P. 1
Laporan Kasus CAD

Laporan Kasus CAD

|Views: 142|Likes:
Dipublikasikan oleh intan_sari_25
laporan kasus Coronary arterial disease
laporan kasus Coronary arterial disease

More info:

Published by: intan_sari_25 on May 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Gagal jantung (CHF) adalah sindroma klinis (sekumpulan tanda dan gejala), ditandai oleh sesak nafas dan fatik (saat istirahat atau saat aktivitas) yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung.1 Jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan/atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal.2 Angka kejadian CHF semakin meningkat dari tahun ke tahun tercatat 1,5 % sampai 2% orang dewasa di Amerika Serikat menderita CHF dan 700.000 diantaranya harus dirawat di rumah sakit per tahun. Faktor resiko terjadinya CHF yang paling sering adalah usia lanjut, 75% pasien yang dirawat dengan CHF berusia antara 65-75 tahun. Terdapat 2 juta kunjungan pasien rawat jalan pertahun yang menderita CHF, biaya yang dikeluarkan diperkirakan 10 miliar dollar per tahun.3 Etiologi utama CHF pada usia lanjut 60-70% adalah penyakit jantung koroner (PJK). Hipertensi adalah etiologi terpenting kedua untuk CHF. Sedangkan pada usia muda, CHF diakibatkan oleh kardiomiopati dilatasi, aritmia, penyakit jantung kongenital atau valvular dan miokarditis.4 Penyakit jantung yang terjadi pada usia lanjut sebagian besar terjadi karena proses penuaan, dimana secara struktur anatomi maupun fungsional terjadi kemunduran, yaitu terjadi proses degenerasi. Pada usila berusia 80-90 tahun terjadi penurunan fungsi pada banyak organ dan sistem, sehingga yang tersisa adalah kecepatan konduksi saraf tinggal 85%, basal metabolic rate menjadi 80%, volume cairan tubuh juga menjadi 80%, sehingga mudah terjadi dehidrasi bila ada infeksi, indeks kardiak menurun tinggal 70%, sehingga mudah terjadi sesak bila beraktivitas, kapasitas vital paru pun menurun menjadi 68%, vital capacity maksimum menjadi 40%, glomerular filtration rate turun menjadi 67%, renal plasma flow tinggal 40-47%.5 Pada sistem kardiovaskular, proses menua menyebabkan basal heart rate menurun, respon terhadap stress menurun, LV compliance menurun karena terjadi hipertrofi, senile amyloidosis, pada katup terjadi sclerosis dan kalsifikasi yang menyebabkan disfungsi katup, AV node dan system konduksi fibrosis, komplains pembuluh darah perifer menurun, sehingga afterload meningkat, dan terjadi proses aterosklerotik.5

1

sesak tidak dipengaruhi debu dan cuaca. berat badan turun (-). keringat malam (-). nyeri dada (-). batuk (+) berdahak (-). sesak berkurang. mual (-). badan lemas (-). os juga sering terbangun di malam hari karena sesak dan sesak berkurang bila os duduk. berdebardebar(+). sesak berkurang sedikit bila os istirahat. ±2 minggu SMRS Os mengeluh sesak kembali kambuh semakin hebat. Os berobat ke puskesmas dan dirawat di rumah selama 2 hari. Os tidur dengan 3 bantal. M : 70 tahun : Perempuan : Luar Kota : Petani : Islam : 15 Mei 2013 ANAMNESIS (Autoanamnesis dan alloanamnesis) Keluhan Utama Sesak napas yang semakin hebat sejak ± 1 hari SMRS Riwayat Perjalanan Penyakit ±2 bulan SMRS Os mengeluh sesak napas. Os lalu kembali berobat ke puskesmas dan dirawat selama 2 hari. Sesak dipengaruhi cuaca (-). batuk (+) berdahak (-). bengkak di kedua kaki (-). BAB dan BAK tidak ada keluhan. badan dirasakan 2 . Sesak dipengaruhi aktifitas. Namun + 1 minggu SMRS. muntah (-). nafsu makan turun (-). berdebar-debar (-). demam (-). bunyi mengi (-). demam (+) demam terus menerus. sakit kepala dan pegal ditengkuk (-). sesak akan timbul bila berjalan ± 50 m. Sesak yang dirasakan semakin hebat.BAB II LAPORAN KASUS Identifikasi Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Agama MRS : Ny. Nyeri dada (-). bunyi mengi (-). sesak berkurang bila beristirahat. Setelah dirawat sesak tidak ada lagi. os mengeluh kembali sesak lagi. tidur dengan tiga bantal. terbangun pada malam hari karena sesak (+).

muntah (-).5 ºC : 32 x/m : Tidak ada : Cukup 3 .lemas (+). nafsu makan turun (+). mual (-). BAB dan BAK tidak ada keluhan. Riwayat Penyakit Dahulu      Riwayat keluhan yang sama sebelumnya disangkal Riwayat darah tinggi tidak diketahui Riwayat sakit jantung disangkal Riwayat kencing manis tidak diketahui Riwayat sakit asma disangkal Riwayat kebiasaan   Riwayat merokok disangkal Riwayat minum alkohol disangkal Riwayat Penyakit Dalam Keluarga  Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama disangkal PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Nadi : Tampak sakit sedang : Compos Mentis : 110/70 mmHg : 109 x/m irregular. pulsus defisit (+) isi dan tegangan cukup Temperatur RR Dehidrasi Gizi : 37. Os dibawa ke RS Bari Palembang. nyeri ulu hati (-).

penglihatan kabur pada kedua mata tidak ada. refleks cahaya baik. Hidung Bagian luar tidak ada kelainan. pucat pada telapak tangan dan kaki tidak ada. efloresensi tidak ada. septum dan tulang-tulang perabaan baik. dan inguinal tidak ada pembesaran. leher. Telinga Pada liang telinga tidak ada kelainan. turgor kembali cepat. pupil isokor. gerakan bola mata ke segala arah dan simetris. gusi berdarah tidak ada. Mata Eksoftalmus dan Endoftalmus tidak ada. bau pernapasan yang khas tidak ada. Pernapasan cuping hidung tidak ada. perdarahan temporal tidak ada. pucat pada lidah tidak ada. pendengaran baik. Selaput lendir dalam batas normal. Mulut Tonsil tidak ada pembesaran. konjungtiva palpebra kedua mata pucat tidak ada. stomatitis tidak ada. sklera ikterik tidak ada.Keadaan Spesifik : Kulit Warna sawo matang. sianosis tidak ada. keringat setempat tidak ada. pigmentasi dalam batas normal. lapisan lemak cukup. deformitas tidak ada. ikterus pada kulit tidak ada. lapangan penglihatan baik. rhagaden tidak ada. edema palpebra tidak ada. atrofi papil tidak ada. Kelenjar Getah Bening Kelenjar getah bening submandibular. 4 . simetris. Tidak ditemukan adanya penyumbatan dan perdarahan. dan nyeri tekan tidak ada. nyeri tekan tidak ada. Kepala Bentuk bulat. axilla.

sela iga tidak melebar. lemas : Nyeri tekan epigastrik (-). hipertrofi otot sternokleidomastoideus (-). retraksi dinding thorax tidak ada. hepar dan lien tidak teraba.Leher Pembesaran kelenjar getah bening tidak ada. wheezing (-) Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Iktus kordis terlihat di ICS VI linea aksilaris anterior sinistra : Iktus kordis teraba pada linea aksilaris anterior sinistra ICS VI : Batas atas jantung ICS IV Batas kanan jantung linea parasternalis dextra ICS V Batas kiri jantung linea aksilaris anterior sinistra ICS V Auskultasi : HR: 109x/m. iregular. pembesaran kelenjar tiroid tidak ada. timpani : Bising usus (+) normal 5 . Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Statis. JVP (5-2) cm H2O. gallop (-) Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Cembung. ronkhi (-). Dada Bentuk thorax normal simetris kanan dan kiri. dinamis simetris : Stemfremitus kanan = kiri : Sonor di kedua lapangan paru : Vesikuler (+) normal. murmur (-). dan spider nevi. undulasi (-) : Shifting dullness (-). pulsasi (-). tidak ditemukan venektasi.

Ekstremitas Atas Kedua ekstremitas atas tampak pucat tidak ada. Alat Kelamin Tidak diperiksa PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium: Hematologi (17 Mei 2013) Hb Hematokrit Leukosit Trombosit Hitung Jenis Basofil Eosinofil Batang Segmen Limfosit Monosit : 0 (normal : 0-1 %) : 2 (normal : 1-3%) : 3 (normal : 2-6%) : 56 (normal : 50-70%) : 34 (normal : 20-40%) : 5 (normal : 2-8%) : 11. eutropi.9 g/dl : 38 vol% : 5. jari tabuh tidak ada. nyeri otot dan sendi tidak ada. edema pretibial ada. jari tabuh tidak ada.600 / mm3 : 115. refleks fisiologis normal. refleks patologis tidak ada. eutoni. varices tidak dijumpai. gerakan kesegala arah. Ekstremitas Bawah Kedua ekstremitas bawah tidak tampak pucat. pigmentasi dalam batas normal. refleks fisiologis normal. eutrophi. edema pada kedua lengan dan tangan tidak ada. kekuatan +5. turgor cukup. tremor tidak ada.000/mm3 Kimia Klinik (17 Mei 2013) BSS : 107 mg/dL 6 . kekuatan +5. palmar eritema tidak ada. eutoni. nyeri otot dan sendi tidak ada. refleks patologis tidak ada.

7-8. V3 7 .5 g/dl (3.5 g/dl (6.5-3. V2.1 mg/dl) : 142 mmol/dl (135-155 mmol/dl) : 4.0 g/dl (1.7 (<31 U/l) : 147 (<31 U/l) : 6.6-6.7 g/dl) : 3.5 mg/dl (0.79 mmol/dl (3.8-5.0 g/dl) : 75 mg/dl (20-40 mg/dl) : 1.1 g/dl) : 3.8 mg/dl : 0.Trigliserida Kolesterol total HDL LDL Bilirubin total Direct Indirect SGOT SGPT Protein total Albumin Globulin Ureum Kreatinin Na K Cl : 129 mg/dL (<200 mg/dl) : 195 mg/dL (<200 mg/dl) : 36 mg/dl (>65 mg/dl) : 133 mg/dl (<130 mg/dl) : 0.6-1.3 mg/dl : 0.5 mg/dl : 2.5 mmol/dl) : 109 mmol/dl (95-108 mmol/dl) Pemeriksaan EKG: Kesan : Sinus takikardi dengan T inverted pada V1.

bunyi mengi (-). muntah (-). MRS tanggal 15 Mei 2013 dengan keluhan utama sesak nafas yang semakin berat sejak ±1 hari SMRS. os juga sering terbangun di malam hari karena sesak dan sesak berkurang bila os duduk. nadi 109x/menit. Setelah dirawat sesak tidak ada lagi. keringat malam (-). berdebar-debar (-). sesak berkurang. bunyi mengi (-). berdebar-debar(+). Os berobat ke puskesmas dan dirawat di rumah selama 2 hari. demam (-). ±2 bulan SMRS Os mengeluh sesak napas. Namun + 1 minggu SMRS. sesak tidak dipengaruhi debu dan cuaca. sakit kepala dan pegal ditengkuk (-). mual (-). sesak akan timbul bila berjalan ± 50 m. berumur 70 tahun. muntah (-). M.Pemeriksaan Rontgen : Kesan : Kardiomegali RESUME Seorang perempuan berinisial Ny. Os lalu kembali berobat ke puskesmas dan dirawat selama 2 hari. Os dibawa ke RS Bari Palembang. Sesak dipengaruhi cuaca (-). os mengeluh kembali sesak lagi. mual (-). Nyeri dada (-). bengkak di kedua kaki (-). nyeri ulu hati (-). tidur dengan tiga bantal. Sesak dipengaruhi aktifitas. ±2 minggu SMRS Os mengeluh sesak kembali kambuh semakin hebat. nyeri dada (-). badan dirasakan lemas (+). Tekanan darah 110/70 mmHg. Os tidur dengan 3 bantal. tekanan 8 . terbangun pada malam hari karena sesak (+). nafsu makan turun (+). kesadaran compos mentis. demam (+) demam terus menerus. badan lemas (-). nafsu makan turun (-). Sesak yang dirasakan semakin hebat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien tampak sakit sedang. pernafasan 32x/menit. berat badan turun (-). batuk (+) berdahak (-). batuk (+) berdahak (-). sesak berkurang bila beristirahat. BAB dan BAK tidak ada keluhan. sesak berkurang sedikit bila os istirahat. BAB dan BAK tidak ada keluhan.

ronkhi (-). Pada pemeriksaan abdomen nyeri tekan (-).5 mg/dl. Pada pemeriksaan paru ditemukan simetris. peningkatan ureum 75 mg/dl. dan peningkatan kreatinin yaitu sebesar 1. batas kanan jantung linea parasternalis dextra ICS V. wheezing (-).vena jugularis (5-2) cmH2O. ictus cordis teraba pada ICS VI linea aksilaris anterior sinistra. batas atas jantung pada ICS IV. Pada pemeriksaan ekstremitas inferior dan superior tidak didapatkan kelainan. peningkatan SGPT sebesar 147 U/l. gallop (-). Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan penurunan kadar HDL yaitu 36 mg/dl. sonor di kedua lapangan paru. stemfremitus kanan sama dengan kiri.5 mg Aspilet 1x80 mg Lansoprazol Amiodarone 2x1/2 tablet Nitrocap 9 . undulasi ().Shifting dullness (-). Pada pemeriksaan jantung didapatkan ictus cordis terlihat. batas kiri jantung linea aksilaris anterior sinistra ICS V. murmur (-). bising usus (+) normal. vesikuler (+) normal.hepar dan lien tidak teraba. timpani. Diagnosis Congestive Heart Failure (CHF) ec Penyakit Jantung Koroner (PJK) Diagnosa Banding CHF ec HHD Penatalaksanaan Nonfarmakologis Istirahat O2 3-5 liter Farmakologis IVFD D5 gtt x/menit (micro) Spironolakton 1x12. peningkatan kadar LDL yaitu 133 mg/dl.

Murmur (-).Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia ad malam : dubia ad malam PERKEMBANGAN SELAMA RAWAT INAP Tanggal S O: Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Kepala 16 Mei 2013 Sesak nafas sedikit berkurang Compos mentis 100/60 mmHg 96 x/menit 24 x/menit 37. Lemas. Ronkhi (-). Wheezing (-) Datar.0oC Conjungtiva palpebra pucat (-) Sklera ikterik (-) Leher JVP (5-2) cmH2O Pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax: Jantung Paru-paru Abdomen Eksterimitas A P HR 96 x/menit. Hepar dan lien tidak teraba Edema pretibial (-) CHF ec PJK Non Farmakologis: Istirahat 10 .- Valsartan Rencana Pemeriksaan Echo Prognosis . Gallop (-) Vesikuler (+) normal.

5mg Aspilet 1x80mg Lansoprazole 1x1 Nitrocap 2x1 Valsartan 2x1/2 Tyarit 2x1/2 Rencana: Echocardiography Hitung pengawasan cairan Tanggal S O: Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Kepala 17 Mei 2013 Sesak nafas sedikit berkurang Compos mentis 90/60 mmHg 92 x/menit 26 x/menit 36. Wheezing (-) Datar.Farmakologis: O2 3-5l IVFD D5 gtt x/menit (mikro) Spironolakton 1x12. Lemas. Hepar dan lien tidak teraba Edema pretibial (-) CHF ec PJK 11 . Gallop (-) Vesikuler (+) normal. Murmur (-).9oC Conjungtiva palpebra pucat (-) Sklera ikterik (-) Leher JVP (5-2) cmH2O Pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax: Jantung Paru-paru Abdomen Eksterimitas A HR 92 x/menit. Ronkhi (-).

P Non Farmakologis: Istirahat Farmakologis: O2 3-5l IVFD D5 gtt x/menit (mikro) Dobutamine gtt xv/menit (mikro) Spironolakton 1x12.5mg Aspilet 1x80mg Lansoprazole 1x1 Nitrocap 2x1 Valsartan 2x1/2 Tyarit 2x1/2 Rencana: Echocardiography Tanggal S O: Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Kepala 18 Mei 2013 Sesak nafas Compos mentis 90/60 mmHg 94 x/menit 26 x/menit 36. Wheezing (-) Datar. Ronkhi (-). Hepar dan lien tidak teraba Edema pretibial (+) dextra et sinistra 12 .7oC Conjungtiva palpebra pucat (-) Sklera ikterik (-) Leher JVP (5-2) cmH2O Pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax: Jantung Paru-paru Abdomen Eksterimitas HR 94 x/menit. Gallop (-) Vesikuler (+) normal. Murmur (-). Lemas.

nafsu makan kurang Compos mentis 90/60 mmHg 86 x/menit 28 x/menit 36. Ronkhi (-). Murmur (-).A P CHF ec PJK Non Farmakologis: Istirahat Diet jantung II + telur asin Farmakologis: O2 3-5l IVFD D5 gtt x/menit (mikro) Dobutamine gtt xv/menit (mikro) Spironolakton 1x12. Gallop (-) Vesikuler (+) normal. mual.8oC Conjungtiva palpebra pucat (-) Sklera ikterik (-) Leher JVP (5-2) cmH2O Pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax: Jantung Paru-paru HR 86 x/menit. Wheezing (-) 13 .5mg Aspilet 1x80mg Lansoprazole 1x1 Nitrocap 2x1 Valsartan 2x1/2 Tyarit 2x1/2 Rencana: Echocardiography Tanggal S O: Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Kepala 20 Mei 2013 Sesak nafas.

mual.Abdomen Eksterimitas A P Datar.8oC Conjungtiva palpebra pucat (-) Sklera ikterik (-) Leher JVP (5-2) cmH2O Pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax: 14 .5mg Aspilet 1x80mg Lansoprazole 1x1 Nitrocap 2x1 Valsartan 2x1/2 Tyarit 2x1/2 Rencana: Echocardiography Tanggal S 21 Mei 2013 Sesak nafas sedikit berkurang. Hepar dan lien tidak teraba Edema pretibial (-) CHF ec PJK Non Farmakologis: Istirahat Farmakologis: O2 3-5l IVFD D5 gtt x/menit (mikro) Dobutamine gtt xv/menit (mikro) Spironolakton 1x12. sakit kepala. dan nafsu makan turun O: Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Kepala Compos mentis 90/60 mmHg 92 x/menit 28 x/menit 36. Lemas.

5mg Aspilet 1x80mg Lansoprazole 1x1 Nitrocap 2x1 Valsartan 2x1/2 Tyarit 2x1/2 Rencana: Echocardiography 15 .Jantung Paru-paru Abdomen Eksterimitas A P HR 92 x/menit. Wheezing (-) Datar. Lemas. Ronkhi (-). Murmur (-). Gallop (-) Vesikuler (+) normal. Hepar dan lien tidak teraba Edema pretibial (+) dextra et sinistra CHF ec PJK Non Farmakologis: Istirahat Farmakologis: O2 3-5l IVFD D5 gtt x/menit (mikro) Dobutamine gtt xv/menit (mikro) Spironolakton 1x12.

anoreksia dan kembung. asites hidrothoraks. Sedang pada gagal jantung kongestif terjadi manifestasi gabungan gagal jantung kiri dan kanan. pembesaran jantung. heaving ventrikel kanan.3 Diagnosis gagal jantung dapat menggunakan Kriteria Framingham2.1Jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan/atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal. ronki dan kongesti vena pulmonalis. Pada gagal jantung kanan timbul fatig. ventricular heaving. batuk. fatig. tekanan vena jugularis meningkat. irama derap atrium kanan. liver engorgement. bunyi P2 mengeras. irama derap. pulsus alternanas. dispnea nocturnal paroksismal. bunyi derap S3 dan S4.BAB III ANALISA KASUS Gagal jantung adalah sindroma klinis (sekumpulan tanda dan gejala). murmur. tanda-tanda penyakit paru kronik. peningkatan tekanan vena. ditandai oleh sesak nafas dan fatik (saat istirahat atau saat aktivitas) yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung. Pada gagal jantung kiri terjadi dyspneu d’effort. hepatomegali dan edema pitting. pernafasan Cheyne Stokes. yaitu: Kriteria Mayor • paroksimal noktunal dispnea • distensi vena leher • ronki basah tidak nyaring • kardiomegali • edema paru akut • irama derap S3 • peningkatan tekanan vena jugularis • refluks hepatojugular Kriteria Minor • Edema ekstremitas • Batuk malam hari 16 . takikardi. Pada pemeriksaan fisik bisa didapatkan hipertrofi jantung kanan. edema. ortopnea.

Pada pasien ini keluhan utama yang didapatkan dari anamnesis adalah sesak napas hebat bukan nyeri dada. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh adanya penyakit penyerta (superimposed). Pada usia lanjut perempuan dengan menurunnya kadar estrogen. Etiologi utama CHF pada usia lanjut 60-70% adalah penyakit jantung koroner (PJK). Sedangkan untuk kriteria minor. Perbedaan manifestasi klinis seperti ini sering ditemukan pada PJK usia lanjut. baik pada kasus angina pektoris ataupun pada infark 17 .4 Penyakit jantung koroner pada lansia. prevalensi PJK meningkat menyamai prevalensi pada pria. pada pemeriksaan anamnesis didapatkan batuk pada malam hari dan dispnue d’effort. Dimulai dari proses aterosklerosis awal. Selain itu pada pasien usila. keluhan sakit dada yang biasanya terpicu oleh aktivitas fisik. Diagnosis Gagal Jantung ditegakkan dari 2 kriteria mayor. Oleh karena itu pada pasien ini kami simpulkan diagnosis fungsionalnya adalah CHF. Karena itu keluhan sesak napas akan lebih banyak terasa daripada nyeri dada sebagai keluhan utama. karena progresivitas proses ateroskelrosis akibat proses menua. tidak akan terasa. natural history sama seperti dengan pasien muda. Hipertensi adalah etiologi terpenting kedua untuk CHF. yaitu sebesar 50%. CHF diakibatkan oleh kardiomiopati dilatasi. atau 1 kriteia mayor dan 2 kriteria minor harus pada saat yang bersamaan.• Dispnea d’effort • Hepatomegali • Efusi pleura • Penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal • Takikardia (>120/menit). Sedangkan pada usia muda. aritmia. Kemudian dari pemeriksaan foto Röntgen thorax postero-anterior didapatkan kardiomegali. yang dipicu dengan adanya berbagai faktor risiko baik yang konvensional maupun yang baru. Pada pasien ini didapatkan dua kriteria mayor dan dua kriteria minor. penyakit jantung kongenital atau valvular dan miokarditis. sehingga PJK pada usia lanjut kadang-kadang tidak atau salah terdiagnosis. PJK ini sangat sering didapatkan pada populasi usia lanjut. Manifestasi antara pasien PJK usia lanjut dan pasien usia dewasa muda seringkali berbeda. Pertama terdapatnya paroxysmal nocturnal dispneu dari hasil anamnesis. karena sudah menurunnya aktivitas fisik.

miokard. Hal ini mungkin karena sudah terjadi perubahan pada miokard dan kelenturan perikard (compliance) karena proses menua sehingga terjadi gangguan fungsi diastolik ventrikel.5 18 .

Gagal Jantung dalam: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 4. Gagal Jantung pada Usia Lanjut. 19 . Brashaers. hlm 53-54. Panggabean. McGraw-HillMedical publishing division . Panggabean. hlm. dalam: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 4. Jakarta. 2007. 2006. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI.1649. Marulam M. 2. Braunwald. Gagal Jantung Kongestive dalam Aplikasi Klinis Patofisiologi. Jakarta. Eugene. 5. Panggabean. dalam: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 4.1505. 2006. Marulam M. Gagal Jantung Akut. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI.DAFTAR PUSTAKA 1. hlm. Jakarta. p. 4. hlm. 3.1503. EGC. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI. Heart Failure and Cor Pulmonale in Principles of_Internal Medicine 16th Ed. 2005. 1367. Valentina L. Pemeriksaan dan Manajemen Edisi 2. Marulam M. 2006. Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->