Anda di halaman 1dari 14

SKENARIO 2

NYERI TUMIT SEWAKTU OLAHRAGA

Seorang pasien laki-laki berumur 30 tahun datang ke UGD Rumah Sakit dengan keluhan nyeri hebat pada daerah belakang pergelangan kaki kirinya. Sekitar 3 jam yang lalu pasien bermain bola, saat berebutan bola, tiba-tiba kaki kirinya berbunyi krek, pasien langsung terjatuh dan merasakan sakit yang sangat sehingga meraung kesakitan. Pasien tidak mampu berdiri kembali sehingga harus dibopong keluar lapangan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, tanda vital baik. Pada pergelangan kaki bagian belakang didapatkan udem, nyeri bila ditekan. Pada test Simmonds tidak didapatkan plantar fleksi kaki. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan ruptur total tendo Achilles kiri. Pasien disarankan menjalani operasi penyambungan kembali tendo yang terputus.

SASARAN BELAJAR
LI 1. Memahami dan Menjelaskan Tendo Achilles L.O 1.1. Makroskopis Tendo Achilles L.O 1.2. Mikroskopis Tendo Achilles L.O 1.3. Kinesiologi Tendo Achilles LI 2. Memahami dan Menjelaskan Ruptur Tendo Achilles L.O 2.1. Definisi ruptur Tendo Achilles L.O 2.2. Etiologi ruptur Tendo Achilles L.O 2.3. Klasifikasi ruptur Tendo Achilles L.O 2.4 Manifestasi Klinik ruptur Tendo Achilles L.O 2.5 Pemeriksaan Fisik dan Penunjang ruptur Tendo Achilles L.O 2.6 Penatalaksanaaan ruptur Tendo Achilles L.O 2.7 Prognosis ruptur Tendo Achilles

L.O 1.1 Makroskopis Tendon Achilles Tendon Achilles atau tendon calcaneus adalah tendon pada bagian belakang tungkai bawah dan fungsinya untuk meletakkan otot gastrocnemius dan otot soleus kesalah satu tulang penyusunan telapak kaki yaitu, calcaneus. Tendon achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus dan otot plantaris kaki. Pada manusia, tendo achilles terletak tepat dibagian pegelangan kaki. Tendon Achilles juga merupakan tendon tendon yang tertebal dan terkuat pada tubuh manusia, yang panjangnya berukuran sekitar 15 cm yang dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian stukturnya mengumpul dan melekat pada bagian tengah dan belakang tulang calcaneus

Pengertian dari tendon sendiri adalah sebuah pita jaringan ikat (fibrosa) yang melekat pada otot dan ujung yang lain berinsersi ke dalam tulang. Tendon memiliki sedikit elastisitas. Tendon (a)memungkinkan massa otot yang besar untuk mengonsentrasikan kekuatannya pada satu daerah tulang yang relatif kecil, (b) memungkinakan beberapa tendon melalui ruang yang kecil, misalnya tendon otot lengan bawah ketika lewat di bagian depan dan belakang pergelangan tangan, dan (c) memiliki fungsi protektif dan suportif di sekitar sendi. Fungsi dari tendon Achilles sendiri adalah menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Ketika otot betis berkontraksi (jika berkontraksi otot akan memendek), otot betis akan menarik tendon Achilles. Kontraksi otot betis ini menarik tulang tumit, sehingga terjadi gerakan plantarfleksi (posisi kaki dalam keadaan seperti menjinjit). Kontraksi otot betis yang dibantu tendon Achilles ini berguna dalam aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berlari, dan melompat.

L.O 1.2 Mikroskopik Tendon Achilles

Tendon Achilles adalah pita jaringan fibrosa yang fleksibel terletak di bagian belakang pergelangan kaki yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Tendon adalah struktur dalam tubuh yang menghubungkan otot ke tulang. Otot ini dalam tubuh adalah petanggung jawab untuk menggerakkan tulang, sehingga memungkinkan seseorang untuk berjalan, melompat, mengangkat beban, dan bergerak dalam banyak cara. Ketika otot kontraksi, hal itu menarik pada tulang menyebabkan gerakan ini. Struktur yang memancarkan kekuatan kontraksi otot ke tulang disebut tendon. Serat kolagen terdapat pada semua jenis jaringan ikat yang terdiri atas proteinprotein kolagen. Dalam keadaan segar, kolagen berwarna putih. Diameternya berkisar antara 1-12 mikron. Beberapa serabut bergabung menjadi berkas serabut yang lebih besar. Dalam keadaan segar bersifat lunak, dan sangat kuat. Susunan serabut kolagen bergelombang, karenannya bersifat lentur. Benang serabut kolagen yang paling halus yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya adalah fibril dengan tebal kurang lebih 0,3 sampai 0,5 m. Selanjutnya fibril ini disusun oleh satuan serabut yang lebih kecil yang disebut miofibril dengan diameter 45 sampai 100nm. Miofibril ini hanya terlihat dengan mikroskop elekron dan tampak mempunyai garis melintang khas dengan periodisitas 67 nm. Serabut kolagen memiliki daya tahan tarik tinggi. Serabut kolagen dijumpai pada tendon, ligamen, kapsula, dll. Serabut ini bening dan terlihat garis memanjang. Bila kolagen direbus akan menghasilkan gelatin. Serabut kolagen dapat dicerna oleh pepsin dan enzim kolagenase. Paling tidak telah dikenal 2 jenis serabut kolagen dengan variasi pada urutan asam amino dari rantai (alfa). Dari 20 jenis tersebut, ada 6 tipe kolagen yang paling utama dan secara genetik berbeda. Keenam tipe kolagen tersebut adalah : 1. Tipe I : tipe kolagen yang paling banyak ditenukan. Terdapat pada jaringan ikat dewasa, tulang, gigi dan sementum 2. Tipe II : tipe kolagen ini dibentuk oleh kondroblas dan merupakan unsur utama penyusun matriks tulang rawan. Kolagen ini ditemukan pada kartilago hyalin dan elastik 3. Tipe III : Kolagen ini ditemukan pada awal perkembangan beberapa jenis jaringan ikat. Pada keadaan dewasa kolagen ini terdapat pada jaringan retikuler.

4. Tipe IV

: terdapat pada lamina densa pada lamina basalis dan diperkirakan merupakan hasil sel-sel yang langsung berhubungan engan lamina tersebut 5. Tipe V : terdapat pada plasenta, dan berhubungan dengan kolagen tipe I 6. Tipe VI : terdapat pada basal lamina

a. Tendon Achilles yang ruptur

b. Tendon Achilles normal

Meskipun tendon Achilles normal hampir seluruhnya terdiri dari kolagen tipe-I, tendon Achilles yang putus juga berisi proporsi besar dari kolagen tipe-III. Fibroblast dari tendon Achilles yang putus menghasilkan baik kolagen tipe-I dan tipe-III pada kultur. Kolagen tipe-III kurang tahan terhadap kekuatan tarikan dank arena itu dapat mempengaruhi putusnya tendon secara spontan. Tendon Achilles normal menunjukkan pengaturan selular yang terorganisir dengan baik,sangat berbeda dengan tendon yang putus. Tenosit, yang merupakan fibroblast khusus,muncul pada potongan longitudinal. Pengaturan yang baik ini disebabkan oleh sekresikolagen secara sentrifugal yang seragam disekitar kolom tenosit, yang menghasilkan baik komponen fibriler dan nonfibriler dari matriks eksraseluler dan juga dapat menyerap kembali serat-serat kolagen.

L.O 1.3 Kinesiologi Tendon Achilles Gerak sendi: Fleksi Dorsalis : M. tibialis anterior, M. extensor digitorum longus, M. proneus tertius dan M. extensor hallucis longus. Fleksi Plantar : M. gastrocnemius, M. soleus, M. plantaris, M. flexor hallucis longus, M. peroneus longus dan brevis M. tibialis posterior

Gerakan jinjit akibat kerja tendon achilles

Normal: Ketika otot gastrocnemius (di betis) berkontraksi (memendek), tendon yang melekat dari otot ke tulang tumit (kalkaneus) bergerak. Saat memendek, tendon bergerak ke bawah kaki. Ini adalah tindakan yang memungkinkan seseorang berdiri di atas jari kakinya sendiri, berlari, melompat, berjalan normal, dan untuk naik turun tangga (tindakan jinjit). Articulatio: a) Articularis Subtalaris (Talocalcanea) Tulang : Os. Talus & os. Calcaneus Jenis sendi : Gliding Gerak sendi : Geser Sumbu gerak : Mempunyai sumbu gerak yang berjalan dari posteriorinferior menuju anterosuperior os. Calcaneus Memperkuat sendi : Ligamentum talocalcaneum laterale, ligamentum talocacaneum mediale, anterior, posterior & logamentum talocalcaneum interoseum. Pada articulatio subtalaris dapat dilihat gerak eversi dimana telapak kaki bergerak ke lateral, sedangkan gerak inversi bergerak ke medial. Seringkali istilah inversi & eversi digantikan dengan istilah pronasi dan supinasi. Eversi 5 derajat terjadi akibat dorsofleksi dan abduksi. Sedangkan inversi 20 derajat akibat plantarfleksi dan adduksi. b.) Articularis Talocalcaneonavicularis Tulang : Os. Talus, Os. Calcaneus, Os. Cuboideum Jenis sendi : Gliding Gerak sendi : Geser & Rotasi Memperkuat sendi : Ligamentum talonaviculare & ligamentum calcaneonaviculare c.) Articularis Calcaneocuboidea Tulang : Os. Calcaneus & Os. Cuboideum Jenis sendi : Plana Gerak sendi : Geser & sedikit rotasi Memperkuat sendi: Ligamentum calcaneocuboideum dorsale at plantare, ligamentum plantar longum & articulationes tarsometatarsales L.O 2.1 Definisi ruptur Tendon Achilles Ruptur tendo Achilles adalah putusnya tendo Achilles atau cedera yang mempengaruhi fungsi dari bagian bawah belakang kaki. Kerobekan tendon Achilles merupakan cidera yang parah dan menyebabkan kecacatan. Kerobekan biasanya terjadi pada beberapa inchi diatas perbatasan antara tendon dan tulang tumit. Ini secara khas terjadi ketika seseorang mengontraksikan, atau menegangkan, otot betis dan secara mendadak mendorongkan kakinya, seperti pada olahraga bola basket.

L.O 2.2 Etiologi ruptur tendo Achilles

Ruptur Tendo Achilles dapat terjadi saat dorsofleksi pasif secara tiba tiba saat kontraksi maksimal pada otot betis. Ruptur tendo dapat terjadi saat berlari, melompat, bermain bulu tangkis, basket, tersandung dan jatuh dari ketinggian. Dalam beberapa kasus putusnya tendo Achilles terjadi pada tendo yang kurang menerima aliran darah. Tendo juga dapat melemah bergantung pada bertambahnya usia. Putusnya tendo Achilles juga bisa disebabkan oleh peningkatan mendadak jumlah tekanan pada tendo Achilles. Biasanya ruptur tendo Achilles lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan pada wanita. Penyebab lainnya juga bisa karena: 1. Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan beberapa antibiotik yang dapat meningkatkan risiko pecah, 2. Cedera dalam olah raga, seperti melompat dan berputar pada olah raga badminton, tenis, basket dan sepak bola ataupun olahraga berat lainnya, 3. Trauma benda tajam atau tumpul pada bawah betis, 4. Obesitas. 5. Umur. Usis puncak untuk rupture tendon Achilles 30-40 6. Seks. Ruptur tendo Achilles hingga lima kali lebih mungkin terjadi pada pria

L.O 2.3 Klasifikasi ruptur Tendo Achilles Empat daerah yang paling umum terjadinya ruptur tendo : 1. Quadriceps Sebuah kelompok dari 4 otot, yang vastus lateral, medialis vastus, intermedius vastus, dan rektus femoris, dating bersama-sama tepat diatas anda tempurung lutut (patella)untuk membentuk tendon patella. Sering disebut quad, kelompok otot ini digunakan untuk memperpanjang kaki dilutut dan bantuan dalam berjalan, belari, dan melompat. 2. Achilles Tendo Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus, dan otot plantaris. Pada manuisa, letaknya tepat dibagian pergelangan kaki. Tendo Achilles adalah tendon tertebal dan terkuat pada tubuh manusia. Panjangnya sekitar 15cm, dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian strukturnya kian mengumpul dan melekat pada bagian tengah-belakang tulang calcancus. Tendon ini sangat penting unutk berjalan, berlari dan melompat secara normal. Cidera karena olahraga dank arena trauma pada tendon Achilles adalah biasa dan bisa menyebabkan kecacatan. 3. Rotator cuff Rotator cuff terletak dibahu dan terdiri dari 4 otot: Supraspinatus (yang umum tendo paling pecah), infraspinatus, teres minor, dan m.subkapularis. kelompok

otot ini berfungsi untuk mengangkat tangan ke samping, membantu memutar lengan, dan menjaga bahu keluar dari soket tersebut. 4. Bisep Otot bisep berfungsi sebagai flekstor lengan dari siku. Otot ini membawa tangan kea rah bahu dengan menekuk siku.illes . Selain daerah yang sering terjadi ruptur klasifikasinya dibagi pula berdasarkan robekan yaitu : a. Robekan pada ligamen lateral: Robekan ligamen total Trauma adduksi yang hebat dapat menyebabkan robekan total pada ligamen lateral. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinik serta foto stres padapergelangan kaki. Pengobatan dengan restorasi ligamen secara konservatif atau operatif. Robekan ligamen parsial (strain) Diagnosis dtrain ligamen lateral sama dengan yang total tetapi dengan pemeriksaan fotostres tidak ditemukan adanya robekan. Pengobatan dengan pemasangan verban elastis ataupemasangan gips dibawah lutut. b. Robekan pada ligamen medial (ligamen deltoid)Robekan terjadi karena adanya trauma abduksi. Robekan dapat bersama-sama denganlepasnya fragmen kecil pada robekan ligamen lateral.

L.O 2.4 Manifestasi Klinis ruptur Tendo Achilles Penderita ruptur tendon Achilles memiliki gejala atau manifestasi klinik sebagai berikut: Rasa sakit mendadak yang berat dirasakan pada bagian belakang pergelangan kaki atau betis Bengkak, kaku dan memar Terlihat depresi di tendon3-5cm diatas tulang tumit Nyeri berat Nyeri lokal, bengkak dengan gamblang sepanjang tendon Achilles dekat lokasi penyisipan, dan kekuatan plantarflexion lemah aktif semua bisa menegakkan diagnosis. Terlihat bengkak dan kaku serta tampak memar dan kelemahan di dekat tumit Sebuah kesenjangan atau depresi dapat dilihat di tendon sekitar 2 cm di atas tulang tumit Tumit tidak dapat digerakan turun atau naik atau push off kaki terluka ketika berjalan

Pasien merasa seolah-olah ia telah dipukul tepat pada tumitnya dan tidak bisa berjinjit. Plantar flexi kaki akan lemah dan tidak disertai dengan tendon

L.O 2.5 Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Pemeriksaan fisik : Dari pergerakan tumit dan otot. Apabila pergerakannya lemah atau tidak ada pergerakan maka dicurigai tendo achilles mengalami ruptur A. Thompson test - Posisi pasien tengkurap ,kemudian betis pasien diremas. - Apabila tendo achilles normal, maka akan terjadi plantar fleksi tendo Achilles. Namun apabila terjadi ruptur, maka tidak ada pergerakan.
B. Obriens Test

Posisi pasien tengkurap, kemudian pada daerah midline 10 cm proksimal dari calcaneus masukkan jarum berukuran 25. Lakukan gerak dorso fleksi secara pasif, apabila gerak jarum seperti plantar fleksi pertanda bahwa tendo achilles tidak mengalami cedera. Bila jarum tidak bergerak, menandakan tendo achilles yang mangalami ruptur. Tidak disarankan untuk dilakukan pada pasien dalam keadaan sadar

C. Copeland Test - Posisi pasien tengkurap, kemudian pada betis dipasang torniket. - Pergelangan kaki dilakukan dorsofleksi secara pasif. - Apabila tendo utuh, maka tekanan akan naik sekitar 35-60 mmHg. Namun bila tendo mengalami ruptur, tekanan hanya naik sedikit atau tidak bergerak sama sekali. Pemeriksaan penunjang lainnya : A. Foto Rountgen Dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara tidak langsung robekan tendon Achilles. Radiografi menggunakan sinar X untuk menganalisis titik cederaTemuan radiografi pada ruptur tendon Achilles meliputi: - Penggelapan tendon Perdarahan, edema dan hilangnya tendon mengakibatkan penggelapan margin anterior tendon Achilles pada tampak lateral. - Gangguan posterior pada Kager pad lemak Darah dan edema mengganggu Kager pad lemak. Pad lemak dipersempit oleh edema. - Lekukan kulit pada bagian robekan lesung pipit kecil dapat dilihat pada bagian robekan. Biasanya tertutup oleh pembengkakan dan perdarahan. - Gumpalan jaringan lunak di ujung tendon ujung ruptur tendon menarik kembali dan bergelung, mengakibatkan bengkak pada ujung tendon. - Mengidentifikasi ujung yang terputus Ujung proksimal biasanya dikaburkan oleh pembengkakan dan perdarahan, tetapi ujung distal dapat dipisahkan dari lemak sekitarnya dalam 50% kasus

B. MRI ( Magnetic Resonance Imaging ) Dapat digunakan untuk membedakan ruptur tidak lengkap dari degenerasi tendon Achilles,dan MRI juga dapat membedakan antara paratenonitis, tendinosis, dan bursitis. Teknik inimenggunakan medan magnet yang kuat untuk menyelaraskan jutaan proton berjalan melaluitubuh. Proton ini kemudian dibombardir dengan gelombang radio yang merubuhkan beberapadari proton tsb keluar dari garis (alignment). Ketika proton kembali mereka (proton)memancarkan gelombang radio mereka sendiri yang unik yang dapat dianalisis olehkomputer dalam 3D untuk membuat gambar tajam penampang silang dari area penting. MRIdapat memberikan kontras yang tak tertandingi dalam jaringan lunak untuk foto berkualitassangat tinggi sehingga mudah untuk teknisi menemukan robekan dan cedera lainnya.

Fig.11 tendon Achilles robek parsial.Sobek longitudinal interstisial (panah putih) dan bukti degenerasi hipoksia yang mendasari dengan tendon tebal juga bisa dilihat. C. Ultrasonografi Dapat digunakan untuk menentukan ketebalan tendon, karakter, dan adanya robekan. Bekerja dengan mengirimkan frekuensi yang sangat tinggi dari suara melalui tubuh pasien. Beberapa suara dipantulkan kembali dari ruang antara cairan interstisial dan jaringan lunak atau tulang. Gambar-gambar yang tercermin ini dapat dianalisis dan dihitung ke dalam suatu gambar. Gambar-gambar ditangkap secara nyata dan dapat membantu dalam mendeteksi pergerakan tendon dan memvisualisasikan kemungkinan cedera atau robek.

L.O 2.6 Penatalaksanaan ruptur Tendo Achilles Terapi Fisik Seorang individu yang mengalami ruptur tendon Achilles-nya harus mencari pengobatan medis yang segera. Terapi fisik umumnya tidak ditunjukkan untuk fase akut pengobatan, tetapi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan total. Pengobatan Konservatif Imobilisasi langsung untuk ruptur tendo Achilles baik secara parsial,maupun seluruhnya. Latihan bergerak sangat penting dalam proses pemulihan rupture tendo Achilles Pemakaian boot orthosis yang bisa dilepas dengan sisipan untuk tumit agar ujung tendin dapat berdekatan bersama-sama. Kelebihan dari pemakaian boot ini adalah pasien dapat bergerak. Pada robekan parsial dilakukan pemasangan gips sirkuler di atas lutut selama 4-6 minggu dalam posisi fleksi 30-40 pada lutut dan fleksi plantar pada pergelangan kaki. fisioterapi Percutaneous Surgery Pada tindakan ini,dibuat sayatan kecil selebar 2-4 cm. Melalui luka tusuk, jahitan melewati ujung distal dan proksimal, yang diperkirakan ketika pergelangan kaki berada pada equinus maksimal. Jahitan itu kemudian dipotong pendek, diikat menggunakan simpul, dan mendorong subkutan. Luka-luka kecil dibersihkan dan dipasang perban kering dan steril Setelah itu, pasien menggunakan bantalan gips yang tanpa beban. Penggunaan gips dilakukan selama 4 minggu, diikuti oleh 4 minggu di bantalan berat dan pemakaian gips dengan elevasi tumit rendah. Open Surgical Repair Perbaikan terbuka dilakukan dengan menggunakan pendekatan longitudinal medial. Insisi medial memiliki keuntungan visualisasi yang lebih baik pada tendon plantaris, serta menghindari cedera pada saraf Sural. Insisi garis tengah jarang digunakan karena tingginya tingkat komplikasi luka dan adesi. Pada pendekatan ini, dibuat sayatan sepanjang 3-10 cm. setelah paratenon disayat secara longitudinal,

ujung tendon dapat dikenali dengan mudah dan didekatkan dengan menggunakan jahitan tipe Kesler/Krackow/Bunnell dengan menggunakan nonabsorbable suture. Selanjutnya, epitenon disambung dengan teknik cross-stitch. Paratenon harus disambung kembali agar tidak terjadi adesi. Kemudian, penutupan oleh kulit akan membatasi terjadinya komplikasi luka. Setelah operasi, pergelangan kaki dipertahankan dalam fleksi saat pemasangan orthosis. Setelah periode imobilisasi, kaki digerakkan secara netral ke plantar atau sedikit dalam orthosis kaku, dan pasien diperbolehkan memakai bantalan berat parsial. Imobilisasi biasanya dihentikan 4-6 minggu setelah perbaikan. Pada saat itu, jangkauan yang aktif dan aktif-dibantu gerak, berenang, bersepeda stasioner, dan berjalan dalam sepatu dilengkapi dengan mengangkat tumit dapat dimulai. Dalam kebanyakan kasus, pasien dapat beraktivitas kembali dalam jangka waktu 4 bulan. Tindakan operasi untuk perbaikan ruptur Achilles tendon telah dilaporkan memiliki tingkat yang lebih rendah dalam terjadinya rerupture; peningkatan kekuatan otot pasca operasi,dan daya tahan, dan membutuhkan waktu yang lebih singkat agar dapat kembali beraktivitas normal jika dibandingkan dengan tindakan konservatif. Namun, kemungkinan terjadinya komplikasi luka seperti infeksi, drainase, pembentukan sinus, dan pengelupasan kulit lebih tinggi daripada tindakan nonoperasi. Pengobatan lainnya Pasien dengan diabetes, masalah penyembuhan luka, penyakit vaskular, neuropati, atau komorbiditas sistemik yang serius dianjurkan untuk memilih pengobatan nonoperative karena risiko yang signifikan dari pengobatan operasi (misalnya, infeksi, luka rincian, dehiscence perbaikan, komplikasi perioperatif). Gips kaki pendek dipasang pada kaki yang terkena,sementara pergelangan kaki ditempatkan di plantar fleksi sedikit (equinus gravitasi).Dengan menjaga kaki dalam posisi ini, ujung tendon secara teoritis lebih baik. Imobilisasi Cast dilanjutkan selama sekitar 6-10 minggu. Dorsofleksi Paksa merupakan kontraindikasi. Pergelangan kaki secara bertahap dapat dorsofleksi ke posisi yang lebih netral setelah periode imobilisasi (~ 4-6 minggu). Posisi ini ditopang dengan casting serial atau pergelangan kaki orthotics yang disesuaikan. Berjalan dengan menggunakan cor diperbolehkan saat masa tersebut. Setelah pelepasan cor, tumit di sepatu diangkat setinggi 2 cm dab dipakai selama 2-4 bulan. Selama waktu ini, program rehabilitasi dimulai. Keuntungan pengobatan nonoperative termasuk komplikasi luka tidak ada (misalnya, kerusakan kulit, infeksi, pembentukan bekas luka, cedera neurovaskular), biaya rumah sakit menurun dan biaya dokter, morbiditas lebih rendah, dan tidak ada paparan anestesi. Kekurangan pengobatan nonoperative termasuk insiden yang lebih tinggi rerupture (hingga 40%) dan lebih sulit perbaikan reruptur bedah. Selain itu, tepi tendon dapat menyembuhkan dalam posisi memanjang karena celah di ujung tendon yang mengakibatkan penurunan daya fleksi plantar dan daya tahan. Postoperative Course Latihan beban fungsional dan ROM ,dengan melakukan ini, durasi waktu perawatan dapat menurun, pasien pun dapat lebih cepat berolahraga Pemasangan gips Fisioterapi

Pemakaian orthosis Tendon akan tersambung dalam 4-8 minggu taetapi pasien tidak berolahraga berat selama 6 bulan

L.O 2.7 Prognosis ruptur Tendo Achilles Kebanyakan orang yang mengalami ruptur tendo Achilles, tendo akan kembai normal. Jika operasi dilakukan, tendo mungkin menjadi lebih kuat dan kecil kemungkinannya untuk ruptur lagi. Biasanya, kegiatan berat, seperti berjalan baru bisa dilakukan kembali setelah 6 minggu. Atlet biasanya kembali berolahraga, setelah 4 sampai 6 minggu setelahcedera terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

Almekinders L,Maffuli N.2001.The Achilles Tendon (page 7-10).London: Springer(UK) Greenberg MI.2005.Greenbergs Text-Atlas of Emergency Medicine(page 529,536).Philadelphia:Lippincott Williams and Wilkins (USA) http://emedicine.medscape.com/article/85024-treatment ,diakses pada tanggal 24 September 2011 http://indonesian.orthopaedicclinic.com.sg/ http://robdaquila.com/2009/11/19/achilles-tendonitis-applied-kinesiology-andchiropractic/ http://www.achillestendon.com/Injuries.html http://www.ehow.com/facts_5762647_ruptured-achilles-tendon-prognosis.html http://www.emedicinehealth.com/ruptured_tendon/page5_em.htm http://www.engin.umich.edu/class/bme456/ligten/ligten.htm http://www.foothyperbook.com/trauma/achillesRupture/achillesRuptureClin.htm http://www.footphysicians.com/footankleinfo/achilles_tendon_rupture.htm http://www.icbmedical.com/achilliespain.php?PHPSESSID=959d278b7d3f406d8d70120009ccc806 http://www.infofisioterapi.com/perubahan-patologi-pada-ruptur-tendonachilles.html#more-3562 http://www.orthosupersite.com/view.aspx?rid=70484 ,diakses pada tanggal 22 September 2011 http://www.scribd.com/doc/52164480/RUPTURE-TENDON-ACHILES Syamsuhidajat R,Wim de Jong.1997. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi Revisi( hal 1256). Jakarta: EGC(Indonesia) Tambajong J,Wonodirekso S.1996. Buku Teks Histologi. Jakarta : EGC (Indonesia)