Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Family Oriented Medical Education (FOME) adalah sebuah kegiatan yang diangkatkan oleh pihak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang memiliki tujuan untuk melahirkan dokter dengan kompetensi sebagai dokter dengan pendekatan dokter keluarga yang telah dimulai pelaksanaannya pertama kalinya pada mahasiswa S1 Kedokteran angkatan 2009 dan telah berjalan selama dua tahun lamanya. Dalam pelaksanaannya di harapkan mahasiswa mampu dalam mengenal masalah kesehatan keluarga secara komprehensif dan holistik, mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan keluarga, dan dapat memberikan solusi secara promotif dan preventif serta dapat menimbulkan rasa empati terhadap pasien dan keluarganya . Sebagai agent of change dan social control, mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki pengaruh yang cukup besar di masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan . Berbagai tindakan promotif dan preventif seperti edukasi yang mengarah pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan menciptakan masyarakat yang proaktif dan peduli terhadap kesehatan, merupakan suatu kewajiban dan tugas yang besar bagi mahasiswa kedokteran . Oleh karena itu, di harapkan melalui kegiatan ini dapat terbentuk dalam diri mahasiswa kedokteran sifat empati dan pengenalan berbagai masalah kesehatan disekitarnya secara komprehensif dan holistik guna tercapainya tujuan utama dari kegiatan ini berupa pendekatan yang berlandaskan dokter keluarga.

1.2. TUJUAN DAN MANFAAT

1. Mengidentifikasi dan memahami masalah kesehatan keluarga, 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan keluarga (internal daneksternal),
1

3. Mengetahui masalah kesehatan keluarga yang mempunyai indikasi untuk di rujuk ke puskesmas atau rumah sakit, 4. Meningkatkan rasa empati terhadap masyarakat yang mengalami masalah kesehatan terutama masyarakat golongan miskin, 5. Mampu memberikan solusi secara preventif dan promotif dalam penanganan masalah kesehatan keluarga binaan.

1.3. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN KELUARGA

Dari hasil identifikasi berdasarkan data risiko internal keluarga yang meliputi kebersihan pribadi dan lingkungan, gizi keluarga, aktifitas fisik, penggunaan pelayanan kesehatan, dan masalahdi keluarga, saya mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Kebersihan rumah dan lingkungan cukup baik, baik dalam segi pencahayaan dan ventilasi udara di nilai cukup baik . Begitu juga dalam segi kesehatan pribadi, tampilan anggota keluarga cukup bersih, namun terbatas dalam hal ekonomi, 2. Gizi primer seperti sayur, buah dan makanan pokok terpenuhi dengan cukup adekuat meskipun sederhana karena terbatas ekonomi. 3. Pengobatan ke puskesmas menjadi pilihan utama, dikarenakan akses yang dekat dengan rumah, ramahnya petugas, dan akses JAMKESMAS yang telah mereka miliki, serta prosedur yang mudah untuk berobat. 4. Aktivitas fisik, khususnya untuk ibu perlu perhatian dikarenakan sang ibu yang tidak bekerja dan lebih banyak beraktifitas di rumah. 5. Kesadaran akan kesehatan yang di miliki keluarga cukup baik, karena dekatnya akses puskesmas memudahkan mereka membawa anak mereka yang sakit ke sana. 6. Masalah yang di temukan di lapangan adalah sang suami dan anak pertama yang merokok, masih kurangnya dalam hal pemantauan perkembangan anak bungsu (4 bulan), anak pertama yang tidak lagi bersekolah setamat SMA.

Dari hasil pengamatan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian,yaitu mengenai arahan aktivitas untuk sang ibu, pemantauan tumbuh kembang dari sang anak, dan edukasi mengenai bahaya rokok kepada sang bapak dan anak pertamanya.

BAB II Family Oriented Medical Education (FOME)

2.1. KEGIATAN SEBAGAI SOLUSI MASALAH KESEHATAN KELUARGA

1. Skrining/ Pemeriksaan Perkembangan Anak Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)

Kuesioner Praskrining untuk 6 bulan

a) Tujuan skrining / pemeriksaan perkembangan anak menggunakan KPSP adalah untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. b) Interpretasi hasil KPSP : o Hitunglah berapa jawaban Ya. Jawaban Ya : Bila ibu/pengasuh anak menjawab: anak bisa atau pernah atau sering atau kadang-kadang melakukannya. o Jawaban Tidak : Bila ibu/pengasuh anak menjawab: anak belum pernah melakukan atau tidak pernah atau ibu/pengasuh anak tidak tahu. o Jumlah jawaban Ya 9 atau 10, perkembangan anak sesuai dengan tahap perkembangannya (S)

o 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M) o 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P)

Untuk jawaban Tidak, perlu dirinci jumlah jawaban tidak menurut jenis keterlambatan (gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian)

2. Edukasi Mengenai Kebutuhan Dasar Anak Untuk Tumbuh Kembang (Asuh, Asih, Asah) a) Asuh Kebutuhan yang adekuat dan seimbang yang meliputi pemenuhan gizi berdasarkan umur. Perawatan kesehatan dasar yang meliputi imunisasi, deteksi dini mengenai penyakit yang mungkin timbul. Higiene dan lingkungan anak.

b) Asih/Kebutuhan akan emosi dan kasih sayang Kebutuhan kasih sayangorang tua untuk menciptakan ikatan ibu anak yang erat, mesra, dan selaras. Rasa aman, kemandirian, dan dorongan orang tua.

c) Asah/Kebutuhan akan stimulasi

3. Edukasi Mengenai Bahaya Rokok Dalam hal edukasi mengenai bahaya rokok, ada 3 hal pokok yang akan di sampaikan : a) Komposisi Rokok beserta bahayanya b) Penyakit penyakit yang dapat timbul akibat komplikasi penggunaan rokok c) Saran-saran cara penghentian rokok beserta aktivitas yang dapat menunjang penghentian kegiatan merokok.

2.2. MONITORING KEGIATAN

1. Skrining/ Pemeriksaan Perkembangan Anak Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) Dalam hal pemonitoringan tumbuh kembah sang anak,saya mengunakan KPSP, dari KPSP ini akan saya tentukan bagaimana kemajuan perkembangan sang anak, beserta saran-saran kegiatan yang akan membantu tumbuh kembang anak dan segera menyarankan untuk merujuk ke puskesmas bila di dapat tumbuh kembang sang anak jauh di bawah normal . Dari hasil kegiatan didapatkan perkembangan sang anak masih dalam tahap perkembangannya, tahap berikutnya akan di lakukan beberapa edukasi dan saran tentang tumbuh kembang sang anak sesuai usianya.

2. Edukasi Mengenai Kebutuhan Dasar Anak Untuk Tumbuh Kembang (Asuh, Asih, Asah) Monitoring dalam hal kebutuhan dasar anak bisa di pantau melalui temu wicara yang dilakukan bersama sang ibu, beserta memberi saran-saran tambahan guna optimalnya perkembangan sang anak. Dari hasil temu wicara, sang ibu peka terhadap tumbuh kembang anaknya,dalam hal Asuh,Asih, dan Asah cukup terpenuhi,kedepannya akan diberikan tambahan edukasi untuk tumbuh kembang anak yang optimal.

3. Edukasi Mengenai Bahaya Rokok Tujuan minimal yang di harapkan dari kegiatan ini adalah sang bapak dan anak pertamanya tahu dan mengerti akan kandungan beserta bahaya dan penyakit yang dapat di timbulkannya, untuk monitoring dapat di pantau secara langsung atau melalui sang ibu .

BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Keluarga yang saya bina sudah cukup sadar dan tanggap dalam masalah kesehatan mereka, terbukti dari cukup terpenuhinya nutrisi bagi mereka meskipun sederhana akibat kondisi ekonomi, anak-anak mereka yang tetap bersekolah dan mengaji, kemudian dalam aspek kesehaan bila ada anak mereka yang sakit mereka akan membawanya ke puskesmas yang tidak jauh dari rumahnya, penggunaan air bersih untuk makan dan minum meskipun untuk mandi air yang mereka pakai dari sumur tergolong kurang bersih tapi mereka tetap mengupayakan menjaga kesehatan, dan kesadaran dari sang ayah bila akan merokok melakukannya di luar rumah agar tidak terkena sang anak.

3.2. SARAN

a) Pemilihan keluarga yang di bina sebaiknya telah di pilih jauh hari sebelum acara dan di mintai persetujuan, dan sebaiknya di buat perjanjian kepada keluargakeluarga yang di bina bahwa mereka siap dan bersedia akan di bina oleh mahasiswa, karena di lapangan para kader kurang mensosialisasikan acara sehingga beberapa rumah di pilih saja secara acak, yang mengakibatkan adanya pengusiran mahasiswa dan kurang tanggapnya dalam mengikuti acara ini. b) Sebaiknya ketika di pilih sebagai keluarga binaan di jelaskan tujuan acara sebagai ajang saling belajar antara mahasiswa dan keluarga, sehingga terjalinnya komunikasi yang efektif dari kedua belah pihak, sehingga tidak terjadi salah paham tujuan acara FOME ini untuk memberikan bantuan berupa dana dan fasilitas kepada keluarga binaan. c) Absensi kehadiran mahasiswa kuliah FOME sebaiknya di jadikan syarat untuk bisa mengikuti ujian dan syarat kelulusan, karena banyak juga yang tidak hadir dalam kuliah.
7

d) Perkuliahan FOME sebaiknya dilakukan sesuai jadwal agar tercapainya tujuan yang di inginkan dari kuliah. e) Sebaiknya di tambahkan kuliah tentang penyakit-penyakit yang umumnya terjadi di masyarakat beserta tata laksananya f) Sebaiknya perkuliahan FOME di lakukan seperti layaknya KP( di bagi 2 grup besar) sehingga mempermudah jalannya kuliah dan informasi yang di dapat lebih banyak.

3.3. LAMPIRAN

Data Keluarga Binaan Nama Kepala Keluarga : Lindo Alamat Anggota Keluarga No Nama : Gantiang : Kedudukan dalam Keluarga Suami Usia Pendidikan Pekerjaan Buruh Bangunan Ibu Rumah Tangga Siswa Siswa Siswa -

Lindo

44

SMA

2 3 4 5 6 7

Lilimerita Yoki Doli Valen Berli Wili

Istri Anak Anak Anak Anak Anak

39 17 9 7 5 4 bulan

SMP SMA SD SD -

Tempat Tinggal Keluarga Binaan : Kepemilikan Rumah : menumpang/kontrak/hibah/Milik sendiri* Daerah perumahan : kumuh/Padat bersih/berjauhan/mewah* Karateristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan Luas Rumah : 6 x 10 m2 Jumlah orang serumah : 7 Orang Bertingkat/ Tidak Bertingkat* Lantai rumah dari : tanah/semen/keramik* Dinding Rumah dari : papan/tembok* Penerangan di dalam rumah : Jendela Listrik : ada/tidak*

Ventilasi : Kelembapan udara : lembap/tidak* Bantuan ventilasi di dalam rumah; ada/tidak* ( Kipas) Kebersihan di dalam rumah : CukupBersih Tata Letak barang di dalam rumah : Agak penuh kelihatannya Ket (*) : Coret yang tidak perlu

10