakit asma dan lemah jantung, sering pingsan dan mengalami kejang kejang. Ketika kejang pasien menggigit-gigit gigi depannya yang

1. Trauma Trauma oklusi yang terjadi menyebabkan terjadinya inflamasi ligamen periodontal. Inflamasi ligamen periodontal eksudat, dukungan thdp gigi kurang serabut utama lig.degenerasi rusaknya kontinuitas akar dan tulangKegoyahan(bersifat temporer): dapat disembuhkan, bila inflamasi sembuh Inflamasi berjalan melalui interdental dan antara serabut

2. Penyakit periodontal Pembentukan plak pengeluaran produk bakteri plak (enzym, kondisi asam) epithel cekat lepas dan migrasi ke apikal bakteri masuk ke epitel gingiva dan jar.periodontal yg lebih dalam respon inflamasiserabut kolagen rusak, pembentukan jar. granulasi perluasan inflamasi kerusakan tulang alveolar Periodontitis kronis banyak sel mati, sel leukosit mati,bakteri mati,makrofag mati dlm jml besar

Dont Know
Alat dan bahan odontektomi Tahapan odontektomi Terapi pasca odontektomi

Learning Issue
TEKNIK PENGUKURAN KEGOYAHAN GIGI Miller mengembangkan metode pengukuran horisontal dengan skala 0-3 Pemeriksaan gigi luksasi dengan menekan gigi ke arah bukolingual menggunakan 2 pegangan instrumen gigi. Kegoyangan gigi dibedakan menjadi : Derajat 1: Kegoyangan yang sedikit lebih besar daripada normal Derajat 2: kegoyangan gigi sekitar 1 mm Derajat 3: Kegoyangan gigi lebih besar dari 1mm pada segala arah dan atau gigi dapat ditekan kearah apikal Parfitt menggunakan instrument elektronik untuk mengukur kegoyahan gigi dengan ketepatan 0,001 mm Picton menggunakan kawat tahanan untuk mengukur kegoyahan gigi Muhleman mengukur dengan alat periodontometer

PENYEBAB GIGI GOYAH


1.

2.
3. 4. 5. 6. 7.

Primer : Trauma langsung Sekunder : Penyakit periodontal Sementara : Ibu hamil, pubertas, menstruasi Penyakit sistemik Tumor Kebiasaan parafungsi Gaya-gaya torsi

Periodontal Abses

Biasanya lebih luas


Telah terjadi periodontitis sebelumnya Perluasan infeksi poket ke jar periodontal Biasanya akibat perluasan enlargement gingiva, tetapi juga melibatkan jaringan periodontal Lesi harus dilakukan perawatan kadang diperlukan dg bedah bahkan

Perluasan inflamasi poket ke lateral terjadi jika drainase poket mengecil Kompleks poket, abses terjadi di bagian dalam yg tertutup dg permukaan luar, Kalkulus tertinggal saat skaling Trauma gigi / kesalahan terapi endo

Klasifikasi splint dibagi 3 :


1.

2.

3.

Temporer: splint yang hanya dipasang pada waktu tertentu, bila gigi tidak goyah lagi splint dilepas. Macamnya=> silk ligature,wire ligature,wire dan acrylic ligature, composite resin, dental night guard Permanen: splint yang digunakan terus menerus dan permanen selamanya. Macamnya => acrylic continous splint. Profesional / diagnostik splint: splint

Sifat splint yaitu: 1. Removable: splint yang dapat dilepas oleh pasien sendiri 2. Fixed : splint yang hanya dapat dilepas oleh dokternya Tujuan pembuatan splint yaitu untuk membantu proses regenerasi jaringan pendukung gigi. Durasi pemasangan splint tergantung pada: 1. Derajat awal kegoyahan gigi 2. Luasnya kerusakan alveolar 3. Usia pasien

Kuretase (Curretage)
Kuretase(scraping/pengerukan/pengku retan): Membuang dinding poket yg mengalami granulasi/fibroblastik/angioblastik dan inflamasi. Tujuan kuretase (Nabers & Stalkers, 1990) 1. Membersihkan jaringan granulasi 2. Membersihkan jaringan inflamasi 3. Mengurangi kedalaman poket

Indikasi Kuretase : Poket dangkal moderat (3-5 mm) Oedematous, inflamasi, non fibrotik Kontur gingiva relatif baik Ada kontra indikasi bedah perio lanjut Recall visit untuk maintenance poket yang rekuren Kontraindikasi Kuretase : Dinding poket fibrotik Poket yang dalam Keterlibatan percabangan akar

Problem Solving

Decision Making :

Diagnosis :

Gigi Luksasi derajat 3 disertai abses periodontal Treatment Planning :


1. Scalling dan Rootplanning 2. Kuretase 3. Pemberian ti-es (Metronidazol) 4. Splinting

Penatalaksanaan kuretase
1. 2.

3. 4.

5.

6.
7. 8.

Indikasi Scalling dan root planing kunjungan I Anaestesi lokal dgn cytoject Masukkan kuret // aksisi gigi sampai dasar poket, sisi tajam pada epitel sulkuler Lakukan pengerokan (kuret) bbrp kali Irigasi Tekan daerah operasi 3-5 menit Suturing tentative

Penatalaksanaan splinting
Kawat terbuat dari stainlessteeel diameter 0.4 mm
1. 2.

Potong wire ligature sepanjang 10 mm Dibuat double loop mengelilingi gigi (dari distal gigi pegangan) Adaptasi wire dari incisal ke cingulum Membuat kunci dengan memilin (memutar) searah jarum jam

3. 4.

5.

Potong wire ligature sepanjang 2 cm, insersikan dari fasial ke arah lingual melalui interdental tetapi di bawah kontak poin, masukkan ke arah fasial lagi Pilin, putar searah jarum jam
Potong dan tekan ke arah interdental, jangan sampai melukai bibir dan gingiva

6. 7.

Prognosis
Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis : 1. Umur 2. Keparahan penyakit, mis. jumlah tulang yang tersisa 3. Faktor sistemik memperlambat penyembuhan 4. Kontrol plak merupakan kunci keberhasilan terapi dan prognosis 5. Merokok, mempengaruhi keparahan, kerusakan periodontal, dan penyembuhan 6. Faktor lokal : plak, kalkulus, dll

7. Patient cooperation : Patient`s attitude Kemauan / kemampuan menjaga kebersihan mulut yang baik

26

T e r i ma a H i s K
@2012