Anda di halaman 1dari 6

Pendahuluan Pada vagina remaja dan wanita umur reproduktif dilapisi oleh epitel squamous stratified dalam bentu

glikogen yang dirubah menjadi asam laktat oleh bakteri Lactobacilli Doderline yang mempertahankan pH vagina antara 3,5-4,5. (Masood, S.N., Mumtaz, S., Jahan, M., 2009). Peruban pH vagina akan menyebakan fluktuasi dari jumlah dari flora normal, serta pertumbuhan dari mikroorganisme lain di vagina. Flora normal pada vagina yang pertama kali teridentifikasi adalah Lactobacilli Doderlein yang merpakan golongan bakteri yang memproduksi asam laktat. (Linhares, I.M., Giraldo, P.C., Baracat, E.C., 2010) Setelah Lactobacillus sp. teridentifikasi, banyak jenis baru yang teridentifikasi antara lain L. Rispatus dan L. Inners atau L. Gallinarum dan L. Gasseri, spesies lain yaitu L. Jensinii, L. Gali\linarum dan L.vaginalis. Selain itu juga ditemukan flora normal lain yaitu bakteri atopobium, Megaspaera dan Leptotrichia yang juga memproduksi asam laktat seperti lactobacillus sp. Bakteri tersebut menghasilkan asam laktat yang mempertahankan pH vagina agar tetap asam sehingga menhambat proliferasi dari patogen. (Linhares, I.M., Giraldo, P.C., Baracat, E.C., 2010), (Witkin, S.S., Linhares, I.M., Giraldo, P., 2007) Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa 2 strain lactobasilus (L. Crispatus dan L. Jensenii) melindungi permukaan vagina dengan memproduksi H2O2 yang menghalangi kolonisasi kuman patogen anaerob dan bergabungnya mikoplasma dengan bakterial vaginosis, Neisseria gonorhoeae atau penyakit menular seksual lain. (McFarland, L.V., 2000). Beberapa jenis flora normal yang diisolasi dari vagina antara lain sebagai berikut:

Sumber: (Masood, S.N., Mumtaz, S., Jahan, M., 2009).

Berbagai macam faktor dapat mempengaruhi jumlah flora normal dalam vagina,baik dari oleh faktor endogen dan eksogen. Faktor tersebut antara lain siklus menstruasi kehamilan, penggunaan kontrasepsi, aktivitas seksual, penggunaan produk pembersih daerah genital, konsumsi antibiotik atau obat-obatan imunosupresan. (Linhares, I.M., Giraldo, P.C., Baracat, E.C., 2010), (Witkin, S.S., Linhares, I.M., Giraldo, P., 2007) Dari hasil penelitian aktivitas seksual dan penggunaan antibiotik menyebabkan penurunan jumlah Lactobacillus sp.. dari penelitian lain intercouse tanpa penggunaan kondom tidak memiliki efek terhadap Lactobacillus, tapi menyebabkan peningkatan jumlah dari Escherichia coli dan fluktuatif basil gram negatif. Selama siklus menstruasi variasi hormonal akan mempengaruhi substrat mikroorganisme, serta darah menstruasi akan menyebabkan perubahan pH vagina. Jumlah Lactobacillus tidak berubah selama siklus, sementara bakteri non-Lactobacillus meningkat seama fase proliferasi dan konsentrasi dari candida albicans semakin meningkat pada periode pre-menstrual. (Linhares, I.M., Giraldo, P.C., Baracat, E.C., 2010), (Witkin, S.S., Linhares, I.M., Giraldo, P., 2007) Penggunaan antibiotika dalam jangka waktu yang cukup lama dapat membunuh bakteri Doderlin yang hidup bersama-sama kandida sebagai komersal di vagina. Berkurangnya bakteri di dalam vagina menyebabkan kandida dapat tumbuh dengan subur karena tidak ada lagi persaingan dalam memperoleh makanan yang menunjang pertumbuhan jamur tesebut. (Darmani, E.H, 2003) Pada semua kelainan yang mengganggu flora normal vagina dapat menjadikan vagina sebagai tempat yang sesuai bagi kandida untuk berkembang biak. Masih belum dapat dipastikan apakah kandida menekan pertumbuhan basil doderlein atau pada keadaan basil Doderlein mengalami gangguan lalu diikuti dengan infeksi dari jamur candida. Kenyataannya pada keadaan infeksi ini dijumpai hanya sedikit koloni doderlein. (Darmani, E.H, 2003) Haemophilus vagialis atau yang dikenal sebagai Gardnerella vaginalis merupakan koloni bakteri yang ditemukan pada 50% wanita sehat. Pada ptogenesisnya G. Vaginalis memiliki peran etiologik bersama dengan bakteri anaerob. Dengan adanya faktor endogen dan eksogen akan enyebabkan perubahan jumlah dari G. Vaginalis yang menyebabkan peningkatan aktivitasnya dalam mendegenerasi sel epitel vagina yang akan menyebabkan fluktuasi jumlah jumlah kuman anaerob serta kuman vagina yang lainya, kuma anaerob akan memproduksi amin yang akan menyebabkan peningkatan pH vagina dan berimbas pada pertumbuhan dari G. Vaginalis. (Judanarso, J. Vaginosis bakterial, FKUI 385-391)

Vaginosis Bakterialis merupakan sindrome klinik akibat pergantian Bacillus Duoderlin yang merupakan flora normal vagina dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi seperti Bacteroides Spp, Mobiluncus Sp, Peptostreptococcus Sp (Darmani, E.H, 2003)

Bakterial vaginosis adalah kelainan yang diakibatkan peningkatan pH vagina lebih dari 4,5 dan penurunan atau tidak adanya kolonisasi laktobasilus dan pertumbuhan bakteri anaerob yang berlebihan. (Sabina Cauci,1* Silvia Driussi,1,2 Davide De Santo,3 Paola Penacchioni,4 Teresa Iannicelli) Vaginosis bacterial adalah suatu keadaan abnormal pada ekosistem vagina disebabkan oleh bertambahnya pertumbuhan flora vagina bakteri anaerob menggantikan Lactobacillus yang mempunyai konsenterasi tinggi sebagai flora normal vagina. (Sylvia Y.Muliawan, Julius E.Suryawidjaja) Pada kehamilan normal, cairan vagina bersifat asam (pH 4-5), karena adanya peningkatan kolonisasi Lactobacillus (flora normal vagina) yang memproduksi asam laktat. (2) Keadaan asam yang berlebih ini membuat Lactobacillus tumbuh subur, sehingga mencegah terjadinya pertumbuhan berlebihan bakteri pathogen. (5) Lactobacillus diketahui sebagai

mikroorganisme yang mempertahankan homeostasis vagina, karena dengan menghasilkan asam laktat dan membuat H2O2 yang akan menghambat pertumbuhan sebagian besar mikroorganisme lainnya, sehingga menurunkan risiko persalinan preterm. (6-8) Keadaan ini tidak selalu dapat dipertahankan, karena apabila jumlah bakteri Lactobacillus menurun, maka keasaman cairan vagina berkurang dan akan mengakibatkan bertambahnya bakteri lain, seperti antara lain Gardnerella vaginalis, Mycoplasma hominis, dan Bacteroides sp. (3) Adanya perubahan flora vagina menyebabkan terjadinya vaginosis bacterial. (Sylvia Y.Muliawan, Julius E.Suryawidjaja)

gambar lactobacillus Pada keadaan normal, jamur candida dapat ditemukan dalam jumlah sedikit di vagina, mulur rahim dan saluran pencernaan. Jamur kandida disini hidup sebagai saprofit tanpa

menimbulkan keluhan atau gejala (asimptomatis) jamur ini dapat tumbuh dengan variasi pH yang luas, tetapi pertumbuhannya akan lebih baik pada pH 4,5 - 6,5. (ENDANG HERLIYANTI DARMANI) Pada semua kelainan yang mengganggu flora normal vagina dapat menjadikan vagina sebagi tempat yang sesuai bagi kandida untuk berkembang biak. Masih belum dapat dipastikan apakah kandida menekan pertumbuhan basil doderlein atau pada keadaan basil Doderlein mengalami gangguan lalu diikuti dengan infeksi dari jamur candida. Kenyataannya pada keadaan infeksi ini dijumpai hanya sedikit koloni doderlein. (ENDANG HERLIYANTI DARMANI)

faktor predisposisi yang menyebabkan pertumbuhan kandida Pada dasarnya faktor-faktor predisposisi dapat dibagi dalam dua golongan yaitu yang memicu kandidanya sendiri untuk aktif berkembang biak ( menjadi patogen) dan yang menurunkan atau merusak sistem mekanisme pertahanan tubuh hostnya baik lokal maupun sistemik sehingga memudahkan invasi jaringan. (ENDANG HERLIYANTI DARMANI)

Kehamilan Selama kehamilan, terutama pada trisemester ketiga, terjadi peningkatan kolonisasi jamur kandida di vagina yang menimbulkan gejala simptomatik kandidiasis vagina. Peningkatan kadar hormon estrogen yang terjadi pada kehamilan menyebabkan kadar glikogen di vagina meningkat yang mana merupakan sumber karbon yang baik untuk pertumbuhan kandida. Diabetes Mellitus Pada Diabetes Mellitus terjadi kenaikan kadar glukosa dalam darah dan urine. Gangguan metabolisme karbohidrat dan perubahan proses glycogenolysis yang menyebabkan kadar glikogen pada epitel vagina meninggi sehingga pertumbuhan kandida juga akan meningkat. Kortikosteroid Kortikosteroid merupakan suatu bahan yang bers ifat imunosupresif. Pada pemakaian kortikosteroid jangka waktu panjang akan mengakibatkan pertumbuhan kandida yang tidak terkendalikan. Antibiotika Penggunaan antibiotika dalam jangka waktu yang cukup lama dapat membunuh bakteri Doderlin yang hidup bersama-sama kandida sebagai komersal di vagina. Berkurangnya bakteri di dalam vagina menyebabkan kandida dapat tumbuh dengan subur

karena tidak ada lagi persaingan dalam memperoleh makanan yang menunjang pertumbuhan jamur tesebut. Kontraseepsi Rahman dkk melaporkan bahwa pada pemakai suatu kontrasepsi lebih sering didapatkan pertumbuhan kandida daripada bukan pemakai kontrasepsi. Pada penggunaan oral kontrasepsi maupun AKDR/IUD terjadi peningkatan pembawa (carrier) jamur kandida di vagina (ENDANG HERLIYANTI DARMANI)

penggunaan antibiotik terus menerus tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya flora normal yang terdapat pada vagina. Akibatnya jamur menggantikan posisi flora normal yang menguntungkan tersebut. Telah dilaporkan bahwa Candida sp. merupakan jamur yang paling banyak ditemukan pada sekret vagina wanita yang mengalami keputihan (Ami Tjitraresmi, Sri Agung Fitri Kusuma dan Dewi Rusmiati*)

Keputihan akut dapat disebabkan karena faktor predisposisi seperti penggunaan antibiotik, kontrasepsi oral, kehamilan, atau karena diabetes. (Ami Tjitraresmi, Sri Agung Fitri Kusuma dan Dewi Rusmiati*)