Anda di halaman 1dari 38

Departemen Mikrobiologi FK USU

Specific Learning Objectives


1. Menjelaskan mekanisme kerja dan resistensi bakteri terhadap antimikroba
2. Menjelaskan mekanisme kerja antiviral

3. Menjelaskan mekanisme kerja antifungal


4. Menjelaskan jenis-jenis uji kepekaan antimikroba

5. Menjelaskan interpretasi dari beberapa cara uji kepekaan antimikroba

KEPUSTAKAAN
Brook,G.F., Butel,J.S., and Ornston,L.N. : Jawetz, Melnick & Adelberg's Medical Microbiology. 20th Ed. A Lang Medical Book,

Prentice Hall Int Inc. 1995, p137-165. Lennette,E.H.,Balow,A., Hausler,W. and Truant, J.P. : Manual of Clinical Microbiology, 3 Amer Society for Microbiol, Washington,D.C., 1980, p.446-473. Levin, W and Jaetz E. : Medical Microbiology & Immunology.6 th Ed. Lange Medical Books / McGraw-Hill 2000, p.68-75.

JENIS DAN CARA KERJA


ANTIMIKROBA TERHADAP BAKTERI
Menghambat sintesa dinding sel bakteri (aman

karena cell mamalia tidak mempunyai dinding cell) Merusak permeabilitas membran cytoplasma bakteri Menghambat sintesa protein bakteri. Menghambat sintesa asam nucleat bakteri.

I. ANTIMIKROBA YANG MENGHAMBAT PEMBENTUKAN DINDING CELL / PEPTIDOGLYCAN

PERBEDAAN STRUKTUR DINDING DARI BAKTERI GRAM (+) & GRAM (-)

I. ANTIMIKROBA YG MENGHAMBAT PEMBENTUKAN DINDING CELL / PEPTIDOGLYCAN


PENICICLLIN (Mold = Penicillium)
PNC-G dan Penicillin V Methicillin, Oxacillin, Cloxacillin, Dicloxacillin

Ampicillin & Amoxacillin, Carbenicillin, Ticarcillin, Piperacillin, Mezlocillin

CEPHALOSPORIN (mold = Cephalosporium)


Gen.I : Cefachlor, Cephalothin, Cephalexin Gen.II : Cefuroxim, Cefixime, Cefoxitin

Gen.III : Cefotaxime, Ceftriaxone, Cefoperazon

CARBAPENEM : Imipenem & Meropenem MONOBACTAM : Aztreonam GLYCOPEPTIDE : Vancomycin dan Teichoplanin CYCLOSERINE : second line anti tbc BACITRACIN : Untuk superficial skin infection
Obat AM ini aman bagi manusia dan mamalia, karena sel sel tubuhnya tidak mempunyai dinding sel.

Group PENICILLIN :
Penicillins: penicillin G (Pfizerpen; Bicillin; Wycillin),
penicillin V (Betapen; Pen-Vee K), methicillin (Staphcillin), ampicillin (Omnipen; Polycillin), oxacillin (Bactocill ), amoxicillin (Amoxil; Biomox; Polymox), ticarcillin (Ticar), carbenicillin (Geocillin), piperacillin (Pipracil), mezlocillin (Mezlin), bacampicillin (Spectrobid), dicloxacillin (Dynapen), nafcillin (Nallpen; Unipen).

Penicillins plus beta lactamase inhibitors atau bahan yang mencegah antibiotik degradasi di ginjal.

amoxicillin + clavulanate (Augmentin), ticarcillin + clavulanate (Timentin), ampicillin + sulbactam (Unasyn), piperacillin + tazobactam (Zosyn), imipenem + cilastatin (Primaxin) .

II MERUSAK PERMEABILITAS MEMBRAN

CYTOPLASMA : - Amphotericin B - Colistin - Nystatin - Polymixin


Tidak digunakan untuk obat sistemik karena toksik

III MENGHAMBAT SINTESA PROTEIN :


Dalam perkembang biakan bakteri mensintesa

protein dan itu terjadi pada ribosome bakteri, ribosome ada di dalam cytoplasma.
Ribosome bakteri :
= Ribosome 70S, reseptor pada subunit 30S atau 50S. = Jadi Antimikroba ini menghambat sintesa protein di Ribosome 70S pada subunit 30S atau subunit 50S dari bakteri.
= Sedangkan Ribosome mamalia & manusia 80S

Contoh Antimikroba kelompok ini : - Chloramphenicol (50S) - Aminoglycoside (30S) - Erythromycin (50S) - Tetracyclin (30S) - Lyncomycin (50S) Macrolides : erythromycin, roxithromycin, clarithromycin, and
azithromycin are used against gram-positive bacteria and some gramnegative bacteria.

Lincomycin and Clindamycin kebanyakan digunakan terhadap infeksi oleh bakteri gram positip.
Aminoglycoside bactericidal selebihnya bacteriostatik

Selective antimicrobial action to a specific attack on the 70S ribosome of bacteria


Kelompok Antibiotik ini menyerang secara spesifik pada ribosom 70S dari bakteri (manusia 80S tidak diterganggu)
Ribosom 30 S:

Rinosom 50 S :
. Chloramphenicol . Clindamycin . Furadantin . Fusidic acid . Lincomycin

Amikacin Gentamycin Kanamycin Neomycin Streptomycin Tobramycin

. Nitrofuran . Puromycin . Quinopristin . Spectinomycin . Tetracycline

IV MENGHAMBAT SINTESA ASAM NUCLEAT :


Sulfonamide (berkompetisi dengan PABA) Trimethoprim (inhibit dihidrofolic acid reduk-

tase) Rimfampicin (Streptomyces, inhibit enzyme RNA polymerase, menghambat sintesa RNA) Pyrimidine Quinolon : (blokade DNA gyrase)

- Nalidixic acid - Norfloxacin

- Cyprofloxacin - Ofloxacin

Quinolone
Fluoroquinolones (synthetic chemicals) broad spectrum :
norfloxacin,
ciprofloxacin, enoxacin, levofloxacin, and trovafloxacin.

The fluoroquinolones menghambat satu atau

beberapa group ensim spt topoisomerase, dan ensim ensim yg diperlukan bakteri untuk sintesa asam nukleatnya

Inhibisi Pathway Folic Acid oleh Sulfonamide dan Trimethoprim


SulfonaTrimethomide prim
Pteridine H2
+

Purine
FAH2 (Dihydrofolic ac.) FAH4 + C1 (Tetrahydrofolic ac.)

PABA
+

Pyrimidine Amino acid

Glutamic acid

MRSA VISA VRSA ESBLs


MRSA : Methycillin Resistant Staph. Aureus MRSA adalah Staphylococcus aureus yang resisten terhadap berbagai/banyak antibiotika. Hal ini biasa terjadi pada infeksi nosokomial (hospital acquired infections).
Mupirocin ointment dapat digunakan untuk mengatasi

carrier pada hidung (Nasal dekolonisasi).

VISA : Vancomycin Intermidiate Staph. Aureus VRSA : Vancomycin Resistant Staph. Aureus ESBLs : Extended-spectrum beta-lactamases

16

A Message From the Director General WHO (2000)


Drug resistance is the most telling sign that we have

failed to take the treat of infectious diseases seriosly. It suggests that we have mishandled of disease fighting drugs, by misusing, underusing and overusing them.
A World without Antibiotics. It could bring back to a

pre-antibiotic age. We are vulnerable without effective medicines.


The window of oppertunity is closing.

Perkembangan Resistensi Bakteri:


Staph aureus 99% sensitip terhdp penicillin G dan 1940's terhdp AB Beta lactam. Staph aureus 25% sensitip terhdp penicillin dan 1970's ampicillin, tapi 99% sensitip terhdp flucloxacillin dan cephalosporin.

Staph aureus 2% sensitip terhdp penicillin and 80% sensitip terhdp flucloxacillin dan semua group Beta 1990's lactam. Hanya Vancomycin dan Teicoplanin saja merupakan pilihan terapi.

1995 - Intensive care units - Acinetobacter dan Moraxella species resistant terhdp semua antibiotika yang di 1996 uji.

UJI KEPEKAAN BAKTERI TERHADAP ANTIMIKROBA


CARA PENGENCERAN (Dilution Methods) : Memakai media cair Memakai media padat Cara ini kwantitatip dan akurat CARA DIFUSI (Diffusion Methods) : Memakai cakram antimikroba Tablet antimikroba Cara ini kwalitatip dan rutin dilakukan
19

CARA PENGENCERAN
KWANTITATIP dan diperoleh :
KHM (Kadar Hambatan Minimal = MIC) KBM (Kadar Baktericidal Minimal = MBC)

AKURAT
DILAKUKAN HANYA UNTUK PENELITIAN / PERMINTAAN KHUSUS
20

CARA PENGENCERAN (lanjutan)


MEDIA CAIR

Cara Makro : seri 12 tabung reaksi

Cara Mikro : Mikro titer plate, dropper, pipet


MEDIA PADAT

Mueller Hinton Agar (MHA)

Kadar AM dalam MHA diencerkan kelipatan dua (1 ug, 0,5 ug, 0.25 ug. 0.125 ug, dst) Larutan bakteri log phase MacFarland 1

CARA PENGENCERAN DENGAN MICROTITER PLATE


CARA PENGENCERAN

bisa menggunakan : Mocrotiter plate Microtiter diluter Microtiter dropper


Dengan cara ini bisa meng-

hemat biaya dan dapat dilakukan dengan lebih banyak AM (8) atau lebih banyak bakteri (8) yang mau diperiksa Kadar hambatannya. (Ada 8 x 12 sumur/lubang untuk tes.)

CARA DIFUSI
MEDIA :

Mueller Hinton Agar atau Sensitest Agar


Jika bakteri fastidiuos : Agar Darah dalam MHA

BAKTERI :
Bakteri Log phase, kelarutan MacFarland 0,5 Disemaikan dengan kapas lidi steril 3 streak

CAKRAM berisi AM pada :


Kertas saring

Tablet

MEDIA PERBENIHAN KETEBALAN dan INOKULUM BAKTERI serta LAMA PENGERAMAN


Mueller Hinton dianjurkan untuk media Uji Kepekaan sebab memperlihatkan zona inhibisi dan tidak terjadi hambatan pertumbuhan bakteri.

Ketebalan media waktu menuang ke piring petri setebal 4 mm. Jika terlalu tipis maka diameter akan melebar dan jika terlalu tebal maka diameter hambatan menjadi lebih kecil. Kedua hal ini mengganggu hasil pemeriksaan. Hanya kultur murni dengan ukuran standar inokulum yang boleh digunakan (memakai Barium Sulfat atau standard McFarland). Jika inokulum terlalu sedikit atau kalau inokulum terlalu tebal akan mempengaruhi pembacaan diameter hambatan.
Lama waktu pengeraman 18 hingga 24 jam pada suhu 37 0 C. Jika pembacaan hasil sebelum 18 jam maka agak sulit, jika terlalu lama (> 24 jam) maka kemungkinan terjadi pertumbuhan berlebihan (overgrowth).

Letakkan cakram AM satu persatu dengan jarak sekurang kurangnya 25 mm, menggunakan pinset atau jarum.
Eramkan 24 jam pd suhu 37oC Resisten

Susceptible

Agar Darah

Intermidiate

Ukur diameter daerah inhibisi 2 kali, dalam mm dan bagi dua, lalu cocokkan dengan tabel.

(a+b)/2 =.mm

Hasil : susceptible intermidiate atau resisten. (sesuaikan dengan tabel standar NCCLS untuk tes resistensi AM).

MEMBACA DAERAH INHIBISI


Daerah inhibisi diukur dengan caliper

(jangka sorong) atau dengan penggaris


daftar dari setiap AM dan Bakteri yang diuji kepeka-annya (setelah dieramkan 18-24 jam pada suhu 35o-37oC). Hampir resisten(intermidiate) dan Resisten.
(ada juga yg kurang sensitip)

Lebar daerah inhibisi disesuaikan dengan

Dinyatakan Sensitip(susceptible),

INTERPRETASI HASIL UJI KEPEKAAN


Hasil uji kepekaan Antimikroba dengan cara difusi :

1. Sensitip = Peka = Susceptible 2. Kurang sensitip = Intermidiate 3. Resisten = Tidak peka Antimikroba Sensitip :
AM ini merupakan pilihan, tetapi harus dipertimbangkan : alergi, daya beli pasien dan preparat suntikan atau peroral.

Antimikroba Kurang Sensitip :


Jika tak ada pilihan AM yg sensitip, maka boleh digunakan dengan dosis maksimal atau digunakan dengan kombinasi AM yg sinergistik atau yang potensiasi.

Tidak Peka :
Tidak bisa digunakan untuk mengatasi infeksi.

SPEKTRUM ANTIMIKROBA :
AM Spektrum lebar (Broad spectrum AM) : efektip untuk
berbagai bakteri. (Contoh : tetracycline, streptomycin, cephalosporins, ampicillin, sulfonamides.)

AM Spektrum sempit (Narrow Spectrum AM) : efektip


hanya untuk bakteri tertentu, seperti bakteri Gram positip atau untuk bakteri Gram negatip saja (Contoh : penicillin G, erythromycin, clindamycin, gentamicin)

AM baktericidal : AM ini membunuh bakteri


Contoh : penicillins, cephalosporins, streptomycin, neomycin.

AM bakteriostatika : AM ini hanya menghambat pertumbuhan bakteri,


sehingga penggunaannya harus cukup lama sehingga eliminasi bakteri oleh sel sel daya tahan tubuh cukup waktu agar semuanya tereliminasi. Contoh : tetracyclines, erythromycin, sulfonamides.

IMPLIKASI KLINIS RESISTENSI


Timbulnya resistensi bakteri terhadap antimikroba bahkan terjadinya multiple drugs resisten (MDR)

bisa mengundang banyak problem berat dalam pengobatan penyakit infeksi


Timbulnya Kuman Rumah Sakit yang amat resisten sebab RS sering menggunakan dosis tinggi dan dalam intensitas tinggi. Antibiotik baru perlu riset yg lama (10-20 tahun) sehingga bisa terjadi tiadanya antibiotika yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit infeksi.

PENCEGAHAN DAN KONTROK TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK 1. Gunakan antibiotik pd infeksi bakterial 2. Gunakan dosis dan lama pemberian yang cukup. 3. Ganti Antibiotik jika tidak efektip 4. Gunakan Antibiotik pada tempat yang sesuai 5. Hentikan penggunaan antibiotik yg bertujuan untuk penggemukkan hewan. 6. Membuat aturan penggunaan antibiotik pada hewan oleh dokter 7. Antibiotik diambil dari apotek dgn resep dokter. 8. Lakukan edukasi publik tentang bahaya penggunaan dosis antibiotik berlebihan/kurang, dan penggunaan yang salah.

Antituberculosis drugs
Rifampin (Rimactane, Rifadin), rifapentine (Priftin),

Isoniazid (Nydrazid),
Ethambutol (Myambutol), capreomycin (Capastat), cycloserine (Seromycin),

Ethionamide (Trecator), rifabutin (Mycobutin), aminosalicylic acid (Paser D/R), clofazimine (Lamprene), Rifampin + isoniazid (Rifamate),
Rifampin + isoniazid + pyrazinamide (Rifater).

ANTI JAMUR :
1.Polyene, seperti nystatin dan amphotericin B, jika bergabung dengan plasma membrane sterols akan fungicidal. 2. Azoles mengganggu sintesa sterol dan digunakan untuk pengobatan cutaneous dan systemic mycoses. 3. Griseofulvin mengganggu pembelahan eukaryotic cell dan digunakan terutama untuk pengobatan infeksi kulit oleh jamur.

Antifungal yang mengikat sterol


Perbedaan struktur membran Jamur : Komposisi Plasma membran jamur beda dengan plasma membran mamalia : pada jamur dijumpai berbagai Sterol. Terdapat antifungal yang mengenal secara lebih efektip plasma membran jamur.
Contoh anti jamur : amphotericin B ketoconazole, itraconazole, fluconazole, miconazole nystatin.

Obat Antivirus
1. Amantadine : memblokir penetrasi dan uncoting dari virus influenza. 2. Nucleoside dan nucleotide analogs : (acyclovir, AZT, ddI, dan ddC) : menghalangi sintesa DNA atau sintesa RNA. 3. Protease inhibitors, (indinavir dan saquinavir) : memblokir aktivitas esensial ensim HIV untuk assembly viral coat yang baru. 4. Alpha-interferons menghalangi virus untuk berkembang berobah menjadi virus baru.

Several distinct classes of drugs :


Nucleoside-Analog Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI). These drugs inhibit viral RNA-dependent DNA polymerase (reverse transcriptase) and are incorporated into viral DNA (they are chain-terminating drugs). Zidovudine (AZT = ZDV, Retrovir) Didanosine (ddI, Videx) Zalcitabine (ddC, Hivid) Stavudine (d4T, Zerit) Lamivudine (3TC, Epivir) Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTIs). In contrast to NRTIs, NNRTIs are not incorporated into viral DNA; they inhibit HIV replication directly by binding non-competitively to reverse transcriptase. Nevirapine (Viramune) Delavirdine (Rescriptor) Protease Inhibitors. These drugs are specific for the HIV-1 protease and competitively inhibit the enzyme, preventing the maturation of virions capable of infecting other cells. Saquinavir (Invirase) Ritonavir (Norvir) Indinavir (Crixivan) Nelfinavir (Viracept)

Drug:
Vidarabine Acyclovir

Viruses:
Herpesviruses Herpes simplex (HSV)

Chemical Type:
Nucleoside analogue Nucleoside analogue Nucleoside analogue

Target:
Virus polymerase Virus polymerase Virus polymerase (needs virus UL98 kinase for activation)

Gancyclovir and Valcyte Cytomegalovirus (valganciclovir) (CMV) Nucleoside-analog reverse transcriptase inhibitors (NRTI): AZT (Zidovudine), ddI (Didanosine), ddC (Zalcitabine), d4T (Stavudine), 3TC (Lamivudine)

Retroviruses (HIV) Nucleoside analogue

Reverse transcriptase

Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors Retroviruses (HIV) Nucleoside analogue (NNRTI): Nevirapine, Delavirdine

Reverse transcriptase

Drug:

Viruses:

Chemical Type:

Target:

Protease Inhibitors: Saquinavir, Ritonavir, HIV Indinavir, Nelfinavir

Peptide analogue

HIV protease

Ribavirin

Broad spectrum: HCV, HSV, measles, Triazole carboxamide RNA mutagen mumps, Lassa fever
Influenza A strains Influenza strains A and B Picornaviruses Hepatitis B and C Tricyclic amine Neuraminic acid mimetic Small cyclic Protein

Amantadine / Rimantadine
Relenza and Tamiflu Pleconaril Interferons

Matrix protein / haemagglutinin


Neuraminidase Inhibitor

Blocks attachment and uncoating


Cell defense proteins activated

28 07 - 2011