Anda di halaman 1dari 97

0RCAN|8A8| K0HPUTER

FT UNVERSTAS BUD LUHUR


ORGANISASI KOMPUTER
FTI - UNIVERSITAS BUDI LUHUR
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Bagian Dasar Sistem Komputer:
IJO unit
Data Bus
Control Bus
CPU
Data Bus
Address Bus
Control Bus
Main
Memory
Sebuah mesin type von Neoman
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Keterangan:
1. CPU mem-fetch instruksi berikutnya dari memory
2. CPU men-dekode instruksi
3. Berdasarkan instruksi CPU mengeluarkan sinyal kendali untuk mem-
fecth operand lainnya jika diperlukan dan kemudian akan melakukan
salah satu tindakan berikut ini :
Nelakukan operasi Ariyhmatika atau logika
Nenyimpan hasil kedalam memory
Nembaca hasil dari atau menuliskan hasil ke piranti
!fO
+. CPU kembali ke langkah pertama sampai proses dihentikan.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Bagian-bagian dari CPU:
Register Array
ALU
CU
Register Program Counter
Register !nstruksi
Register Umum
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Register Array :
tempat menyimpan informasi sementara yang diperlukan untuk
melaksanakan sebuah instruksi atau kumpulan instruksi program
ALU :
menggunakan nilai-nilai yang tersimpan dalam kumpulan register
untuk melakukan operasi arithmatika dan logika
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
CU :
mengendalikan sistem dengan cara :
Dengan mengarahkan transfer ke dan dari register
baik ke maupun dari memori
Dengan memerintahkan ALU ke operasi yang
dijalankan
Register Program Counter :
Nenyimpan alamat memori dari instruksi selanjutnya yang
akan dijalankan.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Register Instruksi :
Untuk menjalankan suatu instruksi di dalam memori yang
ditunjuk oleh PC, CPU memulai suatu serangkaian transfer
satu atau lebih. Dalam hal ini kita perlu memegang salinan
instruksi tersebut dalam sebuah register khusus yang
disebut dangan !nstruction register.
Register Umum :
Keperluan umum Untuk menyimpan nilai-nilai sementara
pelaksanaan instruksi.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
ORGANISASI MEMORI
Sel memory: elemen dasar dari sistem memori semiconductor
Sifat-sifat sel memori:
memiliki dua keadaan stabil untuk merepresentasikan kondisi
0" dan 1"
dapat dapat ditulisi (minimal satu kali)
dapat dibaca
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
MANAJEMEN MEMORI :
Dalam sistem uniprogramming, main memory dibagi dua
bagian untuk sistem operasi (monitor resident)
bagian untuk program yang running"
Dalam sistem multiprogramming, memori untuk user dibagi lagi untuk
mengakomodasikan sejumlah proses lainnya. Pembagian dilakukan oleh sistem
operasi, disebut sebagai manajemen memori:
Swapping
Partitioning
paging
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
HIRARKI MEMORI
CACHE
MAIN
MEMORI
SECONDARI
STRORAGE
TAPE, DISK
DSB.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Cache Memory :
Kapasitas relatif lebih kecil dari main memory, tetapi memiliki kecepatan yang
relativ lebih tinggi dibanding main memory
Cache memory merupakan suatu memori buffer (salinan data) bagi memori
utama.
Neskipun cache menggunakan informasi yang tersimpan dalam memori
utama, tetapi ia tidak berhadapan secara langsung dengan memori utama.
Word yang disimpan didalam cache memory adalah word yang diambil dari
main memory, yang dikerjakan sesuai perintah CPU.
Kelebihan:
Waktu akses cache memori relatif lebih cepat 5-10 kali dari memori utama.
Kekurangan:
Ukuran cache relatif lebih kecil
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
ARSITEKTUR CACHE MEMORY
Arsitektur Eksternal Cache Nemory
MEMORI
UTAMA
CPU
CACHE
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Arsitektur !nternal Cache Nemory
CACHE
CPU
MAIN
MEMORY
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Cache Memory Mapping
Direct Mapping :
Peta cache memori dibagi menjadi 2 field: yaitu tag dan block.
Jumlah bit dalam indeks berhubungan dengan ukuran cache
Ketika suatu word direferensikan, bit indeks pada alamat digunakan
untuk pengaksesan cache
Jika field tag cocok dengan bit tag pada alamat terjadi suatu hit; jump
jika sebaliknya akan terjadi suatu miss
Organisasi cache ini mempunyai waktu akses yang lebih cepat dari pada
RAN karena mempunyai field alamat yang lebih kecil
Kelemahan pada cara adalah tidak dapat menyimpan secara bersamaan
apabila dua buah word mempunyai indeks yang sama dan tag yang
berbeda.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Direct- mapped Cache
Block 0
Block 1
tag Block 0 Block 127
tag Block 1 Block 128
Block 129
tag Block 127 Block 255
Block 256
Block 257
Block +095
Nain memory address Tag Block Word
5 7 +
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Associative Mapping :
Ketika suatu memori assosiatif digunakan untuk sebuah cache maka
diperlukan suatu pemetaan yang berbeda
Dengan pemetaan assosiatif alamat word memori utama dan isinya
(data) tersimpan di dalam cache.
Untuk mereferensikan suatu word tertentu, alamat disimpan ke bagian
yang berhubungan pada register argumen (A) dan register kunci (K) di
setup untuk membandingkan hanya field alamatnya.
Pemetaan assosiatif memungkinkan adanya penyimpanan semua word
yang mempunyai indeks yang sama dan tag yang berbeda kedalam
cache ini.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Associative-mapped Cache
Block 0
Block 1
tag Block 0 Block 127
tag Block 1 Block 128
Block 129
tag Block 127 Block 255
Block 256
Block 257
Block +095
Nain memory address Tag Word
12 +
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Set Assosiativ Mapping :
Nerupakan kombinasi dari kedua organisasi sebelumnya
Dalam jenis organisasi ini, dua word dengan indeks yang
sama dan tag yang berbeda dapat disimpan didalam
kelompok yang sama.
Kerena setiap word dalam kelompok memori assosiatif
hanya menyertakan bit tag tambahan, bukan alamat
lengkap, maka waktu aksesnya lebih cepat dan harganya
lebih murah.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Set-associative-mapped Cache
Block 0
Block 1
Set 0 tag Block 0
tag Block 1
Set 1 tag Block 2 Block 127
tag Block 3 Block 128
Block 129
Block 255
Set 63 tag Block 126 Block 256
tag Block 127 Block 257
Block +095
Nain memory address Tag Set Word
6 6 +
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Memori Virtual:
Evolusi
Pada komputer terdahulu, unit memori utama
sangat kecil dan sangat mahal.
Bila program membutuhkan memori lebih banyak
maka programmer harus melakukan overlay
Untuk melakukan overlay maka seorang
programmer harus melakukan routin-routin
tertentu, namun setelah sebuah mesin (ATLAS)
ditemukan maka proses overlay dijalankan secara
otomatis.
Netode dalam mesin ini dikenal dengan virtual
memori.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Konsep dasar :
Kemampuan untuk mengalamati ruang
penyimpanan logikal, yang disebut sebagai
memori virtual, yang secara fisik lebih besar dari
pada ruang penyimpanan riil.
virtual memori dapat berupa sebuah piranti
penyimpanan sekunder
Ruang penyimpanan riil dapat berupa memori
utama
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Virtual Memory Organization
Processor
virtual Address
Data
Nemory Nanagement
Unit (NNU)
Physical Address
Cache
Data Physical Address
Nain Nemory
DNA transfer
Disk Storage
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Implementasi :
PAGING :
Dalam suatu sistem paging, memori virtual
suatu program dibagi menjadi partisi-partisi yang
disebut halaman (page)
SEGMENTASI :
Nirip dengan paging kecuali bahwa
program dibagi menjadi segmen-segmen yang berukuran variabel,
bukan halaman dengan ukuran yang tetap.
Segmen-segmen tersebut biasanya merupakan partisi logikal sebuah program, seperti
prosedure atau array yang diset-up dengan sebuah kompiler atau assembler.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
virtual address dari Processor
Page table base register
Page table address virtual page number Offset
Page Table
Control bits Page frame in
memory
Page frame Offset
Virtual- address translation Physical address di main memory
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Auxilary Memory
Pita Maghnetik :
Nerupakan salah satu memori pembantu yang digunakan untuk tempat
penyimpanan offline yang besar
Berfungsi sebagai media transfer data yang paling sederhana antara
mesin-mesin yang tidak mempunyai sambungan komunikasi secara
langsung
Pita maghnetik merupakan sistem memori akses sekuensial (SAN atau
Sequential-access memory).
Pada pembacaan data, setiap record di uji secara sekuensial sampai data
yang diinginkan.
Waktu akses sangat tergantung pada posisi record tersebut, pada pita
saat diperlukan dan pada posisi head bacaftulis sepanjang pita.
Kecepatan data pada piranti pita magnetik berkisar antara 15-250
Kbfdetik.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Hard Disk:
Nerupakan sebuah lembaran datar (sering disebut Hard Disk) dilapisi film
magnetik yang tipis, biasanya pada kedua sisinya.
Beberapa disk ditumpuk bersama pada sebuah pasak dan berotasi
dengan kecepatan konstan (kec. Rotasi antara 1200-3600 rpm)
Disk-disk ini secara kolektif disebut sebagai sebuah kumpulan disk (disk
pack)
Disk drive mempunyai head RfW untuk setiap permukaan (kecuali untuk
permukaan paling atas dan paling bawah) yang ditempatkan sangat
dekat dengan permukaan yang berputar.
Kecepatan rotasi disk menimbulkan tekanan udara yang cukup untuk
mencegah head melakukan kontak fisik dengan permukaan
Karena disk berotasi secara konstan maka kita tidak perlu menyertakan
gap untuk memungkinkan akselerasi.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Floppy Disk:
Nerupakan sebuah disket platik (floppy) yang sangat fleksibel yang
dilapisi dengan material magnetik yang sama seperti pada hrd disk, tetapi
dirancang sedemikian rupa sehingga head RfW benar-benar bisa terletak
pada permukaan.
Kerapatan FfD dapat berupa kerapatan tunggal (single density) f (Double
density)
FfD tersedia dalam diameter 3 , 5 dan 8 inchi.
FfD dapat menyimpan 250-1+00 Kb data
Waktu akses FfD berkisar antara 150-300 mili detik dan kecepatan data
250 Kbitfdetik
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Drum Maghnetik :
Nedia penyimpanan ini berbentuk seperti drum (sebuah silinder
berlubang) yang dilapisi dengan sebuah film magnetik
Drum dibagi-bagi menjadi beberapa track konsentris mengelilingi
permukaannya.
Setiap track berhubungan dengan sebuah head RfW yang tetap dan
beberapa head dapat melakukan pembacaan f penulisan secara paralel.
Karena headnya tetap maka tidak ada waktu cari (seek time)
Drum yang kecil mempunyai kapasitas penyimpanan rata-rata 2 x 10
2
karakter sedangkan yang sangat besar hingga 9 x 10
9
karakter
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
PROSESSOR
Format Instruksi :
Organisasi internal pada komputer dinyatakan oleh instruksi-instruksi
yang dapat dijalankannya.
Suatu instruksi merupakan suatu tata cara yang digunakan oleh
komputer untuk menyatakan operasi-operasi seperti ADD, STORE,
LOAD, NOvE dan BRANCH beserta untuk menentukan lokasi data di
mana suatu operasi akan dikerjakan.
Op.Code Low Operand High Operand
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Mode Pengalamatan :
Suatu mode pengalamatan dapat digunakan untuk menentukan suatu
alamat tempat untuk dimana operand akan di fetch
Beberapa teknik semacam ini dapat meningkatkan kecepatan
pelaksanaan instruksi dengan menurunkan jumlah referensi pada memori
utama dan meningkatkan jumlah referensi pada register kecepatan tinggi
Node pengalamatan ini menjabarkan suatu aturan untuk
menginterpresetasikan atau memodifikasi field alamat dari instruksi
sebelum operand di referensikan
Pada semua mode pengalamatan lainnya, operand yang sesungguhnya
tidak disimpan pada field alamat tetapi beberapa nilai di jabarkan dan di
gunakan untuk menentukan operasi operand.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Kode Instruksi :
Selain dari representasi data, kode biner juga digunakan untuk membuat
instruksi kontrol dalam komputer, yang disebut kode instruksi.
Kode instruksi merupakan kelompok bit yang memberitahukan kepada
komputer untuk menunjukan suatu operasi tertentu.
Kode !nstruksi dibagi dalam bagian-bagian, yang masing-masing bagian
mempunyai interpretasi sendiri
Bagian yang paling pokok adalah kode operasi (Operation Code f Opcode)
Opcode adalah sekelompok bit yang menunjukan operasi seperti ADD,
SUBTRACT, SH!FT, dan CONPLENENT
Bagian lain dari instruksi mencakup satu operasi (operand) atau lebih
Operand adalah suatu nama yang digunakan untuk obyek instruksi dan
mungkin data atau alamat yang mengatakan dimana data tersebut
Untuk membuat kode instruksi dalam komputer harus kode biner. (seperti
operasi LOAD dan Store)
Load adalah meng copy bilangan dari lokasi memori kedalam register
Strore adalah meng copy bilangan dari register kedalam lokasi memori
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
ALU
Prinsip mendasar pada ALU adalah suatu adder umum yang mampu
menambahkan dua register bersama-sama dan menyimpan hasilnya pada
register lainnya.
ALU dapat juga dianggap sebagai sebuah unit yang berisi sirkuit untuk
menjalankan sebuah operasi mikro arithmatika dan logika.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Fungsi Aritmatika ALU:
Jenis dan Representasi Data :
Pada umumnya data digambarkan dalam notasi sign-magnitude,
komplemen 1's atau komplemen 2's.
Loghika ALU untuk operasi tertentu merupakan fungsi dari jenis angka
yang sedang diproses dan bagaimana mereka direpresentasikan
Jika interger digambarkan dalam sign-mghnitude, maka penambahan
pertama-tama dikerjakan dengan memeriksa bit sign dan kemudian
menambah atau mengurangi angka.
Penjumlahan + dengan + dapat dilakukan secara langsung namun
penjumlahan 2+(-3) akan diproses sebagai -(3-2)
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
CONTROL LOGIC UNIT :
Berdasarkan kumpulan register tertentu, fungsi-fungsi yang termasuk
dalam ALU dan hubungan diantaranya, sebuah komputer dapat
menerapkan sejumlah operasi mikro yang berbeda.
Organisasi komputer ditentukan oleh kumpulan operasi mikronya
Yang juga berhubungan dengan setiap komputer adalah kumpulan
instruksi mesin yang digunakan untuk memprogram komputer.
Dalam komputer, setiap instruksi tersebut terbentuk dari serangkaian
operasi mikro tertentu
CLU pada komputer memasukan informasi tentang instruksi dan
mengeluarkan baris kendali yang diperlukan untuk mengaktifkan operasi-
mikro yang semestinya.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Prosessor Aritmatika:
Dalam organisasi komputer CLU terbentuk atas sebuah
Prosessor !nstruksi (!nstructions Processorf !P) dan
prosessor Arithmatika (Arithmatic Processorf AP)
!P mengendalikan fetch, perhitungan alamat dan siklus
interupsi.
AP akan mengendalikan siklus eksekusi bagi operasi
arithmatika dan logika.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Aritmatika Fixed-point:
Jika operasinya adalah ADD dan tandanya sama maka
tambahkan A dan B
Jika operasinya adalah ADD dan tandanya berbeda maka
kurangi B dari A
Jika operasinya SUBTRACT dan tandanya sama, maka
kurangi B dari A
Jika Operasinya adalah SUBTRACT dan tandanya berbeda
maka tambahkan A dan B
Operasi pokok pada perkalian adalah mengalikan
magnitude operandnya dan menentukan tanda product
dengan melakukan operasi Eksklusif OR pada tanda
operand tersebut.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Aritmatika Floating Point:
Algoritma untuk aritmatika floating point lebih rumit dibandingkan angka-
angka fixed point, tetapi menggunakan algoritma yang sama untuk
penambahan dan perkalian.
Angka-angka aritmatika floating point terbentuk atas tiga bit sign, sebuah
mantisa dan eksponen.
Algoritma dasar untuk penjumlahan dan pengurangan adalah sebagai
berikut :
Pengujian untuk angka nol
Sejajarkan mantisa
Tambahkan atau kurangi mantisa
Normalisasikan hasil
Algoritma perkalian dapat digambarkan sebagai berikut :
Pengujian untuk angka nol
Tambahkan eksponen
Kalikan Nantisa
Normalisasikan hasilnya
Algoritma Pembagian adalah sebagai berikut :
Pengujian untuk angka nol
Sejajarkan divident
kurangi eksponen
Bagilah mantisa
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Unit Aritmatika Desimal :
Pada beberapa aplikasi perbandingan jumlah aritmatika yang diperlukan
dengan jumlah !fO yang terjadi adalah sangat kecil
Pada komputer umum (general purpose), sangat bermamfaat, pada
kenyataannya memaksa kecepatan dan efesiensi, untuk mengkonversi nilai-
nilai input desimal kedalam biner untuk semua perhitungan internal
Hanya jika suatu angka akan dikeluarkan ke sebuah piranti !fO maka ia harus
dikonversikan kembali kedalam desimal.
Sebaliknya pada kalkulator, untuk setiap operasi !fO hanya dikerjakan
sejumlah kecil aritmatika
Oleh sebab itu sebenarnya lebih cepat mengerjakan aritmatika dalam desimal
dan menghapus konversi ke dan dari bentuk biner.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
MIKROPROGRAMMING :
Control Unit {CU):
CU mengatur seluruh aktifitas perangkat keras didalam komputer
CU mengakibatkan suatu instruksi di fetch dari memori, memberi kode
pada instruksi tersebut untuk menentukan operasi yang akan
dilaksanakan, menentukan sumber dan tujuan data dan menyebabkan
perpindahan data dan eksekusi operasi yang diperlukan.
CU mengulangi seluruh proses sampai sebuah operasi HALT secara tiba-
tiba masuk kedalam program dan di eksekusi
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Kendali Hard Wire :
Sewaktu sebuah instruksi ditempatkan dalam Reg. !nstruksi, CLU
mendekode instruksi itu dan menghasilkan serangkaian instruksi mikro.
Alamat semua operand yang diperlukan oleh Opcode harus dipasok ke
memory address register (NAR) pada waktu yang tepat.
Unit memori itu men-dekode address yang dipersembahkan oleh NAR
dan mengeluarkan word yang tersimpan dalam lokasi yang dialamati
melalui memory buffer register (NBR).
Jika informasi pengalamatan dalam instruksi tersebut bukan address
operand yang sesungguhnya maka CLU harus menerapkan langkah-
langkah yang diperlukan untuk pengalamatan tidak langsung, berindeks
atau pengalamatan yang lain
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Kendali Mikroprogrammed :
Teknik pemrograman mikro pertama kali diperkenalkan pada awal 1950-
an, namun tidak layak secara ekonomis sampai suatu saat tersedia RON
yang cepat dan harganya wajar.
Tingkat dimana program mikro dapat diubah oleh pemakai bervariasi dari
komputer ke komputer lainnya.
Suatu CLU mikroprogrammed di sebut sebagai mikroprogrammable (
dapat diprogram secara mikro) jika memori kontrol dapat di modifikasi
oleh pemakai untuk menghasilkan instruksi makro yang dibentuk sesuai
keinginan.
Jika tidak, kelompok instruksi tersebut tetap, mirip dengan kelompok
instruksi dalam CLU Hard Wired.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Emulasi :
Dalam emulasi suatu program diprogram secara mikro
untuk mempunyai kumpulan instruksi yang benar-
benar sama dengan komputer lainnya dan dapat
memiliki fungsi yang sama pula
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Peralatan Pendukung Bagi Program Mikro :
Assembler Mikro:
Software yang memungkinkan para perancang untuk meng-encode
suatu program mikro dalam suatu bahasa simbolik dan
menterjemahkan representasi ini kedalam representasi absolut untuk
di-load ke dalam memori kendali.
Keuntungannya :
Neningkatkan produktivitas dalam penulisan program mikro
Tingkat independensi terhadap struktur perangkat keras
Kemudahan untuk berubah
Pengujian kesalahan
!nformasi referensi silang
Peningkatan kemampuan dapat terbaca
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Biaya dan keuntungan pemrograman mikro :
Nenawarkan pendekatan yang lebih terstruktur untuk
merancang CLU dibanding dengan kendali Hardwired
Rancangan relatif lebih mudah diubah-ubah dan di betulkan
Nenawarkan kemampuan diagnostik yang lebih baik dan lebih
dapat diandalkan
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
PEMROSESAN INPUT OUTPUT
Sistem IJO :
CPU mem-fetch instruksi dan data dari memori utama, memprosesnya
dan menyimpannya kembali ke memori utama
Namun jika hasil tersebut akan dipergunakan, komputer harus memiliki
alat dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan pemakai.
Hal ini dilakukan melalui unit utama komputer lainnya, sistem !fO yang
berfungsi untuk mentransfer informasi antara CPU atau memori utama
dari dunia luar
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Pengaksesan IJO :
Dibagi menjadi dua jenis pokok :
Nemory mapped !fO : di mana piranti !fO dihubungkan sebagai
lokasi memori virtual.
!fO mapped !fO : di mana port !fO tidak tergantung pada memori
utama
Dari kedua jenis tersebut !fO N !fO biasanya lebih cepat dan lebih efisien,
namun kekurangannya adalah keterbatasan jumlah instruksi yang dapat
digunakan untuk operasi !fO
Pada N-N !fO semua instruksi referensi memori dapat di gunakan, lebih
sederhana dan murah untuk digunakan dan lebih fleksibel.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
IJO terprogram :
Adalah sebuah metode dimana CPU mengendalikan semua transaksi !fO
secara keseluruhan dengan menjalankan serangkaian instruksi !fO (sebuah
program)
!fO terprogram merupakan metode yang paling transparan untuk diterapkan
dan hanya membutuhkan sejumlah perangkat keras khusus yang relatif
sedikit, antara lain :
Register Status : Berisi status piranti !fO saat ini dan data yang
akan di kirimkan.
Register Buffer : digunakan untuk menyimpan data sementara.
Counter Data : Tempat me-load jumlah karakter yang akan
ditransfer.
Point Buffer : Nenunjuk ke lokasi memori dimana sebuah karakter
harus ditulis atau dari mana karakter tersebut harus dibaca.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
IJO Interupsi :
Suatu teknik yang dikendalikan oleh permintaan
CPU hanya bereaksi ketika suatu piranti mengeluarkan permintaan
untuk pelayanan.
Permintaan ini disebut sebagai interupsi
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Prosessor IJO Sistem Resident :
Karena adanya pengurangan harga perangkat kerasyang terus
menerus, sebagai pengganti saluran !fO khusus, kita dapat
memakai sebuah komputer umum yang berfungsi sebagai sebuah
Prosessor !fO (!OP) yang bebas.
!OP berfungsi secara paralel pada CPU utama dan
memungkinkannya untuk tetap bebas bekerja secara hampir
eksklusif dalam perhitungan dan program pemakai tanpa terganggu
pada tugas-tugas !fO
!OP berisi sejumlah saluran DNA, memiliki CPU sendiri dan
kumpulan instruksi dan menjalankan programnya secara paralel
pada CPU
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Saluran IJO :
Adalah suatu pengendali yang lebih canggih dari pada fasilitas
DNA, tetapi melakukan operasi !fO dalam mode DNA.
Saluran !fO merupakan sebuah prosessor khusus dengan
kemampuan terbatas yang disusun untuk interface beberapa
piranti !fO ke memori.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
PIPELINE
Efesiensi sebuah sistem komputer dinilai berdasarkan kecepatan perangkat
keras dan fasilitas-fasilitas perangkat lunak.
Penilaian ini disebut dengan troughput = jumlah pemrosesan yang dapat
dikerjakan dalam suatu interval waktu tertentu.
Salah satu teknik yang mendorong peningkatan suatu sistem troughput yang
cukup hebat disebut sebagai pemrosesan P!PEL!NE.
Pemrosesan Pipeline dalam suatu komputer diperoleh dengan membagi suatu
fungsi yang akan dijalankan menjadi beberapa sub fungsi yang lebih kecil dan
merancang perangkat keras yang terpisah (STAGE), untuk siteiap sub fungsi.
Stage-stage itu kemudian bersama-sama membentuk pipeline tunggal untuk
menjalankan fungsi asli
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Penggandaan eksekusi tidak akan terjadi karena :
Umumnya waktu eksekusi akan lebih lama dibanding dengan
pengambilan instruksi. Eksekusi akan meliputi pembacaan dan
penyimpanan operand serta kinerja sejumlah operasi. Sehingga tahapan
pengambilan mungkin perlu menunggu beberapa saat sebelum
mengosongkan buffernya.
!nstruksi pencabangan bersyarat akan membuat alamat instruksi
berikutnya yang akan diambil tidak diketahui secara pasti. Sehingga
tahapan harus menunggu sampai menerima alamat instruksi berikutnya
dari tahapan eksekusi. Dengan demikian tahapan eksekusi harus
menunggu pada saat instruksi berikutnya diambil
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Sinkronisasi Pipeline :
Pada semua baris perakitan industri, efesiensi suatu pipeline dapat
berkurang jauh akibat suatu bottleneck.
Bottleneck terjadi sewaktu pemrosesan pada suatu stage, menghabiskan
waktu lebih lama dari stage yang lain.
Karena itu idealnya kita menginginkan pada semua stage menghabiskan
waktu yang sama.
Untuk menyamakan waktu yang diperlukan pada setiap stage maka
stage-stage tersebut harus di sinkronisasi.
Dapat dilakukan dengan menyisipkan kunci-kunci sederhana antara
stage-stage tersebut.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Efesiensi Pipeline :
Suatu fungsi pipeline hampir selalu lebih baik dari pada fungsi non-pipeline
Namun pada kenyataannya, harga pipeline tersebut sangat mempengaruhi kapan dan
apakah fungsi-fungsi yang di pipeline-kan lebih baik atau tidak.
Beberapa penyebab harga pipeline :
Tambahan kunci (latch) perangat keras yang dibutuhkan.
Kendali yang diperlukan untuk penjadwalan input tersebut.
Waktu yang dihabiskan oleh data dalam latch untuk menyesuaikan
diri dengan suatu penangguhan clock yang seragam
Jumlah rata-rata input yang tersedia
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Pipeline instruksi dua tahap :
!nstruksi !nstruksi Hasil
Ambil Eksekusi
Pandangan sederhana
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
tunggu tunggu
alamat baru
!nstruksi
!nstruksi Hasil
Ambil Eksekusi
buang
Pandangan rinci
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Organisasi hardware instruksi dua tahap:
!nstruction
fetch unit
Storage
Buffer
Execution
unit
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Organisasi hardware instruksi dempat tahap:
Fetch
!nstruction
B
1
Decode
instruction
and fetch
operand
B
2
Perform
operand
B
3
Write
result
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Dekomposisi pengolahan instruksi 6 tahap:
F! = Fetch !nstruction :
Nengambil instruksi berikutnya kedalam buffer
D! = Decode !nstructio :
Nenentukan opcode dan operand
CO = Calculate Operand :
Nenghitung alamat efektif seluruh operand sumber. Hal ini memungkinkan
untuk melibatkan displacement, register indirect, indirect atau bentuk kalkulasi
alamat lainnya
FO = Fetch Operand :
Nengambil semua operand dari memori. Operand-operand yang berada didalam
register tidak perlu diambil
E! = Execution !nstruction :
melakukan operasi yang diindikasikan dan menyimpan hasilnya (bila ada)
dilokasi operand tujuan yang telah ditentukan
WO = Write Operand :
Nenyimpan hasil operasi di memori
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Diagram pewaktuan operasi pipeline instruksi :
1 2 3 + 5 6 7 8 9 10 11 12
!nstruksi 1 F! D!
CO
FO E! WO
!nstruksi 2 F! D! CO FO E! WO
!nstruksi 3 F! D! CO FO E! WO
!nstruksi + F! D! CO FO E! WO
!nstruksi 5 F! D! CO FO E! WO
!nstruksi 6 F! D! CO FO E! WO
!nstruksi 7 F! D! CO FO E! WO
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Efek pencabangan bersyarat terhadap operasi pipeline :
1 2 3 + 5 6 7 8 9 10 11 12
!nstruksi 1 F! D!
CO
FO E! WO
!nstruksi 2 F! D! CO FO E! WO
!nstruksi 3 F! D! CO FO
!nstruksi + F! D! CO
!nstruksi 5 F! D!
!nstruksi 6 F! D! CO FO E! WO
!nstruksi 7 F! D! CO FO E!
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Pendekatan untuk pencabangan bersyarat:
Nultiple stream
Prefetch branch target
Loop Buffer
Branch Prediction
Delayed Branch
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Klasifikasi Pipeline :
Klasifikasi berdasarkan Fungsi :
Pipelining Aritmatika
Pipelining !nstruksi
Pipelining Prosessor
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Pipelining Aritmatika :
Proses segmentasi fungsi dari ALU dari sistem yang muncul dalam
kategori ini.
Pipelining Instruksi :
Proses fetch pada instruksi tidak akan dimulai sampai eksekusi tidak akan
dimulai sampai eksekusi instruksi sebelumnya selesai.
Untuk mem-pipelinekan fungsi ini, instruksi-instruksi yang berdampingan di
fetch dari memori ketika instruksi yang sebelumnya di decode dan di jalankan.
Proses pipelining instruksi disebut instructions
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Pipelining Prosessor :
Sewaktu stage dari suatu stage merupakan merupakan prosessor
aktual dan latch-latch saling berbagi memori antara prosessor
tersebut maka pipeline itu disebut sebagai pipeline prossor.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Klasifikasi Berdasarkan Konfigurasi :
Uni fungsi versus Nulti Fungsi
Statis versus Dinamis
Skalar versus vektor
Cascading Atas Stage
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Uni fungsi versus Multi Fungsi :
Unifungsi = Kemampuan suatu pipe line menjalakan
hanya satu jenis pokok operasi
Nulti fungsi = pipeline dapat menjalankan fungsi-fungsi
yang berbeda, baik pada waktu yang bersamaan
maunpun pada waktu yang berbeda, dengan
menghubungkan sub kelompok-subkelonpok stage yang
berbeda dalam pipeline.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Statis Versus Dinamis :
Ketika instruksi-instruksi yang sejenis akan dijalankan
secara bersamaan waktunya maka digunakan pipeline
statis
Pipeline ini dapat berupa pipeline uni fungsional maupun
multi fungsional
Dengan pipeline Dinamis harus menggunakan pipe multi
fungsional sebab beberapa konfigurasi fungsional dapat
muncul sekaligus dan sering berubah-ubah
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Skalar versus vektor :
Pipeline skalar memproses serangkaian operasi skalar
pada operand skalar (yang berhubungan dengan masing-
masing angka bukan vektor)
Pipeline vektor dirancang untuk memproses instruksi
vektor dengan menggunakan operand vektor
Komputer yang mempunyai instruksi-instruksi vektor
disebut dengan prosessor vektor
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Cascading Atas Stage :
Kebanyakan pipeline dirancang dengan membagi-bagi
suatu fungsi menjadi beberapa stage.
Namun kita dapat membuat sebuah pipeline yang
kompleks tanpa salah satu stage yang penting.
Proses ini dikenal dengan Cascading Atas Stage (CAS)
!nteraktif (CAS) dapat digunakan untuk membuat unit
pipeline uni fungsi maupun multi fungsi.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
MULTI PROCESSOR
Sistem Multi Prosessor:
Nerupakan sebuah sistem dimana sekumpulan prosessor
dalam suatu komputer tunggal berhubungan dan bekerja
sama satu sama lain
Prosessor tersebut dapat berkomunikasi melalui baris data
langsung melalui memori yang terbagi-bagi atau dengan
perantaraan kombinasi memori itu.
Sistem multiProsessor memiliki beberapa keuntunga, antara lain:
- Kehandalan yang tinggi
- Neningkatnya ketersediaan unit memori dan piranti !fO dan
- Neningkatnya kemampuan hitung
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
General Bus :
Nerupakan skema hubungan yang paling sederhana untuk suatu sistem multi
prosessor.
Nerupakan jalur komunikasi tunggal antara komponen-komponen fungsional.
Crossbar Switch:
Suatu jalur yang terpisah menghubungkan setiap processor ke setiap unit
memori.
Karena setiap memori diakses oleh jalur-jalur yang berbeda, maka tidak akan
terjadu blocking yang disebabkan oleh adanya transmisi-transmisi yang
bersamaan waktunya.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
MEMORI MULTIPORT :
Organisasi multiport didapat dengan mengeluarkan logika
kendali, logika saklar arbitrasi teoritas dari saklar crossbar dan
meletakkan mereka didalam interfase masing-masing unit
memori.
Kemudian semua komponen fungsional lainnya mengakses unit
memori melalui suatu unit prot tertentu.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Multi Cache Dalam Sistem Multi Prosessor :
Sistem multi prosessor mempunyai cache yang merupakan bagian
dari suatu sistem.
Sayangnya kehadiran cache banyak cache menimbulkan masalah
bagi konsistensi data ( perpautan cache ).
Nasalah ini hanya ada jika cache dihubungkan dengan prosessor
indivudual.
Dalam hal ini bisa terdapat beberapa salinan data yang sama di
cache yang berlainan pada saat yang sama.
Salah satu cara menghindari masalah pertautan cache adalah
dengan menghubungkan cache dengan memori terbagi dari pada
dengan prosessor.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Klasifikasi multiprocessing:
Loosely Coupled Nultiprocessing
Functionality Specialized Processor
Tighly Coupled Nultiprocessing
Parallel Processing
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Klasifikasi Struktur Parallel :
Single Instruction Single Data stream {SISD)
Single Instruction Multiple Data stream {SIMD)
Multiple Instruction Single Data stream {MISD)
Multiple Instruction Multiple Data stream {MIMD)
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Tighly Coupled Multiprocessing = Multiprocessor :
Nemiliki dua atau lebih processor general purpose, dimana masing-
masing prcessor memiliki kemampuan yang sama
Semua processor memiliki akses bersama ke memori bersama.
Beberapa memori lokal (private) dapat juga digunakan.
Semua processor memiliki akses bersama ke perangkat !fO, baik
melalui saluran yang sama atau melalui saluran yang berbeda yang
menyediakan lintasan ke perangkat yang sama.
Sistem dikontrol oleh suatu sistem operasi terintegrasi yang
menyediakan interaksi antara processor dengan program-program
pada level job, task, file dan data.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Multiprocessor Tightly Coupled:
CPU CPU CPU
!fO
!fO
Interkoneksi
!fO
Nain Nemory
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Organisasi multiprocessor:
Time Shared Bus atau Bus Common
Nultiport Nemory
Central Control Unit
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Time-Shared Bus :
Struktur dan antarmuka Time-sahred bus mirip dengan sistem processor tunggal,
memakai interkoneksi bus. Sistem bus terdiri dari bus alamat, bus data dan bus kontrol.
Untuk memungkinkan transfer DNA dari processor-processor !fO, disediakan fitur-fitur :
Addressing:
Pengalamatan harus dapat membedakan modul-modul pada bus
untuk menentukan sumber dan tujuan data.
Arbitration:
Setiap modul !fO dapat berfungsi sebagai master" sementara.
Disediakan mekanisme untuk menanggulangi sistem request
kontrol bus yang bersamaan, dengan teknik prioritas.
Time Sharing:
Bila suatu modul sedang melakukan pengontrolan terhadap bus,
maka modul-modul lainnya dikunci.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Kelebihan Time-shared Bus:
Sederhana :
Nerupakan organisasi multiprocessor yang paling sederhana.
!nterface fisik, logika pengalamatan, arbitrasi dan time sharing
seluruh processor sama seperti pada processor tunggal.
Fleksibilitas :
Nudah dikembangkan, dalam pengertian jumlah CPU.
Realibilitas :
Bus merupakan medium pasif dan kegagalan suatu perangkat
yang terhubung tidak akan menyebabkan kegagalan sistem
secara keseluruhan.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Time-Shared Bus :
CPU . . . CPU IJO . . IJO Memory . . . Memory
Sistem Bus
Organisasi dasar
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Time-Shared Bus :
CPU
cache
. . . CPU
cache
IJO . . IJO Memory . . . Memory
Sistem Bus
Organisasi dengan cache
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Multiport Memory :
Nemungkinkan akses modul-modul memori utama secara langsung
dan independent oleh CPU dan modul !fO. Netode yang digunakan
Untuk mengatasi konflik adalah dengan menunjuk prioritas yang
permanen bagi semua port memori. Nodul port identik dengan modul
memori port tunggal. Dengan demikian untuk mengakomodasi memori
multi port hanya diperlukan sedikit modifikasi CPU atau modul !fO
atau tidak sama sekali.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Organisasi Memory Multiport:
N1 N2 . . . Ni
P1
.
.
!fO1
.
.
Pn
.
.
!fOk
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Central Control Unit :
Sistem Operasi Multiprocessor :
Alokasi sumber daya dan manajemen
Tabel dan proteksi data
Penghindaran Deadlock sistem
Penghentian tidak normal
Penyeimbangan pembebanan !fO
Penyeimbangan pembebanan Processor
Konfigurasi kembali
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Sistem Memori multiprocessor:
Sistem Nemori Pribadi, merujuk pada sebuah konfigurasi dimana
processor-processor memiliki memori lokal dan antar processor
dapat saling berkomunikasi satu sama lain melalui suatu sistem
transfer message.
Sistem Nemori Terbagi, semua processor memakai suatu memori
utama atau sering disebut juga sebagai memori bersama.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Organisasi hardware message transfer:
IJO Memory IJO Memory
Processor Processor
Message Transfer
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Sistem memori bersama:
!fO !fO !fO
Processor Processor Processor
!nterconnection Sistem
Nemory
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Struktrur Mesin SIC :
Nesin S!C terdiri atas CPU, unit memori dan minimal satu piranti !fO.
CPU terdiri atas 13 register khusus
Register akumulator (A) digunakan untuk semua operasi aritmatika dan
logika
Register indeks (X) digunakan untuk menghitung adress memori.
Register program counter (PC) digunakan untuk menyimpan alamat
memori dari instruksi berikutnya pada suatu program.
Register linkage (L) melayani sub routin
Register instruksi (!R) menyimpan instruksi memori saat ini yang sedang
dijalankan
Status Word register (SW) memiliki sejumlah field yang menyimpan
informasi relatif pada saat ini seperti program saat ini
Akses dari dan ke unit memori hanya melalui register NAR dan NBR
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Contoh instruksi pada SIC :
1. Add
2. And
3. Compare
+. Jump
5. Jump Equal
6. Jump greater than
7. Jump less than
8. Jump subroutine
9. Load A
10. Load L
11. Load X
12. Or
13. Read Device
1+. Return subroutine
15. Strore A
16. Store L
17. Store SW
18. Store X
19. Subtract
20. Test Device
21. Write Device
22. !nterupt return
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Penjelasan set instruksi:
JSUB dan RSUB merupakan dua instruksi yang berhubungan
dengan subroutine
JSUB : menyimpan PC saat ini ke L dan melompat ke
subroutine dengan menyimpan operand ke PC
RSUB : Kembali ke subroutine dengan melompat ke lokasi yang
dinyatakan oleh L
TD : digunakan untuk menguji piranti !fO sebelum berusaha
untuk membaca dari atau menulis kepiranti tersebut
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Siklus Fetch :
Fungsi utamanya adalah agar sebuah salinan instruksi berikutnya dari
memori kedalam CPU siap dikerjakan.
Register PC berisi alamat memori dari instruksi berikutnya, sehingga
tugas utama adalah me-load nilai tersebut ke dalam NAR.
Kemudian memori dapat di baca dan kemudian word memori disimpan ke
dalam NBR.
Word ini kemudian di trasfer kedalam !R untuk decoding selanjutnya.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Siklus Interupsi :
Jika terjadi siklus interupsi beberapa tindakan harus dilakukan.
Tergantung interupsinya, hal ini mungkin hanya memerlukan
cukup sedikit instruksi.
Selain itu ada kemungkinan bahwa tindakan untuk sebuah
interupsi akan berubah di kemudian waktu.
Hal ini bagi CPU berarti bahwa instruksi untuk menangani
interupsi disimpan dalam memori.
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
Unit Fungsional :
Satu-satunya komponen lain yang diperlukan oleh CPU untuk melaksanakan
suatu instruksi adalah sirkuit kombinasional untuk mengerjakan operasi
aritmatika dan lagika komputer.
Sirkuit ini disebut dengan Unit Fungsional.
Unit Fungsional pada S!C adalah :
2 Adder Biner : satu untuk mode pengalamatan indeks dan satu lagi
untuk operasi ADD dan SUB
1 Unit Compare Logika untuk operasi Comp.
1 Unit AND logika untuk operasi AND
1 Unit OR Logika untuk operasi OR
0RCAN|8A8| K0HPUTER
FT UNVERSTAS BUD LUHUR
REDUCED INSTRUCTION SET COMPUTER {RISC)
Sistem Risc menawarkan kumpulan instruksi yang sangat kecil dan sederhana
dimana instruksi-instruksi tersebut pada umumnya akan dijalankan dalam satu
siklus, sejumlah besar register umum dan pelaksanaan pipeline.
Kumpulan instruksi yang lebih mudah di eksploitasi oleh pemakai.
Untuk kumpulan instruksi yang rumit, kompiler harus menemukan kasus-kasus
yang sesuai dengan bentuk tertentu secara tepat. Sebagai tambahan;
optimalisasi kode yang dihasilkan lebih sederhana dengan tidak adanya
instruksi yang rumit.
Pemilikan sejumlah besar register akan mengurangi kebutuhan pengaksesan
memori dan dengan demikian akan meningkatkan kecepatan eksekusi
program.
Register-register ini, secara logika dikelompokkan ke dalam kumpulan yang
disebut sebagai window, terutama digunakan selama dalam pemanggilan dan
pengembalian prosedur.