Anda di halaman 1dari 31

1. 2. 3.

4.

Semua unsur transisi (golongan B) adalah logam. Hampir semuanya padat suhu ruangan kecuali Hg (raksa) yang cair. Dapat membentuk ion kompleks. Adanya elektron yang tidak berpasangan menyebabkan sifat-sifat : - Titik leleh tinggi (diatas 10000C) - Paramagnetik (tertarik magnet) - Bilangan oksidasi bermacam-macam - Bersifat katalis - Senyawa-senyawa berwarna

A.Sifat fisis unsur-unsur transisi periode keempat

sifat atomik unsur-unsur transisi periode ke empat

Sifat fisis unsur-unsur transisi periode keempat

Ti
Titik Leleh 0C Sifat

Cr

Mn

Fe

Co

Ni

Cu

1668 1890 1875 Keras, Keras, Rapuh, tahan tahan tahan korosi korosi korosi Berat jenis g cm-3 4,51 6,11 7,19 E0 volt -1,19 -0,91 Kelarutan dalam HCl HNO3, HCl asam panas, HF, encer, HF H2SO4(p) H2SO4

1244 1537 1493 1453 1083 Putih, Mengilap Keras, Sangat Lunak rapuh reaktip tahan tahan mudah reaktip korosi ditempa 7,18 7,87 8,90 8,91 8,94 -1,18 -0,44 -0,28 -0,24 +0,34 HCl HCl encer HCl HCl HNO3 encer H2SO4 encer encer H2SO4 H2SO4 H2SO4

Struktur unsur transisi periode


keempat

Kerapatan bertambah dari Sc ke Zn Nilai kerapatan bergantung pada massa atom, jari-jari atom, dan faktor kerapatan per unit sel dalam struktur unsur. Nilai kerapatan semakin besar dengan pertambahan massa atom dan faktor kerapatan, dan sebaliknya semakin kecil dengan pertambahan jari-jari atom.

Kekerasan

bertambah dari titik ke Cr dan berkurang dari cr ke Zn Pertambahan nilai kekerasan dari Ti ke Cr dapat dijelaskan dari kekuatan ikatan logam yang bertambah dari Sc ke V.

Titik leleh dari Hfus bertambah dari Sc ke V dan kemudian

secara umum berkurang dari V ke Zn Kecenderungan nilai titik leleh dan Hfus Menunjukkan kekuatan ikatan logam yang meningkat dari Sc ke V dan kemudian berkurang dari V ke Zn. Titik didih Hv bertambah dari Sc ke V dan kemudian secara umum berkurang dari V ke Zn Kecenderunagn nilai titik didih dan Hv juga menunjukkan kekuatan ikatan logam yang meningkat dari Sc dan kemudian berkurang dari V ke Zn. Daya hantar listrik dan panas secara umum bertambah dari Sc ke Zn Daya hantar listrik dan panas pada logam dipengaruhi oleh muatan inti dan jumlah elektron valensi yang dapat bergerak bebas. Secara umum, logam transisi memiliki daya hantar listrik dan panas yang makin baik dari Sc ke Zn.

sifat atomik unsurunsur transisi periode keempat

Konfigirasi elektron unsur-unsur transisi periode keempat

IIIB

IVB

VB

VIB

VIIB

VIIIB

IB

IIB

Period Sc e 4

Ti

Cr

Mn

Fe

co

Ni

Cu

Zn

Konfigur [Ar [Ar]3 asi ]3d d24s2 electro 14s 2 n*

[Ar]3d [Ar]3d [Ar]3d [Ar]3d [Ar]3d [Ar]3d [Ar]3d [Ar]3d 34s2 54s1 54s2 64s2 74s2 84s2 104s1 104s2

Limpahan skandium di kulit bumi sekitar 0,0025%. Secara ilmiah skandium terdapat sebagai mineral thortveitite (Sc2Si2O). Salah satu manfaatnya digunakan pada lampu intensitas tinggi.

Kelimpahan titanium menempati urutan ke-9 terbanyak di kulit bumi, yaitu 0,6%. Titanium banyak digunakan di industri pesawat terbang dan industri kimia. Digunakan sebagai katalis pada industri plastik Titanium dioksida (TiO2) bersifat inert, putih cerah, tidak tembus cahaya, dan tidak berbau (nontosik).

Dalam industri, digunakan sebagai pigmen pemutih, bahan pemutih kertas, kaca, keramik, dan kosmetik.

Vanadium terdapat di alam sebagai vanadit 3Pb3(VO4)2. PbCl2 sebagai vanadium (V2O5). Vanadium dipakai sebagai logam campur, misalnya alisai besi vanadium (ferovanadium) yang keras, kuat, dan tahan karat. Baja vanadium antara lain digunakan untuk membuat per mobil. Vanadium pentoksida (V2O5) digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat menurut proses kontak (lihat pembuatan belerang).

Walaupun kelimpahannya di kulit bumi hanya 0,0122%, namun kromium merupakan salah satu komponen paling penting dalam industri logam. Sumber kromium adalah tambang kromite [Fe(CrO2)2], yang dapat direduksi menghasilkan alloy Fe dan Cr yang disebut ferrokrom. Logam kromium sangat keras, memiliki warna cemerlang, dan tahan terhadap korosi. Oleh karena sifat-sifat ini, kromium banyak digunakan sebagai plating logam-logam lainnya.

Di alam mangan terdapat dalam bentuk senyawa, seperti batu kawi atau pirolusi (MnO2), spat mangan (MnO3), dan manganit (Mn2O3.H2O). Mangan ternyata banyak digunakan pada produksi baja dan umumnya sebagai alloy mangan-besi atau ferromanganese. Mangan meningkatkan kekerasan baja yang dihasilkan. Baja yang mengandung kadar mangan tinggi bersifat sangat keras, kuat serta tahan gesekan. Baja jenis ini digunakan pada kontruksi rel kereta api, bulldozers, dan alat pengeras jalan.

Di alam besi terdapat dalam bentuk senyawa, antara lain sebagai hematit (Fe2O3), magnetik (Fe3O4), pirit (FeS2), dan siderit (FeCO3).Unsur ini merupakan bagian unsur keempat terbanyak dibumi.

Di alam, Kobalt terdapat dalam bentuk senyawa seperti kobalt glans (CoAsS), lemacitte (Co2S4), dan smaltit (CoAs2).Sepertu nikel, kobalt digunakan untuk membuat aliasi (paduan) logam. Besi yang dicampur dengan kobalt mempunyai sifat tahan karat.

Di alam nikel terdapat dalam bentuk senyawa, misalnya pentlandite (FeS.NiS). Deposit nikel banyak terdapat di Kanada. Nikel merupakan logam putih mengkilat seperti perak dan dapat dijadikan sebagai penghantar panas dan listrik yang baik.

Tembaga merupakan penghantar panas dan listrik yang sangat baik. Oleh karena itu, tembaga banyak digunakan untuk alat-alat elektronik. Tembaga terdapat di alam dalam keadaan bebas dan juga dalam bentuk senyawa.

Seng adalah unsur kimiadengan lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan massa atom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksida +2. Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah slaferit (seng sulfida).

Beberapa catatan penting tetang tingkat oksidasi unsur-unsur transisi periode keempat : tingkat oksidasi yang umum dari Sc sampai Cr adalah +3 dan dari Mn sampai Zn adalah +2 logam transisi memiliki tingkat oksidasi tertinggi jika berkaitan dengan unsur yang sangat elektro negatif, seperti O dan F pada tingkat oksidasi yang tertinggi (+4 keatas ), unsur-unsur transisi tidak lagi membentuk ion sederhana M+ .

C. WARNA SENYAWA

Besi dan tembaga termasuk logam yang transisi yang sangat luas penggunaannya di industri.

Aplikasi dalm kehidupan sehari-hari

Sebagai magnet

Sebagai katalis

Sebagai bahan struktur

Sebagai bahan pewarna

Sebagai mineral penting dalam tubuh

Pada pemanfaatan unsur dan senyawa transisi periode keempat telah membawa dampak apabila tidak mengikuti prosedur yang sesuai, dimana pengaruhnya cenderung baru terlihat di kemudian hari. Contohnya : Fe dalam limbah industri yang dibuang melalui sungai-sungai dan masuk ke laut bersama pencemaran lainnya, seperti Hg, Pb, Cd, dan Cu berkontribusi terhadap pencemaran ekosistem.