P. 1
Soal-Soal Kimia Klinik

Soal-Soal Kimia Klinik

|Views: 779|Likes:
Dipublikasikan oleh John Valentino

More info:

Published by: John Valentino on May 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2015

pdf

text

original

SOAL-SOAL KIMIA KLINIK TINGKAT I By: dr. Pik Siong aka dr.

Michael
A. Anatomi, Histologi & Fisiologi Sistem Urinaria (3) 1. Sistem urinaria tersusun atas beberapa bagian yaitu ginjal 1 pasang, urethra 1 buah, ureter 1 pasang, buli-buli 1 buah. Setelah darah melalui pemrosesan di ginjal maka urin yang dihasilkan akan dialirkan dari ginjal ke: ………. a. Uretra pars membranosa c. kandung kemih e. uretra pars bulbosa b. Ureter d. uretra pars prostatika 2. Darah dari jantung dipompa ke aorta kemudian menuju arteri thoracalis kemudian arteri abdominalis. Darah dari arteri abdominalis selanjutnya akan melalui arteri renalis untuk kemudian memasuki ginjal di :…….. a. Pelvis Renalis c. Medulla e. b. Kortex d. Kortex dan medulla 3. Darah mengandung banyak komponen antara lain plasma, sel darah, protein dan sel lainnya. Setelah melewati glomerolus, filtrate primer akan dibawa ke tubulus untuk melalui proses lainnya sedangkan komponen sel darah merah dan albumin akan dibawa ke: …………… a. Arteri lobularis c. vasa efferent e. langsung ke jantung b. Arteri interlobularis d. langsung ke vena renalis 4. Darah setelah melewati pemrosesan di ginjal akan menghasilkan urine. tahap filtrasi, reabsorbsi dan augmentasi. Lokasi dan kandungan zat sisa metabolisme yang tidak berguna dan berbau dari hasil proses augmentasi di tubulus adalah: a. Tubulus distal, glukosa b. Tubulus distal, ureum/ amoniak c. Tubulus distal, lemak d. Tubulus koligentes, air e. Tubulus proksimal, air 5. Pada proses pembentukan urin, jaringan kapiler dengan struktur spesifik dibuat untuk menahan komonen selular dan medium-molekular-protein besar kedalam vascular sistem, menekan cairan yang identik dengan plasma di elektrolitnya dan komposisi air, proses absorbsi terjadi pada a. Tubulus b. vesika urinaria c. glomerulus d. kapsula bowman e. ginjal B. Sampling & pengawet urine (2) 1. Dalam melakukan sampling seorang analis harus memperhatikan teknik, alat dan bahan maupun cara sampling. Sample urine terbaik pemeriksaan umum urinalisa adalah menggunakan urine: a. Siang c. Segar e. urine 24 jam b. Malam d. 12 jam 2. Dalam melakukan sampling seorang analis harus memperhatikan teknik, alat dan bahan maupun cara sampling. Sample urine terbaik pemeriksaan sedimen urine adalah menggunakan urine: a. Siang c. Segar e. urine 24 jam b. Malam d. 12 jam 3. Dalam mengumpulkan sample urine, dikenal istilah urin midstream, punksi suprapubik dan urine kateter. Dari segi efisiensi, kemudahan, kepraktisan, cukup akurat serta apabila pasien mampu berkemih dan masih mampu berdiri maka akan cenderung dipilih metode: a. Punksi suprapubik c. Kateter e. Kateter dan punksi suprapubik b. Midstream d. Kateter dan midstream 4. Pada pasien-pasien yang mengalami disability (tidak sadar, lumpuh, mengharuskan tirah baring, dsb) misalnya paada pasien penderita stroke, fraktur multiple dan cedera kepala berat, apabila dokter menghendaki dikerjakan pemeriksaan urinalisa maka sample urine alangkah baiknya diperoleh dengan metode: a. Punksi suprapubik c. Kateter e. Kateter dan punksi suprapubik b. Midstream d. Kateter dan midstream 5. Banyak sekali pengawet yang bisa dipakai untuk mengawetkan urine. Namun yang paling sering dipakai dan khusus untuk mengawetkan sedimen urine adalah: a. Formaldehid 40% c. Thymol e. Asam sulfat b. Kloroform d. Na2SO4 6. Banyak sekali pengawet yang bisa dipakai untuk mengawetkan urine. banyak dipakai karena sifatnya hampir mendekati pengawet “ all round: a. Formaldehid 40% c. Thymol e. Toluen b. Kloroform d. Na2SO4 C. Pemeriksaan Urine (1) 1. Pemeriksaan urin rutin adalah beberapa macam pemeriksaan yang dianggap sebagai dasar untuk pemeriksaan selanjutnya, salah satu pemeriksaan urin rutin adalah pemeriksaan makroskopis yang terdiri dari: a. berat jenis urin

sering anyang-anyangan padahal minum air dalam jumlah cukup. 45 tahun. Menjaga keseimbangan asam basa e. Trichomonas vaginalis. gigolo. keluhan saat berkemih: disuria. Spermatozoa. leukosit b. apa saja yang mengakibatkan kekeruhan dan warna pink tersebut? a. Bakteri E. Bibir dan mulut kering serta kulit keriput. e. Setelah ditanyai dokter ternyata cara ceboknya dari belakang ke depan. warna urin keasaman urin protein urin jumlah urin D. Pasien mengalaminya setelah hubungan pasutri dengan WTS (Wanita Tuna Susila). Bila ternyata pemeriksaan reduksi tersebut benar maka warna yang akan terbentuk saat dilakukan pemeriksaan di laborat bila kadar glukosa >3. sering merasa haus. nitrit 7. Wanita. coli. Pseudomonas. eritrosit d. coli. berasa panas di kemaluan saat berkemih dan ujung kemaluannya memerah. eritrosit e. demam. 30 tahun. E. Penyebab kondisi anemia pada pasien di atas terkait terganggunya fungsi ginjal sebagai: a. E. Treponema. demam (+). Pada keadaan apakah dan seperti apakah warna sample urine yang cocok dengan keterangan di atas? a. membenarkan telah terjadi Trias Diabetika (polidipsi. Nesisseria gonorrhea. Jamur Candida b.coli c. Kasus & Patologi (9) 1. Sehat walafiat. Treponema pallidum. Tukijo. sumber air adalah air sumur. hanya minum 6 gelas belimbing/ hari. polakisuria. Sampel urin pria 47 tahun. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan semua hitung sel. apa yang menjadi perhatian khusus untuk Anda temukan di urine pasien? a. E.5. Saat dilakukan pemeriksaan mikroskopis urine. eritrosit e.5% adalah: a. Sehat walafiat. Laki-laki Tn Y. seperti lumpur keruh d. Dari ujung kemaluan keluar cairan putih serupa santan. Swab dan pengecatan Gram ternyata ditemukan bakteri kokus gram negative seperti biji kopi. Sekilas pasien nampak sehat namun sering mengeluh tidak enak badan. Dehidrasi. Gagal ginjal. penderita Diabetese Melitus dengan komorbid Hipertensi. panas. Penyebab kondisi di atas yang paling sesuai dan pemeriksaan kimia urine yang cocok untuk membantu menyingkirkan kausa perancu yaitu: a. 33 tahun. Bakteri tanpa disertai unsur sedimen 4. d. N. Warnanya kuning namun keruh berwarna agak pink sejak awal diambil.coli. pyuria dan polakisuria saat buang air kecil sudah 3 hari ini. Treponema pallidum. Dehidrasi. Fungsi ekskresi c. Pasien melakukan pemeriksaan General Check Up. Nesisseria gonorrhea. kuning muda agak keruh c. badan tidak nyaman. hijau kekuningan dan keruh b. Urat amorf dan bakteri d. eritrosit b. Menurut Anda. kuning keruh c. leukosit c. Bakteri apakah yang dimaksud dan pemeriksaan urine mikroskopis lainnya hasilnya akan ditemukan peningkatan sel darah apa? a. Nubecula c. Analis mulai mengamati urine segar yang diambilnya itu. Pria. 68 tahun. leukosit e. kuning muda jernih e. Wadah tidak bersih b. Pria 55 tahun dan istrinya 56 tahun. terbaring di Ruang cuci darah (hemodialisa) menanti jadwal cuci darah. keadaan umum lemah. kuning tua jernih b. jernih d. c. poliuria dan polifagia) dan hasil Tes Reduksi Glukosa keduanya sangat tinggi sampai-sampai alat tes glukosa otomatis yang mereka punya tidak mampu lagi mendeteksi kadar gula (hanya tertulis High). penderita Ca prostat (keganasan). Pria. disuria. sopir angkot.b. keluhan: disuria. nitrit d. merah keruh e. Epitel buli dan darah e. Turut serta mengatur tekanan darah d. kuning tua keruh 6. Pseudomonas. Pembentuk darah 3. lemas dan pucat. leukosit c. Penghasil Eritropoetin b. Pseudomonas. Gonorrhoe d. eritrosit 2. letak sumur dekat WC. warna jingga. Pemeriksaan darah: peningkatan ureum dan kreatinin 2x lipat diatas normal dan Hb:8. jarang demam. eritrosit 5. biru .

pH urine pria basa e. Debris c. anemia. Trichomonas vaginalis 12. 30 tahun mensedimentasikan unsur dalam urin menggunakan sentrifuge. Wanita 45 tahun. pH urine pria 6-7 11. Dehidrasi d. diabetes mellitus e. datang ke dokter dengan keluhan frekuensi berkemih banyak dan poliuria (3000 mL atau lebih). pH urine wanita basa. Sarman. pemakan daging dan ikan. pH urine pria asam c. kemudian diperiksa dengan mikroskop nampak gambaran seperti dibawah ini adalah a. pH urine pria asam d. beri-beri d. pria tersebut menderita: a. timbul jika dingin kembali e. Tumor otak mendesak hipofise posterior b. d. Istri. Dari data tersebut diatas. tidak disertai polifagi. Epitel squameus d. c. Pria 35 tahun. Pemeriksaan sedimen urin dilakukan dengan mensedimentasikan unsur dalam urin menggunakan sentrifuge. Hasil laboratorium yang menunjang dan cocok dengan keterangan di atas adalah: a. pH urine wanita basa. Fraksi Globulin. e. Diabetes Melitus e. Larut jika ditambah asam dan dipanaskan pada suhu 55 0C. Hal di bawah ini yang mengakibatkan kondisi Diabetes Insipidus di atas yaitu: a.8. Fraksi Globulin. 32 tahun seorang vegetarian dan suami 33 tahun suka fitness. Sifat Bence Jones Protein antara lain: a. Larut jika ditambah asam dan dipanaskan pada suhu 650C. 55 tahun. b. Hipersekresi ADH (Anti Diuretik Hormone) c. Larut jika ditambah asam dan dipanaskan pada suhu 550C. timbul jika dingin kembali d. pH urine wanita 6-7. Sakiman. Epitel bulat b. sementara Gula Puasa dan reduksi gula normal. ingin membuktikan adanya Bence Jones Protein pada urinnya. Larut jika ditambah asam dan dipanaskan pada suhu 62 0C. sesak nafas. hipertensi c. kemudian diperiksa dengan mikroskop nampak sel seperti dibawah ini yang disebut: a. Eosinofil e. tidak timbul meski dingin kembali b. timbul jika dingin kembali 10. pH urine wanita asam. penderita Multiple Myeloma. Silider Ca Oxalat Cistine tripel phosfat lekosit . Polidipsi 9. pH urine pria basa b. berobat ke dokter dengan gejala anuri. awalnya kelopak mata bengkak kemudian seluruh tubuh juga dan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap ureum dan kreatinin meningkat. melakukan pemeriksaan berat jenis urine bersama-sama ke suatu laboratorium. pH urine wanita asam. hepatitis 13. gagal ginjal b. Larut jika ditambah asam dan dipanaskan pada suhu 650C. timbul jika dingin kembali c.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->