Anda di halaman 1dari 26

BAB VIII.

RADI0AKTIVITAS ZAT
Zat radioaktif merupakan zat (dapat berupa atom) yang memiliki aktivitas sendiri secara internal. Hal tersebut terjadi karena komposisi partikel penyusun atom radioaktif tidak seimbang. Aktivitas zat muncul karena tidak ada keseimbangan nukleon pada zat. Nukleon merupakan jumlah proton, neutron dan elektron. Karena gabungan proton, neutron dan elektron dalam bentuk kesatuan atom perlu energi ikat (agar atom tidak pecah). Akibat adanya ketidakseimbangan nukleon tersebut menyebabkan terjadinya aktivitas atom secara spontan (sifat radioaktif) untuk menuju zat yang stabil (mantap). Zat radioaktif meluruh (berdesintegrasi melakukan aktivitas) secara spontan menuju zat stabil (sebagai konfigurasi zat baru yang mantap). Inti mantap zat radioaktif (alam) setelah meluruh menjadi timbal (Pb atau sering disebut timah hitam) dengan cara spontan. A. Pengetahuan Zat Radioaktif Antoine Henri Becquerel (1852 - 1908) ahli fisika berkebangsaan Perancis tahun 1896 menemukan gejala radioaktivitas dalam suatu zat. Penemuan dengan cara tidak sengaja pada saat ia sedang mempelajari sifat zat yang melakukan fluorisensi dan fosforisensi (terjadi saat mempelajari/meneliti garam uranium). Fluorisensi yaitu berpendarnya (memancarkan sinar) suatu zat setelah zat tersebut dikenai sinar. Fosforisensi yaitu berpendarnya suatu zat setelah zat tersebut tidak lagi terkena sinar. A. H. Becquerel menemukan radiasi (pemancaran cahaya) dari uranium setelah dikenai sinar. Ternyata sinar tersebut mampu memberikan bayangan (merusak film) logam pada kertas film yang telah dibungkus dengan kertas hitam. Perusakan film juga terjadi walaupun tanpa penyinaran zat radiokatif terlebih dahulu (zat telah dilindungi atau ditutup beberapa lama). 1. Zat Radioaktif Alam

102

Zat radioaktif alam merupakan zat radioaktif yang terdapat di alam secara terbuka (di bumi dihasilkan dengan cara ditambang). Zat radioaktif alam pertama kali ditemukan oleh A. H. Becquerel (zat radioaktif jenis thorium). Penyelidikan zat radioaktif lebih lanjut dilakukan oleh Piere Curie (1859 - 1906) dan Marie SklowdowskaCurie (1867 -1934) sampai menemukan zat radio-aktif berupa polonium dan radium. Aktivitas zat radioaktif (alam) mengubah nomor massa (A) inti atom sebanyak
4 He ). Aktivitas zat radioaktif (alam) empat satuan jika mengeluarkan sinar alpha ( 2

mengubah nomor atom (z) inti atom sebanyak satu satuan jika mengeluarkan sinar
o betha ( 1 e ) atau tidak berubah jika mengeluarkan sinar gamma. Aktivitas zat radio-

aktif (alam) tersebut akan berakhir apabila telah menjadi timbal (Pb). Contoh tabel aktivitas zat radioaktif hingga menjadi Pb. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 umur paroh 1,4 .1010 tahun 6,7 tahun 6,13 jam 1,9 tahun 3,6 .1010 hari 54,4 detik 0,16 detik 10,6 jam o 4 605 menit betha ( 1 e ) atau alpha ( 2 He ) 4 alpha 3,0 .10-7 detik He ) (2 mantap 1,9 tahun Peluruhan zat radioaktif memberlakukan hukum kekekalan nukleon yang dimili
232 90Th 228 88 Ra 228 89 Ac 228 90Th 224 88 Ra 220 86 Rn 216 84 Po 212 82 Pb 212 83 Bi 212 84 Po 208 82 Pb 238 92 U 234 90Th

isotop radioaktif

sinar (kadang + sinar gamma) 4 alpha He ) (2 o betha ( 1e ) o betha ( 1e ) 4 alpha ( 2 He ) 4 alpha He ) (2 4 alpha ( 2 He ) 4 alpha He ) (2 o betha ( 1e )

ki atom misal reaksi


234 90Th 234 91 Pa

+ +

4 2 He o 1e

reaksi tersebut terus berlangsung sehingga akhirnya terbentuk timah (Pb). Dalam bentuk gambar grafik dinyatakan sebagai gambar di bawah ini.

103

(A) 232 228 224 220 216 212 208

(z) 80 82 84 86 88 90 92 Hg T Pb Bi Po At Rn Fr Ra Ac Th Pa Terdapat beberapa jenis zat radioaktif alam antara lain (lihat tabel di bawah ini) no. isotop 40 1 K 87 2 Rb 92 3 Nb 113 4 Cd 115 5 In 138 6 La 178 7 Lu 187 8 Re 2. Zat Radioaktif Buatan waktu paroh (T(1/2)) 1,28 .109 tahun 10 4,8 .10 tahun 3,2 .107 tahun 15 9 .10 tahun 5,1 .1014 tahun 11 1,1 .10 tahun 3,6 .1010 tahun 4 .1010 tahun

Zat radioaktif buatan diperoleh dengan cara penembakan zat dengan partikel ter tentu (reaksi inti antara zat dengan sinar radioaktif). Pasangan Curie-Jolit tahun 1934 melakukan percobaan menembaki aluminium dengan partikel alpha (partikel alpha yang ke luar dari polonium) mendapatkan neutron, proton dan positron ke luar dari logam aluminium. Mereka menemukan pancaran positron yang kontinyu setelah penembakan dengan partikel alpha berhenti. Aktivitas positron berkurang secara eksponensial dengan waktu dan peristiwa berlaku seperti zat radioaktif alam. menganggap unsur radioaktif buatan tersebut adalah reaksi
30 15 P

Mereka

yang terbentuk dalam

104

27 13 A

+
30 15 P

4 2 He

30 15 P

1 on

1 Unsur yang terbentuk silikon

meluruh dengan waktu paroh 2,55 menit menjadi

dan positron dalam reaksi 30 30 o + 15 P 14 Si 1e 2 Mereka melaporkan juga bahwa pembentukan nitrogen radioaktif dari isotop silikon bila menembaki boron dan magnesium dengan partikel alpha. 3. Deret Radioaktif Dilihat dari hasil akhir peluruhan zat radioaktif alam terdapat empat hasil akhir zat mantap. Empat zat mantap (hasil peluruhan sebagai nuklida anak) tersebut semuanya dapat diturunkan dari nuklida tunggal. Jadi terdapat empat nuklida tunggal radioaktif yang disebut deret radioaktif. Bila zat radioaktif melakukan peluruhan dengan memancarkan pertikel tertentu (mungkin sinar alpha, betha, gamma atau yang lain maupun gabungan dari partikel-partikel tersebut) sehingga atom asal (induk) berubah menjadi atom turunan (anak). Rutherford dan Soddy tahun 1903 menyatakan bahwa sifat dasar turunan dapat diduga dari sifat induk dan partikel yang diradiasi (terdapat keseimbangan reaksi nuklir) -1. muatan listrik total (nomor atom sebelum dan sesudah peluruhan) tetap. -2. jumlah nomor massa sebelum dan sesudah peluruhan tetap.
2 63 1 64 H + 29 Cu o n + 30 Zn Contoh 1 A (ingat notasi atom z X jumlah A dan z tetap)

Dalam zat radioaktif terdapat (ditemukan) adanya aturan nomor massa (A) sebagai kelipatan bilangan 4n ; 4n + 1 ; 4n + 2 dan 4n + 3 (n merupakan bilangan bulat). Dengan ditemukannya empat aturan tersebut kemudian dinamakan terdapat empat deret radioaktif (ditemukan empat kemungkinan). Deret tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini Tabel deret zat radioaktif (alam)

105

No. 1 2 3 4

nomor massa 4n 4n + 1 4n + 2 4n + 3

deret thorium neptunium uranium actinium

induk
232 90Th 237 93 Np 238 92 U 235 92 U

13,9 0,225 4,51 7,07

T(1/2) .109 tahun .109 tahun .109 tahun .109 tahun

hasil mantap
208 82 Pb 209 83 Bi 206 82 Pb 207 82 Pb

Misal unsur thorium ( 232 90Th ) nilai (A) merupakan 4n [merupakan angka 4(58)] dan seterusnya berakhir menjadi ber- akhir menjadi
206 82 Pb 208 82 Pb

dalam kurun waktu tertentu (unsur

238 92 U

). Hasil akhir peluruhan zat radioaktif (alam) adalah unsur

man-tap berupa Pb sebagai zat yang paling stabil di bumi. Inilah merupakan salah satu alas an mengapa Pb dijadikan bahan pelindung radiasi sinar radioaktif. B. Perilaku Zat Radioaktif Peluruhan merupakan perilaku aktivitas zat radioaktif untuk menuju atom mantap. Peluruhan zat radioaktif secara kuantitatif dapat digambarkan sebagai reaksi P (zat radio-aktif, induk) D (zat stabil, anak) + partikel. 1. Aktivitas Zat Radioaktif. Aktivitas zat radioaktif merupakan kegiatan spontan zat untuk membentuk atom anak dengan cara memancarkan sinar (dapat berupa antara lain
4 2 He

o 1e

o 1e

atau

dan partikel-partikel lain). Inti asal meluruh berubah menjadi inti baru (nukleon berubah) pengamatan (deteksi) memperlihatkan bahwa peluruhan terjadi secara acak (random) yang hanya dapat dibahas secara statistik. Terdapat tiga aspek radioaktif yang dipandang luar-biasa dari sudut pandang fisi ka klasik (relativitas dan kuantisasi) yaitu -1. Jika suatu inti radioaktif mengalami peluruhan alpha atau betha nukleonnya berubah dan inti tersebut juga berubah menjadi inti unsur yang berbeda -2. Energi yang dibebaskan selama peluruhan zat radioaktif berasal dari dalam individu inti tersebut tanpa eksitasi (berlainan dengan kasus radiasi atomik)

106

-3. peluruhan radioaktif merupakan proses statistik yang memenuhi hukum pelu ang Peluruhan zat radioaktif (alam) secara spontan digambarkan oleh RutherfordSoddy sebagai berukut. Peluruhan alpha 3 Peluruhan betha negatif 4 Peluruhan betha positif 5 Penangkapan betha negatif 6 Peluruhan gamma 7 Proses di atas (reaksi inti) P menyatakan inti induk D inti anak v menggambarkan
* neu trino dan v antineutrino [ A z P ] bentuk inti belum stabil.
A z P A z P A z P A z P A z P A 4 z 2D 4 2 He

A z+ 1D

o 1e

A z 1D

o 1e

+ v

o 1e

A z+ 1D

A z P

]*

A z+ 1D

menggambarkan

keadaan dasar dan menggambarkan gelombang elektromagnet (sinar gamma). Neutrino me-rupakan partikel yang memiliki massa diam nol tidak bermuatan mempunyai bilangan kuantum spin momentum sudut sedangkan antineutrino suatu partikel yang berla-wanan dengan neutrino. Jika N menyatakan banyaknya inti dalam sampel suatu zat suatu saat aktivitas zat tersebut (A) dinyatakan sebagai A = dN dt

8 Satuan A becquerel (satuan internasional) yang didefinisikan dalam tahun 1896 yaitu 1 becquerel = 1 Bq = 1 kejadian s-1 9a

107

Satuan A yang lain yaitu Curie yang didefinisikan sebagai aktivitas 1 gram Ra berdasarkan sampel penelitian
226 88 Ra

1 curie = 1 Ci = 3,7 A = Ao e-t menghasilkan bentuk A = N 2. Waktu Paroh

.1010 Bq

9b 10

Aktivitas zat radioaktif menurun secara eksponesial terhadap waktu Persamaan (10) disebut tetapan peluruhan dan persamaan (8 dan 10) digabungkan 11

Zat radioaktif meluruh menyebabkan ukurannya (nukleon) berkurang atau sebagian partikelnya hilang. Ternyata tiap periode tertentu aktivitas zat menjadi setengah dari keadaan awalnya. Periode (dalam jangka waktu yang tetap) tersebut dinamakan waktu paroh T(1/2). Karateristik zat radioaktif menyebabkan umur paroh yang dimiliki tiap zat selalu berbeda (tiap zat memiliki T(1/2) tidak sama). Besar kecilnya waktu paroh tergantung pada besar kecilnya tetapan peluruhan (desintegrasi). Misal Pu, T(1/2) = 24 300 tahun Ra, T(1/2) = 1 590 tahun di samping T (1/2) berukur an tahun ada pula berukuran hari, jam atau beberapa detik. Misal zat memiliki T (1/2) satu tahun, sehingga jika aktivitas awal Ao sehingga dalam 1 tahun aktivitasnya berkurang menjadi Ao satu tahun kemudian [2 T(1/2)] menjadi Ao dan seterusnya. Informasi empiris perubahan nilai aktivitas zat terhadap waktu dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan (untuk n T(1/2)) akan menjadi A = Ao (1/2)n 12 Persamaan (12) nilai n = 1 atau (1 T (1/2)) sehingga A = A o (Ao nilai aktivitas awal) jika n = 2 atau (2 T(1/2)) maka A = Ao dan seterusnya. Persamaan (10 dan 12) akan menginformasikan Ao = Ao e T(1 / 2 ) atau e T(1 / 2 ) = 2 sehingga T(1/2) = n 2 = 0,693. Dengan demikian

108

T(1/2)

0,693

13 Jika sampel mengandung N inti yang belum meluruh dN banyaknya inti yang meluruh dalam selang waktu dt. Perkalian antara N dan peluang waktu dt yaitu N dt (merupakan zat yang meluruh dalam selang waktu dt dan adalah peluang zat untuk meluruh dalam satuan waktu) akan menjadi dN = - N dt
N

14

Persamaan (14) tanda negatif (-) menyatakan N berkurang jika t bertambah. Persamaan (14) jika dihitung N 15 Contoh 1 Jika waktu paroh radon 3,8 hari dalam waktu tertentu 60 % radon meluruh. Bera pa waktu yang diperlukan untuk meluruh tersebut ? Penyelesaian menggunakan persamaan (13 dan 15) N No = e t sehingga t = n atau t = No N No (1 0,6) N o t = 0,693 n 0,4 = 5,02 H Contoh 2 Berapakah aktivitas 1 mg
222

No

dN = - N

dt
o

menjadi n N - n No = - dt sehingga No
e t

No N

3,8 H

Rn (perhatikan contoh soal nomor satu)

Penyelesaian menggunakan persamaan (11 dan 13) Banyaknya atom Rn N =


0,693

10 6 kg = 2,7 222 (1,66 .10 27 kg1 )

.1018 atom

= 3,8 H hasilnya dinyatakan dalam detik menjadi 2,1 .10-6 s-1 Dengan demikian A = (2,1 .10-6 s-1)(2,7 .1018 inti) = 5,7 .1012 Bq = 153 Ci 3. Umur Rata-rata dan Waktu Paroh

109

Waktu paroh (T(1/2)) sebuah isotop radioaktif tidak sama dengan umur rata-rata (T). Dipandang dari sudut statistik waktu rata-rata (mean life) dapat dihitung. Jika sampel mengandung N inti yang belum meluruh saat t dan dN banyaknya inti yang meluruh dalam selang waktu dt sehingga bentuk waktu rata-rata menjadi
No 0

t dN
=
No

T =

dN

No

t dN
No
1

Harga T dihitung dengan persamaan (15) diperoleh T =


1

No

[n ( N

N
o

)] dN

No

T = T 16

No

(n N

N
o

)d

N No

Persamaan (16) menyatakan bahwa merupakan kemungkinan atom akan melu ruh dalam satuan waktu dan T merupakan waktu yang mungkin diperlukan tiap atom meluruh. Umur rata-rata isotop merupakan kebalikan dari peluang peluruhan tiap satuan waktu () sedangkan persaman (13) menyatakan = T (1 / 2 ) persama- an (16) menjadi T 17 Contoh 3 Aktivitas zat radioaktif tertentu menurun 15 % dari aktivitas mula-mula dalam kurun waktu 10 hari. Berapakah nilai waktu parohnya ? Penyelesaian menggunakan persamaan (10, 11, 13 dan 15)
100 15 Ao. Dengan demikian A = Ao e t atau 100 A 100 n A = - (10) dihasilkan = 0,1 n = 0,0163. 85 o
0,693

sehingga

T(1 / 2 ) 0,693

1,44

T(1/2)

Jika aktivitas awal zat radioaktif Ao dan aktivitas setelah sepuluh hari menjadi A

terdapat hubungan nilai A =

110

Akhirnya T(1/2) = 0,0163 hari = 42,5 hari 4. Penentuan Umur Radiometrik (Salah satu Bentuk Kegunaan Radioisotop) Isotop unsur baik dalam keadaan stabil mapun radioaktif mempunyai sifat kimia yang sama. Sifat tersebut tidak terbedakan misal antara 24 NaC dan 23 NaC bila cam-puran zat tersebut digunakan dalam garam dapur. Hanya karena 24 Na radioaktif de-ngan memancarkan sinar betha sehingga dalam proses tersebut dilakukan dengan pen deteksian sinar betha yang dipancarkan. Teknik tersebut dinamakan teknik perunut dan banyak digunakan dalam bidang pertanian, kedokteran dan sebagainya. Setiap kasus dianggap bahwa semua zat anak (zat mantap) diperoleh dari sampel batuan (ba-han yang akan ditentukan umurnya) berasal dari zat induk dapat diperoleh. Pada umumnya bidang kedokteran menggunakan isotop 24 Na , 131 I dan pertanian mengguna-kan
32

0,693

P dan sebagainya.

Metoda yang berdasarkan peluruhan radioaktif memungkinkan untuk dijadikan penentu umur fosil (peninggalan barang kuno). Hal tersebut terjadi karena peluruhan inti radioaktif tertentu berlangsung dengan laju tetap (tidak tergantung dari keadaan luar). Penentuan umur batuan atau benda berasal dari mahluk hidup dilakukan dengan cara membandingkan jumlah nuklida mula (induk) dan anak (hasil rekasi/peluruhan) yang mantap dalam benda yang diselidiki tersebut akan menjadi penunjuk umur barang/benda tersebut. Perbandingan nuklida anak dan induk semakin besar semakin tua umur benda tersebut. Prosedur penggunaan isotop karbon aktif ( 14 6 C ) meradiasikan sinar sering disebut radio-karbon. Dengan menentukan perbandingan radio-karbon terhadap karbon biasa ( 12 C ) kita dapat menentukan umur benda yang pernah hidup. Jadi diben-tuk dalam atmosfer dari penembakan 14 N (berasal dari sinar kosmik) dalam reaksi
14 14

(dari udara) dengan neutron

N + n

14

C + p.

111

Konsentrasi

14

dalam atmosfer sebagai senyawa

14

C 0 2 dapat dianggap

tetap. 0rganisme hidup mengisap C02 dari atmosfer sehingga terjadi keseimbangan (sebagi-an kecil aton C-nya adalah 14 C sekitar 1 dalam 10-12) dan sisanya 12 C ( 99 % dan sisa nya 1 % berupa 13C ). Akibat aktivitas spesifik dari 14 C tiap gram karbon pada organis- me hidup dalam atmosfer sama. Setelah mati tidak ada 14 C baru yang dihisap dari at-mosfer sehingga 14 C yang telah ada meluruh dengan waktu paroh 5 568 tahun. Contoh 4 Sampel gas C02 dari atmosfer mengisi bejana volume 200 cm 3 sehingga bertekanan 2 .104 Pa suhu 295 K. Dengan menganggap semua peluruhan adalah dari iso top 14 C . Hitung berapa banyak peluruhan yang terjadi dalam seminggu ! Penyelesaian menggunakan persamaan (11) Jumlah mol gas C02 (dianggap ideal) n = n =
pV sehingga dihasilkan nilai mol RT

( 2 .10 4 N m 2 )(2 .10 4 m 3 ) = 1,63 .103 mol. tiap mol gas C02 mengandung (8,314 J mol 1 K 1 )( 295 K )

6,02 .1023 molekul sehingga gas tersebut memiliki jumlah (N) menjadi N = (6,02 .1023 molekul mol-1)(1,63 .103 mol) = 9,82 .1020 molekul. Tiap molekul karbon memiliki satu atom karbon radioaktif sehingga N tersebut adalah jumlah atom karbon dalam sampel. Jadi bagian atom 14 C adalah 10-12 berarti ada 9,82 .108 buah atom 14 C yang terda pat dalam bejana. Sehingga aktivitas A = N =
1 tahun 0,693 5 568 tahun 3,16 .10 7 s

9,82 .108 = 3,76 .10-3 peluruhan s-1. Dengan demikian peluruhan dalam satu minggu menjadi (3,76 .10-3 peluruhan s-1)(7)(24)3600 s) = 2 280 peluruhan. Contoh 5 Perhatikan contoh soal nomor 4 !

112

Sampel kayu tua dibakar dan C02 yang dihasilkan ditempatkan dalam bejana yang sama (bertekanan 2 .104 Pa suhu 295 K). Setelah satu minggu dihitung telah terjadi 1 420 peluruhan. Berapa umur kayu tersebut ? Penyelesaian menggunakan persamaan (15) Peluruhan 1 420 sehingga bagian yang tersisa
N 1420 = = No 2280
e t

1420 dari aktivitas awal berarti 2280 5568 1 1420 1420 atau t = n = 0,693 n = 3920 2280 2280

tahun Penentuan (metoda) radiokarbon dibatasi sekitar 50 000 tahun selebihnya meng gunakan metoda lain (penentu umur < jutaan tahun). Untuk penentu umur batuan (> jutaan tahun) menggunakan zat T(1/2) yang jauh lebih panjang (walaupun perubahan bukan langkah tunggal melewati beberapa zat/tahap). Biasanya penentu umur batu an menggunakan perbandingan zat seperti tabel di bawah ini. No. 1 2 3 Metoda zat asal (induk) 40 kalium-argon K 87 rubinium-strontium Rb 238 uranium-timbal U 5. Keseimbangan Radioaktif Zat anak (hasil) 40 Ar 87 Sr 208 Pb 1,3 4,7 4,5 T(1/2) .109 tahun .1010 tahun .109 tahun

Dalam deret radioaktif terjadi reaksi misal dari A B C. Misal jumlah atom A pada setiap saat N1 serta jumlah awal No jumlah atom B N2 dengan anggapan awal atom B = 0. Setiap waktu atom A meluruh jumlah atom B bertambah. Tetapi setiap saat atom B meluruh akan mengurangi jumlah atom B sehingga yang terjadi adalah dN1 B= = 1 N1 seta jumlah atom yang hilang dari B = 2 N2. Perubahan dalam dt dN 2 N2 menjadi = 1 N1 - 2 N2. Bentuk persamaan (15-nya) menjadi N1 = No dt dN 2 = 1 No e 1t - 2 N2 (dikalikan dengan e 1t sehingga diperoleh dt faktor e 2t ) e 2t dN2 + 2 N2 e 2t dt = 1 No e ( 2 1 ) dt.

113

1 Hasil integrasi N2 e 2t = N ( 2 1 ) t + C dan pada saat t = 0; N2 = 0 2 1 o e 1 1 se hingga diperoleh 0 = No + C atau N2 e 2t dt = N ( ( 2 1 ) t - 1). 2 1 2 1 o e Akhirnya diperoleh 1 N2 = N ( e 2t e 2t ) 2 1 o 18 Jika induk lebih stabil dibanding anak sehingga 2 >> 1 maka N2 menjadi 1 N2 = N (1 e 2t ) 2 o 19 Jika waktu cukup panjang 2 N2 = 1 No keseimbangan radioaktif. Untuk deret

radioaktif kita dapatkan deret persamaan diferensial sebagai bentuk dN 2 = 1 N1 2 N2 dt 20 Bila kita tunggu sampai keseimbangan terjadi dalam setiap deret yang dimulai dari unsur degan waktu paroh panjang sehingga ketergantungan waktu menjadi hilang Semua
dN akan mendekati nol serta dapat ditulis menjadi dt

1 N1 = 2 N2 = N Contoh 6

21

Tiga buah sampel batuan yang berbeda berturut-turut memiliki bagian jumlah atom 238U dengan 206 Pb sebagai berikut ; 1,0 dan 2,0. Hitunglah umur masingma-sing batuan tersebut ! Penyelesaian menggunakan persamaan (13 dan 19) Karena semua anggota deret uranium lainnya memiliki umur paroh yang singkat dibandingkan dengan umur paroh 238U (4,5 .109 tahun) sehingga diabaikan.

Misalkan No adalah jumlah awal atom 238U sehingga No e t sama dengan jumlah atom yang ada (saat ini atau saat batuan ditemukan) dan No - No e t merupakan jumlah atom yang te-

114

lah meluruh (berubah menjadi adalah A = t =


1

206

Pb ). Jadi bagian A dari


t

238

U menjadi

206

Pb

Noe 1 jumlah 238U = = t atau e t = 206 t jumlah Pb e 1 No Noe


n (

1 +1 A

T(1 / 2 ) 0,693 1 1 + 1) dengan mengingat = T sehingga t = n ( 0,693 A A (1 / 2 )

+ 1) Dengan memasukkan nilai A = akan dihasilkan nilai t = 7,1 .109 tahun Dengan memasukkan nilai A = 1,0 akan dihasilkan nilai t = 4,5 .109 tahun Dengan memasukkan nilai A = 2,0 akan dihasilkan nilai t = 2,6 .109 tahun C. Radiasi Zat Radioaktif dan Hukum Peluruhan Rutherford tahun 1897 menemukan radiasi sinar yang ke luar dari zat radioaktif (alam) dan memiliki perilaku yang berbeda-beda (disimpulkan terdapat dua jenis radi asi sinar radioaktif yaitu sinar alpha dan betha). Villard tahun 1900 menemukan radiasi sinar radioaktif (alam) jenis lain dan diberi nama sinar gamma. Setiap zat radioaktif melakukan perluruhan dengan mengeluarkan bermacammacam jenis partikel sebelum menjadi unsur mantap. 1. Radiasi dan Peluruhan Alpha Radiasi sinar alpha (bentuk inti helium) terjadi karena perubahan spontan atom B x zat Gambar 1 radioaktif (alam) hasil peluruhan 238 92 U satuan. Sifat-sifat sinar alpha antara lain:
234 90Th 4 2 He

Nomor massa zat (AX) berkurang empat dan nomor atom dua (zX)

-1. dipengaruhi oleh medan magnet (arah bias ke kiri mengikuti aturan gaya Lorentz) -2. bermuatan positif -3. memiliki daya tembus paling lemah (dibanding sinar betha dan gamma)
4 He ) -4. dianggap sebagai inti atom helium ( 2

Teori peluruhan alpha dikembangkan oleh George Gamov (1904 1969), Gurney dan Condon dalam tahun 1928, sekaligus merupakan bukti keampuhan

115

mekanika kuantum. Persoalan lolosnya partikel alpha dari inti hasilnya cocok dengan eksperimen. Pengertian dasar teori ini adalah -1. Partikel alpha dapat berada pada suatu partikel di dalam inti -2. Partikel seperti ini terus-menerus dalam keadaan bergerak dan gerakannya dibatasi hanya dalam inti oleh rintangan potensial yang melingkupinya. -3. Terdapat peluang kecil tetapi tertentu untuk partikel melewati rintangan (walaupun tinggi) setiap kali terjadi tumbukan dengannya. Zat radioaktif memancarkan alpha terjadi pada inti-inti dengan z > 82 tetapi ada beberapa inti ringan antara lain berbentuk
A z P 144 60 Nd

dan

146 62

Sm . Reaksi peluruhan alpha

A 4 z 2D

4 2 He

+ Q (zat P dan D berbeda jenis dan nilai Q antara


238 92 U

3 - 9 MeV). Contoh reaksi peluruhan alpha misal unsur radioaktif +


4 2 He

234 90Th

dengan 77 % partikel alpha berenergi 4,18 M eV dan 23 % berenergi 4,13 M


232 92 U

eV. Peluruhan alpha dari


1 1H

diikuti pelepasan energi 5,4 M eV bila memancarkan


3 2 He

dengan ener-gi 6,1 M eV dan

9,6 M eV. Suatu partikel agar dapat lepas

dari ikatan inti maka partikel tersebut harus memiliki energi kinetik (Ek) yang cukup. Dengan pengertian massa partikel induk, anak, Ek dan Q yang dilepas jika ia mengeluarkan partikel alpha adalah Q = (mP - mD - m) c2 alpha. Energi peluruhan yang teramati dalam peluruhan alpha mendekati ramalan berdasarkan massa nuklir yang terlibat. Ek partikel alpha (Ek) yang dipancarkan tidak pernah tepat sama dengan energi peluruhan (Q). Kekekalan momentum mengharuskan inti bergerak mundur dengan energi kecil ketika partikel alpha terpancar. Nilai Ek berhubungan dengan Q dan nomor massa (A). Momentum (p) dan Ek dihubungkan oleh pernyataan p2 = 2 m Ek. Pesamaan (22) inti awal 2 mD EkD = 2 m Ek ; m = 4 dan mD = (A 4) dengan A nomor massa zat induk dan akan dihasilkan bentuk hu22 Persamaan (22) mp massa inti induk mD massa inti anak (akhir) dan m massa partikel

116

bungan EkD =

Kekekalan energi (reaksi) mP c2 = mD c2 + m c2 + EkD + Ek. Sehingga nilai Q = EkD + Ek atau Q = Ek 23 Ek bagian dapat dihitung dengan pernyataan EkD = Q - Ek = Q EkD =
4 A A 4 Q 4 4 4 Ek + Ek = Ek [ + 1] akhirnya A 4 A 4 A 4 = Q 4

4 Ek. A 4

24 Nomor massa (A) partikel pemancar alpha hampir semua > 210 sehingga hampir semua energi peluruhan yang muncul sebagai Ek. Dalam peluruhan
222 86 Rn

nilai Q = 5,587 M eV sedangkan Ek = 5,486 M eV.

Ni lai Ek harus positif sehingga peluruhan alpha berjalan spontan hanya mungkin ter-jadi jika nilai Q positif. Akan terjadi Q > 0 jika mP > (mD + m) sebaliknya jika Q < 0 merupakan proses peluruhan inti stabil. Contoh 7 Reaksi
190 78 Pt

190 76 0 s

4 2 He 190 76 0 s

Diketahui massa 190 78 Pt = 189,959917 ; tersebut terjadi sehingga berapakah b. Ek

185,953830 dan

4 2 He

4,002603 Dapatkah Pt melakukan peluruhan alpha secara spontan ? Jika hal a. energi peluruhan alpha

c. Ek inti yang terlempar Penyelesaian menggunakan persamaan (22 , 23 dan 24) Q = (189,959917 - 185,953830 - 4,002603 )(3 .10 8 m s-1) = 3,25 M eV (didahului merubah 1 = 1,66 meluruh secara spontan dengan energi peluruhan alpha 3,25 M eV. Ek =
190 4 (3,25 M eV) = 3,18 M eV 190

.10 -27 kg). Nilai Q > 0 sehingga

190 78 Pt

dapat

117

EkD =

4 (3,25 M eV) = 0,068 M eV 190

Energi peluruan partikel alpha dapat terjadi pada beberapa nilai. Energi yang berlainan tersebut mungkin terjadi karena peluruhan radioaktif tidak selalu menuju ke keadaan dasar inti turunan. Beberapa peluruhan menuju ke keadaan tereksitasi. Inti turunan dalam keadaan tereksitasi mempunyai energi lebih besar dan oleh karenanya mempunyai massa lebih besar dari pada keadaan dasar. Kenaikan massa turunan akan menurunkan Q dan Ek. Inti eV Contoh 8 Hitung nilai Q reaksi rantai peluruhan energi yang dihasilkan tiap gram uranium. Penyelesaian menggunakan persamaan (13 dan 22) Reaksi rantai peluruhan 238U terdiri dari peluruhan 8 alpha dan 6 betha. Peluruh-an - massa elektron bergabung dengan massa inti dalam perhitungan Q. 0leh karena itu untuk menghitung Q kita dapat menggunakan massa atom sehingga berlaku
4 He )] c2 Q = [m ( 238U ) - m ( 206 Pb ) - 8 ( 2
238

190 78 Pt

meluruh dengan kelompok partikel alpha energi tunggal pada 3,18 M

206

Pb

dan carilah laju

Q = [238,050786 - 205,974455 - 8 (4,002603 )(931,5 M eV -1) = 51,7 M eV (didahului dengan merubah 3 . 108 m s-1 = 931,5 M eV -1)
1 1 mol sehingga mengandung (6,02 .1023) atom 238 238 0,693 1 tahun Waktu paroh 238U 4,5 .109 tahun jadi nilai = = 9 4,5 .10 tahun 3,16 .10 7 s

1 gram

238

U =

4,9 .10-18 s-1 Dengan demikian jumlah peluruhan


238

U adalah

1 (6,02 .1023)(4,9 .10-18 s-1) 238

= 12 000 peluruhan s-1 Tiap peluruhan membebaskan 51,7 M eV sehingga laju pembebasan energi menjadi

118

[12 000 peluruhan s-1][51,7 peluruhan ][106 ][1,6 .10-9 ] = 1,0 .10-7 MeV eV W Nilai 10-7 W (cukup kecil) tetapi jika energi yang muncul ebagi energi panas dan tidak ada yang hilang, walaupun ada beberapa cra perambatan panas (radiasi atau konduksi) menuju bahan lain maka setiap 1 gram 238U akan menaikkan suhu 25o C dan akan melebur dan menguap dalam orde satu abad. Perhitungan ini mengusulkan (secara teori) bahwa panas bagian dalam planet mungkin sekali disebabkan oleh proses radioaktif. Tabel energi peluruhan alpha dan usia hidup beberapa zat radioaktif No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 energi (E) waktu paroh (T(1/2) 4,01 M eV 1,4 .1010 tahun Th 238 4,19 M eV 14,5 .109 tahun U 230 4,69 M eV 8,0 .104 tahun Th 238 5,50 M eV 88 tahun Pu 230 5,59 M eV 20,8 hari U 220 6,29 M eV 5,6 detik Rn 222 7,01 M eV 5 detik Ac -6 216 8,05 M eV 45 .10 detik Rn 212 8,78 M eV 0,30 .10-6 detik Po 2. Radiasi dan Peluruhan Betha
232

MeV

eV

isotop

tetapan peluruhan () 1,6 .10-18 s-1 4,9 .10-18 s-1 2,8 .10-13 s-1 1,6 .10-18 s-1 3,9 .10-7 s-1 1,2 .10-2 s-1 0,4 s-1 1,5 .104 s-1 2,3 .106 s-1

Radiasi sinar betha terjadi karena perubahan spontan atom radioaktif (alam) hasil peluruhan 234 90Th
234 91 Pa

o 1e

. Nomor massa (AX) tidak berkurang tetapi

nomor atom (zX) bertambah satu satuan dan mungkin terdapat partikel lain yang mengikuti-nya. Pada peluruhan betha sebuah neutron meluruh berubah menjadi proton dan sebuah elektron (n p + e). Tahun 1930 ditemukan radiasi dari zat radioaktif disebut positron (betha positif, elektron bermuatan negatif). Sifat-sifat sinar betha antara lain: -1. dipengaruhi oleh medan magnet (arah pembelokan berlawanan dengan sinar alpha)

119

-2. memiliki perbandingan

e sama dengan elektron m

-3. memiliki daya tembus lebih besar dari alpha. Peluruhan betha (sejenis elektron) merupakan cara untuk merubah komposisi agar dapat mencapai kemantapan yang lebih stabil. Energi elektron yang teramati selama peluruhan betha dari zat tertentu bervariasi dari 0 Ek maks yang merupakan karakteristik zat. Misal peluruhan betha dari Dari setiap kasus energi maksimum berlaku Emaks = mo c2 + Ekmaks Contoh 9
40 K meluruh mengeluarkan sinar betha dengan umur paroh 1,83 .109 taIsotop 19 210 83 Bi

, Ekmaks mencapai 1,17 M eV.

25

hun. Carilah banyaknya peluruhan betha yang terjadi tiap detik 1 gram Penyelesaian menggunakan persamaan (11, 13) =
0,693 = 1,2 (1,83 .10 )(365)(86400) s
9

40 19 K

murni !

.10-17 s-1

Banyaknya 1 gram atom

40 19 K

adalah N =

10 3 = 1,5 .1022 atom 40(1,66 .10 27 )

Aktivitas zat A = N = (1,2

.10-17 s-1)(1,5 .1022) = 1,8

.105 kejadian tiap detik

Dengan demikian peluruhan betha 1,8 elektron (-) dan penangkapan elektron. a. Peluruhan Positron Reaksi inti
A z P A z 1D o 1e

.105 kejadian tiap detik

Peluruhan betha terdiri dari tiga jenis yaitu peluruhan positron (+) peluruhan

v misal

120 51 Sb 120 50 Sn

120 50 Sn

o 1e

Pernyataan P atau

120 51 Sb

inti awal (induk) D atau

inti anak (turunan) o 1e


N N )< ( z z

(positron atau +) dan

v (neutrino). Proses tersebut terjadi apabila (

)stabil dalam hal ini jumlah proton terlalu banyak untuk mencapai stabilitas. Keberadaan

v (secara

teo ritis telah diramalkan oleh W. Pauli 1931) ditemukan secara eksperimen oleh F.

120

Rei-nes dan C. L. Cowan tahun 1956. (kom-

Nama neutrino diberikan oleh enrico Fermi

ponen spin momentum sudut s dan momentum linier p berlawanan). Peluruhan proton dapat diintepretasikan sebagai proses peluruhan menjadi neu1 H tron, positron dan neutrino dalam reaksi 1 1 on

o 1e

v . Dalam hukum

ke-kekalan massa-energi peluruhan positron dilukiskan sebagai


+ + + 2 (mP - z me ) c2 = [mD - (z 1) me ] c2 + me c + EkP + EkD + Ekv

26 Persamaan (26) dengan mengikuti model peluruhan positron dihasilkan bentuk Q = EkP + EkD + Ekv = (mP - mD - 2 me) c2 Persamaan (27) peluruhan terjadi jika dipenuhi mP > mD + 2 me (artinya Q > 0) Contoh 10 Diketahui massa
57 27 Co

27

= 56,936294 ,
57 27 Co

57 26 Fe

= 56,935396 dan massa +


o 1e

o 1e

0,00054858 . Dapatkah terjadi reaksi

57 26 Fe

v !

Penyelesaian menggunakan persamaan (27) Q = [56,936294 - 56,935396 - 2 (0,00054858 )] 931,5 M eV -1 = - 0,1853685 M eV


57 Co stabil terhadap Karena Q < 0 sehingga reaksi tidak berjalan secara spontan dan 27

peluruhan positron. b. Peluruhan Elektron Reaksi inti dan v (an ti neutrino). Anti neutrino ( v ) antara momentum sudut ( s ) dan momentum linier ( p) sejajar. Proses ini terjadi jika (
N N ) > ( )stabil dalam hal ini jumlah neutron z z
A z P A z+ 1D o 1e

+ v

dengan pernyataan

o 1e

(elektron)

terlalu banyak untuk mencapai stabilitas. Dalam proses ini anak mempunyai proton (z + 1) atau lebih satu proton dari induk dan kekurangan satu neutron. 0leh karena itu pelu-

121

ruhan - dapat ditafsirkan sebagai peluruhan neutron menjadi proton, elektron dan antineutrino yang terjadi dalam inti seperti reaksi
1 on

1 1H

o 1e

+ v.

Dalam hukum kekekalan massa-energi peluruhan nutron dilukiskan sebagai


2 (mP - z me ) c2 = [mD - (z + 1) me ] c2 + me c + EkP + EkD + Ek v

28 Persamaan (28) dengan mengikuti model peluruhan neutron dihasilkan bentuk Q 29 Persamaan (29) peluruhan terjadi jika dipenuhi mP > mD (artinya Q > 0) Contoh 11 Diketahui massa
12 5B 12 6C

EkP

EkD

Ek v

(mP

mD) c2

= 12,0144 ,

= 12,0000

Hitunglah energi maksimum elektron yang terpancar dari peluruhan zat radioaktif yang meluruh dengan sinar betha dengan reaksi Penyelesaian menggunakan persamaan (29) Q = [12,0144 - 12,0000 ] 931,5 M eV -1 = 0,34 M eV = 21,5 .10-13 J Nilai energi 0,34 M eV = 21,5 .10-13 J merupakan nilai Ek maksimum elektron (dalam ini sinar -) c. Penangkapan Elektron Reaksi inti
A z P o 1e A z 1D 12 5B

12 6C

o 1e

+ v!

v . Dalam hukum kekekalan massa30 mD) c2

energi peluruhan positron dilukiskan sebagai me c2 + (mP - z me) c2 = [mD - (z 1) me + EkD + EKv Persamaan (30) dengan mengikuti model peluruhan dihasilkan bentuk Q 31 Persamaan (31) peluruhan terjadi jika dipenuhi mP > mD (artinya Q > 0) Dalam proses penangkapan elektron (ec) hampir semua energi peuruhan Q men= EkD +
Ek v

(mP

122

jadi neutrino. Dibentuk reaksi elektron) terjadi jika (

o 1e

1 1H

1 on

+ v . Proses ini (penangkapan

N N )< ( )stabil (merupakan bentuk lawan dari peluruhan z z

+). Proton berubah menjadi neutron dengan penangkapan elektron dari kulit K atau L. Ke kosongan pada kulit K diisi oleh elektron dari kulit L yang disertai pemancaran sinar x. Sinar x ini dapat berinteraksi dengan elektron pada kulit lain sehingga elektron tersebut dilempar ke luar. Elektron ini dinamakan elektron Auger. Terjadinya proses penangkapan elektron diamati dengan adanya elektron Auger yang yang dipancarkan. No. 1 2 3 4 5 6
0 19 F + e + v 176 Lu 176 Hf + e +
19

Peluruhan

jenis + + ec ec

energi 4,82 M eV 1,19 M eV 3,26 2,14 2,75 4,82 M eV M eV M eV M eV

T(1/2) 27 detik 10 3,6 .10 detik 7,2 4,2 122 27 detik detik detik detik

v
25

25

Mg

e +

Te + e + v 15 0 + e 15 N + v 170 Tm + e 170 Er +
124

124

v
Contoh 12
40 + K merupakan isotop tidak lazim (artinya ia mengalami peluruhan ,

dan melakukan penangkapan elektron). Carilah nilai Q dari masing-masing peluruhan tersebut ! Penyelesaian menggunakan persamaan (31) Peluruhan -,
40 19 K 40 20 Ca

+ e + v

Nilai Q- = [m ( 40 K ) - m ( 40 Ca )] c2 = [39,963999 - 39,962591 ] 931,5 M eV 1

= 1,312 M eV Peluruhan +,
40 19 K

40 18 Ar

+ e+ +

123

Nilai Q- = [m ( 40 K ) - m ( 40 Ar )] c2 = [39,963999 - 39,962383 ] 931,5 M eV 1

= 0,483 M eV Penangkapan elektron


40 19 K

+ e

40 18 Ar

Nilai Qec = [m ( 40 K ) - m ( 40 Ar )] c2 = [39,963999 - 39,962383 ] 931,5 M eV -1 = 1,505 M eV Contoh 13 Hitunglah nilai Q (panas) dari rantai peluruhan energi yang dihasilkan tiap gram uranium ! Penyelesaian menggunakan persamaan (31) Peluruhan
238 238

206

Pb dan carilah laju

206

Pb terdiri dari delapan peluruhan alpha dan enam betha.

Peluruhan - massa elektron bergabung dengan massa inti sehingga perhitugan nilai Q menggunakan massa atom. Dengan demikian rantai peluruhan seluruhnya menjadi Q = [ (m 238 U) - (m 206 Pb) 8 (m 4 He)] c2 = 51,7 M eV. 1 gram 238 U =
238

dalam sma

Q = [238,050786 sma 205,974455 sma - 8 (4,002603 sma)] 931,5 M eV (sma)-1


1 1 mol memiliki (6,2 .1023 atom) umur paroh T1/2 = 4,5 238 238

.109 tahun sehingga tetapan peluruhan = 4,9 .10-18 s-1. Rata-rata peluruhan tiap atom U menjadi
1 (6,2 .1023 atom)(4,9 .10-18 peluruhan (atom s)-1 = 12 000 pe 238

luruhan s-1. Tiap peluruhan memberikan panas 51,7 MeV. Dengan demikian pembebasan energi sebesar (12 000 peluruhan s-1)[51,7 Mev (peluruhan)-1][106 eV(Mev)-1] [1,6 .10-9 J (eV)-1] = 1,0 .10-7 W 3. Radiasi dan Peluruhan Gamma Isotop zat radioaktif memancarkan sinar gamma nukleon atom tidak berubah. Sifat-sifat sinar gamma antara lain: -1. tidak dipengaruhi oleh medan magnet (tidak bermuatan) -2. berupa gelombang elektromagnet

124

-3. memiliki daya tembus paling besar (dibanding alpha atau betha) -4. memiliki energi antara 100 k eV - beberapa M eV. Peluruhan gamma terjadi bila inti dari keadaan tereksitasi ke keadaan lebih rendah atau ke keadaan dasar. Peluruhan gamma tidak terjadi perubahan A dan z (dari
A z X

) hanya energi anak dalam ke kkeadaan lebih rendah dari induknya. Peluruhan

alpha atau betha sering kali meninggalkan inti dalam kkeadaan tereksitasi sehingga pe luruhan gamma sering menyertai peluruhan alpha dan betha serta terjadi dengan sangat cepat. Pemancaran sinar gamma dalam proses peralihan elektron dari suatu keadaan de ngan energi E2 E1 yang lebih rendah. Tidak semua energi (E2 - E1) seluruhnya menjadi photon sinar gamma. Energi sinar gamma hf < E2 - E1 karena ada Ek yang harus diberikan pada inti. Sinar gamma tidak selalu dipancarkan sebagai hasil transisi suatu keadaan inti tereksitasi yang lebih rendah. Kebanyakan zat radioaktif memancar kan sinar gamma disertai oleh sinar alpha atau betha. Contoh 14 Inti 12 N (massa 12,004756 ) meluruh betha ke keadaan eksitasi dari 12 C (massa 12,0000 ) dan sesudahnya meluruh ke keadaan dasarnya dengan memancarkan si-nar gamma 4,43 M eV. Berapakah Ekmaks partikel betha yang dipancarkan ? Penyelesaian menggunakan persaman (27, 31) Untuk menentukan nilai Q dalam peluruhan ini sehingga massa dalam keadaan dasar
12

N ,

12,0000 +

4, 43 M eV 1 931,5 M eV

= 12,004756

0leh karena itu nilai Q = [12,018613 - 12,004756 - 2(0,000549 )]931,5 M eV -1 = 11,89 M eV Terdapat tiga cara sinar x dan gamma dapat kehilangan energinya ketika melewati materi antara lain -1. Efek foto listrik (photon datang mentransfer seluruh energi pada elektron atomik materi penyerap)

125

-2. Hamburan Compton (photon datang memberikan sebagian energinya pada elektron atomik dan photon baru muncul dengan frekuensi lebih rendah) -3. Produksi pasangan (photon datang yang berenergi 1,02 M eV dapat melakukankan materialisasi menjadi pasangan elektron-positron ketika melewati dekat inti, kemunculan ini diperlukan agar kekekalan momentum terpenuh). Energi elektron mo c2 = 0,51 M eV. Penyinaran intensitas radiasi dari bahan radioaktif sinar (sinar x) akan diserap oleh materi secara eksponensial menurut persamaan I = Io e-x atau x =
n( I o / I )

32 Persamaan (32) I menyatakan intensitas radiasi sinar ke luar materi Io intensitas sinar datang pada materi. koefisien serapan (atenausi) linier x tebal materi. Contoh 15 Koefisien atenuasi linier sinar gamma 2 M eV dalam air sekitar 5 m -1. Carilah intensitas relatif sinar gamma 2 M eV setelah melalui 10 cm air. Berapa jauh berkas seperti itu harus melalui air sebelum intensitasnya tereduksi menjadi 1 % dari harga semula. Penyelesaian menggunakan persamaan (32) Nilai x = (5 m-1)(0,1 m) = 0,5 sehingga I/Io = e-0,5 = 0,61. Dengan demikian berkas sinar terduksi menjadi 61 % haga semula setelah melewati air setebal 10 cm. Jika nilai Io/I = 1 % maka x = n (100)/5 m-1 = 0,92 m. Daya serap sering digunakan dalam bidang biologi dan kedokteran dimasukkan satuan baru dosis serapan antara lain, 1 gray atau 1 Gy sesuai dengan energi 1 J yang diserap tiap kg materi sasaran. Satuan gray (satuan besar) dan 1 rad atau 0,01 Gy sinar x sepertiuntuk satu orang dianggap 1 rem atau rad equivalent man). Radiasi dengan jenis yang lain dan energi yang berlainan tidak memeliki efek yang sama terhadap jaringan tertentu. Keekefitifan bioogis relatif (relatif biologikal efektivenes, RBE) suatu radiasi tertentu memegang peran penting walapun untuk menentukannya sangat sulit. RBE

126

dari sinar x 250 k eV diambil sama dengan satu. Dosis 1 rad atau 0,01 Gy sinar x seperti itu untuk satu orang dianggap 1 rem atau rad equivalent man. RBE sinar x, gamma dan betha yang lain sama dengan 1 tetapi RBE neutron cepat sekitar 10 dan partikel alpha 1 M eV sekitar 25, jadi 1 rad yang diserap dari partikel alpha itu berarti mempunyai dosis 25 rem. Radiasi ionisasti dapat merusak jaringan mahluk hidup. Inti yang tereksitasi dinyatakan dengan huruf m (artinya meta stabil) misalnya Tc 99m serta sangat berguna dalam bidang kedokteran. Contoh 16 Peneliti menggunakan sinar gamma yang memiliki dosis serapan 300 rad yang mematikan setengah bagian yang tersembunyi dalam badan. Bila seluruh energi yang diserap dijadikan panas sehingga berapa panas yang muncul dalam badan ? Penyelesaian Dosis penyerapan 300 rad sama dengan penyerapan energi tiap satuan massa 300 rad (
10 2 J ( kg ) 1 ) = 3 J (kg)-1. Dimisalkan kapasitas panas spesifik tubuh 1 rad 3 J ( kg ) 1 Q/m = = 7,2 .10-4 K c 4180 J ( kgK ) 1

manu-sia c = 4180 J (kg K)-1 temperatur yang muncul menjadi t =

4. Energi Radiasi Nilai energi radiasi dari zat radioaktif tetap sepanjang waktu sampai melewati umur parohnya. Pemancaran energi (merupakan fungsi waktu) sehingga setelah melewati umur parohnya nilai aktivitas (energinya) akan berkurang menjadi setengahnya. Misal 1 gram radium akan memberikan 2 gram kalori panas tiap detiknya secara terus menerus selama 1600 tahun. Radiasinya akan menjadi 1 gram tiap detik setelah 1600 tahun. Keadaan serupa akan dimiliki oleh setiap zat radioaktif (dengan nilai yang berbeda-beda)